Anda di halaman 1dari 37

ATRIBUT SEISMIK

Pendahuluan
Ilmu Geofisika terutama di bidang seismik mengalami perkembangan yang
sangat pesat sejak awal tahun tujuhpuluhan. Dalam bidang eksplorasi metode
seismik menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan hasil yang terkait. Hal ini
tidak menutup kemungkinan bahwa metode seismik berkembang dengan
dukungan ilmu-ilmu bidang lain. Tentu saja ilmu-ilmu tersebut harus berdasarkan
teori fisika.
Berbagai metode dikembangkan untuk mempelajari penjalaran dan sifat
gelombang seismik dengan tujuan untuk interpretasi bawah permukaan. alah satu
metode yang kemudian berkembang adalah penggunaan atribut data seismik
untuk membantu eksplorasi hidrokarbon. !etode ini memberikan cara pandang
yang berbeda terhadap data seismik. Data seismik mempunyai informasi
amplitudo dan fase yang menyatu.
"tribut seismik dapat memperlihatkan cara pandang antara antara amplitudo
dan fase secara terpisah. Informasi yang terkandung dalam amplitudo dapat
diinterpretasi tersendiri dan tidak bercampur dengan informasi dari fase# demikian
juga sebaliknya.
"tribut sesaat seismik mulai diperkenalkan pada akhir $%&'-an# seiring
dengan meningkatnya akti(itas pencarian anomali pada daerah brightspot.
)enomena brightspot menjadi indikator utama perubahan litologi secara tajam
yang berasosiasi dengan keberadaan *ona gas. +ada tahun $%&'-$%,'# atribut
amplitudo sesaat menjadi atribut seismik yang umum digunakan dalam eksplorasi
dan eksploitasi minyak bumi. -eberhasilan amplitudo sesaat sebagai indikator
langsung keberadaan hidrokarbon .direct hydrocarbon indicator/ memoti(asi
pencarian atribut seismik lain.
"tribut sesaat seismik yang lain adalah frekuensi sesaat dan fase sesaat.
)rekuensi sesaat merupakan turunan fase sesaat terhadap waktu. "da juga atribut
frekuensi dominan sesaat# bandwith sesaat# rerataan dari frekuensi sesaat dan
indikator lapisan tipis. Indikator lapisan lapisan tipis biasa disebut juga thin beds
indicator merupakan selisih dari frekuensi sesaat dengan rerataan frekuensi
sesaatnya.
+erkembangan teknologi khususnya teknologi komputer memberikan
kontribusi yang besar dalam bidang seismik. +erhitungan untuk atribut sesaat
seismik secara cepat dan tepat dapat dilakukan dengan dukungan sumber daya
komputer yang bagus. +erkembangan ilmu matematika juga berperan penting
dalam bidang seismik. Teori transformasi seperti transformasi )ourier dan
Transformasi Hilbert telah memacu perkembangan dari penggunaan atribut sesat
seismik. 0ntuk memberikan kemudahan bagi interpretasi data seismik kini telah
digunakan skala warna.
Gambar 1. Perhaps the earliest example of a computer-generated seismic
attribute. (a) Schematic of a device built to crosscorrelate seismic traces
recorded on analog magnetic tape, which was then used to displa.
+enggunaan atribut sesaat dari data seismik saat ini memegang peranan yang
sangat penting dalam interpretasi. Interpretasi merupakan pekerjaan pengolahan
1
seismik lanjut .enhanced seismic processing/ yang telah banyak dikembangkan
untuk memahami kondisi bawah permukaan bumi sehingga membantu pekerjaan
eksplorasi hidrokarbon.
"tribut sesaat seismik dahulu hanya meliputi tiga jenis yaitu amplitudo# fase
dan frekuensi sekarang ini berkembang menjadi beberapa jenis atribut baru.
"tribut sesaat yang ada saat ini secara umum merupakan turunan dari atribut
amplitudo# fase dan frekuensi sesaat dengan modifikasi dari cara perhitungan
maupun dari cara penampilan.
2
Gambar !. " time line of seismic attribute developments and their relation to #e
advances in seismic exploration technolog. ($odified from %arnes, !&&1.)
Atribut Seismik
"tribut seismik merupakan penyajian dan analisa data seismik berdasarkan
informasi utama# yaitu informasi waktu# frekuensi# amplitudo dan fase pada jejak
seismik kompleks. "tribut seismik memberikan informasi parameter-parameter
fisis batuan bawah permukaan seperti amplitudo dan fase yang secara tidak
langsung diperoleh melalui data seismik. "tribut seismik sekarang telah megalami
banyak perkembangan sehingga semakin banyak informasi yang dapat diekstrak
dan ditampilkan untuk keperluan interpretasi.
Dalam interpretasi data seismik diperlukan kemampuan untuk mengetahui
dan mencirikan perubahan atribut kecil yang dapat dihubungkan dengan keaadan
geologi bawah permukaan.
"tribut seismik merupakan pengolahan data seismik yang membantu dalam
melakukan penggambaran yang lebih baik ataupun pengukuran *ona-*ona yang
menarik .3hopra# 1''4/. "tribut seismik juga didefinisikan oleh Taner .1'''/
sebagai semua informasi yang diperoleh dari data seismik baik dari pengukuran
langsung atau secara pengalaman maupun logika yang beralasan.
"tribut seismik yang bagus secara langsung dapat menampilkan *ona-*ona
yang menarik. elain itu atribut seismik juga dapat untuk menentukan struktur
atau lingkungan pengendapan. Brightspot merupakan contoh yang jelas dari
atribut seismik yang secara langsung berhubungan dengan parameteryang
menarik.
Klasifikasi Atribut Seismik
"tribut data seismik dapat dihitung dari data seismik yang telah dilakukan
proses stack .post stack/ maupun dari data seismik yang belum dan sudah
dimigrasi dalam kawasan waktu. "tribut seismik juga dapat dihitung dari data
seismik yang belum dilakukan stack .pre-stack/. Taner .1'''/ telah
mengelompokkan atribut seismik menjadi beberapa bagian.
+engelompokkan yang dilakukan Taner berdasarkan beberapa hal yaitu jenis
data .berhubungan dengan proses pengolahan data/# cara perhitungan# informasi
5
yang terkandung dalam atribut# hubungan atribut dengan informasi geologi dan
karakteristik dari gelombang seismik.
-lasifikasi berdasarkan jenis data seismik
$. "tribut data seismik sebelum proses stack .+re-tack "ttributes/
"tribut dihitung dari data dalam bentuk kumpulan 3D+ .3ommon Depth
+oint/. Hasilnya berupa informasi mengenai a*imuth dan offset.
+erhitungan atribut data yang belum di stack memerlukan waktu yang
cukup lama. +erhitungan dengan cara ini jarang dipakai untuk interpretasi
awal dan hanya digunakan jika akan dilakukan interpretasi yang lebih
detail.
1. "tribut data seismik setelah proses stack .+ost-tack "ttributes/
+roses stack merupakan proses perataan data .a(eraging/# sehingga
informasi mengenai offset dan a*imuth menjadi hilang. Data yang
digunakan untuk atribut dapat berupa data stack maupun data yang telah
dilakukan proses migrasi. "tribut jenis ini sering digunakan sebagai bahan
interpretasi awal karena perhitungan yang dilakukan lebih efisien.
-lasifikasi berdasarkan cara perhitungan
$. -elas I
+erhitungan atribut dilakukan secara langsung dari jejak seismik. 6enis
data dapat berupa data stack# data sebelum stack dan data migrasi dalam
bentuk 1D dan 2D. -elas ini meliputi amplitudo sesaat# fase sesaat dan
frekuensi sesaat beserta turunannya.
1. -elas II
+erhitungan atribut dilakukan pada jejak seismik dengan menggunakan
lateral scanning dan semblance. Teknik ini digunakan untuk meningkatkan
perbandingan sinyal terhadap noise .78 ratio/
-lasifikasi berdasarkan informasi yang terkandung dalam atribut
$. Instantaneous "ttributes
+erhitungan atribut dilakukan pada tiap sampel data sehingga atribut ini
