Anda di halaman 1dari 17

2008

SIGMA CAPITAL GROUP


Sigma Capital
Group

TheArtofInvestment

BASIC Support
Team

andTradingOptions
9 Weeks Basic Modules
BASIC Support Team

[ THE ART OF

Week09

INVESTMENT AND
TRADING OPTIONS]
[Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of
the contents of the document. Type the abstract of the document here. The abstract is
typically a short summary
the
document.]
W W W of
. Bthe
A Scontents
I C I N V of
ES
TO
R-CLUB.COM

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

RetireYoungandRich
9thWeekBasicModule
TechnicalAnalysis

Contents
1.1.

PENDAHULUAN ............................................................................................. 3

1.2.

TECHNICAL ANALYSIS ................................................................................. 4

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

1.1. PENDAHULUAN

Salam sejahtera bagi anda para qualified investor! Karena pada modul yang terakhir
dari program 9 weeks BASIC ini anda akan memiliki skill dan pengetahuan yang cukup
untuk mulai berinvetasi.
Dalam modul minggu terakhir ini akan dibagikan bagaimana cara analisis yang
sangat sederhana namun menguntungkan. Anda akan diperkenalkan pada teknikal
analisis yang sangat powerful, dimana keputusan investasi dapat dilakukan dalam
hitungan menit bahkan detik. Ya anda tidak salah baca, anda akan mampu melakukan
keputusan investasi dalam hitungan detik! Benar-benar sederhana dan pasti dapat
dimengerti oleh semua orang.
Mulai dari interpretasi cara membaca candlestick, bagaimana cara menggambar
trendline (istilahnya tarik garis), hingga bagaimana menggunakan indicator yang tepat
guna (karena ada begitu banyak indicator teknikal namun hanya sedikit yang benarbenar berguna).
Bila anda sudah mengetahui sebelumnya mengenai perihal mengenai teknikal
analisis, anda perlu berhati-hati karena penggunaan indicator teknikal yang salah pada
kondisi yang tidak tepat bisa menghancurkan investasi anda. Disini akan diterangkan
pada kondisi seperti apa indikator-indikator tersebut seharusnya digunakan.
Kami berharap anda menikmati materi ini dan akan memperkaya pengetahuan anda
mengenai investasi. Sampai jumpa lagi pada kelas intensif program 50 minggu.

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

1.2. TECHNICALANALYSIS

Bila dalam fundamental analisis kita mencari tahu APA yang harus dibeli atau
dijual, maka dengan teknikal analisis kita mencari tahu KAPAN harus membeli atau
menjual. Sering terdengar cerita yang sungguh menggelikan antara para fundamentalis
dan teknikalis, terutama yang ektrimis. Biasanya tiap pihak saling menuding satu sama
lain dan merasa pendekatan analisisnya lah yang paling baik. Fundamentalis biasa
menuding para teknikalis membeli kucing dalam karung, sama sekali tidak ada dasar
keputusan yang solid karena teknikalis tidak mengetahui apa yang dibelinya.
Sebaliknya teknikalis menuding para fundamentalis bahwa sebagian besar dari
fundamentalis banyak yang menjadi investor terpaksa. Apa maksudnya? Maksudnya
adalah karena tidak mengerti timing yang tepat maka masuk pasar pada waktu yang
salah, akhirnya punya posisi nyangkut dan biasanya mengelak dengan berkata Yah,
namanya juga investasiya harus long term minded prinsip yang dipegang benar,
namun ini digunakan sebagai tameng saja.
Nah, sebenarnya tipe analisis mana sih yang paling baik? Yang paling akurat dan
bisa disebut sebagai HOLY GRAIL of investment? Sayangnya yang disebut holy grail of
investment tersebut tidak akan pernah ada, kalau sampai ada maka semua orang di
dunia ini akan menjadi kaya raya. Dan tidak ada jenis analisis yang paling baik, yang
ada adalah mereka saling melengkapi satu dengan yang lain.
Mengapa kita harus menjadi ekstrimis salah satu pihak seperti itu? Pendekatan
yang harus kita lakukan adalah melihat kebaikan dari tiap analisis; fundamental
mengajarkan kita untuk mencari tahu dahulu apa yang akan dibeli, seperti kata Warren
Buffet, Jangan investasi pada sesuatu yang tidak kita ketahui. Teknikal mengajarkan
kepada kita kapan harus entry and exit position, berapa target harga yang ingin dicapai
dan bila harga saham mengalami kehancuran harus stop loss di harga berapa?
Maka dari itu sebaiknya kita menjadi keduanya, fundamentalis sekaligus teknikalis
agar kita bisa menggunakan segala yang baik dari kedua jenis analisis ini.

