Anda di halaman 1dari 21

Oktober 2015

PARASITOLOGI

OLEH:
NAMA

: PRATIWI

STAMBUK

: N 111 12 040

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2015

PROTOZOA
1. Plasmodium
a. Morfologi
Plasmodium yang menginfeksi manusia dan vertebrata lainnya ada 4 jenis, yaitu:
Plasmodium falciparrum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae,
termasuk dalam kelompok protista mirip hewan, sporozoa (Apicomplexa), yang merupakan
parasit dengan siklus hidup yang kompleks. Empat jenis plasmodium mempunyai struktur
morfologi yang berbeda saat menginfeksi sel darah dan fisiologi yang berbeda setiap spesies
plasmodium. Plasmodium senang hidup pada daerah yang tropis atau subtropis dengan suhu
berkisar antara 16° C – 33° C, jika suhu lebih rendah/lebih tinggi dari suhu idealnya maka
tahap sporogoni tidak akan terjadi. Selain suhu juga ditunjang dengan kelembaban yang ideal
60% serta daerah yang curah hujan tinggi, hal inilah yang membuat penularan malaria terjadi
tiap tahun atau mengalami peningkatan pada bulan tertentu atau musiman.
1. Plasmodium vivax
Spesies plasmodium ini menyebabkan penyakit “malaria tertiana benigna” atau
disebut Malaria tertiana. Nama tertiana dilihat berdasarkan timbulnya gejala demam terjadi
setiap 48 jam. Penyakit banyak terjadi di daerah tropik dan subtropik, kejadian penyakit
malaria 43% disebabkan oleh P.vivax. Proses skizogoni eksoeritrositik dapat terus terjadi
sampai 8 tahun, disertai dengan periode relaps, disebabkan oleh terjadinya invasi baru
terhadap eritrosit. Kejadian relaps dengan pasien yang terlihat normal (sehat) selama periode
laten. Terjadinya relaps juga erat hubungannya dengan reaksi imunitas dari individu.
Plasmodium vivax hanya menyerang eritrosit muda (retikulosit), dan tidak dapat
menyerang/tidak mampu menyerang eritrosit yang masak. Segera setelah invasi ke dalam
eritrosit langsung membentuk cincin, sitoplasma menjadi aktif seperti ameoba membentuk
pseudopodia bergerak ke segala arah sehingga disebut “vivax”. Infeksi terhadap eritrosit lebih
dari satu trophozoit dapat terjadi tetapi jarang. Pada saat trophozoit berkembang eritrosit
membesar, pigmennya berkurang dan berkembang menjadi peculiar stipling disebut
“schuffners dot”. Dot (titik) tersebut akan terlihat bila diwarnai dan akan terlihat parasit di
dalamnya. Cincin menempati 1/3 - 1/2 dari eritrosit dan trophozoit menempati 2/3 dari sel
darah merah tersebut selama 24 jam. Granula hemozoin mulai terakumulasi sesuai dengan
pembelahan nukleus dan terulang lagi sampai empat kali, terdapat 16 nuklei pada skizon yang