menggambarkan (ariasi berbagai parameter yaitu amplitudo# fase#
frekuensi beserta turunannya.
4
1. 9a(elet "ttributes
"tribut ini dalam perhitungannya dilakukan pada sekitar puncak .peak/
dari bentuk gelombang.
-lasifikasi berdasarkan hubungan atribut dengan informasi geologi
$. Geometrical "ttributes
"tribut geometri menggambarkan hubungan secara spatial dan temporal
dari data seismik. +engukuran kontinuitas secara lateral dengan semblance
merupakan salah satu cara terbaik sebagai identifikasi pelapisan.
1. +hysical "ttributes
"tribut ini berhubungan dengan aspek fisis dari data seismik secara
kualitatif dan kuantitatif. 3ontoh dari atribut ini adalah magnitudo# dimana
magnitudo .trace en(elope/ berhubungan dengan kontras impedansi dan
frekuensi yang berhubungan dengan ketebalan lapisan# penjalaran
gelombang dan peredaman.
-lasifikasi berdasarkan karakteristik dari gelombang seismik
$. :eflecti(e "ttributes
"tribut ini berhubungan dengan karakteristik gelombang seismik pada
bidang pantul .reflector/. "tribut dalam kategori ini meliputi instantaneous
attributes# bentuk gelombang dan ";< ."mplitudo ;ersus <ffset/.
1. Transmissi(e "ttributes
"tribut ini berhubungan dengan karakteristik gelombang seismik dalam
lapisan. "tribut dalam kategori ini meliputi :! .:oot !ean =uare/#
rerata kecepatan# faktor kualitas .>/# absorbsi dan dispersi.
Brown .1''$/ membuat klasifikasi atribut yang sering digunakan untuk
interpretasi data seismik 2D. +engelompokkan atribut dari data seismik
didasarkan pada arti fisis .physical properties/# proses pengolahan dan jenis data.
Dalam klasifikasi atribut yang dilakukan oleh Brown ditambahkan beberapa
pengukuran atribut yang dilakukan dengan metode statistika seperti yang
ditampilkan pada gambar 2.
&
SEIMIC DATA
TIME AMPLITUDE FREQUE!" ATEUATI#
PRE$STA!K P#ST$STA!K PRE$STA!K P#ST$STA!K PRE$STA!K P#ST$STA!K PRE$STA!K P#ST$STA!K
Inst > factor
lope spectral fre=
lope inst fre=
";< intercept
";< gradient
)ar-near difference
)luid factor
9I8D<9
3oherence
3ontinuity
emblance
3o(ariance
+eak-trough diff
Dip ma? correlation
"*imuth ma? corr
ignal-to noise
+arallel bed indicator
3haotic bed indicator
Trace difference
H<:I@<8
Time
Isochron
Trend
:esidual
Dip
"*imuth
Difference
Adge
Illumination
Inst phase
3osine phase
3ur(ature
:oughness
H<:I@<8
:eflection amplitude
3omposite amplitude
:elati(e impedance
:eflection strength
"mplitude rasio
"mplitude o(er background
9I8D<9
G:<
Total absolute amp
Total energy
"(erage absolute
"(erage energy
"( refl strength
:! amplitude
"(erage peak amp
;ariance of amp
+ercent greater than
ABA3TI<8
!a?imum amplitude
Bargest negati(e amp
!a? absolute amp
+eak-trough difference
DIT:IB0TI<8
Anergy half-time
lope refl strength
lope at half enegy
:atio pos to neg
H<:I@<8
Instantaneous fre=
:esponse fre=
en(elope
9I8D<9
HCB:ID
9a(e shape
Boop area
"rc length
G:<
:eflection width
"(erage inst fre=
:! inst fre=
8o *ero crossing
+eak spectral fre=
$st dominant fre=
1nd dominant fre=
2rd dominant fre=
pectral bandwidth
(elocity
Gambar 2. Bagan klasifikasi atribut seismik .Brown#1''$/
,
Beberapa contoh analisa atribut sesaat dari data seismikD
)arnbach .$%,4/ melakukan analisa jejak kompleks dari data seismik
gempa untuk analisa fase gelombang. )arnbach melakukan pemisahan
antara amplitudo dan fase gelombang menggunakan analisa jejak
kompleks. +ada analisa jejak kompleks# fase gelombang dapat dipisahkan
dari amplitudonya disebut juga fase sesaat sehingga penentuan onset
gelombang + dapat dilakukan dengan lebih mudah. +ada penelitian ini
diperkenalkan perhitungan jejak kompleks dengan melakukan modifikasi
transformasi )ourier disebut juga transformasi Hilbert pada kawasan
frekuensi.
Taner dkk .$%,%/ melakukan analisa jejak seismik kompleks untuk data
seismik eksplorasi. 6ejak seismik kompleks dihitung menggunakan
transformasi Hilbert pada kawasan waktu maupun kawasan frekuensi.
6ejak seismik kompleks digunakan untuk melihat informasi amplitudo
yang terpisah dari informasi fase dan dipergunakn untuk menghitung
frekuensi sesaat yaitu hasil turunan dari fase sesaat. +enelitian ini
memperkenalkan penggunaan warna untuk tampilan atribut. kala warna
digunakan untuk mempermudah interpretasi data seismik. Hasil penelitian
ini mendapatkan suatu kesimpulan bahwa atrbut fase sesaat dapat
memperlihatkan kontinuitas bidang pantul sedangkan atribut frekuensi
sesaat dapat digunakan untuk identifikasi akumulasi hidrokarbon.
:obertson dan 8ogami .$%E5/ melakukan analisa atribut sesaat pada
model lapisan membaji. +enelitian ini dilakukan untuk memperlihatkan
kelakuan atribut pada lapisan yang tipis. "tribut yang digunakan meliputi
amplitudo# fase dan frekuensi sesaat. "nalisa dilakukan dengan
menitikberatkan pada analisa frekuensi sesaat. Hasil yang diperoleh
menunjukkan harga frekuensi sesaat negatif maupun relatif tinggi saat
ketebalan lapisan sama dengan panjang gelombang gelombang sumber.
E
%e&ak K'm(leks
"nalisa jejak kompleks banyak dibahas dalam bidang ilmu elektronika dan
matematika. 6ejak kompleks disebut juga sebagai pre-envelope dalam bidang
elektronika. "hli matematika biasanya menggunakan istilah analitic signal atau
suatu sinyal yang tidak mempunyai komponen frekuensi negatif. "plikasi dalam
bidang geofisika khususnya dalam bidang eksplorasi seismik dilakukan pertama
kali oleh Taner dkk. .$%,%/.
6ejak kompleks terdiri dari bagian riil dan bagian imajiner# dimana bagian
riil adalah jejak seismik hasil pengukuran sedangkan bagian imajiner adalah
transformasi Hilbert dari bagian riil. Bagian imajiner disebut juga sebagai
quadratur trace maupun konjugate kompleks. 6ejak kompleks dalam kawasan
waktu dinyatakan sebagaiD
( ) ( ) ( ) t f j t f t z
F
+ .$/
dengan
( ) t z
adalah jejak kompleks dalam kawasan waktu#
( ) t f
adalah jejak
seismik rill# ( ) t f
F
adalah jejak seismik imajiner dan
j
adalah bilangan imajiner.
Gambar 5. memperlihatkan jejak kompleks pada kawasan waktu maupun kawasan
frekuensi.
)a* )b*
Gambar 5. 6ejak seismik kompleks pada kawasan waktu .a/ dan kawasan
frekuensi .b/ .Taner dkk# $%,%/
+,Transf'rmasi -ilbert
%
Transformasi Hilbert pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan 6erman Da(id
Hilbert pada awal abad 1'. Transformasi Hilbert merupakan operator yang
mengeser fase suatu sinyal sebesar t71. 3ontoh yang paling sederhana adalah
hasil transformasi Hilbert dari fungsi kosinus merupakan fungsi sinus.
Transformasi Hilbert disebut juga sebagai all pass filter. Transformasi Hilbert
hanya mengeser fase sinyal dan tidak merubah spektrum amplitudo dari sinyal.
Transformasi Hilbert digunakan untuk menghasilkan jejak imajiner dari jejak
riilnya. uatu fungsi riil
// . . t f
dengan hasil transformasi Hilbert // .
F
. t f dapat
digunakan untuk perhitungan jejak kompleks.
+ersamaan transformasi Hilbert dapat diturunkan dengan dua cara. 3ara
yang pertama adalah menggunakan transformasi )ourier berdasarkan pengertian
jejak kompleks pada kawasan frekuensi. 3ara yang kedua adalah berdasarkan
definisi dasar transformasi Hilbert yaitu pergeseran fase t 71.
.,Transf'rmasi F'urier
Transformasi )ourier dari sebuah fungsi riil f(t) didefinisikan sebagaiD
( )
( ) [ ] dt t j t t f
dt e t f F
t j


