Anda di halaman 1dari 12

92

I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Percobaan, (2) Tujuan
Percobaan, dan (3) Prinsip Percobaan.
1.1. Latar Belakang Percobaan
Melakukan teknik pemisahan zat banyak sekali caranya seperti kristalisasi,
sublimasi, dakantasi, rekristalisasi, dan lain sebagainya. Pada bagian ini
menjelaskan mengenai destilasi. Destilasi adalah suatu proses pemurnian untuk
senyawa cair, yaitu suatu proses yang didahului dengan penguapan senyawa cair
dengan memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk yang
akan ditampung dalam wadah yang terpisah untuk mendapatkan destilat.
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan
kecepatan atau kemudahan menguap (volalitas) bahan. Dalam penyulingan,
campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan
kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan
menguap terlebih dahulu.

1.2. Tujuan Percobaan

Untuk memisahkan suatu campuran sehingga dapat mengetahui zar murni
campuran tersebut, agar praktikan dapat mengetahui bagaimana cara melakukan
proses destilasi, dan agar dapat memisahkan zat cair dari campurannya ataupun
untuk memisahkan suatu larutan dari larutan lain.



93

1.3. Prinsip Percobaan

Berdasarkan tekanan uap dari atas cairan pada kesetimbangan (kecepatan
penguapan = kecepatan pengembunan), bersifat khas dan naik dengan kenaikan
suhu.


94

II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menguraikan mengenai : (1) Destilasi Biasa, (2) Destilasi Uap,
(3) Destilasi Vacum, dan (4) Destilasi Bertingkat.
2.1. Destilasi Biasa
Pada destilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih
yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran
dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih
dulu. Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu
kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Destilasi ini dilakukan pada
tekanan atmosfer. Aplikasi destilasi sederhana digunakan untuk memisahkan
campuran air dan alkohol.
Cara ini digunakan untuk memisahkan 2 macam zat atau lebih yang
mempunyai perbedaan titik didih yang cukup besar. Jika campuran dipanaskan
maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain
perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah
substansi untuk menjadi gas. Destilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer.
Aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran air dan
alkohol.
2.2 Destilasi Uap
Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini

95

kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik
didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Keuntungan cara destilasi ini adalah
bahwa campuran dapat terdestilasi di bawah titik didih zat organic tersebut, dan
bahkan di bawah titik didih air.
Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan
massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan,
masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal
destilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
2.3 Destilasi Vacum (Tekanan Rendah)
Destilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didestilasi
tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau mendekati titik
didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150 C. Metode destilasi
ini tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika
kondensornya menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap tidak
dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi tekanan digunakan pompa vakum
atau aspirator. Aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem destilasi
ini.
Destilasi vakum memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat
tinggi, motede yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan
lebih rendah dari 1 atm, sehingga titik didihnya juga menjadi rendah, dalam
prosesnya suhu yang digunakan untuk mendestilasinya tidak perlu terlalu tinggi.


96

Destilasi ini untuk cairan yang terurai dekat titik didihnya, sehingga untuk
memisahkan dari kompoennya tidak dapat dilakukan dengan destilasi biasa.
Dalam destilasi tekanan rendah, destilasi tidak dilakukan pada tekanan
barometer biasa, sehingga cairan tersebut dapat mendidih jauh di bawah titik
didihnya yang selanjutnya proses pemisahannya seperti biasa.
2.4. Destilasi Bertingkat
Fungsi destilasi fraksionasi (destilasi bertingkat) adalah memisahkan
komponen-komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan
perbedaan titik didihnya. Destilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran
dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 C dan bekerja pada tekanan atmosfer
atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari destilasi jenis ini digunakan pada
industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak
mentah.
Perbedaan destilasi fraksionasi dan destilasi sederhana adalah adanya
kolom fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu
yang berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini
bertujuan untuk pemurnian destilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya.
Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya. Destilasi Fraksionasi
(Bertingkat), sama prinsipnya dengan destilasi sederhana, hanya detilasi
bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih baik, sehingga
mampu memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang
berdekatan.

97


III ALAT, BAHAN, DAN METODE PERCOBAAN
Bab ini menguraikan mengenai : (1) Alat-Alat yang Digunakan, (2) Bahan
yang Digunakan, dan (3) Metode Percobaan.
3.1. Alat-Alat yang Digunakan
1. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah gelas kimia, klem,
adafter, labu destilasi, selang air, kaki tiga, statif, pembakar spirtus, termometer,
dan liebig kondensor.
3.2. Bahan yang Digunakan
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah larutan kecap.
3.3. Metode Percobaan
Alat set destilasi dipasang dan destilasikan larutan yang telah ditentukan.
Larutan yang telah dilarutkan dalam air dimasukkan ke dalam labu dan ditutup
dengan tutup yang telah dipasang termometer dengan dibungkus dengan isolasi,
selang dipasang pada liebig kondensor dan nyalakan air dan biarkan air mengalir
serta api dinyalakan untuk memulai proses destilasi. Diperhatikan dan diamati
perubahannya serta catatlah warna asal larutan, volume asal larutan, temperatur
mendidih, temperatur saat penetasan pertama, volume destilat, dan warna destilat.
Diperhatikan juga perubahan-perubahan yang terjadi pada larutan selama destilasi
berlangsung. Destilasi telah selesai apabila pelarut telah habis dan destilat telah
terkumpul.