Skizon yang masak berkembang menjadi 8-32 merozoit. Tetapi penyakit akan timbul lagi sekitar satu tahun. Sedangkan mikrogametosit terlihat lebih kecil dan biasanya hanya terlihat sedikit dalam eritrosit. Pada waktu gametosit berkembang. sekitar 1. Skizon sering ditemukan pada darah perifer. adalah merupakan penyakit malaria yang paling ganas yang menyerang manusia.000 merozoit. Di sini tidak terjadi fase eksoeritrositik kedua dan tidak terjadi relaps. Perbandingan antara makro: mikrogametosit adalah 2:1. Skizon robek pada hari kelima dan mengeluarkan 30. pada umumnya 16 merozoit. pergerakannya tidak seaktif infeksi P. walaupun sudah mulai dapat diberantas yaitu di Amerika Serikat. Balkan dan sekitar Mediterania. disamping itu P.5 μm langsung menyerang eritrosit lainnya. Gametosit memerlukan empat hari untuk masak. Eritrosit yang terinfeksi berkembang menjadi irreguler dan lebih besar daripada P. fase eritrosit ini memakan waktu sekitar 48 jam. Tropozoit bentuk cincin adalah yang paling kecil diantara parasit malaria lainnya yang menyerang manusia. skizon eksoeritrositik dari P. vivax. Plasmodium falciparum adalah pembunuh terbesar manusia di daerah tropis di seluruh dunia yang diperkirakan sekitar 50% penderita malaria tidak tertolong. Merozoit yang bulat dengan diameter 1. biasanya terlihat sebagi bentuk cincin.masak.2 μm. Seperti pada malaria lainnya. Bila terjadi imunitas atau diobati kemoterapi hanya terjadi sedikit nukleus yang dapat diproduksi. . vivax. Proses skizogoni dimulai dan granula pigmen terakumulasi dalam parasit. Plasmodium falciparum Penyakit malaria yang disebabkan oleh spesies ini disebut juga “malaria tertiana maligna”. Daerah penyebaran malaria ini adalah daerah tropik dan subtropik. Merozoit menyerang sel darah merah pada semua umur. sehingga menyebabkan degenerasi sel hospes. dan salah satu sel darah kadang diisi keduanya (makro+mikro) dan skizon. Beberapa merozoit berkembang menjadi gametosit dan gametosit yang masak mengisi sebagian besar eritrosit yang membesar (10 μm). 2. Skizogoni dalam eritrosit memakan waktu 48 jam. Sel darah yang mengandung parasit ditemukan dalam jaringan yang paling dalam seperti limpa dan sumsum tulang pada waktu skizogoni. falciparum timbul dalam sel hati. falciparum terdiri dengan tingkat parasitemia yang tinggi dibanding malaria lainnya. dan kadang dapat meluas ke daerah yang lebih luas. biasanya sekitar 2-3 tahun kemudian setelah infeksi pertama. Begitu tropozoit tumbuh dan mulai bergerak dengan pseudopodi. Hal tersebut disebabkan oleh jumlah populasi parasit yang sedikit di dalam sel darah merah. sel darah tersebut bergerak menuju sirkulasi darah perifer.

Pada kondisi yang berat. Panama dan Amerika Serikat. dan mungkin ditemukan parasit dalam ulas darah. Bentuk eritrositik berkembang lambat di dalam darah dan gejala klinis terjadi sebelumnya. Gametosit mungkin berkembang dalam organ internal. Skizogoni eksoeritrositik terjadi dalam waktu 13-16 hari. Mereka berkembang sangat lambat untuk menjadi sporozoit infektif. Pada tahun 1885 Golgi dapat membedakan antara demam karena penyakit Malaria tertiana dengan quartana dan memberikan deskripsi yang akurat dimana parasit tersebut diketahui sebagai P. malariae disebut juga “malaria quartana” dengan terjadinya krisis penyakit setiap 72 jam. malariae. Plasmodium ovale Penyakit yang disebabkan infeksi parasit ini disebut “malaria tertiana ringan” dan merupakan parasit malaria yang paling jarang pada manusia. Nukleus membelah menjadi 6-12 merozoit dalam waktu 72 jam. Malaysia. tetapi telah dilaporkan di daerah Amerika Serikat dan Eropa. Sri Lanka. tetapi distribusinya tidak tetap disetiap lokasi. sedangkan sitoplasma lebih tebal. New Guienia dan Eropa. penyakit berkembang ke . dilaporkan di daerah Pantai Barat Afrika yang merupakan lokasi asal kejadian. Birma. tetapi biasanya pada kepadatan 25% saja sudah menyebabkan fatal (gambar 1). saat terjadi parasitemia ditemukan lebih dari 65% eritrosit mengandung parasit. dengan berkembangnya peradaban dan migrasi penduduk. Bentuk cincin kurang motil dari pada Plasmodium vivax. Hal tersebut dikenali sejak Zaman Yunani. Brazil. Diduga parasit menyerang orang di zaman dulu. Plasmodium malariae Infeksi parasit P. Plasmodium ovale tersebar di daerah tropik. kasus infeksi juga menurun. Parasit ditemukan di daerah tropik Afrika. Plasmodium malariae adalah parasit kosmopolitan. yang akhirnya berubah bentuk memanjang menjadi bentuk “band” yang mengumpulkan pigmen di pinggirnya. dan relaps terjadi sampai 53 tahun. karena waktu demam berbeda dengan parasit Malaria tertiana. Indonesia. 4. Tingkat parasitemianya relatif rendah sekitar satu parasit tiap 20.000 sel darah. India. bentuk masaknya jarang ditemukan dalam darah perifer. Rendahnya jumlah parasit tersebut berdasarkan fakta bahwa merozoit hanya menyerang eritrosit yang tua yang segera hilang dari peredaran darah karena didestruksi secara alamiah. Bentuk cincin yang pipih dapat bertahan sampai 48 jam. Juga tersebar di daerah baru seperti Jamaica. Guadalope. 3.

