Anda di halaman 1dari 22

STATUS PEMERIKSAAN

DAN PERAWATAN ORTHODONTI

NOMOR MODEL :
01
NAMA PASIEN

: ChanaOlvin

OPERATOR

: ANDINA RETSA PUTRI, S.KG

NO.MHS

: 04074821417015

PEMBIMBING

: drg. ARYA PRASETYA BEUMAPUTRA, Sp.Ort

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015

STATUS PEMERIKSAAN
DAN PERAWATAN ORTHODONTI
Operator

:AndinaRetsaPutri, S.KG

No.Mhs

: 04074821417015

Pembimbing : drg.AryaPrasetyaBeumaputra,Sp.Ort
No. Kartu

No. Model

:01

I. IDENTITAS
Nama pasien

: ChanaOlvin

Umur

: 14 Tahun

Suku

: Melayu

Jenis kelamin

: Perempuan

Status Kawin

: Belummenikah

Alamat

: jl.Kebunbungalr.Mekar sari palembang

Telepon

:08969883621

Pekerjaan

: Pelajar

Rujukan dari

: -

Nama Ayah

: Rohadi

Suku

: Melayu

Umur

:40 tahun

Pekerjaan orang tua

: wiraswasta

Nama Ibu

: Rusnaini

Suku

: Melayu

Umur

:39tahun

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Alamat orang tua

:jl.Kebunbungalr.Mekar sari palembang

II. WAKTU PERAWATAN


Pendaftaran

: Tgl. 29 April 2015

Pencetakan

: Tgl.9 Mei 2015

Pemasangan alat

: Tgl. -

Retainer

: Tgl. -

III. PEMERIKSAAN KLINIS


A. PemeriksaanSubjektif ( Anamnesis )
a. KeluhanUtama:
Pasiendatangdengankeluhangigigeligiatasdanbawahnyatidakrapisehing
gapasienmerasatidakpercayadiridanpasieningingiginyadirawatataudira
pikan.
Riwayat Kesehatan :

Kelahiran

: Normal

Urutankelahiran

: AnakKe1dari1anak

Nutrisi

: ASI9 bulan

Penyakitberat yang pernahdiderita

:Tidakada

KelainanKongenital

:Tidakada

Lain-lain

:Tidakada

b. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan gigi geligi :


a. Gigi Decidui :
Terdapat riwayat rampan karies.Gigi sulungyang goyang dicabut
sendiri oleh orang tua.
b. Gigi Bercampur :

Gigi sulung atas depan terlambat dicabut, sehingga erupsi gigi


permanen atas depan sedikit terganggu.
c. Gigi Permanen:
Gigi belakang terakhir belum tumbuh.
Kesimpulan: riwayat pada gigi bercampur mempunyai kontribusi
menyebabkan gigi malposisi.

Kebiasaan Buruk (berkaitan dengan keluhan pasien): Tidakada

Riwayat Keluarga (berkaitan dengan keluhan pasien): Tidak ada


Kelainan rahang dan gigi pada:
Ayah

Rahang besar, susunan gigi

rapi dan hubungan rahang orthognati.


Ibu :
Rahang kecil, susunan gigi rapi dan
hubungan rahang orthognati.
Saudara
:
B. Pemeriksaan Objektif
1. Umum :

Jasmani: Baik,Ket : pasien datang dalam


keadaan sehat

Mental

: Baik, Ket : pasien kooperatif saat

komunikasi

Status gizi

:Normal

Tinggi badan (TB) : 155cm


Berat badan(BB)

: 45kg

Indeks masa tubuh (IMT) =BB( kg ) = 46


TB (m) (1,55)
= 19,1
Over > 25

Normal 18,5-25
Under <18,5
2. Lokal
a. Ekstra Oral

Wajah Depan
Bentuk kepala : BrakisefaliMesosefaliDolikosefali
Indeks kepala : Lebar kepala_x 100 = 13,2x 100 =80 %
Panjang kepala 16,5
Brachycephalic

