Anda di halaman 1dari 23

TUGAS

ENDAPAN MINERAL

Wimbo Prakoso Jati
410011102
SEKOLA TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
!OG!AKARTA
2014
"PERKEM#ANGAN KONSEP DAN KLASI$IKASI
ENDAPAN MINERAL%
Pada kenyataannya tidak mudah membuat pengelompokan atau klasifikasi endapan
mineral. Terdapat klasifikasi yang didasarkan pada genesanya, ada juga klasifikasi secara
diskriptif, misal berdasarkan komoditi logamnya, atau berdasarkan batuan yang
ditempatinya (host rocks-nya). Sebenarnya klasifikasi secara diskriptif berdasarkan
komoditi logamnya relatif mudah untuk dipahami. Tetapi pada para ahli geologi tidak
menggunakan klasifikasi tersebut, karena berbagai alasan, diantaranya tersebarnya
banyak unsure logam pada beragam tatanan geologinya dan pembagian ini mungkin
dirasa kurang ilmiah.
Pengelompokan yang sering digunakan oleh para ahli geologi, umumnya berdasarkan
pada bentuk endapannya, wall rocknya, atau control strukturnya. Sebagai contoh
ateman (!"#$) dalam bukunya % &conomic 'ineral (eposit) mengelompokkan bijih
berdasarkan control strukturnya, diantaranya bijih yang terbentuk pada sesar, pada
lipatan, pada kontak batuan beku, diseminasi dan lain sebagainya. 'asalahnya terdapat
juga bijih yang terbentuk pada lipatan yang tersesarkan, atau diseminasi sepanjang kontak
batuan beku. Sehubungan dengan munculnya teori tektonik lempeng yang dapat
menjelaskan proses magmatisme dan keberadaan endapan bijih, maka klasifikasi secara
genetic makin sering digunakan.
Tokoh penting yang memulai membangun konsep dan klasifikasi endapan mineral adalah
*aldemar +indgren (!,-$-!"."). +indgren (!"!!) secara garis besar membagi endapan
mineral menjadi dua macam yaitu
a&' ()*a+a) o,(- +ros(s m(ka)ik *a)b&' ()*a+a) o,(- +ros(s kimia.i (Tabel ..!).
&ndapan yang disebabkan oleh proses kimiawi, karena naiknya air magmatik,
dibagi menjadi ., berturut-turut dari bagian yang paling dalam adalah/ E)*a+a)
-i+ot(rma,/ E)*a+a) M(sot(rma,/ *a) E)*a+a) (+it(rma, (Tabel !). &ndapan
hipotermal terbentuk pada wilayah yang cukup dalam pada temperature yang relati0e
panas, endapan epitermal merupakan endapan yang terbentuk di dekat permukaan,
dengan kondisi temperature yang rendah. Sedangkan endapan 'esotermal terbentuk pada
kedalaman dan temperature diantara endapan
'esitermal dan hipotermal. (alam klasifikasi ini belum muncul istilah hidrotermal, tetapi
hanya disebut dengan istilah % karena naiknya air, berhubungan dengan akti0itas batuan
beku).
1lasifikasi +indgren (!"!!)
2iri-ciri umum endapan 3ipotermal (+ingren !"..)
2iri-ciri umum endapan 'esotermal (+ingren !"..)
2iri-ciri umum endapan epitermal (+ingren !"..)
4iggli (!"5") menyampaikan konsep pengelompokan mineral, menggabungkan konsep
stadia magmatisme dengan jenis-jenis komoditi logamnya. 1elompok pertama adalah
endapan endapan yang terkait dengan batuan plutonik,yang kemudian dibagi menjadi
1elompok Ort-oma0matik, 1elompok P)(1mato,itik2P(0matik, dan kelompok
i*rot(rma,. 1elompok 6thomagmatic dibagia 1elompok 7ntan-Platinum-kromium dan
1elompok Titanium-besi-nikel- tembaga. 1elompok Pneumatolitik dibagi menjadi
+ogam berat-alkanine earths- fosforus-titanium, kelompok Silikon-alkali-fluorin-boron-
tin-molibdenum-tungsten, dan 1elompok Tourmalin-kuarsa. (emikian halnya dengan
1elompok lain seperti hidrotermal dan 0olkanik, akan dibagi lagi menjadi kelompok
komoditi logam (Tabel 5). Setelah banyak dilakukan eksplorasi dan eksploitasi endapan
mineral di banyak tempat di dunia, diketahui ada banyak jenis komoditi logam seperti
emas yang didapatkan pada beberapa kelompok. Sehingga penggolongan ini menjadi
kurang rele0an lagi.
