Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
Terpaparnya bahan kimia pada suatu bagian dari mata dapat menyebabkan trauma
kimia. Trauma kimia merupakan suatu keadaan darurat.
1,2,3
Hampir semua bahan kimia dapat
menyebabkan iritasi mata. Di Amerika perhitungan secara kasar menunjukkan akibat trauma
kimia ini, 10% pasien ke pusat pengobatan untuk mata. uatu studi menunjukkan bah!a
orang " orang pernah menga#ami trauma karena bahan kimia ini sepanjang hidupnya
sebanyak 2%. $ebih dari %0% kece#akaan terjadi di tempat kerja, 30% terjadi di rumag, dan
10% terjadi akibat serangan. 20% dari trauma karena bahan kimia ini menyebabkan
disabi#itas &isua# dan kosmetik yang signi'ikan. (ada pria, trauma kimia terjadi 3 ka#i #ebih
sering daripada !anita. Dan pa#ing sering terjadi antara umur 1% " )* tahun
1
. umber #ain
menunjukkan usia 30 " )+ tahun
2,3
.
,eparahan dari trauma ditentukan o#eh -at penyebabnya dan berapa #ama -at tersebut
kontak dengan mata, #ama irigasi .pembi#asan/ yang te#ah di#akukan dan pengobatan yang
te#ah diberikan. Diagnosis dari trauma kimia pada mata #ebih didasarkan pada anamnesa
dibandingkan dari tanda dan geja#a. (enyebab dari trauma kimia ini secara garis besar dibagi
menjadi asam dan basa, dimana kerusakan yang ditimbukan bahan basa #ebih hebat daripada
bahan asam
),*
. Trauma kimia membutuhkan penanganan segera.
(er#ukaan yang ditimbu#kan dapat ringan sampai berat atau menimbu#kan kebutaan
bahkan kehi#angan mata. 0a#aupun terdapat sistem pe#indung dan re'#e1 memejam yang
cukup baik pada mata, trauma masih dapat mengenai jaringan mata seperti 2 pa#pebrae,
konjungti&a, kornea, u&ea, #ensa, retina, papi# sara' optic, dan ca&um orbita
3
.
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Anatomi Mata
3ata merupakan sa#ah satu a#at indra yang terdiri atas susunan yang komp#ek.
3ata terdiri atas bo#a mata, rongga orbita, ke#opak mata, pembu#uh darah dan sistem
persara'an. (ada bab ini akan dibahas #ebih #anjut mengenai anatomi bo#a mata. 4o#a
mata berbentuk bu#at dengan diameter anteroposterior sekitar 2) mm. 4agian bo#a mata
pa#ing depan ada#ah kornea. 4o#a mata memi#iki 2 ke#engkungan yang berbeda akibat
kornea mempunyai ke#engkungan yang #ebih tajam.
3
5ambar 1 Anatomi 4o#a 3ata
4o#a mata dibungkus o#eh 3 #apis jaringan yaitu2
1. k#era merupakan jaringan ikat yang kenya# dan dan memberikan bentuk pada mata,
merupakan bagian ter#uar yang me#indungi bo#a mata. 4agian terdepan sk#era disebut
kornea yang bersi'at transparan yang memudahkan sinar masuk ke da#am bo#a mata.
,e#engkungan kornea #ebih besar dibanding sk#era.
3
2
2. 6&ea merupakan jaringan &asku#ar. 7aringan u&ea dan sk#era dibatasi o#eh ruang yang
potensia# dimasuki darah apabi#a terjadi trauma yang disebut perdarahan suprakoroid.
7aringan u&ea terdiri atas iris, corpus si#iar dan koroid. 8orpus si#iar yang ter#etak
dibe#akang iris menghasi#kan humor a9ueous.
3
3. :etina merupakan #embaran jaringan sara' ber#apis yang tipis dan semi transparan
yang ter#etak pa#ing da#am dan berbatas dengan koroid.
:etina terdiri atas 10 #apisan .dari da#am ke#uar/2
.1/ membran #imitans interna;
.2/ #apisan serat sara' yang mengandung akson<akson se# gang#ion yang berja#an
menuju = >>;
.3/ #apisan se# gang#ion;
.)/ #apisan p#eksi'orm da#am yang mengandung sambungan se# gang#ion dengan se#
amakrin dan se# bipo#ar;
.*/ #apisan nuk#eus da#am badan<badan se# bipo#ar, amakrin dan hori-onta#;
.%/ #apisan p#eksi'orm #uar yang mengandung sambungan se# bipo#ar dan se#
horisonta# dengan 'otoreseptor;
.?/ #apisan nuk#eus #uar se# 'otoreseptor;
.@/ membran #imitans eksterna;
.+/ #apisan 'otoreseptor segmen da#am dan #uar batang dan kerucut;
.10/ epite# pigmen retina.
