Anda di halaman 1dari 15

Pembentukan Pondok SAPEN (Satuan Pendidik) Pada Setiap Daerah

Sebagai Sarana Menyalurkan Ilmu-ilmu Pendidikan Bagi Anak Yang


Kurang Mampu Dalam Menciptakan Indonesia Mandiri
Muh. Sopian Arianto, Dewa Dwiana Putra. Dosen Pembimbing Murniati, S.Pd.,
M.Pd
Universitas Cokroaminoto Palopo
Pada Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-4 dipaparkan tujuan bangsa Indonesia
adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Namun kenyataan yang ada tidak
semua warga Negara Indonesia dapat merasakan pendidikan dalam artian
pendidikan formal. Banyaknya anak-anak Indonesia mengalami putus sekolah,
pendidikan yang terkebelakang bahkan tidak sempat memakai pakaian merah
putih disebabkan faktor ekonomi keluarga. Realita pendidikan tersebut dapat
dijumpai pada daerah terpencil atau pelosok negeri sedangkan pendidikan anakanak di kota semakin maju dan didukung dengan tenaga pendidik yang
berkualitas. Di era modern saat ini faktor ekonomi memang menjadi penentu
segala sesuatunya. Padahal semangat dan kemauan anak-anak di daerah terpencil
sangat besar untuk bisa mengecap pendidikan. Mereka adalah generasi penerus
bangsa yang seharusnya di bekali ilmu pengetahuan sejak dini guna meneruskan
cita-cita bangsa. Pendidikan memang menjadi satu hal yang sangat krusial dan
penting ketika suatu bangsa ingin maju sehingga salah satu cita-cita dan
kewajiban negara yang secara tegas diakui dalam konstitusi Indonesia tiga tahun
sebelum Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dikumandangkan adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu
adanya pembangunan suatu pondok yang didaalamnya terdapat perkumpulan para
pendidik yang siap memberikan ilmunya kepada anak Indonesia yang kurang
mampu untuk mendapatkan ilmu-ilmu pendidikan pada setiap daerah.
Pembentukan Pondok SAPEN (Satuan Pendidik) pada setiap daerah memiliki
beberapa tujuan : pertama, sebagai tempat perkumpulan para pendidik yang siap
memberikan ilmunya bagi anak yang kurang mampu dalam menciptakan
Indonesia mandiri. Kedua, untuk menjadikan anak Indonesia cerdas serta dapat
memajukan Negara indonesia. Ketiga memeratakan pendidikan yang ada di
Indonesia, baik untuk anak dikalangan ekonomi rendah hingga tinggi. Keempat,
dengan adanya perkumpulan para pendidik maka pendidik dapat saling berupaya
bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Adapun beberapa
metode pelaksanaan untuk pembangunan pondok ini yaitu : pertama, melalui
kerjasama para pendidik dengan pemerintah daerah. Kedua kerjasama antara
pendidik dan para warga setempat yang berada di daerah tersebut. Ketiga
kerjasama para pendidik dengan mentri pendidikan. Adapun hasil yang akan
dicapai dari pembangunan Pondok SAPEN (Satuan Pendidik) yaitu : pemerataan
pendidikan di Indonesia, menciptakan Indonesia mandiri, menjadikan anak bangsa
yang cerdas, dan mengembangkan ilmu-ilmu pendidikan.
Kata Kunci :Pondok SAPEN, Pendidikan Bagi Anak,
Indonesia Mandiri

