Anda di halaman 1dari 29

1

Penyukuan dan Pemenggalan Kata




A. Pengertian Suku Kata
Dari segi fisiologis, suku kata adalah ujaran yang terjadi dalam satu denyut dada, yakni satu
penegangan otot pada waktu pengembusan udara dari paru-paru. Dari sudut artikulatoris, suku kata
adalah regangan ujaran yang terjadi dari satu puncak kenyaringan di antara dua unsur yang tak
berkenyaringan. Dari sudut fonologis, suku kata adalah struktur yang terjadi dari satu fonem atau
urutan fonem bersama dengan cirri lain seperti tekanan dan panjang, yang kadang-kadang ada
kesepadanan antara suku kata yang ditetapkan secara fonetis dan secara fonologis, kadang-kadang
tidak.
B. Penyukuan dan Pemenggalan Kata
Pemenggalan kata berhubungan dengan kata sebagai tulisan, sedangkan penyukuan kata
berhubungan dengan kata sebagai kesatuan bunyi.
Contoh:
Kata Pemenggalan Penyukuan
caplok cap-lok ca-plok
April Ap-ril A-pril
dua dua du-a
dia dia di-a
saya sa-ya sa-ya
dagang da-gang da-gang

Penyukuan dan pemenggalan kata dapat menghasilkan sesuatu yang lain (seperti caplok,
April, dia, dua) dan juga dapat menghasilkan sesuatu yang sama (seperti saya, dagang,). Oleh
sebab itu, masalah penyukuan dan pemenggalan kata mempunyai kaidah sendiri-sendiri. Kaidah
penyukuan berdasarkan bunyi, kaidah pemenggalan berdasarkan tulisan.
C. Klasifikasi Penyukuan dan Pemenggalan Kata
Pemenggalan yang dikenal juga dengan istilah hyphenation adalah tanda horizontal kecil
yang memisahkan dua atau lebih elemen dari sebuah kata yang terpecah atau tanda pemisah di
akhir baris dari sebuah hasil cetak. Dengan adanya pemenggalan kata, maka kualitas dari sebuah
hasil cetakan secara estetis dan teknis menjadi lebih baik.
1. Pemenggalan Kata Dasar
Pemenggalan kata dasar, baik kata Indonesia maupun kata serapan, dilakukan dengan
berpegangan pada prinsip otografis.
a. Pemenggalan kata yang mengandung huruf-huruf vokal yang berurutan di tengahnya dilakukan
di antara kedua huruf vokal itu.
Contoh:
Buah > bu-ah
Main >ma-in
Saat >sa-at
Ideal >i-de-al
b. Pemengglan bagian kata yang terdiri atas satu huruf vokal (termasuk akhiran i).
dia >di-a
dua >du-a
tua >tu-a
menulis >me-nu-lis-i
melukai >me-lu-ka-i
c. Suku kata yang mengandung gugus vokal au, oi, ae, ei, eu, dan ui, baik dalam kata-kata Indonesia
maupaun dalam kata-kata serapan, diperlakukan sebagai satu suku.
Contoh:
aula >au.la
pulau >pu.lau
santai >san.tai
2



amboi >am.boi

Akan tetapi, kata seperti Mei, prei, dai, dan sai dipengga; menjadi:
Me-i
pre-i
da-i
sa-i
d. Pemenggalan kata yang mengandung sebuah huruf konsonan dilakukan sebelum huruf konsonan
tersebut.
Contoh:
bapak >ba-pak
kabar >ka-bar
lawan >la-wan
sopan >so-pan
tahan >ta-han
wajar > wa-jar
e. Pemenggalan kata yang mengandung dua huruf konsonan berurutan yang tidak mewakili satu
fonem dilakukan di antara kedua huruf konsonan tersebut.
Contoh:
april >ap-ril
janji >jan-ji
pindah >pin-dah
runding run-ding
swasta >swas-ta
f. Pemenggalan kata yang di tengahnya terdapat gabungan huruf konsonan (digraf) yang mewakili
fonem tunggal dilakukan dengan tetap mempertahankan kesatuan digraf tersebut.
Contoh:
akhlak > akh-lak
bangsa >bang-sa
bunyi > bu-nyi
ikhlas > ikh-las
mutakhir > mu-ta-khir
nyanyian > nya-nyi-an
g. Pemenggalan kata yang mengandung tiga atau empat huruf konsonan berurutan di tengahnya
dilakukan di antara huruf konsonan pertama dan huruf konsonan kedua.
Contoh:
bentrok ben-trok
ultra ul-tra
bangkrutbang-krut.
makhlukmakh-luk
h. Pemenggalan kata yang mengandung bentuk trans, sbb.
1) Jika trans diikuti bentuk bebas, pemenggalannya dilakukan dengan memisahkan trans sebagai
bentuk utuh dan bagian lainnya dipenggal kata dasar.
Contoh:
transmigrasi trans-mi-gra-si
transfusi trans-fu-si
transaksi trans-ak-si
2) Jika trans diikuti oleh bentuk terikat, pemenggalan seluruh kata dilakukan dengan mengikuti pola
pemenggalan kata dasar.
Contoh:
Transenden tran-sen-den
transit tran-sit
Catatan:
transkrip dan transkripsi dipenggal menjadi tran-skrip dan tran-skrip-si.

3





i. Pemenggalan kata yang mengandung bentuk eks- dilakukan sbb.
1) Jika unsur ek- ada dalam kata yang mempunyai bentuk sepadan yang mengandng unsur in- atau
im, pemenggalannya dilakukan antara eks dan unsur berikutnya. Contoh:
ekstra eks-tra (bandingkan dengan intra)
ekspor eks-por (bandingkan dengan impor)
eksplisit eks-pli-sit (bandingkan dengan implisit)
eksternal eks-ter-nal (bandingkan dengan internal)
eksklusif eks-klu-sif (bandingkan dengan inklusif)
2) Bentuk lain yang mengandung unsur eks- dipenggal sebagai kata utuh. Pemenggalan eks
dilakukan di antara k dan s.
Contoh:
ekstrem ek-strem
eksistensi ek-sis-ten-si
eksodus ek-so-dus
j. Pemenggalan kata yang terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung
dengan unsur lain. Dilakukan di antara unsur-unsurnya.
Contoh:
endoskop endo-skop en-do-skop
teleskop tele-skop te-le-skop
telegraf tele-graf te-le-graf
bioskop bio-skop bi-o-skop
biologi bio-logi bi-o-lo-gi
demokrasi demo-krasi de-mo-kra-si
ionosfer iono-sfer i-o-no-sfer
Kecuali:
en-dos-ko-pi
te-le-gra-fis
at-mo-sferis
k. Pemengglalan unsur serapan asing yang berakhiran isme, sbb.
1) Pemenggalan unsur serapan asing yang berakhiran isme dan isme itu didahului oleh huruf
vokal, dilakukan setelah huruf vokal.
Contoh:
Egoisme e-go-is-me
Hinduisme hin-du-is-me
Heroisme he-ro-is-me
2) Pemenggalan unsur serapan asing yang berakhiran isme dan isme didahului eleh sebuah huruf
konsonan, dilakukan sebelum huruf konsonan tersebut.
Contoh:
absolutisme ab-so-lu-tis-me
komunisme ko-mu-nis-me
fanatisme fa-na-tis-me
l. Pemenggalan unsur serapan asing yang berakhiran anda, asi, -ida, -ika, -ikel, dan tas dilakukan
sebagai berikut.
Contoh:
1) anda: propagandapro.pa.gan-da
ayahanda a-yah-an-da
2) asi: dedikasi de-di-ka-si
interogasi in-te-ro-ga-si
3) ida: klorida klo-ri-da
oksida ok-si-da
4) ika: logika lo-gi-ka
matematikama-te-ma-ti-ka

4



5) ikel: artikelar-ti-kel
partikelpar-ti-kel
6) tas: aktivitasak-ti-vi-tas
fasilitasfa-si-li-tas
m. Pemenggalan unsur serapan asing yang berakhiran ak, -al, -ans, -at, -if, -ik, -is, -or, dan ur
dilakukan sebagai berikut:
1) amoniaka-mo-ni-ak
2) nasionalna-si-o-nal
3) ambulansambu-lans
4) emirate-mi-rat
5) relatifre-la-tif
6) balistikba-lis-tik
7) jurnalis jur-na-lis
8) aktorak-tor
9) kulturkul-tur
n. Pemenggalan unsur serapan asing yang berakhiran i dan iah dilakukan sebagai berikut.
Contoh:
monarkimo-nar-ki
deputide-pu-ti
badaniba-da-ni
insaniin-sa-ni
fotografifo-to-gra-fi

