Anda di halaman 1dari 5

Long Term Evolution adalah sebuah nama yang diberikan pada sebuah projek dan Third

Generation Partnership Project (3GPP) untuk memperbaiki standar mobile phone generasi
ke-3 (3G) yaitu UMTS WCDMA.
LTE diciptakan untuk memperbaiki teknologi sebelumnya. Kemampuan dan keunggulan dari
LTE terhadap teknologi sebelumnya selain dari kecepatannya dalam transfer data tetapi juga
karena LTE dapat memberikan coverage dan kapasitas dan layanan yang lebih besar,
mengurangi biaya dalam operasional, mendukung penggunaan multiple-antena, fleksibel
dalam penggunaan bandwidth operasinya dan juga dapat terhubung atau terintegrasi dengan
teknologi yang sudah ada. 3GPP (3rd Generation Partnership Project) mempunyai suatu
latar belakang selama 10 tahun untuk pengembangan WCDMA karena 3GPP berawal dan
tahun 1998.
LTE ini merupakan pengembangan dan teknologi sebelumnya, yaitu UMTS (3G) dan HSPA
(3.5G) yang mana LTE disebut sebagai generasi ke-4 (4G). (jurnal ilmiah unhas)
4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah
ini umumnya digunakan mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi telepon
seluler. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and
Electronics Engineers) adalah 3G and beyond. 4G merupakan pengembangan dari
teknologi 3G dan 2G. Infrastruktur dan terminal yang digunakan 4G akan mempunyai hampir
semua standar yang telah diterapkan dari 2G sampai 3G Sistem 4G menyediakan jaringan
pita lebar ultra untuk berbagai perlengkapan elektronik, contohnya telpon pintar dan laptop
menggunakan modem usb.
Sistem 4G menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan
arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata
data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang
ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini
akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu
menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan
kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan
harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi
dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation
Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE,CDMA 2G, 2.5G
akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan

tanpa

lisensi

seperti

IEEE

802.11

di

frekuensi

2.4 GHz

&

5-

5.8Ghz,bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi
voice dan data aplikasi SIP-enabled.
Spesifikasi 4G
Jaringan 4G secara spesifik diarahkan untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi dan
kecepatan transfer data yang tinggi pula.
Jaringan ini ditujukan untuk memberikan kualitas penerimaan yang lebih baik, aliran transfer
data lebih stabil, serta pertukaran informasi lebih cepat.
International Telecommunication Union (ITU) atau organisasi yang mengawasi standar untuk
jaringan nirkabel menyatakan bahwa kemajuan signifikan untuk layanan pesan multimedia,
termasuk layanan video, merupakan suatu hal yang harus segera dicapai.
4G mampu memberikan kecepatan transfer data minimal 100 megabit per detik saat
pengguna bergerak pada kecepatan tinggi (seperti ketika sedang berada di kereta api), serta
sebesar satu gigabit per detik dalam posisi diam.
Ponsel dan perangkat mobile pada jaringan 4G juga menggunakan teknologi Internet Protocol
(IP) untuk memungkinkan transfer data melalui paket, alih-alih menggunakan metode telepon
tradisional.
Perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:

Generasi pertama: hampir seluruh sistem pada generasi ini merupakan sistem
analog dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suarasebagai objek utama.
Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).

Generasi kedua: dijadikan standar komersial dengan format digital, kecepatan rendah
- menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT.

Generasi ketiga: digital, mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (highspeed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar(broadband). Contoh: W-CDMA (atau
dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

Secara sederhana, dapat diartikan bahwa teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang
menggunakan seluler. Sementara teknologi2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN.
Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital,
kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah
layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance

Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada
domain CDMA.
Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut
sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO
mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang
memberikan

jalur

evolusi

untuk

jaringan Universal

Mobile

Telecommunications

System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4
Mbit/detik).

Arsitektur LTE
Arsitektur LTE dikenal dengan suatu istilah SAE (System Architecture Evolution) yang
menggambarkan suatu evolusi arsitektur dibandingkan dengan teknologi sebelumnya. Secara
keseluruhan LTE mengadopsi teknologi EPS (Evolved Packet System). Didalamnya terdapat
tiga komponen penting yaitu UE (User Equipment), E-UTRAN (Evolved UMTS Terrestial
Radio Access Network), dan EPC (Evolved Packet Core).

