Anda di halaman 1dari 10

Home

Number One in Google

Chooicing Dog

Dog Care

Health & Smart Dogs

My science

Others

SELAMAT DATANG
"Aku hanya manusia yang ingin berbagi dengan sesama dan aku hanya manusia yang ingin
memetik hikmah dari belantara dan gurun kebijaksanaan"

Hewan Ternak dalam Islam


Diposkan oleh 'WahiD' WeB at Selasa, Januari 12, 2010

Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan beraneka ragam hewan ternak yang
bermanfaat dalam kehidupan manusia. Jika kita perhatikan makna yang tersirat dalam surat Al
Mukminuun ayat 21 tersebut dapat dilihat pentingnya hewan ternak bagi manusia. Betapa tidak,
produk utama ternak (susu, daging dan telur) merupakan bahan pangan hewani bergizi tinggi
yang dibutuhkan manusia.

Hewan ternak juga berperan sebagai sumber pendapatan, sebagai tabungan hidup, tenaga kerja
pengolah lahan, alat transportasi, penghasil biogas, penghasil pupuk kandang dan sebagai hewan
kesayangan (Tangka et al. 2000). Tidak heran bila Prof. I.K. Han, Guru Besar Ilmu Produksi
Ternak Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan (1999) menyebutkan pentingnya ternak dalam
peningkatan kualitas hidup manusia.
Ternak juga bermanfaat dalam kegiatan keagamaan: misalnya dalam melaksanakan ibadah
qurban, dibutuhkan ternak sapi, domba ataupun kambing. Pada zaman dahulu jumlah pemilikan
ternak juga merupakan indikasi strata sosial seseorang.
Islam dan Ilmu Peternakan
Ternak merupakan komoditi yang sudah lama akrab dalam kehidupan sehari-hari kaum
Muslimin. Di dalam Al Quran terdapat beberapa nama hewan ternak yang dijadikan sebagai
nama surat, misalnya ternak sapi betina (Al Baqarah), hewan ternak (Al An'am), dan lebah (An
Nahl). Banyak sekali ayat Al Quran yang secara eksplisit menyebut nama-nama hewan ternak,
misalnya ternak sapi (QS. 2: 67-71, 73; QS. Yusuf: 43), unta (QS. Al An'am: 144; Al Hajj: 27,
37; Al Ghasiyah: 17), domba (QS. Al An'am: 143, 146; An Nahl: 80), kambing (QS. Al An'am:
143, An Nahl: 78, Shad: 23-24), unggas (QS. 2:260; 3: 49; 5: 110; 6: 38; 16: 79; 23: 41; 27: 16;
67: 19), kuda (QS. 3: 14; 8: 60; 16: 8; 38: 31; 100: 1) dan lebah/tawon (QS. 16: 68-69).
Hewan ternak merupakan sumber pelajaran yang penting di alam karena terdapat banyak hikmah
dalam kehidupannya. Lihatlah bagaimana Allah memberikan kemampuan pada ternak
ruminansia (sapi, kambing, domba dan kerbau) yang mampu mengkonversi rumput menjadi
daging dan susu. Atau kemampuan lebah madu yang mampu mengkonversi cairan nektar
tanaman menjadi madu (QS. An Nahl [16]: 68-69). Sedemikian besarnya peranan peternakan
dalam memacu pembangunan ekonomi umat, maka sudah pada tempatnya sub sektor ini
mendapat perhatian kaum Muslimin.
Peternak, Bukanlah Profesi Hina
"Semua Nabi pernah menggembala kambing", kata Rasulullah saw. dalam suatu perbincangan
dengan para Sahabat. Seorang Sahabat bertanya, "Engkau sendiri bagaimana, ya Rasul?". "Aku
sendiri pernah menggembala kambing," jawab Nabi. Dialog yang singkat tersebut
mengisyaratkan bahwa menjadi peternak atau penggembala ternak adalah profesi yang pernah
dilakoni oleh para nabi. Peternak bukanlah profesi hina. Bahkan, banyak penulis sirrah Nabi
menjelaskan bahwa ketika berusia muda, Nabi Muhammad saw. adalah seorang penggembala
kambing yang mahir dan sukses. Beberapa riwayat menjelaskan, Rosul yang mulia itu sering
memerah susu domba piaraannya untuk konsumsi keluarga beliau.
Ingat kisah Nabi Musa a.s yang menjadi pengembala sapi selama 8 tahun, sebagai mahar ketika
Musa menikahi anak perempuan Nabi Syuaib. Menjadi peternak sapi selama 8 tahun tentu