2. Pemenggalan Kata Jadian (Kata Kompleks)
Pemenggalan kata jadian (kata kompleks) dilakukan dengan berpegangan pada prinsip
gramatikal:
a. Awalan dan akhiran diperlakukan sebagai satuan terpisah.
Contoh:
Berasas ber-a-sas
Pelajar pel-a-jar
Hitungan hi-tung-an
Beruang ber-u-ang
Beruang be-ru-ang
Mengukur meng-u-kur
b. Bentuk gabungan dipenggal lebih dahulu atas satuan-satuannya.
Contoh:
Bagaimana bagai mana ba-gai-ma-na
Serbaguna serba guna ser-ba-gu-na
Audiovisual audio visual au-di-o-vi-su-al
Infrastruktur infra struktur in-fra-struk-tur
Saputangan sapu tangan > sa-pu-ta-ngan
Ekstrakulikuler ekstra kulikuler eks-tra-ku-ri-ku-ler








5



JENIS PARAGRAF
Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan atas :
1. Paragraf argumentasi
2. Paragraf eksposisi
3. Paragraf deskripsi
4. Paragraf persuasi
5. Paragraf naratif

A. PARAGRAF ARGUMENTASI
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi ide/gagasan dengan diikuti alasan yang kuat
untuk menyakinkan pembaca

Ciri-ciri paragraf argumentasi
1. bersifat nonfiksi /ilmiah
2. bertujuan menyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebenaran
3. dilengkapi bukti-bukti berupa data, tabel, gambar dll
4. ditutup dengan kesimpulan

MACAM/POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF ARGUMENTASI
POLA PENGEMBANGAN SEBAB AKIBAT adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu
peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui lalu bergerak maju menuju pada suatu
kesimpulan sebagai efek akibat.Ditandai dengan kata kata sebab, karena, disebabkan,
dikarenakan dll.

POLA PENGEMBANGAN AKIBAT- SEBAB adalah paragraf yang mula-mula bertolak dari suatu
peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui. Kemudian bergerak menuju sebab-sebab
yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi.
CONTOH PARAGRAF ARGUMENTASI
1. Pola pengembangan sebab-akibat
Pencemaran lingkungan hampir terjadi di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar.
Pencemaran itu, antara lain, polusi udara dari kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin
banyak, pembuangan limbah industri dari pabrik-pabrik yang tidak sesuai dengan prosedur, dan
ulah masyarakat sendiri yang sering membuang sampah sembarangan . Pencemaran tersebut
dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Misalnya udara menjadi kotor dan tidak sehat,
menyebarnya berbagai virus dan bakteri atau menjangkitnya wabah penyakit, serta bencana banjir
karena saluran-saluran air tersumbat oleh sampah.

2. Pola pengembangan akibat-sebab
Jumlah anak jalanan di kota-kota besar semakin hari semakin bertambah. Mereka memenuhi
jalan-jalan utama di pusat kota dengan segala tingkah dan aksinya. Berbagai macam cara mereka
lakukan agar dapat bertahan hidup di jalanan, dari cara yang sopan hingga yang paling brutal.
Mereka berkeliaran di jalan dan mencari hidup dengan cara meminta-minta. Fenomena seperti ini
mulai tampak menggejala ketika krisis ekonomi melanda negara kita. Krisis yang berkepanjangan
menjadi penyebab kesulitan hidup di segala sektor/bidang.

B. PARAGRAF DESKRIPSI
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan tujuan
agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua yang ditulis
oleh penulis



6



CIRI-CIRI PARAGRAF DESKRIPSI
Menggambarkan /melukiskan objek tertentu (orang, tempat, keindahan alam dll)
Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek


MACAM /POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF DESKRIPSI
1. Deskripsi objektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai
dengan opini penulis.
2. Deskripsi subjektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya disertai
dengan opini penulis
3. Deskripsi spasial adalah paragraf yang menggambarkan objek secara detail khususnya
ruangan, benda,atau tempat
4. Deskripsi waktu adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita
tersebut


CONTOH-CONTOH PARAGRAF DESKRIPSI
1. Lapisan ozon menipis. Hutan-hutan tropis mulai meranggas. Gurun makin luas. Akibatnya
suhu bumi meningkat, cuaca tidak menentu, dan bencana alam makin sering datang.
Kesimpulannya, bumi makin kritis. Siapa sesungguhnya yang berperan dalam menjadikan
planet bumi ini menjadi demikian ? Jawabnya tentu manusia sendiri! (Deskripsi subjektif)

2. Dia memakai rok panjang warna cokelat. Betapa sesuai benar dengan warna blus
panjangnya. Rok dan blusnya seakan-akan menambah keanggunan pribadinya. Jalannya
sungguh santun memikat hati orang yang memandang ( Deskripsi subjektif)

3. Pantai Nusa Penida memiliki tata keindahan alam yang menarik, khususnya bagi wisatawan
yang mendambakan suasana nyaman, tenang, jauh dari kebisingan kota. Pohon-pohonnya
rindang. Bentangan lautnya luas. Bagi penyelam , Pantai Nusa Penida juga menawarkan
keindahan ikan laut yang sedang berenang. Pemda Bali harus menata dan mengelola Pantai
Nusa Penida sebagai tujuan wisata alternatif( Deskripsi objektif/tempat )

4. Jika diumpamakan permata, pesona pantai Nusa Penida bak mutiara yang memantulkan
cahaya putih kekuning-kuningan, namun jika diibaratkan gadis maka pesonanya laksana
sosok perawan kencur. Kiasan tersebut sepintas memang kedengarannya seperti berlebihan,
namun itulah sesungguhnya kata yang paling tepat untuk menggambarkan pesona alam
Pantai Nusa penida. (Deskripsi subjektif/tempat)

5. Dalam waktu yang tidak lama. Aku mencoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah
kiriku, seorang gadis cantik berambut panjang. Sambil melirik, kuperhatikan dia. Gadis itu
berambut pirang, berkulit kuning, dan berbibir tipis ( deskripsi objektif)

6. Tidak lama. Dengan rasa penasaran, kucoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah
kiriku, seorang gadis berambut panjang menarik hatiku. Sambil melirik, kuperhatikan dia.
Rambutnya pirang, rambutnya kuning indah, matanya memandang sayu, ditambah dengan
bibirnya yang tipis, dia membuat jantungku berdetak hebat. Rasanya, aku mengenalnya. Tapi
di mana ? (deskripsi subjektif)

7. Sungai ciliwung terletak di Jakarta. Sungai ini mengalir di seluruh Jakarta. Sayangnya, Sungai
Ciliwung dipenuhi tumpukan sampah. Tumpukan sampah di sungai dihinggapi lalat. Lalat-lalat
itu selalu berterbangan ke perumahan warga dan membawa berbagai macam penyakit. Selain
itu tumpukan sampah juga menebarkan bau yang sangat menyengat. Sungguh pemandangan
yang sangat menyedihkan (Deskripsi spasial)


7





C. PARAGRAF EKSPOSITIF
PENGERTIAN PARAGRAF EKSPOSITIF/EKSPOSISI
Paragraf ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu
permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya
tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang


CIRI-CIRI PARAGRAF EKSPOSITIF
- bersifat nonfiksi/ilmiah
- bertujuan menjelaskan/memaparkan
- berdasarkan fakta
- tidak bermaksud mempengaruhi

MACAM/POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF EKSPOSITIF
pola umum-khusus (deduksi)
Adalah paragraf yang dimulai dari hal hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan
kalimat kalimat pendukung yang khusus


- pola khusus-umum (induksi)
Adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan
kalimat-kalimat yang bersifat umum

- pola perbandingan
Adalah paragraf yang membandingkan dengan hal yang lain, berdasarkan unsur kesamaan dan
perbedaan, kerugian dengan keuntungan, kelebihan dengan kekurangan. Kata hubung (jika
dibandingkan dengan, seperti halnya,demikian juga, sama dengan,selaras dengan,sesuai dengan)

- pola pertentangan/kontras
Adalah paragraf yang mempertentangkan dengan gagasan lain. Kata hubung (biarpun,
walaupun,berbeda,berbeda dengan, akan tetapi, sebaliknya, melainkan, namun, meskipun begitu)

- pola analogi
Adalah paragraf yang menunjukkan kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan kelasnya
tetapi tetap memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai ilustrasi

- pola pengembangan proses
Adalah pola pengembangan paragraf yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan
proses terjadinya sesuatu

- pola pengembangan klasifikasi
Adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan barang-barang yang
dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu

- pola pengembangan contoh/ilustrasi
Adalah paragraf yang berfungsi untuk memperjelas suatu uraian, khususnya uraian yang bersifat
abstrak. Kata penghubung (contohnya, umpamanya,misalnya)

- pola pengembangan difinisi
Adalah paragraf yang berupa pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik
memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca


8



- pola sebab akibat
Adalah pola pengembangan dimana sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan
akibat sebagai perincian pengembangannya. Atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama,
sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai
perinciannya


CONTOH-CONTOH PARAGRAF EKSPOSITIF
1. Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni
dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah.Ozone therapy merupakan terapi yang
sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita
maupun sebagai pencegah penyakit.(pola pengembangan definisi)

2. Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat
di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga
Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga.
Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan dibalik
reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang
merata. (pola pengembangan contoh)

3. Pemerintah akan memberikan bantuan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan
pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan tingkat kerusakannya. Warga yang
rumahnya rusak ringan mendapatkan bantuan sekitar 10 juta.warga yang rumahnya rusak
sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapatkan
sekitar 30 juta . Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat
dengan pengawalan dari pihak LSM (pola pengembangan klasifikasi)

4. Struktur suatu karangan atau buku pada hakikatnya mirip atau sama dengan suatu pohon. Bila
pohon dapat diuraikan menjadi batang, dahan, ranting, dan daun, maka karangan atau buku
dapat diuraikan menjadi tubuh karangan, bab, sub bab, dan paragraf. Tubuh karangan
sebanding dengan batang, bab sebanding dengan dahan, sub-bab sebanding dengan ranting,
dan paragraf sebanding dengan daun.(pola pengembangan analogi)

5. Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk pribadinya
sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas dapat diisi dengan berbagai hal sesuai
dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik seperti kertas yang terisi dengan
hal-hal yang bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.Jadi, membentuk kepribadian baik
seorang anak ibarat menulisi kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat (analogi)

6. Lagu-lagu tersebut kurang memperhatikan nilai yang ingin ditanamkan paa diri anak dan lebih
memperhatikan kebutuhan pasar. Jadi, temanya bersifat temporer karena mengikuti perubahan
selera pasar. Unsur kesamaan yang masih ditemukan dalam kedua kelompok lagu ini ialah
para pencipta lagu masih berusaha menciptakan irama yang gembira dan ritme yang
sederhana, seperti dalam kehidupan anak-anak itu sendiri. (pola pengembangan perbandingan)











9



D. PARAGRAF PERSUASIF
Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan dan membujuk seseorang atau
pembaca agar melaksanakan /menerima keinginan penulis

CIRI-CIRI PARAGRAF PERSUASIF
- ada fakta/bukti untuk mempengaruhi/membujuk pembaca
- bertujuan mendorong, mempengaruhi dan membujuk pembaca
- menggunakan bahasa secara menarik untuk memberikan sugesti (kesan) kepada pembaca


CONTOH-CONTOH PARAGRAF PERSUASI
1. Beras organik lebih menguntungkan daripada beras nonorganik . Mutu beras organik lebih
sehat , awet, dan lebih enak. Selain itu, beras organik tidak mencemari lingkungan karena
tidak menggunakan bahan kimia.Keuntungan yang didapat para petani beras organik juga
lebih tinggi. Petani beras organik mendapatkan keuntungan 34 % dari biaya prduksi,
sedangkan petani beras nonorganik hanya mendapat keuntungan 16 % dari biaya produksi.
Oleh karena itu, mari kita bertani dengan cara organik agar lebih mnguntungkan dan dapat
meningkatkan taraf hidup.

2. Tidak dapat disangkal bahwa praktik berpidato menjadi semacam obat kuat untuk membangun
rasa percaya diri. Jika rasa percaya diri itu sudah besar, kita dapat tampil tenang tanpa digoda
rasa malu, takut, dan grogi. Ketenangan inilah yang menjadi modal utama untuk meraih
keberhasilan pidato. Oleh karena itu, marilah kita melaksanakn praktik berpidato agar kita
segera memperoleh keterampilan atau bahkan kemahiran berpidato.

E. PARAGRAF NARATIF
Paragraf naratif adalah suatu bentuk paragraf yang menceritakan serangkaian peristiwa
yang disusun menurut urutan waktu terjadinya

Ciri-ciri paragraf naratif
- Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
- Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
- Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan
nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan)

Macam / pola pengembangan paragraf naratif
Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita kepahlawanan,
sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam surat kabar)
Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan
dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan merasa mengalami cerita tersebut( cerpen, novel
dll)












10



Contoh-contoh paragraf naratif
1. Pernah suatu ketika aku bermimpi bertemu seorang kakek berjenggot panjang yang
menyuruhku untuk pergi ke arah timur . Aku tidak mengerti apa maksudnya. Sesudah bangun
, keinginan untuk memenuhi perintah si kakek itu seperti tidak terbendung. Aku harus pergi ke
arah timur. Timurtimur mana ? Jakarta Timur? ( Narasi sugestif)

2. Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Ia mengayunkan pedang itu dengan cepat ke
tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke
tanah. Patih Pranggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh
Tunjungsekar.Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi semuanya gagal
(Narasi sugestif)

3. Hari-hariku sebagai pekerja perempuan di perusahaan industri makanan olahan sangat padat
dan melelahkan. Bayangkan pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan sarapan
anak-anakku. Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena anak-anakku masih
kecil. Sambil aku ganti baju kerja, aku sempatkan menyuapi anakku yang paling kecil. Setelah
beres urusan rumah, segera aku berlari untuk mengejar angkutan yang mengangkutku ke
jalan raya yang dilalui bus.(Narasi ekspositoris)


4. Ratusan warga mengalami keracunan. Musibah itu terjadi enam jam setelah mereka
menikmati hidangan dalam hajatan sunatan di rumah Slamet Riyadi (38), warga Desa Jompo
Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar 200 penduduk dari
beberapa desa dibawa ke rumah sakit di puskesmas. Tak ada korban meninggal dalam
musibah tersebut. ( Narasi ekspositoris)



















11



Konferensi Asia Afrika
Konferensi Tingkat Tinggi AsiaAfrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga
disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika,
yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia,
Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh
Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955,
di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan
kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni
Soviet, atau negara imperialis lainnya.
Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu
mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai
ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang
keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka
mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat; keinginan mereka
untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan
pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika
Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan
hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.
Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung,
yang berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kerusuhan dan kerjasama dunia".
Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru.
Dasasila Bandung adalah sepuluh poin hasil pertemuan Konferensi AsiaAfrika yang
dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Bandung, Indonesia. Pernyataan ini berisi tentang
"pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini
memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru.
Isi Dasasila Bandung
1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di
dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun
kecil
4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara
lain
5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun
kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB
6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi
kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara
lain
7. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan
terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara
8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan,
persetujuan, arbitrasi (penyelesaian masalah hukum) , ataupun lain-lain cara damai, menurut
pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama
10. Menghormati hukum dan kewajibankewajiban internasional


12



ASEAN
ASEAN adalah kepanjangan dari Association of South East Asia Nations. ASEAN disebut juga
sebagai Perbara yang merupakan singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
Gedung sekretarian ASEAN berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. ASEAN
didirikan tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok.
ASEAN diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara, yaitu Indonesia,
Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura :
1. Perwakilan Indonesia : Adam Malik
2. Perwakilan Malaysia : Tun Abdul Razak
3. Perwakilan Thailand : Thanat Koman
4. Perwakilan Filipina : Narcisco Ramos
5. Perwakilan Singapura : S. Rajaratnam

Sedangkan terdapat negara-negara lain yang bergabung kemudian ke dalam ASEAN sehingga
total menjadi 11 negara, yaitu :
1. Brunei Darussalam tangal 7 Januari 1984
2. Vietnam tangal 28 Juli 1995
3. Myanmar tangal 23 Juli 1997
4. Laos tangal 23 Juli 1997
5. Kamboja tangal 16 Desember 1998
Pertemuan Tahunan Anggota ASEAN.
Tanggal Negara Tuan rumah
1 2324 Februari 1976 Indonesia Bali
2 45 Agustus 1977 Malaysia Kuala Lumpur
3 1415 Desember 1987 Filipina Manila
4 2729 Januari 1992 Singapura Singapura
5 1415 Desember 1995 Thailand Bangkok
6 1516 Desember 1998 Vietnam Hanoi
7 56 November 2001 Brunei Bandar Seri Begawan
8 45 November 2002 Kamboja Phnom Penh
9 78 Oktober 2003 Indonesia Bali
10 2930 November 2004 Laos Vientiane
11 1214 Desember 2005 Malaysia Kuala Lumpur
12 1114 Januari 2007
1
,
2
Filipina Cebu
13 1822 November 2007 Singapura Singapura
14 27 Februari-1 Maret 2009
[3]3
Thailand Cha Am, Hua Hin
15 23 Oktober 2009 Thailand Cha Am, Hua Hin
16 8-9 April 2010 Vietnam Hanoi
17 28-30 Oktober 2010 Vietnam Hanoi
13