1
,ornea atau da#am bahasa #atin disebut cornum yang berarti seperti tanduk ada#ah
jaringan transparan pada mata yang tembus cahaya. Transparansi kornea disebabkan o#eh
strukturnya yang seragam, a&asku#aritas dan deturgensinya. Dari anterior ke posterior,
kornea terdiri atas * #apisan2 #apisan epite# .berbatasan #angsung dengan epite#
konjungti&a bu#baris/, #apisan 4o!man, stroma, membran Descement dan #apisan
endote#. umber nutrisi kornea ada#ah pembu#uh darah #imbus, humor a9ueous dan air
mata.
1,3
2.2 Definisi
Trauma kimia pada mata merupakan sa#ah satu keadaan kedaruratan o'ta#mo#ogi
karena dapat menyebabkan cedera pada mata, baik ringan, berat bahkan sampai
kehi#angan peng#ihatan. Trauma kimia pada mata merupakan trauma yang mengenai bo#a
mata akibat terpaparnya bahan kimia baik yang bersi'at asam atau basa yang dapat
merusak struktur bo#a mata tersebut.
*
Trauma kimia diakibatkan o#eh -at asam dengan pH A ? ataupun -at basa pH B ?
yang dapat menyebabkan kerusakan struktur bo#a mata. Tingkat keparahan trauma
dikaitkan dengan jenis, &o#ume, konsentrasi, durasi pajanan, dan derajat penetrasi dari -at
kimia tersebut. 3ekanisme cedera antara asam dan basa sedikit berbeda.
*
Trauma bahan kimia dapat terjadi pada kece#akaan yang terjadi da#am
#aboratorium, industri, pekerjaan yang memakai bahan kimia, pekerjaan pertanian, dan
3
peperangan memakai bahan kimia serta paparan bahan kimia dari a#at<a#at rumah tangga.
etiap trauma kimia pada mata memer#ukan tindakan segera. >rigasi daerah yang terkena
trauma kimia merupakan tindakan yang harus segera di#akukan.
3
2.3 Epidemioo!i
4erdasarkan data 8D8 tahun 2000 sekitar 1 juta orang di Amerika erikat
menga#ami gangguan peng#ihatan akibat trauma. ?*% dari ke#ompok tersebut buta pada
satu mata, dan sekitar *0.000 menderita cedera serius yang mengancam peng#ihatan
setiap tahunnya. etiap hari #ebih dari 2000 pekerja di amerika erikat menerima
pengobatan medis karena trauma mata pada saat bekerja. $ebih dari @00.000 kasus
trauma mata yang berhubungan dengan pekerjaan terjadi setiap tahunnya.
1,2
Dibandingkan dengan !anita, #aki<#aki memi#iki rasio terkena trauma mata ) ka#i
#ebih besar. Dari data 0HC tahun 1++@ trauma oku#ar berakibat kebutaan uni#atera#
sebanyak 1+ juta orang, 2,3 juta menga#ami penurunan &isus bi#atera#, dan 1,% juta
menga#ami kebutaan bi#atera# akibat cedera mata. ebagian besar .@)%/ merupakan
trauma kimia. :asio 'rekuensi ber&ariasi trauma asam2basa antara 121 sampai 12). ecara
internationa#, @0% dari trauma kimia!i dikarenakan o#eh pajanan karena pekerjaan.
3enurut 6nited tates Dye >njury :egistry .6D>:/, 'rekuensi di Amerika erikat
mencapai 1% % dan meningkat di #okasi kerja dibandingkan dengan di rumah. $ebih
banyak pada #aki<#aki .+3 %/ dengan umur rata<rata 31 tahun.
2
2." Etioo!i
Trauma kimia biasanya disebabkan bahan<bahan yang tersemprot atau terpercik
pada !ajah. Trauma pada mata yang disebabkan o#eh bahan kimia disebabkan o#eh 2
macam bahan yaitu bahan kimia yang bersi'at asam dan bahan kimia yang bersi'at basa.
