Anda di halaman 1dari 44

BAB 2

LINGKUP PEKERJAAN
2.1.

Batas Pekerjaan
Pekerjaan tim pemutakhiran data dan neraca mineral ini dilakukan

berdasarkan hasil kegiatan penyelidikan komoditi-komoditi mineral logam dan


bukan logam yang dilakukan oleh Pusat Sumber Daya Geologi, dinas-dinas di
pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten yang terkait dengan kegiatan
pertambangan, badan usaha milik negara dan swasta pertambangan. Untuk
kemudian data dan informasi tersebut diolah data tekstual dan data spasial-nya
yang dikelola oleh Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan
perangkat lunak Mapinfo, ArcView dan ArcGIS.

2.2. Ruang Lingkup Pekerjaan


2.2.1. Inventarisasi Data
Dalam kegiatan inventarisasi atau pengumpulan data dan informasi
mengenai sumber daya mineral mineral, personil tim pemutakhiran data dan
neraca mineral melakukan kajian dan studi pustaka dan literatur yang berasal
dari laporan-laporan penyelidikan yang dilakukan oleh Pusat Sumber Daya
Geologi, dinas-dinas di pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten yang
terkait dengan kegiatan pertambangan, badan usaha milik negara dan swasta
pertambangan dalam bentuk laporan hardcopy maupun softcopy dari situs-situs
website.
Disamping itu personil tim juga melakukan pencarian atau pengambilan
data dan informasi ke daerah-daerah yang pada kegiatan ini telah dilaksanakan
ke

dinas-dinas

provinsi

dan

kabupaten

yang

terkait

dengan kegiatan

pertambangan. Hasil pencarian data ke daerah dapat membantu dalam


melakukan pemutakhiran data, karena data yang didapat tersebut akan
memberikan informasi yang lebih akurat baik lokasi, sumber daya serta
cadangan dan sebagainya.
Selain melakukan inventarisasi data dan informasi mineral untuk tahun
2013, personil tim juga melakukan kajian kembali basis data mineral yang telah
dibuat sejak tahun 2000 hingga tahun 2012, rekapitulasi basis data mineral ini
dilakukan agar seluruh database tersebut dapat terkumpul dan terintegrasi dalam
satu sistem informasi geografis.
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
7

2.2.2. Pengisian Formulir


Pengisian formulir isian basis data sumber daya mineral ini dilakukan
untuk memindahkan data dan informasi pada laporan-laporan penyelidikan yang
telah diinventarisasi pada formulir standar, sehingga data dan informasi yang
akan diolah mempunyai struktur data yang seragam. Berikut adalah keterangan
dari formulir isian basis data mineral logam dan bukan logam
2.2.2.1. Keterangan Formulir Basis Data Mineral Logam
A. Data Umum
1. No Record : No Laporan apabila tercantum.
2. Judul Laporan : Judul dari laporan penyelidikan, inventarisasi atau
eksplorasi.
3. Instansi Pelapor : Instansi, Dinas atau perusahaan terkait yang
melakukan kegiatan penyelidikan, inventarisasi dan eksplorasi.
4. Penyelidik : terdiri dari satu orang atau lebih, sebagai satu tim yang
melaksanakan pekerjaan inventarisasi, anggota tim ini dapat melibatkan
instansi pemerintah maupun pihak swasta.
5. Penulis Laporan : satu orang atau lebih yang membuat laporan hasil
kegiatan penyelidikan, inventarisasi atau ekslorasi. Nama ditulis lengkap
dengan gelar pendidikan.
6. Tahun Laporan : Tahun disusunnya laporan kegiatan tersebut.
7. Sumber Data : Jenis data dari sumber yang didapat, dengan pilihan jenis
data : data cetakan (hardcopy), data digital (softcopy) atau keduanya.
B. Lokasi
1. Provinsi : Wilayah administrasi provinsi daerah penelitian.
2. Kabupaten : Wilayah administrasi kabupaten daerah penelitian.
3. Kecamatan : Wilayah administrasi kecamatan daerah penelitian.
4. Lokasi khas : lokasi rinci/khas daerah penelitian
C. Koordinat Wilayah : Koordinat geografis lokasi laporan/penyelidikan
dilakukan, berupa bujur dan lintang yang kemudian dikonversi menjadi
bentuk desimal degree (keterangan lintang utara (+) dan lintang selatan (-))
menggunakan proyeksi WGS 84. WGS (The World Geodetic System)
merupakan standar yang digunakan dalam pemetaan, geodesi dan navigasi.
WGS 84 merupakan versi terbaru untuk sistem geodesi dunia, sebelumnya
terdapat beberapa versi seperti WGS 72, WGS 66 dan WGS 60. WGS 84
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
8

adalah referensi sistem koordinat yang digunakan oleh Global Positioning


System.
D. Informasi Lembar Peta dan Citra
Yaitu peta dasar yang digunakan dalam penyelidikan berupa peta geologi
pada lembar tertentu, peta topografi dan peta citra terbitan dari Pusat Survei
Geologi atau Badan Informasi Geospatial (BIG).
1. Topografi : peta representasi grafis dari bagian permukaan bumi yang
ditarik pada suatu skala tertentu, peta ini menggambarkan relief
permukaan bumi dalam bentuk garis kontur. Fungsi dari peta ini adalah
untuk memberikan informasi tentang keberadaan suatu lokasi dan
menampilkan variasi daerah, ketinggian kontur dan tingkat tutupan
vegetasii.
2. Geologi : peta yang memberikan data dan informasi geologi suatu daerah
dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta. Peta ini
menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat batuan, umur,
stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral
dan energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol
dan corak atau gabungan ketiganya.
3. Citra : keterangan lembar peta citra/landsat yang digunakan, berisi
informasi nomor lembar peta dan skala (apabila digunakan).
E. Jenis dan Tahapan Eksplorasi
1. Metode Penyelidikan : Metode penyelidikan yang digunakan dalam
kegiatan penelitian, yang dibagi menjadi metode geologi, metode
geokimia, metode geofisika dan pemboran (bor bangka)
2. Tahap Penyelidikan : Tahapan penyelidikan yang dilakukan, yang terdiri
dari tahapan survei tinjau, prospeksi, eksplorasi umum dan eksploras rinci
3. Pemilik (KP/DU/KK) : Nama pemilik Kuasa Pertambangan (KP), Kontrak
Karya (KP) dan DU yang membiayai dan memiliki penyelidikan.
4. Pelaksana (kontraktor) : Nama pihak-pihak atau kontraktor yang
melakukan kegiatan penyelidikan
F.

Penyelidik Terdahulu : terdiri dari informasi nama penyelidik, tahun


penyelidikan, judul laporan dan hasil penyelidikan dari para penyelidik
terdahulu yang pernah melakukan penyelidikan di daerah tersebut, baik dari
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
9

pemerintah, instansi, perusahaan swasta, maupun dengan orang asing. Data


ini diperlukan sebagai kerangka acuan penyelidikan.
G. Informasi Geologi dan Mineralisasi Regional : Berisi keterangan singkat dari
isi laporan mengenai informasi geologi yang mencakup stratigrafi, struktur
geologi dan informasi tentang sumber daya. Selain itu berisi keterangan
mengenai keadaaan mineral pada daerah penyelidikan.
H. Informasi Conto : berisi keterangan mengenai informasi metode laboratorium
dalam menganalisa conto (SS, PC, Rock, BLEG dan Soil) yang didapat pada
daerah penelitian dengan pilihan menggunakan metode Kimia, petrografi,
mineralogi butir, mineralogi bijih, major element, XRD, XRF atau PIMA.
I.

Informasi Komoditi :
1. Koordinat Titik Prospek : berisi keterangan koordinat titik lokasi/wilayah
ditemukannya komoditi mineral logam yang prospek, titik koordinat
dikonversi menjadi bentuk desimal degree (keterangan lintang utara (+)
dan selatan (-)) menggunakan proyeksi WGS 84.
2. Komoditi Utama : Nama komoditi mineral logam utama yang ditemukan,
bisa lebih dari satu.
3. Komoditi Sekunder : Nama komoditi sekunder atau bawaan mineral
logam yang ditemukan, bisa lebih dari satu.
4. Mineral Bijih : berisi keterangan mengenai mineral bijih pada komoditi
yang ditemukan.
5. Mineral Non Bijih : berisi keterangan mengenai mineral non bijih pada
komoditi yang ditemukan.
6. Data analisis : berisi keterangan apakah terdapat data analisisnya.

J.

Informasi Geologi Lokal dan Mineralisasi :


1. Informasi Morfologi : mendeskripsikan data dan informasi morfologi yang
terdiri : Nama DAS, fisiografi regional, jenis topografi dan keterangan
2. Informasi Struktur Geologi : mendeskirpsikan data dan informasi struktur
geologi yang terdiri dari : nama busur, jenis tektonik dan struktur lokal
3. Informasi Batuan : mendeskripsikan data dan informasi batuan yang
ditemukan, terdiri dari batuan induk dan batuan asosiasi. Setiap batuan
dideskripsikan nama batuannya, umur dan nama formasinya.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
10

4. Informasi Mineralisasi : mendeskripsikan data dan informasi mineralisasi,


terdiri dari : metode alterasi, pengayaan, deskripsi kontrol mineralisasi,
umur mineralisasi dan keterangan.
5. Informasi Tubuh Bijih : mendeskripsikan informasi tubuh biji, yang terdiri
dari nama bijih, jenis tipe, karakter, bentuk, panjang (dalam satuan
meter), tebal (dalam satuan meter), lebar (dalam satuan meter), jurus
(NE), kemiringan (derajat), dan keterangan nilai analisis unsur.
K. Informasi Parit Uji, Sumur Uji dan Pengeboran
1. Parit Uji : mendeskripsikan data dan informasi parit yang memanjang
yang digali secara manual atau menggunakan alat berat untuk
mengetahui lapisan-lapisan batuan dan pengambilan conto batuan. data
yang dideskripsikan terdiri dari informasi bujur, lintang, arah, panjang
(meter), kedalaman (meter) dan jumlah conto.
2. Sumur Uji : mendeskripsikan data dan informasi hasil penggalian dangkal
guna menentukan keberadaan penyebaran atau kualitas batuan, data
yang dideskripsikan adalah informasi bujur, lintang, pola, spacing (m),
kedalaman (meter), data lapisan dan jumlah conto.
3. Pengeboran : mendeskripsikan data dan informasi hasil pemboran
(drilling) yang menentukan ukuran kandungan dan gangguan-gangguan
geologi bahan-bahan galian, data dan informasi yang dideskripsikan
adalah : bujur, lintang, elevasi (meter), inklinasi (derajat), metoda, pola,
spacing (meter), kedalaman (meter), data lapisan dan jumlah conto.
4. Data Lapisan Bor : mendeskripsikan data dan informasi mengenai lapisan
bor yang terdiri dari informasi zona, litologi, informasi lapisan bor atas,
informasi lapisan bor bawah dan keterangan nilai analisis conto.
5. Data Lapisan Sumur Uji : mendeskripsikan data dan informasi mengenai
lapisan sumur uji yang terdiri dari informasi zona, litologi, atas, bawah dan
nilai analisis conto.
L.

