Anda di halaman 1dari 162

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN

STUDI KASUS
(KANTOR WALIKOTAMADYA JAKARTA TIMUR)

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh :
DAHLIA
102093026417

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2008M/1429H

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN


STUDI KASUS
(KANTOR WALIKOTAMADYA JAKARTA TIMUR)

DAHLIA
102093026417

Skripsi
Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA

2008M/1429H
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN
STUDI KASUS
(KANTOR WALIKOTAMADYA JAKARTA TIMUR)

SKRIPSI
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh :
Dahlia
102093026417

Menyetujui,

Pembimbing I

Pembimbing II

Nur Aeni Hidayah, MMSI

Zainuddin Bey Fananie, MSc

NIP : 150 368 820


Mengetahui,
Ketua Program Studi Sistem Informasi

Ir. M. Qomarul Huda, M.Kom


NIP: 150 326 908

PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian Studi Kasus


Kantor Walikotamadya Jakarta Timur telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang
munaqosah Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah pada hari Kamis,
dan skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
Strata Satu (S1) Program Studi Sistem Informasi.

Jakarta, 4 Desember 2008

Menyetujui,
Penguji I

Penguji II

(Ir. M. Qomarul Huda, M.Kom)

(Aang Subiyakto, M.Kom)

NIP : 150 326 908

Pembimbing I

Pembimbing II

(Nur Aeni Hidayah, MMSI)

(Zainuddin Bey Fananie, MSc)

NIP :150 368 820

Mengetahui,
Dekan Fakultas

Ketua Prodi SI

(DR.Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis)

(Ir. M. Qomarul Huda, M.Kom)

NIP : 150 317 956

NIP : 150 326 908

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR


HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI
SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU
LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, Desember 2008

Dahlia
102093026417

ABSTRAK

Dahlia (102093026417), Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian Studi Kasus


Walikotamadya Jakarta Timur, (Di bawah bimbingan Bpk. Muji Haryadi, S.Hut, MT
(Alm) dan Bpk. Zainuddin Bey Fananie, MSc) Jumlah Halaman: 120, Jumlah
Referensi:10 sumber.

Penggunaan teknologi informasi pada setiap organisasi milik pemerintah


maupun swasta sudah sangat diperlukan saat ini.

Penggunaan teknologi informasi

tersebut memberikan dampak positif yang besar bagi peningkatan produktivitas para
pekerja.

Pada

saat

ini

pengolahan

informasi

mengenai

kepegawaian

pada

Walikotamadya Jakarta Timur masih dilakukan secara semi komputer, artinya data-data
yang didapat melalui form-form isi lalu diinput menggunakan program aplikasi
pengolah data seperti Ms. Word dan Ms. Excel yang hanya bertujuan untuk
dokumentasi tanpa adanya sebuah proses lebih lanjut mengenai data yang ada. Dalam
pengembangan ini menggunakan metode SDLC melalui tahapa-tahapan seperti survei,
analisis, desain, pembuatan, implementasi dan pemeliharaan.

SDLC yang peneliti

lakukan berupa analisa masalah, perancangan sistem usulan, input-output, basis data,
implementasi hingga pemeliharaan sistem. Dengan adanya Sistem Informasi
Kepegawaian ini akan mempermudah pelayanan dan pengelolaan data pegawai, data
daftar urut kepangkatan, penilaian pegawai, gaji, absensi, pelatihan jabatan, unit kerja,
pendidikan, mutasi pegawai, pensiun dan kenaikan pangkat pegawai menjadi lebih
cepat, akurat sesuai kebutuhan..

Kata Kunci : Pengembangan, Sistem, Kepegawaian, Walikotamadya, JakTim.`

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum wr. wb.


Puji syukur alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat,
taufik, hidayah dan karunia-Nya yang telah diberikan, sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini. Shalawat dan salam tidak lupa kita curahkan
kepada nabi besar kita Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari
jaman jahiliyyah hingga jaman yang modern ini.
Penyelesaian skripsi ini disusun atas kerja sama yang baik berbagai pihak.
Untuk itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih dengan
setulus hati kepada Bapak (Alm) Muji Haryadi S Hut, MT selaku dosen pembimbing I
beserta Ibu Nur Aeni Hidayah, MMSI selaku pengganti dosen pembimbing I, dan Bapak
Zainuddin Bey Fananie, MSc selaku dosen pembimbing II yang dengan penuh
kesabaran membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini. Ungkapan terimakasih juga
penulis sampaikan kepada:
1. Bapak DR. Ir. Sopiansyah Jaya Putra, MSis selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi.
2. Bapak Ir. M, Qomarul Huda, M.Kom, selaku Ketua Program Studi Sistem
Informasi atas dukungannya.
3. Para dosen Program Studi Sistem Informasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
yang telah mentransfer ilmu pengetahuannya dengan penuh tanggung jawab
mengajarkan berbagai pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis, serta staff TU
Akademik Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.

4. Bapak Moh. Sultoni beserta seluruh staff

kepegawaian pada kantor

Walikotamadya Jakarta Timur atas bantuan informasi yang dibutuhkan penulis


dan kerja samanya.
5. Kedua orang tua penulis, adik, paman beserta keluarga yang telah memberikan
dukungan dengan sepenuhnya baik meteril maupun moril.
6. Sahabat-sahabatku Nofiyanti, Ajeng Syamsiah Hajjar, Wahyu yang telah banyak
membantu, mendukung dan mendoakan. Serta teman-temanku semua dari
Sistem Informasi angkatan 2002 maupun teman-teman lainnya, penulis ucapkan
terimakasih banyak atas dukungannya.
Penulis menyadari bahwa karya ini belum sempurna, untuk itu penulis
mengharapkan saran dan kritik pembaca dan pihak lain dalam penelitian
pengembangan selanjutnya yang lebih baik.
Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih bagi pihak-pihak yang telah banyak
membantu, baik atas semua dukungan yang telah diberikan maupun atas segala
respon positif dari para pembaca dalam penulisan skripsi ini.
Wassalamu alkaikum wr.wb.

Jakarta, Desember 2008


Penulis
Dahlia

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ii
HALAMAN PERNYATAAN ...............................................................................iv
ABSTRAK...........................v
KATA PENGANTAR .......vi
DAFTAR ISI ...viii
DAFTAR GAMBAR .....xi
DAFTAR TABEL ....xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah ......1

1.2

Perumusan Masalah ...2

1.3

Batasan Masalah .....3

1.4

Tujuan Penelitian.3

1.5

Manfaat Penulisan ...4

1.6

Sistematika Penulisan .5

BAB II LANDASAN TEORI


2.1

Konsep Dasar Sistem Informasi...7


2.1.1

Pengertian Sistem.....7

2.1.2

Karakteristik Sistem ....7

2.1.3

Pengertian Informasi ...8

2.1.4

Pengertian Sistem Informasi ...8

2.1.5

Pengertian Sistem Kepegawaian .....9

2.2

Metode Pngembangan Sistem......9

2.3

Alat Bantu Pengembangan Sistem 12


2.3.1

Bagan Alir (FlowChart) ....12

2.4

2.3.2

Data Flow Diagram (DFD). ......13

2.3.3

Entity Relationship Diagram (ERD) .15

2.3.4

Normalisasi ...18

2.3.5

Kamus Data ...19

Pengenalan Dasar Aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0 ...20


2.4.1

Devinisi Visual Basic.20

2.4.2

Komponen Microsoft Visual Basic 6.0..21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1

Metode Penelitian .....22

3.2

Metode Pengembangan Sistem .25

BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Profil Kotamadya Jakarta Timur ...30
4.1.1. Sejarah Singkat dan Perkembangannya 30
4.1.2. Visi dan Misi Kotamadya Jakarta Timur ..32
4.1.3. Struktur Organisasi 34
4.1.4. Aturan & Prosedur Mengenai System Kepegawaian ...35
4.1.5. Tugas dan Fungsi ..42
4.2. Perencanaan Sistem Yang Diusulkan ...45
4.3

Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan ..........................................45


4.3.1. Uraian Sistem Yang Sedang Berjalan ...45

4.4

4.3.2

Analisa Input ( masukan) ..................51

4.3.3

Analisa Proses ...................51

4.3.4

Analisa Output (keluran) ...................60

4.3.5

Analisa Kebutuhan Sistem Yang Sedang Berjalan........62

4.3.6

Kelemahan Sistem Yang Sedang Berjalan ................62

4.3.7

Kelebihan System Yang Sedang Berjalan .................63

4.3.8

Alternatif Pemecahan Masalah .....................64

Disain Sistem Yang Diusulkan ....................................................64


4.4.1

Diagram Konteks Sistem Yang Diusulkan ...64

10

4.4.2

Diagram Level 1 Sistem Yang Diusulkan .69

4.4.3

Diagram Level 2 Proses 1.0 Sistem Yang Diusulkan ...72

4.4.4

Diagram Level 2 Proses 2.0 Sistem Yang Diusulkan ...75

4.4.5. Diagram Level 2 Proses 3.0 Sistem Yang Diusulkan ...77


4.4.6

Diagram Level 2 Proses 4.0 Sistem Yang Diusulkan ...79

4.4.7. Diagram Level 2 Proses 5.0 Sistem Yang Diusulkan ...80


4.4.8

Kamus Data .......................................................................81

4.4.9

Perancangan Basis Data ....................................................84

4.4.10 Normalisasi .......................................................................86


4.4.11 Spesifikasi Database .........................................................93
4.4.12 Perancangan Struktur Menu Tampilan .............................97
4.5

Tahap Implementasi Sistem .........................................................99

4.6

Tahap Pemeliharaan ....................................................................100

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan 101
5.2. Saran ..101
DAFTAR PUSTAKA .. 103
LAMPIRAN -LAMPIRAN.. 104

11

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.

Unary Relationship ..15

Gambar 2.2.

Binary Relationship .........16

Gambar 2.3.

Ternary Relationship ...16

Gambar 2.5.

Kotak Dialog ...20

Gambar 2.6.

Lingkungan Visual Basic 6.0.. 20

Gambar 3.1.

Tahapan Siklus Pengembangan Sistem ...25

Gambar 4.1.

Gambar Kodya Jakarta Timur .31

Gambar 4.2

Struktur Organisasi .................................................................34

Gambar 4.3a.

Flowchart Sistem Kepegawaian ..........47

Gambar 4.3b.

Flowchart Mutasi 48

Gambar 4.3c.

Flowchart Pensiun ...49

Gambar 4.3d.

Flowchart Kenaikan Pangkat.. 50

Gambar 4.4.

Diagram Konteks Sistem Yang Berjalan ...55

Gambar 4.5.

DFD Level 1 Sistem Yang Berjalan ...59

Gambar 4.6.

Diagram Konteks Sistem Yang Diusulkan .68

Gambar 4.7.

DFD Level 1 Sistem Yang Diusulkan 71

Gambar 4.8.

DFD Level 2 Proses 1.0 Sistem Yang Diusulkan ..74

Gambar 4.9.

DFD Level 2 Proses 2.0 Sistem Yang Diusulkan ..76

Gambar 4.10.

DFD Level 2 Proses 3.0 Sistem Yang Diusulkan ..78

Gambar 4.11.

DFD Level 2 Proses 4.0 Sistem Yang Diusulkan ..79

Gambar 4.12.

DFD Level 2 Proses 5.0 Sistem Yang Diusulkan ..80

Gambar 4.13.

ERD Mutasi Yang Belum Dinormalisasikan ..84

Gambar 4.14.

ERD Kenaikan Pangkat Yang Belum Dinormalisasikan 85

Gambar 4.15.

ERD Pensiun Yang Belum Dinormalisasikan .85

Gambar 4.16.

Bentuk Tidak Normal Mutasi (Unnormalized) .......86

Gambar 4.17.

Bentuk Normal Pertama (1NF) Mutasi ...............86

Gambar 4.18.

Bentuk Normal Kedua (2NF) Mutasi ......87

Gambar 4.19.

ERD Mutasi Yang Telah Dinormalisasikan ....87

12

Gambar 4.20.

Bentuk Tidak Normal Kenaikan Pangkat ...88

Gambar 4.21.

Bentuk Normal Pertama Kenaikan Pangkat ..88

Gambar 4.22.

Bentuk Normal Kedua Kenaikan Pangkat .88

Gambar 4.23.

ERD Kenaikan Pangkat Yang Telah Dinormalisasikan 89

Gambar 4.24.

Bentuk Tidak Normal Pensiun ...89

Gambar 4.25.

Bentuk Normal Pertama Pensiun ...90

Gambar 4.26.

Bentuk Normal Kedua Pensiun ...90

Gambar 4.27.

ERD Pensiun Yang Telah Dinormalisasikan ..90

Gambar 4.28.

ERD Sistem Kepegawaian ......................................................91

Gambar 4.29.

ERD Kedalam Database .........................................................92

Gambar 4.30.

Perancangan Menu Keseluruhan .............................................97

Gambar 4.31.

Perancangan Menu Utama.......................................................98

Gambar 4.32.

Perancangan Menu Master ......................................................98

Gambar 4.33.

Perancangan Menu Transaksi .................................................98

Gambar 4.34.

Perancangan Menu Laporan....................................................98

Gambar 4.35.

Perancangan Menu Tools .......................................................99

13

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.

Simbol Flowchart ..12

Tabel 2.2.

Komponen DFD ....14

Tabel 2.3.

Komponen ERD ....15

Tabel 2.4.

Simbol Kamus Data ..19

Tabel 4.1.

Wilayah Jakarta Timur ..32

Tabel 4.2.

Gaji pokok Gol I & II 39

Tabel 4.3.

Gaji pokok Gol III& IV .40

14

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A : Wawancara ...104
Lampiran B : Lampiran Perancangan Input Dan Output 107
Lampiran C : Lampiran Kode Program ..111

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN


STUDI KASUS
(KANTOR WALIKOTAMADYA JAKARTA TIMUR)

DAHLIA
102093026417

15

Skripsi
Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2008M/1429H
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN
STUDI KASUS
(KANTOR WALIKOTAMADYA JAKARTA TIMUR)

SKRIPSI
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh :
Dahlia
102093026417

16

Menyetujui,
Pembimbing I

Pembimbing II

Nur Aeni Hidayah, MMSI

Zainuddin Bey Fananie, MSc

NIP : 150 368 820

Mengetahui,
Ketua Program Studi Sistem Informasi

Ir. M. Qomarul Huda, M.Kom


NIP: 150 326 908

17

PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian Studi Kasus


Kantor Walikotamadya Jakarta Timur telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang
munaqosah Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah pada hari Kamis,
dan skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
Strata Satu (S1) Program Studi Sistem Informasi.

Jakarta, 4 Desember 2008

Menyetujui,
Penguji I

Penguji II

(Ir. M. Qomarul Huda, M.Kom)

(Aang Subiyakto, M.Kom)

NIP : 150 326 908

Pembimbing I

Pembimbing II

(Nur Aeni Hidayah, MMSI)

(Zainuddin Bey Fananie, MSc)

NIP :150 368 820

Mengetahui,
Dekan Fakultas

Ketua Prodi SI

(DR.Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis)

(Ir. M. Qomarul Huda, M.Kom)

NIP : 150 317 956

NIP : 150 326 908

18

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR


HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI
SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU
LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, Desember 2008

Dahlia
102093026417

19

ABSTRAK

Dahlia (102093026417), Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian Studi Kasus


Walikotamadya Jakarta Timur, (Di bawah bimbingan Bpk. Muji Haryadi, S.Hut, MT
(Alm) dan Bpk. Zainuddin Bey Fananie, MSc) Jumlah Halaman: 120, Jumlah
Referensi:10 sumber.

Penggunaan teknologi informasi pada setiap organisasi milik pemerintah


maupun swasta sudah sangat diperlukan saat ini.

Penggunaan teknologi informasi

tersebut memberikan dampak positif yang besar bagi peningkatan produktivitas para
pekerja.

Pada

saat

ini

pengolahan

informasi

mengenai

kepegawaian

pada

Walikotamadya Jakarta Timur masih dilakukan secara semi komputer, artinya data-data
yang didapat melalui form-form isi lalu diinput menggunakan program aplikasi
pengolah data seperti Ms. Word dan Ms. Excel yang hanya bertujuan untuk
dokumentasi tanpa adanya sebuah proses lebih lanjut mengenai data yang ada. Dalam
pengembangan ini menggunakan metode SDLC melalui tahapa-tahapan seperti survei,
analisis, desain, pembuatan, implementasi dan pemeliharaan.

SDLC yang peneliti

lakukan berupa analisa masalah, perancangan sistem usulan, input-output, basis data,
implementasi hingga pemeliharaan sistem. Dengan adanya Sistem Informasi
Kepegawaian ini akan mempermudah pelayanan dan pengelolaan data pegawai, data
daftar urut kepangkatan, penilaian pegawai, gaji, absensi, pelatihan jabatan, unit kerja,
pendidikan, mutasi pegawai, pensiun dan kenaikan pangkat pegawai menjadi lebih
cepat, akurat sesuai kebutuhan..

Kata Kunci : Pengembangan, Sistem, Kepegawaian, Walikotamadya, JakTim.`

20

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum wr. wb.


Puji syukur alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat,
taufik, hidayah dan karunia-Nya yang telah diberikan, sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini. Shalawat dan salam tidak lupa kita curahkan
kepada nabi besar kita Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari
jaman jahiliyyah hingga jaman yang modern ini.
Penyelesaian skripsi ini disusun atas kerja sama yang baik berbagai pihak.
Untuk itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih dengan
setulus hati kepada Bapak (Alm) Muji Haryadi S Hut, MT selaku dosen pembimbing I
beserta Ibu Nur Aeni Hidayah, MMSI selaku pengganti dosen pembimbing I, dan Bapak
Zainuddin Bey Fananie, MSc selaku dosen pembimbing II yang dengan penuh
kesabaran membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini. Ungkapan terimakasih juga
penulis sampaikan kepada:
7. Bapak DR. Ir. Sopiansyah Jaya Putra, MSis selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi.
8. Bapak Ir. M, Qomarul Huda, M.Kom, selaku Ketua Program Studi Sistem
Informasi atas dukungannya.
9. Para dosen Program Studi Sistem Informasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
yang telah mentransfer ilmu pengetahuannya dengan penuh tanggung jawab

21

mengajarkan berbagai pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis, serta staff TU


Akademik Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.
10. Bapak Moh. Sultoni beserta seluruh staff

kepegawaian pada kantor

Walikotamadya Jakarta Timur atas bantuan informasi yang dibutuhkan penulis


dan kerja samanya.
11. Kedua orang tua penulis, adik, paman beserta keluarga yang telah memberikan
dukungan dengan sepenuhnya baik meteril maupun moril.
12. Sahabat-sahabatku Nofiyanti, Ajeng Syamsiah Hajjar, Wahyu yang telah banyak
membantu, mendukung dan mendoakan. Serta teman-temanku semua dari
Sistem Informasi angkatan 2002 maupun teman-teman lainnya, penulis ucapkan
terimakasih banyak atas dukungannya.
Penulis menyadari bahwa karya ini belum sempurna, untuk itu penulis
mengharapkan saran dan kritik pembaca dan pihak lain dalam penelitian
pengembangan selanjutnya yang lebih baik.
Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih bagi pihak-pihak yang telah banyak
membantu, baik atas semua dukungan yang telah diberikan maupun atas segala
respon positif dari para pembaca dalam penulisan skripsi ini.
Wassalamu alkaikum wr.wb.

Jakarta, Desember 2008


Penulis
Dahlia

22

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ii
HALAMAN PERNYATAAN ...............................................................................iv
ABSTRAK...........................v
KATA PENGANTAR .......vi
DAFTAR ISI ...viii
DAFTAR GAMBAR .....xi
DAFTAR TABEL ....xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I

PENDAHULUAN
1.7

Latar Belakang Masalah ......1

1.8

Perumusan Masalah ...2

1.9

Batasan Masalah .....3

1.10 Tujuan Penelitian.3


1.11 Manfaat Penulisan ...4
1.12 Sistematika Penulisan .5
BAB II LANDASAN TEORI
2.3

Konsep Dasar Sistem Informasi...7


2.3.1

Pengertian Sistem.....7

2.3.2

Karakteristik Sistem ....7

2.3.3

Pengertian Informasi ...8

2.3.4

Pengertian Sistem Informasi ...8

2.3.5

Pengertian Sistem Kepegawaian .....9

2.4

Metode Pngembangan Sistem......9

2.3

Alat Bantu Pengembangan Sistem 12


2.3.1

Bagan Alir (FlowChart) ....12

23

2.4

2.3.2

Data Flow Diagram (DFD). ......13

2.3.3

Entity Relationship Diagram (ERD) .15

2.3.4

Normalisasi ...18

2.3.5

Kamus Data ...19

Pengenalan Dasar Aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0 ...20


2.4.1

Devinisi Visual Basic.20

2.4.2

Komponen Microsoft Visual Basic 6.0..21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.3

Metode Penelitian .....22

3.4

Metode Pengembangan Sistem .25

BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Profil Kotamadya Jakarta Timur ...30
4.1.1. Sejarah Singkat dan Perkembangannya 30
4.1.2. Visi dan Misi Kotamadya Jakarta Timur ..32
4.1.3. Struktur Organisasi 34
4.1.4. Aturan & Prosedur Mengenai System Kepegawaian ...35
4.1.5. Tugas dan Fungsi ..42
4.2. Perencanaan Sistem Yang Diusulkan ...45
4.3

Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan ..........................................45


4.3.1. Uraian Sistem Yang Sedang Berjalan ...45

4.4

4.3.2

Analisa Input ( masukan) ..................51

4.3.3

Analisa Proses ...................51

4.3.4

Analisa Output (keluran) ...................60

4.3.5

Analisa Kebutuhan Sistem Yang Sedang Berjalan........62

4.3.6

Kelemahan Sistem Yang Sedang Berjalan ................62

4.3.7

Kelebihan System Yang Sedang Berjalan .................63

4.3.8

Alternatif Pemecahan Masalah .....................64

Disain Sistem Yang Diusulkan ....................................................64


4.4.1

Diagram Konteks Sistem Yang Diusulkan ...64

24

4.4.2

Diagram Level 1 Sistem Yang Diusulkan .69

4.4.3

Diagram Level 2 Proses 1.0 Sistem Yang Diusulkan ...72

4.4.4

Diagram Level 2 Proses 2.0 Sistem Yang Diusulkan ...75

4.4.5. Diagram Level 2 Proses 3.0 Sistem Yang Diusulkan ...77


4.4.6

Diagram Level 2 Proses 4.0 Sistem Yang Diusulkan ...79

4.4.7. Diagram Level 2 Proses 5.0 Sistem Yang Diusulkan ...80


4.4.8

Kamus Data .......................................................................81

4.4.9

Perancangan Basis Data ....................................................84

4.4.10 Normalisasi .......................................................................86


4.4.11 Spesifikasi Database .........................................................93
4.4.12 Perancangan Struktur Menu Tampilan .............................97
4.5

Tahap Implementasi Sistem .........................................................99

4.6

Tahap Pemeliharaan ....................................................................100

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan 101
5.2. Saran ..101
DAFTAR PUSTAKA .. 103
LAMPIRAN -LAMPIRAN.. 104

25

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.