USER EQUIPMENT (UE)

User equipment adalah perangkat dalam LTE yang terletak paling ujung dan berdekatan
dengan user. Peruntukan UE pada LTE tidak berbeda dengan UE pada UMTS atau teknologi
sebelumnya.
E-UTRAN
Evolved UMTS Terresterial Radio Access Network atau E-UTRAN adalah sistem arsitektur
LTE yang memiliki fungsi menangani sisi radio akses dari UE ke jaringan core. Berbeda dari
teknologi sebelumnya yang memisahkan Node B dan RNC menjadi elemen tersendiri, pada
sistem LTE E-UTRAN hanya terdapat satu komponen yakni Evolved Node B (eNode B)
yang telah emnggabungkan fungsi keduanya. eNode B secara fisik adalah suatu base station
yang terletak dipermukaan bumi (BTS Greenfield) atau ditempatkan diatas gedung-gedung
(BTS roof top).
Evolved Packet Core (EPC)
EPC adalah sebuah system yang baru dalam evolusi arsitektur komunikasi seluler, sebuah
system dimana pada bagian core network menggunakan all-IP. EPC menyediakan
fungsionalitas core mobile yang pada generasi sebelumnya (2G, 3G) memliki dua bagian
yang terpisah yaitu Circuit switch (CS) untuk voice dan Packet Switch (PS) untuk data. EPC
sangat penting untuk layanan pengiriman IP secara end to end pada LTE. Selain itu, berperan
dalam memungkinkan pengenalan model bisnis baru, seperti konten dan penyedia aplikasi.
EPC terdiri dari MME (Mobility Management Entity), SGW (Serving Gateway), HSS (Home
Subscription Service), PCRF (Policy and Charging Rules Function), dan PDN-GW (Packet
Data Network Gateway). Berikut penjelasan singkatnya:
Mobility Management Entity (MME)
MME merupakan elemen control utama yang terdapat pada EPC. Biasanya pelayanan MME
pada lokasi keamanan operator. Pengoperasiannya hanya pada control plane dan tidak
meliputi datauser plane. Fungsi utama MME pada arsitektur jaringan LTE adalah sebagai
authentication dan security, mobility management, managing subscription profile dan service
connectivity.
Home Subscription Service (HSS)
HSS merupakan tempat penyimpanan data pelanggan untuk semua data permanen user. HSS
juga menyimpan lokasi user pada level yang dikunjungi node pengontrol jaringan. Seperti

MME, HSS adalah server database yang dipelihara secara terpusat pada premises home
operator.
Serving Gateway (S-GW)
Pada arsitektur jaringan LTE, level fungsi tertinggi S-GW adalah jembatan antara manajemen
dan switching user plane. S-GW merupakan bagian dari infrastruktur jaringan sebagai pusat
operasioanal dan maintenance. Peranan S-GW sangat sedikit pada fungsi pengontrolan.
Hanya bertanggungjawab pada sumbernya sendiri dan mengalokasikannya berdasarkan
permintaan MME, P-GW, atau PCRF, yang memerlukan set-up, modifikasi atau penjelasan
pada

UE.

Packet Data Network Gateway (PDN-GW)


Sama halnya dengan SGW, PDN-GW adalah komponen penting pada LTE untuk melakukan
terminasi dengan Packet Data Network (PDN). Adapun PDN GW mendukung policy
enforcement feature, packet filtering, charging support pada LTE, trafik data dibawa oleh
koneksi

virtual

yang

disebut

dengan service

data

flows

(SDFs).

Policy and Charging Rules Function (PCRF)


PCRF merupakan bagian dari arsitektur jaringan yang mengumpulkan informasi dari dan ke
jaringan, sistem pendukung operasional, dan sumber lainnya seperti portal secara real
time, yang mendukung pembentukan aturan dan kemudian secara otomatis membuat
keputusan kebijakan untuk setiap pelanggan aktif di jaringan. Jaringan seperti ini mungkin
menawarkan beberapa layanan, kualitas layanan (Quality of services), dan aturan pengisian.
PCRF dapat menyediakan jaringan solusi wireline dan wireless dan juga dapat mngaktifkan
pendekatan multidimensi yang membantu dalam menciptakan hal yang menguntungkan
dan platform inovatif untuk operator. PCRF juga dapat diintegrasikan dengan platform yang
berbeda seperti penagihan, rating, pengisian, dan basis pelanggan atau juga dapat digunakan
sebagai entitas mandiri.