Anda di halaman 1dari 4

Laporan Tahap ke-2 Tugas Prarancangan Pabrik Kimia

Preliminary Process Selection and Economic Review


Prarancangan Pabrik Diazonium Khlorid dari Amina Aromatis
dengan Kapasitas 3.000 ton/tahun
Pendahuluan
Industri di Indonesia sudah menunjukkan perkembangannya di dunia
industrti. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya industri kimia yang
mulai mengembangkan produksinya tidak sampai intermediate product saja,
melainkan sudah menuju ke arah fine product.
Pembangunan

pabrik

benzenediazonium

khlorid

dapat

mendukung

perkembangan industri kimia di Indonesia. Mengingat belum adanya pabrik


benzendiazonium khlorid di Indonesia, pembangunan pabrik ini merupakan suatu
peluang. Hal ini dikarenakan benzenediazonium khlorid merupakan salah satu
bahan yang banyak dipakai pada industri tekstil sebagai pewarna.
Benezenediazonium khlorid lebih sering disebut diazonium khlorid
merupakan senyawa berbentuk serbuk kristal berwarna putih yang memiliki
rumus molekul [C6H5N2]Cl. Diazonium khlorid memiliki nama lain phenylanilin
chloride. Struktur molekul diazonium khlorid ditunjukkan oleh Gambar 1 di
bawah ini:

Gambar 1. Struktur Molekul Diazonium Khlorid


Diazonium khloride memiliki peranan penting pada industri tekstil. Bahan
ini biasa digunakan sebaga zat pewarna tekstil (dye) sebagai pembangkit warna.
Oleh karena banyaknya industri tekstil di Indonesia, permintaan terhadap
diazonium khlorid pun juga terbilang cukup besar. Pemenuhan permintaan
diazonium yang tinggi ini masih dilakukan dengan mengimpor bahan ini dari
negara-negara lain. Permintaan diazonium khlorid terwakilkan dalam bentuk
impor terhadap diazonium salt yang menurut data BPS menunjukkan impor ratarata dari tahun 2011 hingga tahun 2015 sebesar hampir 3000 ton dengan nilai
impor rata-rata sebesar 8,4 juta US $. Oleh karena itulah, mendirikan pabrik
diazonium ini merupakan salah satu peluang yang dapat dikatakan besar pula.

Bagas Dika Anggoro (12/329861/TK/39094)


Satriya Baskara Putra (12/333579/TK/39927)

Laporan Tahap ke-2 Tugas Prarancangan Pabrik Kimia


Preliminary Process Selection and Economic Review
Prarancangan Pabrik Diazonium Khlorid dari Amina Aromatis
dengan Kapasitas 3.000 ton/tahun
Pendirian pabrik diazonium ini diharapkan dapat memenuhi permintaan dari
dalam negeri.
Dizonium bersifat reaktif. Karena kereaktifannya ini, diazonium memiliki
sifat eksplosif dalam keadaan kering. Beberapa garam diazonium bahkan tetap
bersifat eksplosif ketika tersuspensi di larutan (Forstinger & Metz, 2001).
I. Pemilihan Proses
Diazonium khlorid dapat diproduksi dengan proses bernama diazonisasi.
Proses diazonisasi terdiri atas beberapa cara, tergantung dari bahan yang
dibutuhkan serta kondisi prosesnya. Pada proses sintesis diazonium benzene
ini, digunakan anilin sebagai amina aromatisnya. Beberapa jenis proses yang
dapat digunakan untuk mensintesis senyawa diazonium khlorid berbahan
dasar anilin diantaranya:
1. Direct Method
Metode ini paling sering digunakan karena kemudahan proses serta
kemudahan mendapatkan bahan bakunya. Bahan baku yang digunakan
pada proses ini adalah anilin (C6H5N2), asam klorida pekat (HCl), serta
natrium nitrit (NaNO2). Proses sintesis dilakukan pada suhu rendah.
Proses harus dilakukan pada suhu rendah untuk mencegah larutan diazo
terkontaminasi oleh zat hasil dekomposisi produk yang berupa fenol
(Saunders, 1947).
Mekanisme reaksi sintesis diazonium dengan metode ini disajikan
pada gambar 2 di bawah ini:

Anilin

Natrium
Nitrit

Asam

Diazonium

Klorida

Natrium

Khlorid

Air

Klorida

Gambar 2. Reaksi Pembentukan Diazonium Khlorid

Bagas Dika Anggoro (12/329861/TK/39094)


Satriya Baskara Putra (12/333579/TK/39927)

Laporan Tahap ke-2 Tugas Prarancangan Pabrik Kimia


Preliminary Process Selection and Economic Review
Prarancangan Pabrik Diazonium Khlorid dari Amina Aromatis
dengan Kapasitas 3.000 ton/tahun
Ketika HCl dan NaNO2 dicampur, akan terbentuk HNO2 dan NaCl.
Selanjutnya, anilin akan bereaksi dengan HNO2 dan dalam suasana asam
dari ion H+ yang berasal dari HCl membentuk garam diazonium dan air
dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Gambar 3:

Anilin

Asam

Asam

Diazonium

Nitrit

Klorida

Khlorid

Air

Gambar 3. Reaksi Pembentukan Diazonium Khlorid


Menurut Forstinger & Metz (2001), proses sintesis diazonium khlorid
dengan metode ini harus dilakukan pada rentang suhu reaksi 0C - 15C
dengan pendinginan eksternal. Hal ini dilakukan untuk mencegah
terjadinya dekomposisi diazonium khlorid menjadi fenol. Namun pada
banyak kasus, pendinginan eksternal tidak mampu untuk mengambil
panas yang timbul dari reaksi secara cepat. Oleh karena itu, hal ini diatasi
dengan pendinginan bahan baku sebelum reaksi dimulai pada suhu -10C
hingga

-15C.

Cara

lain

yang

dapat

dipakai

adalah

dengan

mempergunakan pendinginan internal.


Dekomposisi produk akan menghasilkan fenol dan gas nitrogen
ditunjukkan oleh Gambar 4 di bawah ini:

Bagas Dika Anggoro (12/329861/TK/39094)


Satriya Baskara Putra (12/333579/TK/39927)

Laporan Tahap ke-2 Tugas Prarancangan Pabrik Kimia


Preliminary Process Selection and Economic Review
Prarancangan Pabrik Diazonium Khlorid dari Amina Aromatis
dengan Kapasitas 3.000 ton/tahun

Diazonium

Air

Khlorid

Fenol

+ Asam + Nitrogen
Klorida

Gambar 4. Reaksi Dekomposisi Diazonium Khlorid


dwwd
2. Witt Method
3. Griess Method
4. Knoevanagel Method

Bagas Dika Anggoro (12/329861/TK/39094)


Satriya Baskara Putra (12/333579/TK/39927)