Anda di halaman 1dari 3

Tidak Ada Naungan Kecuali Naungan Allah- Hari Kiamat adalah hari dimana tidak ada bangunan, tidak

idak ada pohondan tidak ada gunung untuk bernaung, kecuali


naungan Allah tuhan seluruh alam. Rumah, gedung, mobil dan sawah ladang yang dibangga-banggakan ketika
dunia tidak ada gunanya. Pada hari itu Allah memberikan perlindungaNya kepada yang Allah kehendaki dari hambahambaNya dan diantara mereka yang mendapat naungan Allah ada 7 golongan sebagaimana yang disebutkan nabi
kita Muhammad Salallahu 'alihi wa sallam.
Hari kiamat hari yang sangat pedih penderitaannya, hari dimana matahari sangat dekat dengan manusia sehingga
jaraknya hanya beberapa mil, sesungguhnya matahari yang kita rasakan panasnya sekarang jaraknya bermil-mil
kilometer (+ Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (93.000.000 mil)) dan dilindungi oleh lapisan
ozon. Matahari pada hari kiamat sangat dekat sehingga berada tepat diatas kepala manusia dengan jarak beberapa
mil saja, maka kondisi manusia pada saat itu sesuai dengan amalnya di dunia, maka diantara mereka ada yang
tergenang air keringatnya sampai kedua mata kakinya, ada yang sampai kedua lutunya, ada yang sampai kedua
pahanya, dan ada yang sampai tenggelam dengan keringatnya. Maka pada hari itu tidak ada naungan apapun dari
panasnya matahari yang tepat berada diatas kepala manusia kecuali rahmat dan ampunan Allah.

Terdapat tujuh (7) golongan yang mendapat Naungan (perlindungan) Allah SWT di Hari Kiamat kelak. Dalam sebuah
hadis riwayat Abu Hurairah radliyallaahu anhu, Rasulullah bersabda:

) .

Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan
kecuali naungan-Nya[Q1]. (1) Pemimpin yang adil, (2) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah
kepada Allah (3) , Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai
kerana Allah , berkumpul dan berpisah kerana Allah juga, (5) Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita
yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya sambil berkata Aku takut kepada Allah, (6) Seseorang yang bersedekah
dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya,
serta (7) Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga meleleh air matanya[Q2] basah kerana
menangis. (Sahih Bukhari, Hadis no 620)
Pertama, .
Pemimpin yang adil. Imam yang adil adalah siapa yang adil atas kepemimpinannya dan mengatur mereka sesuai
dengan Al Qu'an dan Al hadits, dan Di antara ciri pemimpin yang adil adalah pemimpin yang mempunyai tekad yang
kuat untuk menegakkan kebenaran dan kebaikan dengan sebaik-baiknya tanpa terpengaruh dengan kepentingan
pribadi, keluarga ataupun golongannya. Pemimpin yang mempunyai sifat siddiq, amanah, tabligh dan fathonah.
Pemimpin seperti inilah yang Insya Allah dijamin mendapat perlindungan Allah Saw di hari Kiamat nanti.
kalau pemimpin yang adil akan mendapat naungan dari Allah SWT. sudah pasti sebaliknya, pemimpin yang dzalim
akan dilaknat oleh Allah SWT. bagi kita yang sedang menjadi pemimpin, sebaiknya kita harus banyak introspeksi diri
dan menilai apakah kita sudah adil terhadap orang yang kita pimpin. sedangkan bagi kita yang suatu saat akan
menjadi pemimpin, maka kita harus mempersiapkan sebaik mungkin bekal, termasuk dengan meneladani ahklaq dan
kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW maupun para sahabat. ingat juga bahwa sebenarnya kita adalah
pemimpin bagi diri kita sendiri.

kedua pemuda yang tekun beribadah,


Masa muda adalah masa di mana syahwat sedang memuncak sehingga tidak sedikit pemuda yang terjerumus dalam
kemaksiatan. Hanya pemuda yang mampu mengisi hari-harinya dengan ibadah sahajalah yang terselamat di hari
kiamat. Sebagaimana kisah Ashabul Kahfi (Para pemuda Kahfi) yang mengelakkan kezaliman penguasa untuk
menyelamatkan aqidah mereka.
termasuk juga para pelajar dan mahasiswa yang tekun belajar dan aktivitas lain, tapi ia tetap rajin menjalankan
shalat 5 waktu serta ibadah lainnya. Pemuda seperti ini, Insya Allah juga akan mendapatkan perlindungan di hari
Kiamat nanti.
Allah sangat suka terhadap orang yang menghargai waktunya, sebagaimana disampaikan dalam surat Al-Ashr.
kebanyakan kita berpikir untuk mengejar ketertinggalan ibadah kita pada saat usia sudah tua nanti, padahal tidak
ada yang dapat menjamin kita dapat hidup selama itu.