Unary Relationship ..15

Gambar 2.2.

Binary Relationship .........16

Gambar 2.3.

Ternary Relationship ...16

Gambar 2.5.

Kotak Dialog ...20

Gambar 2.6.

Lingkungan Visual Basic 6.0.. 20

Gambar 3.1.

Tahapan Siklus Pengembangan Sistem ...25

Gambar 4.1.

Gambar Kodya Jakarta Timur .31

Gambar 4.2

Struktur Organisasi .................................................................34

Gambar 4.3a.

Flowchart Sistem Kepegawaian ..........47

Gambar 4.3b.

Flowchart Mutasi 48

Gambar 4.3c.

Flowchart Pensiun ...49

Gambar 4.3d.

Flowchart Kenaikan Pangkat.. 50

Gambar 4.4.

Diagram Konteks Sistem Yang Berjalan ...55

Gambar 4.5.

DFD Level 1 Sistem Yang Berjalan ...59

Gambar 4.6.

Diagram Konteks Sistem Yang Diusulkan .68

Gambar 4.7.

DFD Level 1 Sistem Yang Diusulkan 71

Gambar 4.8.

DFD Level 2 Proses 1.0 Sistem Yang Diusulkan ..74

Gambar 4.9.

DFD Level 2 Proses 2.0 Sistem Yang Diusulkan ..76

Gambar 4.10.

DFD Level 2 Proses 3.0 Sistem Yang Diusulkan ..78

Gambar 4.11.

DFD Level 2 Proses 4.0 Sistem Yang Diusulkan ..79

Gambar 4.12.

DFD Level 2 Proses 5.0 Sistem Yang Diusulkan ..80

Gambar 4.13.

ERD Mutasi Yang Belum Dinormalisasikan ..84

Gambar 4.14.

ERD Kenaikan Pangkat Yang Belum Dinormalisasikan 85

Gambar 4.15.

ERD Pensiun Yang Belum Dinormalisasikan .85

Gambar 4.16.

Bentuk Tidak Normal Mutasi (Unnormalized) .......86

Gambar 4.17.

Bentuk Normal Pertama (1NF) Mutasi ...............86

Gambar 4.18.

Bentuk Normal Kedua (2NF) Mutasi ......87

Gambar 4.19.

ERD Mutasi Yang Telah Dinormalisasikan ....87

26

Gambar 4.20.

Bentuk Tidak Normal Kenaikan Pangkat ...88

Gambar 4.21.

Bentuk Normal Pertama Kenaikan Pangkat ..88

Gambar 4.22.

Bentuk Normal Kedua Kenaikan Pangkat .88

Gambar 4.23.

ERD Kenaikan Pangkat Yang Telah Dinormalisasikan 89

Gambar 4.24.

Bentuk Tidak Normal Pensiun ...89

Gambar 4.25.

Bentuk Normal Pertama Pensiun ...90

Gambar 4.26.

Bentuk Normal Kedua Pensiun ...90

Gambar 4.27.

ERD Pensiun Yang Telah Dinormalisasikan ..90

Gambar 4.28.

ERD Sistem Kepegawaian ......................................................91

Gambar 4.29.

ERD Kedalam Database .........................................................92

Gambar 4.30.

Perancangan Menu Keseluruhan .............................................97

Gambar 4.31.

Perancangan Menu Utama.......................................................98

Gambar 4.32.

Perancangan Menu Master ......................................................98

Gambar 4.33.

Perancangan Menu Transaksi .................................................98

Gambar 4.34.

Perancangan Menu Laporan....................................................98

Gambar 4.35.

Perancangan Menu Tools .......................................................99

27

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.

Simbol Flowchart ..12

Tabel 2.2.

Komponen DFD ....14

Tabel 2.3.

Komponen ERD ....15

Tabel 2.4.

Simbol Kamus Data ..19

Tabel 4.1.

Wilayah Jakarta Timur ..32

Tabel 4.2.

Gaji pokok Gol I & II 39

Tabel 4.3.

Gaji pokok Gol III& IV .40

28

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A : Wawancara ...104
Lampiran B : Lampiran Perancangan Input Dan Output 107
Lampiran C : Lampiran Kode Program ..111

29

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Perkembangan teknologi informasi yang mencolok selama dasawarsa ini ditandai
dengan semakin pentingnya informasi dan pengolahan data di dalam banyak aspek
kehidupan manusia. Seiring dengan lajunya gerak pembangunan, organisasi publik
maupun swasta semakin banyak yang mampu memanfaatkan teknologi informasi baru
yang dapat menunjang efektifitas, produktivitas dan efisiensi kerja.
Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan peningkatkan pelayanan publik
yang efektif dan efisien membutuhkan pola kebijakan dan perencanaan strategis.
Perencanaan strategis dalam konteks pemanfaatan teknologi informasi yang bersifat
menyeluruh, terpadu serta terkoordinasi dari tingkat Propinsi sampai pada tingkat
Kabupaten

bahkan tingkat kecamatan dan kelurahan terkait dengan aspek-aspek

managemen kelembagaan, perangkat keras, perangkat lunak, sumber daya manusia, dan
jaringan komunikasi data.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, pada Pemerintah Kotamadya Jakarta
Timur menerapkan teknologi informasi khususnya pada sistem kepegawaian dalam
menunjang managemen Pemerintahan pada tingkat Kotamadya terutama untuk
memberikan Informasi data kepegawaian yang diperlukan untuk memudahkan
pengorganisasian data yang dipergunakan dalam menentukan suatu mekanisme Sistem
Informasi (SI) Kepegawaian.

30

Hal ini sangat berguna dalam mempercepat akses ke suatu sistem informasi dan
membuat kinerja suatu organisasi lebih baik, semakin banyaknya staf pegawai yang
berada pada suatu departemen di perlukan suatu sistem yang handal untuk menangani
proses input dan output data. Namun pengolahan data kepegawaian ini masih dilakukan
secara semi terkomputerisasi dan masih banyak mengalami kendala antara lain :
1.

Data kepegawaian yang kurang terkontrol dan data informasi pegawai yang
terbatas.

2.

Sulitnya menghimpun data pegawai yang dibutuhkan, seperti data daftar


urut kepangkatan pegawai, data penilaian pegawai, data mutasi pegawai,
data pensiun pegawai, data kenaikan pangkat, penggajian pegawai, dan data
absensi pegawai.

3.

Pembuatan laporan data pegawai yang ada dan laporan perubahan jumlah
pegawai apabila dibutuhkan.

Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya sistem infomasi yang dapat
mengelola data-data kepegawaian yang ada sehingga menghasilkan informasi yang
cepat dan akurat.

1.2.

Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat disimpulkan masalahnya

adalah :
1.

Bagaimana merancang suatu sistem informasi kepegawaian yang dapat


mempermudah dan mempercepat pengelolaan data kepegawaian yang terdiri

31

atas : data pegawai, data daftar urut kepangkatan, data penilaian pagawai,
data absensi, data gaji, data pendidikan, data unit kerja, data pelatihan
jabatan, data mutasi, data pensiun, dan data kenaikan pangkat pegawai.
2.

Bagaimana hardware dan software serta sumber daya manusia yang ada
dapat dimanfaatkan dalam mendukung sistem informasi kepegawaian
tersebut.

1.3. Batasan Masalah


Penelitian ini dilaksanakan pada Walikotamadya Jakarta Timur
khususnya pada bagian kepegawaian dan mengingat luasnya permasalahan
Sistem Informasi Kepegawaian Walikota Jakarta Timur, maka penelitian ini
dibatasi pada proses yang berkait dengan pendataan data pegawai, daftar urut
kepangkatan, penilaian pagawai, absensi, gaji, pendidikan, unit kerja, pelatihan
jabatan, mutasi, pensiun, dan kenaikan pangkat pegawai, serta laporan
rekapitulasi pegawai baik pada awal bulan maupun akhir bulan.

1.4.

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian Sistem Informasi Kepegawaian pada Walikotamadya

Jakarta Timur dapat dirumuskan sebagai berikut:


1.

Merancang dan membuat kerangka sistem untuk mengelola data-data


pegawai agar dapat digunakan setiap saat untuk pengelolaan data pegawai di
bagian kepegawaian.

32

2.

Memberikan kemudahan bagi staff

kepegawaian untuk mengelola data

kepegawaian yang ada dan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan


dengan cepat dan akurat.

1.5.

Manfaat Penulisan
Dengan

diadakannya

kegiatan

penelitian

mengenai

Sistem

Informasi

Kepegawaian pada Walikotamadya Jakarta Timur, adapun manfaat penulisan dari


penelitian ini:
1.

Bagi Penulis
a.

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Komputer

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif


Hidayatullah Jakarta.
b.

Dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dari bangku kuliah


untuk kepentingan penulis dan lingkungan sekitar.

2.

Bagi Pihak Walikotamadya Jakarta Timur


Dengan mengembangkan pembuatan aplikasi yang dilakukan, dapat
membantu kebutuhan akan informasi kepegawaian, yang cepat dalam
menampilkan data yang akurat sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

3.

Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan


Diharapkan dapat membantu perkembangan implementasi sistem aplikasi
dengan pengolahan basisdata bagi instansi pemerintahan.

33

1.6. Sistematika Penulisan


Skripsi ini terdiri dari V (Lima) Bab yang diuraikan dalam berbagai sub bab.
Adapun sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I

PENDAHULUAN
Penulis mengemukakan latar belakang masalah, perumusan masalah,
batasan

masalah atau ruang lingkup masalah, tujuan penelitian, manfaat

penulisan dan sistematika penulisan sebagai gambaran secara umum tiaptiap bab.
BAB II

LANDASAN TEORI
Pada bab ini penulis membahas teori tentang konsep dasar sistem informasi
(pengertian sistem, karakteristik sistem, pengertian informasi,

dan

pengertian sistem informasi), pengertian sistem kepegawaian, metode


pengembangan sistem, alat bantu pengembangan sistem, dan pengenalan
dasar aplikasi yang digunakan dalam pengembangan sistem.
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
Penulis berusaha mengemukakan subyek penelitian, tempat dan waktu
penelitian, ruang lingkup penelitian, materi penelitian, alat penelitian,
prosedur penelitian, metode-metode pengembangan sistem yang berkaitan
dalam perancangan sistem.

BAB IV

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM


Penulis mendeskripsikan gambaran umum Kotamadya Jakarta Timur,
analisa masalah, perancangan sistem (DFD, ERD, dan Normalisasi),
struktur file database yang digunakan, perancangan menu, perancangan

34

input dan perancangan output, pengembangan dan persiapan implementasi


sistem yang telah dibuat, serta pelaksanaan implementasi sistem.
BAB V

PENUTUP

Dalam bab terakhir penulisan skripsi ini, penulis memberikan kesimpulan dan saran
guna peningkatan dan kemajuan bagi Kotamadya Jakarta Timur dimasa yang akan
datang sebagai penutup.

35

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem Informasi


2.1.1. Pengertian Sistem
Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah
komponen fungsional (dengan satuan fungsi atau tugas khusus) yang saling
berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses
atau pekerjaan tertentu (Ir. Fathansyah, 1999 : 9).
Menurut McLeod (2001 : 11), mendefinisikan Sistem adalah sekelompok
elemen atau unsur yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai
suatu tujuan. Dari dua pengertian di atas maka, penulis dapat menyimpulkan
bahwa pengertian sistem adalah suatu kumpulan elemen-elemen yang saling
berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2.1.2. Karakteristik Sistem


Dalam buku Sutabri (2004 : 12-13), suatu sistem memiliki karakteristik dan
sifat sifat tertentu. Adapun karakteristik dari sistem yang dimaksud adalah sebagai
berikut : Komponen Sistem (Components), Batasan Sistem (Boundary),
Lingkungan Luar Sistem (Environtment), Penghubung Sistem (Interface),
Masukan Sistem (Input), Keluaran Sistem (Output), Pengolah Sistem (Proses),
Sasaran Sistem (Objective), Tujuan (Goal).

36

2.1.3. Pengertian Informasi


Di dalam pengembangan sistem informasi harus memiliki dasar dari
informasi tersebut. Maka, dalam penulisan skripsi ini penulis memasukan
pengarang yang bernama Sutabri (2004 : 17), mendefinisikan informasi
merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah. Dalam
buku Prabowo, dkk (2006 : 19), dituliskan bahwa informasi merupakan data yang
diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerima dan mempunyai nilai
nyata bagi pengambilan keputusan saat ini atau akan datang. Dari dua pengertian
diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian Informasi adalah data yang
telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan dapat memberikan nilai bagi
yang menerimanya.

2.1.4. Pengertian Sistem Informasi


Dalam buku Sutabri (2005 : 42), mendefinisikan sistem informasi sebagai
berikut: Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi
operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu
organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporanlaporan yang diperlukan. Dalam buku Prabowo, dkk (2006 : 18), mendefinisikan
sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima sumber data sebagai input
(masukan) dan mengolahnya menjadi produk informasi sebagai output (keluaran).
Dari dua definisi diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian
Sistem Informasi adalah sekumpulan elemen-elemen yang saling bekerjasama

37

dalam mengolah data untuk menghasilkan atau menyediakan Informasi guna


mencapai tujuan.

2.1.5. Pengertian Sistem Kepegawaian


Sistem Informasi kepegawaian atau yang disebut juga dengan Human
Resource Information System adalah suatu suatu sistem yang terdiri dari software
dan hardware yang dirancang untuk menyimpan dan memproses semua informasi
pegawai. dalam buku Marimin, dkk (2006:50).

2.2. Metode Pengembangan Sistem


Dalam buku Sutabri (2004:56), mendefinisikan siklus hidup pengembangan sistem
(Sistem Development Life Cycle / SDLC) merupakan suatu bentuk yang digunakan
untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah pada tahapan tersebut
dalam proses pengembangan sistem.
Pendekatan daur hidup sistem adalah sebuah alat manajemen yang digunakan
untuk merencanakan dan mengontrol kegiatan pengembangan sistem.

Secara garis

besar ada enam tahap yang biasa dijadikan metodologi dalam melaksanakan
pengembangan sistem (Sutabri, 2004 : 60-63) yaitu : tahap survei sistem, tahap analisis
sistem, tahap desain sistem, tahap pembuatan sistem, tahap implementasi sistem dan
tahap pemeliharaan sistem. Dalam mengembangkan sistem informasi kepegawaian ini
menerapkan enam tahap yang ada pada siklus hidup pengembangan sistem (Sistem
Depelopment Life Cycle).

38

1.

Tahap Survei Sistem


Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah,
menetapkan ruang lingkup sistem dan rencana untuk study kelayakan guna
memberikan gambaran mengenai bagaimana memperbaiki masalah yang
ada terebut.

2.

Tahap Analisis Sistem


Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasikan kebutuhan sistem yang
berjalan secara lebih rinci dan lengkap sehingga dapat dimengerti dengan
baik oleh pemakai.

3.

Tahap Desain Sistem


Tahap desain sistem bertujuan untuk memberikan informasi tambahan yang
diperlukan oleh programer dan manajemen operasi. Adapun tujuan dari
perancangan sistem secara umum adalah memberikan gambaran secara
umum kepada user tentang sistem yang baru.

Sedangkan tujuan

perancangan sistem lebih rinci lagi adalah untuk memenuhi kebutuhan


pemakai sistem serta memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun
yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya
yang terlibat.
4.

Tahap Pembuatan Sistem


Berdasarkan desain yang telah dibuat, maka selanjutnya pada tahap ini akan
dibuat konstruksi atau development sistem. Dimana pada tahap ini
dilakukan pembuatan source code dari sistem yang dibangun. Dari semua
tahapan yang ada, tahap konstruksi inilah yang paling banyak melibatkan

39

sumber daya terbesar, terutama dalam hal SDM, biaya dan waktu akhir
dari tahap konstruksi biasanya berupa uji coba sistem.
5.

Tahap Implementasi Sistem


Tahap ini merupakan prosedur yang harus dilakukan untuk menyelesaikan
desain sistem yang ada dalam dokumen rancangan sistem yang telah
disetujui, serta menguji, menginstall dan memulai penggunaan sistem yang
baru.

Pada tahap ini kegiatan dititik beratkan pada penelitian apakah

konsep sistem yang telah disusun dapat dilaksanakan dengan benar atau
tidak.
6.

Tahap Pemeliharaan Sistem


Tahap ini merupakan tahapan dengan aktivitas, dimana harus ada personel
atau divisi perusahaan yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi
terhadap sistem informasi sejalan dengan perubahan kebutuhan bisnis
teramat sangat dinamis, untuk melihat apakah sistem masih sesuai dengan
kebutuhan user.

Tahap ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan-

permasalahan yang terjadi pada sistem, menyediakan dukungan yang


berkelanjutan dan perawatan terhadap sistem.

2.3. Alat Bantu Pengembangan Sistem


2.3.1. Bagan Alir (FlowChart)
Bagan alir atau flowchart merupakan alat berbentuk grafik yang dapat
digunakan untuk menunjukan urutan-urutan kegiatan dari sistem informasi
berbasis komputer (Sutabri, 2004: 161). Masukan sistem Informasi meliputi

40

pemasukan data secara manual, proses computer dan proses output.

Proses

keluaran tersebut didistribusikan ke pemakai untuk membuat keputusan atau


menggambarkan sistem Informasi.

Tabel 2.1. Simbol Flowchart (Sumber : Sutabri, 2004: 161)


NO.

SIMBOL

URAIAN

Simbol dokumen menunjukkan input dan output baik


untuk proses manual, mekanik atau computer.

1.
2.

Simbol manual menunjukkan pekerjaan yang dilakukan


secara manual.
Simbol simpanan offline

Simbol simpanan offline adalah file non komputer yang


diarsip berdasarkan urut angka (numerical), urut huruf
(alphabetical), urut tanggal (chronological).
File nonkomputer yang diarsip berdasarkan urut angka
(numerical).

file urut angka


3.

File nonkomputer yang diarsip berdasarkan urut huruf


(alphabetical).

file urut huruf

File nonkomputer yang diarsip berdasarkan urut tanggal


(chronological).

File urut tanggal


Simbol proses berupa kotak menunjukkan kegiatan atau
proses yang dilakukan secara komputerisasi.
4.

5.

Simbol database menunjukkan


menggunakan database.

input

Simbol garis alir menunjukkan arus dari proses.


6.

41

output

Simbol decision menunjukkan pengambilan keputusan


yang digunakan untuk suatu seleksi kondisi didalam
sistem.

7.

Simbol penghubung menunjukkan penghubung ke


halaman yang sama atau halaman lain.

8.

2.3.2. Data Flow Diagram (DFD)


DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada
atau sistem baru yang akan dikembangkan. Dalam buku Prabowo (2006 : 110),
mendefinisikan Data Flow Diagram adalah salah satu alat analisis dan teknik
pemodel terbaik untuk menggambarkan proses dan kebutuhan fungsional dari suatu
sistem.
Untuk mempermudah dalam pembacaan DFD, maka penggambarannya
disusun dalam beberapa tingkatan, yaitu tingkatan dari yang paling tertinggi yang
mempengaruhi sistem tersebut, biasanya dikenal dengan nama diagram konteks atau
diagram level 0 yang menggambarkan proses utama sistem, sampai dengan tingkat
yang paling rendah yang tidak dapat diuraikan lagi.
Dalam buku Sutabri (2004:163), Data Flow Diagram memiliki empat
komponen, yaitu : external entityr, proses, data store dan data flow.

42

Tabel 2.2. Komponen DFD (Sumber : Sutabri, 2004:163)


NO.

SYMBOL

URAIAN

1.
Symbol ini digunakan untuk menggambarkan asal atau
tujuan data
External entity
2.
Symbol ini digunakan untuk proses pengolahan atau
transfor-masi data.
Proses
3.
Data store

Komponen data store (penyimpanan data) digunakan


untuk menggambarkan data flowyang sudah disimpan
atau diarsipkan.