Informasi Sumber daya dan Cadangan : berisi keterangan mengenai nilai


sumber daya dan cadangan dari komoditi prospek yang ditemukan. Pada
Informasi sumber daya terdapat keterangan nilai hipotetik, tereka, tertunjuk
dan terukur, sedangkan pada informasi cadangan terdapat nilai terkira dan

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
11

terbukti. Pada tabel ini dijelaskan juga satuan yang digunakan, misalnya : ton
atau juta ton.
M. Informasi Pengisi : berisi informasi person yang melakukan pengisian
formulir basis data mineral logam
1. Status : keterangan status formulir, isi baru atau perbaikan (revisi)
2. Nama : nama personil yang melakukan pengisian formulir basis data
3. Tanggal : tanggal pengisian formulir basis data
Keterangan

diisi

apabila

terdapat

keterangan

yang

diperlu

diinformasikan.
2.2.2. Keterangan Formulir Basis Data Mineral Bukan Logam dan Batuan
A. DATA UMUM : Berisi data dan informasi umum pada lokasi penyelidikan,
data yang diisikan dari laporan penyelidikan.
I. LAPORAN
1. Judul Laporan : Judul dari laporan penyelidikan,inventarisasi atau
eksplorasi.
2. Jenis Laporan : Jenis laporan penyelidikan tersebut, terdapat pilihan :
DIP, KP, KK, Kerjasama, DIK-S atau lain-lain
3. Instansi Laporan : Instansi, Dinas atau perusahaan terkait yang
melakukan kegiatan penyelidikan, inventarisasi dan eksplorasi
4. Penulis Laporan : satu orang atau lebih yang membuat laporan hasil
kegiatan penyelidikan, inventarisasi atau ekslorasi. Nama ditulis
lengkap dengan gelar pendidikan.
5. Tahun Laporan : Tahun disusunnya laporan kegiatan tersebut.
6. Sumber Data : Jenis data dari sumber yang didapat, dengan pilihan
jenis data : data cetakan (hardcopy), data digital (softcopy) atau
keduanya.
7. No. Pustaka : No Pustaka laporan apabila tercantum.
8. Keterangan : Keterangan sumber diperoleh laporan tersebut.
II. GEOLOGI REGIONAL
1. Fisiografi : berisi keterangan yang mengandung faktor-faktor yang
menentukan sebaran geografi tanah, yaitu iklim, timbulan, bahan
penyusun/bahan induk tanah, hidrologi atau ketinggian tempat.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
12

2. Geomorfologi : berisi keterangan mengenai informasi bentuk lahan,


proses pembentukan dan materi pembentuknya, baik diatas dan
dibawah

permukaan

laut

terkait

dengan

genesisnya,

sejarah

geologisnya dan perkembangan ke depannya.


3. Struktur Regional
III. SARI GEOLOGI : ringkasan singkat mengenai data dan informasi geologi
pada daerah penyelidikan.
IV. PETA :
1. Peta Topografi : keterangan lembar peta topografi yang digunakan,
berisi informasi nomor lembar peta dan skala peta.
2. Peta Geologi : keterangan lembar peta geologi yang digunakan, berisi
informasi nomor peta dan skala peta.
3. Citra : keterangan lembar peta citra/landsat yang digunakan, berisi
informasi nomor lembar peta dan skala (apabila digunakan)
V. LAIN LAIN :
1.

Pengisi Formulir : nama personil yang melakukan pengisian formulir


basis data

2.

Tanggal Pengisian : tanggal pengisian formulir basis data mineral


bukan logam

3.

Jumlah Daerah/Wilayah : jumlah daerah/wilayah prospek penyelidikan

4.

Jumlah Titik Komoditi : jumlah titik komoditi prospek yang ditemukan

B. DATA DAERAH/WILAYAH :
I. LOKASI ADMINISTRASI
1. Nomor Daerah : nomor daerah/wilayah lokasi prospek mineral bukan
logam
2. Nama Daerah : nama daerah/wilayah lokasi prospek mineral bukan
logam
3. Provinsi : Wilayah administrasi propinsi lokasi prospek mineral bukan
logam
4. Kabupaten : Wilayah administrasi kabupaten lokasi prospek mineral
bukan logam
5. Kecamatan : wilayah administrasi kecamatan lokasi prospek mineral
bukan logam.
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
13

II. KEGIATAN EKSPLORASI :


1. Penyelidik : terdiri dari satu orang atau lebih, sebagai tim yang
melakukan penyelidikan dan membuat laporan hasil kegiatan. Nama
ditulis lengkap dengan gelar pendidikan.
2. Tahap Eksplorasi : tahapan eksplorasi kegiatan yang dilakukan, terdiri
dari tahapan tinjau, eksplorasi, eksplorasi umum dan eksplorasi rinci
3. Metode Eksplorasi : metode eksplorasi yang digunakan dalam
kegiatan penelitian, yang terbagi menjadi metode geologi, metode
geokimia, metode pemboran dan metode sumur uji.
4. Waktu Penyelidikan : waktu pelaksanaan penyelidikan.
5. Lama Penyelidikan : lama waktu pelaksanaan penyelidikan.
6. Penyelidik terdahulu : berisi informasi nama penyelidik, tahun
penyelidikan, judul laporan dan hasil penyelidikan dari para penyelidik
terdahulu yang pernah melakukan penyelidikan didaerah tersebut,
baik dari pemerintah, instansi, perusahaan swasta, maupun dengan
orang asing. Data ini diperlukan sebagai kerangka acuan penyelidikan
III. KOORDINAT WILAYAH : Koordinat geografis lokasi laporan/penyelidikan
dilakukan, berupa bujur dan lintang yang kemudian dikonversi menjadi
bentuk desimal degree (keterangan lintang utara (+) dan selatan (-))
menggunakan proyeksi WGS 84. WGS (The World Geodetic System)
merupakan standar yang digunakan dalam pemetaan, geodesi dan
navigasi. WGS 84 merupakan versi terbaru untuk sistem geodesi dunia,
sebelumnya terdapat beberapa versi seperti WGS 72, WGS 66 dan
WGS 60. WGS 84 adalah referensi sistem koordinat yang digunakan
oleh Global Positioning System
C. DATA KOMODITI : Berisi keterangan prospek komoditi bukan logam yang
ditemukan, keterangan ini ditulis berulang sesuai dengan jumlah komoditi
bukan logam yang ditemukan.
I. KOMODITI :
1. Nomor Komoditi : nomor label prospek komoditi mineral bukan logam
2. Nama Komoditi : nama prospek komoditi mineral bukan logam
3. Nama Lokasi : nama lokasi daerah penyelidikan komoditi mineral
bukan logam
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
14

4. Koordinat

berisi

keterangan

koordinat

titik

lokasi/wilayah

ditemukannya komoditi mineral bukan logam yang prospek, titik


koordinat dikonversi menjadi bentuk desimal degree (keterangan
lintang utara (+) dan selatan (-)) menggunakan proyeksi WGS 84.
5. Provinsi : Wilayah administrasi propinsi lokasi titik prospek mineral
bukan logam
6. Kabupaten/Kotamadya : wilayah administrasi kabupaten/kotamadya
lokasi titiik prospek mineral bukan logam
7. Kecamatan : wilayah administrasi kecamatan lokasi titik prospek
mineral bukan logam
II. ENDAPAN :
1. Proses

Pembentukan

:berisi

keterangan

pembentukan

lokasi

penelitian, dengan pilihan proses : volkanik, residual, guano,


magmatik,

akum

mekanik,

sublimasi,

diagenesa,

pelarutan,

pelapukan, sedimetasi, metamorfik, hidrotermal, derivitrikasi, letakan,


vulkanogenikm penggantian, rekristalisasi, pengayaan dan lainnya.
2. Bentuk Endapan : berisi keterangan bentuk endapan, dengan pilihan
: berlapis, kerucut, lensa, tabular, tak beraturan, disseminated dan
lainnya.
3. Jurus kemiringan : sudut yang dibuat oleh bidang perlapisan terhadap
bidang horizontal.
4. Dimensi Endapan : berisi keterangan panjang, lebar dan tebal dari
dimensi dengan satuan meter.
5. Luas Endapan : berisi keterangan luas endapan, dalam satuan
hektar.
6. Status lahan : berisi keterangan status lahan lokasi penelitian.
II. SUMBER DAYA
1. Status Endapan : status endapan yang ditemukan, terdapat pilihan :
deposit dan occurrence.
2. Kelas Sumber daya : keterangan kelas sumber daya, yang terbagi
menjadi : hipotetik, tereka, tertunjuk dan terukur.
3. Sumber Daya : nilai sumber daya komoditi
4. Satuan : satuan dari nilai sumber daya, pada formulir ini digunakan
satuan ton atau kg.
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
15