Bentuknya lebih besar dari pada P. dengan kisaran antara 4-16. Biasanya akan terbentuk 8 merozoit. Skizon yang masak berbentuk oval dan mengisi sebagian dari sel darah hospes.Perbedaan morfologi plasmodium (US Namru. 2006) b. Gametosit dari P. Plasmodium ovale sulit didiagnosis karena mempunyai kesamaan dengan P. Juga di Philipina. vivax. vivax dan bila diwarnai terlihat warna merah terang. New Guenia dan Vietnam. Gambar 1. Siklus Hidup Plasmodium .daerah Afrika Tengah dan di Afrika Timur. Tetapi mereka cepat dapat menginfeksi nyamuk secara teratur dalam waktu 3 minggu setelah infeksi.ovale memerlukan lebih lama dalam darah perifer daripada malaria lainnya. Bentuk titik (dot) terlihat pada awal infeksi ke dalam sel darah merah.

Bila tidak termakan nyamuk. Pada dasarnya sporozoit dengan panjang 10-15 µm dan diameter 1 µm masuk aliran darah sporozoit langsung masuk ke dalam parenkim hati atau organ internal lainnya. Fase vertebrata (Fase aseksual) Bila nyamuk terinfeksi plasmodium menghisap darah vertebrata. setelah sekitar satu minggu. Siklus dimulai dari sporozoit. Banyak merozoit dibunuh oleh sel retikulo endotelial dan leukosit. Yaitu : 1. Fertilisasi makrogamet dan mikrogamet akan menghasilkan zigot diploid yang dengan cepat berkembang menjadi ookinete yang motil dengan bentuk yang memanjang. tetapi beberapa dari sporozoit tersebut masuk ke dalam sel hati. Siklus hidup plasmodium dibagi dalam dua fase. Selama perjalanannya tersebut zygot . Bilamana perkembangan merozoit telah sempurna. nyamuk menginjeksikan air ludahnya (saliva) yang berisi sporozoit yang kecil dan memanjang masuk ke dalam aliran darah. tropozoit masak dan mulai mengalami proses skizogoni. Begitu masuk eritrosit. beberapa merozoit masuk ke dalam sel eritrosit dan membentuk “macrogametocyt ” dan “microgametocyt”. Fase ini disebut fase “pre erytrocytic” atau “exoerytrocytic primer” (schizogony). tetapi masih ada sejumlah merozoit yang berparasit dalam sel hospes. gametosit segera akan mati atau dimakan oleh sel phagosit dalam sistem retikulo endotelial. sporozoit masuk ke dalam darah dalam waktu 30 menit. 2. Fase invertebrate (Fase seksual) Bila eritrosit yang mengandung gemetosit dihisap oleh nyamuk vektor (cocok) maka gametosit berkembang menjadi gamet. Di dalam sel hati. bermigrasi ke haemokel usus dan berubah bentuk menjadi oosit. Setelah beberapa generasi proses reproduksi aseksual tersebut. Walaupun banyak yang mati oleh sel darah putih. Diikuti inokulasi. maka sel pecah kemudian ke luar sel metabolik dari parasit. Merozoit meninggalkan sel hati berpenetrasi ke dalam sel eritrosit. Oosit ditutupi oleh kapsul segera setelah keluar dari haemokel. “gametocytogenesis” mungkin juga terjadi dalam hati. Merozoit masuk ke sel hati lainnya dan membentuk skizon kemudian membentuk merozoit lagi. ini adalah awal fase “erytrocytic”. merozoit berubah bentuk menjadi tropozoit lagi. Ookinete berpenetrasi ke membran periotropik dinding usus nyamuk. fase infeksi plasmodium disuntikan dari kelenjar saliva nyamuk yang terinfeksi saat mengigit manusia. parasit bermetamorfosis menjadi tropozoit.Siklus hidup plasmodium sangat kompleks (lihat gambar 2) dengan fase pertumbuhan yang berbeda sesuai jenis plasmodium. Parasit cepat berkembang menjadi skizon. Merozoit yang terbentuk terjadi setelah proses skizogoni lebih pendek daripada sporozoit.