sin / cos. / .
/ .
.1/
dapat juga dituliskan
( ) ( ) ( )
m e
I j R F
.2/
Transformasi )ourier balik dapat dituliskan sebagaiD
( ) ( )

d e F t f
t j
1
$
.5/
( ) Z
didefinisikan sebagai jejak kompleks pada kawasan frekuensi. 6ejak
kompleks spektrum amplitudonya mempunyai harga nol untuk frekuensi
negatif. 0ntuk frekuensi positif# spektrum amplitudonya mempunyai harga dua
kali lipat .Gambar III.$.b/. 6ejak kompleks pada kawasan frekuensi dinyatakan
sebagaiD
$'
( ) ( ) ( ) ( ) F F Z sgn +
.4/
dengan
( )
' $
' '
' $ sgn
<

> +


.&/
Transformasi )ourier balik dari
( ) Z
dapat dituliskan D
( )
( )

'
$
1
$
/ .

d e F
d e Z t z
t j
t j
.,/
dari persamaan .$/ dan .4/ didapatkan hubungan
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) F F t f j t f sgn
F
+ + .E/
Tanda

menyatakan transformasi )ourier maju maupun balik. Dari


persamaan .E/ dapat kita lihat bahwa
( ) ( ) F t f
dan ( ) ( ) ( ) F t f j sgn
F

# maka akan didapatkanD
( ) ( ) ( ) ( ) sgn
F
j F t f .%/
Transformasi )ourier balik dari
( ) sgn j
adalah t 7 $ # maka akan didapat
jejak imajiner pada kawasan waktu.
( ) ( )
( ) ( ) t f H
t
t f t f

$
G
F
.$'/
dengan t 7 $ merupakan transformasi Hilbert pada kawasan waktu.
/, Per0eseran Fase t1.
+ergeseran fase t71 pada kawasan frekuensi merupakan perkalian dengan
bilangan imajiner.
( )

'

<
>

'
'

untuk j
untuk j
H
.$$/
$$
dengan menggunakan subtitusi ( ) F
F
( ) ( )

H F

F
lim
'
.$1/
+ersamaan .$$/ dapat dituliskan D
( )

'

<
>

'
'
F
1 7
1 7

untuk je
untuk je
F
j
j
.$2/
Hasil transformasi )ourier balik persamaan .$2/ adalah
( )
( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
( )
1 1
'
'
'
'
$ $
1
1
1
$
1
$
F
1
$
F
t
t
e
jt
e
jt
j
d e e
j
d e je d e je
d e F
t f
jt jt
jt jt
t j t j
t j
+

1
]
1

+
+


+

.$5/
dengan harga ( ) ( ) t h t f
F
ketika ' maka akan kita dapatkan impulse
response transformasi Hilbet pada kawasan waktu
( ) ( )
( )
t
t
t g t h

$
$
lim
lim
1 1
'
'

.$4/
6ejak imajiner pada kawasan waktu didapatkan dari kon(olusi antara jejak riil
dengan impulse response transformasi Hilbert.
( ) ( )
t
t f t f

$
G
F

.$&/
2, Atribut Sesaat
6ejak kompleks pada persamaan .$/ dapat dinyatakan dalam bentuk D
/ .
/ . / .
t j
e t t z

.$,/
$1
dengan .t/ dan .t/ adalahD
( ) ( ) ( ) t f t f t
1 1
F
+ .$E/
1
1
]
1


/ .
/ .
F
tan / .
$
t f
t f
t
.$%/
dengan .t/ merupakan amplitudo sesaat .instantaneous amplitude/. Dalam
eksplorasi seismik disebut juga kuat refleksi. .t/ disebut sebagai fase sesaat
.instantaneous phase/.
+erubahan fungsi fase sesaat terhadap waktu akan memberikan fungsi
frekuensi sesaat .instantaneous frequenc!/# yang dinyatakan sebagaiD
dt
t d
t
/ .
/ .


.1'/
jika dinyatakan dalam integral kon(olusi


d t d t / . / . / .
.1$/
dengan d.