: > 81

Mesocephalic

: 76-80,9

Dolicocephalic

: < 75,9
Bentuk muka :
HipoeuriprosopEuriprosopMesoprosopLep
toprosop Hiperleptoprosop

Indeks muka : Jarak N- GNx 100= 9,5x 100=86,7%


Lbr bizigomatik
Euryprosope

: 79-83,9

Mesoprosope

: 84-87,9

Leptoprosope

: 88-92,9

Simetri
Proporsi

10,66

: Simetris / Tidak simetris


: Normal / Tidak normal

Tonus otot mastikasi

: Normal / Tidak normal

Tonus otot bibir

: Normal / Tidak normal

Posisi bibir waktu istirahat : Tertutup / Terbuka

Wajah Samping
Profilmuka

Lurus

Cekung

Cembung

b. Intra Oral

Jaringan Lunak
Gingiva

: Normal / Tidak normal

Mukosa

: Normal / Tidak normal

Lidah

: Normal / Tidak normal

Tonsil

: Normal / Tidak normal

Palatum

: Tinggi / Normal/ Rendah

Frenulum

: Fren. Labii Superior : Tinggi / Normal / Rendah


Fren. Labii Inferior : Tinggi / Normal / Rendah
Fren. Labii Lingualis: Tinggi / Normal / Rendah

Hygiene mulut : OHI-S :0,6Baik

Pemeriksaan Gigi :
V VI III II I

I II III IV V

8 7 6 5 4 3 2 1
K

1 2 3 4 5 6 7 8

GIC RK

KK

K RK GIC

8 7 6 5 4 3 2 1

1 2 3 4 5 6 7 8

V VI III II I

I II III IV V

Keterangan :

K : Karies

R : Radiks

T : Tambalan

I : Inlay

X : Telah dicabut

P : Persistensi

Im : Impaksi

J : Jaket

O : Belum Erupsi

Ag : Agenesis

B : Bridge

En : Prwtn endodontik

Analisa Fungsi
Penelanan

: Normal / Tidak normal

Bicara

: Lidah normal / Lidah terletak di antara

gigi
Penutupan mulut

: Normal / Tidak normal

Pernapasan

: Mulut tertutup / Mulut terbuka

Senyum

: Gusi terlihat / Normal

Kelainan TMJ

: Tidak ada kelainan

IV. ANALISISFOTOGRAFI
A. AnalisaFotoWajah

Tricion

TampakDepan

Glabella
Subnasal

Tampaksamping

Menton
Bentuk wajah : Oval/ Bulat /
Persegi
Profil muka

: Cembung / Lurus / Cekung

Simetri

: Simetris / Tidak simetris

Proporsi

: Normal / Tidak normal

Garis Orbita

: Sejajar / Tidak sejajar

B. Analisa Model Studi


1. Rahang Atas
i.

Arah Sagital
Inklinasi gigi insisivus

: Normal / Tidak Normal


- Gigi 11mesiolabioversi

Pergeseran gigi posterior : - Gigi 15distopalatoversi

ii.

Arah Transversal
Midline

iii.

: Segaris/ Tidak segaris

Arah Vertikal
Infra versi

: Tidakada

Supra versi

: Tidakada

2. Rahang Bawah
i. Arah Sagital
Inklinasi gigi insisivus

:Normal / Tidak Normal

- Gigi 31 mesiolabioversi
- Gigi 41 mesiolabioversi
Pergeseran gigi posterior :- Gigi 34 distolinguoversi
- Gigi 35 distolinguoversi
Kurva spee

: Normal

Arah Transversal
Midline

: Segaris/ Tidak segaris

iii. Arah Vertikal


Infra versi
Supra versi

Gigi
1
2
3
4
5
6
7

: Tidak Ada
: Tidak ada

LebarMesiodistal Gigi ( mm )

RAHANG ATAS
Kanan
Kiri
Normal
7,5
8
7.40-9.75
6,6
6,9
6.05-8.10
7,4
7,0
7.05-9.32
7,2
7,4
6.75-9.00
6,8
7,0
6.00-8.10
10,1
10
9.95-12.10
9,2
9,8
8.75-10.87