1lasifikasi endapan bijih 4iggli (!"5")
Pengertian Pneumatolitik yang disampaikan 4iggli (!"5") adalah stadia magmatisme
yang didominasi oleh fase gas, sedangkan hidrotermal didominasi oleh fase cair. Pada
klasifikasi ini telah muncul istilah hidrotermal, yang dibagi menjadi empat golongan
komoditi logam. 4iggli (!"5") tidak membagi hidrotemla menjadi hipotermal,
mesotermal, dan epitermal. Pada kenyataannya sulit dibedakan kenampakan hasil ubahan
atau endapan mineral yang disebabkan oleh proses pneumatolitik dengan hidrotermal.
elakangan, para ahli geologi banyak menggunakan istilah 3,1i*a -i*rot(rma,
4-5*rot-(rma, 3,1i*& untuk mewakili baik fase gas pneumatolitik maupun fase cair
hidrotermal.
8raton (!"..) mengusulkan istilah t(,(t(rma,, untuk endapan mineral pada daerah
dangkal, yang terbentuk jauh dari sumbernya (T dan P rendah). Sedangkan uddington
(!".#), mengenalkan istilah 6()ot(rma,, untuk endapan pada daerah dangkal tetapi
terbentuk pada temperatur tinggi (T tinggi P rendah). 3al ini disebabkan oleh adanya
intrusi pluton didekat permukaan.
1lasifikasi +indgren (!"..) yang dimodifikasi oleh 8raton (!"..) dan uddington
(!".#)
2iri-ciri umum endapan teletermal (8raton, !".. dari &0ans , !"".)
Stantan (!"95) membuat klasifikasi endapan bijih didasrkan pada asosiasi batuan
sampingnya (host rock), baik pada batuan beku, sedimen hingga metamorf.
Pengelompokkan tersebut meliputi/
!. ijih pada batuan beku
ijih berasosiasi dengan mafik dan ultramafik
ijih berasosiasi dengan felsik
5. ijih yang berafiliasi batuan sedimen
1onsentrasi bijih besi
1onsentrasi bijih mangan : Strata-bound
.. Stratiform sulpide yang berasosiasi dengan 0olkanik laut
;. ijih berasosiasi dengan urat
#. ijih berasosiasi dengan batuan metamorf
erapa ahli geologi melakukan pengelompokan endapan bijih didasarkan pada
lingkungan tektoniknya, diantaranya yang telah dilakukan 'itchell dan 8arson
(!",!), yang !. 5. .. ;. #. -.
membagi endapan bijih menjadi/&ndapan di 2ontinental 3ot Spots, <ifts dan =ulacogens
&ndapan pada Passi0e 2ontinental 'argins dan 7nterior asins &ndapan pada lingkungan
6ceanic&ndapan pada lingkungan subduksi&ndapan pada lingkungan yang terkait dengan
collision&ndapan pada Transform >aults dan lineamentnya pada 2ontinental
1lasifikasi endapan bijih +indgren, di modifikasi tahun !",#
Sejalan dengan berkembangnya konsep tektonik lempeng pada dasa warsa -$-9$an,
beberapa istilah yang dikemukakan oleh +indgren, 8raton, dan uddington, 8uilbert dan
Pak, jarang digunakan. ?ariasi endapan magmatic makin ber0ariasi,. 7stilah epitermal,
sampai sekarang ini masih digunakan, walaupun pengertiannya sudah mengalami
modifikasi dari konsep aslinya, yang disampaikan oleh +indgren (!"!!). 7stilah
mesotermal, kadang masih digunakan, terutama untuk kategori endapan epitermal, tetapi
menunjukkan temperature pembentukan yang tinggi, sedangkan istilah hipotermal,
teletermal, maupun @enotermal, jarang digunakan lagi. stilah-istilah yang banyak
digunakan dalam eksplorasi endapan mineral adalah klasifikasi yang didasarkan pada
pembentukan serta tatanan geologinya, seperti endapan logam dasar porifir, urat
2ordilleran, 'ississipi ?aley dan sebagainya.
Secara 8enetik, endapan mineral dibagi menjadi endapan yang disebabkan oleh proses
magmatik, proses hidrotermal, proses metamorfisme, serta proses- proses dipermukaan.
