Anda di halaman 1dari 12

1

Hipotiroidisme

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Anatomi
Hormon-hormon tiroid diproduksi oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertempat
pada bagian bawah leher, dibawah Adam's apple. Kelenjar membungkus sekeliling
saluran udara (trachea) dan mempunyai suatu bentuk yang menyerupai kupu-kupu
yang dibentuk oleh dua sayap (lobes) dan dilekatkan oleh suatu bagian tengah
(isthmus).

Tiroid adalah suatu kelenjar endokrin yang terdiri atas dua buah lobus yang
simetris, berbentuk konus dengan ujung di sebelah cranial kecil dan ujung di
sebelah caudal besar. Antara kedua lobus tersebut dihubungkan oleh isthmus. Dari
tepi superior isthimus berkembang ke arah cranial lobus pyramidalis, yang dapat
mencapai os hyoideum dan pada umumnya berada di sebelah kiri linea mediana
(berasal dari ujung caudal ductus thyreo-glossus). Setiap lobus berukuran kira-kira
5 cm dibungkus oleh fascia propria yang disebut true capsula dan di sebelah
luarnya lagi dibungkus oleh fascia pretrachoalis membentuk false capsula.
Glandula thyreoidea berada di bagian anterior leher, di sebelah ventral bagian
caudal larynx dan bagian cranial trachea, terletak berhadapan dengan vertebra
cervicalis 5 7 dan vertebra thoracalis 1.
2
Hipotiroidisme

Kedua lobus bersama dengan isthmus glandulae thyreoideus memberi bentuk
seperti huruf U:.Ditutupi oleh m.sterno-hyoideus dan m.sterno-thyreoideus. Ujung
cranial lobus glandula thyreoidea mencapai linea obliqua cartilaginis thyreoidei,
ujung inferior meluas sampai cincin trachea yang ke 5 6.
Isthmus glandulae thyreoidea difiksasi pada cincin trachea 2 3 dan 4. Selain
itu glandula thyreoidea difiksasi juga pada trachea dan pada tepi caudal cartilago
cricoidea oleh penebalan fascia pretrachealis yang disebut ligament of Berry.
Fiksasi-fiksasi tersebut tadi menyebabkan glandula thyreoidea turut bergerak pada
waktu proses menelan berlangsung.
Lobus pyramidalisdifiksasi pada tepi caudal os hyoideum oleh suatu jaringan
fibro-muscular yang dinamakan levator glandulae thyreoideae. Setiap lobus
mempunyai permukaan antero-lateral, medial dan postero-lateral.
Vascularisasi
Diperoleh dari a.thyreoidea superior, a.thyreoidea inferior dan kadang-kadang ada
a.thyreoidea ima (kira-kira 3 %).
1. Arteria thyreoidea superior
Adalah cabang pertama dari a.carotis externa, setelah tembus fascia
pretrachealis, kemudian menuju ke ujung cranial lobus dan mempercabangkan
ramus anterior dan ramus posterior; ramus anterior menuju ke isthimus dan
ramus posterior berjalan sepanjang permukaan dorsal lobus dan mengadakan
anastomose dengan ramus ascendens yang dipercabangkan oleh a.thyreoidea
inferior.
2. Arteria thyreoidea inferior
Adalah cabang dari truncus thyreocervicalis yang berjalan menuju ke ujung
inferior lobus gldd.thyreoidea, mempercabangkan 4 sampai 5 buah cabang di
sebelah superficial fascia pretrachealis, lalu percabangan tersebut menembusi
fascia bersangkutan dan memberi suplai darah kepada sebagian besar dari
kelenjar ini.
3. Arteria thyreoidea ima
Biaanya dipercabangkan oleh truncus brachiocephalis atau langsung
dipercabangkan dari arcus aortae; pembuluh darah ini perlu mendapat perhatian
pada waktu melakukan suatu tracheotomy.
Aliran darah venous dibawa oleh vena thyreoidea superior, vena thyreoidea
media dan vena thyreoidea inferior. Vena thyreoidea superior et media bermuara
3
Hipotiroidisme