Ukuran panjang 4-8 mikron. Kista dalam tubuh hospes dapat . Morfologi Toxoplasma gondii merupakan protozoa tingkat intraseluler.cdc. Gambar 2. lebar 2-4 mikron dan mempunyai selaput sel. Bentuk ini terdapat di dalam tubuh hospes perantara seperti burung dan mamalia termasuk manusia dan kucing sebagai hospes definitif.membelah diri secara haploid sporoblast membelah menjadi ribuan sporozoit. Takizoit juga dapat memasuki tiap sel yang berinti. ada yang berukuran kecil hanya berisi beberapa bradizoit dan ada yang berukuran 200 mikron berisi kira-kira 3000 bradizoit. kista (berisi bradizoit). kemudian masuk ke dalam kelenjar ludah nyamuk menunggu untuk diinjeksikan ke hospes vertebrata. terdapat dalam tiga bentuk yaitu takizoit (bentuk proliferatif). Bentuk takizoit menyerupai bulan sabit dengan ujung yang runcing dan ujung lain agak membulat.org. Kista dibentuk di dalam sel hospes bila takizoit yang membelah telah membentuk dinding.gov/dpdx) 2. Takizoit ditemukan pada infeksi akut dalam berbagai jaringan tubuh. satu inti yang terletak di tengah bulan sabit dan beberapa organel lain seperti mitokondria dan badan golgi. Ukuran kista berbeda-beda. TOXOPLASMA GONDII a.Siklus hidup malaria (hhtp://www. dan ookista (berisi sporozoit). Sporozoit ini memecah oosit dan keluar bermigrasi dalam tubuh nyamuk.

Pseudokista tersebut berisi endozoit atau yang lebih dikenal sebagai takizoit. Takizoit akan membelah. Sporozoitsporozoit ini menembus mukosa ileum dan mengikuti aliran darah dan limfa menuju berbagai organ tubuh seperti otak. ookista yang keluar bersama tinja kucing belum bersifat infektif. ookista akan berisi sporozoit dan menjadi bentuk yang infektif. domba. otot jantung. Ookista berbentuk lonjong.ditemukan seumur hidup terutama di otak. Manusia dan hospes perantara lainnya akan terinfeksi jika tertelan bentuk ookista. b. Siklus hidup Daur hidup Toxoplasma gondii melalui dua siklus yaitu siklus enteroepitel dan siklus ekstraintestinal. mata. Pada siklus ekstraintestinal. Siklus enteroepitelial di dalam tubuh hospes definitif seperti kucing. Toxoplasma gondii dalam klasifikasi termasuk kelas Sporozoasida. hati dan jantung. tetapi di dalam otot bentuk kista mengikuti bentuk sel otot. kecepatan membelah takizoit ini berkurang secara berangsur kemudian terbentuk kista yang mengandung bradizoit. Ookista mempunyai dinding. Siklus ekstaintestinal pula di dalam tubuh hospes perantara seperti manusia. Di otak bentuk kista lonjong atau bulat. . berukuran 11-14 x 9-11 mikron. Pada perkembangan selanjutnya kedua sporoblas membentuk dinding dan menjadi sporokista. Sporozoit bebas akan membentuk pseudokista setelah berada dalam sel organ-organ tersebut. berkembang biak secara seksual dan aseksual yang terjadi secara bergantian. Bradizoit dalam kista biasanya ditemukan pada infeksi menahun (infeksi laten). dinding ookista akan hancur sehingga sporozoit bebas. Setelah mengalami sporulasi. Di dalam ileum. kambing. berisi satu sporoblas yang membelah menjadi dua sporoblas. Masing-masing sporokista tersebut berisi 4 sporozoit yang berukuran 8 x 2 mikron.

