Anda di halaman 1dari 4

MODUL II

(PENGAMATAN MIKROSTRUKTUR)
I.

II.

TUJUAN PRAKTIKUM
Mengamati mikrostruktur beberapa jenis logam
Menganalisa mikrostruktur beberapa jenis logam
Melakukan perhitungan metalografi kuantitatif
DASAR TEORI
1) Mikrostruktur Baja Karbon
Mikrostruktur pada baja karbon sangat tergantung kepada
komposisi unsur-unsur pembentuk ada pada diagram fasa Fe-Fe3C, yaitu :

Diagram Fasa Fe-Fe3C

Beberapa struktur pada diagram fasa tersebut dapat diterangkan


sebagai berikut
Ferrite ( )

: memiliki kelarutan karbon maksimal

0.022%, bersifat sangat lunak dan stabil pada suhu ruang.


Austenitee ( ) : memiliki kelarutan karbon maksimal 2.14% dan

bersifat stabil pada temperatur tinggi (>727oC).


Ferrite ()
: memiliki kelarutan karbon maksimal 0.09% dan

fasa yang stabil pada temperatur tinggi (>1394oC).


Cementite (Fe3C) : Merupakan senyawa karbon dan baja dengan kadar

karbon 6.67%.
Pearlite ( + Fe C)
3

: Fasa campuran ferrite dan cementite

dengan kadar karbon tepat 0,78%


2) Mikrostruktur Baja Karbon pada Heat & surface treatment

Perlakuan panas adalah siklus pemanasan dan pendinginan


terhadap material logam pada fasa padat yang bertujuan menghasilkan
sifat-sifat mekanik, fisik dan kimia yang diinginkan. Beberapa macam
perlakuan panas yaitu annealing, spherodizing, normalizing, quenching.
Masing masing memiliki proses maupun pendingin yang berbeda.
Perlakuan permukaan yaitu perlakuan untuk menghasilkan lapisan pada
permukaan logam dimana lapisan tersebut memiliki sifat-sifat lebih baik
dibandingkan dengan bagian dalam logam. Beberapa contoh perlakuan
permukaan

yaitu

karburisasi,

nitridisasi,

karbonitridisasi

dan

nitrokarburisasi, flame hardening, dan Induction hardening.


3) Mikrostruktur besi tuang
Stainless steel pada dasarnya merupakan perpaduan antara besi dan
karbon, dengan kelarutan kadar karbon yaitu pada rentang 2,14 6,67 %.
Stainless Steel adalah paduan besi dengan nilai minimum 10.5%
Chromium. Paduan lain yang ditambahkan untuk meningkatkan sifat
mekanik diantaranya adalah Nikel, Molybdenum, Titanium, dan Tembaga.
Tipe tipe Stainless Steel antara lain:
1. Besi tuang putih , merupakan besi tuang dimana semua kadar
karbonnya terpadu dalam bentuk cementite
2. Besi tuang malleablekarbonnya dalam bentuk partikel tak beraturan
yang dikenal dengan karbon temper
3. Besi tuang kelabu, grafitnya dalam bentuk flakes
4. Besi tuang nodullar, grafitnya dalam bentuk spheroidal akibat
penambahan elemen paduan nodulizer
4) Mikrostruktur stainless steel
Stainless Steel adalah paduan besi dengan nilai minimum 10.5%
Chromium. Paduan lain yang ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan
struktur dan karakteristik seperti formability, kekuatan dan ketangguhan
cryogenik contoh paduannya Nikel, Molybdenum, Titanium, dan Tembaga.
Beberapa jenis Stainless Steel, yaitu:
Ferritic Stainless Steel, memiliki kandungan nikel dan karbon rendah.
Martensiteic Stainless Steel, memiliki kadar karbon yang tinggi.
Duplex Stainless Steel, memiliki mikrostruktur ferritic-austeniteic.
Austeniteic Stainless Steel, bersifat non-magnetik.
5) Mikrostruktur Paduan Aluminium

Aluminium memiliki struktur kristal FCC. Sifatnya ulet, ringan,


tahan korosi, murah, konduktifitas listrik dan panas tinggi, machinability dan
castability tinggi serta memiliki ketangguhan yang fleksibel untuk diaplikasikan.
6) Perhitungan Metalografi Kuantitatif (Metode Jefferies Planimetric)
Merupakan perhitungan yang dilakukan dengan membuat lingkaran atau
persegi pada daerah terntentu di micrograph, dengan syarat harus memiliki
minimal 50 butir untuk dihitung.
Rumus Metode Planimetric :

N A =f N inside +

N intercepts
2

G=( 3.322 log N A ) 2.954

III.

NA

: Jumlah grain per mm2

: Jefferiess Multiplier

N inside

: Jumlah butir di dalam lingkarang

N intercepts

: Jumlah butir yang dilewati oleh lingkaran

: ASTM grain size number

METODOLOGI PENELITIAN
1) Peralatan
Sampel yang akan diamati
Optical Microscope
2) Langkah Kerja

Preparasi sampel

Melakukan proses
mounting

Melakukan
pengamplasan

Melakukan
Pengamatan
mikrostruktur

Melakukan
pengetsaan dengan
etsa kimia dan
elektroetsa

Melakukan
pemolesan dengan
mesin poles