5. Kelas cadangan : keterangan kelas cadangan, yang terbagi menjadi :


terkira dan terbukti.
6. Cadangan : nilai cadangan komoditi
7. Satuan : satuan dari nilai cadangan
8. Metode estimasi sumber daya/cadangan : keterangan metode
estimasi yang digunakan untuk menghasilkan nilai sumber daya dan
cadangan, dengan pilihan : limas terpancung, penampang, poligon,
kriging dan lainnya
III. GEOLOGI LOKAL
1. Struktur lokal : keterangan struktur lokal geologi pada lokasi penelitian
2. Stratigrafi Lokal : keterangan stratigrafi lokal pada lokasi penelitian
3. Alterasi : keterangan alterasi pada lokasi penelitian
4. Batuan Induk : Nama batuan induk yang terdapat pada lokasi
penelitian
5. Batuan Pembawa : nama batuan pembawa mineral yang terdapat
pada lokasi penelitian
6. Umur Batuan : umur batuan pada lokasi penelitian
IV. ANALISIS
1. Jenis Conto : keterangan jenis conto yang dianalisis, dengan pilihan :
singkapan, inti bor sumur uji dan sedimen sungai.
2. Jumlah Conto : jumlah conto yang didapat dari hasil penyelidikan
3. Jenis Analisa : keterangan jenis analisa laboratorium yang digunakan
untuk menganalisis jenis conto, terdiri dengan pilihan : petografi,
kimia, XRD, mineralogi butir, ayak, bakar, fisik, metil biru, bleaching,
CEC, poles dan lainnya.
4. Kualitas : Keterangan kualitas jenis conto berdasarkan hasil analisis
laboratorium.
5. Kegunaan : kegunaan dari jenis conto/komoditi.

2.2.3. Pengolahan Data Tekstual dan Data Spasial


Pada tahap pengolahan data tekstual, dilakukan inventarisasi seluruh
data yang meliputi besaran sumber daya dan cadangan seluruh komoditi mineral
logam dan bukan logam, menurut jenis komoditi, jumlah, sebaran dan kualitas.
Klasifikasi sumber daya dan cadangan mineral menggunakan SNI 13-4726Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
16

1998/Amand 1 : 1999. Perhitungan perubahan besarnya sumber daya dan


cadangan dilakukan pada setiap jenis komoditi dan pada kurun waktu tertentu.
Pekerjaan pengolahan data spasial mencakup analisa peta dasar, peta
geologi, peta topografi dan sumber daya mineral untuk tiap lokasi, terutama
dalam penentuan titik koordinat yang data tekstualnya telah diinventarisasi. Data
spasial adalah data yang memiliki referensi ruang kebumian atau geografi, format
data spasial dapat berupa vektor (poligon, line atau points) maupun raster. Maka
hasil analisis peta-peta dan titik komoditi yang memiliki nilai sumber daya
cadangan tersebut memiliki koordinat yang akan diseragamkan menjadi bentuk
desimal degree (keterangan lintang utara (+) dan lintang selatan (-))
menggunakan proyeksi WGS 84.

2.2.4. Integrasi Data Tekstual dan Data Spatial


Setelah melakukan pengolahan data tekstual dan data spatial, hasil dari
pengolahan tersebut kemudian diintegrasikan dalam suatu sistem informasi
geografis dengan menggunakan software Mapinfo, Arcview dan ArcGIS.

2.2.5. Verifikasi Data


Setelah pengisian formulir dan integrasi data dilakukan, tahapan
pekerjaan selanjutnya adalah verifikasi data, yaitu melakukan verifikasi dan
kontrol terhadap data yang telah masuk ke dalam sistem database untuk
menjamin kebenarannya.

2.2.6. Penghitungan Neraca Sumber Daya Mineral


Setelah

melakukan

verifikasi

data,

langkah

selanjutnya

adalah

penghitungan neraca, nilai angka neraca didapat dari nilai sumber daya dan
cadangan serta data produksi atau eksplorasi yang didapat dari perusahaan atau
instansi terkait yang menanganinya dalam kurun waktu tertentu. Neraca sumber
daya mineral adalah alat evaluasi sumber daya mineral dan batubara, yang
menyajikan cadangan awal, perubahan atau pemanfaatan.
Klasifikasi sumber daya mineral berdasarkan tingkat penyelidikannya,
terbagi menjadi 4 (empat) kategori, yaitu hipotetik, tereka, tertunjuk dan terukur.
Sedangkan klasifikasi cadangan mineral terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu
terkira dan terbukti (SNI 130-5014-1998).

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
17

2.2.6.1. Sumber daya mineral hipotetik (Hypothetical Mineral Resource)


Adalah sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh
berdasarkan perkiraan pada tahap Survai Tinjau.
2.2.6.2. Sumber daya mineral tereka (Inferred Mineral Resource)
Adalah sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh
berdasarkan hasil tahap Prospeksi
2.2.6.3. Sumber daya mineral tertunjuk (Indicated Mineral Resource)
Adalah sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh
berdasarkan hasil tahap Eksplorasi Umum
2.2.6.4. Sumber daya mineral terukur (Measured Mineral Resources)
Adalah sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh
berdasarkan hasil tahap Eksplorasi Rinci.
2.2.6.5. Cadangan mineral terkira (Probable Reserve)
Adalah sumber daya mineral terunjuk dan sebagian sumber daya mineral
terukur yang tingkat keyakinan geologinya masih lebih rendah, yang
berdasarkan studi kelayakan tambang semua faktor yang terkait telah
terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomi.
2.2.6.6. Cadangan mineral terbukti (Proved Reserve)
Adalah sumber daya mineral terukur yang berdasarkan studi kelayakan
tambang

semua

faktor

yang

terkait

telah

terpenuhi,

sehingga

penambangan dapat dilakukan secara ekonomik.


2.2.7. Pembuatan Sistem Informasi Geografis
Dalam melakukan pemutakhiran data dan neraca sumber daya mineral,
data yang dikelola adalah data yang mencangkup berbagai hal yang
berhubungan dengan keterdapatan, jenis, sumber daya, cadangan dan total
produksi sumber daya mineral. Dengan semakin banyaknya data yang dikelola
maka diperlukan suatu aplikasi yang dapat mengelola data dan neraca sumber
daya mineral ini, aplikasi yang tepat digunakan adalah Sistem Informasi
Geografis (SIG). SIG merupakan suatu sistem informasi georafis yang dapat
mengelola data yang memiliki data spasial atau dalam arti yang lebih sempit, SIG
adalah sistem informasi yang memiliki kemampuan untuk membangun,
menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi bereferensi geografi
(Riyanto, 2009)
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
18

Pembuatan SIG ini dilakukan untuk membuat peta database dan neraca
sumber daya mineral yang merupakan output atau hasil pekerjaan pemutakhiran
data dan neraca sumber daya mineral. Perangkat lunak yang digunakan untuk
membangun SIG ini adalah Map Info, ArcView dan ArcGIS, perangkat lunak
tersebut merupakan perangkat lunak berbasis windows yang dapat mengelola
data-data yang memiliki referensi ruang kebumian, sehingga dapat membuat,
mengedit dan menganalisa peta dan informasi geografis.

2.3. Pengertian Umum


Berikut adalah beberapa pengertian dan istilah yang digunakan dalam
penghitungan neraca sumber daya mineral :

Sumber Daya Mineral (Mineral Resource) adalah endapan mineral


yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata. Sumber daya mineral
dengan keyakinan geologi tertentu dapat berubah menjadi cadangan
setelah dilakukan pengkajian kelayakan tambang dan memenuhi kriteria
layak tambang.

Cadangan (Reserve) adalah endapan mineral yang telah diketahui


ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya dan yang secara
ekonomis, teknis, hukum, lingkungan dan sosial dapat ditambang pada
saat perhitungan dilakukan.

Keterdapatan Mineral (Mineral Occurrence), adalah suatu indikasi


pemineralan (mineralization) yang dinilai untuk dieksplorasi lebih jauh.
Istilah keterdapatan mineral tidak ada hubungannya dengan ukuran
volume/tonase atau kadar/kualitas, dengan demikian bukan bagian dari
suatu Sumber Daya Mineral.

Endapan Mineral (Mineral Deposit) adalah longgokan (akumulasi)


bahan tambang berupa mineral atau batuan yang terdapat di kerak bumi
yang terbentuk oleh proses geologi tertentu, dan dapat bernilai
ekonomi.Pada nilai sumber daya mineral terdapat klasifikasi berdasarkan
tingkat penyelidikan, klasifikasi ini didasarkan pada tingkat penyelikan
serta dikaitkan dengan tahapan eksplorasi yang telah dilakukan, sehingga
dapat diketahui nilai sumber daya yang layak dan tidak layak. Klasifikasi
sumber daya mineral dan cadangan mineral adalah suatu proses
pengumpulan, penyaringan dan pengolahan data serta informasi dari
suatu endapan mineral untuk memperoleh gambaran yang ringkas
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
19

mengenai endapan mineral yang berdasarkan kriteria keyakinan geologi


dan kelayakan tambang.

Tahap Eksplorasi (Exploration Stages) adalah urutan penyelidikan


geologi yang umumnya dilaksanakan melalui 4 tahap sebagai berikut:
Survai Tinjau, Prospeksi, Eksplorasi Umum dan Eksplorasi Rinci. Tujuan
penyelidikan geologi ini adalah untuk mengidentifikasi pemineralan
(mineralization), menentukan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan
kualitas dari pada suatu endapan mineral untuk kemudian dapat
dilakukan analisa/kajian kemungkinan dilakukannya investasi.