bukanlah waktu yang singkat, namun itu yang dijalani Nabi Musa. Ikhlas menjadi seorang
peternak.
Bahkan, profesi pengembala ternak telah tercatat dalam sejarah sejak Nabi Adam a.s. Ingatlah,
ketika Allah SWT. memerintahkan kepada dua anak lelaki Nabi Adam, Habil dan Qabil untukm
berkurban, dalam menentukan siapa yang lebih berhak kawin dengan Iklima (anak gadis Nabi
Adam yang cantik) dan Labuda (anak gadis Nabi Adam yang kurang cantik). Sejarah mencatat,
Habil mempersembahkan seekor domba yang sehat dan gemuk, sedangkan Qabil hanya
mempersembahkan hasil pertanian yang tidak baik. Kurban Habil diterima Oleh Allah SWT.
Berkurban dengan seekor domba.
Ingatlah pula sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasai: "Sesungguhnya
Tuhanmu kagum pada seorang pengembala kambing". Menjadi pengembala kambing mungkin
profesi biasa yang biasa di mata kita, bukan pekerjaan yang istimewa. Tapi dimata Allah, si
pengembala kambing itu adalah istimewa.
"Alkisah, seorang pengembala, di padang lapang, sunyi, tak berpenduduk, tak berpenghuni.
Sendirian, ia hanya bersama kambing-kambingnya. Sepintas tidak ada yang istimewa dari si
pengembala itu. Tapi pengembala itu telah membuat kagum Tuhannya. Dengan apa? Bila waktu
sahalat tiba, di padang lapang itu, ia berdiri mengumandangkan adzan sendiri, lalu shalat
sendirian. Setelah melakukan shalat, Allah swt. berfirman: "Lihatlah hambaKu ini, ia adzan, lalu
mendirikan shalat. Ia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuninya dan Aku masukkan ia ke
dalam surga". (Dikutip dalam Majalah Tarbawi, Juni 2006).
Subhanallah....
Manfaat Protein Hewani
Merebaknya kasus gizi buruk (malnutrisi) beberapa waktu lalu amat menyakitkan kita. Kondisi
ini merupakan cerminan rendahnya konsumsi kalori-protein pada tingkat keluarga. Sayangnya, di
tengah usaha berbagai pihak mempromosikan peningkatan konsumsi protein hewani, negara ini
kembali disibukkan oleh merebaknya kasus flu burung yang telah berdampak pada turunnya
konsumsi daging dan telur.
Meskipun disadari pangan hewani sebagai kebutuhan primer, namun hingga kini konsumsi
protein hewani penduduk Indonesia sangat rendah. Pada tahun 2000, konsumsi daging unggas
penduduk Indonesia hanya 3,5 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia (36,7 kg), Thailand (13,5
kg), Fhilipina (7,6 kg), Vietnam (4,6 kg) dan Myanmar (4,2 kg) (Poultry International, 2003).
Konsumsi daging unggas penduduk Indonesia hanya 10 gram/kapita/hari, sedangkan Malaysia
100 gram/kapita/hari.
Konsumsi telur di Indonesia juga rendah, 2,7 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia 14,4 kg,
Thailand 9,9 kg dan Filipina 6,2 kg. Bila satu kg rata-rata 17 butir, maka konsumsi telur
penduduk Indonesia 46 butir/kapita/tahun atau 1/8 butir telur per hari. Padahal penduduk
Malaysia setiap tahunnya memakan 245 butir telur atau 2/3 butir telur per hari. Konsumsi susu
masyarakat Indonesia juga sangat rendah, sekitar 7 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia sudah
mencapai 20 kg/kapita/tahun.

