Anda di halaman 1dari 1

DAFTAR PUSTAKA

1. Budimulja U, Widaty S. 2015. Buku ilmu penyakit kulit dan kelamin. FKUI. p; 109
2. Madhavi RRM dan Jyothsna K. 2011. Mycological study of Dermatophytosis in rural
population. India: Department of Microbiology Bhaskar Medical College.
http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jfk/article/viewFile/8455/8472 Diakses pada tanggal 4
april 2016
3. Agustine R. 2012. Perbandingan sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan sediaan
langsung koh 20% dengan sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi pada tinea kruris. [Tesis].
Padang:
Fakultas
Kedokteran
Universitas
Andalas.
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/536/537
diakses
pada tanggal 4 april 2016.
4. Hidayati NA, Suyoso S, Hinda D, Sandra E. Mikosis superfisialis di divisi mikologi unit
rawat jalan penyakit kulit dan kelamin rsud dr. Soetomo surabaya tahun 20032005.
Surabaya: Department Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga.2009;21(1)1-8. http://journal.unair.ac.id/filerPDF/BIKKK_vol%2020%20no
%203_des%202008_Acc_3.pdf diakses pada tanggal 4 april 2016.
5. Paramata NR, Maidin A, Massi N. The Comparison of Sensitivity Test of Itraconazole
Agent The Causes of Dermatophytosis in Glabrous Skin In Makassar. Makassar: Bagian
Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin. Makassar; 2009
6. Pedoman diagnosis dan terapi. FK UNAIR. RSU Dr. Soetomo Surabaya. p; 59
7. Hidayati A.N , Suyoso S, Hinda P D, Emilian Sandra. 2005. Mikosis Superfisialis di
Divisi Mikologi Unit Rawat Jalan Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo
Surabaya Tahun 20032005. Surabaya.
http://journal.unair.ac.id/filerPDF/mikosis%20superfisialis%20vol%2021%20no
%201.pdf diakses pada tanggal 13 april 2016.
8. Andrews. 1990. Disease of The Skin Clinical Dermatology. Eight Edition. W.B.Saunders
Company, London.
9. Verma S, Heffernan MP. In. Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS,
Leffel DJ, editors. Fitzpatricks dermatology in general medicine. 7th ed. New York:
McGraw-Hill; 2008. p.1807-21.