4.
Komponen data flow (alur data) digunakan untuk
menerangkan perpindahan data yang sedang berjalan.
Data flow

2.3.3. Entity Relationship Diagram (ERD)


ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang
disimpan dalam sistem secara abstrak. ERD juga merupakan model jaringan yang
menekankan pada struktur dan relationship data. Tujuan ERD untuk menunjukkan
obyek data (Entity) dan relationship yang ada pada obyek tersebut. Langkahlangkah pembuatan ERD :
1. Tentukan entity yang diperlukan.
2. Tentukan hubungan antara entity.
3. Tentukan cardinality ratio.
4. Tentukan attribut-attribut yang diperlukan dari tiap entity.
5. Tentukan key diantara attribute.

43

Komponen utama ERD adalah :

Tabel 2.3. Komponen ERD


NO.

SYMBOL

URAIAN
Entitas adalah suatu kumpulan obyek atau sesuatu yang
dapat dibedakan atau diidentifikasikan secara unik.

1.
Entitas

Relationship merupakan hubungan yang terjadi antar


instance dari satu atau lebih tipe entitas.

2.
Relationship

Attribut merupakan sifat atau karakteristik suatu entitas


yang menyediakan penjelasan detail tentang entitas
tersebut.

3.
Attribute

Relationship memiliki beberapa derajat relationship, yaitu jumlah entitas


yang berpartisipasi dalam satu relationship. Ada tiga relationship yang sering
digunakan dalam ERD, yakni :

1.

Unary (berderajat satu) Relationship


Relationship Unary (Gambar 2.1.) sering juga disebut Relationship Rekursif,
yaitu relationship antara instansi-instansi dari suatu entity.

Gambar 2.1. Unary Relationship

44

2.

Binary (berderajat dua) Relationship


Relationship Binary (Gambar 2.2.) adalah suatu relationship yang
menghubungkan dua entity yang berbeda.

Gambar 2.2. Binary Relationship

3.

Ternary (berderajat tiga) Relationship


Relationship Ternary (Gambar 2.3.) adalah suatu relationship yang
menghubungkan tiga entity yang berbeda satu sama lainnya.

Gambar 2.3. Ternary Relationship

4.

N-ary (berderajat banyak) Relationship


N-ary Relatiomship adalah suatu relationship yang menghubungkan banyak
entity.

45

Hubungan antara entity melalui relationship dikenal dengan istilah


Cardinality Ratio Constraint / Kardinalitas Relasi yang menunjukkan
jumlah maksimum entitas yang berinteraksi dengan entitas pada himpunan
lain.
Kardinalitas relasi dapat berupa :
a) One to One Relationship
Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding satu,
untuk menunjukkan relasi keduanya dengan diwakili angka 1.
b) One to Many Relationship
Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding
banyak, untuk banyak diwakili dengan huruf M dan untuk satu diwakili
angka 1.
c) Many to Many Relationship
Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah banyak berbanding
banyak, untuk menunjukkan relasi keduanya dengan diwakili angka M.

2.3.4. Normalisasi
Dalam buku Sutabri (2004 : 202), Metode normalisasi merupakan suatu
proses pengelompokan elemen data menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entitas
dan relasinya. Teknik normalisasi ini juga merupakan suatu teknik yang
menstrukturkan data dalam cara tertentu untuk membantu mengurangi atau
mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam
database. Kriteria-kriteria dalam normalisasi adalah sebagai berikut :

46

1. Bentuk tidak normal (Unormalized Form)


Merupakan kumpulan data yang dikumpulkan apa adanya, tidak mengikuti
suatu format tertentu, data yang dikumpulkan dapat tidak lengkap dan
terduplikasi.
2. Bentuk normal pertama (1 st Normal Form)
Dibentuk tabel-tabel yang menampung data yang ada dan dikelompokkan
berdasarkan suatu karakteristik terentu. Pada tahap ini harus diusahakan
tidak ada field dalam satu tabel yang berulang.
3. Bentuk normal kedua (2nd Normal Form )
Penentuan field kunci dari masing-masing tabel kunci tersebut harus unik
dan dapat mewakili tabel.
4. Bentuk normal ketiga (3th Normal Form)
Penentuan relasi antar tabel, sehingga akan ditentukan adanya field kunci
sekunder pada tabel-tabel tersebut.

2.3.5. Kamus Data


Menurut Sutabri (2004 : 170), mendefinisikan bahwa kamus data (data
dictionary) adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi
dari suatu sistem informasi. Fungsi kamus data adalah untuk membantu pelaku
sistem mengerti aplikasi secara detail, dan mengorganisasikan semua elemen data
dalam sistem secara akurat, sehingga pemakai dan penganalisa sistem memiliki
dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, dan penyimpanan.

47

Pada tahap perancangan, kamus data digunakan untuk merancang input,


laporan-laporan dan database. Pembentukan kamus data didasarkan alur data yang
terdapat pada DFD. Dalam buku Sutabri (2004 : 172), adapun sismbol-simbol
kamus data yang digunakan sebagai berikut:

Table 2.4. Simbol Kamus Data (Sumber : Sutabri, 2004 : 172)


NO.

SIMBOL

URAIAN

Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi, artinya.

Dan

()

Opsional (boleh ada atau boleh tidak)

{}

Pengulangan kata

[]

Memilih salah satu dari sejumlah alternative, seleksi

**

Komentar

Identifikasi attribute kunci

Pemisah sejumlah alternative pilihan antara symbol [ ]

2.4. Pengenalan Dasar Aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0


2.4.1. Devinisi Visual Basic
Dalam buku Kurniadi (2000 : 3), mendefinisikan bahwa Visual Basic
merupakan bahasa pemrograman aplikasi pada sistem operasi Microsoft Windows.
Visual Basic (yang sering juga disebut dengan VB) selain disebut sebagai sebuah
bahasa pemrograman, juga sering disebut sebagai sarana (tool) untuk
menghasilkan program-program aplikasi berbasiskan windows. Tampilan awal

48

ketika pertama kali membuka Visual Basic 6.0, kita dapat memilih Standard EXE
untuk memulai pembuatan program aplikasi standar, lalu klik Open.

Gambar 2.5. Kotak Dialog

Toolbar

Tool Box

Project Explorer

Form Window

Properties

Gambar 2.6. Lingkungan Visual Basic 6.0

2.4.2. Komponen Microsoft Visual Basic 6.0


Menurut Kurniadi (2000 : 13-18), beberapa komponen Mocrosoft Visual
Basic adalah sebagai berikut :

49

1.

Toolbar : Toolbar adalah tombol-tombol yang mewakili suatu perintah


tertentu dari Visual Basic.

2.

Toolbox : Toolbox adalah sebuah kotak piranti yang mengandung semua


objek atau control yang dibutuhkan untuk membentuk suatu program
aplikasi.

3.

Form Window : Form Window atau jendela Form adalah daerah kerja
utama, dimana kita dapat membuat program-program aplikasi Visual Basic.

4.

Project Explorer : Jendela Project Explorer adalah jendela yang


mengandung semua file di dalam aplikasi Visual Basic.

5.

Jendela Properties : Jendela Properties adalah jendela yang mengandung


semua informasi mengenai objek yang terdapat pada aplikasi Visual Basic.

50

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini akan diuraikan metode penelitian yang akan digunakan pada
penulisan tugas akhir ini dengan menggunakan tahap-tahap pengembangan sistem,
yaitu:
3.1. Metode Penelitian
1.

Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi penelitian dilakukan pada bagian kepegawaian kotamadya Jakarta
Timur yang beralamat Jl. Sentra Primer Baru Timur Jakarta. Penelitian ini
dilakukan pada bulan Agustus sampai bulan November 2006.

2.

Ruang Lingkup Penelitian


Penelitian ini secara umum ditujukan kepada kantor walikotamadya Jakarta
Timur, khususnya pada bagian kepegawaian walikotamadya Jakarta Timur.
Mengingat

luasnya

permasalahan

Sistem

Informasi

Kepegawaian

Walikotamadya Jakarta Timur, maka penelitian ini dibatasi pada proses


pendataan data pegawai yang dibutuhkan, data daftar urut kepangkatan
pegawai, data penilaian pegawai, data pendidikan, data unit kerja, data
pelatihan jabatan, data mutasi pegawai, data pensiun pegawai, data kenaikan
pangkat pegawai, data gaji pegawai, dan absensi pegawai serta dalam
pembuatan laporan data pegawai yang ada juga laporan perubahan jumlah
pegawai apabila dibutuhkan.

51

3.

Materi Penelitian
Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa antara lain :
1)

Profil Walikotamadya Jakarta Timur.

2)

Struktur Organisasi Walikotamadya Jakarta Timur.

3)

Prosedur kerja kepegawaian yang sedang berjalan pada bagian


kepegawaian Walikotamadya Jakarta Timur.

4)

Permasalahan dan kendala yang dihadapi Walikotamadya Jakarta


Timur.

4.

Alat Penelitian
Pada tahap ini dilakukan penelitian melaui studi kasus yang dilakukan pada
Bagian Kepegawaia Walikotamadya Jakarta Timur dengan cara wawancara
dan observasi. Metode pengumpulan data-data yang diperlukan adalah
sebagai berikut:
a.

Metode Observasi
Dilakukan dengan cara melihat secara langsung di bagian
kepegawaian selama penyusunan skripsi ini. Adapun observasi yang
peneliti lakukan adalah:
1)

Mengamati setiap proses pelayanan yang diberikan bagian


kepegawaian.

2)

Mengamati apakah aplikasi yang digunakan memudahkan


pegawai.

3)

Mencatat beberapa data pegawai sebagai data peneliti.

52

b.

Metode Wawancara
Dilakukan dengan mewawancarai staff kepegawaian yang mengerti
bahasan penelitian yang berguna untuk mencari masukan data
pendukung untuk penyusunan skripsi ini. Tema dari setiap
wawancara yang peneliti ingin dapatkan antara lain:

c.

1)

Profil Walikotamadya Jakarta Timur

2)

Prosedur kerja

3)

Alternatif Pemecahan masalah

Metode Kepustakaan
Metode kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dengan cara
membaca atau mencari literatur baik berupa buku, artikel yang ada
kaitannya dengan penelitian ini untuk membantu penulisan tugas
akhir.

5.

Prosedur Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan secara
berurutan yang meliputi :
a.

Analisis Sistem Lama


Tahap ini dilakukan untuk mengetahui proses kerja sistem lama
sehingga akan didapatkan hasil analisis seperti prosedur berjalannya
sistem dan kekurangan serta kelebihan dari sistem yang sedang
berjalan. Dari analisis yang berupa kekurangan tersebut kemudian

53

dibuat suatu pemecahan masalah untuk kemudian mencoba membuat


desain sistem baru.
b.

Mendesain Sistem Baru


Tahap ini dilakukan untuk membuat suatu sistem baru yang
didasarkan pada hasil analisis dan disesuaikan dengan kebutuhan user.
Pada tahap ini pula akan dibuat desain sistem mulai dari Logical
Desgn, Phisycal Design, dan Sistem GUI yang dibutuhkan.

3.2. Metode Pengembangan Sistem


Seperti pada uraian sebelumnya, dalam mengembangkan sistem informasi
kepegawaian ini menerapkan tahap-tahap yang ada pada siklus hidup pengembangan
sistem (System Development Life Cycle) menurut Tata Sutabri (2004 : 63) yaitu : tahap
survey sistem, tahap analisis sistem, tahap desain sistem, tahap implementasi sistem,
dan tahap pemeliharaan sistem yang digambarkan dibawah ini:

Survei Sistem
Analisis Sistem
Desain Sistem
Pembuatan Sistem
Implementasi Sistem
Pemeliharaan Sistem
Gambar 3.1. Tahapan Siklus Pengembangan Sistem (sumber : Tata Sutabri, 2004 : 63)

54

1.

Tahap Survei Sistem


Tahap perencanaan merupakan tahap untuk merencanakan pengembangan
sistem yang akan dilakukan. Pada tahap ini dilakukan investigasi untuk
memperoleh data-data atau bahan yang diperlukan dalam pengembangan
sistem dengan cara wawancara kepada pihak-pihak yang terkait (staf
kotamadya Jakarta Timur) dan observasi langsung untuk mengetahui proses
sistem yang sedang berjalan pada kotamadya Jakarta Timur.

2.

Tahap Analisis Sistem


Pada tahap ini dilakukan penelitian melalui studi kasus yang dilakukan pada
kotamadya Jakarta Timur yang berlokasi di Pondok Kopi. Adapun hasil
analisa sistem ini berupa :
a.

Profile kotamadya dan struktur organisasi


Tujuannya yaitu mengetahui gambaran umum kotamadya serta untuk
mempelajari urutan tugas masing-masing bagian yang berkaitan
dengan sistem.

b.

Identifikasi permasalahan yang ada


Identifikasi

permasalahan

ini

bertujuan

untuk

mengetahui

permasalahan-permasalahan yang ada pada sistem yang sedang


berjalan agar dapat diberikan solusi pemecahan masalah untuk
perbaikan sistem yaitu dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan
dari sistem yang ada.

55

c. Data Flow Diagram dan FlowChart sistem yang sedang berjalan pada
kotamadya Jakarta Timur.
Yang bertujuan untuk mengetahui prosedur sistem yang sedang berjalan
sehingga dapat lebih mudah untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan dari sistem yang ada yang telah di identifikasi.

d. Penyelesaian dari masalah yang dihadapi


Penyelesaiannya dengan membangun sistem yang sedang berjalan
dengan perbaikan dari permasalahan yang telah di identifikasi.

3.

Tahap Desain Sistem


Tahap selanjutnya dari SDLC setelah menganilisis masalah pada sistem yang
berjalan, dan memberikan usulan penyelesaian masalah adalah tahap
perancangan sistem yang bertujuan untuk mengatasi permasalahanpermasalahan yang ada. Pada tahap ini gambaran sistem yang diusulkan
dengan menggunakan tools sebagai berikut :

a. Perancangan System
Pada perancangan sistem ini menggunakan tools Data FlowDiagram
(DFD) atau diagram arus data untuk menggambarkan suatu sistem yang
diusulkan. Sedangkan data dictionary (Kamus Data) digunakan untuk
menjelaskan data yang ada pada DFD, dan kamus data itu sendiri
memiliki fungsi untuk membantu pelaku sistem agar memiliki dasar

56

pengertian yang sama tentang aliran data yang masuk dan keluar, serta
penyimpanannya.

b. Perancangan Database
ERD dan Normalisasi digunakan penulis dalam membantu perancangan
database untuk menggambarkan hubungan antar entity yang ada pada
DFD dan membentuk tabel normal. Setelah tabel dalam bentuk normal,
kemudian dilakukan perancangan input / output.

c. Perancangan Input /Output


Setelah perancangan database maka penulis merancang input / output
dengan membuat rancangan layar tampilan.

4.

Tahap Pembuatan Sistem


Pada tahap ini penulis melakukan konstruksi yang merupakan transfer hasil
perancangan ke coding bahasa pemrograman dengan Microsoft Visual Basic
6.0 sebagai aplikasinya dan Microsoft Access 2003 sebagai databasenya.
Kemudian dilakukan uji coba sistem untuk menmgetahui apakah sistem
informasi kepegawaian ini dapat berjalan dengan baik atau tidak.

5.

Tahap Implementasi Sistem


Pada tahap implementasi ini dilakukan installasi / pemasangan sistem secara
utuh untuk dipergunakan pada bagian kepegawaian kotamadya Jakarta

57

Timur. Tahap ini bertujuan memastikan bahwa personil yang terlibat dapat
mengoperasikan sistem baru yang dapat berjalan secara baik dan benar.

6.

Tahap Pemeliharaan Sistem


Pada tahap ini melakukan perawatan (maintenance) sistem oleh staff
kotamadya,

serta review sistem untuk mengetahui apakah sistem masih

sesuai dengan kebutuhan user atau tidak.

58

B IV
PEMBAHASAN

4.1.

Profil Kotamadya Jakarta Timur


4.1.1. Sejarah Singkat dan Perkembangannya
Walikotamadya Jakarta Timur secara administratif dibagi menjadi 10
Kecamatan, 65 Kelurahan, 697 Rukun Warga, dan 7.812 Rukun Tetangga serta
dihuni penduduk sebanyak 2,141,228 jiwa, terdiri dari 1,135,474 jiwa laki-laki,
dan 1,005,754 jiwa perempuan sampai dengan akhir bulan Juni 2006 atau sekitar
10% dari jumlah penduduk DKI Jakarta dengan kepadatan mencapai 10.445
jiwa /km2. Pertumbuhan penduduk 2,4 persen/ tahun dengan pendapatan
perkapita sebesar Rp. 5.057.040,00.
Kotamadya Jakarta Timur mempunyai beberapa karakteristik khusus
antara lain, memiliki beberapa kawasan industri yaitu Pulo Gadung, memiliki
beberapa pasar jenis induk diantaranya Pasar Sayur-mayur Kramat Jati, Pasar
Induk Cipinang, memiliki Bandara Halim Perdana Kusuma, dan memiliki objek
wisata diantaranya TMII dan Lubang Buaya.
Kategori Wilayah Jakarta Timur terdiri 95% daratan dan selebihnya rawa
atau persawahan dengan ketinggian rata-rata 50M dari permukaan air laut serta
dilewati oleh beberapa sungai kanal diantaranya Cakung Drain, Kali Ciliwung,
Kali Malang, Kali Sunter, Kali Cipinang. Letak geografis berada diantara
1064935 Bujur Timur dan 061037 Lintang Selatan.

59

Posisi yang melengkapi wilayah Jakarta Timur ini yakni dengan batasanbatasan beberapa daerah seperti :
1.

Sebelah Utara

: Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

2.

Sebelah Barat

: Jakarta Selatan.

3.

Sebelah Selatan : Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor.

4.

Sebelah Timur

: Kabupaten Daerah Timgkat II Bekasi.

Gambar 4.1. Kodya Jakarta Timur (Sumber : http://www.jakartatimur.co.id)

Wilayah Jakarta Timur beriklim panas dengan suhu rata-rata sepanjang


tahun sekitar 27 derajad celcius dan curah hujan dengan rata-rata 2.000mm per

60

tahun sampai dengan maksimum bulan Januari. Wilayah Jakarta Timur memiliki
Kecamatan , Luas Wilayah, Jumlah Kelurahan sebagai berikut :

Tabel 4.1. Wilayah Jakarta Timur


Kecamatan
1. Matraman
2. Jatinegara
3. Pasar Rebo
4. Kramat Jati
5. Pulo Gadung
6. Cakung
7. Ciracas
8. Cipayung
9. Makasar
10. Duren Sawit
Jumlah

Luas Wilayah

Jumlah Kelurahan

485,13
1.063,52
1.294,60
1.333,45
1.572,15
4.248,08
1.608,30
2.729,59
2.163,01
2.270,60
18.767,43

6
8
5
7
7
7
5
8
5
7
65

4.1.2. Visi dan Misi Kotamadya Jakarta Timur


Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa
depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan walikotamadya.
Maka berdasarkan dari keadaan wilayah Jakarta Timur, visi walikotamadya
Jakarta Timur adalah Menjadikan Jakarta Timur sebagai pusat produk unggulan
dan tujuan wisata yang dihuni oleh masyarakat yang sejahtera dan berkualitas
untuk mensejajarkan Jakarta dengan kota-kota besar dunia.
Sebagaimana penyusunan visi di atas, misipun dalam penyusunannya
menggunakan pendekatan partisipatif, pertimbangan potensi dan kebutuhan
walikotamadya Jakarta Timur. Sebagaimana proses yang dilakukan maka misi
Walikotamadya Jakarta Timur adalah :

61

1.

Membangun Jakarta Timur berbasis pada masyarakat.

2.

Membangun Jakarta Timur sebagai daerah produsen serta wisata dengan


pelayanan prima.

3.

Mengembangkan lingkungan kehidupan perkotaan yang berkelanjutan.

4.

Meningkatkan sumber daya manusia.

5.

Meningkatkan kelembagaan keuangan bagi usaha kecil.

6.

Meningkatkan investasi dan promosi.

62

4.1.3. Struktur Organisasi


STRUKTUR ORGANISASI
BAGIAN KEPEGAWAIAN SETKODYA JAKARTA TIMUR TAHUN : 2006
KA. BAGIAN KEPEGAWAIAN
Dra. HJ. NIRWANA MAYA, MM

(IV/a)

Kasubag Pengemb. Karir

Kasubag Info & Peng. Data

Kasubag Kesj. Pegawai

IQBAL AKBARUDIN,S.Sos
(III/c)

Dra. BUDI ELY LUSIATI


(III/d)

H. CHAERUDIN HASAN, SH
(III/d)

Dra. USDIYATI
(III/c)

HJ. SRI LESTARI MUJIAWATI


(III/b)

ETJIN KURAENINGSIH
(III/b)

ANDI HUDAYA, SH
(III/d)

HJ. SITI MARIAM, S.Sos


(III/d)

TOTO BONDAN, S.Sos, M.Si


(II/c)

ACHMAD MUZNI
(II/c)

LIA SETYANINGRUM, SSTP


(III/a)

HJ. SRI UMIYATI


(III/b)

Dra. NURLINA SINAGA


(III/d)

BETRIN L.BURMANA, SSTP


(III/b)

RADITE TEGUH, A.Md


(II/c)

MOH.SULTONI
(II/d)

JAINUDIN
(II/d)

Drs. ALI WAHYUDIN


(III/c)

ALI KASIM, A.Md


(II/c)

TRIYENI SULISTYANINGRUM

(II/c)

DIMAN
PTT

AAN SUNANI, S.Sos


(II/c)

H. NAZIMUDIN, SE
(III/b)

JUWANTO
(II/b)

SETIAWAN, S.Pd
(II/c)

HARYADI
PTT

Kasubag Mutasi
Drs. DIAN PURFANTO
(III/c)

Kasubag Umum
SUS CHRISTINE S, SH
(III/d)

JUSMANIAR (PKC)
(II/d)
NOVRYADI
(II/c)

H. MULANI DJAELANI
(I/d)

Gambar 4.2. Struktur Organisasi ( Sumber : Bag. Kepegawaian)

63

4.1.4. Aturan dan Prosedur Mengenai Sistem Kepegawaian


1.