HELMINTH 1 FILARIASIS Larva yang infeksius keluar dari proboscis nyamuk pada saat nyamuk menghisap darah. Di kelenjar limfe inilah larva berkembang menjadi cacing dewasa jantan dan betina. L3) di thorax nyamuk. Larva tersebut jatuh dikulit dan masuk dalam kulit melalui luka bekas tusukan proboscis nyamuk. mikrofilaria ini dapat hidup selama 5-10 tahun. Dari thorax larva L3 yang aktif dapat berpenetrasi kemana-mana antara lain ke proboscis nyamuk. Mikrofilaria ini akan segera muncul diperedaran darah 6 bulan -1 tahun kemudian. Kedua cacing ini kemudian membentuk keturunan dengan jalan menghasilkan mikrofilaria (250300µ). Pada saat nyamuk menghisap darah. Dari lambung nyamuk.III (L1. Unutk menjadi larva yang infeksius. Larva ini bermigrasi ke saluran limfe dan berdiam diri di kelenjar limfe terdekat. larva ini berpenetrasi ke hemocele dan berkembang menjadi larva stadium I. Bilamana tidak terjadi reinfeksi. Keadaan ini menyebabkan nyamuk tersebut mati dan dengan . L2. dapat saja mikrofilaria yang terdapat dalam peredaran darah ikut terhisap dan masuk ke dalam lambung nyamuk. Pada hari kesepuluh biasanya tubuh nyamuk sudah penuh mengandung larva yang berpenetrasi kemana-mana. dibutuhkan waktu ± 10-14 hari di tubuh nyamuk.II.

. mikrofilaria terdapat di kapiler alat dalam (paru-paru. Tubuhnya dikelilingi oleh selubung atau sheath. ginjal). Pada siang hari. jadi mempunyai periodisitas. Pada umumnya. Body nuclei tidak pernah mencapai ujung ekornya. jantung. Bentuk tubuhnya panjang agak melengkung dengan dinding tubuh yang halus. Siklus Hidup Filariasis A Wuchereria bancrofti Morfologi Mikrofilaria W. Cephalic space pendek. W. artinya mikrofilaria hanya terdapat di dalam tepi pada waktu malam. mikrofilaria W. Bancrofti bersifat periodisitas nokturna. Gambar 1.sendirinya mengakibatkan menurunnya presentasi infeksi. kira-kira sama dengan lebar tubuhnya. Body nucleinya terpisah-pisah atau berdiri sendiri-sendiri berwarna biru. Bilamana nyamuk menghisap darah dan menjatuhkan L3 ke kulit manusia sehingga siklus diatas terulang kembali.bancrofti strain nocturnal periodik memiliki sheath yang biasanya terlepas sedangkan strain nocturnal subperiodik sheathnya tidak terlepas. Larva stadium III adalah larva infeksius yang siap menginfeksi tubuh manusia.bancrofti memiliki mikrofilaria berukuran 244-296µ. Mikrofilaria ini hidup didalam darah dan terdapat di aliran darah tepi pada waktu tertentu saja.