ketiga Seorang Yang Hatinya Terikat Dengan Masjid,


Masjid adalah rumah Allah. Masjid dan umat bisa diibaratkan ikan dan air yang tak bisa dipisahkan. Umat yang
menjauhi masjid bagaikan ikan yang menjauhi air, ikan akan segera mati. Maka siapapun yang berusaha mengairi
ikan berarti ia telah memberi kehidupan kepada ikan itu, dan siapapun yang menghidupkan masjid maka Allah akan
menghidupkan hatinya.
Seorang Yang Hatinya Terikat Dengan Masjid tidak akan terlepas setiap peluang untuk memakmurkan masjid
dengan ibadah dan amal-amal soleh secara istiqamah, terutama solat fardhu berjemaah. Hatinya selalu risau dan
resah apabila jauh dari masjid, dan berasa sedih bila tak boleh mendatanginya di waktu-waktu solat berjemaah dan
ketika majlis diadakan.
Ini adalah bentuk kecintaan seorang pemuda kepada masjid dan kerinduannya dengan masjid dan dia merasa
senang berada di masjid, maka ketika dia sholat dhuhur ia menanti-nanti datangnya sholat 'asar dan jika dia sholat
'asar ia menanti-nanti datangnya sholat magrib dan demikianlah dalam sholat lima waktunya, hatinya telah terikat
dengan masjid dan dalam ikatan dan perjanjian yang kuat, sungguh kamu akan mendapatkannya mendengarkan
ucapanmu akan tetapi telinganya dan pendengarannya selalu menanti-nanti panggilan sholat, maka ketika adzan
sholat dikumandangakan ia tinggalkan majelis, rapat, diskusi, pekumpulan, pekerjaan dan seluruh urusan dunia
untuk menyambut panggilan sholat dan melaksanakan sholat dimasjid, masjid rumah Allah, dan sorga janji Allah
untuknya, ketika dia tinggalkan majelis, rapat, diskusi, pekumpulan, pekerjaan dan seluruh urusan dunia untuk
menunaikan ibadah sholat sungguh dia menjadi seorang yang sangat santun yang membuat manusia sangat
mencintainya dan ketia dia sampai ke masjid ia merasa senang dan bahagia sebagai wujud rasa kecintaan dan
kerinduannya yang sangat terhadap masjid.
keempat Dua Orang Yang Saling Mencintai Kerana Allah , Berkumpul Dan Berpisah Kerana Allah
.
Tingkatan hubungan keimanan tertinggi adalah cinta kerana Allah dan benci kerana Allah. Bila dua orang saling
mencintai kerana masing-masing selalu menjaga kecintaannya pada Allah , bertemu dalam rangka
mengingat Allah dan berpisah dengan tetap dalam zikir pada Allah maka keduanya akan
selamat di hari kiamat.
Persahabatan yang dilandasi oleh kecintaan kepada Allah SWT akan lebih kuat dan kokoh dibandingkan
persahabatan yang dilandasi kepentingan duniawi semata. itulah mengapa ukhuwah islamiyah diikat oleh tali yang
kuat yaitu agama islam. Dua orang lelaki yang saling berteman dan mencintai karena Allah, saling bersilaturrahim,
saling membantu, dan bahkan berpisah juga karena Allah.
saling mencintai keduanya karena Allah, cinta karena Allah, keduanya seperti hati yang satu, keduanya saling
mengetahuai dan merasakan. apabila salah satu diantara keduanya merasakan sakit yang lainnya juga merasakan