&ndapan magmatik , dibagi menjadi endapan yang disebabkan proses gra0itational
settling, liAuid immis0ibility, maupun pegmatik. &ndapan hidrotemal meliputi endapan
porfir (porphyry deposit), endapan greisen, massi0e sulphide deposit, skarn, epitermal
(low sulphidation dan high sulphidation) dll. &ndapan skarn kadang juga digolongkan
sebagai endapan metamorfik. Sedangkan endapan-endapan permukaan meliputi endapan
palcer, endapan e0aporasi, endapan residual laterit, endapan supergen, maupun endapan
0olkanik-e@halati0e. Proses pembentukan bijih logam secara umum dapat di bagi menjadi
empat kelompak, yaitu proses magmatik, proses hidrotermal, proses metamorfik dan
proses permukaasn (disarikan dari 3utchison, !",., &0ans !"".)
a' Pros(s Ma0matik
'ineral-mineral bijih seperti magnetit, ilmenit, kromit terbentuk pada fase awal
diferensiasi magma, bersamaan dengan pembentukan mineral oli0ine, piroksen, 2a-
Plagioklas. Semua mineral bijih yang terbentuk pada fase ini disebut sebagai ()*a+a)
ma0matik. eberapa proses pada fase magmatisme diantaranya meliputi/
a. Proses kristalisasi (diseminasi), intan (2 ) pada kimberlit
b. Proses segregasi (kumulat, gra0ity settling)/ kromit (2r), magnetit (>e), platinum (Pt)
c. +iAuid immiscibility / / 2u-4i sulfide, >e-Ti 6ksida
d. Pegmatik / >e, Sn
(i 7ndonesia endapan-endapan bijih yang disebabkan oleh proses magmatik, sampai
sekarang belum menunjukksan nilai ekonomi yang signifikan. 1onsentrasi bijih besi (>e)
atau nikel (4i) lebih disebabkasn oleh proses pelapukan, baik kimiawi maupun fisik,
membentuk endapan residusal atau placer.
b'Pros(s -i*rot(rma,
Sistem hidrotermal dapat didifinisikan sebagai sirkulasi fluida panas (#$B sampai
C#$$B2), secara lateral dan 0ertikal pada temperatur dan tekanan yang ber0arisasi, di
bawah permukaan bumi (Pirajno, !""5). Sistem ini mengandung dua komponen utama,
yaitu sumber panas dan fase fluida. Sirkulasi 3,1i*a -i*rot(rma, menyebabkan
himpunan mineral pada batuan dinding menjadi tidak stabil, dan cenderung
menyesuasikan kesetimbangan baru dengan membentuk himpunan mineral yang sesuasi
dengan kondisi yang baru, yang dikenal sebagai a,t(rasi 41ba-a)& -i*rot(rma,'
E)*a+a) bi7i- -i*rot(rma, terbentuk karena sirkulasi fluida hidrotermal yang melindi
(leaching), menstranport, dan mengendapkan mineral-mineral baru sebagai respon
terhadap perubahan kondisi fisik maupun kimiawi (Pirajno, !""5). 7nteraksi antara fluida
hidrotermal dengan batuan yang dilewatinya (bat1a) *i)*i)0), akan menyebabkan
terubahnya mineral-mineral primer menjadi mi)(ra, 1ba-a) 4a,t(ratio) mi)(ra,s'
Semua mineral bijih yang terbentuk sebagai mineral ubahan pada fase ini disebut sebagai
()*a+a) -i*rot(rma,. &ndapan hidrotermal dapat dibagai menjadi beberapa kelompak,
yaitu/
a' #(r-1b1)0a) *()0a) bat1a) b(k1
!. Porfiri / 2u, =u, 'o . 2ontoh di 8rasberg, atuhijau
5. Skarn / 2u,=u,>e. 2ontoh &rtDberg comple@
.. 8reisen / Sn, *. 2ontoh di P.angka
;. &pitermal (low and high sulphidation type, 2arlyn type) / =u, 2u, =g, Pb. 2ontoh di
Pongkor, '.'uro
#. 'assi0e Sulphide ?olcanogenic / =u, Pb, En. 2ontoh *etar
b' Ti*ak b(r-1b1)0a) *()0a) bat1a) b(k1
#. +ateral secretion ('issisippi 0alley type) / =u,Pb,En
8reisen didefinisikan agregat granoblasti dari k1arsa dan m1sko8it (atau lipidolit)
dengan sejumlah mineral asesori seperti to+as/ to1rma,i)/ dan 3,1orit yang dibentuk
oleh ubahan metasomatik post-magmatik granit (est !",5, Stemprok !",9 dalam &0ans
!"".). 8reisen adalah tipe endapan penghasil utama logam timah dan tungsten,
umumnya salah satu unsur hadir lebih dominan. &ndapan tersebut umumnya di bentuk
pada kontak bagian atas dari intrusi granit, yang kadang disertai oleh pembentukan
stockwork. 'ineraliasi umumnya sebagai tubuh besar yang tak beraturan atau sebagai
lembaran di bawah kontak bagian atas dengan lebar sekitar !$-!$$ m, yang bergradasi
melalui Dona ubahan felspatik (albitisasi dan mikroklinisasi) ke arah granit segar (Pollard
dkk., !",, dalam &0ans,!"".).