Body nucleinya tidak tersusun secara terpisah-pisah. Cephalic space pada brugia malayi lebih panjang dibandingkan Wuchereria bancrofti. Morfologi cacing dewasa pada dasarnya sama dengan Wuchereria bancrofti. Pada pengecatan. melainkan bergerombol sampai bertumpang tindih satu sama lainnya. Tubuh mikrofilaria ini tidak halus seperti Wuchereria bancrofti melainkan lebih pendek. .bancrofti Wuchereria bancrofti yang dewasa hidup di kelenjar limfe. Bagian posteriornya membulat. Ukuran cacing dewassa jantan adalah 260 x 0. mikorfilaria cacing ini masih mempertahankan sheathnya sehingga tampak terbungkus seluruhnya oleh sheath.Gambar 2. Disamping itu yang menjadi ciri khas ditemukannya satu atau dua nuclei yang terletak di ujung ekornya dan dinamakan terminal nuclei. Cacing dewasa berwarna putih susu yang berbentuk seperti benang dan berkutikula halus. sheath tersebut berwarna merah muda terang. Wuchereria bancrofti jantan dan betina B Brugia malayi Morfologi Seperti halnya Wuchereria bancrofti.08 mm sedangkan betina 55 x 0. Cacing jantan memiliki papilla di bagian posteriornya sebanyak 12 pasang. Mikrofilaria W. Cacing jantan berukuran 40mm sedangkan betina antara 80-100mm. Gambar 3. hanya saja ukuran dan bentuk bangunan bagian anterior dan posteriornya berbeda. mikrofilaria cacing ini juga memiliki sheath. nampak mikrofilaria ini terlepas dari sheathnya. Spiculenya tidak begitu jelas nampak.16 mm. body nuclei ini berwarana ungu gelap. terpelintir dan banyak berlekuk (twisted and kinky) dengan ukuran 177-230µ. Bilamana slide dikeringkan secara perlahan-lahan. Cacing dewasa dapat ditemukan pada pembuluh limfe. Panjang cephalic space mikrofilaria ini 2 kali panjang tubuhnya. Pada pewarnaan. Pada slide yang dikeringkan dengan cepat.

Letak pertemuan kedua ceca ini sering digunakan sebagai identifikasi. Cephalic space nya yang berukuran 3x lebar tubuhnya. Miracidium trematoda ini berbentuk silinder dan tubuhnya ditutupi silia. berbentuk bulat dan memiliki tonjolan di sebelah lateral.05 mm sedangkan yang betina sedikit lebih besar yaitu 1.6 x 0.9-2. Letak ovarium cacing ini di tengah-tengah tubuh.2 x 0. S. betina mampu menghasilkan 1500 butir telur.03 mm. Ovariumnnya berbentuk memanjang. Pada bagian ventral tubuhnya terdapat lipatan yang berbentuk celah dan dinamakan gynecophoral canal. Saluran ekskresi dimulai dari flamel sel kemudian menuju colecting tubulus dan vesika urinaria.japonicum jantan dan betina Telur cacing ini berwarna coklat. Pada pewarnaan giemsa.2-2. Mikrofilaria Brugia timori 2 SCHISTOSOMIASIS Trematode dewasa yang jantan berukuran 0. Gambar 6. Cacing betina ramping dan lebih panjang daripada yang jantan. Miracidium yang . Namun keduanya dapat dibedakan berdasarkan ukuran panjang tubuhnya (Brugia timori lebih panjang dari Brugia malayi). Sistem pencernaannya dimulai dari mulut. Letak ovarium ini digunakan sebagai identifikasi. Cacing ini memiliki oral dan ventral sucker. Bentuk dewasanya juga berbeda dengan brugia malayi.Gambar 4. Mikrofilaria Brugia malayi C Brugia timori Morfologi Bentuk mikrofilaria Brugia timori mirip sekali dengan mikrofilarian Brugia malayi. esofagus yang pendek dan lanjut ke dua buah ceca yang kemudian bersatu menjadi satu saluran saja di posterior tubuh. Dalam sehari. Cacing jantan pendek tetapi kekar. Ukuran telur 89 x 67µ. Gambar 5. sheathnya terwarnai lebih pucat dibandingkan sheath Wuchereria bancrofti dan Brugia malayi. vas defferen dan menjadi satu vesikula tunggal yang terltak di bawah ventral sucker. Testisnya ada 7 berderet dalam 1 kolom dari situ terdapat 1 vas efferan. Integumentnya tidak bertrabekula (digunakan sebagai identifikasi).