/ merupakan filter differensial. +erhitungan frekuensi sesaat dengan


menggunakan perumusan .1'/ akan menemui kesulitan karena fase harus
kontinyu. +erhitungan fase sesaat tidak kontunyu bila harganya mencapai 1H
.phase jump/. +erhitungan frekuensi sesaat yang lain adalah menghitung secara
langsung turunan .derivative/ dari arctangent

'

1
1
]
1


/ .
/ .
F
tan / .
$
t f
t f
dt
d
t
.11/
sehingga menjadi persamaan .1'/ dapat dinyatakan sebagaiD
( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) t f t f
t f t f t f t f
t
1 1
F
F
/ . I I
F
+


.12/
dengan f.t/ dan / .
F
t f merupakan jejak riil dan imajiner.
( ) t f I
dan ( ) t f I
F

merupakan turunan terhadap waktu dari jejak riil dan imajiner. Gambar III.1
memperlihatkan contoh atribut dari jejak seismik tunggal.
$2
/ .
/ . / . / . / .
t i
e t t ig t f t F

+
/ .t f
/ .t ig
/ .t
/ .t
Gambar III.1 "tribut dari jejak seismik .a/# amplitudo .b/# fase .c/
dan frekuensi .d/ sesaat
Dalam analisa jejak kompleks# jejak kompleks ).t/ dapat dianggap sebagai jejak
sebuah (ektor dalam ruang kompleks yang secara kontinyu berubah panjangnya
dan berotasi. 6ejak kompleks ini didefinisikan sebagaiD

.15/
dengan
bagian riil dari jejak kompleks# berhubungan dengan rekaman data seismik
bagian imajiner dari jejak kompleks
amplitudo sesaat
fase sesaat
$5
6ejak seismik riil dapat digambarkan sebagai amplitudo fungsi waktu
/ .t
dan fungsi fase
/ .t
J
/ . cos / . / . t t t f
edangkan untuk jejak imajiner
/ . sin / . / . t t t g
6ejak imajiner mempresentasikan energi potensial dan jejak riil
mempresentasikan energi kinetik dari partikel-partikel yang bergerak akibat
respon gelombang seismik.
'e(a# )omple#s
$4
*he (a) real seismic trace, (b) +uadrature, (c) instantaneous phase, and (d)
instantaneous fre+uenc from *aner et al. (1,-,). .ote the envelope weighted fre+uenc
indicated b the dashed line in (d). "lso note the singularities seen in instantaneous
fre+uenc due to waveform interference. (e) " scanned cop of a slide used b *ur
*aner in presentations made during the 1,-&s to explain complex-traceanalsis.
3, Analisis Am(litud' Sesaat )Instantane'us Am(litude*
"mplitudo sesaat adalah fungsi selubung .en(elope/ jejak seismik yang
merupakan ukuran energi jejak seismik yang kuat .robust/# halus .smoothed/ dan
tidak bergantung pada polaritas pada waktu yang diberikan .:obertson and
8ogami# $%E5/. "mplitudo sesaat dapat diperoleh dengan menghitung nilai
absolut dari komponen riil dan imajiner suatu sinyal. "mplitudo sesaat disebut
juga sebagai kuat refleksi .:eflection trength/. -uat refleksi atau amplitudo
sesaat adalah akar kuadrat dari jumlah kuadrat amplitudo tras riil dan kuadrat
amplitudo tras imajiner pada waktu sesaat. -uat refleksi dapat dikatakan sebagai
amplitudo yang tidak bergantung terhadap fase.
$&
-uat refleksi dituliskan sebagai .Barnes# $%%2/D
[ ] / . / . / .
1 1
t " H t " t e + .14/
dengan / .
1
t " komponen riil dan [ ] / .
1
t " H komponen imajiner.
-uat refleksi tidak bergantung pada fase. +ada data yang berasal dari
refleksi gabungan# kuat refleksi maksimum dapat terjadi pada titik-titik fase
.phase point/ dan tidak terjadi pada puncak .peak/ atau lembah .trough/ dari suatu
jejak seismik riil. 6adi puncak atau lembah dari amplitudo jejak riil bukan
merupakan kuat refleksi.
-uat refleksi tinggi diasosiasikan dengan perubahan litologi tajam antara
lapisan-lapisan batuan yang berdekatan. +erubahan tajam kuat refleksi bisa juga
terasosiasi dengan sesar maupun lingkungan pengendapan seperti channel.
+erubahan kuat refleksi yang bertahap dapat disebabkan oleh (ariasi lateral dari
ketebalan suatu lapisan sehingga terjadi interferensi refleksi. edangkan
perubahan yang mendadak dapat disebabkan oleh adanya sesar atau akumulasi
hidrokarbon.
-uat refleksi digunakan untuk mengidentifikasi adanya efek #right spot
ataupun dim spot. -uat refleksi juga mengidentifikasi kontras akustik impedansi.
+erubahan lateral kuat refleksi sering berasosiasi dengan perubahan litologi utama
atau dengan indikasi adanya akumulasi hidrokarbon. +erubahan kuat refleksi
secara tajam kemungkinan berasosiasi dengan sesar ataupun deposisional seperti
channel. -uat refleksi berguna dalam mengidentifikasi subcrooping beds dan
membedakan suatu reflektor masif seperti ketidakselarasan dengan kumpulan
komposit reflektor lainnya .Taner dkk.# $%,%/.
$,
"tribut amplitudo merupakan atribut terdasar dari tras seismik yang
diturunkan dari perhitungan statistik. "tribut amplitudo ini banyak digunakan
untuk mengidentifikasi anomali amplitudo akibat adanya hidrokarbon seperti
#right spot ataupun dim spot.
"mplitudo akar kuadrat rata-rata .root mean square$rms/ merupakan akar
kuadrat rata-rata dari kuadrat amplitudo dalam inter(al waktu tertentu. -arena
amplitudo dikuadratkan sebelum dirata-ratakan# maka komputasi rms akan sensitif
terhadap perubahan nilai amplitudo tinggi ataupun rendah.

%
i
i
mp
%
R&' mp
$
1
$
K .1&/
"mplitudo positif maksimum merupakan amplitudo puncak maksimum dari
tras dalam inter(al jendela analisis. Digunakan untuk mengidentifikasi anomali
amplitudo akibat perubahan litologi ataupun akumulasi hidrokarbon.
4, Analisis Fase Sesaat )Instantane'us Phase*
)ase sesaat adalah sudut antara jejak seismik dan transformasi Hilbertnya
pada waktu yang diberikan dengan tidak tergantung pada amplitudo jejak
seismiknya .:obertson and 8ogami# $%E5/. )ase sesaat dihitung dari arctan .
$E
$
arc / perbandingan antara komponen imajiner dengan komponen riil. Dapat
dituliskan sebagai .Barnes# $%%2/D
[ ]
1
]
1