Survei Tinjau (Reconnaissance) adalah tahap eksplorasi untuk


mengidentifikasi daerah-daerah yang berpotensi bagi keterdapatan
mineral pada skala regional terutama berdasarkan hasil studi geologi
regional, diantaranya pemetaan geologi regional, pemotretan udara dan
metoda tidak langsung lainnya, dan inspeksi lapangan pendahuluan yang
penarikan kesimpulannya berdasarkan ekstrapolasi. Tujuannya adalah
untuk mengidentifikasi daerah-daerah anomali atau mineralisasi yang
prospektif untuk diselidiki lebih lanjut. Perkiraan kuantitas sebaiknya
hanya dilakukan apabila datanya cukup tersedia atau ada kemiripan
dengan endapan lain yang mempunyai kondisi geologi yang sama.

Prospeksi

(Prospecting)

adalah

tahap

eksplorasi

dengan

jalan

mempersempit daerah yang mengandung endapan mineral yang


potensial. Metoda yang digunakan adalah pemetaan geologi untuk
mengidentifikasi singkapan dan metoda yang tidak langsung seperti studi
geokimia

dan

geofisika.

Paritan

yang

terbatas,

pemboran

dan

pencontohan mungkin juga dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk


mengidentifikasi suatu endapan mineral yang akan menjadi target
eksplorasi

selanjutnya.

Estimasi

kuantitas

dihitung

berdasarkan

interpretasi data geologi, geokimia dan geofisika.

Eksplorasi Umum (General Exploration) adalah tahap eksplorasi yang


merupakan deliniasi awal dari suatu endapan yang teridentifikasi. Metoda
yang digunakan termasuk pemetaan geologi, pencontohan dengan jarak
yang lebar, membuat paritan dan pemboran untuk evaluasi pendahuluan
kuantitas dan kualitas dari suatu endapan. Interpolasi bisa dilakukan
secara terbatas

berdasarkan metoda penyelidikan

tak

langsung.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
20

Tujuannya adalah untuk menentukan gambaran geologi suatu endapan


mineral berdasarkan indikasi sebaran, perkiraan awal mengenai ukuran,
bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya. Tingkat ketelitian sebaiknya
dapat digunakan untuk menentukan apakah studi kelayakan tambang dan
eksplorasi rinci diperlukan.

Eksplorasi Rinci (Detailed Exploration) adalah tahap eksplorasi untuk


mendeliniasi secara rinci dalam 3-dimensi terhadap endapan mineral
yang telah diketahui dari pencontohan singkapan, paritan, lubang bor,
shafts dan terowongan. Jarak pencontohan sedemikian rapat sehingga
ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas serta ciri-ciri yang lain
dari endapan mineral tersebut dapat ditentukan dengan tingkat ketelitian
yang tinggi. Uji pengolahan dari pencontoan ruah (bulk sampling)
mungkin diperlukan.

Kelompok Mineral Logam dan Mineral Bukan Logam


Mineral logam terdiri dari 4 (empat) kelompok, yaitu kelompok logam
dasar, logam mulia, logam besi dan paduan besi serta logam ringan dan
logam langka, sedangkan Mineral bukan logam juga terdiri dari 4 (empat)
kelompok, yaitu kelompok bahan bangunan, mineral industri, bahan
keramik dan batu mulia. (SNI 13-50414-1998)

Logam dasar, Adalah kelompok komoditas mineral logam yang terdiri


dari air raksa, seng, tembaga, timah dan timbal.

Logam mulia, Adalah kelompok komoditas logam yang terdiri dari logam
emas, perak, dan platina.

Logam besi dan panduan besi, Adalah kelompok komoditas logam


yang terdiri dari logam besi, kobal, kromit, mangan, molibdenum, nikel,
titan, wolfram dan vanadium.

Logam ringan dan logam langka, Adalah kelompok komoditas logam


yang terdiri dari logam aluminium, bauksit, berilium, litium, magnesium,
kadmium, gallium, indium, tantalum-niobium, ytrium, zirconium, torium,
uranium dan logam tanah jarang.

Bahan Bangunan, Adalah segala bahan yang terdapat di alam, baik


yang berbentuk padat, cair dan gas dengan kandungan mineral dan unsur
kimia tertentu serta mempunyai nilai ekonomis bila dilakukan penggalian
sesuai dengan teknologi yang tersedia (SNI 13 6606 2001). Komoditi
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
21

yang termasuk pada kelompok bahan bangunan adalah andesit, basal,


batusabak, dasit, diabas, diorit, gabro peridotit, granit, granodiorit,
marmer, peridotit, sirtu dan tras. (PP No. 27/1980 dan SNI 19-6728.42002)

Mineral Industri, adalah mineral-mineral bukan logam yang langsung


digunakan secara utuh oleh berbagai industri tanpa terlebih dahulu
dilakukan ekstraksi terhadap unsur-unsur logamnya seperti dilakukan
terhadap mineral logam tersedia (SNI 13 6606 2001). Bahan ini dipakai
terutama sebagai bahan mentah dalam industri pupuk, kertas, plastik, cat,
peternakan, pertanian, kosmestik, farmasi dan kimia. Komoditi yang
termasuk pada kelompok mineral industri adalah barit, batuan kalium,
batuapung, batugamping, batukuarsa, belerang, bentonit, diatomea,
dolomit, fosfat, gipsum, kalsit, gipsum, kalsit, kuarsit, oker, pasir kuarsa,
serpentin, talk, travertin, ultrabasa, yodium, zeolit dan zirkon. (PP No.
27/1980 dan SNI 19-6728.4-2002)

Bahan Keramik, Adalah kelompok komoditi mineral bukan logam dan


batuan, anorganik yang berbentuk padat. Komoditi yang termasuk pada
bahan keramik adalah ball/bond clay, felspar, kaolin, lempung, magnesit,
obsidian, perlit, pirofilit, toseki dan trakhit. (PP No. 27/1980 dan SNI 196728.4-2002)

Batu Mulia dan Batu Hias, Adalah kelompok komoditi mineral bukan
logam, komoditi yang termasuk pada kelompok batu mulia adalah ametis,
batu hias, intan, jasper, kalsedon, oniks, opal, prehnit, topaz, koral, garnet
dan rijang. (UU no 4 tahun 2009). Bahan ini dipakai terutama dalam
industri perhiasan dan kerajinan

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
22

BAB 3
HASIL PEKERJAAN
3.1. Rekapitulasi Basis Data Mineral Tahun 2000 Tahun 2013
3.1.1. Rekapitulasi Basis Data Mineral Logam Tahun 2000 Tahun 2013
Kegiatan pemutakhiran basis data sumber daya mineral telah dilakukan
mulai dari tahun 2000 hingga sekarang, hal ini dilakukan untuk menginventarisasi
database mineral logam dalam satu Sistem Informasi Geografis (SIG). Laporan
yang telah masuk pada basis data sumber daya mineral Pusat Sumber Daya
Geologi sampai dengan tahun 2013 adalah sebanyak 461 laporan, sedangkan
jumlah titik keterdapatan komoditi sebanyak 1307 titik, berikut rincian jumlah
laporan dan titik keterdapatan komoditi mineral logam yang dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 3.1. Tabel Jumlah Laporan dan Titik Komoditi Database Sumber Daya
Mineral Logam Tahun 2000 2013
NO

TAHUN

JUMLAH LAPORAN

JUMLAH TITIK

Tahun 2000

54

270

Tahun 2001

41

400

Tahun 2002

51

101

Tahun 2003

52

91

Tahun 2004

52

98

Tahun 2005

52

96

Tahun 2006

50

96

Tahun 2007

26

35

Tahun 2008

25

39

10

Tahun 2009

15

23

11

Tahun 2010

15

27

12

Tahun 2011

12

16

13

Tahun 2012

12

20

14

Tahun 2013

12

15

JUMLAH

461

1307

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
23

3.1.2. Rekapitulasi Basis Data Mineral Bukan Logam Tahun 2000 Tahun
2013
Sedangkan rekapitulasi basis data mineral bukan logam dan batuan yang
telah dilakukan mulai tahun 2000 hingga sekarang, laporan penyelidikan mineral
bukan logam dan batuan yang telah masuk ke dalam basis data mineral Pusat
Sumber Daya Geologi adalah sebanyak 504 laporan dengan jumlah titik
keterdapatan komoditi sebanyak 5325 titik. Berikut rincian jumlah laporan dan
titik keterdapatan mineral bukan logam dan batuan dapat dilihat pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2. Tabel Jumlah Laporan dan Titik Komoditi Database Sumber Daya
Mineral Bukan Logam Tahun 2000 2012

Tahun 2000

JUMLAH
LAPORAN
107

JUMLAH
TITIK
764

Tahun 2001

50

251

Tahun 2002

50

496

Tahun 2003

50

341

Tahun 2004

50

418

Tahun 2005

50

413

Tahun 2006

53

363

Tahun 2007

25

954

Tahun 2008

25

863

10

Tahun 2009

15

93

11

Tahun 2010

15

114

12

Tahun 2011

125

13

Tahun 2012

130

14

Tahun 2013

199

513 laporan

5524 titik

NO

TAHUN

JUMLAH

3.2. Basis Data Mineral Tahun 2013


3.2.1. Basis Data Mineral Logam Tahun 2013
Basis Data mineral logam tahun 2013 didapat dari 12 (dua belas) laporan
yang merupakan laporan penyelidikan yang dilakukan oleh Pusat Sumber Daya
Geologi, rincian judul laporan dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
24

Tabel 3.3. Daftar Judul Laporan Basis Data Mineral Logam


NO

JUDUL LAPORAN

TAHUN

Inventarisasi Mineral Logam di Kabupaten Talaud,


Sulawesi Utara
Inventarisasi Mineral Logam di Kabupaten Mamuju Utara,
Sulawesi Barat
Inventarisasi Mineral Logam di Kabupaten Kotawaringin
Timur, Kalimantan Tengah
Prospeksi Mineral Logam di Kabupaten Hulu Sungai
Selatan, Kalimantan Selatan
Prospeksi Mineral Logam di Kabupaten Nunukan,
Kalimantan Timur
Eksplorasi Umum Mineral Logam di Daerah Perbatasan
Malaysia, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat

2012

Survei Geokimia Lanjutan di Provinsi Sumatera Barat

2012

Prospeksi Mineral Logam di Kabupaten Merangin, Jambi

2012

Prospeksi Mineral Logam di Kabupaten Donggala,


Sulawesi Tengah

2012

10

Prospeksi Mineral Logam di Kabupaten Aceh Barat, Aceh

2012

11

Eksplorasi Umum Mineral Logam di Kabupaten Ketapang,


Kalimantan Barat

2012

12

Survei Geokimia Lanjutan di Provinsi Jambi

2012

2
3
4
5
6

2012
2012
2012
2012
2012

Dari laporan-laporan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam formulir


basis data mineral logam, sehingga format basis data dari setiap laporan yang
berbeda menjadi seragam, formulir basis data mineral logam tersebut terlampir
pada lampiran C1. Dari seluruh laporan-laporan penyelidikan tersebut diperoleh
sebanyak 16 (enam belas) titik lokasi prospek mineral logam yang tersebar di 12
(dua belas) blok wilayah penyelidikan. Daftar blok wilayah penyelidikan mineral
logam terlampir pada lampiran C2 dan daftar titik prospek mineral logam
terlampir pada lampiran C3. Hardcopy peta basis data mineral logam terlampir
pada lampiran C4.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
25

3.2.2. Basis Data Mineral Bukan Logam dan Batuan Tahun 2013
Basis Data mineral logam tahun 2012 didapat dari 9 (sembilan) laporan
yang merupakan laporan penyelidikan yang dilakukan oleh Pusat Sumber Daya
Geologi, rincian judul laporan dapat dilihat pada tabel Tabel 3.4
Tabel 3.4. Daftar Judul Laporan Database Mineral Bukan Logam dan Batuan
NO
1
2
3
4
5

JUDUL LAPORAN
Eksplorasi umum mineral non logam di Kabupaten Musi
Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan
Eksplorasi umum mineral non logam di Kabupaten Barru,
Provinsi Sulawesi Selatan
Inventarisasi Mineral Di Kabupaten Kepulauan Talaud,
Provinsi Sulawesi Utara
Inventarisasi Mineral Non Logam Di Kabupaten Nagan
raya Dan Kabupaten Aceh Barat Daya, Prov. Nanggroe
Aceh Darussalam
Prospeksi Mineral Non Logam Di Kabupaten Ogan
Komering Ulu Selatan, Prov. Sumatera Selatan

TAHUN
2012
2012
2012
2012
2012

Kajian Agromineral Provinsi Jawa Timur

2012

Kajian Sumber Daya Geologi Penunjang Ekonomi Kreatif

2012

8
9

Laporan Prospeksi Mineral Non Logam di Kabupaten


Solok, Provinsi Sumatera Barat
Laporan Inventarisasi Mineral Non Logam di Kabupaten
Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan

2012
2012

Dari laporan-laporan telah dimasukkan ke dalam formulir basis data


mineral bukan logam dan batuan, sehingga format basis data dari setiap laporan
yang berbeda akan menjadi seragam. Formulir basis data mineral logam dan
batuan terlampir pada lampiran D1. Dari laporan-laporan penyelidikan tersebut
tersebut diperoleh sebanyak 199 (seratus sembilan puluh sembilan) titik lokasi
prospek mineral bukan logam dan batuan yang tersebar di 22 (dua puluh dua)
blok wilayah penyelidikan. Daftar blok wilayah penyelidikan mineral bukan logam
dan batuan terlampir pada lampiran D2 dan daftar titik prospek mineral bukan
logam dan batuan terlampir pada lampiran D3. Hardcopy peta basis data mineral
bukan logam dan batuan terlampir pada lampiran D4

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
26

3.3. Neraca Mineral Tahun 2013


3.3.1. Neraca Mineral Logam Tahun 2013
Dari seluruh data mineral logam yang telah diinventarisasi, untuk
memudahkan pembagian jenisnya, komoditi-komoditi mineral logam tersebut
dikelompokkan. Berdasarkan SNI 13-50414 tahun 1998 Mineral Logam terdiri
dari 4 kelompok, yaitu :

1. Kelompok Logam Dasar,


Terdiri dari komoditi tembaga, timbal, seng, timah, dan air raksa.

2. Kelompok Logam Besi dan Paduan Besi,


Terdiri dari komoditi besi, kobal, kromit, mangan, molibdenum, nikel,
dan titan

3. Kelompok Logam Mulia,


Terdiri dari komoditi emas, perak dan platina

4. Kelompok Logam Ringan dan Langka,


Terdiri dari komoditi bauksit, monasit dan xenotim
Pengusahaan bahan galian mineral logam mempunyai ciri yang sangat
berbeda dengan pengusahaan mineral bukan logam. Pengusahaannya dapat
dilaksanakan dengan memerlukan padat modal, teknologi canggih serta derajat
resiko yang relatif tinggi. Berkembangnya berbagai industri logam dan
meningkatnya pembangunan fisik di berbagai sektor menyebabkan kebutuhan
bahan galian logam terus meningkat baik sebagai bahan baku utama maupun
penunjang terutama pengembangan infrastruktur dan industri berbasis logam.
Ringkasan hasil inventarisasi data komoditi mineral logam tersebut
terlampir pada tabel 3.5. yang merupakan hasil rekapitulasi potensi sumber daya
dan cadangan mineral logam, dan pada tabel 3.6 merupakan hasil rekapitulasi
untuk potensi mineral logam strategis. Data produksi mineral logam di Indonesia
hingga tahun 2013 terlampir pada tabel 3.7. Setelah melakukan inventarisasi dan
rekapitulasi potensi sumber daya dan cadangan mineral logam, juga terdapat
data produksi mineral logam maka akan didapat nilai neraca sumber daya dan
cadangan mineral logam di Indonesia untuk tahun 2013, tabel neraca sumber
daya dan cadangan tersebut terlampir pada tabel 3.8

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
27

Tabel 3.5. Rekapitulasi Komoditi Mineral Logam Tahun 2013


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Komoditi
Air Raksa
Bauksit
Besi Laterit
Besi Primer
Besi Sedimen
Emas alluvial
Emas Primer
Kobal
Kromit Plaser
Kromit Primer
Mangan
Molibdenum
Monasit
Nikel
Pasir Besi
Perak
Platina
Seng
Tembaga
Timah
Timbal
Titan Laterit
Titan Plaser
Xenotim

HIPOTETIK
BIJIH
LOGAM
43.530.000
2.539.572
346.839.051
18.100
348.017.116
86.402.867

5.719.560
421.461
178.967.360
1.599
71
53

3.242.850

1.389.232

2.845.838

1.188.756

1.564.700.740
196.944.617
182.362.724
971.000
250.000
12.818.900
14.910.117
440.675.000
12.629.825
9.957.102
34.960.593
23.165.947

15.394
2.298.208
63.430.205
249
0,02
1.695.252
203.724
1.401.267
229.844
83.188
3.424.595
326

SUMBER DAYA ( ton )


TEREKA
TERTUNJUK
BIJIH
LOGAM
BIJIH
LOGAM
32.250.169
43
627.878.192 301.083.290 224.088.421 118.226.623
535.504.697 192.092.286 610.625.312 300.328.008
52.788.372
29.344.150
44.568.479
23.676.083
18.002.186
11.496.162
623.437
249.375
667.820.919
24 108.350.000
18
3.326.266.390
3.726 667.186.572
787
733.860.000
812.131 229.350.000
326.173
265.795
104.711
1.382.471
576.895
32.250.169
43
2.330.763
299.237
1.531.201
244.598
706.000.006
238.400
6.280
6.034
4.605.827
4.493
1.148.040.278
17.668.478 998.673.695
14.089.206
1.109.409.793
15.293.375 219.961.279
39.975.821
10.006.193.726
505.244 261.003.348
5.064
30.000.000
800
32.250.000
12.000
554.456.335
2.147.060
48.775.000
2.359.543
10.296.181.522
79.622.677 1.122.053.305
2.717.976
7.553.000
63.102
432.462
125.787
333.535.664
8.748.749
46.140.000
1.302.607
37.000.000
55.500 694.341.457
2.846.647
24.900.909
2.781.701
8.040.378
558.618

TERUKUR
BIJIH
LOGAM
4.713
33
398.341.594 201.218.749
731.058.436 191.675.382
268.268.464 169.783.625
18.100
1.599
330.869.634
28
3.612.056.929
2.650
518.432.000
491.857
891.813
371.716
4.713
33
8.782.961
4.572.180

CADANGAN (ton)
TERKIRA
TERBUKTI
BIJIH
LOGAM
BIJIH
LOGAM
354.615.794 140.865.601
228.005.621 97.299.749
307.408.435
73.190.064
116.737.585 28.215.547
65.579.511
39.825.354
18.002.186
11.496.162
623.437
249.375
1.219.030
0,40
15.530.156
12
92.741.069
944 3.138.653.745
2.583
343.328.435
309.717
147.007.585
161.976
3.794.029
2.735.516
284.000
99.400
4.145.029

2.735.516

284.000

99.400

1.221.820.407
605.038.235
3.506.539.007
52.500.000
8.591.101
6.084.678.201
760.179
8.913.076

18.096.580
306.716.826
324.420
231
1.097.567
23.403.983
486.248
659.942

1.005.082.203
143.308.193
633.288.233

18.852.047
20.880.229
2.332

163.026.355
30.502.419
2.625.647.929

2.715
2.773.691
4.532.424
11.334

1.119.091
15.357.000
2.473
1.119.091

140.100
107.084
725
85.909

4.725.000
3.118.575.377
801.243.474
4.725.000

655.703
27.663.233
409.766
387.280

3.412.730

427.306

500.000

27.350

980.000

90.956

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
28

Tabel 3.6. Tabel Mineral Logam Strategis Tahun 2013

HIPOTETIK
BIJIH
LOGAM

SUMBER DAYA ( ton )