pH. Gambar 7. larva menembus jaringan lunak dalam 5-7 minggu. Telur berbentuk oval hingga bulat dan memerlukan waktu beberapa hari untuk berkembang menjadi mirasidium matang didalam kerangka telur. membentuk generasi pertama dan kedua dari sporokista. yang biasanya dilemahkan oleh sekresi dari kelenjar histolitik mirasidium yang masih berada didalam kulit telur. Ekornya lebih panjang dari tubuhnya. Dinding itu kemudian sobek. Selanjutnya jika kontak dengan siput sesuai.japonicum biasanya terapung di air yang membedakannya dengan spesies lainnya yang cercarianya menyebar di air. jantung kanan dan vena cava menuju kehati melalui vena hepatica. dimana tempat ini cacing betina akan menonjolkan tubuhnya dari yang jantan atau meninggalkan yang jantan untuk bertelur didalam venula-venula mesenterika kecil pada dinding usus. Dalam waktu 24 jam. Serkaria ini dikeluarkan jika siput berada pada atau dibawah permukaan air. Infeksi dapat berlangsung dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Migrasi Schistosoma joponicum dimulai dari masuknya . Pada infeksi berat. Cercaria trematoda ini memiliki ekor bercabang (forked tail) dan dinamakan pula ferrocercous. Tidak sepenuhnya rute perjalanan ini diambil oleh Schistosoma muda pada migrasi mereka dari paru-paru ke hati. Telur S.japonicum Schistosoma hidup terutama didalam vena mesenterika superior. Menetasnya telur berlangsung didalam air walaupun dipengaruhi kadar garam. Schistosoma merayap melawan aliran darah sepanjang arteri pulmonalis. Tertembusnya kulit ini sebagai hasil kerja dari kelenjar penetrasi yang menghasilkan enzim proteolitik. dan telur menembus lumen usus yang kemudian keluar dari tubuh.berukuran 160 x 60 µ memiliki organ internal seperti misalnya saluran cerna dan gland sel yang mampu menghasilkan enzim yang digunakan mempenetrasi host. Flamel sel digunakan unutk membedakan ketiga spesies trematoda. Pada perkembangan selanjutnya dibetuk serkaria yang bercabang. ke dalam sirkulasi vena menuju jantung kanan dan paru-paru. suhu dan aspek penting lainnya. Massa telur menyebabkan adanya penekanan pada dinding venula yang tipis. terbawa sampai ke jantung kiri menuju sirkulasi sistemik. menuju aliran kapiler. serkaria menembus kulit. beribu-ribu cacing ditemukan pada pembuluh darah. Cercaria memiliki ventral dan terminal sucker serta gland sel unutk melakukan penetrasi. Cercaria S. Antara badan dan ekornya terdapat suatu pembatas berupa impression.

Siklus hidup S. Mulut mempunyai tiga bibir yakni satu di bagian dorsal dan dua lainnya terletak subventral. Cacing yang sedang bermigrasi jarang menimbulkan kerusakan atau gejala. tubuhnya berwarna kuning kecoklatan. berkutikulum halus yang bergaris-garis lembut. Ascaris Lumbricoides a. kemudian ke jantung dan sistem peredaran darah. . berpapil kecil dilengkapi dengan 2 spikulum yang masingmasing berukuran panjang 2 mm dan ujung posteriornya meruncing. Cacing betina berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan cacing jantan dengan ukuran panjangnya 22-35 cm (cacing jantan ukuran panjangnya 10-31 cm). Ekor cacing jantan melengkung ke arah ventral. Gambar 8.joponicum SOIL TRANSMITTED HELMINTHS 1. tetapi kadang menimbulkan reaksi hebat pada tubuh penderita. Ekor cacing betina lurus dan ujung posteriornya membulat (conical). Morfologi Cacing ini berbentuk silindris mirip cacing tanah dan disebut cacing gelang.cacing tersebut kedalam pembuluh darah kecil.

