Anda di halaman 1dari 5

Kista Dermoid

Oleh :
Hana Fathia Ardi

1410221039

Indra pramana putra

1420221185

Definisi
Kista dermoid adalah teratoma kistik jinak dengan struktur ektodermal berdiferensiasi
sempurna dan lebih menonjol dari pada mesoderm dan entoderm. Bentuk cairan kista ini seperti
mentega. Kandungannya tidak hanya berupa cairan tapi juga ada partikel lain seperti rambut,
gigi, tulang, atau sisa-sisa kulit. Dinding kista keabu-abuan dan agak tipis, konsistensi sebagian
kistik kenyal dan sebagian lagi padat. Dapat menjadi ganas, seperti karsinoma epidermoid. Kista
ini diduga berasal dari sel telur melalui proses parthenogenesis. Suatu teratoma kista yang jinak
dimana struktur-struktur ektodermal dengan diferensiasi sempurna, seperti epitel kulit, rambut,
gigi, dan produk glandula sebacea berwarna putih kuning menyerupai lemak nampak lebih
menonjol daripada elemen-elemen ektoderm dan mesoderm.
Etiologi
Kista ini terjadi karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh
menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang, dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung
telur.
Epidemiologi
Tumor ini umumnya terjadi pada usia muda, dibawah 20 tahun. Hampir 85% teratoma
matur terdapat pada usia 16-55 tahun, dengan rata-rata umur 32-35 tahun.
Gejala dan Tanda
Dinding kista kelihatan putih keabu-abuan dan agak tipis. Konsistensi tumor sebagian
kistik kenyal, dibagian lain padat. Sepintas terlihat seperti kista berongga satu, tetapi bila dibelah
biasanya nampak satu kista besar dengan ruang kecil-kecil dalam dindingnya. Tumor
mengandung elemen-elemen ektodermal, mesodermal, dan endodermal. Maka dapat ditemukan
kulit, rambut, kelenjar sebacea, gigi (ektodermal), tulang rawan, serat otot jaringan ikat

(mesodermal), dan mukosa traktus gastrontestinalis, epitel saluran pernafasan dan jaringan tiroid
(endodermal). Termasuk disini:
a. Struma ovarium, tumor ini terdiri atas jaringan tiroid dan kadang dapat
menyebabkan hipertiroid.
b. Kistadenoma ovarii musinosum dan kistadenoma ovarii serosum, dapat dianggap
sebagai adenoma yang berasal dari satu elemen dari epitel germinativum.
c. Koriokarsinoma, tumor ganas yang jarang ditemukan dan untuk diagnosisnya harus
dibuktikan dengan adanya hormon koriogonadotropin. Kista dermoid adalah salah
satu teratoma kistik. Umumnya teratoma solid ialah tumor ganas, akan tetapi biarpun
jarang dapat juga ditemukan teratoma solidum yang jinak.
Gambar kista Dermoid
Sumber : Obgynmag

Gambaran Klinis
Gambaran klinis dari kista dermoid adalah nyeri mendadak di perut bagian bawah karena
torsi tangkai kista dermoid, gangguan dalam berkemih, terkadang nyeri pada punggung.
Karakteristik tumor ini berkapsul, tebal, serta berlapiskan ephitelial squamosa dengan ketebalan
yang berariasi. Dinding kista dermoid kadang-kadang ditemukan leukosit endothelial
(pseudoxanthoma cells) Dinding kista dapat ruptur sehingga isi kista keluar di rongga
peritoneum. Penatalaksanaan dengan pengangkatan kista dermoid bersama seluruh ovarium.
Lapisan atau jaringan isi kista dermoid
1. Lapisan ektoderm : kelenjar keringat, kelenjar apokrin, kelenjar sebasea, rambut,
terkadang ditemukan sel-sel debris pada lapisan epithelium.
2. Lapisan mesoderm : gigi, kartilago, struktur trakea.
3. Lapisan endoderm : membran mukosa saluran pencernaan.
Pada pemeriksaan histopatologis 100% teratoma matur terdiri dari lapisan ektodermal,
struktur mesodermal 93%, struktur endodermal sekitar 71%.

Komplikasi
a. Torsi kista
Torsi kista sering menimbulkan keluhan akut abdomen yang menetap. Ukuran
kista yang bisa menyebabkan torsi adalah kista dengan ukuran yang kecil dan sedang.
Insidensi torsi sekitar 16% dan umumnya arah torsi sesuai arah jarum jam.
b. Ruptur kista
Terjadinya ruptur atau perforasi tergantung ketebalan kapsul kista, hal yang
mempermudah terjadinya ruptur adalah adanya torsi kista dan bila terjadi ruptur akan
menimbulkan peritonitis.
c. Keganasan
Keganasan terjadi primer berasal dari kista dermoid. Proporsi tipe epidermoid paling
sering timbul, sekitar 1-3% kemudian diikuti oleh tipe sarkoma dan melanoma malignan.
Prognosis tergantung intak atau tidak intaknya kapsul kista dermoid, bila kapsul kista
masih intak dan tidak ada metastase ekstra ovarium maka prognosis umumnya baik
(80%, 5 year salvage). Tumor carcinoid bisa timbul berasal dari sel saluran pencernaan
dan bermetastase ke ovarium.
d. Anemia
Anemia hemolitik pernah dilaporkan terdapat pada 15 kasus kista dermoid, hal ini
berhubungan dengan pengangkatan massa tumor.

Patogenesis

Penatalaksanaan

Tindakan laparoskopi atau laparotomi merupakan pilihan penanganan teratoma matur ini,
namun harus dipertimbangkan keuntungan dan kerugiannya. Beberapa peneliti menyebutkan
tindakan laparoskopi dapat menyebabkan terjadi tumor spill dan bisa menyebabkan peritonitis
0,2% serta meningkatkan terjadinya perlengketan. Risiko terjadi rekurensi 4% dan risiko
keganasan sekitar 0,17 2%.
Pada kehamilan dengan teratoma matur, penanganannya sebaiknya dilihat ukuran tumor
tersebut serta umur kehamilan. Pada kehamilan kemungkinan terjadi torsi kista 19%, ruptur atau
pecahnya kista teratoma sekitar 3%, 14% menimbulkan obstruksi. Kemungkinan terjadi
keganasan sekitar 5%. Beberapa peneliti merekomendasikan bila besar tumor lebih dari 6 cm dan
umur kehamilan 16 minggu, maka sebaiknya tindakan laparoskopi lebih aman dikerjakan
dibandingkan tindakan laparotomi, bahkan pada satu penelitian menyebutkan bisa terjadi abortus
spontan serta kemungkinan terjadi peningkatan persalinan preterm.
Sedangkan penanganan teratoma matur pada anak-anak yaitu dengan cara tradisional
(ooforektomi) versus laparotomi. Pada usia dewasa penanganannya laparoskopi-kistektomi,
sedangkan untuk kasus tumor yang ukurannya lebih besar dan dicurigai ada keganasan maka
pendekatan lebih kepada laparotomi.