TEREKA
TERTUNJUK
BIJIH
LOGAM
BIJIH
LOGAM

NO

KOMODITI

Emas Primer

86.892.867

57

Bauksit

43.530.000

5.719.560

607.737.602 266.487.188

Nikel

196.944.617

2.298.208

1.148.040.278 17.668.478

Tembaga

Besi

346.839.051 178.967.360

52.788.372 29.344.150

44.568.479 23.676.083

268.268.464 169.783.625

Pasir Besi

182.362.724 63.430.205

1.109.409.793 15.293.375

219.961.279 39.975.821

605.038.235 306.716.826

Mangan

8
9
10

Xenotim

23.165.947

11

Monasit

1.564.700.740

12

Perak

14.910.117

3.346.995.047

3.783

625.286.880

CADANGAN (ton)
TERKIRA
TERBUKTI
BIJIH
LOGAM
BIJIH
LOGAM

TERUKUR
BIJIH
LOGAM

730 3.610.942.174

194.335.537 83.035.304

2.645

85.941.069

188 3.139.053.745

2.586

354.615.794 140.865.601

228.005.621 97.299.749

998.673.695 14.089.206 1.221.820.407 18.096.580 1.005.082.203 18.852.047

163.026.355 2.773.691

203.724 10.296.181.522 79.622.677 1.122.053.305

419.101.463 174.093.992

2.717.976 6.092.878.201 23.608.983

13.109.000

53.132 3.112.655.377 27.515.233

65.579.511 39.825.354 143.308.193 20.880.229

30.502.419 4.532.424

2.845.838

1.188.756

2.330.763

299.237

1.531.201

244.598

8.782.961

4.572.180

4.145.029

2.735.516

284.000

99.400

Seng

12.818.900

1.695.252

554.456.335

2.147.060

48.775.000

2.359.543

8.591.101

1.097.567

1.119.091

140.100

4.725.000

655.703

Timah

440.675.000

1.401.267

7.553.000

63.102

319.436

24.063 3.043.505.162

770.854

2.473

725 1.276.924.474

272.122

971.000

326 15.394

6.280

6.034

4.605.827

249 10.019.372.383

504.776

228.834.656

4.493 -

4.672 3.505.665.252

324.409

627.488.233

2.297 2.625.647.929

2.715
11.387

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
29

Tabel 3.7. Tabel Produksi Mineral Logam Tahun 2013


TABEL PRODUKSI
MINERAL

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013*

2014

a. Logam Tembaga
(ribu ton)

818

797

655

999.2

878.3

543

447.5

450

640

b. Emas (ton)

85.4

117.7

64.4

104.1

104.5

76

66

59

87

c. Timah (ribu ton)

65.3

91.2

72

60.4

48.5

42

94.8

212

309

d. Bijih Nikel (juta


ton)

4.35

6.6

10.6

7.5

32

37.1

60

3.5

e. Bauksit (juta ton)

1.5

15.4

9.8

5.4

15.6

39

29.1

56

f. Bijih Besi (juta ton)

0.24

1.9

4.5

5.1

3.8

12

10.5

19

Sumber : Direktur Jenderal Mineral dan Batubara KESDM


Catatan

1. Data prognosa realisasi produksi 2013


2. Produksi bijih nikel sesuai input smelter yang berdiri tahun 2014 (PT. Cahaya
Modern, Kembar Emas Sultra, Indoferro, Macika Mada Madana, Bima
Cakra, Cinta Jaya dan Integra)

3. Produksi bijih bauksit sesuai input smelter CGA Antam


4. Produksi bijih dan pasir besi sesuai input smelter (PT. Krakatau Posco,
MJIS, Delta Prima Steel, SILO, Indo Modern Mining Sejahtera, Pasir Rantai
Mas, Sumber Surya Daya Prima)

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
30

Tabel 3.8. Tabel Neraca Mineral Logam Tahun 2013

No. Komoditi

Sumber Daya
awal Thn. 2013
(ton)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Air Raksa
Bauksit
Besi Laterit
Besi Primer
Besi Sedimen
Emas alluvial
Emas Primer
Kobal
Kromit Plaser
Kromit Primer
Mangan
Molibdenum
Monasit
Nikel

76
925.720.142
1.462.294.969
992.374.336

15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Pasir Besi
Perak
Platina
Seng
Tembaga
Timah
Timbal
Titan Laterit
Titan Plaser
Xenotim

1.527.240.446
830.125

23.702.186
141
7.101

1.401.417
5.782.929
1.642.925
13.450.263

211.500
10.527
2.862.165.664

13.031
738.442.672
89.559.123

2.076.403

10.625.062
741.298.559
71.314.610

Sumber Daya
Cadangan
Cadangan awal
Hasil
Hasil
Thn. 2013
Pemutakhiran
Pemutakhiran
(ton)
Thn. 2013 (ton)
tahun 2013
0
368.118.065
417.433.048
-279.909.970
-5.040.363
0
114
228.744
0
30.611.957
2.040.500
26.900
15.394
703.313.333

589.531.584
4.852
0
-731.143.249
16.389.237
0
316.080
0
0
326

293.516.571
347.746.020
68.011.511
12
2.736
228.370

4.078.029
2.715
1.127.194.951

173.810.612
13.466
11.688.182
27.183.065
410.491
473.189
2.770.000
1.480.000

Produksi
2012 - 2013
(ton)

Sumber Daya
awal Thn. 2014
(ton)

0
289.104.844
76.400.000
-2.432.000
18.625.623
0
791
243.323
4.078.029
0
351.000
0
0
40.913.607

76
1.293.838.207
1.879.728.017
712.464.366
18.661.823
141
7.215
1.630.161
5.782.929
32.254.882
15.490.763
238.400
25.921
3.565.478.997

0
201
0
-10.892.379
587.252
0
0
-2.770.000
0
0

2.116.772.030
834.977
13.031
7.299.423
105.948.360
2.076.403
10.941.142
741.298.559
71.314.610
326

Cadangan awal
Thn 2014 (ton)

582.621.415
424.146.020
65.579.511
18.625.623
12
3.527
471.693
4.078.029
0
4.429.029
2.715
1.168.108.558

173.810.612
13.667
795.803
27.770.317
410.491
473.189
0
1.480.000

Keterangan

Logam
Bijih
Bijih
Bijih
Bijih
Logam
Logam
Logam
Bijih
Bijih
Bijih
Logam
Logam
Bijih
Ni+Co in matte
Ferronikel
Konsentrat
Logam
Logam
Logam
Logam
Logam
Logam
Bijih
Bijih
Logam

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
31

Pada tahun ini terdapat beberapa kenaikan besaran sumber daya dan
cadangan beberapa jenis komoditas mineral logam yang cukup signifikan; hal ini
sebagai hasil kegiatan inventarisasi data, verifikasi data, temuan baru dari hasil
kegiatan eksplorasi perusahaan maupun Pusat Sumber Daya Geologi dan
perubahan status dari sumber daya menjadi cadangan. Beberapa komoditi yang
mengalami kenaikan sumber daya diantaranya logam emas, bijih tembaga,
bauksit, bijih nikel, mangan, konsentrat pasir besi, bijih seng dan timah, kenaikan
nilai sumber daya komoditi-komoditi tersebut dapat terlihat pada gambar 3.1
yang menunjukkan kenaikan statistik sumber daya dan cadangannya. Seluruh
tabel sumber daya dan cadangan pada tiap komoditi terlampir pada Lampiran E,
dan peta sumber daya dan cadangan mineral logam terlampir pada lampiran H.

Gambar 3.1. Statistik Kenaikan Sumber Daya dan Cadangan Logam Emas
Tahun 2010 s.d. Tahun 2013

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
32

Gambar 3.2. Statistik Sumber Daya dan Cadangan Bijih Tembaga Tahun
2010 s.d. Tahun 2013

Gambar 3.3. Statistik Sumber Daya dan Cadangan Bauksit Tahun 2010 s.d.
Tahun 2013

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
33

Gambar 3.4. Statistik Sumber Daya dan Cadangan Nikel Tahun 2010 s.d.
Tahun 2013

Gambar 3.5. Statistik Sumber Daya dan Cadangan Mangan Tahun 2010 s.d.
Tahun 2013

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
34

Gambar 3.6. Statistik Sumber Daya dan Cadangan Konsentrat Pasir Besi
Tahun 2010 s.d. Tahun 2013

Gambar 3.7. Statistik Sumber Daya dan Cadangan Bijih Seng Tahun 2010
s.d. Tahun 2013

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
35

Gambar 3.8. Statistik Sumber Daya dan Cadangan Bijih Timah Tahun 2010
s.d. Tahun 2013
3.3.2. Neraca Mineral Bukan Logam dan Batuan Tahun 2013
Mineral bukan logam atau bahan galian industri adalah bahan galian
diluar mineral logam, radioaktif, minyak, gas bumi dan batubara yang umumnya
mempunyai

kegunaan

langsung

untuk

berbagai

industri

tanpa

banyak

memerlukan proses pengolahan yang rumit. Dalam PP No. 27/1980 mengenai


penggolongan bahan galian maka mineral bukan logam ini termasuk bahan
galian golongan C.
Pengusahaan bahan galian industri mempunyai beberapa ciri yang
sangat berbeda dengan pengusahaan bahan galian lainnya, umumnya dapat
dilaksanakan dengan modal relatif kecil, teknologi sederhana serta derajat resiko
yang relatif rendah. Berkembangnya berbagai industri dan meningkatnya
pembangunan fisik diberbagai sektor menyebabkan kebutuhan bahan galian
industri terus meningkat baik sebagai bahan baku utama maupun penunjang
terutama pengembangan infrastruktur.
Secara garis besar bahan galian bukan logam dapat dikelompokkan
menurut penggunaannya yaitu sebagai berikut:
1. Kelompok Mineral Industri, yang terdiri dari barit, batuan kalium, batu
apung, batugamping, belerang, bentonit, diatomea, dolomit, fosfat, gipsum,
kalsit, kuarsit, oker, pasir kuarsa, pasir zirkon, serpertin, talk, travertin,
ultrabasa, yodium dan zeolit.
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
36

