Anda di halaman 1dari 5

JENGKOL (=PHITECOLOBIUM LOBATUM): Jenis buah utk makanan , mengandung vit B1 Terdapat di

Indonesia , Malaysia, Thailand dll. Bisa dibuat , menjadi emping & rendang jengkol. Baunya specific
Baunya specific Keracunan jengkol terjadi sesudah makan buah jengkol , dimasak atau mentah
Penyebab keracunan karena asam jengkol (jengkolic acid dan sulfur) :
Struktur Kimianya :



Asam jengkol atau asam jengkolat (internasional: jengkolic acid) adalah asam amino yang
memiliki atom belerang. Senyawa ini tersusun dari dua asam amino sistein yang diikat oleh
satu gugus metil pada atom belerangnya.
[1]
Nama IUPAC-nya adalah asam (2R)-2-amino-3-
(2R)-2-amino-3-hidroksi-3-oksopropilsulfanilmetilsulfanil]propanoat. Asam jengkol
terkandung pada biji jering (jengkol) yang biasa dimakan secara mentah atau setelah direbus.
Jengkol acid tidak larut dalam air dingin 30 C larut 1 : 2.000 ), dlm air mendidih larut 1 : 200
INCIDENCE pria: wanita = 9 : 1, pada usia 4-7 thn : 1,5 years anak
lebih kecil
Asam jengkol bisa mengendap ( mengkristal) didalam tubulus,collecting duct, ureter, blass dan
urethra. Dan mejebabkan obstruktif uropathy, bisa GGA, GGK Keracunan tergantung kerentanan
seseorang, tidak semua orang makan jengkol akan keracunan. (Moenajat Wiratmadja, et al dan Van
Veen dan Hyman)
Gejala Klinis: Gejala Klinis:
1. Kristal asam jengkol menyumbat saluran kemih, bisa mulai dari ( tubulus ke urethra), Gejala
timbul sesudah 5- 12 jam makan jengkol.
2. Napas, kencing bau jengkol.
3. Bisa sakit pinggang, colic abdomen oliguria, anuria. Kengcing darah, muntah2 dll. Pada anak bisa
timbul infiltrat urin di paha atas, penis dan scrotal.
4. Pemeriksaan sediment urine terlihat kristal asam jengkol halus2 seprti sapu lidi, yang terserak:

Djaeni (1967) : mengemukakan bahwa Kristal asam jengkol akan larut dlm alkali (basa)

DIAGNOSIS:
Gejala Klinis
Gejala-gejala yang timbul akibat keracunan jengkol adalah:
Rasa sakit pada perut, kadang-kadang disertai muntah
Serangan kolik dan nyeri waktu kencing volume air kemih berkurang dan dapat
sampai anuria dan dapat sampai hematuria
Nafas dan urin berbau jengkol
Gejala yang paling sering adalah dijumapai infiltrat urine pada daerah penis dan
scortum, yang meluas sampai ke daerah supra pubik dan regio inguinal
PENGOBATAN:
Gejala ringan : muntah dan sakit pinggang ,bisa berobat jalan (outpatient)
Minum banyak air + Bicarbonas Natricus tablet)
Gejala Berat : oliguri, hematuri, anuri, tak bisa minum
Rawat di RS
IVFD D 5% + Bic-nat, dose 2 -5 mEq, dlm 4 -8 jam Antibiotica kalau ada secondary infection &
Diuretic
PROGNOSIS: Umumnya baik, kalau cepat mendapat pertolongan
PREVENTION: Hindari makan jengkol
Laboratorium
Pada pemeriksaan urine dengan mikroskop akan ditemukan hablur/kristal asam
jengkolat berupa jarum runcing dan kadang-kadang bergumpal mmenjadi ikatan atau berupa
roset. Hablur ini tidak selalu ditemukan pada urin anak dengan keracunan jengkol, karena
hablur akan cepat menghilang bila urin disimpan. Disamping itu akan didapati kadar ureum
meninggi terutama bila anuria.