Kurang Mampu,

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyimpan insan yang
berkualitas. Menurut Undang Undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudakan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan di Indonesia terus berkembang
dari waktu ke waktu. Perkembangan pendidikan dipengaruhi banyak hal.
Dalam pelaksanaan pendidikan, tentunya muncul berbagai permasalahan, baik
masalah sederhana hingga masalah yang serius. Berbicara tentang pendidikan
di Indonesia,adapun fungsi dan tujuan dasar dari pendidikan dimana fungsi
pendidikan yaitu melahirkan individu-individu yang pragmatis yang bekerja
untuk memperoleh kejayaan material dan profesional sosial yang memberi
kesejahteraan kepada diri, industri dan negara, sedangkan tujuannya yaitu
manusia atau individu yang bertaqwa dan beriman kepada Tuhan YME,
mempunyai akhlak mulia, cerdas, sehat, berkemauan, berperasaan, dan dapat
berkarya untuk memenuhi kebutuhan secara wajar, dapat mengendalikan hawa
nafsu, bermasyarakat, berbudaya, dan berkepribadian. Sehingga implikasi dari
pendidikan mampu mewujudkan atau mengembangkan segala potensi yang
ada pada diri manusia dalam berbagai konteks dimensi seperti moralitas,
keberagaman, individualitas (personalitas), sosialitas, keberbudayaan yang
menyeluruh dan terintegrasi. Dapat dikatakan juga bahwa pendidikan
mempunyai fungsi untuk memanusiakan manusia. Artinya, ada usaha untuk
mengembangkan pemikiran manusia lewat pendidikan itu sendiri. Tujuan dari
pendidikan nasional kita adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun pada kenyataannya
pendidikan di Indonesia masih menyisakan lubang besar. Proses menuju
tujuan yang mulia itu sepertinya tidak berjalan imbang. ada beberapa
permasalahan besar yang menuntut untuk segera diselesaikan yaitu :
pemerataan pendidikan, politisasi pendidikan, industrialisasi pendidikan, dan
kualitas pendidik. Adapula salah satu kasus pendidikan di indonesia yang
terjadi yaitu kasus putus sekolah anak, dimana anak usia sekolah di Indonesia
juga masih tinggi "Berdasarkan data Kemendikbud 2010, di Indonesia terdapat
lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan, Hal
ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ekonomi dimana anak anak
terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga; dan faktor pernikahan
di usia dini, menurut Sekretaris Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Dr. Ir.
Patdono Suwignjo, M. Eng, Sc di Jakarta. Dalam laporan terbaru Program
Pembangunan PBB tahun 2013, Indonesia menempati posisi 121 dari 185
negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan angka 0,629.
Dengan angka itu Indonesia tertinggal dari dua negara tetangga ASEAN yaitu
Malaysia (peringkat 64) dan Singapura (18), sedangkan IPM di kawasan Asia
Pasifik adalah 0,683.
Berbagai upaya terobosan tengah dilakukan oleh pemerintah yang
berkaitan dengan mencari dan mengembangkan potensi-potensi yang harus
dikuasai oleh guru, yang bertindak sebagai Sumber Daya Manusia yang
menjembatani perlembengan ilmu pengetahuan serta teknologi yang harus di
transfer kepada anak bangsa guna mengembangkan bakat, minat serta potensi
yang dimiliki anak bangsa sehingga kelak kemudian hari mampu mengisi
kemerdekaan

ini

dengan

berbagai

potensi

yang

dikuasai

sehingga

pembangunan pendidikan nasional dapat terwujud dengan sempurna karena di


isi oleh generasi muda yang berkualitas. Dalam hal ini bahwa pembangunan
sumber daya manusia mempunyai perananan yang sangat penting bagi
kesuksesan dan keseimbangan pembangunan nasional yang telah digariskan,
pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan
prioritas yang harus diperhatikan dan dirancang sedemikian rupa serta
3

berdasarkan

pemikiran

yang

matang

untuk

mengimbangi

lajunya

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang mendunia.


B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan masalah yaitu, sebagai berikut:
1) Bagaimana konsep pondok SAPEN (Satuan Pendidik) Pada Setiap Daerah
Sebagai Sarana Menyalurkan Ilmu-ilmu

Pendidikan Bagi Anak Yang

Kurang Mampu Dalam Menciptakan Indonesia Mandiri ?