4ahan kimia dikatakan bersi'at asam bi#a mempunyai pH A ? dan dikatakan bersi'at basa
bi#a mempunyai pH B ?.
%
T#a$ma Asam
Asam dipisahkan da#am dua mekanisme, yaitu ion hidrogen dan anion da#am
kornea. 3o#eku# hidrogen merusak permukaan oku#ar dengan mengubah pH, sementara
anion merusak dengan cara denaturasi protein, presipitasi dan koagu#asi. ,oagu#asi
protein umumnya mencegah penetrasi yang #ebih #anjut dari -at asam, dan menyebabkan
tampi#an ground glass dari stroma kornea# yang mengikuti trauma akibat asam.
ehingga trauma pada mata yang disebabkan o#eh -at kimia asam cenderung #ebih ringan
daripada trauma yang diakibatkan o#eh -at kimia basa.
*
4
Asam hidro'#orida ada#ah satu pengecua#ian. Asam #emah ini secara cepat me#e!ati
membran se#, seperti a#ka#i. >on '#uoride di#epaskan ke da#am se#, dan memungkinkan
menghambat en-im g#iko#itik dan bergabung dengan ka#sium dan magnesium
membentuk insoluble complexes. =yeri #oca# yang ekstrim bisa terjadi sebagai hasi# dari
immobi#isasi ion ka#sium, yang berujung pada stimu#asi sara' dengan pemindahan ion
potassium. E#uorinosis akut bisa terjadi ketika ion '#uoride memasuki sistem sirku#asi,
dan memberikan gambaran geja#a pada jantung, perna'asan, gastrointestina#, dan
neuro#ogik.
*
4ahan kimia asam yang mengenai jaringan akan mengadakan denaturasi dan
presipitasi dengan jaringan protein disekitarnya, karena adanya daya bu''er dari jaringan
terhadap bahan asam serta adanya presipitasi protein maka kerusakannya cenderung
ter#oka#isir. 4ahan asam yang mengenai kornea juga mengadakan presipitasi sehingga
terjadi koagu#asi, kadang<kadang se#uruh epite# kornea ter#epas. 4ahan asam tidak
menyebabkan hi#angnya bahan proteog#ikan di kornea. 4i#a trauma diakibatkan asam
keras maka reaksinya mirip dengan trauma basa.
?
4i#a bahan asam mengenai mata maka akan segera terjadi koagu#asi protein epite#
kornea yang mengakibatkan kekeruhan pada kornea, sehingga bi#a konsentrasi tidak
tinggi maka tidak akan bersi'at destrukti' seperti trauma a#ka#i. 4iasanya kerusakan
hanya pada bagian super'isia# saja. ,oagu#asi protein ini terbatas pada daerah kontak
bahan asam dengan jaringan. ,oagu#asi protein ini dapat mengenai jaringan yang #ebih
da#am.
@
5ambar 2 Trauma pada 3ata Akibat 4ahan ,imia Asam
4ahan kimia bersi'at asam 2 asam su#'at, air accu, asam su#'it, asam hidrk#orida, -at
pemutih, asam asetat, asam nitrat, asam kromat, asam hidro'#orida. Akibat #edakan
baterai mobi#, yang menyebabkan #uka bakar asam su#'at, mungkin merupakan penyebab
tersering dari #uka bakar kimia pada mata. Asam Hidro'#orida dapat ditemukan dirumah
pada cairan penghi#ang karat, pengki#ap a#uminum, dan cairan pembersih yang kuat.
%,+

T#a$ma Basa
5
Trauma basa biasanya #ebih berat daripada trauma asam, karena bahan<bahan basa
memi#iki dua si'at yaitu hidro'i#ik dan #ipo#i'ik dimana dapat secara cepat untuk penetrasi
se# membran dan masuk ke bi#ik mata depan, bahkan sampai retina.

Trauma basa akan
memberikan iritasi ringan pada mata apabi#a di#ihat dari #uar. =amun, apabi#a di#ihat pada
bagian da#am mata, trauma basa ini mengakibatkan suatu kega!atdaruratan. 4asa akan
menembus kornea, kamera oku#i anterior sampai retina dengan cepat, sehingga berakhir
dengan kebutaan. (ada trauma basa akan terjadi penghancuran jaringan ko#agen kornea.
4ahan kimia basa bersi'at koagu#asi se# dan terjadi proses sa'oni'ikasi, disertai dengan
dehidrasi.