kedalam vena jugularis interna, sedangkan v.thyreoidea inferior akan bermuara
kedalam vena brachiocephalica. Vena thyreoidea inferior pada anal perlu mendapat
perhatian pada suatu tracheotomy.
Aliran lymphe
Yang berasal dari bagian cranial lobus thyreoideus mengalir mengikuti a.thyreoidea
superior untuk bermuara kedalam lymphonodus cervicalis profundus.
Dari isthmus lymphe dialirkan kepada lymphonodus cervicalis profundus
bagian cranialis. Pembuluh lymphe dari ujung caudal glandula thyreoidea berjalan
mengikuti a.thyreoidea infeior menuju lymphonodus paratrachealis dan selanjutnya
menuju ke lymphonodus cervicalis profundus bagian inferior.
I nervasi
Sympathis diperoleh dari ganglion cervicale superius dan ganglion cervicale
medius yang mencapai kelenjar thyreoidea dengan mengikuti a.thyreoidea superior
dan a.thyreoidea inferior atau mengikuti perjalanannya nervus laryngeus externus
dan nervus recurrens.
Aplikasi
Pembesaran kelenjar thyreoidea (struma = goitres) dapat terjadi karena kekurangan
intake yodium, hal mana bisa memberi gangguan berupa kelainan fungsi dan atau
kelainan fisik, seperti tekanan pada trachea, tekanan pada n.laryngeus externus atau
n.recurrens (suara menjadi monoton dan serak). Karena capsula thyreoidea
dibagian anterior adalah tebal dan kuat, maka pembesaran kelenjar ini lebih mudah
terjadi ke dorsal; demikian pula halnya pembesaran akan lebih mudah meluas ke
caudal, masuk kedalam cavum thoracis, daripada meluas ke arah cranialis.
Glandula parathyreoidea merupakan empat buah benjolan kecil yang terletak
pada permukaan dorsal ujung-ujung glandula thyreoidea; ukuran kira-kira 7 mm
panjang, 4 mm lebar dan 2 mm tebal sehingga kadang-kadang sukar dilihat.
Mempunyai kapsulnya sendiri dan berada di dalam capsula thyreoidea.
Kelenjar tiroid mengambil yodium dari darah (yang kebanyakan datang dari
makanan-makanan seperti seafood, roti, dan garam) dan menggunakannya untuk
memproduksi hormon-hormon tiroid. Dua hormon-hormon tiroid yang paling
penting adalah thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3) mewakili 99.9% dan 0.1%
dari masing-masing hormon-hormon tiroid. Hormon yang paling aktif secara
biologi (contohnya, efek yang paling besar pada tubuh) sebenarnya adalah T3.
4
Hipotiroidisme

Sekali dilepas dari kelenjar tiroid kedalam darah, suatu jumlah yang besar dari T4
dirubah ke T3 - hormon yang lebih aktif yang mempengaruhi metabolisme sel-sel.
Hipotiroid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada salah
satu tingkat dari aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid-end organ, dengan akibat
terjadinya defisiensi hormon tiroid, ataupun gangguan respon jaringan terhadap
hormon tiroid. Hipotiroidisme merupakan suatu sindroma klinis akibat penurunan
produksi dan sekresi hormon tiroid. Hal tersebut akan mengakibatkan penurunan
laju metabolisme tubuh dan penurunan glukosaminoglikan di interstisial terutama
dikulit dan otot.
Hipotiroidisme biasanya disebabkan oleh proses primer dimana jumlah
produksi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid tidak mencukupi. Dapat juga sekunder
oleh karena gangguan sekresi hormon tiroid yang berhubungan dengan gangguan
sekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang adekuat dari kelenjar hipofisis
atau karena gangguan pelepasan Thyrotropin Releasing Hormone (TRH) dari
hipotalamus (hipotiroid sekunder atau tersier). Manifestasi klinis pada pasien akan
bervariasi, mulai dari asimtomatis sampai keadaan koma dengan kegagalan
multiorgan (koma miksedema).
Disfungsi tiroid pada masa bayi dan anak dapat berakibat kelainan metabolik
yang ditemukan pada masa dewasa, berpengaruh pada pertumbuhan dan
perkembangan, karena maturitas jaringan dan organ atau jaringan spesifik yang
merupakan pengatur perkembangan bergantung pada efek hormon tiroid, sehingga
konsekuensi klinik disfungsi tiroid tergantung pada usia mulai timbulnya pada
masa bayi atau anak. Apabila hipotiroidisme pada janin atau bayi baru lahir tidak
diobati, dapat menyebabkan kelainan intelektual dan atau fungsi neurologik yang
menetap.
Pengaturan Hormon Tiroid
Tiroid sendiri diatur oleh kelenjar lain yang berlokasi di otak, disebut pituitari. Pada
gilirannya, pituitari diatur sebagian oleh hormon tiroid yang beredar dalam darah
(suatu efek umpan balik dari hormon tiroid pada kelenjar pituitari) dan sebagian
oleh kelenjar lain yang disebut hipothalamus, juga suatu bagian dari otak.