2) Bagaimana manfaat Pondok SAPEN (Satuan Pendidik) yang didirikan
pada setiap daerah ?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam karya tulis ilmiah ini yaitu:
1) Untuk mengetahui konsep pondok SAPEN (Satuan Pendidik) pada setiap
daerah sebagai sarana menyalurkan ilmu-ilmu pendidikan bagi anak yang
kurang mampu dalam menciptakan indonesia mandiri
2) Untuk mengetahui manfaat Pondok SAPEN (Satuan Pendidik) yang
didirikan pada setiap daerah.
D. Manfaat Penulisan
1) Manfaat Teoritis
Secara teoritis, manfaat dari karya tulis ini yaitu menambah wawasan
dalam mengetahui keadaan pendidikan yang terdapat di indonesia serta dapat
mengembangkan dan menggugah hati para pendidik untuk membagikan ilmu
pendidikannya kepada anak-anak sebagai bekal untuk menjadikan anak
menjadi manusia yang berilmu, cerdas dan berbakat dalam mengembangkan
masa depan pendidikan bangsa indonesia yang lebih baik sebab anak adalah
karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi
kemajuan suatu bangsa. Hak asasi anak dilindungi di dalam Pasal 28 (B)(2)
UUD 1945 yang berbunyi setiap anak berhak atas kelangsungan hidup,
tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi. Adapun pada pasal 28 (C) (1) UUD 1945 yang berbunyi setiap
orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya,
berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu
pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas
hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
2) Manfaat Praktis
a. Manfaat bagi pemerintah:
4

Manfaat bagi pemerintah setelah diterapkannya pembangunan ini yaitu :


Pemerintah dapat menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan bangsa yang
berdasarkan pada UUD 1945 pada alinea ke empat yaitu mencerdaskan
kehidupan bangsa.
Terwujudnya misi NKRI yaitu : Mewujudkan kualitas hidup manusia
Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera ; Mewujudkan bangsa yang
berdaya-saing ; Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam
kebudayaan.
Terwujudnya tujuan indonesia yaitu : Melakukan revolusi karakter bangsa
melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional
dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang
menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran
sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air,
semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan
Indonesia ; Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial
Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan
menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga
b. Manfaat bagi masyarakat:
Manfaat bagi masyarakat akan pembangunan pondok ini yaitu :
Membantu masyarakat yang memiliki ekonomi rendah untuk memperoleh
pendidikan agar pemikiran anak tersebut lebih baik dari sebelumnya
Membantu masyarakat dalam mendidik anaknya menjadi manusia
berkarakter, cerdas, inovatif dan berilmu.
Mengurangi beban orang tua dalam permasalahan ekonomi untuk
menyekolahkan anaknya.
c. Manfaat bagi pelajar:
Adapun manfaat bagi pelajar yaitu:
Mendapatkan ilmu
Memperluas wawasan pengetahuan
Menjadikan diri lebih kreatif dari sebelumnya
Dapat menjadi para pesaing cendikiawan kelak kedepannya

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pondok SAPEN (Satuan Pendidik)
Pondok adalah bangunan, rumah, tempat berkumpulnya orang, atau
sarana

bagi

masyarakat

untuk

berteduh,

belajar

bersosialisasi

dan

bermusyawarah. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas


merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada
perguruan tinggi. (UU No.20 THN 2003, PSL 39 (2). Satuan Pendidikan
adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan
pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis
pendidikan. (Pasal 1 Angka 10 UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional). Satuan pendidik dapat berarti kelompok pendidik yang
siap dalam memberikan pendidikan bagi bangsa yang membutuhkan.
B. Pendidikan Bagi Anak
Anak adalah karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan
negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus citacita bagi kemajuan suatu bangsa. Anak juga merupakan cikal bakal lahirnya
suatu generasi baru yang merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan
sumber daya manusia bagi pembangunan Nasional. Anak adalah
assetbangsa.Masa depan bangsa dan Negara dimasa yang akan datang berada
ditangan anak sekarang.Semakin baik keperibadian anak sekarang maka
semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa.Begitu pula sebaliknya,
Apabila keperibadian anak tersebut buruk maka akan bobrok pula kehidupan
bangsa yang akan datang. Pada umumnya orang berpendapat bahwa masa
kanak-kanak
merupakan
masa
yang
panjang
dalam
rentang kehidupan.Bagi kehidupan anak, masa kanak-kanak seringkali
dianggap tidak ada akhirnya, sehingga mereka tidak sabar menunggu saat
yang didambakan yaitu pengakuan dari masyarakat bahwa mereka bukan lagi
anak-anak tapi orang dewasa.
Menurut Hurlock (1980), manusia berkembang melalui beberapa
tahapan yang berlangsung secara berurutan, terus menerus dan dalam tempo
perkembangan yang tertentu, terus menerus dan dalam tempo perkembangan
yang tertentu dan bisa berlaku umum. Dalam pemaknaan yang umum
mendapat perhatian tidak saja dalam bidang ilmu pengetahuan (the body of
knowledge) tetapi dapat di telah dari sisi pandang sentralistis kehidupan.
Misalnya agama, hukum dan sosiologi menjadikan pengertian anak semakin
rasional dan aktual dalam lingkungan sosial.