&ndapan bijih epitermal adalah endapan yang terbentuk pada lingkungan hidrotermal
dekat permukaan, mempunyai temperatur dan tekanan yang relatif rendah, berasosiasi
dengan kegiatan magmatisme kalk-alkali sub-aerial, sebagian besar endapannya dijumpai
di dalam batuan 0olkanik (beku dan klastik). &ndapan epitermal berdasarkan karakter
fluidanya dibagai menjadi epitermal sulfidasi rendah dan epitermal sulfidasi tinggi Pada
kenyataannya tidak mudah untuk membatasi ciri- ciri endapan yang termasuk bahagian
epitermal dari sistem hidrotermal lainnya. Seringkali kita mendapati kenampakan
endapan, baik mineralogi maupun teksturnya merupakan gradasi dari endapan epitermal
dengan endapan hidrotermal lain.
&ndapan sulfida masif sering berasosiasi dengan batuan-batuan pelite sampai semipelite
atau berasosiasi dengan endapan 0olkanik bawah laut . &ndapan yang berasosiasi dengan
0olkanik sering dikenal sebagai endapan sulfida 0ulkanogenik, yang terutama banyak
mengandung tembaga dan timah maupun emas dan perak sebagai by-product. Sawkind(l
"9-) membagi endapan massi0e sulphide 0olcanogenic menjadi tipe 1uroko, tipe 2yprus,
tipe esshi, dan tipe Sulli0an.
9' Pros(s m(tamor3ism(2-i*rot(rma,
Suatu tubuh batuan yang diterobos magma (batuan beku) umumnya akan mengalami
rekristalisasi, alterasi, mineralisasi, penggantian (replacement), pada bagian kontaknya.
Perubahan ini disebabkan oleh adanya panas dan fluida yang berasal dari aktifitas magma
tersebut. 7stilah metamorfosa kontak dan metasomatosa kontak sangat terkait dengan
proses-proses di atas.
'etamorfosa dan metasomatosa kontak yang melibatkan batuan samping terutama
batuan karbonat seringkali menghasilkan skarn dan endapan skarn. (alam proses ini
berbagai macam fluida seperti magmatik, metamorfik, serta meteorik ikut terlibat. >luida
yang mengandung bijih ini sering tercebak dan terakumulasi antara tubuh pluton dan
sesar-sesar disekitar pluton dengan batuan disekitarnya. *alaupun sebagian besar skarn
ditemukan pada batuan karbonat, tetapi juga dapat terbentuk pada jenis batuan lainnya,
seperti serpih, batupasir maupun batuan beku.
a. 1ontak pirometasomatik (skarn)/ 2u, =u, >e
b. 'etamorfosa menyebabkan bijih terkonsentrasi / =u
1ata :skar): pertama kali digunakan di pertambangan Swedia untuk sebuah material
gangue kalk-silikat yang kaya akan bijih->e dan endapan-endapan sulfida terutama yang
telah me-replace kalsit dan dolomit pada batuan karbonat.
1lasifikasi skarn pada umumnya banyak mempertimbangkan tipe batuan dan asosiasi
mineral dari batuan yang di-replace.. Pengertian ()*o2skar) dan (6o2 skar) mengacu
pada skarnifikasi batuan beku dan batugamping yang terkait. &ndo- skarn adalah proses
skarnifikasi yang terjadi pada batuan beku, sedangkan e@o- skarn adalah skarnifikasi pada
batugampiong sekitar batuan beku. Pada kenyataannya sebagian besar bijih skarn hadir
sebagai e@o-skarn.
*'Pros(s2+ros(s *i +(rm1kaa)
&ndapan permukaan merupakan endapan-endapan bijih yang terbentuk relatif di
permukaan, yang dipengaruhi oleh pelapukan dan pergerakan air tanah. Telah dikenal
secara luas, bahwa endapan (sedimenF permukaan dibagi menjadi endapan alohton
(allochthonous) dan endapan autohton (autochthonous). &ndapan alohton merupakan
endapan yang ditransport dari tempat lain (dari luar lingkungan pengendapan), sedangkan
endapan autohton adalah endapan yang terbentuk secara insitu.