/ .
/ .
arctan
t "
t " H

.1,/
)ase sesaat tidak bergantung pada nilai amplitudo puncak# nilai
magnitudonya akan selau sama. Dengan kata lain fase sesaat cenderung
menyamakan reflektor kuat dan lemah. <leh karena itu fase sesaat lebih mudah
digunakan menginterpretasikan reflektor koheren yang lemah.
)ase sesaat juga merupakan ukuran kontinyuitas dari suatu e(ent pada
penampang seismik. )ase sesaat menggambarkan sudut antara phasor yang
merupakan komponen real dan komponen imajiner yang berputar dari deret
waktu# dan sumbu real sebagai fungsi waktu.
)ase sesaat cenderung menguatkan e(ent koheren yang lemah karena fase sesaat
tidak bergantung terhadap kuat refleksi. )ase sesaat menekankan kontinyuitas
e(ent dan karenanya membantu dalam menyingkap fault# pinchout# ataupun
channel. .Taner dkk.# $%,%/.
$%
5, Analisis Frekuensi Sesaat )Instantane'us Fre6uen78*
)rekuensi sesaat adalah besarnya frekuensi sampel per sampel jejak dan
merupakan deri(atif dari instantaneous phase .:obertson and 8ogami# $%E5/.
)rekuensi sesaat merepresentasikan tingkat perubahan dari fase sesaat sebagai
fungsi waktu. )rekuensi sesaat merupakan ukuran lereng tras fase dan didapatkan
dari turunan pertama fasenya dan dinyatakan dalam persamaan berikut#
dt
t dH
t f
/ .
/ .
.1E/
[ ] [ ]
[ ]
1 1
I I
/ . / .
/ . / . / . / .
1
$
/ .
t " H t "
t " H t " t " H t "
t f
+

dengan (t) adalah frekuensi sesaat dan (t) adalah fase sesaat.
1'
8. Perhitungan Jejak Kompleks
+erhitungan jejak kompleks dilakukan dengan modifikasi transformasi
)ourier disebut juga transformasi Hilbert pada kawasan frekuensi. )arnbach
.$%,4/ dan Taner dkk .$%,%/ memberikan algoritma sebagai berikutD
$. !enghitung transformasi )ourier dari jejak riil f.t/# yang akan
menghasilkan spektrum F./ pada % < ' # dimana % adalah indeks
frekuensi.
1. )rekuensi positif
( ) 1 7 ' % < <
dikalikan dua# sedangkan frekuensi negatif
dikalikan nol. )rekuensi pertama F.(/ dan frekuensi F.%$)/ atau
frekuensi lipat .n!quist/ mempunyai nilai tetap.
2. Tranformasi )ourier balik dari F./.
Gambar I;.1 hingga gambar I;.5 memperlihatkan tahapan dari perhitungan jejak
kompleks. )rekuensi lipat .n!quist/ dari data adalah 4' H*# sehingga frekuensi
lebih dari 4' H* dikalikan nol.
1$
Gambar I;.1 6ejak seismik riil
0 10 2 0 3 0 4 0 5 0 60 7 0 80 9 0 10 0
-1 0
-5
0
5
1 0
1 5
A
m
p
l
i
t
u
d
o
a
0 10 2 0 3 0 4 0 5 0 60 7 0 80 9 0 10 0
-2 0
-1 0
0
1 0
2 0
F rek u en s i (Hz )
A
m
p
l
i
t
u
d
o
b
0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 0 1 0 0
- 2 0
- 1 0
0
1 0
2 0
3 0
A
m
p
li
t
u
d
o
c
0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 0 1 0 0
- 3 0
- 2 0
- 1 0
0
1 0
F r e k u e n s i ( H z )
A
m
p
li
t
u
d
o
d
Gambar I;.2 Transformasi )ourier jejak seismik# spektrum riil .a/# spektrum
imajiner .b/# setelah pengenolan frekuensi negatif spektrum rill .c/ dan spektrum
imajiner .d/
Gambar I;.5 6ejak riil .a/ dan jejak imajiner .b/
11
Perhitun0an Atribut Am(litud' Sesaat )Instantaneous Amplitude*
"tribut amplitudo sesaat merupakan modulus dari fungsi komplek
diberikan oleh persamaan .$E/. "tribut ini merepresentasikan energi sesaat atau
magnitudo sesaat dari suatu jejak seismik. 8ilai dari atribut ini berkisar antara '
hingga energi maksimum dari suatu jejak seismik.
Perhitun0an Atribut Fase Sesaat )Instantaneous Phase*
+erhitungan atribut fase sesaat berdasarkan persamaan .$%/. 8ilai fase
sesaat mempunyai kisaran '
'
hingga 2&'
'
# karena nilai antitangen ada pada semua
kuadran. 8ilai yang digunakan dalam skala tampilan pada atribut ini berkisar
antara -$E'
'
hingga L$E'
'
. Hal ini disebabkan nilai fase pada puncak gelombang
adalah L$E'
'
# sedangkan nilai fase pada palung gelombang adalah -$E'
'
.Taner
dkk# $%,%/.
Perhitun0an Atribut Frekuensi Sesaat )Instantaneous Frequency*
)rekuensi sesaat didefinisikan sebagai laju perubahan fase# seperti yang
diperlihatkan pada persamaan .1'/. +erhitungan secara numerik dari persamaan
.12/ dapat dilakukan dengan menggunakan dua kali differensial terhadap waktu
.Taner dkk# $%,%/. +erhitungan tersebut dapat menghasilkan nilai frekuensi sesaat
yang lebih besar dari frekuensi lipatnya. Barnes .$%%1/ mengajukan cara
perhitungan secara numerik dengan menggunakan differensial 1 titik .t*o-point
differentiator/ dan dinyatakan sebagaiD
( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) 1
1
]
1

+ + +
+ +


+ t f t f + t f t f
t f + t f + t f t f
+
t
i
F F
F F
tan
1
$
$

.1%/
dengan
i
.t/ adalah frekuensi sesaat# f.t/ adalah komponen riil dari jejak seismik#
/ .
F
t f adalah komponen imajiner dari jejak seismik# + adalah inter(al sampel dan
t adalah indek yang mewakili waktu pengukuran.
12
Perhitun0an Atribut Band9ith Sesaat )Instantaneous Bandwith*
"tribut bandwith sesaat didefiniskan sebagai perubahan amplitudo sesaat
terhadap waktu dibagi dengan amplitudo sesaatnya dan dirumuskan pada
persamaan .21/. +erhitungan dari bandwith sesaat dapat dilakukan dengan
differensial atau turunan amplitudo sesaatnya terhadap waktu. Barnes .$%%1/
mengajukan cara perhitungan secara numerik dengan menggunakan differensial 1
titik .t*o-point differentiator/ sama seperti halnya pada atribut frekuensi sesaat.
+ersamaan .21/ dapat dinyatakan sebagaiD
( )
( ) ( )
( ) ( ) 1
1
]
1

+
+ + +

t f t f
+ t f + t f
t
1 1
1 1
F
F
ln
5
$

.2'/
dengan
( ) t

adalah bandwith sesaat# f.t/ adalah komponen riil# / .