2. Kelompok Bahan Keramik, yang terdiri dari ball/bond clay, felspar, kaolin,
lempung, obsidion, perlit, pirofilit, toseki dan trakhit
3. Kelompok Bahan Bangunan, yang terdiri dari andesit, basal, batu asbak,
dasit, granit, granodiorit, marmer, peridotit, sirtu dan tras
4. Kelompok Batu Mulia, yang terdiri dari ametis, batu hias, intan, jasper,
kalsedon, oniks, opal dan rijang
Berdasarkan data Neraca Sumberdaya Mineral Tahun Anggaran 2011
terdapat 2.904 lokasi komoditi yang tersebar di seluruh Indonesia (kecuali
Provinsi DKI Jaya) dengan jumlah komoditi 54 jenis. Setelah dilakukan
pemutakhiran data berdasarkan data dari berbagai sumber, seperti :
1. Neraca Tahun 2011
2. Laporan pelaksanaan kegiatan Inventarisasi dan Evaluasi Bahan Galian
Mineral, Pusat Sumber Daya Geologi, Tahun Anggaran 2011
3. melakukan pemutakhiran database mineral bukan logam tahun 2011, seperti
yang terlampir pada Bab 3.2 pada laporan ini
Maka didapat 165 (seratus enam puluh lima) titik lokasi baru komoditi
mineral bukan logam di Indonesia, dengan jumlah komoditi 16 (enam belas)
jenis pada beberapa kabupaten, peta lokasi terbaru tersebut dapat dilihat pada
gambar 3.9. sehingga untuk tahun 2013 pemutakhiran neraca mineral bukan
logam didapat jumlah lokasi sebanyak 3192 titik komoditi yang tersebar di
seluruh Indonesia dengan jumlah komoditi 56 jenis, terdapat tiga komoditi baru
yaitu Batu Ormanen, Batuan Ultrabasa dan Batuhias. Tabel rekapitulasi sumber
daya komoditi mineral bukan logam tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 3.9.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
37

Gambar 3.9. Peta Lokasi Baru Mineral Bukan Logam dan Batuan Hasil
Pemutakhiran Tahun 2013

Data produksi mineral bukan logam dan batuan unggulan sampai dengan
tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 3.10, data produksi dari tahun 2002 sampai
tahun 2010 didapat dari Kajian Bahan Galian Industri (Tekmira) yang sumbernya
berasal dari BPS.Setelah melakukan inventarisasi dan rekapitulasi potensi
sumber daya dan cadangan mineral bukan logam, juga terdapat data produksi
mineral bukan logam untuk beberapa komoditi unggulan, maka akan didapat nilai
neraca sumber daya dan cadangan mineral bukan logam di Indonesia untuk
tahun 2013, tabel neraca sumber daya dan cadangan tersebut terlampir pada
tabel 3.11.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
38

Pada tahun ini, untuk komoditi mineral bukan logam juga terdapat
beberapa perubahan besaran sumber daya dan cadangan mineral bukan logam
yang cukup signifikan; hal ini sebagai hasil verifikasi data, temuan baru dari hasil
kegiatan eksplorasi dan perubahan status dari sumber daya menjadi cadangan.
Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan sumber daya diantaranya
batugamping, dolomit, marmer, lempung dan kaolin. Kenaikan nilai sumber daya
komoditi-komoditi tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.7 dan Gambar 3.8 yang
menunjukkan kenaikan statistik sumber daya dan cadangannya.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
39

Tabel 3.9. Rekapitulasi Komoditi Mineral Bukan Logam dan Batuan Tahun 2013
SUMBER DAYA
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

KOMODITI
Ametis
Andesit
Ball / Bond Clay
Barit
Basal
Batu Hias
Batu Kuarsa
Batu Ornamen
Batuan Kalium
Batuan Ultrabasa
Batuapung
Batugamping
Batugamping Dolomitan
Batuhias
Batusabak
Belerang
Bentonit
Dasit
Diatomea
Diorit
Dolomit
Feldspar
Felspar

HIPOTETIK

TEREKA

TERTUNJUK

57.848.652.500,00
239.620.000,00
377.000,00
595.750.000,00
108.250.500,00
390.000,00
2.500.000,00
216.250.000,00
524.307.000,00
535.838.047.000,00
12.500.000,00
2.580.000.000,00
1.945.708.000,00
1.697.000,00
448.686.500,00
769.247.500,00
9.297.000,00
8.773.845.000,00
2.171.021.000,00
0,00
5.600.006.000,00

8.668,00
19.502.192.000,00
54.401.000,00
300.000,00
4.888.001.560,00
61.000,00
148.750.000,00
96.811.000,00
94.544.305.000,00
254.400,00
108.263.520,00
2.026.125.000,00
52.000,00
520.000.000,00
163.800.000,00
19.000.000,00
3.602.331.000,00

3.163.535.000,00
3.400.000,00
37.078.000,00
87.500.000,00
306.250.000,00
283.000,00
6.679.260.750,00
462.000.000,00
58.249.000,00
0,00
31.004.700,00
0,00
4.837.106.000,00
0,00
402.914.000,00

TERUKUR
287.940.800,00
2.297.258.867,00
491.600,00
1.500.000,00

JUMLAH SUMBER DAYA


(TON)
8.668,00
80.802.320.300,00
297.421.000,00
37.755.000,00
5.571.251.560,00
108.311.500,00
390.000,00
2.500.000,00
455.000.000,00
216.250.000,00
621.401.000,00
639.358.871.617,00
474.500.000,00
2.580.000.000,00
1.945.708.000,00
2.443.000,00
615.199.020,00
2.795.372.500,00
40.353.700,00
9.293.845.000,00
7.171.927.000,00
19.000.000,00
9.606.751.000,00

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
40

SUMBER DAYA
NO

KOMODITI
HIPOTETIK

24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

Fosfat
Gipsum
Granit
Granodiorit
Intan
Jasper
Kalsedon
Kalsit
Kaolin
Kuarsit
Lempung
Magnesit
Marmer
Obsidian
Oker
Oniks
Opal
Pasir zirkon
Pasirkuarsa
Peridotit
Perlit
Pirofilit
Prehnit
Rijang
Serpentin

19.113.040,00
7.268.422,00
55.026.627.000,00
2.126.000.000,00
100.640,00
600,00
109.852,00
60.025.000,00
915.569.000,00
3.005.656.500,00
88.580.492.245,00
780,00
105.744.109.000,00
4.150.000,00
41.135.750,00
527.500,00
1.054.123,03
21.690.200.500,00
8.289.422.000,00
1.037.675.000,00
104.762.000,00
267.663.000,00
1.290.635.000,00

TEREKA

TERTUNJUK

58.100,00
4.023.522.000,00
1.621.500,00
30.175.500,00
51.530.000,00
22.665.000,00
8.224.385.000,00
1.811.887.000,00
62.720.000,00
167.634.000,00
60.000.000,00
193.004.000,00
-

4.131.400,00
9.890,00
592.708.000,00
650.000,00
97.149.200,00
217.115.000,00
890.000.700,00
555.420.000,00
45.000,00
138.600,00
619.788.000,00
8.000,00
4.200,00
-

TERUKUR
31.970,00
161.000,00
36.000,00
12.189.064,00
200.119.586,00
428.526.230,00
1,67
117.614.000,00
65.000,00
0,00

JUMLAH SUMBER DAYA


(TON)
23.334.510,00
7.439.312,00
59.642.857.000,00
2.126.000.000,00
100.640,00
650.600,00
1.767.352,00
90.200.500,00
1.076.437.264,00
3.245.436.500,00
97.894.997.531,00
780,00
108.539.942.230,00
66.870.000,00
41.180.750,00
527.500,00
1,67
1.192.723,03
22.595.236.500,00
8.349.422.000,00
1.230.687.000,00
104.827.000,00
4.200,00
267.663.000,00
1.290.635.000,00

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
41

SUMBER DAYA
NO

KOMODITI
HIPOTETIK

49
50
51
52
53
54
55
56
57

Sirtu
Talk
Toseki
Trakhit
Tras
Travertin
Ultrabasa
Yodium
Zeolit

523.703.700,00
185.000,00
221.651.000,00
4.124.316.000,00
4.023.395.000,00
5.655.342.000,00
85.002.000,00

TEREKA

TERTUNJUK

3.046.746.750,00
48.816.000,00
177.389.000,00
7.500,00
50.028.726.000,00
113.100.000,00

1.338.000,00
1.200,00
5.080.000,00
1.286.927.500,00
63.550.000,00
15.167.920.000,00
49.908.000,00

TERUKUR
32.714.004,00
16.312.000,00
12.790,00
27.000.000,00

JUMLAH SUMBER DAYA


(TON)
3.604.502.454,00
186.200,00
275.547.000,00
5.411.243.500,00
4.280.646.000,00
7.500,00
70.851.988.000,00
12.790,00
275.010.000,00