&ndapan alohton yang terkait dengan bijih atau secara ekonomi sering disebut sebagai
()*a+a) +,a;(r. Sedangkan endapan autohton yang terkait dengan bijih biasa dikenal
sebagai ()*a+a) r(si*1a, dan ()*a+a) +r(si+itasi kimia ata1 (8a+orasi. Sedangkan
+()0ka5aa) s1+(r0() 4s1+(r0() ()ri;-m()t& walaupun tidak terbentuk di dekat
permukaan, tetapi pembentukannnya terkait dengan proses-proses di permukaan.
E)*a+a) P,a;(r
&ndapan placer secara umum dapat dibagi menjadi empat golongan, yaitu endapan
+,a;(r (,18ia,/ ()*a+a) +,a;(r ;o,,18ia,/ ()*a+a) +,a;(r a,18ia,/ *a) ()*a+a) +,a;(r
a(o,ia) ('acdonald, !",. dalam &0ans ,!"".). Secara tradisional juga sering digunakan
istilah ()*a+a) +,a;(r r(si*1a,, untuk endapan yang terbentuk dan berada di atas batuan
sumbernya. &ndapan ini umumnya terbentuk pada daerah yang mempunyai morfologi
yang relatif datar. Penggunaan istilah endapan placer collu0ial tidak begitu populer,
beberapa penulis menyebut endapan ini terbentuk di dasar suatu tebing (cliff) dan sering
diartikan sama dengan ()*a+a) ta,1s. &ndapan placer elu0ial umumnya terbentuk pada
daerah yang memiliki morfologi bergelombang. 'ineral- mineral berat akan
terkonsentrasi di lereng-lereng dekat batuan sumber.1omoditi penting yang terbentuk
sebagai endapan placer adalah emas (=u), platina (Pt) dan Timah (Sn).
E)*a+a) r(si*1a,
&ndapan-endapan placer, seperti yang telah dibahas di atas terbentuk dari material yang
terlepas dari batuan sumbernya baik secara mekanik maupun kimiawi. Seringkali
material atau unsur yang tertinggal oleh karena proses tersebut mempunyai nilai ekonomi
yang tinggi. &ndapan-endapan sisa tersebut dikenal sebagai ()*a+a) r(si*1a,' Gntuk
dapat terjadi endapan residual, pelapukan kimia yang intensif terutama untuk daerah
tropis dengan curah hujan yang tinggi sangat diperlukan. (alam kondisi tersebut sebagian
besar batuan akan menghasilkan soil yang kehilangan material- material yang mudah
larut. Soil seperti ini dikenal sebagai ,at(rit 4,at(rit(s&. esi (>e) dan aluminium (=l)
hidroksid adalah sebagaian dari material yang paling tidak mudah larut, dan laterit
umumnya mengandung material ini.
+aterit yang sebagian besar mengandung aluminium hidroksid disebut sebagai bau@ite
dan merupakan bijih aluminium yang paling penting. eberapa endapan bau@ite
mengalami melapukan dan terendapkan kembali membentuk ba16it( s(*im()
4s(*im()tar5 ba16it(s).
Selama lateritisasi, nikel yang terkandung dalam batuan peridotit dan serpentinit ($,5#H
4i) pada awalnya terlarut, tetapi kemudian secara cepat mengalami presipitasi kembali ke
dalam mineral-mineral oksida besi pada <o)a ,at(rit ata1 <o)a ,imo)it (!- 5H 4i) atau
dalam garnierit pada <o)a sa+ro,it (5-.H, Dona lapuk di bawah Dona laterit)
P()0ka5aa) s1+(r0()
Selama berlangsung pengangkatan dan erosi, suatu endapan bijih terekspos di dekat
permukaan, kemudian mengalami proses pelapukan, pelindian (leaching), maupun
oksidasi pada mineral-mineral bijih. Proses tersebut menyebabkan banyak unsur logam
(2u
5I
, Pb
5I
, En
5I
dll.) akan terlarut (umumnya sebagai senyawa sulfat) dalam air yang
bergerak ke dalam air tanah atau bahkan sampai ke kedalaman dimana proses oksidasi
tidak berlangsung.
(aerah dimana terjadi proses oksidasi disebut sebagai Dona oksidasi. Sebagian larutan
yang mengandung logam-logam yang terlarut bergerak terus hingga di bawah muka air
tanah, kemudian logam-logam tersebut mengendap kembali membentuk sulfida sekunder.
Eona ini dikenal sebagai Dona pengkayaan supergen. (i bawah Dona pengkayaan
supergen terdapat daerah dimana mineralisasi primer tidak terpengaruh oleh proses
oksidasi maupun pelindian, yang disebut sebagai Dona hipogen. +ogam yang paling
banyak terbentuk karena proses ini adalah tembaga (2u).