F
t f adalah
komponen imajiner# + adalah inter(al sampel dan t adalah indek yang mewakili
waktu pengukuran.
Perhitun0an Atribut Frekuensi D'minan Sesaat
)Instantaneous Dominant Frequency*
"tribut frekuensi dominan sesaat adalah akar pangkat dua dari kuadrat
frekuensi sesaat ditambah kuadrat bandwith sesaat. "tribut frekuensi dominan
dalam perhitungan secara numerik dapat digunakan persamaan .2.2$/.
!'nt'h kasus
"tribut seismik yang diekstrak dari data seismik 2D diperoleh peta atribut
amplitudo .:! dan +ositif !aksimum/ serta peta atribut kompleks ."mplitudo
)rekuensi esaat/. +enentuan inter(al waktu yang diambil meliputi *ona interest
pada top lapisan pasir bagian bawah dengan inter(al waktu $.1'' ms sampai
$.5'' ms .Gambar 2/. 0ntuk horison seismik yang dihasilkan dari penelusuran
refleksi pada *ona interest ditampilkan dalam peta struktur waktu .time structure
map/ yang ditunjukkan dengan gradasi warna berdasarkan posisi picking dalam
waktu. Horison atas .Gambar 5/ yang berada di atas formasi pasir hingga horison
bawah .Gambar 4/ membatasi *ona prospek reser(oar.
15
Atribut Am(litud' RMS
Gambar & adalah atribut amplitudo :!# terlihat bahwa anomali amplitudo
tinggi merata di bagian barat dan tenggara. Di bagian barat nilai amplitudo tinggi
ditunjukkan dengan warna merah dari *one I .inline E'-$1'# crossline 5'-$''/# II
.inline $,'-15'# crossline 5'-$5'/# dan III .inline 2''-24'# crossline 4'-E'/. +ada
bagian tenggara *ona amplitudo tinggi ditunjukkan dengan warna merah di
sebelah selatan yang mendominasi pada *one ; .inline $''-$4'# crossline $%'-
15'/ dan ;I .inline E'-$,'# crossline 1%'-2E'/ dan di bagian timur pada *one I;
.inline 1E'-22'# crossline 24'-2,'/. Daerah amplitudo tinggi berwarna merah
merupakan daerah yang kaya akan lapisan pasir dengan kemungkinan kandungan
hidrokarbon di dalamnya. 8ilai amplitudo tinggi ini diakibatkan adanya kontras
impedansi dari kontak antara batuserpih yang memiliki impedansi lebih tinggi
dengan batupasir yang memiliki impedansi lebih rendah# di mana impedansi
rendah kemungkinan dikarenakan keberadaan hidrokarbon yang menjenuhi pori
batupasir. +erubahan amplitudo yang signifikan yakni amplitudo rendah berwarna
biru merupakan daerah sesar dengan orientasi utara selatan membagi dua *ona
prospek di bagian barat dan tenggara.
Atribut Am(litud' P'sitif Maksimum
14
+eta atribut amplitudo positif disajikan pada Gambar , dan menunjukkan
adanya penyebaran anomali amplitudo tinggi yang lebih dominan# dikarenakan
perhitungan mengambil nilai amplitudo positif terbesar dari tras seismik dalam
satu inter(al waktu tertentu. +enyebaran anomali amplitudo tinggi ditunjukkan
dengan warna merah hingga kuning di bagian barat pada *ona I# II# dan III# di
sebelah timur pada *one I;# di bagian tenggara pada *one ; dan ;I. "mplitudo
rendah-sedang berwarna biru-hijau berorientasi utara selatan pada .inline $4'-
22'# crossline $%'-1&'/ merupakan *ona sesar dengan orientasi timur laut-barat
daya. Dari data log sumur " dan sumur B yang digunakan sebagai referensi
memiliki ketebalan lapisan pasir yang relatif tipis sekitar 4 hingga $' meter. Dari
sumur 3 yang berada pada *ona amplitudo tinggi pada peta atribut amplitudo
merupakan sumur produksi dengan lapisan pasir yang cukup baik dengan
ketebalan sekitar 1' meter. umur " dan sumur B memiliki porositas yang cukup
baik yakni sekitar '#$ dan sumur 3 memiliki porositas sekitar '#$4. +osisi sumur
" dan B pada *ona sesar non prospek sedangkan posisi sumur 3 berada pada *ona
prospek dengan anomali amplitudo tinggi sebagai reser(oar hidrokarbon.

Atribut Am(litud' Sesaat )reflection strength*
"tribut amplitudo sesaat yang disajikan pada Gambar E merepresentasikan
kuat refleksi pada reflektor yang merupakan batas antara impedansi lapisan yang
berbeda yang menyebabkan terjadinya refleksi gelombang. Dari peta atribut
amplitudo sesaat dihasilkan daerah dengan nilai kuat refleksi yang tinggi
berwarna merah mendominasi pada *ona refleksi yang cukup baik dalam satu
perlapisan# sedangkan nilai kuat refleksi rendah berwarna biru menunjukkan
daerah sesar dengan refleksi yang tidak beraturan pada seismik .chaotic
reflection/. Dalam tampilan kuat refleksi puncak dan palung dari tras seismik
berasosiasi dengan amplitudo tinggi. +engambilan inter(al waktu dengan
menggunakan horison top pasir yang merupakan *one interest ditandai dengan
refleksi yang kuat dalam penampang seismik. Horison ini merupakan *ona
amplitudo tinggi dengan refleksi yang kuat secara lateral dan berasosiasi dengan
lapisan pasir yang potensial sebagai reser(oar hidrokarbon. "mplitudo tinggi ini
1&
diakibatkan oleh adanya perubahan impedansi litologi batupasir .impedansi
rendah/ dengan batuserpih .impedansi tinggi/. @ona sesar ditunjukkan oleh
adanya perubahan lokal nilai kuat refleksi dengan orientasi utara selatan pada
crossline 1''-14'.
Atribut Frekuensi Sesaat
+eta atribut frekuensi sesaat yang dihasilkan disajikan pada Gambar %
memiliki penyebaran nilai yang rendah hingga sedang. 8ilai frekuensi rendah
ditunjukkan dengan warna biru yang mendominasi daerah bagian barat pada *one
I# II# dan III# di bagian tenggara pada *ona ;I# dan di bagian timur pada *ona ;II.
8ilai frekuensi sedang berwarna abu-abu hingga putih yang mendominasi di
sekeliling daerah frekuensi rendah.
ecara keseluruhan dari peta atribut yang dihasilkan terdapat beberapa
hubungan dan karakter yang sama antara atribut amplitudo dan atribut frekuensi
yang menentukan penyebaran *ona-*ona prospek hidrokarbon yang ditunjukkan
dengan anomali amplitudo tinggi dan anomali frekuensi rendah. @ona-*ona
prospek yang mendominasi bagian barat dan timur terlihat jelas dalam peta atribut
amplitudo :!# atribut amplitudo positif maksimum# dan atribut frekuensi sesaat.
@ona sesar terlihat jelas sebagai anomali amplitudo rendah dan anomali frekuensi
rendah dengan orientasi utara selatan dalam peta atribut amplitudo dan atribut
frekuensi secara keseluruhan.
Dengan menghubungkan nilai-nilai atribut seismik dengan nilai log sumur
membantu dalam penentuan *ona prospek secara lateral di mana posisi sumur "
dan B tidak berada dalam *ona-*ona prospek dari peta atribut yang dihasilkan
sehingga wajar apabila kedua sumur tersebut kering.
edangkan sumur 3 merupakan sumur produksi yang berada pada *ona
amplitudo tinggi pada peta atribut amplitudo dengan ketebalan lapisan pasir dan
porositas yang cukup baik. -etiga sumur dapat menjadi referensi dalam
penentuan sumur pengeboran baru di mana ternyata daerah anomali amplitudo
tinggi memiliki prospek yang besar dari adanya sumur produksi.
1,
Dari penyebaran *ona-*ona anomali dalam peta atribut seismik# maka dapat
diperoleh usulan pengeboran sumur baru berdasarkan orientasi *ona anomali yang
sama antara peta atribut amplitudo rms# peta atribut amplitudo positif maksimum#
dan peta atribut frekuensi sesaat. @ona tersebut yakni di bagian barat .*one I# II#
dan III/ di bagian timur *one I; dan ;II# di bagian tenggara *one ; dan ;I.
Gambar 5. +eta struktur waktu horison atas Gambar 4. +eta struktur waktu horison bawah

A
B
C
A
B
C
Gambar &. +eta "tribut "mplitudo :!