18 4-8 Mei 2011 Indonesia Jakarta
19 17-19 November 2011 Indonesia Bali
20 3-4 April 2012 Kamboja Phnom Penh
21 17-20 November 2012 Kamboja Phnom Penh
22 9 Oktober 2013 Brunei Bandar Seri Begawan
1
Ditunda dari tanggal sebelumnya 1014 Desember 2006 akibat Badai Seniang
2
Menjadi tuan rumah setelah Myanmar mundur karena ditekan AS dan UE
3
Ditunda dari tanggal sebelumnya 1217 Desember 2008 akibat krisis politik Thailand 2008.
Pertemuan pada Maret kemudian dibatalkan akibat aksi unjuk rasa di lokasi pertemuan.
Konferensi Tingkat Tinggi Tak Resmi ASEAN
Tanggal Negara Tuan rumah
1 30 November 1996 Indonesia Jakarta
2 1416 Desember 1997 Malaysia Kuala Lumpur
3 2728 November 1999 Filipina Manila
4 2225 November 2000 Singapura Singapura
Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa ASEAN
Tanggal Negara Tuan rumah
1 6 Januari 2005 Indonesia Jakarta

KTT ke-1
Deklarasi Kerukunan ASEAN; Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara
(TAC); serta Persetujuan Pembentukan Sekretariat ASEAN.
KTT ke-2
Pencetusan Bali Concord 1.
KTT ke-3
Mengesahkan kembali prinsip-prinsip dasar ASEAN.
Solidaritas kerjasama ASEAN dalam segala bidang.
Melibatkan masyarakat di negara-negara anggota ASEAN dengan memperbesar peranan
swasta dalam kerjasama ASEAN.
Usaha bersama dalam menjaga keamanan stabilitas dan pertumbuhan kawasan ASEAN.
KTT ke-4
ASEAN dibentuk Dewan ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk mengawasi,
melaksanakan koordinasi.
Memberikan penilaian terhadap pelaksanaan Skema Tarif Preferensi Efektif Bersama
(Common Effective Preferential Tariff/CEPT) menuju Kawasan Perdagangan Bebas
ASEAN.
KTT ke-5
Membicarakan upaya memasukan Kamboja, Laos, Vietnam menjadi anggota serta
memperkuat identitas ASEAN.
KTT ke-6
Pemimpin ASEAN menetapkan Statement of Bold Measures yang juga berisikan komitmen
mereka terhadap AFTA dan kesepakatan untuk mempercepat pemberlakuan AFTA dari
tahun 2003 menjadi tahun 2002 bagi enam negara penandatangan skema CEPT, yaitu
Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
14



KTT ke-7
Mengeluarkan deklarasi HIV/AIDS.
Mengeluarkan deklarasi Terorisme, karena menyangkut serangan terorisme pada gedung
WTC di Amerika.
KTT ke-8
Pengeluaran deklarasi Terorisme, bagaimana cara-cara pencegahan.
Pengesahan ASEAN Tourism Agreement.
KTT ke-9
Pencetusan Bali Concord II yang akan dideklarasikan itu berisi tiga konsep komunitas
ASEAN yang terdiri dari tiga pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas
Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASSC).
KTT ke-10
Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Program) yang diluluskan dalam konferensi
tersebut menekankan perlunya mempersempit kesenjangan perkembangan antara 10
negara anggota ASEAN, memperluas hubungan kerja sama dengan para mitra untuk
membangun sebuah masyarakat ASEAN yang terbuka terhadap dunia luar dan penuh
vitalitas pada tahun 2020.
KTT ke-11
Perjanjian perdagangan jasa demi kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Korea
Selatan, memorandum of understanding (MoU) pendirian ASEAN-Korea Center, dan
dokumen hasil KTT Asia Timur yang diberi label Deklarasi Singapura atas Perubahan Iklim,
Energi, dan Lingkungan Hidup.
KTT ke-12
Membahas masalah-masalah mengenai keamanan kawasan, perundingan Organisasi
Perdagangan Dunia (WTO), keamanan energi Asia Tenggara, pencegahan dan
pengendalian penyakit AIDS serta masalah nuklir Semenanjung Korea.

KTT ke-13
Penandatanganan beberapa kesepakatan, antara lain seperti perjanjian perdagangan
dalam kerangka kerjasama ekonomi dan penandatangan kerjasama ASEAN dengan Korea
Center, menyepakati ASEAN Center.
KTT ke-14
Penandatanganan persetujuan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-
Australia-Selandia Baru
Hasil dari KTT Tidak Resmi ASEAN
KTT Tidak Resmi ke-1
Kesepakatan untuk menerima Kamboja, Laos, dan Myanmar sebagai anggota penuh
ASEAN secara bersamaan.
KTT Tidak Resmi ke-2
Sepakat untuk mencanangkan Visi ASEAN 2020 yang mencakup seluruh aspek yang ingin
dicapai bangsa-bangsa Asia Tengara dalam memasuki abad 21, baik di bidang politik,
ekonomi maupun sosial budaya.
KTT Tidak Resmi ke-3
Kesepakatan untuk mengembangkan kerja sama di bidang pembangunan ekonomi, sosial,
politik dan keamanan serta melanjutkan reformasi struktural guna meningkatkan kerja
sama untuk pertumbuhan ekonomi di kawasan.

KTT Tidak Resmi ke-4
Sepakat untuk pembangunan proyek jalur kereta api yang menghubungkan Singapura
hingga Cina bahkan Eropa guna meningkatkan arus wisatawan.
KTT Luar Biasa (Jakarta 6 Januari 2005)
Pembahasan bagaimana penanggulangan dan solusi menghadapi Gempa atau Tsunami.


15



ASEAN Free Trade Area (AFTA)

1. Lahirnya AFTA
Pada pertemuan tingkat Kepala Negara ASEAN (ASEAN Summit) ke-4 di Singapura pada tahun
1992, para kepala negara mengumumkan pembentukan suatu kawasan perdagangan bebas di
ASEAN (AFTA) dalam jangka waktu 15 tahun.

2. Tujuan dari AFTA
1. menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk
ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.
2. menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI).
3. meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (intra-ASEAN Trade).

3. Manfaat dan Tantangan AFTA bagi Indonesia
Manfaat :
1. Peluang pasar yang semakin besar dan luas bagi produk Indonesia, dengan penduduk
sebesar 500 juta dan tingkat pendapatan masyarakat yang beragam;
2. Biaya produksi yang semakin rendah dan pasti bagi pengusaha/produsen Indonesia yang
sebelumnya membutuhkan barang modal dan bahan baku/penolong dari negara anggota
ASEAN lainnya dan termasuk biaya pemasaran;
3. Pilihan konsumen atas jenis/ragam produk yang tersedia di pasar domestik semakin
banyak dengan tingkat harga dan mutu tertentu;
4. Kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan beraliansi dengan pelaku
bisnis di negara anggota ASEAN lainnya.
Tantangan :
1. Pengusaha/produsen Indonesia dituntut terus menerus dapat meningkatkan kemampuan
dalam menjalankan bisnis secara profesional guna dapat memenangkan kompetisi dari
produk yang berasal dari negara anggota ASEAN lainnya baik dalam memanfaatkan
peluang pasar domestik maupun pasar negara anggota ASEAN lainnya.

4. Jangka Waktu Realisasi AFTA
KTT ASEAN ke-9 tanggal 7-8 Oktober 2003 di Bali, dimana enam negara anggota ASEAN
Original Signatories of CEPT AFTA yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia,
Philipina, Singapura dan Thailand, sepakat untuk mencapai target bea masuk dengan
tingkat tarif 0% minimal 60% dari Inclusion List (IL) tahun 2003; bea masuk dengan tingkat
tarif 0% minimal 80% dari Inclusion List (IL) tahun 2007; dan pada tahun 2010 seluruh tarif
bea masuk dengan tingkat tarif 0% harus sudah 100% untuk anggota ASEAN yang baru,
tarif 0% tahun 2006 untuk Vietnam, tahun 2008 untuk Laos dan Myanmar dan tahun 2010
untuk Cambodja.
a. Tahun 2000 : Menurunkan tarif bea masuk menjadi 0-5% sebanyak 85% dari seluruh
jumlah pos tarif dalam Inclusion List (IL).
b. Tahun 2001 : Menurunkan tarif bea masuk menjadi 0-5% sebanyak 90% dari seluruh
jumlah pos tarif dalam Inclusion List (IL).
c. Tahun 2002 : Menurunkan tarif bea masuk menjadi 0-5% sebanyak 100% dari seluruh
jumlah pos tarif dalam Inclusion List (IL), dengan fleksibilitas.
d. Tahun 2003 : Menurunkan tarif bea masuk menjadi 0-5% sebanyak 100% dari seluruh
jumlah pos tarif dalam Inclusion List (IL), tanpa fleksibilitas.
Untuk ASEAN-4 (Vietnam, Laos, Myanmar dan Cambodja) realisasi AFTA dilakukan
berbeda yaitu :
Vietnam tahun 2006 (masuk ASEAN tanggal 28 Juli 1995).
Laos dan Myanmar tahun 2008 (masuk ASEAN tanggal 23 Juli 1997).
Cambodja tahun 2010 (masuk ASEAN tanggal 30 April 1999).

