Anda di halaman 1dari 2

Sistem Pengelolaan Limbah Baterai

Limbah baterai merupakan bagian dari limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
yang harus diolah. Untuk itu diperlukan suatu sistem Pengelolaan limbah tersebut.
Adanya sistem Pengelolaan limbah B3 bertujuan untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat umum, melindungi lingkungan dan konservasi sumber daya alam. Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam sistem pengelolaan limbah diantaranya :
1. Lahan untuk tempat pembuangan akhir. Semakin kecil ukuran lahan semakin sulit
memperoleh daerah yang dapat dijadikan landfill bagi limbah.
2. Pengaruh lingkungan. Pengelolaan limbah memiliki tujuan untuk menjaga kestabilan
lingkungan, namun bila sistem pengelolaan limbah itu sendiri memiliki dampak pada
lingkungan maka perlu diperhatikan apakah sistem pengelolaan limbah tersebut dapat
diwujudkan atau tidak.
3. Pengaruh kesehatan. Bila suatu fasilitas sistem

pengelolaan limbah tersebut

menghasilkan polutan yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat disekitar


lingkungan sistem pengelolaan limbah, maka perlu dipertimbangkan apakah sistem
pengelolaan limbah tersebut dapat direalisasikan atau tidak.
4. Konservasi SDA. Suatu sistem pengelolaan limbah harus lah yang memenuhi tujuan
nya yaitu untuk konservasi sumber daya alam.
5. Teknologi, material dan SDM. Dalam sistem pengelolaan limbah tentu dibutuhkan
orang-orang yang ahli dalam pengelolaan limbah, serta teknologi dan material yang
menunjang demi terwujudnya sistem pengelolaan limbah.
6. Dana. Dibutuhkan dana yang cukup untuk mewujudkan sistem pengelolaan limbah.
Sistem pengelolaan limbah B3 khususnya limbah baterai dapat dijabarkan sebagai
berikut.
Gambar 3 Diagram proses pengelolaan limbah

g
fi
o
p
is
ld
a
n
h
m
e
r
t
c

Berdasarkan diagram, tahap yang pertama kali dilakukan generation yaitu mengumpulkan
seluruh limbah B3 dari tempat pembuangan sampah, tahap kedua discharge limbah B3
dipisah berdasarkan jenisnya dan untuk limbah baterai dipisah lagi berdasarkan
kandungan logamnya, untuk baterai dengan kandungan logam berbahaya dinetralisir.
Tahap ketiga collection, yaitu pengumpulan kembali masing-masing jenis baterai
berdasarkan kandungan logamnya untuk diolah kembali. Tahap ke empat transportation,
masing-masing jenis baterai berdasarka kandungannya disalurkan ke tempat pengolahan
selanjutnya. Tahap intermediate treatment, pada tahap ini baterai yang tidak memiliki
kandungan logam berbahaya di daur ulang, sementara untuk bataerai yang memiliki
kamdungan logam berbahaya dan sudah dinetralisir pada tahap final disposal dikubur
pada landfill.
Masaru Tanaka, strategy for hazardous waste management, 1989