Gambar ,. +eta "tribut "mplitudo +ositif
!aksimum
1E
:, Analisis Band9idth Sesaat )Instantane'us Band9idth*
Bandwidth sesaat merupakan deri(atif dari logaritma amplitudo sesaat.
Didefinisikan sebagai .Barnes# $%%2/D
/ . ln
/ .
/ .
1
$
/ . t e
dt
d
t e
dt
t de
t
f

;, Fakt'r Kualitas Sesaat )Q <alue*


)aktor kualitas sesaat merupakan kemampuan batuan untuk menghantarkan
energi gelombang. )aktor kualitas sesaat secara sederhana merupakan
perbandingan frekuensi sesaat dan peluruhan amplitudo sesaat yang terjadi.
Didefinisikan .Barnes# $%%2/D
/ .
/ .
/ .
t
t f
t q
i
i
i


-eberadaan faktor kualitas sesaat dapat mengidentifikasi keberadaan *ona
fluida maupun *ona lemah akibat adanya sesar.

A
B
C
A
B
C
Gambar E. +eta "tribut "mplitudo sesaat

Gambar %. +eta "tribut )rekuensi sesaat

1%
+erbandingan "tribut eismik $D
+=, Analisa S(ektrum serta -ubun0ann8a den0an Atribut Sesaat
2'
Barnes .$%%2/ mengemukakan definisi dasar dari frekuensi tengah .center
frequenc!/# bandwith .spectral #and*ith/# dan frekuensi dominan dari analisa
spektrum. Definisi dasar ini digunakan untuk menjelaskan dasar dan pengertian
dari atribut sesaat data seismik serta hubungannya dengan spektrum dari suatu
sinyal.
Rerataan (ada S(ektrum
)rekuensi tengah .mean/ (c) dari spektrum tenaga .po*er spectrum/
,() didefinisikan sebagai .Berkhout#$%E5/D
( )
( )

'
'

d ,
d ,
c .2.15/
dan (ariansi pada frekuensi tenggah
1
#

adalah D
( ) ( )
( )

'
'
1
1

d ,
d ,
c
# .2.14/
dengan

adalah frekuensi pada saat spektrum tenaga maksimum .mode/.


#


disebut sebagai de(iasi standar pada frekuensi tengah atau disebut juga bandwith.
+engukuran rerataan spektrum yang lain adalah momen kedua .
r

/ dari
spektrum tenaga D
( )
( )

'
'
1
1

d ,
d ,
r .2.1&/
r

disebut juga root mean square frequenc!. +ersamaan .2.15/# .2.14/# dan
.2.1&/ dapat digabungkan menjadiD
1 1 1
# c r
+
. .2.1,/
++, Pen0ukuran Sesaat (ada S(ektrum
2$
+engukuran sesaat pada spektrum dilakukan dengan mengubah ,./ pada
persamaan .2.15/# .2.14/ dan .2.1&/ dengan spektrum tenaga sesaat .instantaneous
po*er spectrum/ -.t./.
( )
( )
( )

'
'
#
#

d t -
d t -
t
i .2.1E/
( )
( ) ( ) ( )
( )

d t -
d t - t
t
i

'
'
1
1
#
#
.2.1%/
dan
( )
( )
( )

'
'
1
1
#
#

d t -
d t -
t
d .2.2'/
dengan
( ) t
i

adalah frekuensi tengah sesaat#


( ) t
1

adalah bandwith sesaat dan


( ) t
d

adalah frekuensi dominan sesaat .3ohen# $%E%/. +ersaman .2.1E/# .2.1%/


dan .2.2'/ dapat digabungkan menjadiD
( ) ( ) ( ) t t t
i d
1 1 1

+
.2.2$/
3ohen .$%E%/ mengemukakan bahwa bandwidth sesaat dapat juga
dinyatakan sebagai perubahan amplitudo sesaat terhadap waktu dibagi dengan
amplitudo sesaatnya.
( )
( )
( )
1
1
I
1
$
1
]
1

t
t
t

.2.21/
dengan ".t/ adalah amplitudo sesaat dan
( ) t I
adalah turunan atau perubahan
dari amplitudo sesaat terhadap waktu. +ersamaan .2.1%/ dan persamaan .2.21/
mempunyai kesamaan yaitu selalu mempunyai nilai riil dan positif.
+. Arti Fisis %e&ak Seismik K'm(leks
6ejak seismik riil merupakan hasil pengukuran fisis dari kecepatan
pergerakan partikel bumi maupun (ariasi tekanan pada partikel bumi. Hasil
21
pengukuran ini bergantung pada jenis penerima gelombang. /eophone yang
digunakan untuk sur(ei seismik darat mengukur kecepatan dari pergerakan
partikel bumi oleh gelombang seismik. Hidrophone yang digunakan untuk sur(ei
seismik laut7air mengukur (ariasi tekanan dari partikel air oleh gelombang
seismik. Terdapat juga penerima gelombang yang mengukur pergeseran maupun
percepatan partikel namun jumlahnya sangat kecil dalam eksplorasi seismik.
Hardage .$%E,/ mengemukakan pendapat bahwa jejak seismik riil
merupakan pengukuran energi kinetik dari pergerakan partikel bumi. 6ejak
seismik kompleks merupakan energi potensial dari pergerakan partikel yang
dipengaruhi oleh gelombang seismik. "nalisa ini hanya berlaku pada jejak
seismik sebagai hasil pengukuran dari geophone0 Anergi kinetik dari pergerakan
partikel yang dipengaruhi oleh gelombang seismik dinyatakan sebagaiD
( ) t " m -
k
1
1
$

.2.22/
dengan m merupakan massa dari partikel yang dipengaruhi oleh gelombang
seismik#
( ) t "
merupakan kecepatan pergerakan partikel dan "(t) merupakan
pergeseran partikel .particle displacement/ yang disebabkan oleh gelombang
seismik. Anergi potensial pada partikel yang sama dinyatakan sebagaiD
( ) t " k -
p
1
1
$

.2.25/
dengan k merupakan konstanta kesetimbangan.
6ejak seismik sebagai pengukuran kecepatan pergerakan partikel dapat
dinyatakan sebagai penjumlahan fungsi sinus dan kosinus. -ecepatan pergerakan
partikel dapat dinyatakan sebagaiD
( )

+ / cos. / sin. t # t a t "
i i i i

.2.24/
dengan menggunakan integrasi# kecepatan pergerakan partikel dapat diubah
menjadi pergeseran partikel
( )

+ / sin. / cos. t d t c t "
i i i i

.2.2&/
dengan
i
i
i
a
c


dan
i
i
i
#
d

22
Transformasi Hilbert yang dinyatakan sebagai H dapat digunakan untuk
memperlihatkan hubungan antara kecepatan dan pergeseran partikel
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) t t H
t t H
sin cos
cos sin