16




5. Kriteria Suatu Produk Untuk Menikmati Konsesi CEPT
Produk terdapat dalam Inclusion List (IL) baik di Negara tujuan maupun di negara asal,
dengan prinsip timbale balik (reciprosity). Artinya suatu produk dapat menikmati preferensi
tarif di negara tujuan ekspor (yang tentunya di negara tujuan ekspor produk tersebut sudah
ada dalam IL), maka produk yang sama juga harus terdapat dalam IL dari negara asal.
Memenuhi ketentuan asal barang (Rules of Origin), yaitu cumulative ASEAN Content lebih
besar atau sama dengan 40%.
Perhitungan ASEAN Content adalah sebagai berikut :

Value of Undetermined Origin
Materials, Parts of Produce
+

Value of Imported Non-
ASEAN Material, Parts
of Produce


X
100%<60%
FOB Price
Produk harus disertai Certificate of Origin Form D, yang dapat diperoleh pada Kantor Dinas
atau Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan di seluruh Indonesia.

6. Beberapa istilah dalam CEPT-AFTA
a. Fleksibilitas adalah suatu keadaan dimana ke-6 negara anggota ASEAN apabila belum
siap untuk menurunkan tingkat tarif produk menjadi 0-5% pada 1 Januari 2002, dapat
diturunkan pada 1 Januari 2003. Sejak saat itu tingkat tarif bea masuk dalam AFTA
sebesar maksimal 5%.
b. CEPT Produk List
Inclusion List (IL) : daftar yang memuat cakupan produk yang harus memenuhi kriteria sebagai
berikut :
o Produk tersebut harus disertai Tarif Reduction Schedule.
o Tidak boleh ada Quantitave Restrictions (QRs).
o Non-Tarif Barriers (NTBs) lainnya harus dihapuskan dalam waktu 5 tahun.
Temporary Exclusion (TEL) : daftar yang memuat cakupan produk yang sementara dibebaskan
dari kewajiban penurunan tarif, penghapusan QRs dan NTBs lainnya serta secara bertahap harus
dimasukkan ke dalam IL.
Sensitive List (SL) : daftar yang memuat cakupan produk yang diklasifikasikan sebagai
Unprocessed Agricultural Products. Contohnya beras, gula, produk daging, gandum, bawang
putih, dan cengkeh, serta produk tersebut juga harus dimasukkan ke dalam CEPT Scheme tetapi
dengan jangka waktu yang lebih lama. Contohnya Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia,
Philipina, Thailand harus telah memasukkan produk yang ada dalam SL ke dalam IL pada tahun
2010, Vietnam pada tahun 2013, Laos dan Myanmar pada tahun 2015, serta Kamboja pada tahun
2017.
General Exception (GE) List : daftar yang memuat cakupan produk yang secara permanen tidak
perlu untuk dimasukkan ke dalam CEPT Scheme dengan alas an keamanan nasional,
keselamatan/kesehatan umat manusia, binatang dan tumbuhan, serta pelestarian objek arkeologi,
dan sebagainya (Article 9b of CEPT Agreement). Contohnya antara lain senjata, amunisi, da
narkotika. Produk Indonesia dalam GE List hingga saat ini sebanyak 96 pos tarif.

7. Beberapa Protocol/Article yang dapat dipakai untuk mengamankan produk Indonesia
a. Protocol Regarding the Implementation of the CEPT Scheme Temporary Exclusion List
Dapat digunakan sebagai acuan untuk menarik kembali produk industri yang telah dimasukkan ke
dalam IL terakhir tahun 2000 atau Last Tranche. Konsekuensi penarikan kembali suatu produk dari
IL harus disertai dengan kompensasi.
17



b. Article 6 (1) dari CEPT Agreement
Dapat digunakan sebagai acuan untuk menarik kembali produk yang telah dimaukkan ke dalam
Skema CEPT-AFTA, karena adanya lonjakan impor dari negara anggota ASEAN lainnya yang
menyebabkan atau mengancam kerugian yang serius terhadap industri dalam negeri.
c. Protocol on Special Arrangement for Sensitive and Highly Sensitive Products.
Dapat digunakan sebagai acuan untuk memasukkan produk yang diklasifikasikan ke dalam Highly
Sensitive (seperti beras dan gula bagi Indonesia).


8. Jadwal Penurunan dan atau Penghapusan Tarif Bea Masuk

a. Inclusion List

Negara Anggota AFTA Jadwal Penurunan/Penghapusan
ASEAN -6
1. Tahun 2003 : 60% produk dengan tarif 0%
2. Tahun 2007 : 80% produk dengan tarif 0%
3. Tahun 2010 : 100% produk dengan tarif 0%
Vietnam
1. Tahun 2006 : 60% produk dengan tarif 0%
2. Tahun 2010 : 80% produk dengan tarif 0%
3. Tahun 2015 : 100% produk dengan tarif 0%
Laos dan Myanmar
1. Tahun 2008 : 60% produk dengan tarif 0%
2. Tahun 2012 : 80% produk dengan tarif 0%
3. Tahun 2015 : 100% produk dengan tarif 0%
Kamboja
1. Tahun 2010 : 60% produk dengan tarif 0%
2. Tahun 2015 : 100% produk dengan tarif 0%

b. Non Inclusion list
TEL harus dipindah ke IL
GEL dapat dipertahankan apabila konsisten dengan artikel 9 CEPT Agreement, yaitu untuk
melindungi :
Keamanan Nasional
Moral
Kehidupan Manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan dan kesehatan
Benda-benda seni, bersejarah dan purbakala
















18



*PERJANJIAN LINGGARJATI (15 November 1946 - 25 Maret 1947) :
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan
Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran
Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia
Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya
beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata.

Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan
Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan
permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan
menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk
mendukung perundingan linggarjati.

*PERJANJIAN RENVILLE (8 Desember 1947 - 17 Januari 1948) :
1. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah
Republik Indonesia.
2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah
pendudukan Belanda.
3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat
dan Jawa Timur Indonesia di Yogyakarta.

*PERJANJIAN ROEM-ROIJEN (14 April 1949 - 7 Mei 1949) :
1. Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya.
2. Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar.
3. Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
4. Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan
semua tawanan perang.

*KONFERENSI MEJA BUNDAR (23 Agustus 1949 - 2 November 1949) :
1. Serah terima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat,
kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi
daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah
karena perbedaan etnis. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2
menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serah terima, dan bahwa masalah ini
akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
2. Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan monarch Belanda sebagai kepala
negara
3. Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat.

Tanggal 27 Desember 1949, pemerintahan sementara negara dilantik.
Soekarno menjadi Presidennya, dengan Hatta sebagai Perdana Menteri membentuk Kabinet
Republik Indonesia Serikat.
Indonesia Serikat telah dibentuk seperti republik federasi berdaulat yang terdiri dari 16 negara
yang memiliki persamaan persekutuan dengan Kerajaan Belanda.


19



Suprastruktur dan Infrastruktur Poilitik Indonesia

Pengertian Suprastruktur
Suprastruktur politik adalah struktur politik pemerintahan yang berkaitan dengan lembaga lembaga
negara yang ada, serta hubungan kekuasaan antara lembaga satu dengan yang lain.
Begitulah sekilas gambaran dari suprastruktur politik terutama yang berlaku di Indonesia.

Suprastruktur Politik Indonesia
1.Eksekutif
Kekuasaan Suprastruktur Politik eksekutif berada di tangan presiden, kalau di Indonesia adalah
kepala Negara dan sekaligus sebagai kepala pemerintahan.
Sebagai kepala negara, Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala
pemerintahan, Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menterimenteri dalam kabinet,
memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugastugas pemerintahan sehari-hari.
Presiden (dan Wakil Presiden) menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali
dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan.
2.Legislatif
Suprastruktur Politik yang selanjutnya ialah Legislatif. Sistem perwakilan di Indonesia saat ini
menganut sistem bicameral. Itu di tandai dengan adanya dua lembaga perwakilan, yaitu Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dengan merujuk asas trias
politika, di Indonesia kekuasaan terbagi menjadi eksekutif, legeslatif, dan yudikatif. Dalam hal ini,
DPR dan DPD merepresentasikan kekuasaan legeslatif.
Kekuasaan legeslatif terletak pada, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Yang anggota-
anggotanya terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
3.Yudikatif
Yang terakhir Suprastruktur Politik ialah Yudikatif. Suprastruktur Politik u ini yang satsangatlah vital
perannya dalam penegakkan hukum di Indonesia. Kekuasaan Kehakiman Pasal 24 UUD 1945
menyebutkan bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk
menyelenggrakan peradilan guna menegakkan hokum dan keadilan.
Infrastruktur Politik Indonesia
1.Partai Politik
Bagian Infrastruktur politik yang pertama ialah Partai politik. Partai politik Adalah organisasi yang
mempunyai fungsi setidaknya terdapat 5 (lima) fungsi dasar sebagai partai politik yang berbadan
hukum dan keberadaannya diakui oleh undang-undang
2.Interest Group
Bagian Infrastruktur politik selanjutnya ialah Interest Group . Interest Group Adalah kelompok
masyarakat yang bergabung untuk kepentingan dan keuntungan warganya, kelompok ini tepatnya
menampung saran, kritik dan tuntutan kepentingan bagi anggota masyarakat, serta
menyampaikan kepada sistem politik yang ada. Kelompok ini sangat penting untuk menjadi
penyalur aspirasi masyarakat agar pemerintah mengerti apa yang diingankan oleh masyarakatnya.
3.Pressure Group
Bagian Infrastruktur politik yang ketiga ialah Pressure Group. Kelompok ini yang melontarkan
kritikan-kritikan untuk para pelaku politik lain. Dengan tujuan membuat dunia perpolitikan menjadi
maju. Karena perbaikan dari kekurangan-kekurangan yang disampaikan oleh para kritikus. Peran
kelompok ini cukup vital dalam menanggapi kebijakan pemerintah. Peran kelompok ini pada
dasarnya ialah demi kebaikan bangsa Indonesia . Namun terkadang disalahgunakan untuk
kepentingan politik.
20