Ket
N
N
N
N
N
N
N

Kanan
5,1
6,0
6,4
7,4
7,0
10,6
10,1

RAHANG BAWAH
Kiri
Normal
5,3
4.97-6.60
6,1
5.45-6.85
6,7
6.15-8.15
7,0
6.35-8.75
6,9
6.80-9.55
10,7 10.62-13.05
10,3
8.90-11.37

Ket
N
N
N
N
N
N
N

Kesimpulan :ukuran lebar mesio distal semuagigi-gigi di rahang atas dan rahang
bawah berada dalam ukuran normal.
Model Dalam Keadaan Oklusi
Arah Sagital
Overjet

11

: 3,5mm

41

21

: 3,1 mm

31

Relasi Caninus

: Kanan : IKiri : I

Relasi M1 permanen

: Kanan : 1Kiri : 1

Cross bite anterior : Tidak ada


Arah Transversal
Garis Median

: Segaris/ Tidak Segaris

Arah Vertikal
Overbite

11

:3,2mm

41
Open bite

21

:3,1mm

41

: Tidak ada

C. Skema Gigi-Gigi Dari Oklusal

Rahang Atas
Malposisi :
- Gigi 11 mesiolabioversi
- Gigi 15distopalatoversi

Gi
gi
17

Rahang Bawah
Malposisi :
Gigi 31 :mesiolabioversi
Gigi 41 :mesiolabioversi
Gigi 34 :Distolinguoversi
Gigi 35 :Distolinguoversi
- Gigi 41 mesiolabioversi
Gigi 34
distolinguoversi
- Gigi 35 distolinguoversi

D. Skema Gigi-Gigi Dalam Keadaan Oklusi

Arah Anterior

Midline :
RA
Midline segaris : Midline gigi
rahang atas segaris dengan midline
wajah
RB
Midline segaris : Midline gigi
rahang bawahsegaris dengan
midline wajah

Arah Kanan

RelasiKaninus : klas I
Relasi Molar :klas I
Overjet11 : 3,5mm
41
Overbite 11 :3,2mm
41

Relasi Molar Kanan ( 16 ) : klas I


46

Arah Kiri

RelasiKaninus : klas I
Relasi Molar : klas I
Overjet21 : 3,1 mm
31
Overbite 21 : 3,1mm
31
E. Perhitungan

Relasi Molar Kiri ( 26 ) : klas I


36

Metode Pont RA
Dasarpemikirannyaadalahbahwadalamlengkunggigi

yang

terdapathubunganantarajumlahmesiodistalkeempatgigiincisivusatas
denganlebarlengkung inter P1 dan inter M1.

Jumlah mesio distal 12 11 21 22 :

Jarak P1-P1 Pengukuran

Jarak P1-P1 Penghitungan : md I X 100

29 mm
: 36,3mm

80
= 29 x 100
80
= 36,25 mm

ideal,

Diskrepansi

= 0,05 mmkontraksi / distraksi

Jarak M1-M1 Pengukuran

: 46,5 mm

Jarak M1-M1 Penghitungan

: 29 x 100
64
= 45,31 mm

Diskrepansi

: 1,19 mm kontraksi / distraksi

Keterangan :
- Pertumbuhan lengkung gigi pada regio inter P (metode Pont)
mengalami pelebaranruang/distraksi sebesar 0,05 mm.termasuk
dalam kategori derajat ringan (mild degree)
- Pertumbuhan lengkung gigi pada regio inter M (metode Pont)
mengalami pelebaran ruang/distraksi sebesar 1,19 mm.termasuk
dalam kategori derajat ringan (mild degree)

Metode KORKHAUS
Dasarpemikirannyaadalahkelanjutandarimetodepont,
yaituterdapathubunganantarajarakpertemuanincisivussentral RA dangarissagital
inter P1-P1 Rahangatasdenganjumlahkeempatincisivuspermanen RA.

