Anda di halaman 1dari 11

BED SITE TEACHING

Tumor Testis
Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Program Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Bedah
Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta







Disusun Oleh:
Sitta Grewo Liandar
20100310017

Diajukan Kepada:
dr. Sunarto, Sp. B












BAGIAN ILMU BEDAH
RSUD SETJONEGORO WONOSOBO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014
2

LEMBAR PENGESAHAN
BED SITE TEACHING
Tumor Testis

Telah dipresentasikan pada tanggal :
2014


Disusun oleh :
Sitta Grewo Liandar
20100310017


Disetujui oleh :
Dokter Pembimbing


dr. Sunarto, Sp. B


3

DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................................................... 1
Lembar Pengesahan ............................................................................................................ 2
Daftar Isi ............................................................................................................................. 3
A. Identitas .......................................................................................................................... 4
B. Anamnesis ...................................................................................................................... 4
1. Keluhan Utama ......................................................................................................... 4
2. Riwayat Penyakit Sekarang ...................................................................................... 4
3. Riwayat Penyakit Dahulu ......................................................................................... 4
4. Riwayat Penyakit Keluarga ...................................................................................... 5
5. Riwayat Personal Sosial ........................................................................................... 5
6. Anamnesis Sistem .................................................................................................... 5
7. Resume Anamnesis .................................................................................................. 5
C. Pemeriksaan Fisik
1. Status Generalisata ................................................................................................... 6
2. Status Lokalis ........................................................................................................... 8
3. Pemeriksaan Penunjang ........................................................................................... 9
Diferensial Diagnosis .......................................................................................................... 9
Diagnosis............................................................................................................................. 9
Penatalaksanaan dan Terapi ................................................................................................ 9






4

BED SITE TEACHING
TUMOR TESTIS
A. Identitas
Nama : Ngalimi
Jenis Kelamin : Laki- laki
Umur : 43tahun
Alamat : Kertek 1, Wonosobo
Agama : Islam
Pekerjaan : Tukang Ojek
Nomor RM : 611734
B. Anamnesis
Dilakukan autoamnesis dan alloanamnesis serta pemeriksaan fisik pada tanggal 13
Oktober 2014 di ruang Bougnville.
1. Keluhan Utama
Pembesaran testis sebelah kiri.
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Seorang pasien datang ke poliklinik bedah RSUD Setjonegoro dengan keluhan
pembesaran testis kiri disertai rasa panas dan nyeri pada testis yang mengalami pembesaran.
Keluhan dirasakan sudah sejak 2 bulan yang lalu. Pasien pernah mengalami hal serupa dan
sekarang mengalami kekambuhan. Pasien pernah memeriksakan diri ke poli bedah
sebelumnya dan mendapat terapi antibiotik dan analgetik tetapi pasien merasa tidak ada
perbaikan. Akhirnya pasien datang lagi ke poli klinik bedah dengan keluhan testis kiri yang
tetap membesar, tetapi nyeri dirasakan berkurang daripada sebelumnya dan akhirnya pasien
direncanakan untuk menjalani operasi. Pasien tidak pernah mengeluh ada masalah dengan
miksi juga urin normal dan secret ejakulasi normal.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Keluhan serupa : pasien pernah mengeluhkan hal serupa yaitu pembesaran testis kiri
dengan rasa panas dan nyerisekitar 1,5 tahun yang lalu dan berobat ke puskesmas dan
mendapat terapi antibiotik dan analgetik, keluhan dirasakan berkurang dan testis kiri
pasien kembali normal.
Alergi : Disangkal
5

4. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat penyakit serupa : Disangkal
Penyakit keganasan : Disangkal
Alergi : Disangkal
Diabetes mellitus : Disangkal
Hipertensi : Disangkal
5. Riwayat Sosial dan Pribadi :
Pasien adalah seorang tukang ojek dan tinggal bersama istrinya, 3 anaknya. Hubungan
dengan anggota keluarga baik. Pasien bekerja mulai jam 7 pagi sampai dengan jam 7 malam
setiap harinya. Pasien mengaku tidak pernah melakukan hubungan seksual selain dengan
istrinya.
6. Anamnesis Sistem
Serebrospinal : Tidak pusing, tidak ada kelemahan anggota gerak
Respirasi : Tidak batuk, tidak pilek, tidak sesak nafas
Kardiovaskuler : Tidak nyeri dada, tidak berdebar-debar.
Digestivus : Bisa BAB, bisa flatus , tidak nyeri telan, tidak ada
mual/muntah, tidak ada nyeri pada regio abdomen.
Urogenital : BAK lancar, tidak terasa panas, tidak nyeri,tidak keluar nanah
ataupun darah, penis dalam batas normal, namun testis kiri
tampak membesar, kadang disertai nyeri dan terasa panas.
Muskuloskeletal : Tidak nyeri gerak aktif, tidak ada keterbatasan gerak
Integumentum : Tak tampak pucat, suhu raba hangat
Sistem Indra : Tidak ada keluhan, semua dalam batas normal.

