Anda di halaman 1dari 2

SOP

DERMATITIS ATOPIK
No. Dokumen
:
No. Revisi
:00
Tanggal Terbit
:
Halaman

Kab.Jombang

Pengertian

Tujuan

3
4

Kebijakan
Referensi

:1/3

UPTD Puskesmas Bareng


dr.Andri Suharyono, M.KP
NIP. 196612052001121001

Suatu Kegiatan untuk memberikan pengobatan secara rasional sesuai dengan keluhan
utama dan tanda gejala Tonsilitis
Sebagai acuan pelayanan medik dan sebagai standart pengobatan yang
dipergunakan secara seragam pada Puskesmas

SK Kepala Puskesmas
Permenkes No75 tahun 2014 tentang Puskesmas
PMK No. 5 Th 2014 ttg Panduan Praktik Klinis Dokter di FASYANKES Primer
5 Prosedur/Langkah-Langkah
Keluhan
Demam, malaise, dan nyeri kepala. Kemudian disusul timbulnya lesi kulit
berupa papul eritem yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel.
Biasanya disertai rasa gatal.
Faktor Risiko
a. Anak-anak.
b. Riwayat kontak dengan penderita varisela.
c. Keadaan imunodefisiensi.
Pemeriksaan Fisik
Tanda Patognomonis
Erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam
berubah menjadi vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear
drops). Vesikel akan menjadi keruh dan kemudian menjadi krusta. Sementara
proses ini berlangsung, timbul lagi vesikel-vesikel baru yang menimbulkan
gambaran polimorfikkhas untuk varisela
Penyebaran terjadi secara sentrifugal, serta dapat menyerang selaput lendir
mata, mulut, dan saluran napas atas.
Pemeriksaan Penunjang
Bila diperlukan, pemeriksaan mikroskopis dengan menemukan sel Tzanck
yaitusel datia berinti banyak.
Penatalaksanaan
a. Gesekan kulit perlu dihindari agar tidak mengakibatkan pecahnya
vesikel. Selain itu, dilakukan pemberian nutrisi TKTP, istirahat dan
mencegah kontak dengan orang lain.
b. Gejala prodromal diatasi sesuai dengan indikasi. Aspirin dihindari

SOP

DERMATITIS ATOPIK
No. Dokumen
:
No. Revisi
:00
Tanggal Terbit
:
Halaman

Kab.Jombang

:1/3

UPTD Puskesmas Bareng


dr.Andri Suharyono, M.KP
NIP. 196612052001121001

karena dapat menyebabkan Reyes syndrome.


c. Losio kelamin dapat diberikan untuk mengurangi gatal.
d. Pengobatan antivirus oral, antara lain:
1. Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari,anak-anak 4 x 20 mg/kgBB (dosis
maksimal 800 mg), atau
2. Valasiklovir: dewasa 3 x 1000 mg/hari.
Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan efektif diberikan pada 24
jam pertama setelah timbul lesi.
Konseling dan Edukasi
Edukasi bahwa varisella merupakan penyakit yang self-limiting pada anak
yang imunokompeten. Komplikasi yang ringan dapat berupa infeksi bakteri
sekunder. Oleh karenaitu,pasien sebaiknya menjaga kebersihan tubuh.
Penderita sebaiknya dikarantina untuk mencegah penularan.

Unit Terkait

Poli Gigi, Poli Anak, Poli Dewasa, Poli Lansia, Poli Remaja, Poli TB Paru, Poli
Kusta, Poli KIA, UGD, Poli Gizi, Poli VCT