4.Media Of Political Communication
Bagian Infrastruktur politik yang satu ini sangat dekat dengan masyarakat. Benda mati yang
sebagai perantara penyebar dan pemberitaan (singkat kata alat komunikasi politik). Contoh : tv,
radio, internet, surat kabar, demo, dll. Peran Media politik sangat berpengaruh terhadap
perpolitikan di Indonesia banyak sekali orang yang terpengaruh oleh kegiatan promosi oleh media
politik. Biasanya Media Politik dijadikan sarana untuk pemebentukan asumsi masyarakat.
5.Journalism Group
Bagian Infrastruktur politik selanjutnya ialah Jurnalis. Kelompok yang membuat berita dan
memberitakan hal-hal baru tentang politik. Mereka harus mengumpulkan informasi yang sebenar-
benarnya dari sumber-sumber yang tajam dan terpercaya. Karena informasi ini lalu akan
disebarluaskan kepada masyarakat agar masyarakat tau tentang perkembangan yang terjadi di
dunia politik saat ini. Peran dari jurnalis juga sangatlah penting untuk membuat masyarakat
mengerti apa yang dilakukan oleh pemerintah.
6.Student Group
Bagian Infrastruktur politik ialah Pelajar. Tapi tidak semua kelompok dalam bagian ini aktif dalam
kegiatan politik . Kelompok ini biasanya Mahasiswa yang sedang belajar tentang politik di
universitasnya, masing-masing kelompok ini biasanya sering mengkritik tentang keadaan politik
Negara dengan berbagai cara. Ini mewakili peran anak muda dalam membangun bangsa. Oleh
karena itu sering dihimbau agar mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan "santun".
7.Political Figure
Bagian Infrastruktur politik ini sangat berpengaruh dalam sistem politik.Figur Politik ialah Orang-
orang yang lalu-lalang atau yang bekerja didunia politik, dan exist di kalangan masyarakat,
berperan penting dalam mengambil keputusan-keputusan yangb berpengaruh dalam suatu
wilayah.





















21



APEC

APEC adalah singkatan dari Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerjasama Ekonomi Asia
Pasifik. APEC didirikan pada tahun 1989. APEC bertujuan mengukuhkan pertumbuhan ekonomi
dan mempererat komunitas negara-negara di Asia Pasifik. KTT APEC diadakan setiap tahun di
negara-negara anggota. Pertemuan pertama organisasi APEC diadakan di Canberra, Australia pada
tahun 1989.
APEC menghasilkan "Deklarasi Bogor" pada KTT 1994 di Bogor yang bertujuan untuk menurunkan
bea cuka hingga nol dan lima persen di lingkungan Asia Pasifik untuk negara maju paling lambat
tahun 2010 dan untuk negara berkembang selambat-lambatnya tahun 2020.
Pada tahun 1997, KTT APEC diadakan di Vancouver, Kanada. Kontroversi timbul ketika kepolisian
setempat menggunakan bubuk merica untuk meredakan aksi para pengunjuk rasa yang memprotes
kehadiran Soeharto yang menjabat sebagai presiden Indonesia pada saat itu.
Pada tahun 2003, kepala organisasi Jemaah Islamiyah Riduan Isamuddin alias Hambali berencana
melancarkan serangan pada KTT APEC di Bangkok, Thailand. Hambali ditangkap di kota Ayutthaya
oleh kepolisian setempat sebelum ia dapat melaksanakan serangan itu. Pada tahun 2004, Chili
menjadi negara Amerika Selatan pertama yang menjadi tuan rumah KTT APEC.
Kerjasama Ekonomi APEC adalah forum kerjasama ekonomi yang terbuka, informal, tidak mengikat
dan tetap berada dalam koridor disiplin WTO dan berbagai perjanjian internasional, dibentuk di
Canberra November 1989. Keanggotaan APEC terdiri 21 ekonomi. Australia, Brunai Darussalam,
Kanada,Cili, Republik Rakyat Cina, Hongkong-Cina, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malaysia,
Meksiko, Selandia Baru, Papua New Guinea, Filipina, Singapura, Taiwan-Cina Taipe, Thailand,
Amerika Serikat, Peru, Rusia, Vietnam.
VISI APEC
"Mewujudkan komunitas ekonomi Asia-Pasifik yang berdasarkan pada semangat keterbukaan dan
kemitraan, serta upaya kerjasama untuk menghadapi tantangan perubahan, pertukaran barang, jasa
dan investasi secara bebas, pertumbuhan ekonomi yang luas serta standar kehidupan dan
pendidikan yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang berkesinambungan memperhatikan aspek-
aspek lingkungan" (KTT- APEC di Seattle-USA tahun 1993).
DEKLARASI APEC
"Bogor Goals" merupakan deklarasi APEC yang ditetapkan pada tahun 1994 untuk mewujudkan Visi
kerjasama ekonomi.
Tujuan APEC:
a. Menciptakan sistem perdagangan dan investasi yang bebas, terbuka dan adil dikawasan
tahun 2010/2020 untuk ekonomi maju dan ekonomi berkembang.
b. Memimpin dalam memperkuat sistem perdagangan multirateral yang terbuka, meningkatkan
liberalisasi perdagangan dan jasa, mengintensifkan kerjasama ekonomi di Asia-Pasifik.
c. Mempercepat proses leberalisasi melalui penurunan hambatan perdagangan dan investasi
yang lebih jauh, meningkatkan arus barang, jasa, modal secara bebas dan konsisten dengan
GATT.

Pendekatan Bogor Goals dilakukan dengan menyepakati arahan/pedoman (roadmap) kerjasama
APEC yang dikenal dengan "Agenda Aksi Osaka (OAA)" yang memuat: tiga pilar kerjasama ekonomi
APEC, prinsip umum kerjasama, instrumen pokok kerjasama dan bidang-bidang kerjasama APEC,
yaitu:
(1) Liberalisme
(2) Fasilitasi perdagangan
(3) Kerjasama Ekonomi dan Tekhnik (Ecotech)
Daftar Kerjasama APEC
Asia Pacific Economic Cooperation
APEC WebTR Indonesia, Portal Site on Tariff and ROOs



22



Nomor Tanggal Negara Kota
1 67 November 1989 Australia Canberra
2 2931 Juli 1990 Singapura Singapura
3 1214 November 1991 Korea Selatan Seoul
4 1011 September 1992 Thailand Bangkok
5 1920 November 1993 Amerika Serikat Seattle
6 15 November 1994 Indonesia Bogor
7 19 November 1995 Jepang Osaka
8 25 November 1996 Filipina Manila dan Subic
9 2425 November 1997 Kanada Vancouver
10 1718 November 1998 Malaysia Kuala Lumpur
11 1213 September 1999 Selandia Baru Auckland
12 1516 November 2000 Brunei Brunei
13 2021 Oktober 2001 Tiongkok Shanghai
14 2627 Oktober 2002 Meksiko Los Cabos
15 2021 Oktober 2003 Thailand Bangkok
16 2021 November 2004 Chili Santiago
17 1819 November 2005 Korea Selatan Busan
18 1819 November 2006 Vietnam Hanoi
19 89 September 2007 Australia Sydney
20 22-23 November 2008 Peru Lima
21 14-15 November 2009 Singapura Singapura
22 13-14 November 2010 Jepang Yokohama
23 12-13 November 2011 Amerika Serikat Honolulu
24 2-9 September 2012 Rusia Vladivostok
25 1-8 Oktober 2013 Indonesia Bali
[1]

26 Tiongkok Beijing








23



PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)

Latar belakang lahirnya PBB
PBB merupakan salah satu organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh Negara di
dunia. Tujuannya untuk memfasilitasi hukum internasional, pengamanan internasional lembaga
ekonomi dan perlindungan sosial.

Pembentukan PBB diawali dengan pembentukan Liga Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Januari
1920 tokohnya adalah presiden Amerika Serikat Wodrow Wilson dengan tujuan untuk
mempertahankan perdamaian internasional serta meningkatkan kerjasama internasional.