98


IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan dan
(2) Pembahasan.
4.1. Hasil Pengamatan
Tabel 7. Hasil Pengamatan Destilasi
NO PENGAMATAN HASIL
1. Nama Sampel Larutan Kecap
2. Warna Asal Larutam Coklat kehitaman
3. Volume Asal Larutan 20 mL
4. Suhu Mendidih 84C
5. Suhu Saat Tetesan 94C
6. Suhu Komstan 101C
7. Volume Destilat 14,6 mL
8. Warna Destilat Bening
(Sumber : Kelompok III, 2010)
4.2. Pembahasan
Destilasi yang digunakan dalam percobaan ini adalah destilasi biasa. Pada
proses destilasi, perlu waktu yang lama untuk menghasilkan tetesan destilat yang
pertama. Proses yang terjadi selama percobaan destilasi berlangsung merupakan
proses dari cair ke gas.


99

Alat yang digunakan dilaboratorium adalah :
1. Labu destilasi,
Berfungsi sebagai wadah atau tempat suatu campuran zat cair yang akan
didestilasi. Terdiri dari :
Labu dasar bulat.
Labu erlenmeyer khusus untuk destilasi atau refluks.
2. Steel Head
Berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alat
pendingin (kondensor), dan biasanya labu destilasinya sudah dilengkapi dengan
leher yang berfungsi sebagai steel head.
3. Termometer,
Biasanya digunkan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi
selama proses destilasi berlangsung, dan seringnya thermometer yang digunakan
harus,
a. Berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair yang akan didestilasi.
b. Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas
reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor.
4. Kondensor,
Memiliki 2 celah, yaitu celah masuk dan celah keluar, yaitu untuk aliran
uap hasil reaksi dan lubang untuk air pendingin.
5. Labu didih,
Biasanya selalu berasa atau keset, yang berfungsi untuk sebagai wadah

100

sampel. Contohnya untuk memisahkan alkohol dan air.
6. Pipa dalam = pipa destilasi
7. Batu didih = mempercepat proses pemanasan (sebagai katalisator) dan
mengurangi letupan yang besar.
8. Adaptor (Recervoir Adaptor),
Berfungsi untuk menyalurkan hasil destilasi yang sudah terkondisi untuk
disalurkan ke penampung yang telah tersedia.
Tekanan uap merupakan suatu sifat dari zat cair yang bergantung pada
suhu tekanan. Tekanan uap selalu bertambah dengan kenaikan suhu.
Hasil dari proses destilasi adalah bening, karena titik didih air lebih tinggi
dari titik didih mineral-mineral sisa endapan zat.
Titik didih suatu cairan ialah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu
sama dengan tekanan luar. Titik didih suatu cairan bergantung pada tekanan luar.
Penurunan tekanan uap suatu cairan akibat adanya zat terlarut membawa
konsekuensi bagi titik didih cairan tersebut. Pada setiap suhu, suatu larutan
memiliki tekanan uap yang lebih rendah daripada pelarut murninya, akibatnya
suatu larutan akan memiliki titik didih yang lebih tinggi dari pelarut murninya
karena energi diperlukan lebih benyak untuk dapat menyamakan tekanan uap
larutan dengan tekanan udara luar, energi yang lebih tinggi didapat dari suhu yang
dinaikkan. Titik didih merupakan suhu dimana terjadi perubahan wujud dari cair
menjadi uap (gas). Titik didih larutan lebih tinggi dibandingkan dengan titik didih
pelarut murninya. Jadi apabila kita membandingkan titik didih air murni dengan

101

larutan gula maka titik didih larutan gula akan lebih tinggi dibandingkan dengan
titik didih air murni. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut
disebut kenaikan titik didih larutan (Tb).
Proses yang terjadi di destilasi adalah perubahan fasa cair menjadi fasa uap atau
gas dengan pendidihan kemudian gas tersebut mengembun. Tahap terpenting pada
destilasi adalah pendidihan dan kondensasi.
Proses mendidih menyebabkan terjadinya penguapan. Fungsi dari batu didih
adalah untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian
larutan, untuk menghindari titik lewat didih, dan untuk mengurangi letupan yang terjadi
pada proses pemanasan.



102

V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran.
5.1. Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan kesimpulannya adalah perubahan larutan
setelah menjadi destilat yaitu dari 20 mL menjadi 14,6 mL dan didapat temperatur
konstan sebesar 101C. Memiliki suhu mendidih 84C dan suhu saat tetesan
pertama adalah 94C. Pada saat sebelum proses destilasi warna sampel coklat
selelah proses destilasi warna larutan menjadi bening. Proses pemurnian harus
dilakukan dengan teliti agar zat yang telah dimurnikan benar-benar telah terpisah
dari campuran zat lainnya. Dasar pemisahan dengan destilasi adalah perbedaan
titik didih dua cairan atau lebih.
5.2. Saran
Dalam melakukan percobaan sebaiknya praktikan lebih berhati-hati dan
berkonsentrasi sebab jika terjadi kesalahan harus diulang dari awal kembali.


103

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, (2010), Distilasi, http://id.wikipedia.org/wiki/Distilasi, diakses :
2010/11/21
Brady, J.E. (1999), Kimia Universitas Asas dan Struktur, Edisi kelima, Bina
Rupa Aksara, Jakarta.
Underwood, A.L, (2001), Analisis Kimia Kuantitatif, Erlangga, Jakarta.
Sutrisno, E. T dan Nurminabari, I. S ,2010.Penuntun Praktikum Kimia
Dasar.Bandung:UNPAS