Pengertian anak dari aspek agama, Dalam sudut pandang yang


dibangun oleh agama khususnya dalam hal ini adalah agama islam, anak
merupakan makhluk yang dhaif dan mulia, yang keberadaannya adalah
kewenangan dari kehendak Allah SWT dengan melalui proses penciptaan.
Oleh karena anak mempunyai kehidupan yang mulia dalam pandangan agama
islam, maka anak harus diperlakukan secara manusiawi seperti diberi nafkah
baik lahir maupun batin, sehingga kelak anak tersebut tumbuh menjadi anak
yang berakhlak mulia seperti dapat bertanggung jawab dalam
mensosialisasikan dirinya untuk mencapai kebutuhan hidupnya dimasa
mendatang.
Pengertian dari aspek ekonomi, dalam pengertian ekonomi, anak
dikelompokan pada golongan non produktif.Apabila terdapat kemampuan
yang persuasive pada kelompok anak, hal itu disebabkan karena anak
mengalami transpormasi financial sebagai akibat terjadinya interaksi dalam
lingkungan keluarga yang didasarkan nilai kemanusiaan.
Pengertian dari apek sosiologis, dalam aspek sosiologis anak diartikan
sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang senantiasa berinteraksi dalam
lingkungan masyarakat bangsa dan negara.
Pengertian anak berdasarkan UUD 1945, Pengertian anak dalam UUD
1945 terdapat di dalam pasal 34 yang berbunyi: Fakir miskin dan anak-anak
terlantar dipelihara oleh negara Hal ini mengandung makna bahwa anak
adalah subjek hukum dari hukum nasional yang harus dilindungi, dipelihara
dan dibina untuk mencapai kesejahteraan anak.
Pengertian anak menurut hukum perdata, pengertian anak menurut
hukum perdata dibangun dari beberapa aspek keperdataan yang ada pada anak
sebagai seseorang subjek hukum yang tidak mampu. Aspek-aspek tersebut
adalah: Status belum dewasa (batas usia) sebagai subjek hukum. Hak-hak
anak di dalam hukum perdata.
Pasal 330 KUH Perdata memberikan pengertian anak adalah orang
yang belum dewasa dan seseorang yang belum mencapai usia batas legitimasi
hukum sebagai subjek hukum atau layaknya subjek hukum nasional yang
ditentukan oleh perundang-undangan perdata. Dalam ketentuan hukum
perdata anak mempunyai kedudukan sangat luas dan mempunyai peranan
yang amat penting, terutama dalam hal memberikan perlindungan terhadap
hak-hak keperdataan anak, misalnya dalam masalah pembagian harta warisan,
sehingga anak yang berada dalam kandungan seseorang dianggap telah
dilahirkan bilamana kepentingan si anak menghendaki sebagaimana yang
dimaksud oleh pasal 2 KUH Perdata.
Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan
untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat
sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.
(Soekidjo Notoatmodjo. 2003 : 16).
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang
atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik. (Pusat Bahasa
Departemen Pendidikan Nasional. 2002 : 263).

