Anda di halaman 1dari 2

Ketoasidosis

Ketoasidosis adalah suatu keadaan kegawadaruratan medis yang


berhubungan dengan kadar gula darah yang tinggi pada diabetes. Kebanyakan
ketoasidosis terjadi pada diabetes tipe 1 tetapi tidak menutup kemungkinan
untuk terjadi pada diabetes tipe 2.
Ketoasidosi diabetikum terjadi karena insufisiensi insulin. Tanpa insulin,
sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Sebagai
kompensasinya, tubuh menggunakan lemak untuk menjadi sumber energi.
Pemecahan lemak menghasilkan badan-badan keton yang akan menumpuk di
darah dan urin. Penumpukan badan-badan keton berbahaya dan sangat beracun
di tubuh.
Gejala

Pernapasan kusmaul
Bagian pipi memerah
Nyeri abdomen
Napas yang berbau aseton (manis)
Muntah
Dehidrasi
Penurunan kesadaran
Nyeri kepala
Nyeri otot

Pemeriksaan
Pemeriksaan keton di darah dan urin pada penderita diabetes tipe 1 dilakukan
ketika:

Gula darah > 240mg/dl


Sedang mengalami pneumonia, serangan jantung, atau stroke
Terdapat tanda-tanda mual dan muntah
Hamil

Penatalaksanaan
Tujuan utama dari penatalaksanaan ketoasidosis ini adalah memperbaiki kadar
gula darah yang sangat tinggi dengan insulin. Pemeberian insulin akan
mengurangi penggunaan lemak sebagai sumber energi , sehingga badan-badan
keton yang menumpuk di darah dan urin juga akan berkurang.

www.nlm.nih.gov
www.mayoclinic.org

Kesimpulan
Dalam skenario ini pasien mengalami penurunan kesadaran. Pasien mempunyai
riwayat diabetes mellitus dan hipertensi. Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dapat
menyebabkan ketoasidosis diabetikum yang mungkin menjadi penyebab dari penurunan
kesadaran pada skenario ini. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah
pemeriksaan darah dan urin untuk mengukur kadar benda-benda keton. Penatalaksanaan yang
dilakukan dalam skenario sudah tepat dan sesuai prosedur kegawatdaruratn.
Penurunan kesadaran merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan medis. Pasien
dengan penurunan kesadaran harus segera ditangani dengan cepat dan tepat sesuai dengan
penyebab penuruna kesadaran tersebut. Informed concent harus dilakukan dalam melakukan
tindakan medis, walaupun dalam beberapa hal kegawatdaruratan medis informed concent
juga dapat dilakukan setelah melakukan tindakan.
Saran
Peran serta mahasiswa sudah cukup aktif. Cukup banyak penelusuran literatur yang
valid dan terbaru sehingga informasi yang disampaikan pada pertemuan pertama sudah tepat.
Tutor sudah baik dalam menjaga situasi diskusi dan mengarahkan mahasiswa sehingga tujuan
pembelajaran yang ada dapat tercapai.