Tugas PBB adalah menyelesaikan sengketa secara damai.

Hasil PBB antara lain Perjanjian Locarno (1925) dan Perjanjian Kallog Briand (1928) karena
munculnya kekuasaan Nazi (Jerman) maka pecah lah perang Dunia II.
Pecahnya PD II mengakibatkan kerusakan dan penderitaan yang berkepanjangan.

Kemudian Franklin Delano.R (Presiden Amerika Serikat) dan Winston mengadakan pertemuan
yang menghasilkan Piagam Altantik (Altantik Charter) yang isinya:
1. Tidak membenarkan adanya perluasan wilayah atau politik ekspansi
2. Setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri
3. Setiap Negara berhak dan bebas ikut serta dalam perdagangan di dunia
4. Perlu diciptakan perdamaian dunia sehingga semua bangsa bebas dari rasa takut dan
kemiskinan
5. Mengusahakan penyelesaian sengketa secara damai

Piagam PBB mulai berlaku pada tanggal 24 Oktober 1945 yang kemudian kita kenal sebagai hari
lahirnya PBB. PBB bermarkas di New York (Amerika Serikat)
Negara Indonesia menjadi anggota PBB yang ke-60 pada tanggal 27 September 1950 tetapi
keluar pada tanggal 7 Januari 1965 dan masuk kembali pada tanggal 28 September 1966.

Tujuan PBB
a. Menyelamatkan generasi mendatang dari bencana perang
b. Memperteguh kepercayaan pada hak-hak asasi manusia
c. Mendorong kemajuan sosial dan tingkat kehidupan yang lebih baik
d. Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa-bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri

Asas PBB
1. Organisasi ini bersendikan pada asas-asas persamaan derajat dan kedaulatan dari semua
anggota
2. Segenap anggota untuk menjamin adanya hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang ada pada
negaranya
3. Segenap anggota akan menyelesaikan persengketaan intrnasional dengan cara sedemikian
rupa
4. Organisasi ini akan menjamin agar negara-negara bukan anggota PBB tidak sesuai asas-asas
nya

Keanggotaan PBB
Anggota PBB dibedakan atas kelompok asli dan tambahan. Anggota asli adalah negara-negara
yang ikut serta dalam konferensi San Fransisco yang melahirkan PBB. Sementara itu anggota
tambahan adalah negara-negara yang masuk menjadi anggota setelah organisasi PBB.

Untuk menjadi anggota PBB harus mempunyai syarat diantaranya:
1. Negara yang bisa menjadi anggota PBB adalah negara yang cinta damai
24



2. Negara tersebut mau menerima kewajiban-kewajiban yang tertera dalam piagam PBB
3. Oleh PBB negara yang bersangkutan dinilai dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban
4. Diterima oleh majelis umum setelah mendapat rekomendasi dari dewan keamanan


Struktur Organisasi PBB
1) Organisasi Utama
A. Majelis Umum (General Assembly)
Mempunyai tugas dan wewenang sbb:
1. Membersihkan saran dan usulan mengenai usaha perdamaian dan keamanan
2. Membicarakan masalah-masalah internasional dan mengambil keputusan
3. Mengadakan pengawasan terhadap organisasi-organisasi PBB lainnya.


B. Dewan Keamanan
Mempunyai tugas dan wewenang sbb:
1.Menyelesaikan sengketa antarnegara secara damai
2.Mengambil tindakan, baik preventif maupun represif dan keamanan dunia
3.Bersama Majelis Umum memilih hakim-hakim internasional

C. Dewan Ekonomi dan Sosial
Mempunyai tugas dan wewenang sbb:
1. Melaksanakan tugas-tugas sebagaimana ditentukan dalam bidang Majelis Umum
2. Mengajukan usulan dan anjuran kepada Majelis Umum dengan meningkatkan kesejahteraan
3. Mengoordinasikan kegiatan badan-badan khusus PBB

D. Dewan Perwakilan
Tugas pokok Dewan Perwakilan adalah Mengadakan pengawasan dan melalui negara yang di
tunggu secara aktif memajukan pemerintahan daerah sesuai dengan tujuan

E. Mahkamah Internasional
Mempunyai tugas dan wewenang sbb:
1.Memeriksa perselisihan atau persengketaan
2.Mengajukan pendapatnya berkenaan kepada Majeis Umum
3.Mendesak Dewan keamanan untuk menindak suatu negara yang menghiraukan keputusan
Mahkamah Internasional

F. Sekertariat
Mempunyai tugas dan wewenang sbb:
1) Memimpin aktivitas ketata usahaan PBB
2) Menyusun laporan tahunan PBB yang dibahas dalam sidang Majelis Umum
3) Melaporkan kepada Dewan Keamanan atas setiap perkembangan situasi menurut penilaian nya

Organ Subsider adalah organ seperti yang dimaksudkan oleh ketentuan-ketentuan Lembaga
lembaga Kerjasama Internasional dalam PBB
1. United Nations Funds for Population Activities (UNFPA), dana PBB untuk kegiatan
kependudukan.
2. Food and Agriculture Organization (FAO), organisasi PBB yang menangani masalah pangan,
pertanian, perikanan, peternakan, dan pekerjaan.
3. World Health Organization (WHO), organisasi PBB yang menangani masalah kemiskinan,
kelaparan, dan kesehatan.
4. United Nations Environment Programmed (UNEP), organisasi PBB yang menangani dampak
negatif perkembangan industri dan eksploitasi sumber daya alam.
5. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), organisasi PBB
yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
25



6. International Monetary Fund (IMF), dana keuangan internasional yang menyediakan kredit bagi
negara-negara miskin.
7. International Bank for Reconstruction and development (IBRD) atau Word Bank, yang
menyediakan kredit bagi negara-negara miskin.
8. Asia Development Bank (ADB), bank pembangunan Asia.
9. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), konferensi PBB tentang
perdagangan dan pembangunan.
10. General Agreement on Tariff and Trede (GATT), persetujuan umum mengenai tarif dan
perdagangan. GATT berubah menjadi World Trade Organization (WTO), organisasi perdagangan
dunia.
11. European Economic Community (EEC), masyarakat ekonomi Eropa.
12. Asia Pasific Economic Cooperation (APEC), kerjasama ekonomi Asia Pasifik.
13. European Free Trade Association (EFTA), kerjasama perdagangan bebas Eropa.
14. ASEAN Free Trade Areas (AFTA), kawasan perdagangan bebas ASEAN.
15. North American Free Trade Association (NAFTA), kerjasama perdagangan bebas Amerika
Utara (AS, Kanada, dan Mexico).
16. Latin American Free Trade Association (LAFTA), kerjasama perdagangan bebas Amerika
Latin.

Peranan PBB bagi Dunia dan Indonesia
a) Peranan PBB bagi dunia internasional:
1. Bidang keamanan dan perdamaian
2. Bidang ekonomi
3. Bidang sosial, budaya, kesehatan dan kemanusiaan

b) Peranan PBB bagi Bangsa dan Negara Indonesia,
1. Ketika revolusi Nasional sedang berkobar untuk melawan kolonial belanda di negara kita
2. Pada masa perang kolonial ke-2 antara Indonesia dan Belanda
3. Pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat.


























26



Pemilihan Umum Sistem Distrik dan Sistem Proporsional

Secara garis besar pemilu dibagi ke dalam dua kelompok besar dengan berbagai macam
variasinya yaitu sistem nonproporsional atau sistem distrik dan sistem proporsional.