sakit dan apabila salah satu diantara keduanya kekurangan harta, datang yang lainnya dengan penuh kesungguhan
memberikan sebagian hartanya seperti memeberikan dirinya sendiri dan sebaliknya, keduanya bukanlah saudara,
tidak ada hubungan keturunan dan darah, persaudaraan yang karena Allah dan yang cinta karena Allah, sungguh
indah. orang ini dijamin oleh Allah mendapatkan perlindungan di hari Kiamat nanti.
kelima Seorang Lelaki Yang Diajak Berzina Oleh Seorang Perempuan Kaya Dan Cantik Tetapi Ia Menolak Dan
Berkata, Aku Takut Pada Allah .
Seorang lelaki atau juga perempuan yang diajak oleh lawan jenisnya untuk berbuat zina, namun dia menolak untuk
melakukannya karena merasa takut dan selalu diawasi oleh Allah swt, lalu dia berkata sungguh aku takut kepada
Allah. Allah Maha Melihat di mana pun kita berada. Orang ini juga dijamin akan mendapatkan perlindungan di hari
Kiamat nantinya.
Hal ini tentunya akan mengingatkan kita pada kisah nabi Yusuf AS. seorang pemuda tampan yang cerdas dan
amanah. ketampanan Yusuf AS telah membuat istri majikannya yaitu siti zulaikha suka kepadanya dan mengajaknya
untuk bebuat zina disaat tidak ada siapapun yang mengawasi. meskipun istri majikannya tersebut cantik serta kaya
dan tidak ada orang yang dapat mengetahui perbuatan mereka, ternyata Yusuf AS menolak dan berkata "aku takut
kepada Allah SWT". Lebih baik hamba dipenjara daripada melakukan maksiat kepadamu. Suatu peristiwa yang
mungkin pada masa ini sangat jarang berlaku dan sukar ditemui. keteladanan yang diajarkan oleh Nabi Yusuf AS ini
akan sulit kita lakukan tanpa kita memiliki tiga haI yang kuat yaitu Iman, Islam, dan Ihsan.
Maasyiral Muslimin Rahimakumullah
keenam Seseorang Yang Bersedekah Dengan Sembunyi-Sembunyi Sehingga Tangan Kiri Tidak Tahu Apa
Yang Diberikan Oleh Tangan Kanan.
Amal yang disertai dengan sepenuh keikhlasan adalah salah satu syarat diterimanya amal kebajikan oleh Allah
. Keikhlasan adalah perkara yang sukar dan oleh kerana itulah hanya orang-orang yang ikhlas sahaja yang tidak
akan disesatkan oleh syaitan laknatullah.
Pemberian yang tidak mengharapkan pujian dan kepentingan-kepentingan lainnya. Pemberian seperti inilah yang
dimaksud dengan pemberian ikhlas. maka balasannya akan sangat agung dan berlipat-lipat dan dapat
menghapuskan dosa-dosa.
ketujuh Seorang yang menangis karena takut kepada Allah,
berdzikir (mengingat Allah) merupakah salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah SWT. kedudukan dzikir ini sangat
tinggi. kita diperintahkan untuk berdzikir sepanjang waktu. melalui akhlak Rasulullah kita telah mendapatkan banyak
praktik dzikir yang bisa kita terapkan. dzikir yang sering lakukan tentu saja ketika kita sholat (baik sholat fardhu
maupun sholat sunnah), melalui doa harian, dan tilawah Qur'an. selain itu kita juga dapat mengingat Allah dengan
cara muhasabah, mengamati alam sekitar, dan lainnya.
mengigat Allah tidak harus mengucapkan Sunhanallah, Allahu Akbar, Alhamdulillah dan Lailahaillallah di suatu
tempat yang sepi, akan tetapi dikatakan sebagian Ahli Ilmu: barangsiapa melihat bencana kemudian ia menagis
maka ia telah berdzikir kepada Allah kerena orang mukmin yang melihat orang yang terkena musibah kemudian ia
menagis sesungguhnya ia mengigat nikmat Allah yang diberikan kepadanya maka seaka-akan ia mengingat Allah
dengan lisannya.maka
Marilah kita sibukkan lisan kita dengan berdzikir kepda Allah karena kita memiliki kemampuan untuk
melaksanakannya dan
seseorang yang hatinya selalu ingat kepada Allah dan lalu dia mengagungkan, dan menyebut nama-Nya. Dia
bangun malam, shalat tahajud untuk ingat dan rindu kepada Allah. Karena perasaan senangnya, sehingga air
matanya berlinang karena merindukan Allah. Orang seperti ini juga mendapatkan jaminan naungan perlindungan
dari Allah.