*
5ambar 3 Trauma pada 3ata Akibat 4ahan ,imia 4asaFA#ka#i
+
4ahan a#ka#i atau basa akan mengakibatkan pecah atau rusaknya se# jaringan. (ada
pH yang tinggi a#ka#i akan mengakibatkan sa'oni'ikasi disertai dengan disosiasi asam
#emak membrane se#. Akibat sa'oni'ikasi membran se# akan mempermudah penetrasi
#ebih #anjut -at a#ka#i. 3ukopo#isakarida jaringan o#eh basa akan menghi#ang dan terjadi
penggumpa#an se# kornea atau keratosis. erat ko#agen kornea akan bengkak dan stroma
kornea akan mati. Akibat edema kornea akan terdapat serbukan se# po#imor'onuk#ear ke
da#am stroma kornea. erbukan se# ini cenderung disertai dengan pembentukan pembu#uh
darah baru atau neo&asku#arisasi. Akibat membran se# basa# epite# kornea rusak akan
memudahkan se# epite# diatasnya #epas.
e# epite# yang baru terbentuk akan berhubungan #angsung dengan stroma
diba!ahnya me#a#ui p#asminogen akti&ator. 4ersamaan dengan di#epaskan p#asminogen
akti&ator di#epas juga ko#agenase yang akan merusak ko#agen kornea. Akibatnya akan
terjadi gangguan penyembuhan epite# yang berke#anjutan dengan u#kus kornea dan dapat
terjadi per'orasi kornea. ,o#agenase ini mu#ai dibentuk + jam sesudah trauma dan
puncaknya terdapat pada hari ke 12<21. 4iasanya u#kus pada kornea mu#ai terbentuk 2
minggu sete#ah trauma kimia. (embentukan u#kus berhenti hanya bi#a terjadi epite#isasi
#engkap atau &asku#arisasi te#ah menutup dataran depan kornea. 4i#a a#ka#i sudah masuk
ke da#am bi#ik mata depan maka akan terjadi gangguan 'ungsi badan si#iar. 8airan mata
6
susunannya akan berubah, yaitu terdapat kadar g#ukosa dan askorbat yang berkurang.
,edua unsur ini memegang peranan penting da#am pembentukan jaringan kornea.
*
4ahan kimia bersi'at basa2 =aCH, 8aCH, amoniak, EreonFbahan pendingin #emari
es, sabun, shampo, kapur gamping, semen, tiner, #em, cairan pembersih da#am rumah
tangga, soda kuat.
%,+
2.% Patofisioo!i
(roses perja#anan penyakit pada trauma kimia ditandai o#eh 2 'ase, yaitu 'ase
kerusakan yang timbu# sete#ah terpapar bahan kimia serta 'ase penyembuhan2
1. ,erusakan yang terjadi pada trauma kimia yang berat dapat diikuti o#eh ha#<ha#
sebagai berikut2
Terjadi nekrosis pada epite# kornea dan konjungti&a disertai gangguan dan
ok#usi pembu#uh darah pada #imbus.
Hi#angnya stem ce## #imbus dapat berdampak pada &asku#arisasi dan
konjungti&a#isasi permukaan kornea atau menyebabkan kerusakan persisten
pada epite# kornea dengan per'orasi dan u#kus kornea bersih.
(enetrasi yang da#am dari suatu -at kimia dapat menyebabkan kerusakan dan
presipitasi g#ikosaminog#ikan dan opasi'ikasi kornea.
(enetrasi -at kimia sampai ke kamera oku#i anterior dapat menyebabkan
kerusakan iris dan #ensa
,erusakan epite# si#iar dapat mengganggu sekresi askorbat yang dibutuhkan
untuk memproduksi ko#agen dan memperbaiki kornea.
Hipotoni dan phthisis bu#bi sangat mungkin terjadi.
2. (enyembuhan epite# kornea dan stroma diikuti o#eh proses<proses berikut2
Terjadi penyembuhan jaringan epite#ium berupa migrasi atau pergeseran dari
se#<se# epite#ia# yang berasa# dari stem ce## #imbus
,erusakan ko#agen stroma akan di'agositosis o#eh keratosit terjadi sintesis
ko#agen yang baru.
