Anda di halaman 1dari 10

4.

Analog To Digital Converter AD 574


4.1 ADC 174 / 574 / 674
AD574 adalah sebuah konverter A/D lengkap yang tidak memerlukan
komponen luar tambahan untuk memberikan fungsi konversi analog ke digital
dengan cara successive approximation. Tegangan referensi internal dibentuk
oleh sebuah zener diode pada 10,00 volt. Tegangan referensi ini dikeluarkan
dan dapat mencatu sampai 1,5 mA ke sebuah beban luar sebagai tambahan
keperluan akan resistor input referensi (0,5 mA) dan resistor bipolar (1 mA).
Semua beban eksternal yang diterapkan ke referensi AD574 harus konstan
selama konversi.
ADC ini adalah ADC 12 bit yang mengkombinasikan :
kecepatan tinggi
konsumsi daya rendah
clock internal
tegangan referensi internal
Waktu konversi maksimum adalah :
8 us untuk ADC 174
15 us untuk ADC 674
25 us untuk ADC 574
Input analog bersifat :
unipolar 0 - 10 volt dan 0 - 20 volt
bipolar -5 - +5 volt dan - 10 - + 10 volt
Aplikasi yang sesuai untuk ADC ini adalah :
Pemrosesan Sinyal Digital
Kontrol proses dengan akurasi yang tinggi
Teknik Akuisisi Data

33

Data akuisisi yang cepat


Sistem elektro mekanik

4.2. Konfigurasi pin

gambar 4.1 konfigurasi pin ADC 174 / 574 / 674

Tabel 4.1. Fungsi pin ADC574


PIN
1
2
3
4
5

Nama
VL
12/-8
-CS
A0
R/-C

6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16-27

CE
Vcc
REFOUT
AGND
REFIN
VEE
BIPOFF
10VIN
20VIN
DGND
D0-D11

Teknik Akuisisi Data

Fungsi
Catu daya logika, +5 volt
Input pemilihan mode data
Input chip select. Harus LOW untuk mengaktifkannya
Input pemilihan Read/Convert. Jika HIGH = read dan jika LOW =
conversion
Input Chip Enable. harus HIGH untuk mengaktifkannya
Catu daya +12 volt atau +15 volt
Output referensi 10 volt
Analog Ground
Input referensi
Catu daya 12 volt atau - 15 volt
Input Bipolar offset
Range input 10 volt
Range input 20 volt
Digital Ground
Three state data output
34

28

STS

Output status

4.3. Digital Interface


AD574 berisi rangkaian logika yang dapat langsung dihubungkan ke
sebagian

besar

sistem

mikroprosesor.

Sinyal

kontrol

CE,CS,R/C

mengendalikan operasi dari konverter. Keadaan R/C saat CE dan CS keduanya


dimasukkan untuk menentukan apakah data dibaca (R/C = 1) atau konversi
(R/C = 0) akan berlangsung. Input A0 dan 12/8 menentukan lebar konversi
dan format data. A0 biasanya dihubungkan ke LSB dari bus alamat. Jika
konversi dimulai dengan A0 rendah, siklus konversi 12 bit diinisialisasi. Jika
tinggi selama start konversi, akan berlangsung siklus konversi 8 bit. Selama
operasi pembacaan data, A0 menentukan bilamana buffer 3 state berisi 8 MSB
dari hasil konversi (A0 = 0) atau 4 LSB (A0 = 1) diaktifkan.

Pin 12/8

menentukan bagaimana data output diorganisasikan sebagai 2 buah 8 bit (12/8


dihubungkan ke digital common) atau sebuah 12 bit (12/8 dihubungkan ke 5
volt). Pin 12/8 tidak cocok dengan TTL dan harus dihubungkan langsung ke 5
volt atau ke digital common. A0 tidak boleh berubah keadaan selama operasi
pembacaan data. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan internal pada AD574.
Sinyal output STS menyatakan status dari konverter. STS akan HIGH pada
awal konversi dan kembali LOW setelah siklus berakhir.

Tabel 4.2. Tabel Kebenaran


CE
0
X
1
1
1
1
1

-CS
X
1
0
0
0
0
0

Teknik Akuisisi Data

R/-C
X
X
0
0
1
1
1

12/-8
X
X
X
X
1
0
0

A0
X
X
0
1
X
0
1

OPERASI
tidak ada
tidak ada
inisialisasi konversi 12 bit
inisialisasi konversi 8 bit
enable 12 bit paralel output
enable 8 MSB
enable 4 LSB

35

4.4. Format Data Output


Tabel 4.3. Format Data Output
HIGH BYTE (A0=0)
LOW BYTE (A0=1)

D7
MSB
D3

D6
D10
D2

D5
D9
D1

D4
D8
D0

D3
D7
0

D2
D6
0

D1
D5
0

D0
D4
0

4.5. Timing dan Kontrol


Timing diagram ini digunakan untuk mendisain rangkaian agar ADC dapat
berfungsi sebagaimana mestinya.

4.5.1. Timing start conversion

gambar 4.2 Timing diagram start conversion

Sinyal R/-C diberi LOW, kemudian disusul CS LOW. Untuk


menandai dimulainya konversi, maka CE diberi HIGH. Kemudian R/-C dan CS
HIGH baru CE LOW. Status STS akan tetap HIGH selama ADC melakukan
proses konversi. Timing ini merupakan timing diagram yang lengkap dan
membutuhkan sinyal kontrol 4 buah. Untuk menyederhanakan sinyal kontrol,
maka dibuat versi stand alone seperti gambar 4.3
Teknik Akuisisi Data

36

gambar 4.3. Timing diagram start conversion stand alone

Timing ini dibuat dengan memastikan sinyal CS LOW dan CE HIGH.