Konsumsi madu masyarakat Indonesia hanya 15 gram/kapita/tahun, sedangkan masyarakat di


negara maju, seperti Jepang, Perancis, Inggris dan AS konsumsi madunya mencapai 1500
gram/kapita/tahun. Konsumsi daging, telur dan susu yang rendah menyebabkan target konsumsi
protein hewani 6 gram/kapita/hari belum tercapai.
Padahal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, rata-rata konsumsi protein hewani yang
ideal 26 gram/kapita/hari. Analisis paling akhir oleh Prof. I.K Han (1999) menyatakan adanya
kaitan positif antara tingkat konsumsi protein hewani dengan umur harapan hidup (UHH) dan
pendapatan perkapita. Semakin tinggi konsumsi protein hewani penduduk semakin tinggi umur
harapan hidup dan pendapatan domestik brutto (PDB) negara tersebut.
Korea, Brazil, Cina, Fhilipina dan Afrika Selatan memiliki konsumsi protein hewani 20-40
gram/kapita/hari, UHH penduduknya berkisar 65-75 tahun. AS, Prancis, Jepang, Kanada dan
Inggris konsumsi protein hewani masyarakatnya 50-80 gram/kapita/hari, UHH penduduknya 7585 tahun. Negara-negara yang konsumsi protein hewani di bawah 10 gram/kapita/hari:
Banglades, India dan Indonesia, UHH penduduknya hanya berkisar 55-65 tahun. Rendahnya
konsumsi protein hewani berdampak pada tingkat kecerdasan dan kualitas hidup penduduk
Indonesia.
Malaysia yang pada tahun 1970-an mendatangkan guru-guru dari Indonesia, sekarang jauh
meninggalkan Indonesia dalam kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagaimana ditunjukkan
oleh peringkat Human Development Indeks (HDI) tahun 2004 yang dikeluarkan United Nation
Development Program (UNDP) Indonesia berada pada peringkat ke-111, satu tingkat di atas
Vietnam (112), namun jauh di bawah negara ASEAN lainnya. Singapura (peringkat 25),
Malaysia (59), Thailand (76) dan Filipina (83).
Konsumsi protein hewani yang rendah banyak terjadi pada anak usia bawah lima tahun (balita),
terlihat pada merebaknya kasus busung lapar dan malnutrisi beberapa waktu lalu. Rendahnya
asupan kalori-protein pada anak balita menyebabkan meningkatnya kasus malnutrisi dan
rendahnya tingkat kecerdasan. Usia balita disebut juga periode "the golden age" dimana sel-sel
otak anak manusia sedang berkembang pesat. Pada fase ini otak membutuhkan suplai protein
hewani yang cukup agar berkembang optimal.
Asupan kalori-protein yang rendah pada anak balita berpotensi menyebabkan terganggunya
pertumbuhan, meningkatnya resiko terkena penyakit, mempengaruhi perkembangan mental,
menurunkan performa anak di sekolah dan menurunkan produktivitas tenaga kerja setelah
dewasa. Monckeberg (1971) menunjukkan adanya hubungan tingkat konsumsi protein hewani
pada anak usia pra-sekolah dengan kejadian defisiensi mental. Selain untuk kecerdasan, protein
hewani dibutuhkan untuk daya tahan tubuh. Shiraki et al. (1972) membuktikan peranan protein
hewani dalam mencegah terjadinya anemia pada orang yang menggunakan otot untuk bekerja
keras. Gejala anemia tersebut dikenal dengan istilah "sport anemia". Penyakit ini dapat dicegah
dengan mengonsumsi protein yang tinggi, yaitu 50% harus berasal dari hewani.
Kesimpulan