10
2.& Kasifi'asi
Trauma kimia pada mata dapat dik#asi'ikasikan sesuai dengan derajat keparahan
yang ditimbu#kan akibat bahan kimia penyebab trauma. ,#asi'ikasi ini juga bertujuan
untuk penata#aksaan yang sesuai dengan kerusakan yang muncu# serta indikasi penentuan
prognosis. ,#asi'ikasi ditetapkan berdasarkan tingkat kejernihan kornea dan keparahan
iskemik #imbus. e#ain itu k#asi'ikasi ini juga untuk meni#ai patensi dari pembu#uh darah
#imbus .super'isia# dan pro'unda/.
10
1. Derajat 12 kornea jernih dan tidak ada iskemik #imbus .prognosis sangat baik/
2. Derajat 22 kornea berkabut dengan gambaran iris yang masih ter#ihat dan terdapat
kurang dari 1F3 iskemik #imbus .prognosis baik/
7
3. Derajat 32 epite# kornea hi#ang tota#, stroma berkabut dengan gambaran iris tidak
je#as dan sudah terdapat G iskemik #imbus .prognosis kurang/
4. Derajat )2 kornea opak dan sudah terdapat iskemik #ebih dari G #imbus .prognosis
sangat buruk/
11
,riteria #ain yang per#u dini#ai ada#ah seberapa #uas hi#angnya epite# pada kornea
dan konjungti&a, perubahan iris, keberadaan #ensa dan tekanan intra oku#ar.

5ambar ) ,#asi'ikasi Trauma ,imia, .a/ derajat 1, .b/ derajat 2, .c/ derajat 3, .d/ derajat
)
10
2.( Dia!nosa
Diagnosa pada trauma mata dapat ditegakkan me#a#ui geja#a k#inis, anamnesis dan
pemeriksaan 'isik dan penunjang. =amun ha# ini tidak#ah mut#ak di#akukan dikarenakan
trauma kimia pada mata merupakan kasus ga!at darurat sehingga hanya diper#ukan
anamnesa singkat.
2.(.1 )e*aa Kinis
Terdapat geja#a k#inis utama yang muncu# pada trauma kimia yaitu, epi'ora,
b#e'arospasme, dan nyeri berat. Trauma akibat bahan yang bersi'at asam biasanya
dapat segera terjadi penurunan peng#ihatan akibat nekrosis super'isia# kornea.
edangkan pada trauma basa, kehi#angan peng#ihatan sering bermani'estasi
beberapa hari sesudah kejadian. =amun sebenarnya kerusakan yang terjadi pada
trauma basa #ebih berat dibanding trauma asam.
@
2.(.2 Anamnesa
(ada anamnesa sering seka#i pasien menceritakan te#ah tersiram cairan atau
tersemprot gas pada mata atau partike#<partike#nya masuk ke da#am mata. (er#u
diketahui apa persisnya -at kimia dan bagaimana terjadinya trauma tersebut
8
.misa#nya tersiram seka#i atau akibat #edakan dengan kecepatan tinggi/ serta kapan
terjadinya trauma tersebut.
%,12
(er#u diketahui apakah terjadi penurunan &isus sete#ah cedera atau saat cedera
terjadi. Cnset dari penurunan &isus apakah terjadi secara progresi' atau terjadi
secara tiba tiba. =yeri, #akrimasi, dan pandangan kabur merupakan gambaran umum
trauma. Dan harus dicurigai adanya benda asing intraoku#ar apabi#a terdapat ri!ayat
sa#ah satunya apabi#a trauma terjadi akibat #edakan.
@
2.(.3 Peme#i'saan +isi'
(emeriksaan yang seksama sebaiknya ditunda sampai mata yang terkena -at
kimia sudah terigasi dengan air dan pH permukaan bo#a mata sudah netra#. Cbat
anestesi topika# atau #oka# sangat membantu agar pasien tenang, #ebih nyaman dan
kooperati' sebe#um di#akukan pemeriksaan. ete#ah di#akukan irigasi, pemeriksaan
di#akukan dengan perhatian khusus untuk memeriksa kejernihan dan keutuhan
kornea, derajat iskemik #imbus, tekanan intra oku#ar, konjungti&a#isasi pada kornea,
neo&asku#arisasi, peradangan kronik dan de'ek epite# yang menetap dan beru#ang.
?,12
2.(." Peme#i'saan Pen$n*an!