.2.2,/
Dengan membandingkan persamaan .2.2&/ dan persamaan .2.2,/# dapat
disimpulkan bahwa pergeseran partikel merupakan hasil transformasi Hilbert dari
kecepatan partikel.
/ . / . t " 1 t "
dt
d
H
,
_

.2.2E/
dengan 1 merupakan konstanta.
6ejak seismik riil merupakan pengukuran kecepatan gerakan partikel#
sedangkan jejak seismik imajiner merupakan pengukuran pergeseran partikel.
6ejak seismik riil merupakan pengukuran secara sesaat energi kinetik yang
disebabkan oleh gelombang seismik. 6ejak seismik imajiner merupakan
pengukuran sesaat energi potensial sebagai akibat dari gelombang seismik,
"mplitudo sesaat merupakan hasil penjumlahan dari pengukuran sesaat energi
kinetik dan energi potensial.
Transf'rmasi >a?elet
Transformasi wa(elet adalah sebuah transformasi yang terpusat pada waktu
dan frekuensi. ifatnya dapat digunakan secara baik untuk memisahkan informasi
dari sebuah sinyal. Transformasi wa(elet merupakan metode transformasi untuk
menganalisis kandungan frekuensi sinyal secara otomatis. kala besar digunakan
untuk menganalisis sinyal yang mempunyai kandungan frekuensi tinggi#
sedangkan skala kecil digunakan untuk menganalisis sinyal dengan kandungan
frekuensi rendah.
Transformasi wa(elet ada dalam tiga bentuk yang berbeda yaitu 3ontinuous
9a(elet Transform# Discrete 9a(elet Transform dan 9a(elet +ackets Transform.
truktur transformasi wa(elet diskrit sangat berbeda dengan struktur transformasi
wa(elet kontinyu. Transformasi wa(elet diskrit digunakan untuk image
compression subband coding dan analisis runtun waktu tetapi tidak bisa
25
digunakan dalam analisa waktu-frekuensi. edangkan transformasi wa(elet
kontinyu sangat baik untuk analisis waktu-frekuensi. +ackets wa(elet digunakan
untuk melihat perubahan frekuensi dalam sinyal terhadap waktu.
+ada paper ini jenis transformasi wa(elet yang dibahas lebih rinci adalah
transformasi wa(elet kontinyu.
Transf'rmasi >a?elet K'ntin8u )!>T*
Transformasi wa(elet kontinyu merupakan suatu metode in(estigasi secara
rinci waktu dan frekuensi dari sebuah data yang memiliki kandungan sepktrum
ber(ariasi menurut waktu .deret waktu waktu non stasioner/. Transformasi
wa(elet kontinyu bukan sekedar menjadi sebuah metode untuk lokalisasi sinyal
dalam kawasan waktu dan frekuensi tetapi telah menjadi kerangka kerja teoritis
yang telah dikembangkan selama dua dekade terakhir ini.
Transformasi wa(elet kontinyu dilakukan dengan cara membandingkan
sinyal dengan memperbesar .scaling/ dan mengubah waktu .time sifted/ dari basis
fungsi yang disebut induk wa(elet atau basis wa(elet
/ .t
. "nalisis suatu sinyal
dapat dilakukan dengan memasukkan suatu skala tertentu. Bentuk umum dari
induk wa(eletD

,
_


s
u t
s t
p
s u
/ .
#
Dengan# s M faktor skala .umunya N$/

/ .
#
t
s u

M induk wa(elet yang diregangkan dengan faktor skala s pada arah


horisontal
Transformasi wa(elet kontinyu memiliki beberapa sifat. Diantara sifat-sifat
tersebut ada yang memiliki kesamaan dengan sifat dari transformasi )ourier#
seperti kekekalan energi. Tetapi transformasi wa(elet kontinyu juga memiliki sifat
yang sangat khusus yang tidak dimiliki trasformasi )ourier yaitu reproduksi
kernel.
Beberapa sifat transformasi wa(elet kontinyu .;etterli# $%%4/
$. Binieritas .linearity/
24
Transformasi wa(elet kontinyu merupakan produk dari inner product
sehingga memiliki sifat linier sama dengan sifat inner product tersebut.
/ # . / # . / . / . s u 2 s u 2 t g t "
g "
+ +
1. +ergeseran .shift property/
6ika
/ .t "
mempunyai sebuah transformasi wa(elet kontinyu
/ # . s u 2
"
#
maka jika fungsi tersebut digeser menjadi / . / .
I I
u t " t " maka
transformasi wa(elet kontinyu menjadiD
/ # . / # .
I
I
s u u 2 s u 2
"
"

2. kala .scaling property/
6ika
/ .t "
mempunyai sebuah transformasi wa(elet kontinyu
/ # . s u 2
"
dan fungsi itu di-skala .diperbesar7 diperkecil/ menjadi
/ 7 . / 7 $ . / .
I I I
s t " s t " maka transformasi wa(elet kontinyu menjadiD

,
_

I I
# / # .
I
s
s
s
u
2 s u 2
"
"
5. -ekekalan energi .energy conser(ation/
6ika
/ . / .
1
R 3 t "
dan transformasi wa(elet kontinyu
/ # . s u 2
"
maka
berlakuD

1
1 1
/ # .
$
/ .
u
duds
s u 2
4
dt t "
"

4. Bokalisasi .localisation property/


Transformasi wa(elet kontinyu mempunyai beberapa sifat lokalisasi#
khususnya pada lokalisasi waktu yang tajam pada frekuensi tinggi. Hal ini
yang membedakan dengan metode tradisional transformasi )ourier.
&. 3haracteri*ation of regularity
Transformasi wa(elet lebih atraktif dalam mengkarakteristik keteraturan
lokal dari sebuah sinyal dibandingkan dengan transformasi )ourier.
,. :eproducing kernel
Inti dari sebuah transformasi wa(elet dinamakan kernel wa(elet.
Transformasi ini merupakan produk dari sebuah kernel yang menguraikan
sebuah fungsi dalam domain waktu.
2&
Daftar Pustaka
3hopra# atinder and !arfurt
1
# -urt 6.# 1''4# eismic "ttributes-" Historical
+erspecti(e# +aper# ociety of A?ploration Geophysicists
Anggar +.# -ristian# 1''4# "nalisis +enampang eismik 1-D dengan
!enggunakan "tribut eismik Berbasis Transformasi 9a(elet -ontinyu
dan inggularitas Data eismik !igrasi# CogyakartaD kripsi )-!I+"
0ni(ersitas Gadjah !ada
:aharjo# 3ahyo# 1''4# "nalisis :eser(oar Batupasir !enggunakan "tribut )aktor
-ualitas esaat Berbasis Transformasi 9a(elet -ontinyu# CogyakartaD
kripsi )-!I+" 0ni(ersitas Gadjah !ada
Taner# !. Turhan# 1''$# eismic "ttributes# :ock olid Image# Houston# 0..".
"rticle 3AG :ecorder
9iyono# "gung# 1''4# "tribut esaat 9a(elet :icker serta "plikasinya dalam
!etode eismik +antul# CogyakartaD kripsi )-!I+" 0ni(ersitas Gadjah
!ada
2,