Hipothalamus melepaskan suatu hormon yang disebut thyrotropin releasing
hormone (TRH), yang mengirim sebuah signal ke pituitari untuk melepaskan
thyroid stimulating hormone (TSH). Pada gilirannya, TSH mengirim sebuah signal
ke tiroid untuk melepas hormon-hormon tiroid. Jika aktivitas yang berlebihan dari
5
Hipotiroidisme

yang mana saja dari tiga kelenjar-kelenjar ini terjadi, suatu jumlah hormon-hormon
tiroid yang berlebihan dapat dihasilkan, dengan demikian berakibat pada
hipertiroid.
Angka atau kecepatan produksi hormon tiroid dikontrol oleh kelenjar
pituitari. Jika tidak ada cukup jumlah hormon tiroid yang beredar dalam tubuh
untuk mengizinkan fungsi yang normal, pelepasan TSH ditingkatkan oleh pituitari
dalam suatu usahanya untuk menstimulasi tiroid untuk memproduksi lebih banyak
hormon tiroid. Sebaliknya, ketika ada suatu jumlah berlebihan dari hormon tiroid
yang beredar, pelepasan TSH dikurangi ketika pituitari mencoba untuk mengurangi
produksi hormon tiroid.

1.2. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang diatas, maka dapat di rumuskan masalah:
1. Apa yang dimaksud dengan hipotiroidisme?
2. Bagaimana epidemiologi dari hipotiroidisme ?
3. Apa etiologi dari hipotiroidisme ?
4. Bagaimana patofisiologi dari hipotiroidisme ?
5. Apa saja gejala klinis hipotiroidisme ?
6. Bagaimana mendiagnosis hipotiroidisme ?
7. Bagaimana penatalaksanaan dari hipotiroidisme ?
8. Bagaimana prognosis dari hipotiroidisme ?

1.3. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari
penulisan makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui Apa yang dimaksud dengan hipotiroidisme
2. Untuk mengetahui epidemiologi dari hipotiroidisme
3. Untuk mengetahui etiologi dari hipotiroidisme
4. Untuk mengetahui patofisiologi dari hipotiroidisme
5. Untuk mengetahui gejala klinis hipotiroidisme
6. Untuk mengetahui diagnosis hipotiroidisme
7. Untuk mengetahui penatalaksanaan dari hipotiroidisme
8. Untuk mengetahui prognosis dari hipotiroidisme
6
Hipotiroidisme