(emeriksaan penunjang da#am kasus trauma kimia mata ada#ah pemeriksaan pH
bo#a mata secara berka#a dengan kertas #akmus. >rigasi pada mata harus di#akukan
sampai tercapai pH norma#. (emeriksaan bagian anterior mata dengan #up atau s#it
#amp bertujuan untuk mengetahui #okasi #uka. (emeriksaan o'ta#moskopi direk dan
indirek juga dapat di#akukan. e#ain itu dapat pu#a di#akukan pemeriksaan tonometri
untuk mengetahui tekanan intraocu#ar.
?,12
2., Dia!nosa Bandin!
4eberapa penyakit yang menjadi diagnosis banding trauma kimia pada mata,
terutama yang disebabkan o#eh basa atau a#ka#i antara #ain konjungti&itis, konjugti&itis
hemoragik akut, keratokunjugti&itis sicca, u#kus kornea, dan #ain<#ain.
2.- Penataa'sanaan
(enata#aksanaan pada trauma mata bergantung pada berat ringannya trauma
ataupun jenis trauma itu sendiri. =amun demikian ada empat tujuan utama da#am
mengatasi kasus trauma oku#ar ada#ah memperbaiki peng#ihatan, mencegah terjadinya
in'eksi, mempertahankan struktur dan anatomi mata, mencegah sekue#e jangka panjang.
Trauma kimia merupakan satu<satunya jenis trauma yang tidak membutuhkan anamnesa
dan pemeriksaan secara te#iti. Tata#aksana trauma kimia mencakup2
Penataa'sanaan Emergency
1.
9
1. I#i!asi merupakan ha# yang krusia# untuk meminima#kan durasi kontak mata
dengan bahan kimia dan untuk menorma#isasi pH pada saccus konjungti&a yang
harus di#akukan sesegera mungkin. $arutan norma# sa#ine .atau yang setara/ harus
digunakan untuk mengirigasi mata se#ama 1*<30 menit samapi pH mata menjadi
norma# .?,3/. (ada trauma basa hendaknya di#akukan irigasi #ebih #ama, pa#ing
sedikit 2000 m# da#am 30 menit. 3akin #ama makin baik. 7ika per#u dapat
diberikan anastesi topika#, #arutan natrium bikarbonat 3%, dan antibiotik. >rigasi
da#am !aktu yang #ama #ebih baik menggunakan irigasi dengan kontak #ensa .#ensa
yang terhubung dengan sebuah kanu# untuk mengirigasi mata dengan a#iran yang
konstan.
2. Double e/e#si pada 'eopa' mata di#akukan untuk memindahkan materia# yang
terdapat pada bo#a mata. e#ain itu tindakan ini dapat menghindarkan terjadinya
per#engketan antara konjungti&a pa#pebra, konjungti&a bu#bi, dan konjungti&a
'orniks.
3. De0#idemen pada daerah epite# kornea yang menga#ami nekrotik sehingga dapat
terjadi re<epite#isasi pada kornea.
e#anjutnya diberikan bebat .&erban/ pada mata, #ensa kontak #embek dan
arti'icia# tear .air mata buatan/.
5ambar * >rigasi dan (embebatan pada 3ata

5ambar % >rigasi dengan ,anu#
%
Penataa'sanaan Medi'amentosa
Trauma kimia ringan .derajat 1 dan 2/ dapat diterapi dengan pemberian obat<
obatan seperti steroid topika#, sik#op#egik, dan antibiotik pro'i#aksis se#ama ? hari.
edangkan pada trauma kimia berat, pemberian obat<obatan bertujuan untuk mengurangi
in'#amasi, membantu regenerasi epite# dan mencegah terjadinya u#kus kornea.
@,10
10
1. Ste#oid bertujuan untuk mengurangi in'#amasi dan in'i#trasi neuto'i#. =amun
pemberian steroid dapat menghambat penyembuhan stroma dengan menurunkan
sintesis ko#agen dan menghambat migrasi 'ibrob#as. 6ntuk itu steroid hanya
diberikan secara inisia# dan di tappering off sete#ah ?<10 hari. De1ametason 0,1%
DD dan (redniso#on 0,1% DD diberikan setiap 2 jam. 4i#a diper#ukan dapat
diberikan (redniso#on >H *0<200 mg
2. Si'ope!i' untuk mengistirahatkan iris, mencegah iritis dan sinekia posterior.
Atropin 1% DD atau copo#amin 0,2*% diberikan 2 ka#i sehari.