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
42

Tabel 3.10. Tabel Produksi Mineral Bukan Logam s.d. Tahun 2013

KOMODITI
1
2
3

Zeolit
Pasir kuarsa
Kaolin

Bentonit

Lempung

Felspar

Marmer

8
9

Batugamping
Granit

10

Dolomit

s/d 2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

TOTAL
PRODUKSI

2013

203.305
23.574.302
1.768.544

31.793
2.740.700
241.312

33.821
2.796.300
257.471

35.978
2.853.100
274.686

0
0
0

0
0
0

0
0
0

0
0
0

304.897
31.964.402
2.542.013

1.313.370

159.473

164.099

168.860

1.805.802

185.530.509

4.620.000

4.620.000

4.620.000

4.620.000

4.620.000

4.620.000

4.620.000

217.870.509

904.370

19.806

20.208

20.619

965.003

639.964

68.852

70.250

71.676

850.742

372.298.288
75.004.658

23.100.000
8.148.100

23.100.000
8.190.500

23.100.000
8.233.000

23.100.000
0

23.100.000
0

23.100.000
0

23.100.000
0

533.998.288
99.576.258

2.271.602

150.002

147.526

145.091

2.714.221

Sumber/Keterangan :
Produksi s/d 2001 = Buletin Statistik Komoditi Mineral Indonesia No 28
Produksi batugamping dan lempung berdasarkan asumsi produksi
semen
Puslitbang TEKMIRA (2006)

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
43

Tabel 3.11. Tabel Neraca Sumberdaya Mineral Bukan Logam Tahun 2013

RESOURCE
COMMODITY
1

HYPOTHETICAL

INFERRED

INDICATED

MEASURED

TOTAL
RESOURCES
(TON)

PRODUCTION
(TON)

No
1

Zeolite

85.002.000

113.100.000

49.908.000

27.000.000

275.010.000

304.897

Quartz Sand

17.158.950.500

167957000

619788000

117614000

18.064.309.500

31.964.402

Kaolin

907.509.000

51.530.000

97.149.200

12.189.064

1.068.377.264

2.542.013

Bentonite

448.686.500

108.263.520

58.249.000

615.199.020

1.805.802

Clay

88.580.491.350

8.224.385.000

810.800.700

200.119.586

93.415.216.286

208.630.509

Feldspar

4.827.808.000

3.621.331.000

402.914.000

1.500.000

8.853.553.000

965.003

Marble

105.744.109.000

1.811.887.000

555.420.000

428.526.230

108.539.942.230

850.742

Limestone

535.150.547.000

94.544.305.000

7.141.260.750

2.297.258.867

639.133.371.617

510.898.288

Granite

55.026.627.000

4.023.522.000

592.708.000

59.642.857.000

99.576.258

10

Dolomite

2.171.021.000

163.800.000

4.837.106.000

7.171.927.000

2.714.221

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
44

700.000.000.000

600.000.000.000

500.000.000.000
Pasir kuarsa
400.000.000.000

Lempung
Felspar
Marmer

300.000.000.000

Batugamping
Granit
200.000.000.000

100.000.000.000

0
2006

2007

2008

2009

2.010

2.011

2012

2013

Gambar 3.7. Statistik komoditi pasir kuarsa, lempung, felspar, marmer, batugamping, dan granit, tahun 2006 2013
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
45

8.000.000.000
7.000.000.000
6.000.000.000
5.000.000.000
Zeolit
4.000.000.000

Kaolin

Bentonit
3.000.000.000

Dolomit

2.000.000.000
1.000.000.000
0
2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

Gambar 3.8. Statistik komoditi zeolit, kaolin, bentonit, dan dolomite, tahun 2006 2013
Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
46

BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
1. Sampai dengan tahun 2012 jumlah laporan yang telah masuk ke dalam
basis data mineral logam adalah sebanyak 455 laporan dengan jumlah titik
keterdapatan komoditi mineral logam sebanyak 1.292 titik komoditi.
Sedangkan untuk mineral bukan logam, jumlah laporan yang telah masuk
adalah sebanyak 499 dengan jumlah titik keterdapatan komoditi mineral
bukan logam sebanyak 5.227 titik lokasi. Seluruh data tersebut telah masuk
dalam Bank Data Sumber Daya Mineral dengan format yang sama pada
Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat diakses oleh Pusat Sumber
Daya Geologi, sehingga dapat menjalankan tugasnya dalam memutakhirkan
data dan neraca mineral sumber daya mineral nasional.

2. Pada tahun 2012 untuk mineral logam, terdapat beberapa komoditi yang
mengalami perubahan sumber daya dan cadangan yang signifikan, yaitu
untuk komoditi besi laterit, bauksit, timbal, tembaga, mangan dan emas, hal
ini didapat dari hasil verifikasi dan temuan baru dari hasil kegiatan eksplorasi
juga dari perubahan status sumber daya dan cadangan.

3. Pada tahun 2012 terdapat komoditi baru yang masuk pada kelompok logam
ringan dan langka yaitu mineral xenotim dengan jumlah sumber daya bijih
sebesar 23.165.947,00 ton dan sumber daya mineral xenotim sebesar 326
ton, hal ini didapat dari temuan baru hasil kegiatan eksplorasi pada REE
(Rare Earth Element).

4. Sedangkan untuk mineral bukan logam, pada tahun 2012 juga terdapat
beberapa komoditi yang mengalami perubahan sumber daya dan cadangan
yang signifikan, yaitu untuk komoditi batugamping, lempung, dolomit dan
marmer

5. Masih banyak data potensi dan lokasi bahan galian logam dan bukan logam
yang belum terdata secara rinci (walaupun ada laporan/tulisan) karena
terbatasnya data yang ada sehingga sulit untuk menentukan kualitas dan
kuantitas serta keterdapatan.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
47

6. Banyak tambang-tambang rakyat ( PETI ) yang sulit untuk didata sehingga


kualitas dan kuantitasnya tidak dapat diketahui dengan pasti.

7. Masih banyak pihak yang menganggap bahwa kegiatan eksplorasi bahan


galian bukan logam tidak penting (bentuk geometri umumnya besar, mudah
ditambang, tambang rakyat), klasifikasi masih sumber daya sudah
ditambang, yang mengakibatkan data cadangan tidak ada yang sebetulnya
dibutuhkan dalam perencanaan. Menyebabkan banyak dampak negatif,
seperti : tidak optimalnya penambangan dan pengolahan serta kerusakan
lingkungan, negara dirugikan selain kerusakan lingkungan juga nilai bahan
itu sendiri, karena ada komoditi lainnya tidak terungkap.

4.2. Saran
1. Masih banyak potensi mineral bukan logam yang belum terungkap, terutama
di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI), sehingga Data Neraca mineral
bukan logam nasional Tahun 2012 masih kurang lengkap. Maka perlu
dilakukan inventarisasi dan eksplorasi serta evaluasi mineral bukan logam
pada setiap kabupaten pada daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang
dapat membantu pengembangan potensi di kawasan tersebut.
2. Perlu sosialisasi berupa bimbingan Teknis mengenai Standar Nasional
Indonesia dalam bidang eksplorasi, pembuatan laporan, pengawasan, syarat
pembuatan Ijin Usaha Pertambangan (IUP), serta pentingnya membuat
neraca sumber daya mineral di daerahnya kepada pemerintah daerah,
sebagai pemegang amanah untuk mengelola sumber daya mineral bukan
logam di daerahnya.
3. Perlu membangun Bank Data Sumber Daya Mineral nasional dengan format
yang sama pada Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat diakses oleh
Pusat Sumber Daya Geologi, sebagai instansi yang bertugas menyusun
Neraca Sumber Daya Mineral Nasional.

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
48

LITERATUR / SUMBER DATA


Dalam rangka pembuatan data Neraca Sumber Daya Mineral Logam dan
Non Logam diperlukan berbagai data seperti data sumber daya, cadangan, data
produksi, kadar serta data-data lain yang mendukung lokasi keterdapatan bahan
galian mineral logam dan non logam. Data-data tersebut diatas dikumpulkan atau
didapat dari berbagai sumber seperti instansi pemerintah, BUMN, swasta dan
juga situs-situs web dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang
pertambangan terutama yang beroperasi di wilayah Indonesia seperti berikut
dibawah ini :
1. Laporan-laporan dari Pusat Sumber Daya Geologi.
2. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Direktorat Pembinaan
Pengusahaan Mineral dan Batubara).
3. Dinas Pertambangan dan Energi di Propinsi.
4. Pusat Pengembangan Teknologi Mineral.
5. Buletin Statistik Komoditi Mineral
6. Biro Pusat Statistik
7. Buletin Bahan Galian Industri
8. Situs Situs Web Perusahaan Tambang Mineral Logam seperti :

- PT. Aneka Tambang, Tbk. (www.antam.com)


- PT. Indo Muro Kencana, PT. Tambang Tondano Nusajaya, PT.
Meares Soputan Mining (www.auroragold.com.au)

- Austindo Resources Corporation N.L.


(www.austindoresources.com.au)

- Diadem Resources Ltd. ( www.diademresources )


- PT. Freeport Indonesia (www.fcx.com)
- PT. Dairi Prima Mineral (www.herald.net.au)
- PT. Koba Tin (www.iluka.com)
- PT. International Nickel Indonesia Tbk. (www.inco.com)
- Ivanhoe Mines Ltd. (www.ivanhoemines.com)
- PT. Kelian Equitorial Mining (www.keliangold.com)
- PT. Newmont Nusa Tenggara dan PT. Newmont Minahasa Raya
(www.newmont-indonesiaoperations.com)

- PT. Timah Tbk. (www.pttimah.com)


Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
49

- Weda Bay Minerals Inc. (www.wedabay.com)


- Strait Resources Limited (www.straits.com.)
- Vista Gold Corporation (www.vistagold.com)
9. Organisasi dan Institusi Lainnya
- United States Geological Survey (www.usgs.gov)
- Info Mine (www.info-mine.com)
- Kedutaan Besar Amerika di Jakarta (www.usembassyjakarta.org)
- Mining Indo (www.miningindo.com)
- Pricewaterhouse Coopers (www.pwcglobal.com)
- Biro Pusat Statistik (www.bps.go.id)
- Warta Ekonomi (www.wartaekonomi.com)

Laporan Pemuktahiran Data dan Neraca Sumber Daya Mineral, T.A 2013
50