BAB II
HIPOTIROIDISME

2.1. Definisi
Hipotiroid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada salah satu
tingkat dari aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid-end organ, dengan akibat
terjadinya defisiensi hormon tiroid, ataupun gangguan respon jaringan terhadap
hormon tiroid. Menurut onsetnya, hipotiroid pada anak dibedakan menjadi
Hipotiroid kongenital dan Hipotiroid dapatan. Diagnosis dan pengobatan dini
penting untuk mencegah mental yang permanen pada penderita.
Hipotiroidisme adalah gangguan endokrin umum akibat kekurangan hormon
tiroid. Biasanya adalah proses utama di mana kelenjar tiroid menghasilkan jumlah
yang cukup hormon tiroid. Hal ini juga dapat menjadi sekunder-yaitu, kurangnya
sekresi hormon tiroid karena sekresi yang tidak memadai baik Thyrotropin (yaitu,
thyroid-stimulating hormone [TSH]) dari kelenjar hipofisis atau Thyrotropin-
releasing hormone (TRH) dari hipotalamus (sekunder atau hipotiroidisme tersier).
Presentasi pasien dapat bervariasi dari tanpa gejala sampai, jarang, koma dengan
kegagalan organ multisistem (myxedema koma). Hipotiroidisme subklinis, juga
disebut sebagai hipotiroidisme ringan, didefinisikan sebagai normal kadar serum T4
bebas dengan konsentrasi TSH tinggi sedikit serum.
Hipotiroid adalah menurunnya produksi hormon tiroid pada kalenjar tiroid.
Kalenjar tiroid sendiri bertugas melepas hormon tiroid keseluruh tubuh lewat
pembuluh darah. Pada kasus hipotiroid, pelepasan ini tidak bisa terlaksana dengan
baik sehingga berbagai aktivitas fisik dan mental akan ikut terganggu. Jika kondisi
ini terjadi pada masa awal kehamilan dan tidak segera diatasi maka ibu yang
sedang mengandung beresiko mengalami keguguran. Atau jika kehamilannya bisa
diselamatkan kemungkinan bayi yang akan dilahirkan akan lahir dengan berat
badan rendah. Jika gangguannya berat dan tidak segera diatasi maka bukan tak
mungkin bayinya kelak akan lahir dan mengalami keterbelakangan mental.
Hipotiroidisme diakibatkan oleh kekurangan produksi hormon tiroid atau
defek pada reseptornya. Kelainan tersebut dapat nampak sejak lahir. Bila gejala-
gejala muncul setelah periode fungsi tiroid yang tampaknya normal, kelainan ini
dapat merupakan kelainan didapat yang sebenarnya atau hanya tampak demikian
7
Hipotiroidisme

sebagai akibat dari salah satu varietas defek kongenital karena manifestasi
defisiensinya terlambat. Istilah kretinisme sering digunakan sebagai sinonim
hipotiroidisme kongenital tetapi seharusnya dihindari.
2.2. Epidemiologi
Menurut survey yang dilakukan The National Health and Nutrition Examination
Survey (NHANES 1999-2002) dari 4.392 individu populasi AS dilaporkan
mengalami hipotiroidisme (tingkat TSH> 4,5 mIU / L) sekitar 3,7% dari populasi.
Hypothyroidism adalah lebih umum pada wanita dengan tubuh kecil ukuran saat
lahir dan indeks massa tubuh rendah selama masa kanak-kanak . Kekurangan
Yodium sebagai penyebab hipotiroidisme lebih umum terjadi di dunia
internasional. Prevalensi dilaporkan sebagai 2-5% tergantung pada studi,
meningkat menjadi 15% pada usia 75 tahun.
Di negara maju, kematian yang disebabkan oleh hipotiroid jarang terjadi.
NHANES 1999-2002 melaporkan bahwa prevalensi hipotiroidisme (termasuk
subklinis) lebih tinggi dalam putih (5,1%) dan Amerika Meksiko daripada di Afrika
Amerika (1,7%). Afrika Amerika cenderung memiliki nilai TSH yang lebih rendah.
Studi masyarakat menggunakan kriteria yang sedikit berbeda untuk menentukan
hipotiroidisme, karena itu, wanita-pria rasio bervariasi. Umumnya, penyakit tiroid
lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria, dengan laporan prevalensi
2-8 kali lebih tinggi pada wanita.
Frekuensi hipotiroidisme, gondok, dan nodul tiroid meningkat dengan usia.
Hypothyroidism adalah paling umum pada populasi lanjut usia, dengan 2% menjadi
sebanyak 20% dari kelompok usia yang lebih tua memiliki beberapa bentuk
hipotiroidisme. Studi Framingham ditemukan hipotiroidisme (TSH> 10 mIU / L) di
5,9% wanita dan 2,4% pria lebih tua dari 60 tahun. Pada laporan NHANES 1999-
2002, kemungkinan memiliki hipotiroidisme adalah 5 kali lebih besar pada orang
yang berusia 80 tahun dan lebih tua dari pada individu berusia 12-49 tahun
2.3. Etiologi
Klasifikasi dan penyebab
a. Bawaan
1. Agenesis atau disgenesis kelenjar tiroidea.
2. Kelainan hormogenesis :
Kelainan bawaan enzim (inborn error)
Defisiensi jonium (kretinisme endemik)
8
Hipotiroidisme