3. Asam as'o#0at mengemba#ikan keadaan jaringan scorbutik dan meningkatkan
penyembuhan #uka dengan membantu pembentukan ko#agen matur o#eh 'ibrob#as
kornea. =atrium askorbat 10% topika# diberikan setiap 2 jam. 6ntuk dosis sitemik
dapat diberikan sampai dosis 2 gr.
). Beta 0o'e#1'a#0oni' an2id#ase in2i0ito# untuk menurunkan tekanan intra
oku#ar dan mengurangi resiko terjadinya g#aukoma sekunder. Diberikan secara ora#
aseta-o#amid .diamo1/ *00 mg.
*. Anti0ioti' pro'i#aksis untuk mencegah in'eksi o#eh kuman oportunis. Tetrasik#in
e'ekti' untuk menghambat ko#agenase, menghambat akti'itas netro'i# dan
mengurangi pembentukan u#kus. Dapat diberikan bersamaan antara topika# dan
sistemik .doksisik#in 100 mg/.
%. Asam 23a$#oni' untuk membantu proses re<epite#isasi kornea dan menstabi#kan
barier 'isio#ogis. Asam Sit#at menghambat akti&itas netro'i# dan mengurangi
respon in'#amasi. =atrium sitrat 10% topika# diberikan setiap 2 jam se#ama 10 hari.
Tujuannya untuk menge#iminasi 'agosit 'ase kedua yang terjadi ? hari sete#ah
trauma.
Pem0eda2an
1.
1. Se!e#a. (embedahan yang si'atnya segera dibutuhkan untuk re&asku#arisasi
#imbus, mengemba#ikan popu#asi se# #imbus dan mengemba#ikan kedudukan
'orniks. (rosedur berikut dapat digunakan untuk pembedahan2
(engembangan kapsu# Tenon dan penjahitan #imbus bertujuan untuk
mengemba#ikan &asku#arisasi #imbus juga mencegah perkembangan u#kus
kornea.
Transp#antasi stem se# #imbus dari mata pasien yang #ain .autograft) atau dar
donor .allograft) bertujuan untuk mengemba#ikan epite# kornea menjadi
norma#.
5ra't membran amnion untuk membantu epite#isasi dan menekan 'ibrosis
2. Lan*$t. (enanganan bedah pada tahap #anjut dapat menggunakan metode berikut2
11
(emisahan bagian<bagian yang menyatu pada kasus conjungtival bands dan
simb#e'aron.
(emasangan gra't membran mukosa atau konjungti&a.
,oreksi apabi#a terdapat de'ormitas pada ke#opak mata.
,eratop#asti dapat ditunda sampai % bu#an. 3akin #ama makin baik, ha# ini
untuk memaksima#kan reso#usi dari proses in'#amasi.
,eratoprosthesis bisa di#akukan pada kerusakan mata yang sangat berat
dikarenakan hasi# dari gra't kon&ensiona# sangat buruk.
2.1. Kompi'asi
,omp#ikasi dari trauma mata juga bergantung pada berat ringannya trauma, dan
jenis trauma yang terjadi. ,omp#ikasi yang dapat terjadi pada kasus trauma basa pada
mata antara #ain2
10
1. imb#e'aron, ada#ah. Dengan geja#a gerak mata terganggu, dip#opia, #ago'ta#mus,
sehingga kornea dan peng#ihatan terganggu.
2. ,ornea keruh, edema, neo&asku#er
3. indroma mata kering
). ,atarak traumatik, trauma basa pada permukaan mata sering menyebabkan katarak.
,omponen basa yang mengenai mata menyebabkan peningkatan pH cairan akuos dan
menurunkan kadar g#ukosa dan askorbat. Ha# ini dapat terjadi akut ataupun per#ahan<
#ahan. Trauma kimia asam sukar masuk ke bagian da#am mata maka jarang terjadi
katarak traumatik.
*. 5#aukoma sudut tertutup
%. Dntropion dan phthisis bu#bi
5ambar + imb#e'aron 5ambar 10 (hthisis bu#bi
12
2.11 P#o!nosis
(rognosis trauma kimia pada mata sangat ditentukan o#eh bahan penyebab trauma
tersebut. Derajat iskemik pada pembu#uh darah #imbus dan konjungti&a merupakan sa#ah
satu indikator keparahan trauma dan prognosis penyembuhan. >skemik yang pa#ing #uas
pada pembu#uh darah #imbus dan konjungti&a memberikan prognosa yang buruk. 4entuk
pa#ing berat pada trauma kimia ditunjukkan dengan gambaran Icooked fish eyeJ dimana
prognosisnya ada#ah yang pa#ing buruk, dapat terjadi kebutaan.