Sinyal R/-C diberi HIGH - LOW - HIGH. Status STS akan menjadi HIGH
selama proses konversi.

4.5.2. Timing read

gambar 4.4 Timing diagram pengambilan data

Sinyal R/-C diberi HIGH kemudian disusul CS LOW. Untuk


menandai dimulainya pengambilan data, maka CE diberi LOW - HIGH Data
kita ambil dan CE diberi LOW, CS HIGH dan R/-C LOW. Seperti halnya

Teknik Akuisisi Data

37

timing start conversion, maka timing read juga disederhanakan dengan


memastikan kondisi CE HIGH dan CS LOW.

gambar 4.5 Timing diagram pengambilan data stand alone

Sinyal R/-C diberi LOW - HIGH, data kita ambil dan R/-C diberi LOW lagi.

4.6. Power supply Bypassing


Power supply dari ADC harus difilter, ter-regulasi dan bebas dari frekuensi
tinggi yaitu dengan memberi kapasitor keramik 100N dan kapasitor ELCO 4.7
uF yang dipasang paralel.

gambar 4.6. Bypassing ke power supply


Teknik Akuisisi Data

38

4.7. Konfigurasi Input

Tabel 4.4. konfigurasi input


0 - 10 V
10.0000
9.9963
5.0012
4.9988
4.9963
0.0012
0.0000

Analog Input Voltage


0 - 20 V
- 5 - +5 V
20.0000
5.0000
19.9927
4.0063
10.0024
0.0012
9.9976
-0.0012
9.9927
-0.0037
0.0024
-4.9988
0.0000
-5.0000

MSB
- 10 - + 10V
10.0000
9.9927
0.0024
-0.0024
-0.0073
-9.9976
-10.0000

1111
1111
1000
0111
0111
0000
0000

Untuk 0 - 10 V atau +- 5 V

1 LSB = 2.44 mV

Untuk 0 - 20 V atau +- 10 V

1 LSB = 4.88 mV

LSB
1111
1111
0000
1111
1111
0000
0000

1111
1110
0000
1111
1110
0000
0000

Kalibrasi software :

Range 0 10 V
o

Range 0 20 V
o

Data biner yang terbaca dikalikan 0.00244 (2.44 mV)

Data biner yang terbaca dikalikan 0.00488 (4.88 mV)

Range -5 +5 V
o

Data biner yang terbaca dikalikan 0.00244 (2.44 mV)


kemudian dikurangi dengan 5

Range -10 +10 V


o

Data biner yang terbaca dikalikan 0.00488 (4.88 mV)


kemudian dikurangi dengan 10

Teknik Akuisisi Data

39

4.8. Operasi Input Unipolar

gambar 4.7. AD574 untuk input unipolar

Karena semua resistor internal dari ADC ini telah di setting untuk
kalibrasi, maka tidak diperlukan lagi pengaturan untuk beberapa aplikasi. Jika
pengaturan tidak diperlukan maka BIPOFF dapat langsung digrounded. 2
resistor dan potensiometer untuk BIPOFF dapat dibuang. Resistor 50 ohm 1%
harus ditempatkan antara REFOUT dan REFIN.
Untuk range input 0 sampai 10 volt, input analog dihubungkan antara
AGND dan 10VIN dan untuk range input 0 sampai 20 volt, input analog
dihubungkan antara AGND dan 20 VIN. Jika pengaturan fullsale tidak
diperlukan, R2 diganti dengan resistor 50 ohm. Jika input 10.24 volt dipilih,
potensiometer 200 ohm sebaiknya dipasang seri dengan 10 VIN dan jika input
20.48 volt dipilih, potensiometer 500 ohm sebaiknya dipasang seri dengan 20

Teknik Akuisisi Data

40

VIN. Impedansi input nominal untuk 10VIN adalah 5 Kohm dan 10 Kohm
untuk 20VIN

4.8.1. Offset dan Adjustment skala penuh


Dalam aplikasi dimana offset dan range full scale harus di adjust,
gunakan gambar 4.7. Offset harus di adjust terlebih dulu. Berikan input LSB
dan adjust R1 sampai output digital berkedip antara 0000 0000 0000 dan 0000
0000 0001. Untuk adjust full scale, berikan input full scale 2/3 LSB dan
adjust R2 sampai output digital berubah antara 1111 1111 1110 dan 1111
1111 1111 1111.

4.9. Operasi Input Bipolar

gambar 4.8. AD574 untuk input bipolar

Teknik Akuisisi Data

41

Pada mode ini salah satu atau kedua potensiometer dapat diganti dengan
resistor 50 ohm 1 %
4.9.1. Offset dan Adjustment skala penuh
Berikan input LSB di atas negative full scale. R1 diatur sampai
output digital berkedip antara 0000 0000 0000 dan 0000 0000 0001. kemudian
berikan input 3/2 LSB di bawah positive full scale. Kemudian atur R2 sampai
output digital berkedip antara 1111 1111 1110 dan 1111 1111 1111.

Teknik Akuisisi Data

42