Pemakaian obat-obat anti tiroid oleh ibu hamil (maternal)
b. Didapat
Biasanya hipotiroidisme juvenilis. Pada keadaan ini terjadi atrofi kelenjar yang
sebelumnya normal. Penyebabnya ialah :
1. Idiopatik (autoimunisasi)
2. Tiroidektomi
3. Tiroiditis (Hashimoto dan lain-lain)
4. Pemakaian obat anti tiroid
5. Kelainan hipofisis.
6. Defisiensi spesifik TSH.
2.4. Patofisiologi
Hipotiroid dapat disebabkan oleh gangguan sintesis hormon tiroid atau gangguan
pada respon jaringan terhadap hormon tiroid. Sintesis hormon tiroid di awali
Hipotalamus membuat thyrotropin releasing hormone (TRH) yang merangsang
hipofisis anterior. Hipofisis anterior mensintesis thyrotropin (thyroid stimulating
hormone = TSH) yang merangsang kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid mensintesis
hormone tiroid (triiodothyronin = T3 dan tetraiodothyronin = T4 = thyroxin)
yang merangsang metabolisme jaringan yang meliputi : konsumsi oksigen,
produksi panas tubuh, fungsi syaraf, metabolisme protrein, karbohidrat, lemak, dan
vitamin-vitamin, serta kerja daripada hormon-hormon lain.
Penyakit lokal dari kelenjar tiroid yang menghasilkan produksi hormon tiroid
menurun adalah penyebab paling umum dari hipotiroidisme. Dalam keadaan
normal, tiroid melepaskan 100-125 nmol tiroksin (T4) sebanyak kebutuhan harian
dan hanya sedikit triiodothyronine (T3). Waktu paruh T4 adalah sekitar 7-10 hari.
T4, prohormon, diubah menjadi T3, bentuk aktif dari hormon tiroid, di jaringan
perifer oleh 5-deiodination.
Pada awal proses penyakit, mekanisme kompensasi mempertahankan tingkat
T3. Penurunan produksi T4 penyebab peningkatan sekresi TSH oleh kelenjar
pituitari. TSH merangsang hipertrofi dan hiperplasia kelenjar tiroid dan tiroid T4-
5-deiodinase aktivitas. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan tiroid untuk
melepaskan lebih banyak T3.
Karena semua sel yang aktif secara metabolik memerlukan hormon tiroid,
kekurangan hormon memiliki berbagai efek. Efek sistemik adalah karena baik
9
Hipotiroidisme

derangements dalam proses metabolisme atau efek langsung oleh infiltrasi
myxedematous yaitu, akumulasi glucosaminoglycans dalam jaringan.
Perubahan myxedematous dalam hasil jantung pada kontraktilitas menurun,
pembesaran jantung, efusi perikardial, penurunan nadi, dan penurunan cardiac
output. Dalam saluran pencernaan, achlorhydria dan penurunan transit di usus
dengan lambung dapat terjadi stasis. Pubertas tertunda, anovulasi, ketidakteraturan
menstruasi, dan infertilitas yang umum. Penurunan tiroid efek hormon dapat
menyebabkan peningkatan kadar kolesterol total dan low-density lipoprotein (LDL)
kolesterol dan kemungkinan perubahan dalam high-density lipoprotein (HDL)
kolesterol yang disebabkan oleh perubahan dalam izin metabolik. Selain itu,
hipotiroidisme dapat menyebabkan peningkatan resistensi insulin.
2.5. Gejala Klinis
Pada bayi baru lahir gejala sering belum jelas. Baru sesudah beberapa minggu
gejala lebih menonjol. Ikterus fisiologis biasanya lebih lama, kurang mau minum,
sering tersedak, aktifitas kurang, lidah yang besar dan sering menderita kesukaran
pada pernafasan. Bayi dengan kelainan ini jarang menangis, banyak tidur, dan
kelihatan sembab. Biasanya ada obstipasi, abdomen besar dan ada hernia
umbilicalis. Suhu tubuh rendah, nadi lambat dan kulit kering dan dingin. Sering
ditemukan anemia.
Pada umur 3-6 bulan gejala makin jelas. Sekarang mulai kelihatan
pertumbuhan dan perkembangan lambat (retardasi mental dan fisis). Sesudah
melewati masa bayi, anak akan kelihatan pendek, anggota gerak pendek dan kepala
kelihatan besar. Ubun-ubun besar terbuka lebar. Jarak antar kedua mata besar
(hipertelorisme). Mulut sering terbuka dan tampak lidah membesar dan tebal.
Pertumbuhan gigi terlambat dan gigi lekas rusak. Tangan agak lebar dan jari
pendek. Kulit kering tanpa keringat. Warna kulit yang kekuning-kuningan yang
disebabkan oleh karotenemia. Miksedema tampak jelas pada kelopak mata,
punggung tangan dan genitalia eksterna. Otot-otot biasanya hipotonik. Retardasi
mental makin jelas. Suara biasanya parau dan biasanya tidak dapat bebicara. Makin
tua, anak makin terlambat dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pematangan alat
kelamin terlambat atau sama sekali tidak terjadi.
2.6. Diagnosis
Dibuat atas dasar :
1. Gejala klinis
10
Hipotiroidisme