@
Trauma kimia sedang samapai berat pada konjungti&a bu#bi dan pa#pebra dapat
menyebabkan simb#e'aron .adhesi anatara pa#pebra dan konjungti&a bu#bi/. :eaksi
in'#amasi pada kamera oku#i anterior dapat menyebabkan terjadinya g#aukoma sekunder.
@
5ambar 11 8ooked Eish Dye Appearance
@
BAB III
KESIMPULAN
13
Trauma kimia pada mata dapat berasa# dari bahan yang bersi'at asam dengan pH A ?
dan bahan yang bersi'at basa dengan pH B ?. Trauma basa biasanya memberikan dampak
yang #ebih berat daripada trauma asam, karena bahan<bahan basa memi#iki dua si'at yaitu
hidro'i#ik dan #ipo#i'ik dimana dapat masuk secara cepat untuk penetrasi se# membran dan
masuk ke sudut mata depan, bahkan sampai retina. ementara trauma asam akan
menimbu#kan koagu#asi protein permukaan, dimana merupakan suatu barier pe#indung
sehingga -at asam tidak penetrasi #ebih da#am #agi. 5eja#a utama yang muncu# pada trauma
mata ada#ah epi'ora, b#e'arospasme dan nyaei yang hebat. Trauma kimia merupakan satu<
satunya jenis trauma yang tidak memer#ukan anamnesa dan pemeriksaan yang #engkap.
(enata#aksanaan yang terpenting pada trauma kimia ada#ah irigasi mata dengan segera
samapai pH mata kemba#i norm#a dan diikuti dengan pemberian obat terutama antibiotik,
mu#ti&itamin, antig#aukoma, d##. e#ain itu di#akukan juga upaya promoti' dan pre&enti'
kepada pasien. 3enurut data statistik +0% kasus trauma dapat dicegah. Apabi#a da#am
menja#ankan suatu pekerjaan menggunakan pe#indung yang tepat.
DA+TA4 PUSTAKA
1. Haughan D5, Tay#or A, and (au# :D. C'ta#mo#ogi 6mum.0idya medika. 7akarta. 2000.
14
2. 8enters 'or Disease 8ontro# and (re&ention. 0ork<re#ated Dye >njuries diunduh pada
tangga# 20 7u#i 201) .http2FF!!!.cdc.go&F'eaturesFds!ork(#aceDye F
3. >#yas, idarta. (enuntun >#mu (enyakit 3ata. Ddisi ,etiga. Eaku#tas ,edokteran
6ni&ersitas >ndonesia. 7akarta. 200@.
). Arthur $im ie! 3ing and >an 7. 8onstab#e. 8o#or At#as o' Cphtha#mo#ogy Third
Ddition. 0ashington. 200*.
*. :and#eman, 7.4. 4ansa#, A. . 4urns 8hemica#. e3edicine 7ourna#. 200+.
%. American 8o##ege o' Dmergency (hycisians. 3anagement o' Ccu#ar 8omp#aints.
Diunduh tangga# 1+ 7u#i 201) .http2FF!!!.acep.orgFcontent.asp1KidL2%?12
?. Dye Teachers o' American Eoundation. Dye Trauma. Diunduh pada tangga# 1+ 7u#i 201)
http2FF!!!.ophthobook.comF&ideosFeye<trauma<&ideo
@. 5erhard ,. $ang. Cphtha#mo#ogy A (ocket Te1tbook At#as 2
nd
. tuttgart M =e! Nork.
200%.
+. American Academy o' Cphtha#mo#ogy. 8hemica# 4urn. Diunduh pada 20 7u#i 201).
http2FF!!!.aao.orgFtheeyesha&eitFtraumaFchemica#<burn.c'm
10. ,anski, 77. 8hemica# >njuries. 8#inica# Cptha#mo#ogy. Ddisi keenam. (hi#ade#phia2
D#sei&er $imited. 2000.
11. Trudo, Dd!ard 0 dan 0i##iam :imm. 8hemica# >njuries o' the Dye. 0ashington.
200@.8oh#mia Dye 8enter. 8hemica# Dye 4urns Dmergency 8are. Diunduh pada tangga#
20 7u#i 201) .http2FF!!!.samcoh#mia.comF!ichita<chemica#<eye<burns.php
15