Mengingat pentingnya protein hewani bagi segala lapisan usia, maka konsumsi produk ternak
semestinya dipacu menuju tingkat konsumsi ideal. Protein hewani memiliki komposisi asam
amino yang lengkap dan dibutuhkan tubuh. Karena itu, konsumsi protein hewani harus dipacu
untuk mewujudkan SDM yang cerdas, kreatif, produktif dan sehat.
Mengakhiri tulisan ini, pantas kita renungkan sebuah pepatah berbahasa Arab yang berbunyi
"Negara yang kaya dengan ternak tidak akan pemah miskin, dan negara yang miskin dengan
ternak tidak akan pernah kaya." (Campbell dan Lasley, 1985). Negara Indonesia sebenarnya kaya
dengan populasi ternak, namun perhatian pemerintah masih rendah terhadap sektor ini.
Barangkali itulah salah satu penyebab negara ini sulit bangkit dari krisis ekonomi. Marilah kita
majukan sektor peternakan.

"IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA"

Judul Asli Artikel: Hewan Ternak, Penulis: DR. A. Rusfidra, Tanggal publikasi: 07/06/2006 08:33 Dipublikasikan di:http ://www. bung - hatta.info/content.php? article. 144
Jan 2, '08 4:02 AM, DR. A. Rusfidra (Pemerhati Peternakan)
Label: ayat-ayat tentang ternak dalam Al-qur'an, hewan ternak, ternak dalam Al-qur'an
0 komentar:
Poskan Komentar
Link ke posting ini
Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Hot Info

Number One in Google


"Keong Racun" Fenomenal Lipssinc Song - *DOWNLOAD VIDEO*
5 tahun yang lalu

Pets and Animal Health


Rabies Threatening Your Life - Rabies is a disease caused by the lyssa virus from the
group Rabdo viridae. This disease is very dangerous and can cause death in pets. Rabies
can attack w...
5 tahun yang lalu

The Inspiration Moment

Hewan Ternak dalam Islam - Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan
beraneka ragam hewan ternak yang bermanfaat dalam kehidupan manusia. Jika kita
perhatikan makna ya...
5 tahun yang lalu

DRH. M. WAHIDUDDIN Blog'S


MARI KITA SAMBUT RAMADHAN - Ramadhan telah tiba, Mari kita senantiasa
Setting NIAT, Upgrade IMAN, Download SABAR, Delete DOSA, Approve MAAF &
Hunting PAHALA. Agar Kita Getting GUEST L...
7 tahun yang lalu

Baru-OKe.com

Creating health & Smart Dogs


-

Advertisement
Advertisement
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog Archive

2010 (22)
o Januari (22)

Undergoing MyBlogLog Verification

Follower
Live Music
Langganan Artikel
Pos
Komentar

Labels

pakan ternak

Budidaya sapi

bedah

cattle feeds

operasi pada anjing dan kucing

pakan ternak alternatif

anestesi pada kucing dan anjing

gerhana di aceh

gerhana matahari 14 januari 2010

hewan ternak

hijauan pakan ternak

surgical

zoonosis

Indonesian situation of avian influenza

Reckless Actions

amoniasi

analgesia

anastasia

anastesi umum

asian cup

avian influenza

avian influenza situation

ayat-ayat tentang ternak dalam Al-qur'an

bahaya cahaya gerhana

cewek orgasme

download free books

funny video

harun yahya

harun yahya collection of books

hernia

hernia perianal

juknis perkandangan

kandang yang baik

kastrasi

konsentrat pakan ternak

mad dog

ovariohisterektomi

poetry

rabies

reflection

sistem perkandangan

ternak dalam Al-qur'an

Best Link

'WahiD' WeB

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Advertisement
'WahiD' WeB Mamanunes Templates Inspirao: Templates Ipietoon
Ilustrao: Gatinhos - tubes by Jazzel (Site desativado)

D
I
H
A
W
.
r
M