Penatalaksanaan / Terapi

Bila gejala ringan yaitu : muntah, sakit perut, sakit pinggang saja tidak perlu penderita
dirawat, nasehati agar banyak minum air putih dan berikan natrium bikarbonat peroral, agar
urinnya meningkat hingga kristal asam jengkolat diekskresikan.
Bila gejalanya berat seperti oliguria, hematuria, dan tidak minum. Pasien perlu dirawat
dan diberi infus natrium bikarbonat dalam larutan dextrose 5%. Natrium bikarbonat untuk
orang dewasa 2-5 meq/kgBB. Pemberian natrium bikarbonat untuk membuat urin menjadi
alkalis(PH=8) dan bekerja untuk memetralisir kristal asam jengkolat yang terbentuk. Bila
pada monitoring dijumpai kegagalan ginjal akut, maka penatalaksanaan gagal ginjal akut
mutlak dilaksanakan.


Prinsip Penatalaksanaan
1. Konservatif
a. Pemberian diuretika
Diuretika yang diberikan pada penderita dengan kegagalan ginjal akut adalah
furosemid dalam dosis tunggal 200mg i.v dalam waktu 20 menit. Bila terjadi
diuresis maka tambahan diuretika tidak bermanfaat.
b. Harus diperhatikan keseimbangan cairan dan harus dipertahankan cairan yaitu
intake (masukan) sama dengan output (pengeluaran).
c. Kontrol elektrolit
Keseimbangan elektrolit dipertahankan dengan mengurangi intake kalium untuk
mengatasi hiperkalemia. Kalsium glukonat diberikan untuk mengatasi
hiperfosfatemia.
d. Berikan nutrisi yang baik
Diet mengandung 40gram protein dengan nilai biologik tinggi misalnya telur dan
daging dengan 3000 kalori, hingga dapat dicapai keseimbangan nitrogen positif.

2. Dialisis
Bila terapi konservatif gagal dengna tidak tercapainya keseimbangan cairan dan
elektrolit dan timbul uremia dengang kadar ureum darah lebih 100mg/dL atau
kreatinin 8mg/dL maka dilaukakn dialysis.
Prognosis
Pada umumnya baik, walaupun ada juga penderita yang meninggal sebagai akibat
gagal ginjal akut.

Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul akibat keracunan asam jengkolat adalah gagal ginjal
akut, yaitu terjadi pengurangan yang tiba-tiba dari glomerolus filtration rate (GFR), disertai
dengan perubahan kemampuan fungsional ginjal untuk mempertahankan ekresi air yang
cukup untuk keseimbangan di dalam tubuh.
1. Oliguri sampai anuri
Akibat oliguri maka terjadi penimbunan air didalam tubuh dan menyebabkan
dekompensasi kordis udema paru.
2. Ekresi protein meninggi
Dengan demikian kadar ureum, kreatinin dan asam urat meninggi
3. Gangguan ekresi elektrolit antara lain:
a. Hiperkalemia, hingga timbul aritmia yang menyebabkan kematian
b. Gangguan keseimbangan asam basa hingga timbul asidosis metabolic
c. Kalium, fosfat, asam organic meninggi di dalam darah sedangkan kalsium,
natrium klorida dan bikarbonat menurun dalam darah.
Pencegahan
1. Jangan makan biji jengkol, tetapi cara ini sukar dilaksanakan mengingat tidak mudah
mengubah kebiasaan makan seseorang
2. Merebus biji jengkol dengan natrium bikarbonat untuk menghilangkan asam
jengkolat, tetapi cara ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
mengetahui bagaimana perbandingan antara banyak biji jengkol dengannatrium
bikarbonat dan lama merebusnya.

Gambaran Post Mortem Keracunan Asam Jengkolat
1. Pemeriksaan Luar
Pada pemeriksaan luar tercium aroma jengkol yang khas
2. Pemeriksaan dalam
a. Esofagus : mengalami striker
b. Dinding lambung berwarna hitam . Perforasi sering terjadi pada bagian fundus
lambung . Bagian lainnya mengalami inflamasi dan berwarna merah.
c. Terdapat tanda tanda korosi pada usus halus karena asam tersebut menetes pada
usus halus setelah lambung mengalami perforasi
d. Hati dan ginjal mengalami perlemakan ( fatty change ) jika penderita bertahan
hidup lama
e. Pada tractus urogenitalis ditemukan pengendapan kristal-kristal asam jengkolat di
dalam saluran-salurannya.
f. Darah beku ditemukan dalam pembuluh darah