JumlahMesiodistal 12-11-21-22
Jarak ideal tabelkorkhous
Jarak inter I dengangarissagital P1-P1

: 29 mm
: 17 mm
: 17,7 mm

Diskrepansi

: 0,7 mm

Keterangan :
Dari

perhitungan

di

atasdapatdisimpulkanbahwapertumbuhandanperkembanganlengkunggigikeara
hanteroposteriormengalamiprotraksi.

Metode Howes RA
Dasarpemikirannyaadalahbilagigiberadadalamlengkung ideal, lebar inter
P1-P1 atas minimal 43% darijumlahmesiodistalgigi M1-M1 atas, danlebar inter
fossa canina minimal 44% darijumlahmesiodistalgigi M1-M1 atas.
JumlahMesiodistal 16-26
Pengukuran inter P1-P1

: 91,9 mm
: 42,2 mm

Perhitunganhowes P1-P1

: jarak inter tonjol P1-P1x 100 %


Md M1-M1
42,2 x 100% = 45,9%
91,9

Keterangan :
Karenajarak inter P1 sebesar45,1% yangmenyatakan inter P1
lebihbesardari 43%, makalengkunggigidapatmenampunggigigigidalamlengkungnyasecarateratur.
Pengukuran inter fossa Caninus

: 43,6 mm

Perhitunganhowes fossa Caninus

:jarak inter fossa C-Cx 100 %


Md M1-M1
43,6 x 100% = 47,4%
91,9

Keterangan :
Karenajarak inter fossa caninasebesar47,4% yang menyatakan inter fossa
caninalebihbesardari 44%
makalengkunggigidapatmenampunggigidalamlengkungnyasecarateratur.

V. ANALISIS RADIOGRAFI

JenisFoto : Panoramik

Gigi 18dan28 belum erupsi

Gigi 38 dan 48 impaksi

Tulang kortikal pada mandibula terlihat radiopak, tidak ada


gambaran radiolusen yang patologis

Semua gigi terlihat vital, tidak ada gambaran radiolusen di bawah


akar gigi

VI. DIAGNOSA ORTHODONTI

Maloklusi Angle KlasIdenganmalposisigigi individual:

41

Gigi 11: mesiolabioversi


Gigi 15: distopalatoversi
Gigi 31 : mesiolabioversi
Gigi 41 : mesiolabioversi
Gigi 34 : Distolinguoversi
Gigi 35 : Distolinguoversi

Overjet11 : 3,5 mm, Overjet21 :3,1mm


31

Overbite11 : 3,2 mm, Overbite21 : 3,1mm

41
31

Midlinerahangatas

:segaris

Midlinerahangbawah

: segaris

VII. ETIOLOGI
1. Faktorumum: 2. Faktorlokal:
-

Pada

periode

gigi

bercampur,

terdapatgigipersistensisehinggaerupsigigipermanenmenempatiruangan
di luarlengkung ideal.
DeterminansiLengkung

Rahang atas:
Panjang lengkung ideal

: Kanan:47,7 mm, Kiri: 48,2mm

Mesio distal gigi I1-M1

: Kanan: 45,6mm, Kiri: 46,3 mm

Diskrepansi

: Kanan:2,1mm, Kiri: 1,9mm

Rahang bawah:
Panjang lengkung ideal

: Kanan: 43,1 mm, Kiri: 44mm

Mesio distal gigi I1-M1

: Kanan: 42,5 mm, Kiri: 42,7mm

Diskrepansi

: Kanan: 0,6 mm, Kiri: 1,3mm

Overjet awal :11 = 3,321 = 3,1Overjet akhir :11 = 3,0 mm 21 = 2,9mm


4131

4131

VIII. RENCANA PERAWATAN

A Penjelasantentangperawatanortodontik
Pasien diberi penjelasan dan gambaran tentang pemakaian alat
orthodontik yang

relatif

lama, memerlukan kedisiplinan dan

kooperatif yang tinggi dari pasien itu sendiri agar mendapatkan


hasil yang maksimal dan memuaskan.
B Pencarian ruang dan mengoreksimalposisigigi individual
-

a Rahangatas
C-retractordibuatdarikawatdiameter 0,6 mm pada gigi 13 untuk

menarik gigi caninus kearah distal.