Menurut UU SISDIKNAS No. 2 Tahun 1989, pendidikan adalah usaha


sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. (UURI
No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Maka, Pendidikan
anak adalah suatu upaya pembinaan yang di tunjukan kepada anak anak
yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki
kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
C. Kurang Mampu
Pengertian kurang mampu hampir sama dengan penjelasan mengenai
orang miskin. Menurut BPS (Biro Pusat Statistik), orang miskin adalah orang
yang tidak dapat memenuhi kebutuhan minimumnya, baik kebutuhan
makanan maupun kebutuhan lainnya. Gregorius Sahdan (Jurnal Ekonomi
Rakyat, Maret 2005) menyebut kemiskinan sebagai konsep yang sangat
beragam, mulai dari sekadar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi
dasar dan memperbaiki keadaan, kurangnya kesempatan berusaha, hingga
pengertian lebih luas yang memasukkan aspek sosial dan moral. Pada
umumnya, ketika orang berbicara tentang kemiskinan, yang dimaksud adalah
kemiskinan material.
Menurut Dr. Suparyanto, Masyarakat miskin adalah suatu kondisi
dimana fisik masyarakat yang tidak memiliki akses ke prasarana dan sarana
dasar lingkungan yang memadai, dengan kualitas perumahan dan pemukiman
yang jauh di bawah standart kelayakan serta mata pencaharian yang tidak
menentu yang mencakup seluruh multidimensi, yaitu dimensi politik, dimensi
social, dimensi lingkungan, dimensi ekonomi dan dimensi asset (P2KP,
Pedoman Umum, 2004:1).
Kemiskinan dalam pengertian konvensional merupakan pendapatan
(income) dari suatu kelompok masyarakat yang berada dibawah garis
kemiskinan. Oleh karena itu seringkali berbagai upaya pengentasan

kemiskinan hanya berorientasi pada upaya peningkatan pendapatan kelompok


masyarakat miskin.
Kemiskinan seringkali dipahami dalam pengertian yang sangat
sederhana yaitu sebagai keadaan kekurangan uang, rendahnya tingkat
pendapatan dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Padahal
sebenarnya, kemiskinan adalah masalah yang sangat kompleks, baik dari
faktor penyebab maupun dampak yang ditimbulkannya.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) pengertian, yakni:
kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang
termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di
bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
minimum, seperti: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang
tergolong miskin relatif apabila seseorang tersebut sebenarnya telah hidup di
atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat
sekitarnya. Sedangkan seseorang tergolong miskin kultural apabila seseorang
atau sekelompok masyarakat tersebut memiliki sikap tidak mau berusaha
memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang
membantunya
D. Indonesia Mandiri
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang
terbentang di khatulistiwa sepanjang 3200 mil (5.120 km2) dan terdiri atas
13.667 pulau besar dan kecil. Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani,
yaitu Indo yang berarti Indoa dan Nesia yang berarti kepulauan. Indonesia
juga merupakan 1/5 populasi terbesar di dunia dengan penduduk yang berasal
dari ras Melayu dan Polinesia serta terdiri dari 300 suku dan cabangnya yang
masing-masing suku memiliki tradisi sendiri.
Pengertian mandiri berarti mampu bertindak sesuai keadaan tanpa
meminta atau tergantung pada orang lain. Mandiri adalah dimana seseorang
mau dan mampu mewujudkan kehendak/keinginan dirinya yang terlihat dalam
tindakan/perbuatan nyata guna menghasilkan sesuatu (barang/jasa) demi
pemenuhan kebutuhan hidupnya dan sesamanya (Antonius,2002:145).
Kemandirian secara psikologis dan mentalis yaitu keadaan seseorang yang
9

dalam kehidupannya mampu memutuskan dan mengerjakan sesuatu tanpa


bantuan dari orang lain. Kemampuan demikian hanya mungkin dimiliki jika
seseorang berkemampuan memikirkan dengan seksama tentang sesuatu yang
dikerjakannya atau diputuskannya, baik dalam segi-segi manfaat atau
keuntungannya, maupun segi-segi negatif dan kerugian yang akan dialaminya
(Hasan Basri,2000:53). Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang agar
berhasil sesuai keinginan dirinya maka diperlukan adanya kemandirian yang
kuat.
Mandiri adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan kepada
orang lain. Seorang yang menjalankan wirausaha harus mampu hidup mandiri
tidak bergantung dengan orang lain, mampu memberikan keputusan terhadap
suatu masalah dalam usahanya. Dapat disimpulkan bahwa indonesia mandiri
adalah negara yang tidak ketergantungan dengan negara lain dalam
mensejahterakan negara itu sendiri.