2. Pemeriksaan laboratorium dan radiologis
3. Percobaan dengan pulvus tiriod
Kalau diagnosis meragukan maka dapat dicoba dengan jalan memberikan
pulvus tiroid. Dalam kasus hipotiroidisme akan terlihat hasil pengobatan.
2.7. Penatalaksanaan
1. Obat khusus ialah hormon tiroid (tiroid desikatus). Cara pemberian dimulai
dengan dosis kecil lalu dinaikkan sampai kita mendekati dosis toksik (
gejala hipotiroidisme), lalu diturunkan lagi. Penilaian dosis yang tepat ialah
dengan menilai gejala klinis dan hasil laboratorium. Tanda dosis berlebih
ialah tidak bisa tidur, banyak keringat, gelisah, poliuria, takikardia,
hipertensi, muntah dan diare.
2. Makanan yang adekuat dengan cukup kalori dan protein.
3. Vitamin dan mineral.
2.8. Prognosis
Makin muda dimulai pemberian hormon tiroid, makin baik prognosisnya. Kalau
terapi dimulai sesudah umur satu tahun, biasanya tidak akan tercapai IQ yang
normal. Pertumbuhan badan dapat baik. Pada hipotiroidisme didapat dengan
pengobatan yang baik, prognosisnya akan lebih baik.
11
Hipotiroidisme

BAB III
KESIMPULAN
Hipotiroid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada salah satu
tingkat dari aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid-end organ, dengan akibat
terjadinya defisiensi hormon tiroid, ataupun gangguan respon jaringan terhadap
hormon tiroid.
Terdapat dua jenis klasifikasi dari hipotiroidisme yaitu hipotiroidisme bawaan dan
hipotiroidisme didapat.
Diagnosis dibuat atas dasar gejala klinis, pemeriksaan laboratorium dan radiologis,
serta percobaan dengan pulvus tiriod.
Penatalaksanaan dari hipotiroidisme yaitu Obat khusus ialah hormon tiroid,
makanan yang adekuat dengan cukup kalori dan protein, serta vitamin dan mineral.
Makin muda dimulai pemberian hormon tiroid, makin baik prognosisnya.
12
Hipotiroidisme

DAFTAR PUSTAKA

Price, Sylvia. A. 2006. Patofisiologi. Edisi 6. Jakarta : EGC
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak, 1985, Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta ; Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia
Anonymous, 2012, hipotiroidisme,
http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=pdt&direktori=pdt&file
pdf=0&pdf=&html=07110-buoi228.htm
Anonymous, 2009, hipotiroidisme kongenital,
http://thetransferfactorindonesia.com/2009/07/04/hipotiroid-bawaan-pada-bayi/
Anonymous, 2012, hipotiroidisme,
http://nasriyadinasir.blogspot.com/2012/04/hipotiroidisme.html