Daftar Urut Kepangkatan


Daftar urut kepangkatan adalah salah satu bahan untuk
melaksanakan pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS)
berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. Dalam daftar
urut kepangkatan tidak boleh ada 2 (dua) nama pegawai yang sama
nomor urutnya, maka untuk menetapkan nomor urut yang tepat
dalam satu daftar urut kepangkatan dapat diurutkan melalui
Kepangkatan, Jabatan, Masa Kerja,

Latihan Jabatan, dan

Pendidikan.

2.

Penilaian Pegawai
Hasil Penilaian pelaksanaan pekerjaan, dituangkan dalam daftar
penilaian

pelaksanaan

pekerjaan.

Dalam

daftar

penilaian

pelaksanaan pekerjaan unsur-unsur yang dinilai adalah Kesetiaan,


Prestasi Kerja, Tanggung Jawab, Ketaatan, Kejujuran, Kerjasama,
Prakarsa, dan Kepemimpinan.
Nilai Pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan dan angka
sebagai berikut :
a. Amat baik

= 91 100

b. Baik

= 76 90

c. Cukup

= 61 75

d. Sedang

= 51 60

64

e. Kurang

3.

= 50 Ke bawah

Mutasi
Mutasi Kepegawaian adalah segala perubahan mengenai seseorang
Pegawai Negeri Sipil,

seperti pengangkatan,

pemindahan,

pemberhentian, pemensiunan, perubahan susunan keluarga, dan


lain-lain. Aturan mutasi pegawai dilakukan dengan cara promosi
dan dapat dilakukan juga untuk menempati unit kerja yang kosong.
Untuk dapat memiliki surat keputusan mutasi kerja yaitu dengan
mengajukan

permohonan

ke

bagian

kepegawaian,

untuk

mengetahui apakah keputusan mutasi diterima atau ditolak. Lalu


pegawai yang mengajukan permohonan tersebut memperoleh surat
mutasi dari BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Pusat.

Kriteria dari mutasi pegawai yaitu :


1)

Pegawai mempunyai golongan yang sesuai dengan jabatan


yang akan diisi.

2)

Pegawai mempunyai pendidikan yang sesuai dengan jabatan


yang akan diisi.

3)

Pegawai mempunyai masa kerja yang sesuai dengan jabatan


yang akan diisi.

65

4.

Pensiun
Pensiun adalah jaminan hari tua dan sebagai balas jasa terhadap
Pegawai Negeri yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya
kepada Negara. Aturan pegawai untuk memasuki masa pensiun yaitu
pada usia 56 tahun, pensiun awal diajukan ketika usia pegawai 54
tahun dan diberikan MPP (Masa Persiapan Pensiun) selama 2 tahun.

Prosedur untuk mengajukan masa pensiun yaitu:


Pemberitahuan kepada pegawai yang bersangkutan dari BKD (Badan
Kepegawaian Daerah) Pusat, lalu diajukan ke BKN (Badan
Kepegawaian Negara), Taspen dan Badan Asuransi.

5.

Kenaikan Pangkat
Pemberian kenaikan pangkat pada kotamadya Jakarta Timur
dilaksanakan berdasarkan :
1) Sistem kenaikan pangkat regular atau pegawai yang dinaikan
pangkatnya tanpa terikat jabatan.
2) Sistem kenaikan pangkat pilihan atau pegawai yang menduduki
jabatan.
3) Sistem kenaikan istimewa atau pegawai yang menduduki masamasa pensiun dan pegawai yang mendapat penghargaan.

66

Syarat-syaratnya antara lain ialah prestasi kerja, disiplin kerja,


kesetiaan, pengabdian, pengalaman, jabatan, latihan jabatan dan
syarat-syarat obyektif yang dikeluarkan melalui DP3 (Daftar Penilaian
Pelaksanaan Pekeraan ) pegawai yang ditelaah selama 2 (dua) tahun
terakhir.

Aturan kerja dalam kenaikan pangkat yaitu :


Pegawai mendapat surat pemberitahuan dari Badan Kepegawaian
Daerah (BKD) Pusat lalu ke Kotamadya kemudian ke pegawai yang
bersangkutan dan melampirkan berkas seperti : Surat Keputusan
terakhir, DP3, dan Kartu Pegawai lalu dikembalikan bagian
kepegawaian Kotamadya lalu disampaikan ke BKD Pusat kemudian
BKD Pusat mengeluarkan surat keputusan tersebut.

6.

Absensi
Absensi pegawai dihitung pada masa kerja berlangsung yaitu senin
sampai dengan hari jumat. Jadwal kerja yang diterapkan yaitu :
Senin s/d Kamis

: pkl. 07.30 pkl. 15.00

Jumat

: pkl. 07.30 16.30

Kedisiplinan pegawai yang ada setiap hari senin diadakan APEL.


Absensi pegawai juga sangat berpengaruh pada penggajian pegawai.
Apabila pegawai terlambat datang jam kerja maka dipotong gaji
sebesar Rp. 20.000.

67

7.

Penggajian
Dalam pemberian penggajian pegawai disesuaikan dengan golongan
dan masa kerja pegawai.

Daftar Penyesuaian Gaji Pokok PNS Menurut PP No.9 Tahun 2007

Table 4.2. Gaji pokok Gol I & II


MK
GOL
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

GOL
A
760.000

GOL

II

A
961.000
972.000

820.000

854.000

894.000

994.000

1.036.000

1.080.000

1.126.000

839.000

874.000

911.000

1.017.000

1.060.000

1.105.000

1.151.000

858.000

894.000

932.000

1.040.000

1.084.000

1.130.000

1.178.000

878.000

915.000

953.000

1.064.000

1.109.000

1.156.000

1.205.000

896.000

936.000

975.000

1.088.000

1.135.000

1.183.000

1.233.000

918.000

957.000

998.000

1.113.000

1.161.000

1.210.000

1.261.000

939.000

979.000

1.025.000

1.139.000

1.187.000

1.238.000

1.290.000

961.000

1.002.000

1.044.000

1.155.000

1.215.000

1.266.000

1.320.000

983.000

1.028.000

1.068.000

1.192.000

1.242.000

1.295.000

1.350.000

976.000

1.048.000

1.093.000

1.219.000

1.271.000

1.325.000

1.361.000

1.029.000

1.072.000

1.118.000

1.247.000

1.300.000

1.355.000

1.413.000

1.052.000

1.097.000

1.143.000

1.276.000

1.330.000

1.386.000

1.445.000

1.077.000

1.122.000

1.170.000

1.305.000

1.361.000

1.418.000

1.478.000

1.335.000

1.392.000

1.451.000

1.512.000

1.360.000

1.424.000

1.484.000

1.547.000

1.398.000

1.457.000

1.518.000

1.583.000

778.000
975.000
814.000
832.000
851.000
871.000
891.000
912.000
933.000
954.000
976.000
998.000
1.021.000
-

68

Tabel 4.3. Gaji pokok Gol III& IV


MK
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

A
1.200.000

GOL
B
1.251.000

III
C
1.304.000

D
1.359.000

A
1.417.000

B
1.477.000

GOL

IV
C
D
1.539.000 1.604.000

E
1.672.000

1.228.000

1.280.000

1.334.000

1.390.000

1.449.000

1.510.000

1.574.000

1.641.000

1.711.000

1.256.000

1.309.000

1.65.000

1.422.000

1.482.000

1.545.000

1.611.000

1.679.000

1.750.000

1.285.000

1.339.000

1.396.000

1.455.000

1.517.000

1.581.000

1.648.000

1.717.000

1.790.000

1.314.000

1.370.000

1.428.000

1.488.000

1.551.000

1.617.000

1.685.000

1.751.000

1.831.000

1.345.000

1.401.000

1.461.000

1.523.000

1.587.000

1.654.000

1.724.000

1.797.000

1.872.000

1.375.000

1.434.000

1.494.000

1.560.000

1.623.000

1.692.000

1.764.000

1.838.000

1.916.000

1.407.000

1.467.000

1.529.000

1.593.000

1.661.000

1.731.000

1.804.000

1.881.000

1.960.000

1.439.000

1.500.000

1.554.000

1.630.000

1.699.000

1.771.000

1.848.000

1.924.000

2.005.000

1.472.000

1.535.000

1.600.000

1.667.000

1.736.000

1.812.000

1.888.000

1.963.000

2.051.000

1.506.000

1.570.000

1.635.000

1.706.000

1.778.000

1.853.000

1.932.000

2.013.000

2.099.000

1.541.000

1.605.000

1.674.000

1.745.000

1.812.000

1.896.000

1.976.000

2.050.000

2.147.000

69

GOL
MK
Gol
A
B
23
24
1.576.000 1.643.000
25
26
1.612.000 1.681.000
27
28
1.650.000 1.715.000
29
30
1.687.000 1.759.000
31
32
1.726.000 1.799.000
Keterangan : MK GOL
GOL

III

GOL
A

1.713.000

1.785.000

1.861.000

1.752.000

1.826.000

1.792.000
1.833.000

IV
A

1.939.000

2.021.000

2.107.000

2.196.000

1.903.000

1.984.000

2.068.000

2.155.000

2.247.000

1.868.000

1.947.000

2.029.000

2.115.000

2.205.000

2.298.000

1.911.000

1.992.000

2.075.000

2.164.000

2.255.000

2.351.000

1.875.000 1.955.000 2.038.000


= Masa Kerja Golongan
= Golongan

2.124.000

2.214.000

2.307.000

2.405.000

70

4.1.5. Tugas dan Fungsi


1.

Ka. Bag. Kepegawaian


a. Tugas :
Menyelenggarakan
penyusunan

pengelolaan

program,

kepegawaian

pembinaan,

yang

meliputi

pengembangan,

mutasi,

kesejahtaraan pegawai dan tata usaha kepegawaian.

b. Fungsi :
1) Perencanaan dan penyusun formasi pegawai.
2) Pengkoordinasian pengumpulan dan pengolahan data serta
penyusunan program pembinaan dan pengembangan karir
pegawai.
3) Pelaksanaan pembinaan disiplin dan karir pegawai.
4) Pelaksanaan peningkatan kesejahteraan pegawai.
5) Penyelenggaraan administrasi kepegawaian.

2. Kasubag Mutasi
a.

Mengelola dan meneliti berkas pengajuan kenaikan pangkat dan


berkas seluruh pegawai di lingkungan Kotamadya Jakarta Timur.

b.

Meneliti dan mengurus pindah kerja pegawai.

c.

Meneliti, mengisi buku data pegawai.

71

d.

Mengurus, menyiapkan dan menyelesaikan gaji berkala pegawai


usulan pegawai yang habis masa pensiun, usulan mutasi jabatan
pegawai.

e.

Mengajukan dan mengusulkan permohonan untuk pencatatan dan


penyesuaian ijazah bagi para pegawai di tingkat Kotamadya Jakarta
Timur.

3.

Kasubag Pengembangan Karir


a. Menyusun program kebutuhan pendidikan dan pelatihan.
b. Meneliti, menilai dan mengusulkan calon peserta pendidikan dan
pelatihan.
c. Memonitor dan mengevaluasi hasil pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan.
d. Memproses usul kepangkatan dalam jabatan pegawai di lingkungan
Kotamadya Jakarta Timur.
e. Mengumpulkan bahan, meneliti dan merumuskan perencanaan karir
pegawai.

4.

Kasubag Info & Pengolahan Data


a. Mengelola dan memelihara system informasi dan manajemen data
pegawai.
b. Menyusun dan mengembangkan data kepegawaian.
c. Mengelola, menyajikan dan mengembangkan statistik kepegawaian.

72

d. Membantu koordinasi teknis pengelolaan program system.


e. Menyelenggarakan pengelolaan tata naskah dan arsip pegawai.

5. Kasubag Kesejahteraan Pegawai


a. Menyusun program kesejahteraan pegawai dan keluarganya.
b. Melaksanakan pembinaan kesejahteraan pegawai.
c. Melaksanakan proses pemberian cuti, tunjangan, penghargaan dan
tanda jasa.
d. Mengurus penyelesaian klaim asuransi, taspen, kartu akses, uang
pensiun, program cendana bakti santunan dan uang duka.

6.

Kasubag Umum
a. Melaksanakan pengumpulan bahan-bahan pembinaan pegawai.
b. Menghimpun peraturan perundang-undangan kepegawaian.
c. Mengurus dan meneliti serta mengusulkan penyelesaian administrasi
pensiun.
d. Mengkoordinasikan dan mendistribusikan laporan pajak-pajak pribadi
(LP2P) dan daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai.
e. Memproses pembuatan karis dan karsu.
f. Menyusun konsep formasi pegawai sesuai dengan kebutuhan unit.

73

4.2. Perencanaan Sistem yang Diusulkan


Tahap perencanaan sistem ini bertujuan untuk merencanakan sistem yang akan
dikembangkan. Pada tahap perencanaan sistem ini penulis mengajukan permintaan
untuk mengkaji dan mempelajari sistem yang ada pada Walikotamadya Jakarta Timur
khususnya bagian kepegawaian. Kemudian merencanakan strategi bagaimana sistem
kepegawaian ini dapat memfasilitasi kemudahan bagi pegawai Walikotamadya atau
yang berkepentingan.

4.3.

Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan


4.3.1. Uraian Sistem Yang Sedang Berjalan
Dalam sistem yang berjalan ini terdapat tujuh entitas diantaranya adalah
pegawai, kepala sub bagian, kepala bagian, kepala Walikota Jaktim, sub bagian
kepegawaian, BKD Pusat dan BKN.
Pada tahap pendataan pegawai seperti biodata, daftar urut kepangkatan,
penilaian pegawai, absensi pegawai dan gaji pegawai sub bagian kepegawaian
(Kasubag Umum) langsung memperoleh data kepegawaian ketika pegawai
tersebut resmi diterima bekerja atau mutasi dari tempat lain. Kemudian data
tersebut diberikan ke kasubag informasi dan pengolahan data untuk disimpan
dan dibuatkan laporan yang akan diserahkan kebagian kepegawaian.
Pada saat pegawai mengajukan mutasi / pensiun / kenaikan pangkat, sub
bagian kepegawaian memberikan formulir (kosong) dan informasi syarat-syarat
yang harus dilampirkan oleh pegawai.

Sesudah pemohon mengisi formulir

dengan lengkap, formulir (isi) disampaikan kepada kepala Walikota Jaktim

74

untuk ditandatangani, lalu formulir (isi) tersebut diberikan kepada sub bagian
kepegawaian untuk diserahkan kepada BKN.
Setelah diverifikasi, BKN membuat Surat keputusan (Sk)/ laporan
ditolak lalu diserahkan ke BKD Pusat dan sub bagian kepegawaian, yang
nantinya Surat keputusan (Sk) tersebut akan diberikan kepada pegawai dan
kepala Walikota Jaktim yang mengajukan.
membuat laporan diterima/ditolak untuk

Sub bagian kepegawaian juga

Kepala Walikota Jaktim.

Uraian

system berjalan ini digambarkan dalam flowchart (lihat gambar 4.3a, gambar
4.3b, gambar 4.3c, gambar 4.3d) berikut.

75

Gambar 4.3a. Flowchart Sistem Kepegawaian

76

Gambar 4.3b. Flowchart Mutasi

77

Gambar 4.3c. Flowchart Pensiun

78

Gambar 4.3d. Flowchart Kenaikan Pangkat

79

4.3.2. Analisa Input ( masukan)


Tujuan dari analisa input ini adalah untuk mengetahui data apa saja yang
akan di input atau dimasukkan pada sistem yang sedang berjalan.
Masukan sistem yang sedang berjalan adalah :
1.

Surat permohonan mutasi


Surat pengajuan yang dibuat oleh pegawai dan diajukan kepada
pimpinan yang lebih tinggi setingkat, surat ini dikelompokkan
sebagai dokumen.

2.

Formulir pensiun
Formulir yang menyatakan bahwa seorang pegawai mengajukan
pensiun. Formulir pensiun dikelompokan sebagai dokumen.

3.

Formulir kenaikan pangkat


Formulir yang menyatakan bahwa seorang pegawai mengajukan
kenaikan pangkat. Formulir ini dikelompokan sebagai dokumen.

4.3.3. Analisa Proses


Penganalisaan proses dilakukan untuk merepresentasikan aliran
data dan informasi yang mengalir pada sistem informasi kepegawaian
Walikotamadya Jakarta Timur.
a.

Diagram Konteks Sistem Yang Berjalan


Dari hasil analisa sistem yang sedang berjalan terdapat entitas

pegawai, kepala sub bagian, kepala bagian, kepala Walikota Jaktim, sub
bagian kepegawaian, BKD Pusat dan BKN.

80

Entitas pegawai memberi masukan kedalam sistem yaitu


permohonan mutasi kepada kepala sub bagian, formulir pensiun (isi) dan
formulir kenaikan pangkat (isi) kepada kepala Walikota Jaktim.
Sedangkan sistem memberi masukan berupa mutasi disetujui atau mutasi
ditolak,

Sk.

Pensiun/laporan

pensiun

ditolak,

Sk.

Kenaikan

pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak, formulir pensiun (kosong),


formulir kenaikan pangkat (kosong).
Entitas kepala sub bagian mendapat masukan dari sistem berupa
permohonan mutasi, mutasi disetujui/mutasi ditolak dari kepala bagian,
formulir pensiun (kosong), formulir kenaikan pangkat (kosong), Sk.
Pensiun/laporan pensiun ditolak, Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan
pangkat ditolak. Sedangkan memberi masukan kedalam sistem berupa
mutasi disetujui/mutasi ditolak, permohonan mutasi kepada kepala
bagian, formulir pensiun (isi), formulir kenaikan pangkat (isi), dan
laporan mutasi pegawai disetujui.
Entitas

kepala

bagian

mendapat

masukan

sistem

berupa

permohonan mutasi, mutasi disetujui/mutasi ditolak dari kepala Walikota


Jaktim, formulir pensiun (kosong), formulir kenaikan pangkat (kosong),
Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak, Sk. Kenaikan pangkat/laporan
kenaikan pangkat ditolak. Sedangkan memberi masukan kedalam sistem
berupa mutasi disetujui/mutasi ditolak untuk kepala sub bagian,
permohonan mutasi kepada kepala Walikota Jaktim, formulir pensiun

81

(isi), formulir kenaikan pangkat (isi), dan laporan mutasi pegawai


disetujui.
Entitas sub bagian kepegawaian menerima masukan dari sistem
berupa formulir pensiun (isi) ditandatangani, formulir kenaikan pangkat
(isi) ditandatangani, formulir pensiun (kosong), formulir kenaikan
pangkat (kosong), laporan mutasi pegawai disetujui, Sk. Kenaikan
pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak, Sk. Pensiun/laporan pensiun
ditolak. Sedangkan memberi masukan ke sistem berupa formulir pensiun
(isi) ditandatangani, formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani,
formulir pensiun (kosong), formulir kenaikan pangkat (kosong), Sk.
Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak, Sk. Pensiun/laporan
pensiun ditolak, dan laporan mutai pegawai disetujui.
Entitas kepala Walikota Jaktim menerima masukan dari sistem
berupa permohonan mutasi, mutasi disetujui/mutasi ditolak dari BKD
Pusat, formulir kenaikan pangkat (kosong), formulir pensiun (kosong),
Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak, Sk. Kenaikan pangkat/laporan
kenaikan pangkat ditolak, formulir kenaikan pangkat (isi), formulir
pensiun (isi), laporan kenaikan pangkat diterima/ditolak, laporan pensiun
diterima/ditolak. Sedangkan memberi masukan ke sistem berupa mutasi
disetujui/mutasi ditolak untuk kepala bagian, permohonan mutasi,
formulir kenaikan pangkat (isi), formulir pensiun (isi)
mutasi pegawai disetujui ke BKD Pusat.

82

dan laporan

Entitas BKD Pusat menerima masukan dari sistem berupa laporan


mutasi pegawai disetujui, permohonan mutasi, formulir kenaikan
pangkat (isi), formulir pensiun (isi),

Sk. Kenaikan pangkat/laporan

kenaikan pangkat ditolak, Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak, formulir


kenaikan pangkat (kosong), formulir pensiun (kosong).

Sedangkan

memberi masukan ke sistem berupa mutasi disetujui/mutasi ditolak,


laporan mutasi pegawai disetujui, formulir kenaikan pangkat (kosong),
formulir pensiun (kosong).

Sedangkan memberi masukan ke sistem

berupa mutasi disetujui/mutasi ditolak, laporan mutasi pegawai disetujui,


formulir kenaikan pangkat (kosong), formulir pensiun (kosong), formulir
pensiun

(isi)

ditandatangani,

formulir

kenaikan

pangkat

(isi)

ditandatangani, Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak,


Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak.
Entitas BKN menerima masukan dari sistem berupa formulir
pensiun

(isi)

ditandatangani,

formulir

kenaikan

pangkat

(isi)

ditandatangani. Sedangkan memberi masukan ke sistem berupa formulir


pensiun (kosong), formulir kenaikan pangkat (kosong), formulir pensiun
(isi) ditandatangani, formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani.
Uraian diagram konteks system yang berjalan (lihat gambar 4.3.) sebagai
berikut.