10

BAB III
METODE PENULISAN
A. Jenis Tulisan
Jenis tulisan yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini
adalah metode penulisan kepustakaan (library research) yang digunakan
secara deskriptif. Karya tulis ini memaparkan tentang kondisi pendidikan di
Indonesia serta permasalahan yang ada dan alternatif solusi yang ditawarkan
yakni pondok SAPEN (Satuan Pendidik) dan manfaatnya dengan berbagai
argumen representatif.
B. Objek Tulisan
Adapun yang menjadi objek tulisan dalam penulisan karya tulis
ilmiah ini mengenai pembentukan pondok SAPEN (Satuan Pendidik) pada
setiap daerah sebagai sarana menyalurkan ilmu-ilmu pendidikan bagi anak
yang kurang mampu dalam menciptakan indonesia mandiri.
C. Metode Pengumpulan Data
Penulisan karya tulis ilmiah ini adalah dengan menggunakan metode
pengumpulan data yang berupa karya pustaka melalui berbagai sumber,
yaitu buku-buku refrensi dan website. Penulisan karya tulis ilmiah ini
menggunakan dua metode, yaitu:
a. Metode memaparkan data serta fakta yang ada.
b. Metode yang berupa proses analisis dengan penyampaian
argumen melalaui berfikir logis dan sistematis.
D. Teknik Analisis Data
Data yang telah terkumpul, diidentifikasi, dianalisis, diklasifikasi,
diinterpretasi

dan

akan

ditelaah

lebih

lanjut.

Setelah

itu

akan

diperbandingkan antara satu dengan yang lainnya secara terus-menerus


hingga diperoleh satu simpulan umum yang relevan dengan masalah yang
dibahas dalam karya tulis ilmiah ini.
BAB IV
ANALISIS DAN SINTESIS

11

A. Konsep Pondok SAPEN (Satuan Pendidik) pada Setiap Daerah Sebagai


Sarana Menyalurkan Ilmu-Ilmu Pendidikan bagi Anak yang Kurang
Mampu dalam Menciptakan Indonesia Mandiri.
Konsep Pondok SAPEN dalam pembangunannya yaitu dengan
adanya tempat strategis pembangunan maka mudah dijangkau oleh lapisan
masyarakat terutama anak yang membutuhkan pendidikan. Kemudian, perlu
adanya tenaga kerja dalam pembangunan tersebut untuk membangun
pondok dalam waktu yang tidak terlalu lama. Setelah pembangunan pondok
tersebut selesai, diperlukan para pendidik yang sukarela meluangkan
waktunya untuk memberikan tenaga serta fikirannya dalam mengisi pondok
tersebut dalam membagi ilmunya kepada anak-anak yang kurang mampu
serta perlu adanya hati yang ikhlas dan memiliki tujuan untuk mencerdaskan
anak bangsa agar kemudian hari mereka dapat menjadikan indonesia yang
unggul

terutama

pada

bidang

pendidikan.

Selanjutnya

diperlukan

kekompakan para pendidik agar proses berjalannya kegiatan dapat berjalan


baik dan bertahan lama.
B. Manfaat Pondok SAPEN (Satuan Pendidik) yang Didirikan pada
Setiap Daerah.
Manfaat dari Pondok SAPEN yang akan dirasakan ialah bagi negara
terciptanya anak bangsa indonesia yang lebih unggul dan maju dalam
memajukan ilmu pendidikan. Bagi masyarakat terciptanya anak yang cerdas
dan kreatif untuk memajukan daerah, mengurangi beban orang tua untuk
mendidik anaknya. Bagi guru terciptanya pengalaman yang luar biasa dalam
mendidik anak-anak yang kurang mampu hingga menjadi bangsa yang
sukses memajukan ilmu pendidikan. Bagi pelajar yaitu mendapatkan ilmu,
menjadikan diri siap untuk menjadi orang sukses. Pondok SAPEN sangat
bermanfaat sebab dengan cerdasnya anak bangsa, negara indonesia dapat
berkembang lebih maju dan semakin unggul di bidang pendidikannya
dibandingkan dengan negara lain. Terkadang berawal dari pendidikan yang
kecil dapat membuahkan hasil yang begitu besar dan begitu bermanfaat.
memasuki abad ke- 21 gelombang globalisasi dirasakan kuat dan
terbuka. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan
kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada

12

di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas


membandingkan kehidupan dengan Negara lain. Yang kita rasakan sekarang
adalah adanya ketertinggalan di dalam mutu pendidikan. Baik pendidikan
formal maupun informal. Oleh karana itu, kita seharusnya dapat
meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing
dengan sumber daya manusia di Negara-negara lain. Sehingga, perencanaan
pendirian Pondok SAPEN merupakan salah satu solusi untuk dapat
mengatasi perkembangan zaman di era abad 21.