Finger spring dibuat dari kawat diameter 0,6 mm, pada gigi 12

dan 11 untuk menarik gigi insisivus kearah distal.


T spring dibuat dari kawat berdiameter 0,6 cm untuk mendorong

gigi 25 ke arah bukal.


Labial bow dibuatdarikawatdiameter 0,7 mm denganU loop dari

14-24 mempertahankanlengkunggigi ideal.


Adams klamer dibuat dari kawat diameter 0,7mm pada gigi 16
dan26 sebagai retensi dan stabilisasi.
b Rahangbawah
Plat aktif yang dilengkapi :

T spring dibuat dari kawat berdiameter 0,6 cm untuk

mendorong gigi 25 ke arah bukal.


Labial bow dibuatdarikawatdiameter 0,7 mm denganU loop dari

34-44 untuk mempertahankanlengkunggigi ideal.


Adams klamerdibuatdarikawatdiameter 0,7 mm pada gigi 36 dan
46 sebagai retensidanstabilisasi.

C Penyesuaian Oklusi
Pasien diinstruksikan untuk menggigit articulatingpaper berwarna
merah dalam posisi sentrik, kemudian pasien diinstruksikan untuk
melakukan gerakan mastikasi. Sesudah itu, dilakukan pemeriksaan
tonjol-tonjol oklusal dan sisi mesial gigi, apabila berwarna merah
menandakan adanya traumatik oklusi sehingga perlu dilakukan
grinding pada gigi tersebut sampai warna merah seimbang pada
semua sisi insisal dan semua tonjol.
D Pemakaian Retainer
Pemakaian retainer bertujuan untuk mempertahankan lengkung
gigi yang telah terkoreksi sampai terjadi kestabilan dalam lengkung
gigi yang baru serta mencegah agar gigi-gigi tidak relaps. Alat
terdiri dari labial bow diameter 0,7 mm dan adams klamer
diameter 0,7 mm pada gigi molar pertama.

IX. SKETSA PESAWAT ORTODONTI


RAHANG ATAS
Tahap I

Alat-alat yang digunakan :


C-retractor 0.6 mm
Simple Spring 0.6 mm
Labial Bow 0.7 mm
Adams klamer 0.7 mm

Keterangan

Tahap II
Keterangan
-

Rahang Bawah

Alat-alat yang digunakan :


- T-spring 0.6 mm
- Labial bow 0.7 mm
- Adams klamer 0.7 mm

Keterangan
Alat-alat yang
digunakan :
C-retractor 0.6 mm
Simple Spring 0.6 mm
Finger Spring 0.6 mm
Labial Bow 0.7 mm
Adams klamer 0.7 mm

Keterangan

IX. PROGNOSIS
A. Baik
Keterangan :
Prognosis baik karena pasien bersikap kooperatif dan riwayat kesehatan
umumnya baik.

Palembang, 17Juni 2015


Menyetujui,
Pembimbing

Operator

drg. Arya Prasetya Beumaputra, Sp. Ort


NIP. 197406022005011001

AndinaRetsaPutri,S.KG

NIM : 04074821410715

LEMBAR PERSETUJUAN PERAWATAN ORTHODONTI


PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

No

NamaPasien

:ChanaOlvin

Umur

: 14Tahun

No. Kartu

No.Model

: 01

Operator

: AndinaRetsaPutri, S.KG.

Pembimbing

: drg.AryaPrasetyaBeumaputra,SP.Orto
Kegiatan

Tanggal

ParafDokter

Persetujuanpasien

Anamnesiadanpemeriksaanklinis

Mencetakdanmengisigips

Membuat work model dan


studi model

Diskusi I

Diskusi II

Persetujuanrencanaperawatandandesainalat
Pembuatanalat

8
Insersialat
9

HALAMAN KONTROL PASIEN


NO

TANGGAL

JENIS KEGIATAN

PARAF DOKTER