83

Keterangan :
Sk
: Surat keterangan
Lap
: Laporan
Gambar 4.4. Diagram Konteks Sistem Yang Berjalan

84

b.

Diagram Level 1 Sistem Yang Berjalan


Pada DFD level 1 sistem berjalan terdapat entitas pegawai, kepala

sub bagian, kepala bagian, kepala Walikotamadya Jakarta Timur, sub bagian
kepegawaian, BKD Pusat dan BKN.

Dalam DFD level 1 ini terdapat

sembilan entitas.
Pada proses 1.0 proses mutasi, entitas pegawai mengajukan
permohonan mutasi kepada kepala sub bagian dan mendapatkan mutasi
disetujui/mutasi ditolak, kepala sub bagian mengajukan permohonan mutasi
kepada kepala bagian dan mendapat mutasi disetujui/mutasi ditolak, kepala
bagian mengajukan permohonan mutasi kepada kepala Walikotamadya
Jaktim dan mendapat mutasi disetujui/ditolak, kepala Walikotamadya Jaktim
mengajukan permohonan mutasi kepada BKD Pusat dan mendapat mutasi
disetujui/ditolak.

Untuk kepala sub bagian, kepala bagian, kepala

Walikotamadya Jakarta Timur dan BKD Pusat masing-masing membuat


laporan mutasi pegawai disetujui lalu diberikan kepada sub bagian
kepegawaian.

Sub bagian kepegawaian kemudian membuat dan

melaporkan mutasi seluruh pegawai disetujui dan diserahkan kepada BKD


Pusat. Pada proses 1.0 dihasilkan data mutasi.
Pada proses 2.0 proses kenaikan pangkat, para pegawai baik itu
pegawai, kepala sub bagian, dan kepala bagian mengisi formulir kenaikan
pangkat lalu diserahkan kepada kepala Walikotamadya Jaktim untuk
ditandatangani. Setelah formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani, lalu
diberikan kepada sub bagian kepegawaian.

85

Sub bagian kepegawaian

sebelumnya memberikan formulir kenaikan pangkat (kosong) kepada para


pegawai, selain itu juga memberikan Sk.kenaikan pangkat/laporan kenaikan
pangkat ditolak, dan membuat laporan kenaikan pangkat diterima/ditolak
untuk kepala Walikotamadya Jaktim.

Kepala Walikotamadya Jaktim

menyerahkan langsung formulir kenaikan pangkat (isi) ke BKD Pusat. Dari


proses 2.0 dihasilkan data kenaikan pangkat diterima/ditolak.
Pada proses 3.0 proses pensiun, para pegawai baik itu pegawai,
kepala sub bagian, dan kepala bagian langsung menyerahkan formulir
pensiun (isi) kepada kepala Walikotamadya Jaktim untuk ditandatangani.
Setelah formulir pensiun (isi) ditandatangani, lalu diberikan kepada sub
bagian kepegawaian.

Sub bagian kepegawaian sebelumnya memberikan

formulir pensiun (kosong) kepada para pegawai, selain itu juga memberikan
Sk.pensiun/laporan pensiun ditolak, dan membuat laporan pensiun
diterima/ditolak

untuk

kepala

Walikotamadya

Jaktim.

Kepala

Walikotamadya Jaktim menyerahkan langsung formulir pensiun (isi) ke


BKD Pusat. Dari proses 2.0 dihasilkan data pensiun diterima/ditolak.
Pada proses 4.0 proses penyerahan formulir kenaikan pangkat (isi)
ditandatangani, pada proses ini sub bagian kepegawaian dan BKD Pusat
menyerahkan formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani kepada BKN
dan menghasilkan formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani.
Pada proses 5.0 BKN memberikan formulir kenaikan pangkat
(kosong) kepada sub bagian kepegawaian dan BKD Pusat menghasilkan
formulir kenaikan pangkat (kosong).

86

Pada proses 6.0 BKN melakukan verifikasi formulir kenaikan


pangkat

(isi)

ditandatangani

dan

menghasilkan

Sk.

Kenaikan

pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak lalu diberikan kepada BKD Pusat


dan sub bagian kepegawaian.
Pada proses 7.0 proses penyerahan pensiun (isi) ditandatangani, pada
proses ini sub bagian kepegawaian dan BKD Pusat menyerahkan formulir
pensiun (isi) ditandatangani kepada BKN dan menghasilkan formulir
pensiun (isi) ditandatangani.
Pada proses 8.0 BKN memberikan formulir pensiun (kosong) kepada
sub bagian kepegawaian dan BKD Pusat serta menghasilkan formulir
pensiun (kosong).
Pada proses 9.0 BKN melakukan verifikasi formulir pensiun (isi)
ditandatangani dan menghasilkan Sk. pensiun/laporan pensiun ditolak lalu
diberikan kepada BKD Pusat dan sub bagian kepegawaian.

87

Gambar 4.5. DFD Level 1 Sistem Yang Berjalan

88

4.3.4. Analisa Output (keluaran)


Output atau keluaran yang dihasilkan dari sistem informasi
kepegawaian adalah :
1)

Laporan data pegawai.


Laporan yang berisi tentang biodata pegawai.

2)

Laporan data daftar urut kepangkatan.


Laporan yang berisi tentang data pegawai yang telah/belum berubah
kepangkatannya.

3)

Laporan data penilaian pegawai.


Laporan yang berisi tentang penilaian pegawai.

4)

Sk. Mutasi/laporan mutasi ditolak.


Surat keputusan mutasi yang dikeluarkan oleh BKD Pusat kepada
pegawai yang mengajukan permohonan mutasi.

5)

Laporan data mutasi pegawai.


Laporan yang berisi tentang data pegawai yang dimutasikan.

6)

Laporan mutasi diterima/ditolak


Laporan yang dibuat oleh sub bagian kepegawaian untuk kepala
Walikotamadya yang memberi informasi apakah permohonan mutasi
bawahannya diterima/ditolak.

7)

Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak


Surat keputusan pensiun yang dikeluarkan oleh BKD Pusat kepada
pegawai yang mengajukan pensiun.

89

8)

Laporan data pensiun pegawai


Laporan yang berisi tentang pegawai yang telah memasuki masa
pensiun.

9)

Laporan pensiun diterima/ditolak


Laporan yang dibuat oleh sub bagian kepegawaian untuk kepala
Walikotamadya yang memberi informasi apakah permohonan
pensiun bawahannya diterima/ditolak.

10)

Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak


Surat keputusan kenaikan pangkat yang dikeluarkan oleh BKD Pusat
kepada pegawai yang bersangkutan.

11)

Laporan data kenaikan pangkat


Laporan yang berisi data pegawai yang berubah kepangkatannya.

12)

Laporan kenaikan pangkat diterima/ditolak.


Laporan yang dibuat oleh sub bagian kepegawaian untuk kepala
Walikotamadya yang memberi informasi apakah kenaikan pangkat
bawahannya diterima/ditolak.

13)

Laporan data gaji pegawai


Merupakan laporan yang berisi tentang gaji pegawai yang sesuai
dengan masa kerja dan golongannya.

14)

Laporan absensi
Laporan absensi ini untuk mengetahui dengan sebenarnya kehadiran
pegawai.

90

4.3.5. Analisa Kebutuhan Sistem Yang Sedang Berjalan


Analisa sistem informasi kepegawaian yang sedang berjalan dilakukan
guna memperoleh suatu gambaran yang jelas mengenai kelemahan dan
kelebihan sistem yang berjalan.

Dalam tahap ini juga dilakukan penelitian

terhadap permasalahan yang ada yaitu dengan mengamati dan melihat sistem
yang sedang berjalan pada sub bagian kepegawaian di Walikotamadya Jakarta
Timur.
Sistem

informasi

kepegawaian

yang

berjalan

saat

ini

pada

Walikotamadya Jakarta Timur, masih banyak kekurangan beberapa proses


kerjanya. Hal ini terlihat pada sistem yang masih manual kurang baiknya
manajemen data kepegawaian yang ada saat ini seperti siapa saja yang
mengajukan permohonan pensiun, permohonan mutasi, kenaikan pangkat
diterima atau ditolak dan lain sebagainya.
Dengan adanya permasalahan tersebut, diharapkan adanya jalan keluar
untuk memecahkan masalah yang terdapat pada Walikotamadya Jakarta Timur
guna memudahkan proses kerja dan memudahkan bagian kepegawaian dalam
menginput data atau mengupdate data pegawai juga dalam pencarian datanya.

4.3.6. Kelemahan Sistem Yang Sedang Berjalan


Dari hasil analisa sistem kepegawain pada Walikotamadya Jakarta
Timur, penulis menguraikan beberapa kelemahan pada proses sistem yang
sedang berjalan ini diantaranya adalah :

91

1. Sering terjadinya kesalahan dalam pencarian data pegawai yang telah


dimutasikan, telah pensiun atau yang telah berubah pangkat baru.
2. Bagian kesekretariatan walikotamadya harus menunggu terlebih dahulu
untuk meminta salah satu dari data pegawai yang dibutuhkan karena
proses penyajian informasi kepegawaian berjalan lambat dan kurang
tertata dengan baik.
3. Terjadinya penumpukan dokumen-dokumen data pegawai, baik itu surat
permohonan ataupun surat keputusan pegawai.

Dari uraian kelemahan-kelemahan sistem yang ada pada Walikotamadya


Jakarta Timur, dapat penulis simpulkan bahwa untuk memperoleh informasi
yang dibutuhkan baik dalam pencarian data, memasukan data maupun dalam
pembuatan laporan memungkinkan terjadinya kesalahan dan keterlambatan
informasi data yang dibutuhkan segera.

Pada saat itu di khawatirkan akan

menghambat proses kerja pada staff kepegawaian khususnya sub bagian


pengolahan data.

4.3.7. Kelebihan Sistem Yang Sedang Berjalan


Disamping dari kelemahan sistem yang ada pada sistem informasi
kepegawaian di Walikotamadya Jakarta Timur, penulis menguraikan beberapa
kelebihan pada proses sistem tersebut, diantaranya adalah :

92

1. Tidak memerlukan biaya yang mahal untuk pembelian program aplikasi


yang semestinya dipesan atau di desain.
2. Tidak memerlukan biaya tambahan untuk pemrograman, karena
membutuhkan programmer yang terlatih.

4.3.8. Alternatif Pemecahan Masalah


Dari hasil analisa maka diperlukan suatu pemecahan masalah terhadap
kelemahan dan kendala yang dihadapi. Alternatif pemecahan masalah yang
ditawarkan adalah :
1. Dibuatkan sistem informasi kepegawaian.
2. Dibuatkan suatu fitur dalam program yang memudahkan pendataan
pegawai, daftar urut kepangkatan, penilaian pegawai, pendataan pegawai
yang mutasi, pensiun, perubahan pangkat, pendataan gaji pegawai dan
absensi.
3. Dibuatkan basis data (database) kepegawaian.
4. Dibuatkan suatu program yang dapat menyimpan data ke dalam basis
data.

4.4. Disain Sistem Yang Diusulkan


4.4.1. Diagram Konteks Sistem Yang Diusulkan
Dari hasil analisa sistem yang sedang berjalan terdapat entitas
pegawai, kepala sub bagian, kepala bagian, kepala Walikota Jaktim, sub bagian
kepegawaian, BKD Pusat dan BKN.

93

Entitas pegawai memberi masukan kedalam sistem yaitu permohonan


mutasi kepada kepala sub bagian, formulir pensiun (isi) dan formulir kenaikan
pangkat (isi) kepada kepala Walikota Jaktim. Sedangkan sistem memberi masukan
berupa mutasi disetujui atau mutasi ditolak, Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak,
Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak, formulir pensiun
(kosong), formulir kenaikan pangkat (kosong).
Entitas kepala sub bagian mendapat masukan dari sistem berupa
permohonan mutasi, mutasi disetujui/mutasi ditolak dari kepala bagian, Sk
Pensiun/Lap Pensiun ditolak, SK. Kenaikan Pangkat/Lap. Kenaikan Pangkat
ditolak, Form Pensiun (Kosong), Form Kenaikan Pangkat (Kosong), Lap Pensiun
Diterima/Ditolak, Lap. Kenaikan Pangkat Diterima/Ditolak. Sedangkan memberi
masukan kedalam sistem berupa mutasi disetujui/mutasi ditolak, permohonan
mutasi /Lap.Mutasi Disetujui kepada kepala bagian, formulir pensiun (isi) dan
formulir kenaikan pangkat (isi).
Entitas kepala bagian mendapat masukan sistem berupa permohonan
mutasi, mutasi disetujui/mutasi ditolak dari kepala Walikota Jaktim, formulir
pensiun (kosong), formulir kenaikan pangkat (kosong), Sk. Pensiun/laporan
pensiun ditolak, Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak, Lap.
Pensiun Diterima/Ditolak, Lap. Kenaikan Pangkat Diterima/Ditolak. Sedangkan
memberi masukan kedalam sistem berupa mutasi disetujui/mutasi ditolak untuk
kepala sub bagian, permohonan mutasi kepada kepala Walikota Jaktim, formulir
pensiun (isi), formulir kenaikan pangkat (isi), dan laporan mutasi pegawai
disetujui.

94

Entitas sub bagian kepegawaian menerima masukan dari sistem berupa


formulir

pensiun

(isi)

ditandatangani,

formulir

kenaikan

pangkat

(isi)

ditandatangani, formulir pensiun (kosong), formulir kenaikan pangkat (kosong),


laporan mutasi pegawai disetujui, Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat
ditolak, Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak. Sedangkan memberi masukan ke
sistem berupa formulir pensiun (isi) ditandatangani, formulir kenaikan pangkat (isi)
ditandatangani, formulir pensiun (kosong), formulir kenaikan pangkat (kosong),
Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak, Sk. Pensiun/laporan
pensiun ditolak, dan laporan mutai pegawai disetujui.
Entitas kepala Kotamadya JakTim menerima masukan dari sistem berupa
permohonan mutasi, mutasi disetujui/mutasi ditolak , Lap. Mutasi Pagawai
Disetujui dari BKD Pusat, formulir kenaikan pangkat (kosong), formulir pensiun
(kosong),

Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak, Sk. Kenaikan pangkat/laporan

kenaikan pangkat ditolak, formulir kenaikan pangkat (isi), formulir pensiun (isi),
laporan kenaikan pangkat diterima/ditolak, laporan pensiun diterima/ditolak.
Sedangkan memberi masukan ke sistem berupa mutasi disetujui/mutasi ditolak
untuk kepala bagian, permohonan mutasi,

formulir kenaikan pangkat (isi),

formulir pensiun (isi) dan laporan mutasi pegawai disetujui ke BKD Pusat.
Entitas BKD Pusat menerima masukan dari sistem berupa laporan mutasi
pegawai disetujui, permohonan mutasi, formulir kenaikan pangkat (isi), formulir
pensiun (isi),

Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak,

Sk.

Pensiun/laporan pensiun ditolak, formulir kenaikan pangkat (kosong), formulir


pensiun (kosong).

Sedangkan memberi masukan ke sistem berupa mutasi

95

disetujui/mutasi ditolak, laporan mutasi pegawai disetujui, formulir kenaikan


pangkat (kosong), formulir pensiun (kosong). Sedangkan memberi masukan ke
sistem berupa mutasi disetujui/mutasi ditolak, laporan mutasi pegawai disetujui,
formulir kenaikan pangkat (kosong), formulir pensiun (kosong), formulir pensiun
(isi) ditandatangani, formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani, Sk. Kenaikan
pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak, Sk. Pensiun/laporan pensiun ditolak.
Entitas BKN menerima masukan dari sistem berupa formulir pensiun (isi)
ditandatangani, formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani.

Sedangkan

memberi masukan ke sistem berupa formulir pensiun (kosong), formulir kenaikan


pangkat (kosong), formulir pensiun (isi) ditandatangani, formulir kenaikan pangkat
(isi) ditandatangani.

96

Gambar 4.6. Diagram Konteks Sistem Yang Diusulkan

97

4.4.2. Diagram Level 1 Sistem Yang Diusulkan


Pada DFD level 1 sistem berjalan terdapat beberapa entitas diantaranya
pegawai, kepala sub bagian, kepala bagian, kepala Walikotamadya Jakarta Timur,
sub bagian kepegawaian, BKD Pusat dan BKN. Dalam DFD level 1 ini teradapat
sembilan proses.
Pada proses 1.0 proses mutasi, entitas pegawai mengajukan permohonan
mutasi kepada kepala sub bagian dan mendapatkan mutasi disetujui/mutasi ditolak,
kepala sub bagian mengajukan permohonan mutasi kepada kepala bagian dan
mendapat mutasi disetujui/mutasi ditolak, kepala bagian mengajukan permohonan
mutasi kepada kepala Walikotamadya Jaktim dan mendapat mutasi disetujui/ditolak,
kepala Walikotamadya Jaktim mengajukan permohonan mutasi kepada BKD Pusat
dan mendapat mutasi disetujui/ditolak. Untuk kepala sub bagian membuat laporan
mutasi pegawai disetujui lalu diberikan kepada kepala bagian, sub bagian
kepegawaian dan kepala Walikotamadya Jakarta Timur. Kepala bagian memberikan
laporan mutasi pegawai disetujui kepada sub bagian kepegawaian dan kepala
Walikotamadya Jakarta Timur. Sub bagian kepegawaian lalu membuat laporan
mutasi seluruh pegawai disetujui kepada BKD Pusat. Pada proses 1.0 dihasilkan
data mutasi.
Pada proses 2.0 proses kenaikan pangkat, para pegawai baik itu pegawai,
kepala sub bagian, dan kepala bagian mengisi formulir kenaikan pangkat lalu
diserahkan kepada kepala Walikotamadya Jaktim untuk ditandatangani. Setelah
formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani, lalu diberikan kepada sub bagian
kepegawaian. Sub bagian kepegawaian sebelumnya memberikan formulir kenaikan

98

pangkat (kosong) kepada para pegawai, selain itu juga memberikan Sk.kenaikan
pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak, dan membuat laporan kenaikan pangkat
diterima/ditolak untuk kepala Walikotamadya Jaktim, kepala bagian dan kepala sub
bagian. Kepala Walikotamadya Jaktim menyerahkan langsung formulir kenaikan
pangkat (isi) ke BKD Pusat. Dari proses 2.0 dihasilkan data kenaikan pangkat
diterima/ditolak.
Pada proses 3.0 proses pensiun, para pegawai baik itu pegawai, kepala sub
bagian, dan kepala bagian langsung menyerahkan formulir pensiun (isi) kepada
kepala Walikotamadya Jaktim lalu setelah ditandatangani formulir tersebut
diberikan kepada sub bagian kepegawaian. Sub bagian kepegawaian sebelumnya
memberikan

formulir

pensiun

(kosong),

selain

itu

juga

memberikan

Sk.pensiun/laporan pensiun ditolak, dan membuat laporan pensiun diterima/ditolak


untuk kepala Walikotamadya Jaktim, kepala bagian, dan kepala sub bagian. Untuk
kepala Walikotamadya Jaktim, menyerahkan langsung formulir pensiun (isi) ke
BKD Pusat. Dari proses 3.0 dihasilkan data pensiun diterima/ditolak.
Pada proses 4.0 proses penyerahan formulir kenaikan pangkat (isi)
ditandatangani, pada proses ini sub bagian kepegawaian dan BKD Pusat
menyerahkan formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani kepada BKN dan
menghasilkan formulir kenaikan pangkat (isi) ditandatangani.

99

Gambar 4.7. DFD Level 1 Sistem Yang Diusulkan

100

4.4.3.

Diagram Level 2 Proses 1.0 Sistem Yang Diusulkan


Kepada DFD level 2 proses 1.0 melibatkan enam entitas diantaranya

adalah pegawai, kepala sub bagian, kepala bagian, kepala Walikotamadya Jakarta
Timur, sub bagian kepegawaian dan BKD Pusat.
Pada proses 1.1 proses permohonan mutasi, pegawai mengajukan
permohonan mutasi kepada kepala sub bagian, kepala sub bagian mengajukan
permohonan mutasi kepada kepala bagian, kepala bagian mengajukan permohonan
mutasi kepada kepala Walikotamadya Jakarta Timur, Walikotamadya Jakarta
Timur mengajukan permohonan mutasi kepada BKD Pusat.
Pada proses 1.2 proses pemberian keputusan mutasi, kepala sub bagian
memberi mutasi disetujui/mutasi ditolak kepada pegawai, kepala bagian memberi
mutasi disetujui/ ditolak kepada kepala sub bagian, kepala Walikotamadya Jakarta
Timur memberi mutasi disetujui/mutasi ditolak kepada kepala bagian, BKD Pusat
memberi mutasi disetujui/mutasi ditolak kepada kepala Walikotamadya Jakrta
Timur.
Pada proses 1.3 proses penyerahan laporan mutasi pegawai disetujui, kepala
sub bagian membuat laporan mutasi pegawai disetujui, kepala bagian membuat
laporan mutasi pegawai disetujui, kepala Walikotamadya Jakarta Timur membuat
laporan mutasi pegawai disetujui, dan BKD Pusat membuat laporan mutasi
pegawai disetujui. Kepala bagian mendapat laporan mutasi pegawai disetujui dari
kepala sub bagian. Sedangkan kepala Walikotamadya Jakarta Timur mendapat
laporan mutasi pegawai disetujui, sedangkan sub bagian kepegawaian mendapat
semua laporan mutasi pegawai disetujui.