7. Resume Anamnesis
Seorang pasien datang ke poliklinik bedah RSUD Setjonegoro dengan keluhan
pembesaran testis sebelah kiri yang tidak kunjung sembuh. Kadang disertai rasa nyeri dan
panas, namun sekrang nyeri berkurang. Tidak membaik dengan pemberian antibiotik dan
analgetik. Pasien pernah mengalami hal serupa 1,5 tahun yang lalu, namun membaik setalah
pergi ke puskesmas.

6

C. Pemeriksaan Fisik
8. Status Generalisata
Keadaan Umum : Compos mentis.
Tanda-tanda Vital
TD : 120/ 80 mmHg
HR : 80 kali/menit, tegangan kuat, isi cukup, ritmis
RR : 36 kali/menit
T : 36,8 C
Status Generalis
Kulit :
Warna coklat sawo matang, tidak ikterik, tidak pucat, tidak hipo/hiperpigmentasi dan turgor
kulit normal.
Kepala :
Rambut : pendek, lurus, hitam, distribusi merata, tidak
mudah dicabut
Wajah : Simetris, tidak tampak deformitas, dan tidak terdapat lesi.
Mata : Visus normal,conjunctiva anemis pada kedua mata,tidak tampak
sclera yang ikterik, pupil isokor, terdapat reflek cahaya pada kedua mata.
Hidung : Simetris, tidak tampak deformitas tulang hidung, tidak terdapat sekret
hidung, tidak tampak perdarahan.
Telinga : Tidak tampak deformitas, tidak terdapatsekret, tidak ada darah
Mulut : Warna bibir pucat, tampak kering, tidak tampak stomatitis, uvula dan
tonsila tidak membesar dan tidak hiperemis.
Leher :
Simetris, tidak tampak massa abnormal, tidak tampak tanda peradangan, tidak ada
nyeri tekan, tidak tampak pembesaran tiroid, JVP normal/ tidak meningkat, tidak tampak
deviasi trakea, gerakan bebas.

Thorax dan Pulmo :
Inspeksi :
Simetris, tidak tampak deformitas, tidak tampak ketertinggalan gerak, tidak tampak
adanya retraksi, dan ictus cordis tidak terlihat.

7

Palpasi :
Fokal fremitus simetris antara paru kanan dan kiri, tidak ada nyeri tekan.
Perkusi :
Seluruh lapang paru sonor, batas atas hepar SIC VI midclavicula kanan.
Auskultasi :
SDV positif di kedua laang paru, tidak ada suara tambahan di semua lapang paru.
J antung :
Inspeksi : Ictus Cordis tidak terlihat
Palpasi : Letak Ictus Cordis pada SIC VI di sebelahmedia linea Axilaris
anterior sinistra.
Perkusi : Batas Jantung
Kanan atas : SIC II Linea Para Sternalis dextra
Kanan bawah : SIC V Linea Para Sternalis dextra
Kiri atas : SIC III Linea Mid Clavicula sinistra
Kiri bawah : SIC VI Linea Axilaris anterior sinistra
Auskultasi :S1>S2, irama regular,bunyi jantung murni, tidak terdapat
bunyi tambahan.
Ekstrimitas :
Superior :
Bentuk normal, tidaktampak adanya deformitas, tidak terdapat nyeri gerak aktif dan
pasif. Akral hangat dan tidak udem. Kekuatan motorik 5/5 dan sensorik 5/5.
Inferior :
Bentuk normal , tidak terlihat adanya deformitas, tidak terdapat nyeri gerak aktif
dan pasif. Akral hangat dan tidak udem. Kekuatan motorik 5/5 dan sensorik 5/5.
Abdomen :
Inspeksi :
Dinding perut sejajar, rata dengan dada, tidak tampak distensi, dan tidak ada jejas.
Auskultasi :
Terdengar bising usus normal.
Perkusi
Timpani pada seluruh regio abdomen.
Palpasi
Hepar dan lien tidak teraba, tidak ada defans muskuler,tidak terdapat massa,dan
tidak terdapat nyeri tekan pada regio abdomen.
8