a. Sistem Distrik
Sistem distrik merupakan sistem yang paling tua dan didasarkan atas kesatuan geografis.
Setiap kesatuan geografis memperoleh satu kursi dalam parlemen. Dalam sistem distrik calon
yang memperoleh suara terbanyak menjadi pemenang tunggal, hal ini terjadi sekali pun selisih
suara dengan partai lain hanya kecil saja, maka calon lain akan dianggap hilang.
Didalanm sistem distrik satu wilayah kecil memilih satu wakil tunggal atas dasar suara
terbanyak, sistem distrik memiliki variasi, yakni :
firs past the post : sistem yang menggunakan single memberdistrict dan pemilihan yang
berpusat pada calon, pemenagnya adalah calon yang memiliki suara terbanyak.
the two round system : sistem ini menggunakan putaran kedua sebagai landasan untuk
menentukan pemenang pemilu. hal ini dilakukan untuk menghasilkan pemenang yang
memperoleh suara mayoritas.
the alternative vote : sama seperti firs past the post bedanya para pemilih diberi otoritas
untuk menentukan preverensinya melalui penentuan ranking terhadap calon-calon yang
ada.
block vote : para pemilih memiliki kebebasan untuk memilih calon-calon yang terdapat
dalam daftar calon tanpa melihat afiliasi partai dari calon-calon yang ada.
Sistem distrik sering dipakai di negara yang memunyai sistem dwi-partai seperti Inggris , India
dan Malasyai.p[elaksanaan sistem distrik mengakibatkan kesenjangan antara jumlah suara yang
diperoleh suatu partai secara nasional dan jumlah kursi yang diperoleh partai tersebut. Akibar dari
kesenjangan tersebut maka dapat menguntungkan partai besar melalui over-representation, dan
merugikan partai kecil karena under-representation. Hal ini disebabkan karena banyak suara dari
pertai kecil bisa dinyatakan hilang , yaitu karena tidak berhasil menjadi juara pertama di suatu
distrik. Keadaan ini akan sangat berpengaruh dalam masyarakat yang pluralis, dengan banyaknya
kelompok minoritas, baik agama maupun etnis.
Keuntungan dan kelemahan sistem distrik :
Keuntungan:
1. partai-partai terdorong untuk berintegrasi dan bekerjasama.
2. Fragmentasi dan kecenderungan mendirikan partai baru dapat dibendung , sistem ini
mendukung penyederhanaan partai tanpa paksaan.
3. Dalam sistem distri hanya ada satu pemenang , maka wakil yang terpilih dapat dikenal oleh
komunitasnya, sehingga hubungan dengan konstituante lebih erat. Maka wakil tersebut akan lebih
memperjuangkan distriknya. Kedudukannya terhadap pimpinan partai akan lebih independen,
karena faktor kepribadian seseorang merupakan faktor penting dalam kemenangannya dan
kemenangan partai.
4. Lebih mudah bagi suatu partai untuk mencapai kedudukan mayoritas di parlemen
5. Terbatasnya jumlah partai dan meningkatnya kerja sama mempermudah tercapainya stabilitas
politik.
Kelemahan:
1. Terjadi kesenjangan antara persentase suara yang diperoleh dengan jumlah kursi di
parlemen.sistem ini kurang memperhatikan partai-partai kecil dan golongan minoritas, apalagi jika
golongan-golongan ini terpencar dalam berbagai distrik.
2. Sistem ini kurang representatif karena partai yang calonnya kalah dalam suatu distrik kehilangan
suara yang telah mendukungnya. Hal ini berarti ada sejumlah suara yang tidak diperhitungkan
sama sekali, atau terbuang sia-sia. Ini akan dianggap tidak adil terhadap partai dan golongan yang
dirugikan.
3. Sistem distrik dianggap kurang efektif dalm masyarakat yang plural karena terbagi dalam
kelompok etnis, religius, dan tribal, sehingga menimbulkan anggapan bahwa suatu kebudayaan
27



nasional yang terpadu secara ideologis dan etnis mungkin merupakanprasyarat bagi suksesnya
sistem ini.
4. Wakil rakyat yang dipilih mungkin lebih memperhatikan kepentingan daerah daripada
kepentingan nasional.


b. Sistem Proporsional
Dalam sistem ini satu wilayah besar memilih beberapa wakil. Dan dalam sistem
proporsional satu wilayah dianggap sebagai satu kesatuan, dan dalam wilayah tersebut jumlah
kursi dibagi sesuai jumlah suara yang diperoleh oleh para calon atau kontestan, secara nassional
tanpa menghiraukan distribusi suara itu.
sistem ini menggunakan sistem multimember districts. ada dua macam sitem di dalam sitem
proporsional, yakni ;
list proportional representation : disini partai-partai peserta pemilu menunjukan daftar calon
yang diajukan, para pemilih cukup memilih partai. alokasi kursi partai didasarkan pada
daftar urut yang sudah ada.
the single transferable vote : para pemilih di beri otoritas untuk menentukan preferensinya.
pemenangnya didasarkan atas penggunaan kuota.
Sistem proporsional sering diselenggarakan dalam negara dengan banyak partai seperti
Belgia, Swedia,Italia, Belanda,dan Indonesia. Sistem ini perjumlah penduduk pemilih misalnya
setiap 40.000 penduduk pemilih memperoleh satu wakil (suara berimbang), sedangkan yang dipilih
adalah sekelompok orang yang diajukan kontekstan pemilu (multy member constituency),
sehingga wakil dan pemilih kurang akrab. Tetapi dapat digabung secara nasional untuk kursi
tambahan, dengan begitu partai kecil dapat dihargai karena suara pemilih dihargai.
Keuntungan dan kelemahan sistem proporsional
Keuntungan:
1. Sistem proporsional dianggap representatif, karena jumlah kursi partai dalam parlemen sesuai
dengan jumlah suara masyarakat yang diperoleh dalam pemilihan umum.
2. Sistem ini dianggap lebih demokratis karena praktis tanpa ada distory yaitu kesenjangan antara
suara nasional dan jumlah kursi dalam parlemen.rasa keadilan masyarakat sedikit terpenuhi.
Kelemahan :
1. Sistem ini kurang mendorong partai-partai untuk berintegrasi atau bekerja sama satu sama lain
dan memanfaatkan persamaan-persamaan yang ada, tetapi sebaliknya, cenderung mempertajam
perbedaan-perbedaan.
2. Sistem ini mempermudah fragmentasi partai. Jika timbul konflik dalam suatu partai, anggotanya
cenderung memisahkan diri dan mendirikan partai baru dengan perhitungan bahwa ada peluang
bagi partai baru itu untuk memperoleh beberapa kursi dalam parlemen melalui pemilihan umum.
3. Wakil rakyat kurang earat hubungannya denan kontituantenya, tetapi lebih earat dengan
partainya, peran partai lebih menonjol daripada kepribadian waklil rakyat. Akibatnya sistem ini
memberi kedudukan kuat kepada pimpinan partai untuk menentukan wakilnya di parlemen melalui
stelsel daftar.
4. Banyaknya partai yang bersaing, sulit bagi partai untuk meraih suara mayoritas.

perbedaan pokok antara sistem distrik dan proporsional adalah bahwa cara menghitung
perolehan suara dapat menghasilkan perbedaan dalam komposisi perwakilan dalam parlemen
bagi masing-masing partai politik.




28



Komponen sistem pemilu
Pemilu Terbuka/tertutup Distrik/proporsional/campuran
1955
tertutup
proporsional
1971
distrik
1977
1982
1987
1992
1997
1999
2004
terbuka campuran 2009
2014

Hasil pemilihan umum Dewan Perwakilan Rakyat
Tahun Pemenang Tempat kedua Tempat ketiga

Partai
politik
Jumlah kursi
(dalam persen)
Partai
politik
Jumlah kursi
(dalam persen)
Partai
politik
Jumlah kursi
(dalam persen)
1955 PNI 57 (22.17%) Masyumi 57 (22.17%) NU 45 (17.51%)
1971 Golkar 360 (65.55%) NU 56 (21.79%) Parmusi 24 (9.33%)
1977 Golkar 232 (64.44%) PPP 99 (38.52%) PDI 29 (8.05%)
1982 Golkar 242 (67.22%) PPP 94 (26.11%) PDI 24 (6.66%)
1987 Golkar 299 (74.75%) PPP 61 (15.25%) PDI 40 (10%)
1992 Golkar 282 (70.5%) PPP 62 (15.5%) PDI 56 (14%)
1997 Golkar 325 (76.47%) PPP 89 (22.25%) PDI 11 (2.75%)
1999 PDIP 153 (33.12%) Golkar 120 (25.97%) PPP 58 (12.55%)
2004 Golkar 128 (23.27%) PDIP 109 (19.82%) Demokrat 55 (10%)
2009 Demokrat 150 (26.79%) Golkar 107 (19.11%) PDIP 95 (16.96%)
2014 PDIP 109 (19.5%) Golkar 91 (16.3%) Gerindra 73 (13%)

Pemilihan umum di Indonesia menganut asas "LUBER" yang merupakan singkatan dari
"Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia". Asas "Luber" sudah ada sejak zaman Orde Baru.
"Langsung" berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak
boleh diwakilkan.
"Umum" berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki
hak menggunakan suara.
"Bebas" berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak
manapun.
"Rahasia" berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia hanya diketahui oleh si
pemilih itu sendiri.




29



Kemudian di era reformasi berkembang pula asas "Jurdil" yang merupakan singkatan dari "Jujur
dan Adil". Asas "jujur" mengandung arti bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai
dengan aturan untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat memilih
sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan
wakil rakyat yang akan terpilih. Asas "adil" adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu
dan pemilih, tanpa ada pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih
tertentu. Asas jujur dan adil mengikat tidak hanya kepada pemilih ataupun peserta pemilu, tetapi
juga penyelenggara pemilu.


Jumlah partai politik di Indonesia
Tahun Jumlah
1955 tidak terbatas
1971
3
1977
1982
1987
1992
1997
1999 48
2004 24
2009 38
2014 12
2019 14

Jika sila pancasila tidak dikaitkan dengan sila-sila lainnya.
Sila 1 saja : theokrasi absolut
Sila 2 saja : kosmopolitanisme
Sila 3 saja : chauvinisme
Sila 4 saja : demokrasi liberal
Sila 5 saja : komunisme/sosialisme atheis