101

Pada proses 1.4 proses pembuatan laporan mutasi seluruh pegawai disetujui,
sub bagian kepegawaian membuat laporan mutasi seluruh pegawai disetujui untuk
dilaporkan ke BKD Pusat, juga membuat data mutasi. Dibawah ini merupakan
gambar 4.7. DFD level 2 proses 1 sistem yang diusulkan.

102

Gambar 4.8. DFD Level 2 proses 1.0 Sistem Yang Diusulkan.

103

4.4.4. Diagram Level 2 Proses 2.0 Sistem Yang Diusulkan


Dalam DFD level 2 proses 2.0 sistem yang diusulkan terdapat enam entitas
serta mempunyai lima proses.
kenaikan pangkat.

Pada proses 2.1 proses penyerahan formulir

Pegawai, kepala sub bagian, kepala bagian menyerahkan

formulir kenaikan pangkat (isi) kepada kepala Walikotamadya Jakarta Timur untuk
ditandatangani.

Untuk kepala Walikotamadya Jakarta Timur formulir kenaikan

pangkat (isi) diberikan kepada BKD Pusat.


Pada proses 2.2 proses penandatanganan formulir kenaikan pangkat (isi).
Setelah menandatangani formulir kenaikan pangkat (isi) bawahannya, kepala
Walikotamadya Jakarta Timur menyerahkan formulir kenaikan pangkat (isi)
ditandatangani kepada sub bagian kepegawaian, begitu juga dengan BKD Pusat,
BKD Pusat menandatangani formulir kenaikan pangkat (isi) kemudian diserahkan
kepada kepala walikotamadya Jaktim.
Pada proses 2.3 sub bagian kepegawaian memberikan formulir kenaikan
pangkat (kosong) untuk para pegawai sedangkan untuk kepala Walikotamadya
Jaktim mendapat formulir dari BKD Pusat.

Pada

proses

2.4

sub

bagian

kepagawaian memberikan Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat ditolak


kepada para pegawai begitu juga dengan BKD Pusat untuk kepala Walikotamadya
Jaktim.
Pada proses 2.5 sub bgaian kepagawaian membuat laporan kenaikan pangkat
diterima/ditolak untuk kepala Walikotamadya Jaktim, kepala bagian, dan kepala sub
bagian, juga dihasilkan data kenaikan pangkat diterima/ditolak. Dibawah ini
merupakan gambar 4.8. DFD level 2 proses 2.0 sistem yang diusulkan.

104

Gambar 4.9. DFD level 2 proses 2.0 sistem yang diusulkan.

105

4.4.5.

Diagram Level 2 Proses 3.0 Sistem Yang Diusulkan


Dalam DFD Level 2 proses 3.0 sistem yang diusulkan terdapat enam entitas

serta lima proses.


Pada proses 3.1 proses penyerahan formulir pensiun. Pegawai, Kepala Sub
Bagian, Kepala Bagian menyerahkan formulir pensiun (isi) kepada Kepala
Walikotamadya Jakarta Timur untuk ditandatangani. Untuk Kepala Walikotamadya
Jakarta Timur formulir pensiun (isi) diberikan kepada BKD Pusat.
Pada proses 3.2 proses penandatanganan formulir pensiun (isi). Setelah
menandatangani formulir pensiun (isi), Kepala Walikotamadya Jakarta Timur lalu
menyerahkan

formulir

pensiun

(isi)

ditandatangani

kepada

Sub

Bagian

Kepegawaian, begitu juga dengan BKD Pusat yang menandatangani formulir


pensiun (isi) lalu diserahkan kepada Kepala Walikotamadya Jakarta Timur.
Pada proses 3.3 Sub Bagian Kepegawaian memberikan formulir pensiun
(kosong) untuk para pegawai sedangkan untuk Kepala Walikotamadya Jakarta
Timur formulir didapat dari BKD Pusat.
Pada proses 3.4 Sub Bagian Kepegawaian memberikan Sk. Pensiun/Lap.
Pensiun ditolak kepada para pegawai begitu juga dengan BKD Pusat untuk Kepala
Walikotamadya Jakarta Timur.
Pada proses 3.5 Sub Bagian Kepegawaian membuat laporan pensiun
diterima/ditolak untuk Kepala Walikotamadya Jakarta Timur, Kepala Bagian, dan
Kepala Sub Bagian. Juga dihasilkan data pensiun diterima/ditolak.

106

Gambar 4.10. DFD level 2 proses 3.0 sistem yang diusulkan.

107

4.4.6. Diagram Level 2 Proses 4.0 Sistem Yang Diusulkan


Pada DFD Level 2 proses 4.0 terdapat tiga entitas yang terlibat diantaranya
adalah Sub Bagian Kepegawaian, BKD Pusat, dan BKN.
Pada proses 4.1 proses penyerahan formulir kenaikan pangkat (isi)
ditandatangani, Sub Bagian Kepegawaian dan BKD Pusat menyerahkan formulir
kenaikan pangkat (isi) ditandatangani kepada BKN sehingga menjadi formulir
kenaikan pangkat (isi) ditandatangani.
Pada proses 4.2 BKN memberikan formulir kenaikan pangkat (kosong)
kepada Sub Bagian Kepegawaian dan BKD Pusat sehingga menjadi formulir
kenaikan pangkat (kosong).
Pada proses 4.3 BKN memverifikasi formulir kenaikan pangkat (isi)
ditandatangani dan menghasilkan Sk. Kenaikan pangkat/laporan kenaikan pangkat
ditolak lalu diserahkan kepada BKD Pusat dan Sub Bagian Kepegawaian. Berikut
ini merupakan gambar 4.10. DFD level 2 proses 4.0 sistem yang diusulkan.

Gambar 4.11. DFD level 2 proses 4.0 sistem yang diusulkan.

108

4.4.7.

Diagram Level 2 Proses 5.0 Sistem Yang Diusulkan


Pada DFD Level 2 proses 5.0 terdapat tiga entitas yang terlibat diantaranya

adalah Sub Bagian Kepegawaian, BKD Pusat, dan BKN.


Pada proses 5.1 proses penyerahan formulir pensiun (isi) ditandatangani, Sub
Bagian Kepegawaian dan BKD Pusat menyerahkan formulir pensiun (isi)
ditandatangani kepada BKN sehingga menjadi formulir pensiun (isi) ditandatangani.
Pada proses 5.2 BKN memberikan formulir Pensiun (kosong) kepada Sub
Bagian Kepegawaian dan BKD Pusat sehingga menjadi formulir pensiun (kosong).
Pada proses 5.3 BKN memverifikasi formulir pensiun (isi) ditandatangani dan
menghasilkan Sk. Pensiun/laporan Pensiun ditolak lalu diserahkan kepada BKD
Pusat dan Sub Bagian Kepegawaian. Berikut ini merupakan gambar 4.11. DFD level
2 proses 5.0 sistem yang diusulkan.

Gambar 4.12. DFD level 2 proses 5.0 sistem yang diusulkan.

109

4.4.8. Kamus Data


Istilah kamus data digunakan untuk membantu pelaku sistem agar memiliki
dasar pengertian yang sama tentang aliran data yang masuk dan keluar, serta
menyimpannya. Dari penjelasan Data Flow Diagram diatas dapat dirumuskan
kamus datanya sebagai berikut.

1. Kamus Data Untuk Aliran Data


1) Pengajuan Mutasi = @ IdPengajuan + TglPengajuan + Keterangan_Mutasi +
NIP + Keterangan.
2) Mutasi Setujui = @ IdMutasi + Jenis + NIP + UnitKerja + Jabatan + TMT.
3) Mutasi Ditolak = @ IdMutasiDitolak + IdPengajuan + NIP + Keterangan +
Alasan.
4) Laporan Mutasi Disetujui = @ IdMutasi + TglMutasi + NIP + Keterangan.
5) Laporan Mutasi Seluruh Pegawai Disetujui = @ IdMutasi + TglMutasi +
Nama + NIP + Keterangan.
6) Formulir Kenaikan Pangkat = @ NIP + No_Pengajuan + Nama
TglPengajuan + Gol_Sekarang + Keterangan.
7) SK Kenaikan Pangkat = @ IdSK + NIP + PangkatBaru.
8) Laporan Kenaikan Pangkat Ditolak = @ Nama + NIP + IdGol + TMT +
Nama Unit.
9) Laporan Kenaikan Pangkat Diterima = @ Nama Lengkap + NIP +
pendidikan Terakhir + Jabatan + Nama Unit + Gol + TMT + Gol Baru.

110

10) Formulir Pensiun = @ No_Pengajuan + Tanggal_Pengajuan + Nama + NIP


+ Golongan + Keterangan.
11) SK Pensiun = @ NIP + Nama + Tempat/Tanggal Lahir + No SK + Tanggal
Berlaku.
12) Laporan Pensiun Ditolak = @ IdTolakPensiun + NIP + Keterangan.
13) Laporan Pensiun Diterima = @ IdSK + TanggalBerlaku + NIP.

2. Kamus Data Untuk Simpanan Data


1) Nama File = tblpegawai
@ NIP + Nama + TglLahir + Kelamin + Agama + IdGolongan + Jabatan +
Eselon + IdUnit + IdLatJabatan + AlamatKantor + TelponKantor +
AlamatRumah + TelponRumah + Tempat_Lahir + Pendidikan_Terakhir.
2) Nama File = tblduk
@ IdDuk + NIP + TMT + MasaKerja + CatatanMutasi + Keterangan.
3) Nama File = tblpenilaian
@ IdPenilaian + NIP + Kesetiaan + PrestasiKerja + Tanggungjawab +
Ketaatan + Kejujuran + Nilai_Rata-rata + Keberatan + Tanggapan +
Keputusan.
4) Nama File = tblabsensi
@ IdAbsensi + NIP + Tanggal + JamMasuk + JamKeluar + Keterangan.
5) Nama File = tblgaji
@ IdGaji + Gaji + LokasiKerja.

111

6) Nama File = tblpendidikan


@ IdPendidikan + Jenis.
7) Nama File = tblunitkerja
@ IdUnit + NamaUnit + NamaKantor + Alamat + Telpon.
8) Nama File =tbllatjabatan
@ IdLatJabatan + Latihan + Bulan + JumlahJam.
9) Nama File = tblmutasi
@ IdMutasi + Jenis + NIP + UnitKerja + Jabatan + TMT.
10) Nama File = tblnaikpangkat
@ IdSk + NIP + PangkatBaru.
11) Nama File = tblpensiun
@ IdSk + TglBerlaku + NIP.
12) Nama File = tbltolak naik pangkat
@ IdTolakNaikPangkat + NIP + Keterangan.
13) Nama File = tbltolak Pensiun
@ IdPenolakan + NIP + Keterangan.
14) Nama File = tbldetail_pendidikan
@ Id_Pendidikan + NIP + Nama + Masuk + Lulus + Keterangan.
15) Nama File = tblgolongan
@ IdGolongan + IdGaji + TMT + MasaKerja + CatatanMutasi +
Keterangan.

112

4.4.9.

Perancangan Basis Data


Setelah dilakukan perancangan proses, selanjutnya dilakukan

perancangan basis data yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan antar


entitas.
1.

ERD Mutasi Yang Belum Dinormalisasikan


Dibawah ini merupakan (gambar 4.12) ERD Mutasi yang belum
dinormalisasikan.

Gambar 4.13. ERD Mutasi yang belum dinormalisasikan

2.

ERD Kenaikan Pangkat Yang Belum Dinormalisasikan


Dibawah ini merupakan (gambar 4.13) ERD Kenaikan Pangkat yang
belum dinormalisasikan.

113

Gambar 4.14. ERD Kenaikan Pangkat yang belum dinormalisasikan.

3.

ERD Pensiun Yang Belum Dinormalisasikan


Dibawah ini merupakan (gambar 4.14) ERD pensiun yang belum
dinormalisasikan.

Gambar 4.15. ERD Pensiun yang belum dinormalisasikan

114

4.4.10. Normalisasi
Setelah membuat perancangan basis data dengan menggunakan alat Entity
Relationship Diagram (ERD) dibuat juga normalisasinya bertujuan untuk
membentuk tabel normal agar dapat menghindari data ganda serta mengefesienkan
rancangan basis data.

a. Normalisasi Mutasi
1) Bentuk Tidak Normal (Unnormalized) Mutasi
Berikut ini merupakan (gambar 4.16) bentuk tidak normal mutasi.

Gambar 4.16. Bentuk Tidak Normal Mutasi (Unnormalized)

2) Bentuk Normal Pertama (1NF) Mutasi

Gambar 4.17. Bentuk Normal Pertama (1NF) Mutasi

115

3) Bentuk Normal Kedua (2NF) Mutasi

Gambar 4.18. Bentuk Normal Kedua (2NF) Mutasi

4) ERD Mutasi Yang Telah Dinormalisasikan


Berikut ini merupakan (gambar 4.19) ERD Mutasi yang telah
dinormalisasikan.

IdMutasi

Jenis
Nip
Unit kerja

Jabatan

TMT

NIP
Nama

Eselon
Tgl_Lahir

Telpon
Rumah

Alamat
Rumah

Kelamin

Gambar 4.19. ERD Mutasi yang telah dinormalisasikan.

116

b.

Normalisasi Kenaikan Pangkat


1) Bentuk Tidak Normal (Unnormalized) Kenaikan Pangkat
Berikut ini merupakan (gambar 4.20) bentuk tidak normal
(Unnormalized) Kenaikan Pangkat.

Gambar 4.20. Bentuk Tidak Normal Kenaikan Pangkat

2) Bentuk Normal Pertama (1NF) Kenaikan Pangkat.

Gambar 4.21. Bentuk Normal Pertama Kenaikan Pangkat

3) Bentuk Normal Kedua (2NF) Kenaikan Pangkat

Gambar 4.22. Bentuk Normal Kedua Kenaikan Pangkat

117

4) ERD Kenaikan Pangkat Yang Telah Dinormalisasikan


Berikut ini merupakan (gambar 4.23) ERD Kenaikan Pangkat yang
telah dinormalisasikan.
IdSk

Nip

Pangkat Baru

IdTolakNaikPangkat
NIP

Keterangan

NIP
Unit Kerja

nama

Tgl_Lahir

Jabatan

Kelamin

Eselon
Telpon
Rumah

Alamat
Rumah

Gambar 4.23. ERD Kenaikan Pangkat yang telah dinormalisasikan.

c. Normalisasi Pensiun
1) Bentuk Tidak Normal Pensiun (Unnormalized)
Berikut ini merupakan (gambar 4.24) ERD Pensiun yang belum
dinormalisasikan.

Gambar 4.24. ERD Pensiun yang belum dinormalisasikan.

118

2) Bentuk Normal Pertama (1NF) Pensiun

Gambar 4.25. Bentuk Normal Pertama Pensiun (1NF)

3) Bentuk Normal Kedua (2NF) Pensiun

Gambar 4.26. Bentuk Normal Kedua Pensiun (2NF)

4) ERD Pensiun Yang Telah Dinormalisasikan


IdSk

Tgl_Berlaku

Nip

Nip

IdTolakPensiun

Keterangan

Telpon
Kantor

Alamat
Kantor

Nip
nama

Tgl_Lahir

Telpon
Rumah

Kelamin
Alamat
Rumah

Gambar 4.27. ERD Pensiun Yang Telah Dinormalisasikan

119

e.

ERD Sistem Kepegawaian

Gambar 4.28. ERD Sistem Kepegawaian

120

f.

Bentuk Transformasi ERD kedalam Database Relational

Gambar 4.29. ERD Kedalam Database

121

4.4.11. Spesifikasi Database


Dalam merancang sistem informasi kepegawaian ini penulis menggunakan
beberapa tabel yang terdiri dari :

1. Tabel Pegawai
FIELD
NIP
NAMA
TGL_LAHIR
KELAMIN
AGAMA
IDGOLONGAN
JABATAN
ESELON

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
DATE/TIME
TEXT
TEXT
TEXT
TEXT
TEXT

12
120
50
50
5
50
50

TEXT
TEXT
TEXT
TEXT
TEXT
TEXT
TEXT
TEXT

10
5
200
50
200
50
50
5

IDUNIT
IDLATJABATAN
ALAMATKANTOR
TELPKANTOR
ALAMATRUMAH
TELPRUMAH
TEMPAT_LAHIR
PENDIDIKAN_TERAKHIR

2. Tabel Daftar Urut Kepangkatan


FIELD

TIPE

PANJANG

IDDUK
NIP
TMT
MASA_KERJA
CATATAN_MUTASI
KETERANGAN

TEXT
TEXT
DATE/TIME
DATE/TIME
TEXT
TEXT

10
12

122

50
50

3. Tabel Penilaian Pegawai


FIELD

TIPE

PANJANG

IDPENILAIAN
NIP
KESETIAAN
PRESTASI_KERJA
TANGGUNGJAWAB
KETAATAN
KEJUJURAN
NILAIRATARATA
KEBERATAN
TANGGAPAN
KEPUTUSAN
TGL_AJU

TEXT
TEXT
NUMBER
NUMBER
NUMBER
NUMBER
NUMBER
NUMBER
TEXT
TEXT
TEXT
DATE/TIME

5
12

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
Date/Time
Date/Time
Date/Time
TEXT

50
12

TIPE

PANJANG

TEXT
CURRENCY
TEXT

5
40

50
50
50

4. Tabel Absensi
FIELD
IDABSENSI
NIP
TANGGAL
JAMMASUK
JAMKELUAR
KETERANGAN

50

5. Tabel Gaji
FIELD
IGGAJI
GAJI
LOKASI_KERJA

123

6. Tabel Pendidikan
FIELD
IDPENDIDIKAN
JENIS

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT

5
50

7. Tabel Unit Kerja


FIELD

TIPE

PANJANG

IDUNIT
NAMAUNIT
NAMAKANTOR
ALAMAT
TELPON

TEXT
TEXT
TEXT
TEXT
TEXT

10
50
50
100
50

8. Tabel Latihan Jabatan


FIELD
IDLATJABATAN
LATIHAN
BULAN
JUMLAHJAM

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
TEXT
TEXT

5
50
50
50

9. Tabel Mutasi
FIELD
IDMUTASI
JENIS
NIP
UNITKERJA
JABATAN
TMT
TGL_AJU

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
TEXT
TEXT
TEXT
DATE/TIME
DATE/TIME

12
50
12
50
20
Long Integer

124

10. Tabel Kenaikan Pangkat


FIELD
IDSK
NIP
PANGKATBARU
TGL_AJU

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
TEXT
DATE/TIME

5
12
50

TIPE

PANJANG

TEXT
DATE/TIME
TEXT
DATE/TIME

6
12

11. Tabel Pensiun


FIELD
IDSK
TGLBERLAKU
NIP
TGL_AJU

12. Tabel Penolakan Kenaikan Pangkat


FIELD
IDTOLAKNAIKPANGKAT
NIP
KETERANGAN
TGL_AJU

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
TEXT
DATE/TIME

5
12
50

13. Tabel detail pendidikan


FIELD
IDPENDIDIKAN
NIP
NAMA
MASUK
LULUS
KETERANGAN

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
TEXT
DATE/TIME
DATE/TIME
TEXT

5
12
50

125

255

14. Tabel penolakan pensiun


FIELD
IDTOLAKPENSIUN
NIP
KETERANGAN
TGL_AJU

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
TEXT
DATE/TIME

5
12
50

15. Tabel golongan


FIELD
IDGOLONGAN
IDGAJI
TMT
MASAKERJA
CATATANMUTASI
KETERANGAN

TIPE

PANJANG

TEXT
TEXT
DATE/TIME
TEXT
TEXT
TEXT

5
5
50
50
50

4.4.12. Perancangan Struktur Menu Tampilan


a. Struktur Menu Program Keseluruhan

Gambar 4.30. Perancangan Menu Keseluruhan

126

b. Struktur Menu Utama

Gambar 4.31. Perancangan Menu Utama

c. Struktur Menu Master

Gambar 4.32. Perancangan Menu Master

d. Struktur Menu Transaksi

Gambar 4.33. Perancangan Menu Transaksi

e. Struktur Menu Laporan

Gambar 4.34. Perancangan Menu Laporan

127

f. Struktur Menu Tools

Gambar 4.35. Perancangan Menu Tools

4.5.

Tahap Implementasi Sistem


Dalam menerapkan sistem informasi kepegawaian ini, peneliti memaparkan

strategi implementasi yang meliputi:

a. Perangkat Lunak
1)

Visual Basic 6.0


Fungsi visual basic ini adalah program yang mengeksekusi file-file VB agar
dapat tampil pada layar.

2)

Microsoft Access
Mc.Access ini berfungsi untuk penyimpanan data dari setiap transaksi data
yang masuk.

3)

Crystal Report 8.5


Crystal Report ini berfungsi untuk membantu dalam pembuatan laporan
data yang akan dicetak.

b. Perangkat Keras
1)

Komputer
Komputer yang digunakan untuk user minimal pentium IV.

128

2)

Printer
Perangkat ini digunakan untuk mencetak laporan data yang di
inginkan.

c. User
User merupakan salah satu komponen terpenting, karena user yang mengelola
sistem informasi kepegawaian ini. Untuk itu diperlukan adanya pelatihan untuk
staff kepegawaian yang nantinya akan menjadi pengguna sistem. Adapun
tahapan pelatihan yang diperlukannya adalah :

1)

Pelatihan komputer untuk staff kepegawaian yang awam akan penggunaan


kompurter.