Status Lokalis
Sistema Urogenitalia
Penis
Inspeksi :
a. Penis normal, baik ukuran juga bentuknya, tidak nampak adanya tanda perdangan,
OUE tampak, tidak mengeluarkan discharge baik nanah ataupun darah.
Testis
b. Testis kanan tampak normal, sedangkan testis kiri tampak membesar, dengan
fistul yang mengelurkan discharge berupa pus.
c. Translumnasi pada testis kiri maupun kanan hasilnya negatif.
Limfonodi Inguinal
d. Tidak tampak pembesaran limfonodi inguinal dextra ataupun sinistra.
Palpasi
Testis :
Testis kanan teraba normal, tidak teraba adanya massa, dan tidak terdapat tanda
inflamasi.
Testis kiri teraba keras, teraba perlengketan pada bagian bawah testis kiri, teraba
massa pada testis kiri, tidak terdapat tanda radang, terdapat fistul, dan terdapat pus.
Rectal Toucher
Tonus : Tonus otot normal
Dinding : Teraba licin, tidak ada nyeri tekan, dan tidak teraba massa.
Prostat :Ukuran normal, sulcus medianus teraba, tidak ada nyeri tekan,
permukaan rata.
Ampula Recti : Tidak kolaps
Tidak ada feses, tidak ada darah pada handschoen.
Pemeriksaan Penunjang
Hemoglobin : 13.00 g/dl (11,7-15,5)
Leukosit : 11.9*3/ul ( 3,6-11,0 )
Eosinofil : 2.2 % ( 2-4 )
Basofil : 0,20 % ( 0-1 )
Netrofil : 69.10 % ( 50-70 )
Limfosit : 21.9 % ( 25-40 )
Monosit : 6.600% ( 2-8 )
Hematokrit : 44% ( 40-52 )
9

Eritrosit : 5.3^6/ul ( 3,80-5,20 )
Trombosit : 252 10^3 /uL ( 150-400 )
MCV : 82 fl ( 80-100 )
MCH : 29 pg ( 26-34 )
MCHC : 36 g/dl ( 32-36 )
Ureum : 17.9 mg/dL (<50)
Kreatinin : 0.89 mg/dL (0,40-0,90)
GDS : 99 ( 70-150 )
CT : 5.00
BT : 3.00
Golongan Darah : B


DI FERENSIAL DI AGNOSI S
Epididimitis
Orchitis
Hematokel
Hidrokel
Tumor Testis
Hidrokel
Hernia scrotalis

DI AGNOSI Spre- Operatif
Tumor Testis
Epididimitis Kronik
Diagnosis post- Operatif
Epididimitis et causa TBC




10

Penatalaksanaan dan Terapi
Terapi non- operatif
RL 20 tpm
Amoxcillin 3x 1gr
Ketorolac 2 x 1 amp
Amoxcillin 2x II
Asam Mefenamat 3x1
Antasida 3x1

Terapi Operatif
Terapi operatif yang diberikan adalah orchidectomi kiri, debridement, lalu vasectomi
kanan. Hasil yang didapatkan pada operasi adalah adanya perlekatan testis dengan scrotum,
terdapat pus, epididimis menebal, dan terdapat fibrosis.

Orchidectomi
Orchiectomy (juga biasa disebut Orchidectomy) adalah istilah medis dalam
prosedur pembedahan untuk mengangkat testis sebelah kiri atau kanan atau keduanya dengan
melakukan insisi (irisan) di bagian bawah abdomen sebelah kanan/kiri tergantung testis yang
diangkat. Besarnya insisi/irisan yang dihasilkan biasanya panjangnya sekitar 46cm.
Orchiectomy biasanya dilakukan untuk mencegah penyebaran kanker testis.
Vasectomi
Vasectomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas pria dengan jalan
melakukan okulasi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses
fertilasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.

Daftar Pustaka
Sjamsuhidayat, R dan Wim de Jong. 2010. Buku Ajar Ilmu Bedah edisi 3. ECG: Jakarta.
Sari, Dina, Kartika, dkk.2005. Chirurgica. Yogyakarta : Tosca Enterprise





11