13

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pondok SAPEN (Satuan Pendidik) ialah tempat atau bangunan yang di
dalamnya terdapat kelompok pendidik yang siap dalam memberikan
pendidikan bagi bangsa yang membutuhkan. Adapun fungsi Pondok tersebut
ialah sebagai tempat berkumpulnya para pendidik yang siap mendidik anakanak yang kurang mampu dalam mendapatkan pendidikan. Manfaat Pondok
SAPEN tersebut bagi seluruh indonesia secara keseluruhan ialah menciptakan
anak bangsa yang unggul, meratanya pendidikan serta dapat mensejahterakan
masyarakat yang kurang mampu.
B. Saran
Saran kami terhadap pembaca ialah :
1. Anak merupakan karunia tuhan, serta memiliki hak untuk mendapatkan
pendidikan. Akan tetapi bantulah anak-anak yang tidak mampu untuk
memperoleh pendidikan.
2. Banyak anak-anak yang tidak bisa bersekolah akan tetapi semangatnya
untuk memperoleh pendidikan sangat tinggi. Maka dari itu, bagi para
pelajar yang mampu untuk bersekolah janganlah sia-siakan kesempatan itu
untuk memperoleh pendidikan dan hilangkan kebiasaan untuk membuangbuang waktu sebab setiap detik waktu itu sangatlah berharga. Manfaatkan
waktu kalian sebaik mungkin.
3. Berbagilah pengetahuan kita terhadap orang yang kurang beruntung
dalammemperoleh pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

14

Anonim.

Pengertian

Anak.

https://carapedia.com/pengertian_definisi_

anak_info2003.html. Diakses tanggal 06 Maret 2016.


Anonim.
UUD
1945.
www.itjen.depkes.go.id/public/upload/unit/
pusat/files/uud1945.pdf. Diakses tanggal 06 Maret 2016.
Anonim. Visi dan Misi Pemerintah. http://www.kemendagri.go.id/ profil/visi-danmisi. Diakses tanggal 06 Maret 2016.
Anonim.
Pengertian
Pendidik
dan

Tenaga

Kependidikan.

https://wakhinuddin.wordpress.com/2010/01/23/pengertian-pendidik-dantenaga-kependidikan/. Diakses tanggal 06 Maret 2016.


Anonim. Pengertian Pendidikan Anak-anak. http://klungsur-senjamagrib.
blogspot.co.id/2010/04/pengertian-pendidikan-anak-anak.html.
tanggal 06 Maret 2016.
Anonim. Definisi Masyarakat

Miskin.

Diakses

https://bincangmedia.wordpress.

com/tag/definisi-masyarakat-miskin/. Diakses tanggal 06 Maret 2016.


Anonim.
Pengertian
Mandiri.
http://www.temukanpengertian.com/
2013/09/pengertian-mandiri.html. Diakses tanggal 06 Maret 2016.
Anonim. Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli. http://www.sarjanaku.com/
2012/12/pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli.html. Diakses tanggal
07 Maret 2016.
Anonim.
Masyarakat

Miskin.http://dr-suparyanto.blogspot.co.id/2011/04/

masyarakat-miskin-maskin.html. Diakses tanggal 07 Maret 2016.


Anonim. Definisi Kemiskinan. http://studyandlearningnow.blogspot.co.id/
2013/06/definisi-kemiskinan.html. Diakses tanggal 07 Maret 2016.
Anonim. Pengertian Kemandirian Menurut Para Ahli.http://aroxx.blogspot.co.id/
2013/09/pengertian-kemandirian-menurut-para-ahli.html. Diakses tanggal
07 Maret 2016.
Anonim.
Definisi
Pendidikan.http://www.scribd.com/doc/7592955/DefinisiPendidikan#scribd.

Diakses

tanggal

07

Maret

2016.

Anonim. Definisi Anak. https://andibooks.wordpress.com/definisi-anak/. Diakses


tanggal 07 Maret 2016.
Anonim. Pendidikan di Indonesia dari Masa ke Masa. http://izzaucon.blogspot.co.
id/2014/06/pendidikan-indonesia-dari-masa-ke-masa.html.

Diakses

tanggal 07 Maret 2016.

15