2)

Pelatihan pengoperasian komputer


Pelatihan ini berguna agar staff kepegawaian dapat mengoperasikan sistem
semaksimal mungkin.

4.5.

Tahap Pemeliharaan
Berikut adalah proses yang dapat dilakukan dalam tahap pemeliharaan:
1.

Pemeliharaan dan pemeriksaan kapasitas basisdata, agar tidak terlalu besar


dan penuh dengan entry-entry data yang sudah tidak digunakan.

2.

Melakukan backup dan restore basisdata bila diperlukan.

129

BAB V
PENUTUP

Pada bab ini akan merangkum kesimpulan dan saran atas berbagai hal yang
didapat dari penilitian yaitu :
5.1.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut :
1. Dengan adanya pengembangan sistem informasi kepegawaian yang
dioperasikan secara komputerisasi dapat memberikan informasi kepegawaian
yang diperlukan secara cepat dan akurat seperti pelayanan pencarian data
pegawai baik itu yang pensiun, naik pangkat atau yang dimutasikan dan
sebagainya.
2. Pengadaan fasilitas pilihan lain dalam pencetakan Surat Keterangan cukup
membantu Staff kepegawaian walikota dalam mempercepat mencetak hasil
transaksi yang di inginkan.

5.2.

Saran
Beberapa saran yang dapat penulis sampaikan guna memberiakn masukan dan

kritik adalah :
1. Perlu diakan suatu pelatihan atau pendidikan yng secara khusus bertujuan
meningkatkan keterampilan dan penguasaan dalam menggunakan computer
bagi staff walikota.

130

2. Walikota Jakarta Timur perlu mengangkat dan menunjuk administrator yang


menangani dan mentainance sistem ini khusus pada bagian kepegawaian.
3. Jika DBMS Acces dirasakan sudah tudak mampu lagi memenuhi kebutuhan
penyimpanan data storage yang semakin besar maka penulis menyarankan
untuk pengembangan sistem selanjutnya menggunakan SQL Server ataupun
Oracle.
4. Perlu diadakan suatu sarana untuk melihat status pegawai itu sendiri saat di
mutasi, kenaikan pangkat, pendidikan atau dikeluarkan.
5. Untuk

penelitian

selanjutnya

dikembangkan dengan berbasis web.

131

diharapkan

pengembangan

sistem

DAFTAR PUSTAKA

Fathansyah. 1999. BASIS DATA, Penerbit Informatika, Bandung.


Kurniadi, Adi. 2000. Pemrograman Microsoft Visual Basic 6, Penerbit PT. Elex Media
Komputindo, Jakarta.
McLeod, Raymond, Jr. 2001. Sistem Informasi Manajemen Jilid 1, Penerbit PT.
Prehallindo, Jakarta.
McLeod, Raymond, Jr. 2001. Sistem Informasi Manajemen Jilid 2, Penerbit PT.
Prehallindo, Jakarta.
Arep, Ishak dan Tanjung Hendri. 2003. Manajemen sumber Daya Manusia, Penerbit
Universitas TRISAKTI, Jakarta.
Sutabri, Tata, S.Kom., MM. 2004. Analisa Sistem Informasi, Penerbit Andi,
Yogyakarta.
Sutabri, Tata, S.Kom., MM. 2005. Sistem Informasi Manajemen, Penerbit Andi,
Yogyakarta.
Dhewiberta, H. 2005. Panduan Aplikasi Database Dengan Visual Basic 6.0 Dan
Crystal Report, Penerbit Andi. Yogyakarta.
Sanjaya, Ridwan, S.E, S.Kom. 2006. Pemrograman Database VB 6 dan Access
2000/XP/2003, Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.
Jakarta.
Prabowo, Haryo, Tanjung, Hendri, dan Marimin. 2006. SIM Sumber Daya Manusia,
Penerbit PT. Grasindo. Jakarta.

132

LAMPIRAN A
WAWANCARA I

Responden

: Bpk. M. Sultoni

Tgl

: 8 September2006

Penanya

: Dahlia

Subjek : Bagian Kepegawaian


Walikotamadya Jakarta Timur

Tujuan

: Mengetahui latar belakang & lingkungan kerja.

Tindak lanjut : Mengetahui sistem kepegawaian yang sedang berjalan.

Poin utama wawancara :


1. Bisakah anda ceritakan Profil, Tugas dan Fungsi Utama?
2. Bisakah anda ceritakan tentang Struktur Organisasi?
3. Apa tugas dan tanggung jawab dari setiap divisi yang ada?
4. Apakah Walikota sudah menggunakan sistem terkomputerisasi pada setiap
kerjanya?
5. Sebatas manasajakah lingkup sistem terkomputerisasi?
6. Perangkat keras dan perangkat lunak apakah yang digunakan?
7. Apakah

sudah

menggunakan

sistem

kepegawaiannya?

133

terkomputerisasi

pada

sistem

WAWANCARA II

Responden

: Bpk. M. Sultoni

Tgl

:13 Oktober 2006

Penanya

: Dahlia

Subjek : Bagian Kepegawaian


Walikotamadya Jakarta Timur

Tujuan

: Mengetahui prosedur sistem kepegawaian yang berjalan.

Tindak lanjut : Mengetahui alur sistem kepegawaian yang berjalan.

Poin utama :
1. Bagaimana sub bagian kepegawaian memproses data kepegawaian khususnya?
2. Bagaimana sub bagian memproses data yang didapat?
3. Salinan laporan apa saja yang diterima atau dihasilkan dari sub bagian
kepegawaian?
4. Pada sistem yang berjalan ini adakah masalah yang dihadapi?
5. Peraturan apa saja yang berlaku berkenaan dengan kenaikan pangkat, mutasi dan
pensiun?
6. Bagaimana langkah atau cara mengurus kenaikan pangkat, mutasi atau pensiun?

134

WAWANCARA III

Responden

: Bpk. M. Sultoni

Tgl

: 24 November 2006

Penanya

: Dahlia

Subjek : Bagian Kepegawaian


Walikotamadya Jakarta Timur

Tujuan

: Mengetahui keinginan responden terhadap sistem yang diusulkan.

Poin utama wawancara :


1. Apa yang anda harapkan jika ada sistem pengolahan data pada sub bagian
kepegawaian yang bersangkutan dengan masalah yang sering dihadapi?
2. Sistem seperti apa yang anda harapkan?

135

LAMPIRAN B
1. Layar Utama Login

2. Layar Menu Utama

3. Layar Menu Master

136

4. Layar Form Pangkat Dan Golongan

5. Layar Menu Transaksi

6. Layar Form Data Pegawai

137

7. Layar Menu Laporan

8. Layar Form Cetak Laporan Kenaikan Pangkat

9. Layar Menu Tools

138

10. Layar Form Ganti Password

11. Layar Form Tambah/Hapus User

12. Layar Laporan Data Pegawai

139

LAMPIRAN C

1. Form Password
Dim conn As New ADODB.Connection
Dim rs As New ADODB.Recordset
Dim i As Single
Private Sub cmdcancel_Click()
End
End Sub
Private Sub cmdOK_Click()
If Len(txtuser.Text) = 0 Then
MsgBox "User ID Masih Kosong", vbCritical, "User ID"
txtuser.SetFocus
Exit Sub
End If
If Len(txtpas.Text) = 0 Then
MsgBox "Password Masih Kosong", vbCritical, "Password"
txtpas.SetFocus
Exit Sub
End If
cekpassword
End Sub
Private Sub Form_Activate()
txtuser.Text = ""
txtpas.Text = ""
txtuser.SetFocus
End Sub
Private Sub Form_Load()
Set conn = New ADODB.Connection
conn.Open "kepegawaian"
End Sub
Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer)
conn.Close
Set conn = Nothing
End Sub
Private Sub txtpas_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
cmdok.SetFocus
End If
End Sub
Sub cekpassword()
Dim sql As String
sql = " SELECT * FROM user " & _
" WHERE userid='" & UCase(txtuser.Text) & "'"
Set rs = conn.Execute(sql)
If rs.EOF Then
MsgBox "User Id Tidak Terdaftar", vbOKOnly + vbExclamation, "User ID"
txtuser.Text = ""
txtuser.SetFocus
Else
If UCase(rs.Fields("password")) <> txtpas.Text Then
MsgBox "Password Anda Salah", vbOKOnly + vbExclamation, "Password"
i=i+1

140

If i = 3 Then
MsgBox "Makanya ingetin password dong! Panggil administrator gih...!!!", vbCritical, "ERROR
ON PASSWORD"
End
End If
txtpas.Text = ""
txtpas.SetFocus
Else
frmutama.mnuganti.Enabled = True
frmutama.mnulogoff.Enabled = True
If rs.Fields("mnanggota") = 1 Then
frmutama.mnuanggota.Enabled = True
Else
frmutama.mnuanggota.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mntransaksi") = 1 Then
frmutama.mnutransaksi.Enabled = True
Else
frmutama.mnutransaksi.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnsukarela") = 1 Then
frmutama.mnusetoran.Enabled = True
Else
frmutama.mnusetoran.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnsimpanan") = 1 Then
frmutama.mnusimpanan.Enabled = True
Else
frmutama.mnusimpanan.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnpinjaman") = 1 Then
frmutama.mnupinjaman.Enabled = True
Else
frmutama.mnupinjaman.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnangsuran") = 1 Then
frmutama.mnuangsuran.Enabled = True
Else
frmutama.mnuangsuran.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnlapangsuran") = 1 Then
frmutama.mnulapangsuran.Enabled = True
Else
frmutama.mnulapangsuran.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnlappinjaman") = 1 Then
frmutama.mnulappinjaman.Enabled = True
Else
frmutama.mnulappinjaman.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnlapsimpanan") = 1 Then
frmutama.mnulapsimpanan.Enabled = True
Else
frmutama.mnulapsimpanan.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnlaprekap") = 1 Then
frmutama.mnurekap.Enabled = True
Else

141

frmutama.mnurekap.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnlaprekap2") = 1 Then
frmutama.mnurekapbulanan.Enabled = True
Else
frmutama.mnurekapbulanan.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mntambah") = 1 Then
frmutama.mnutambah.Enabled = True
Else
frmutama.mnutambah.Enabled = False
End If
If rs.Fields("mnlapangsuranperiode") = 1 Then
\\frmutama.mnulapangsuranperiode.Enabled = True
'
Else
frmutama.mnulapangsuranperiode.Enabled = False
'
End If
If rs.Fields("admin") = 1 Then
frmutama.mnutambah.Visible = True
Else
frmutama.mnutambah.Visible = False
End If
pasword.Visible = False
frmutama.Visible = True
frmutama.Enabled = True
frmutama.SetFocus
End If
End If
rs.Close
End Sub
Private Sub txtuser_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
txtpas.SetFocus
End If
End Sub

2. Form Menu Utama


Private Sub mnuabsensi_Click()
frmtrxabsensi.Show 1
End Sub
Private Sub mnuduk_Click()
frmtrxduk.Show 1
End Sub
Private Sub mnugaji_Click()
frmgaji.Show 1
End Sub
Private Sub mnuganti_Click()
frmganti.Show 1
End Sub
Private Sub mnukeluar_Click()
pasword.Show 1
End Sub
Private Sub mnulapmutasi_Click()
frmlapmutasi.Show 1
'With frmutama.CrystalReport1

142

' .ReportFileName = App.Path & "\report\rptmutasi.rpt"


' .Formulas(1) = "tglawal='" & Format(TextTglAwal, "dd/mm/yyyy") & "'"
' .Formulas(2) = "tglakhir='" & Format(TextTglAkhir, "dd/mm/yyyy") & "'"
' .RetrieveDataFiles
' .Action = 1
'End With
End Sub
Private Sub mnulapnaikpangkat_Click()
frmlapnaikpangkat.Show 1
'With frmutama.CrystalReport1
' .ReportFileName = App.Path & "\report\rptnaikpangkat.rpt"
' .RetrieveDataFiles
' .Action = 1
'End With
End Sub
Private Sub mnulappenilaian_Click()
frmlappenilaian.Show 1
'With frmutama.CrystalReport1
' .ReportFileName = App.Path & "\report\rptpenilaian.rpt"
' .RetrieveDataFiles
' .Action = 1
'End With
End Sub
Private Sub mnulappensiun_Click()
frmlappensiun.Show 1
'With frmutama.CrystalReport1
' .ReportFileName = App.Path & "\report\rptpensiun.rpt"
' .RetrieveDataFiles
' .Action = 1
'End With
End Sub
Private Sub mnulaptolak_Click()
frmlaptolaknaikpangkat.Show 1
'With frmutama.CrystalReport1
' .ReportFileName = App.Path & "\report\rpttolaknaikpangkat.rpt"
' .RetrieveDataFiles
' .Action = 1
'End With
End Sub
Private Sub mnulatjab_Click()
frmlatjabatan.Show 1
End Sub
Private Sub mnumutasi_Click()
frmtrxmutasi.Show 1
End Sub
Private Sub mnunaikpangkat_Click()
frmtrxtolaknaikpangkat.Show 1
End Sub
Private Sub mnupangkat_Click()
frmpangkat.Show 1
End Sub
Private Sub mnupendidikan_Click()
frmpendidikan.Show 1
End Sub
Private Sub mnupenilaian_Click()
frmtrxpenilaian.Show 1
End Sub
Private Sub mnupensiun_Click()

143

frmtrxtolaksetujupensiun.Show 1
End Sub
Private Sub mnutambah_Click()
frmuser.Show 1
End Sub
Private Sub mnutrxpegawai_Click()
frmtrxpegawai.Show 1
End Sub
Private Sub mnutrxpendidikan_Click()
frmtrxpendidikan.Show 1
End Sub
Private Sub mnuunitkerja_Click()
frmunitkerja.Show 1
End Sub

3. Form Pangkat dan Golongan


Dim conn As New ADODB.Connection
Dim rs As New ADODB.Recordset
Dim kosong, ada As String
Dim idgaji_temp As String
Private Sub cmdbatal_Click()
bersih
End Sub
Private Sub cmdhapus_Click()
Dim sql As String
On Error GoTo err
cari
If ada = "0" Then
MsgBox "Data Tidak Ada!", vbCritical, "Error"
Exit Sub
End If
sql = "DELETE FROM tblgolongan WHERE idgolongan='" & txtidpangkat.Text & "'"
conn.Execute (sql)
bersih
Adodc1.Refresh
Exit Sub
err:
MsgBox "Data Sudah Masuk Kedalam Tabel Transaksi", vbCritical, "Fatal Error"
Exit Sub
End Sub
Private Sub cmdkeluar_Click()
Unload Me
End Sub
Private Sub cmdrefresh_Click()
Adodc1.Refresh
End Sub
Private Sub cmdtambah_Click()
cekkosong
cari
If kosong = "1" Then
Exit Sub
End If
Dim sql As String
If ada = "1" Then
MsgBox "Data Sudah Ada!", vbCritical, "Error"
Exit Sub
End If

144

sql = "INSERT INTO tblgolongan values('" & txtidpangkat.Text & "','" & idgaji_temp & "','" &
txttmt.Value & "', " & _
"'" & txtmasa.Text & "','" & txtcatatan.Text & "','" & txtketerangan.Text & "')"
conn.Execute (sql)
bersih
Adodc1.Refresh
End Sub
Private Sub cmdubah_Click()
cekkosong
cari
If kosong = "1" Then
Exit Sub
End If
If ada = "0" Then
MsgBox "Data Tidak Ada!", vbCritical, "Error"
Exit Sub
End If
Dim sql As String
sql = "UPDATE tblgolongan SET " & _
"idgaji='" & txtidgaji.Text & "'," & _
"tmt='" & txttmt.Value & "'," & _
"masakerja='" & txtmasa.Text & "'," & _
"catatanmutasi='" & txtcatatan.Text & "'," & _
"keterangan='" & txtketerangan.Text & "'" & _
"WHERE idgolongan='" & txtidpangkat.Text & "'"
conn.Execute (sql)
bersih
Adodc1.Refresh
End Sub
Private Sub Form_Load()
Set conn = New ADODB.Connection
conn.Open "kepegawaian"
loadidgaji
End Sub
Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer)
conn.Close
Set conn = Nothing
End Sub
Private Sub txtgaji_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If Not (KeyAscii >= Asc("0") And KeyAscii <= Asc("9") Or KeyAscii = vbKeyBack) Then
Beep
KeyAscii = 0
End If
End Sub
Private Sub txtcatatan_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txtidgaji_Change()
idgaji_temp = Mid(txtidgaji.Text, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidgaji_Click()
loadidgaji
idgaji_temp = Mid(txtidgaji.Text, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidgaji_KeyPress(KeyAscii As Integer)
'If KeyAscii = 13 Then
'Dim sql As String
'

145

'sql = "SELECT * FROM tblgaji WHERE idgaji='" & txtidgaji.Text & "'"
'Set rs = conn.Execute(sql)
' If Not rs.EOF Then
' txtgaji = rs.Fields("gaji")
' txtlokasi = rs.Fields("lokasikerja")
' Else
' siapisi
' End If
'End If
End Sub
Sub siapisi()
txtgaji.Text = ""
txtlokasi.Text = ""
txtgaji.SetFocus
End Sub
Private Sub txtlokasi_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Sub bersih()
txtidpangkat.Text = ""
txtidgaji.Text = ""
txtmasa.Text = ""
txtcatatan.Text = ""
txtketerangan.Text = ""
txtidgaji.SetFocus
End Sub
Sub cekkosong()
If Len(txtidpangkat.Text) = 0 Then
MsgBox "Pangkat Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtidpangkat.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txtidgaji.Text) = 0 Then
MsgBox "ID Gaji Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtidgaji.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
'If Len(txttmt.Text) = 0 Then
'MsgBox "TMT Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
'txttmt.SetFocus
'kosong = "1"
'Exit Sub
'End If
If Len(txtmasa.Text) = 0 Then
MsgBox "Masa Kerja Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtmasa.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txtcatatan.Text) = 0 Then
MsgBox "Catatan Mutasi Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtcatatan.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txtketerangan.Text) = 0 Then

146

MsgBox "Keterangan Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"


txtketerangan.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
End Sub
Sub loadidgaji()
Dim sql, idgaji(10) As String
Dim gaji(10) As Currency
Dim i As Integer
i=1
sql = "SELECT * FROM tblgaji ORDER BY idgaji"
Set rs = conn.Execute(sql)
Do While Not rs.EOF
idgaji(i) = rs.Fields("idgaji")
gaji(i) = rs.Fields("gaji")
txtidgaji.AddItem idgaji(i) & " - " & gaji(i)
i=i+1
rs.MoveNext
Loop
End Sub
Private Sub txtidpangkat_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
Dim sql As String
sql = "SELECT * FROM tblgolongan WHERE idgolongan='" & txtidpangkat.Text & "'"
Set rs = conn.Execute(sql)
If Not rs.EOF Then
txtidgaji = rs.Fields("idgaji")
txttmt.Value = rs.Fields("tmt")
txtmasa = rs.Fields("masakerja")
txtcatatan = rs.Fields("catatanmutasi")
txtketerangan = rs.Fields("keterangan")
Else
siapisi
End If
End If
End Sub
Private Sub txtketerangan_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txtmasa_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Sub cari()
Dim sql As String
sql = "SELECT * FROM tblgolongan WHERE idgolongan='" & txtidpangkat.Text & "'"
Set rs = conn.Execute(sql)
If Not rs.EOF Then
ada = "1"
Else
ada = "0"
End If
End Sub

4. Form Data Pegawai


Dim conn As New ADODB.Connection

147

Dim rs As New ADODB.Recordset


Dim kosong, ada As String
Dim idgol_temp, idunit_temp, idlat_temp, pendidikan As String
Private Sub cmdbatal_Click()
bersih
End Sub
Private Sub cmdhapus_Click()
Dim sql As String
cari
If ada = "0" Then
MsgBox "Data Tidak Ada!", vbCritical, "Error"
Exit Sub
End If
sql = "DELETE FROM tblpegawai WHERE nip='" & txtnip.Text & "'"
conn.Execute (sql)
bersih
Adodc1.Refresh
End Sub
Private Sub cmdkeluar_Click()
Unload Me
End Sub
Private Sub cmdprint_Click()
If Len(txtnip.Text) = 0 Then
MsgBox "NIP Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtnip.SetFocus
'kosong = "1"
Exit Sub
End If
With CrystalReport1
.ReportFileName = App.Path & "\report\pegawai.rpt"
.SelectionFormula = "{tblpegawai.nip} ='" & txtnip & "'"
.RetrieveDataFiles
.Action = 1
End With
End Sub
Private Sub cmdrefresh_Click()
Adodc1.Refresh
End Sub
Private Sub cmdtambah_Click()
cekkosong
cari
If kosong = "1" Then
Exit Sub
End If
Dim sql As String
If ada = "1" Then
MsgBox "Data Sudah Ada!", vbCritical, "Error"
Exit Sub
End If
sql = "INSERT INTO tblpegawai values('" & txtnip.Text & "','" & txtnama.Text & "', " & _
"'" & DTPicker1.Value & "','" & txtkelamin.Text & "','" & txtagama.Text & "', " & _
"'" & idgol_temp & "','" & txtjabatan.Text & "','" & txteselon.Text & "', " & _
"'" & idunit_temp & "','" & idlat_temp & "','" & txtkantor.Text & "', " & _
"'" & txttelpkantor.Text & "','" & txtrumah.Text & "','" & txttelprumah.Text & "','" &
txttempat.Text & "','" & pendidikan & "')"
conn.Execute (sql)
bersih
Adodc1.Refresh

