Anda di halaman 1dari 1

A.

LATAR BELAKANG
Toksoplasmosis adalah salah satu jenis penyakit tropik yang disebabkan oleh protozoa
Toxoplasma gondii dan mulai mendapat perhatian dari kesehatan masyarakat veteriner
Indonesia. Parasit ini dapat hidup di jaringan tubuh hospes (pejamu) dan menyerang semua
hewan berdarah panas, burung dan manusia. Penyakit ini telah menyebar ke seluruh
kepulauan nusantara di Indonesia.
Penelitian toksoplasmosis di Indonesia pertama kali dilakukan oleh Hartono pada tahun
1972 dan baru dilaporkan tahun 1988 . Peneliti tersebut berhasil mengisolasi kista
Toxoplasma pada kambing dan domba yang dipotong di rumah potong hewan Surabaya dan
Malang.
T. gondii tersebar luas di alam baik pada manusia maupun hewan dan menjadi salah
satu penyebab penyakit infeksi paling sering bagi manusia. Angka prevalensi toksoplasmosis
hewan dan manusia di berbagai negara bervariasi, tidak membedakan jantan atau betina
maupun jenis kelamin pria atau wanita. Pada manusia prevalensi zat anti toksoplasma
(berdasarkan tes serologi) di beberapa negara sebagai berikut: USA 13-68%, Austria 7-62%,
El Savador 40-93%, Finlandia 7-35%, Inggris 8- 25%, Paris 33-87% dan Tahiti 45-77%
Sedangkan di Indonesia prevalensi zat anti terhadap T. gondii pada manusia berkisar
antara 2-51% yang terbagi untuk wilayah Jakarta 10-12,5%, Surabaya 8,9%, Yogyakarta
20%, Boyolali 2%, Kresek Jawa Barat 51%, Sumatra Utara 9%, Kalimantan Barat 3%,
Kalimantan Selatan 31%, Lembah Lindu Sulawesi Tengah 27,1%, dan Lembah Palu Sulawesi
Tengah 16%. Prevalensi pada domba di Karawang 84% di Indramayu 70% pada kambing di
Surakarta 100% di Kulon Progo 55%.

Dari data di atas, dapat dilihat bahwa infeksi toksoplasmosis mempunyai prevalensi yang
cukup tinggi, terutama pada masyarakat yang mempunyai kebiasaan makan daging mentah
atau kurang matang. Di Indonesia faktor-faktor tersebut disertai dengan keadaan sanitasi
lingkungan dan banyaknya sumber penularan terutama kucing dan famili Felidae. Banyak
masyarakat yang belum sadar dan belum paham akan keberadaan penyakit ini. Oleh karena
itu, di dalam makalah ini akan dibahas lebih jauh tentang penyakit ini.