larva akan keluar di duodenum dan menembus dinding usus halus.Cacing betina bertelur dan terdapat 4 maacm telur yaitu sebagai berikut: b. Daur hidup Siklus hidup Ascaris lumbricoides dimulai sejak dikeluarkannya telur oleh cacing betina dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. embrio akan berubah di dalam telur menjadi larva yang infektif. masuk . Dengan kondisi yang menguntungkan. Apabila manusia tertelan telur yang infektif.

sehingga disebut cacing cambuk. kemudian tertelan. . Siklus hidup ini berlangsung sekitar 65 sampai 70 hari. 2. Setelah itu larva bermigrasi ke saluran nafas. Bagian kaudal cacing betina membulat dan tumpul mirip koma.sirkulasi portal. turun ke esofagus dan menjadi dewasa di usus halus. Cacing betina berukuran lebih besar dibanding cacing jantan dengan ukuran panjang 4-5 cm (cacing jantan 3-4 cm). kemudian ke jantung kanan. Bagian anteriornya yang merupakan 3/5 bagian tubuhnya langsing mirip benang. melalui pembuluh darah kecil paru sampai di jaringan alveolar paru. Sedangkan 2/5 bagian tubuh lainnya merupakan bagian posterior yang tampak lebih gemuk. Bagian kaudal cacing jantan melengkung ke ventral dan dilengkapi spikulum. Morfologi Cacing ini berbentuk mirip cambuk. Trichuris trichiura a.

Di duodenum larva akan keluar. Telur berisi granula yang seragam.Cacing betina bertelur. Telur berbentuk mirip biji melon dan berukuran 50um. berwarna kuning. menembus dan berkembang di mukosa usus halus dan menjadi dewasa di sekum. b. Daur hidup Manusia mendapat infeksi dengan menelan telur yang infektif (telur yang mengandung larva). Siklus ini berlangsung sekitar 3 bulan. . Berkulit tebal dan halus terdiri atas 2 lapis dan berwarna orange cokelat. Pada masing kutub dilengkapi dengan tutup (plug) transparan.

bursa kopulatoriks (jantan) dan spinal kaudal (betina). Cacing betina berukuran panjang 9-11 mm dan cacing jantan berukuran panjang 5-11 cm. Cacing tambang berbentuk silindris berwarna keputihan dan bermulut besar. Hookworms (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) a. Kedua spesies cacing tambang berbeda morfologi dalam hal bentuk tubuh. berfungsi memegang cacing betina pada saat kopulasi. bagian ujung posterior cacing jantan melebar (bursa copulatriks). rongga mulut. .3. Morfologi Keduanya biasanya disebut cacing tambang.

Ancylostoma duodenale Bentuk tubuh menyerupai huruf C Rongga mulut dilengkapi 2 pasang gigi Necator americanus Bentuk tubuh menyerupai huruf S Rongga mulut dilengkapi plat pemotong Dorsal ray bursa kopulatriks bercabang (cutting plate) Dorsal ray bursa kopulatriks bercabang tiga dan lekukannya dangkal Ekor cacing betina berspina kaudal dua dan lekukannya dalam Ekor cacing betina tidak berspina kaudal .

Isi tergantung dari derajat maturitasnya. Daur hidup . Bagian dalam berwarna abu-abu pucat. Telur Necator americanus paling sedikit terdiri atas 8 blastomer. pada salah satu kutub lebih mendatar (telur Necator americanus kutub-kutubnya lebih mendatar). Berukuran 50-60 um (Necator americanus berukuran lebih panjang 70um). Berkulit tipis tampak sebagai salah satu garis.Cacing tambang betina bertelur. b. atau 16 blastomer. Telur berbentuk oval. Pada tinja segar telur terdiri dari 4. 8.