148

End Sub
Private Sub cmdubah_Click()
cekkosong
cari
If kosong = "1" Then
Exit Sub
End If
If ada = "0" Then
MsgBox "Data Tidak Ada!", vbCritical, "Error"
Exit Sub
End If
Dim sql As String
sql = "UPDATE tblpegawai SET " & _
"nama='" & txtnama.Text & "'," & _
"tgl_lahir='" & DTPicker1.Value & "'," & _
"kelamin='" & txtkelamin.Text & "'," & _
"agama='" & txtagama.Text & "'," & _
"idgolongan='" & idgol_temp & "'," & _
"jabatan='" & txtjabatan.Text & "'," & _
"eselon='" & txteselon.Text & "'," & _
"idunit='" & idunit_temp & "'," & _
"idlatjabatan='" & idlat_temp & "'," & _
"alamatkantor='" & txtkantor.Text & "'," & _
"telponkantor='" & txttelpkantor.Text & "'," & _
"pendidikan_terakhir='" & pendidikan & "'," & _
"alamatrumah='" & txtrumah.Text & "'," & _
"telponrumah='" & txttelprumah.Text & "'," & _
"tempat_lahir='" & txttempat.Text & "'" & _
" WHERE nip='" & txtnip.Text & "'"
conn.Execute (sql)
bersih
Adodc1.Refresh
End Sub
Private Sub Form_Load()
Set conn = New ADODB.Connection
conn.Open "kepegawaian"
'loadidgaji
With txtkelamin
.AddItem "Laki-Laki"
.AddItem "Wanita"
End With
With txtagama
.AddItem "Budha"
.AddItem "Hindu"
.AddItem "Islam"
.AddItem "Katolik"
.AddItem "Protestan"
.AddItem "Lainnya"
End With
loadidgol
loadunit
loadidlatjab
loadidpend
End Sub
Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer)
conn.Close
Set conn = Nothing
End Sub

149

Private Sub txtalamat_KeyPress(KeyAscii As Integer)


KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txteselon_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txtidgaji_Click()
idgaji_temp = Mid(txtidgaji.Text, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidgaji_KeyPress(KeyAscii As Integer)
'If KeyAscii = 13 Then
'Dim sql As String
'sql = "SELECT * FROM tblgaji WHERE idgaji='" & txtidgaji.Text & "'"
'Set rs = conn.Execute(sql)
' If Not rs.EOF Then
' txtgaji = rs.Fields("gaji")
' txtlokasi = rs.Fields("lokasikerja")
' Else
' siapisi
' End If
'End If
End Sub
Sub siapisi()
txtnama.Text = ""
txttempat.Text = ""
txtjabatan.Text = ""
txteselon.Text = ""
txtrumah.Text = ""
txttelprumah.Text = ""
txtkantor.Text = ""
txttelpkantor.Text = ""
txtnama.SetFocus
End Sub
Private Sub txtlokasi_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Sub bersih()
txtnip.Text = ""
txtnama.Text = ""
txttempat.Text = ""
txtjabatan.Text = ""
txteselon.Text = ""
txtrumah.Text = ""
txttelprumah.Text = ""
txtkantor.Text = ""
txttelpkantor.Text = ""
txtnip.SetFocus
End Sub
Sub cekkosong()
If Len(txtnip.Text) = 0 Then
MsgBox "NIP Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtnip.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
'If Len(txtidgaji.Text) = 0 Then
'MsgBox "ID Gaji Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
'txtidgaji.SetFocus

150

'kosong = "1"
'Exit Sub
'End If
If Len(txtnama.Text) = 0 Then
MsgBox "Nama Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtnama.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txttempat.Text) = 0 Then
MsgBox "Tempat Lahir Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txttempat.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txtrumah.Text) = 0 Then
MsgBox "Alamat Rumah Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtrumah.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txttelprumah.Text) = 0 Then
MsgBox "Telepon Rumah Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txttelprumah.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txtjabatan.Text) = 0 Then
MsgBox "Jabatan Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtjabatan.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txteselon.Text) = 0 Then
MsgBox "Eselon Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txteselon.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txtkantor.Text) = 0 Then
MsgBox "Alamat Kantor Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtkantor.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If Len(txttelpkantor.Text) = 0 Then
MsgBox "Telepon Kantor Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txttelpkantor.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If txtkelamin.Text = "-Pilih Kelamin-" Then
MsgBox "Jenis Kelamin Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtkelamin.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If txtagama.Text = "-Pilih Agama-" Then

151

MsgBox "Agama Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"


txtagama.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If txtidgol.Text = "-Pilih ID Golongan-" Then
MsgBox "ID Golongan Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtidgol.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If txtidunit.Text = "-Pilih ID Unit-" Then
MsgBox "ID Unit Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtidunit.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
If txtidlatjab.Text = "-Pilih ID Latjab-" Then
MsgBox "ID Latihan Jabatan Harus Diisi!", vbCritical + vbExclamation, "Error"
txtidlatjab.SetFocus
kosong = "1"
Exit Sub
End If
End Sub
Private Sub txtidgol_Change()
idgol_temp = Mid(txtidgol, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidgol_Click()
idgol_temp = Mid(txtidgol, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidlatjab_Change()
idlat_temp = Mid(txtidlatjab, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidlatjab_Click()
idlat_temp = Mid(txtidlatjab, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidpend_Change()
pendidikan = Mid(txtidpend, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidpend_Click()
pendidikan = Mid(txtidpend, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidunit_Change()
idunit_temp = Mid(txtidunit, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtidunit_Click()
idunit_temp = Mid(txtidunit, 1, 5)
End Sub
Private Sub txtjabatan_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txtkantor_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txtnama_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
'Sub loadidgaji()

152

'Dim sql, idgaji(10) As String


'Dim gaji(10) As Currency
'Dim i As Integer
'i = 1
'sql = "SELECT * FROM tblgaji ORDER BY idgaji"
'Set rs = conn.Execute(sql)
'Do While Not rs.EOF
'idgaji(i) = rs.Fields("idgaji")
'gaji(i) = rs.Fields("gaji")
'txtidgaji.AddItem idgaji(i) & " - " & gaji(i)
'i = i + 1
'rs.MoveNext
'Loop
'End Sub
Private Sub txtnip_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
sql = "SELECT * FROM tblpegawai WHERE nip='" & txtnip.Text & "'"
Set rs = conn.Execute(sql)
If Not rs.EOF Then
txtnama = rs.Fields("nama")
txttempat = rs.Fields("tempat_lahir")
DTPicker1 = rs.Fields("tgl_lahir")
txtkelamin = rs.Fields("kelamin")
txtagama = rs.Fields("agama")
txtrumah = rs.Fields("alamatrumah")
txttelprumah = rs.Fields("telponrumah")
txtjabatan = rs.Fields("jabatan")
txteselon = rs.Fields("eselon")
txtkantor = rs.Fields("alamatkantor")
txttelpkantor = rs.Fields("telponkantor")
txtidgol = rs.Fields("idgolongan")
txtidunit = rs.Fields("idunit")
txtidlatjab = rs.Fields("idlatjabatan")
txtidpend = rs.Fields("pendidikan_terakhir")
Else
siapisi
End If
End If
End Sub
Private Sub txttelepon_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txtnmkantor_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txtnmunit_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Sub cari()
Dim sql As String
sql = "SELECT * FROM tblpegawai WHERE nip='" & txtnip.Text & "'"
Set rs = conn.Execute(sql)
If Not rs.EOF Then
ada = "1"
Else
ada = "0"
End If

153

End Sub
Sub loadidgol()
Dim sql, idgol(100) As String
Dim idgaji(100) As String
Dim i As Integer
i=1
sql = "SELECT * FROM tblgolongan ORDER BY idgolongan"
Set rs = conn.Execute(sql)
Do While Not rs.EOF
idgol(i) = rs.Fields("idgolongan")
idgaji(i) = rs.Fields("idgaji")
txtidgol.AddItem idgol(i) & " - " & idgaji(i)
i=i+1
rs.MoveNext
Loop
End Sub
Sub loadunit()
Dim sql, idunit(100) As String
Dim namaunit(100) As String
Dim i As Integer
i=1
sql = "SELECT * FROM tblunitkerja ORDER BY idunit"
Set rs = conn.Execute(sql)
Do While Not rs.EOF
idunit(i) = rs.Fields("idunit")
namaunit(i) = rs.Fields("namaunit")
txtidunit.AddItem idunit(i) & " - " & namaunit(i)
i=i+1
rs.MoveNext
Loop
End Sub
Sub loadidlatjab()
Dim sql, idlat(100) As String
Dim latihan(100) As String
Dim i As Integer
i=1
sql = "SELECT * FROM tbllatjabatan ORDER BY idlatjabatan"
Set rs = conn.Execute(sql)
Do While Not rs.EOF
idlat(i) = rs.Fields("idlatjabatan")
latihan(i) = rs.Fields("latihan")
txtidlatjab.AddItem idlat(i) & " - " & latihan(i)
i=i+1
rs.MoveNext
Loop
End Sub
Private Sub txtrumah_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txttelpkantor_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Private Sub txttempat_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
End Sub
Sub loadidpend()
Dim sql, idpend(100) As String
Dim nama(100) As String

154

Dim i As Integer
i=1
sql = "SELECT * FROM tblpendidikan ORDER BY idpendidikan"
Set rs = conn.Execute(sql)
Do While Not rs.EOF
idpend(i) = rs.Fields("idpendidikan")
nama(i) = rs.Fields("jenis")
txtidpend.AddItem idpend(i) & " - " & nama(i)
i=i+1
rs.MoveNext
Loop
End Sub

5. Form Cetak Laporan Kenaikan Pangkat


Private Sub BtnExit_Click()
Unload Me
End Sub
Private Sub BtnPrint_Click()
If TextTglAwal > TextTglAkhir Then
MsgBox "masukan tanggal awal lebih kecil dari tanggal akhir", vbInformation, "Info"
TextTglAwal.SetFocus
ElseIf TextTglAwal = "" Then
MsgBox "masukan tanggal ", vbInformation, "Info"
TextTglAwal.SetFocus
ElseIf TextTglAkhir = "" Then
MsgBox "masukan tanggal ", vbInformation, "Info"
TextTglAkhir.SetFocus
Else
With frmutama.CrystalReport1
.ReportFileName = App.Path & "\report\rptnaikpangkat.rpt"
.Formulas(1) = "tglawal='" & Format(TextTglAwal, "dd/mm/yyyy") & "'"
.Formulas(2) = "tglakhir='" & Format(TextTglAkhir, "dd/mm/yyyy") & "'"
.RetrieveDataFiles
.Action = 1
End With
End If
End Sub
Private Sub Form_Activate()
Me.Top = 0
Me.Left = 0
TextTglAwal = Date
TextTglAkhir = Date
End Sub

6. Form Ganti Password


Dim conn As New ADODB.Connection
Dim rs As New ADODB.Recordset
Private Sub cmdkeluar_Click()
X = MsgBox("Yakin Ingin Keluar?", vbYesNo + vbExclamation, "Keluar")
If X = vbYes Then
End
Unload Me
Else
txtid.SetFocus
End If

155

End Sub
Private Sub cmdkembali_Click()
Unload Me
End Sub
Private Sub cmdubah_Click()
Dim sql As String
sql = " SELECT * FROM user " & _
" WHERE userid='" & Trim(txtid.Text) & "'"
Set rs = conn.Execute(sql)
If rs.EOF Then
MsgBox "User ID Tidak Terdaftar", vbInformation, "User ID"
txtid.SetFocus
Else
If rs.Fields("password") <> Trim(txtpasswordlama.Text) Then
MsgBox "Password anda salah", vbOKOnly + vbExclamation, "Salah password"
txtpasswordlama.SetFocus
txtpasswordlama.Text = ""
Else
If txtpassword.Text <> txtkonfirmasi.Text Then
MsgBox "Password Baru Anda Tidak Sesuai", vbInformation, "Password"
txtpassword.SetFocus
Else
sql = " UPDATE user SET " & _
" password='" & txtpassword.Text & "'" &
" WHERE userid='" & txtid.Text & "'"
conn.Execute (sql)
MsgBox "Password Anda Sukses Diubah", vbInformation + vbOKOnly, "Password"
txtid.Text = ""
txtpasswordlama.Text = ""
txtpassword.Text = ""
txtkonfirmasi.Text = ""
txtid.SetFocus
End If
End If
End If
End Sub
Private Sub Form_Activate()
txtid.Text = ""
txtpasswordlama.Text = ""
txtpassword.Text = ""
txtkonfirmasi = ""
txtid.SetFocus
End Sub
Private Sub Form_Load()
Set conn = New ADODB.Connection
conn.Open "kepegawaian"
End Sub
Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer)
conn.Close
Set conn = Nothing
End Sub
Private Sub txtid_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
If Len(txtid.Text) = 0 Then
MsgBox "User ID Masih Kosong", vbInformation, "User ID"
Else
txtpasswordlama.SetFocus

156

End If
End If
End Sub
Private Sub txtkonfirmasi_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
If Len(txtkonfirmasi.Text) = 0 Then
MsgBox "Password Tidak Boleh Kosong", vbInformation, "Password"
Else
cmdubah.SetFocus
End If
End If
End Sub
Private Sub txtpassword_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
If Len(txtpassword.Text) = 0 Then
MsgBox "Password Tidak Boleh Kosong", vbInformation, "Password"
Else
txtkonfirmasi.SetFocus
End If
End If
End Sub
Private Sub txtpasswordlama_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
If Len(txtpasswordlama.Text) = 0 Then
MsgBox "Password Masih Kosong", vbInformation, "Password"
Else
txtpassword.SetFocus
End If
End If
End Sub

7. Form User
Dim conn As New ADODB.Connection
Dim rs As New ADODB.Recordset
Private Sub cbokelas_Change()
chkalllaporan.Value = 0
chkallmaster.Value = 0
chkalltransaksi.Value = 0
If cbokelas.Text = "Admin" Then
chkalllaporan.Value = 1
chkallmaster.Value = 1
chkalltransaksi.Value = 1
ElseIf cbokelas.Text = "Kasir" Then
chksukarela.Value = 1
chktransaksi.Value = 1
chkpembayaran.Value = 1
ElseIf cbokelas.Text = "Manager" Or cbokelas.Text = "Ketua" Then
chkalllaporan.Value = 1
End If
End Sub
Private Sub cbokelas_Click()
chkalllaporan.Value = 0
chkallmaster.Value = 0
chkalltransaksi.Value = 0

157

chksukarela.Value = 0
chkpembayaran.Value = 0
chktransaksi.Value = 0
If cbokelas.Text = "Admin" Then
chkalllaporan.Value = 1
chkallmaster.Value = 1
chkalltransaksi.Value = 1
ElseIf cbokelas.Text = "Kasir" Then
chksukarela.Value = 1
chktransaksi.Value = 1
chkpembayaran.Value = 1
ElseIf cbokelas.Text = "Manager" Or cbokelas.Text = "Ketua" Then
chkalllaporan.Value = 1
End If
End Sub
Private Sub chkalllaporan_Click()
chklapangsuran.Value = chkalllaporan.Value
chklappinjaman.Value = chkalllaporan.Value
chklaprekap.Value = chkalllaporan.Value
chklaprekap2.Value = chkalllaporan.Value
chklapsimpanan.Value = chkalllaporan.Value
chklapsimpananperiode.Value = chkalllaporan.Value
chklapangsuranperiode.Value = chkalllaporan.Value
If chkalllaporan.Value = 1 Then
chklapangsuran.Enabled = False
chklappinjaman.Enabled = False
chklaprekap.Enabled = False
chklaprekap2.Enabled = False
chklapsimpanan.Enabled = False
chklapangsuranperiode.Enabled = False
chklapsimpananperiode.Enabled = False
Else
chklapangsuran.Enabled = True
chklappinjaman.Enabled = True
chklaprekap.Enabled = True
chklaprekap2.Enabled = True
chklapsimpanan.Enabled = True
chklapsimpananperiode.Enabled = True
chklapangsuranperiode.Enabled = True
End If
End Sub
Private Sub chkallmaster_Click()
chkanggota.Value = chkallmaster.Value
chkmastertr.Value = chkallmaster.Value
If chkallmaster.Value = 1 Then
chkanggota.Enabled = False
chkmastertr.Enabled = False
Else
chkanggota.Enabled = True
chkmastertr.Enabled = True
End If
End Sub
Private Sub chkalltransaksi_Click()
chkpembayaran.Value = chkalltransaksi.Value
chkpinjaman.Value = chkalltransaksi.Value
chksukarela.Value = chkalltransaksi.Value
chktransaksi.Value = chkalltransaksi.Value
If chkalltransaksi.Value = 1 Then

158

chkpembayaran.Enabled = False
chkpinjaman.Enabled = False
chksukarela.Enabled = False
chktransaksi.Enabled = False
Else
chkpembayaran.Enabled = True
chkpinjaman.Enabled = True
chksukarela.Enabled = True
chktransaksi.Enabled = True
End If
End Sub
Private Sub cmdbatal_Click()
bersih
End Sub
Private Sub cmdhapus_Click()
Dim sql As String
If Len(txtid.Text) = 0 Then
MsgBox "User ID Masih Kosong", vbCritical, "User ID"
txtid.SetFocus
Exit Sub
End If
sql = " SELECT * FROM user " & _
" WHERE userid='" & txtid & "'"
Set rs = conn.Execute(sql)
If rs.EOF Then
MsgBox "User ID " + txtid.Text + " Tidak Terdaftar", vbInformation, "User ID"
txtid.Text = ""
txtid.SetFocus
Exit Sub
End If
X = MsgBox("Yakin Hapus User ID?", vbQuestion + vbYesNo, "Hapus User ID")
If X = vbYes Then
sql = " DELETE * FROM user " & _
" WHERE userid='" & txtid & "'"
conn.Execute (sql)
MsgBox "User ID Sudah Dihapus", vbInformation, "User ID"
bersih
Else
bersih
End If
End Sub
Private Sub cmdkeluar_Click()
X = MsgBox("Yakin Ingin Keluar?", vbQuestion + vbYesNo, "Keluar")
If X = vbYes Then
End
Unload Me
Else
txtid.SetFocus
End If
End Sub
Private Sub cmdkembali_Click()
Unload Me
End Sub
Sub bersih()
txtid.Text = ""
txtpassword.Text = ""
txtkonfirmasi.Text = ""
chkanggota.Value = 0

159

chktransaksi.Value = 0
chkmastertr.Value = 0
chksukarela.Value = 0
chkpinjaman.Value = 0
chkpembayaran.Value = 0
chklapangsuran.Value = 0
chklappinjaman.Value = 0
chklapsimpanan.Value = 0
chklaprekap.Value = 0
chklaprekap2.Value = 0
chktambah.Value = 0
chkalllaporan.Value = 0
chkallmaster.Value = 0
chkalltransaksi.Value = 0
txtid.SetFocus
End Sub
Private Sub cmdsimpan_Click()
Dim sql As String
If Len(txtid.Text) = 0 Then
MsgBox "User ID Masih Kosong", vbCritical, "User ID"
txtid.SetFocus
Exit Sub
ElseIf Len(txtpassword.Text) = 0 Then
MsgBox "Password Masih Kosong", vbCritical, "Password"
txtpassword.SetFocus
Exit Sub
ElseIf Len(txtkonfirmasi.Text) = 0 Then
MsgBox "Konfirmasi Password Masih Kosong", vbCritical, "Konfirmasi Password"
txtkonfirmasi.SetFocus
Exit Sub
End If
sql = " SELECT * FROM user " & _
" WHERE userid='" & txtid & "'"
Set rs = conn.Execute(sql)
If Not rs.EOF Then
MsgBox "User ID " + txtid.Text + " Sudah Terdaftar", vbInformation, "User ID"
txtid.Text = ""
txtid.SetFocus
Exit Sub
End If
If txtpassword.Text <> txtkonfirmasi.Text Then
MsgBox "Password Anda Tidak Sesuai", vbInformation, "Password"
txtpassword.SetFocus
txtkonfirmasi.Text = ""
txtpassword.Text = ""
Exit Sub
End If
sql = " INSERT INTO user (userid,password,admin)" &_
" VALUES('" & txtid.Text & "','" & txtpassword.Text & "'," & _
" '" & chktambah.Value & "')"
conn.Execute (sql)
MsgBox "User ID Baru Sukses Dibuat", vbInformation, "User ID"
bersih
End Sub
Private Sub Form_Activate()
bersih
End Sub
Private Sub Form_Load()

160

Set conn = New ADODB.Connection


conn.Open "kepegawaian"
End Sub
Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer)
conn.Close
Set conn = Nothing
End Sub
Private Sub Image3_Click(Index As Integer)
End Sub
Private Sub txtid_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
If Len(txtid.Text) = 0 Then
MsgBox "User ID Masih Kosong", vbCritical, "User ID"
txtid.SetFocus
Else
txtpassword.SetFocus
End If
End If
End Sub
Private Sub txtkonfirmasi_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
If Len(txtkonfirmasi.Text) = 0 Then
MsgBox "Konfirmasi Password Masih Kosong", vbCritical, "Konfirmasi Password"
txtkonfirmasi.SetFocus
Else
cmdsimpan.SetFocus
End If
End If
End Sub
Private Sub txtpassword_KeyPress(KeyAscii As Integer)
KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii)))
If KeyAscii = 13 Then
If Len(txtpassword.Text) = 0 Then
MsgBox "Password Masih Kosong", vbCritical, "Password"
txtpassword.SetFocus
Else
txtkonfirmasi.SetFocus
End If

161

162