Anda di halaman 1dari 4

Strategi Bersaing Perusahaan dengan

Memanfaatkan ISO 9001:2015


Persaingan Dunia Usaha
Persaiangan dunia usaha dewasa ini, begitu ketatnya, banyak
perusahaan yang saya tangani sudah mulai merasakan penurunan
permintaan yang significant sehingga ini bisa berpotensi untuk
menghambat pencapaian target target perusahaan yang sudah
ditetapkan.

ISO 9001:2015
baru saja dilaunching akhir tahun 2015, belum banyak perusahaan
yang menerapkan sisitem manajemen Mutu ISO 9001:2015 ini,
padahal ibarat antivirus, seharusnya perusahaan sesegera mungkin
untuk melakukan upgrade dengan SMM versi 2015, mengingat
tantangan dunia usaha yang semakin berat, maka diperlukan sistem
manajemen mutu yang juga dibangun untuk menghadapi
persaingan industri yang ketat.
Senjata Baru dalam SMM ISO 9001:2015

Konteks Organisasi
Dalam merecanakan SMM yang efektif dalam organisasi, organisasi
harus bisa memahami berbagai conteks organisasi yang akan
mempengaruhi jalannya organisasi pada masa yang akan datang,
berbagai konteks yang terutama sekali sangat mempengaruhi
jalannya organisasi diantaranya adalah :
Teknologi ,Kemajuan teknologi saat ini tentu saja sangat
mempengaruhi kinerja organisasi, bagaimana organisasi dapat
memanfaatkan kemajuan teknologi ini, maka itu akan menjadi
kunci dalam memenangkan persaingan.

Hukum, Aturan aturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah


pusat, daerah maupun kesepakatan internasional maupiun nasional
yang bisa saja memberikan pengaruh yang besar terhadap jalannya
organisasi, tentu saja ini harus dipertimbangkan,,, dll
Pihak yang bekepentingan (Interested Party)

Menjalankan usaha tentu saja akan terkait dengan berbagai pihak


yang punya kepentingan terhadap organisasi, pihak pihak tersebut
diantaranya adalah, pelanggan, apa keinginan dan persyaratan
pelanggan ? bagaimana kita dapat memenuhi harapan dan
keinginan tersebut, apa yang seharusnya dilakukan? dan masih
banyak lagi pihak pihak yang mempunyai kepentingan yang juga
harus di identifikasi.
Resiko & Kesempatan (Risk and Opportunity)

Semua yang terkait dengan kemampuan organisasi untuk


memenuhi keinginan pelanggan tentu saja mempunyai potensi
untuk tidak berjalan dengan semestinya, untuk itu mengetahui
berbagai resiko dan kesempatan dalam menjalankan operasional
organisasi tentu saja akan mendatangkan banyak keuntungan,
seolah kita sudah membuat berbagai skenario untuk menghadapi
berbagai tantangan dan potensi kegagalan, dengan demikian
organisasi semakin percaya diri dalam melangkah mencapai
sasaran dan target yang sudah ditetapkan.
Kepemimpinan (LEADERSHIP)

salah satu kunci keberhasilan SMM yang dibangun adalah dengan


adanya bimbingan, dorongan, dan dukungan terhadap SMM yang
dibangun, Top Manajemen dituntut untuk lebih ikut terlibat agar
SMM bisa berjalan dengan baik di dalam organisasi, hilangnya
kewajiban Organisasi untuk menunjuk seorang wakil manajemen,
ISO 9001:2015 telah menyiapkan Tugas dan Tanggung jawab Top

Manajemen, yang mengambil tanggung jawab penuh pelaksanaan


ISO, tentu saja Top Mangement dapat mendelegasikan beberapa
tanggung jawab dan wewenangnya pada kepala departemen atau
bagian.
dan masih ada beberapa senjata baru dalam SMM ISO 9001:2015
yang tentu saja sangat powerfull untuk menghadapi tantangan
dunia usaha sekarang ini.
Strategi Bersaing Perusahaan dengan Memanfaatkan ISO
9001:2015

1.

Identifikasi konteks organisasi dan Interested party dengan


seksama dengan data yang valid, sehingga dapat diperhitungkan
seberapa efeknya terhadap arah dan tujuan organisasi.

2.

Management Risk dan Opportunity untuk berbagai aktivitas


yang mempunyai resiko tinggi dan berdampak significant terhadap
kepuasan pelanggan, sehingga bisa dilakukan antisipasi sekaligus
improvement yang baik bagi berjalannya organisasi

3.

Mengarahkan Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu untuk bisa


fokus terhadap hal hal yang menjadi sasaran dari organisasi
( misalnya : aspek marketing, operational, Pengembangan sumber
daya dan financial)

4.

Peningkatan Kompetensi dalam organisasi dengan knowledge


management yang baik sehingga bisa mengurangi dokumentasi
terhadap Prosedur/IK yang bisa dialihkan menjadi skill yang
melekat pada karyawan.

5.

Simplify Informasi terdokumentasi, mengurangi jumlah,


memaksimalkan pemanfaatn teknologi, mengurangi langkah
langkah yang tidak perlu, sehingga, organisasi lebih gesit dalam
bergerak

6.

dll