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Teknikal analisis sebenarnya sederhana, tapi banyak yang membuatnya menjadi


rumit. Dan untuk teknikal analisis memang berlaku hukum simple is beautiful. Ada
banyak sekali indicator dalam teknikal analisis, dan dapat dijamin semakin banyak
indicator yang dipakai maka akan semakin membingungkan dan akhirnya kita tidak
dapat membuat keputusan sama sekali karena antara satu indicator dengan indicator
yang lain memberikan sinyal yang saling bertolak belakang.
Maka dari itu kita akan belajar yang simple saja, seperti:
Candlestick
Volume
Draw trendlines
Menggunakan indicator sederhana
Candlestick adalah salah satu alat bantu untuk menganalisis pergerakan harga yang
terjadi. Pertama kali ditemukan oleh penjual beras di Jepang, dengan menggunakan
candlestick pedagang beras ini melihat ada beberapa pola yang dapat diidentifikasi
untuk mendapatkan keuntungan. analisis dengan menggunakan candlestick biasa
disebut East style karena asal muasalnya yang dari Jepang.
Dalam candlestick ada empat titik, disebut OHLC (Open, Highest, Lowest, Close).
Jadi dalam candlestick tercermin pergerakan harga yang terjadi dalam satu hari
perdagangan. Ketika pembukaan di harga berapa, pernah mencapai titik tertinggi dan
terendah di harga berapa, dan ketika penutupan ada di harga berapa.

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Contohnya :
Harga saham XYZ pada perdagangan tanggal 20 Maret 2007 memiliki titik OHLC =
Open : 30
Highest : 33
Lowest : 29
Close : 32
Kalau digambarkan dalam bentuk grafik menjadi :

Diatas adalah contoh untuk saham mengalami kenaikan harga saham. Berikut ini
adalah contoh untuk saham yang mengalami penurunan harga saham.
Harga saham XYZ pada perdagangan tanggal 21 Maret 2007 memiliki titik OHLC =
Open : 31
Highest : 32
Lowest : 28
Close : 29
Kalau digambarkan dalam bentuk grafik menjadi :

Jika data perdagangan dari dua hari tersebut digabungkan dalam candlestick akan
menjadi:

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

20 Maret

Week 09

21 Maret

Selain itu juga candlestick memiliki pola tertentu yang dapat kita hafalkan untuk
menjadi salah satu acuan keputusan ketika pola-pola tersebut muncul. Adapun pola
yang paling kuat dan menjadi acuan utama adalah tanda Doji, yang artinya trend
reversal signal (pergantian trend). Doji ini bisa dalam bentuk hammer, shooting star,
spinning star, dan lain sebagainya. Hal yang paling penting dalam mengidentifikasi Doji
adalah pastikan ketika candlestick membentuk Doji, volume yang mengikuti juga besar.
Volume disini berfungsi sebagai konfirmasi kekuatan dari Doji tersebut. Bila Doji dengan
volume kecil berarti trend reversal signal yang lemah dan tidak perlu diperhatikan. Bila
Doji dengan volume besar berarti trend reversal signal yang kuat dan harus
diperhatikan apabila ingin masuk posisi, atau strategi yang lainnya.
Ketiga adalah cara menggambar trendlines, sungguh mudah, cukup
menghubungkan antara dua titik atau lebih dari titik-titik tertinggi atau terendah maka
Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

kita sudah mendapat trendline. Trendline bisa kita gambar beberapa kali sesuai dengan
scope atau jangka waktu investasi kita.
Contoh GOOG trendlines:

Indikator-indikator teknikal ada banyak sekali, kita tidak perlu menggunakan


semuanya karena tidak diperlukan. Cukup beberapa indicator yang penting saja seperti
:
Moving Average
Stochastic / RSI
MACD
Moving Average
Pada dasarnya moving average adalah alat bantu statistik yang membuat rata-rata
dari data yang ada sebelumnya. Penerapannya pada saham dengan merata-ratakan
perdagangan harga saham dari data-data hari sebelumnya. Semakin besar jumlah data
sebelumnya yang dirata-ratakan, semakin besar pengaruhnya terhadap keputusan
investasi. Sebagai contoh, moving average 20 hari (sering disebut MA10) berarti
merata-ratakan data perdagangan dari 20 hari ke belakang, MA50 merata-ratakan data
perdagangan dari 50 hari ke belakang, MA200 merata-ratakan data perdagangan 200
hari ke belakang dan seterusnya.
Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Untuk moving average dengan jumlah hari lebih kecil disebut dengan faster line
(karena pergerakannya lebih cepat), untuk moving average dengan jumlah hari lebih
besar disebut dengan slower line (karena pergerakannya lebih lambat).

Kapan indicator moving average digunakan?


Indicator moving average bisa digunakan sebagai sinyal beli atau jual ketika terjadi
yang disebut dengan moving average crossover, atau terjadi pertemuan pertemuan
atau moving average yang ada saling cross.
Untuk bullish crossover disebut golden cross, yaitu ketika faster line (MA yang lebih
kecil) memotong slower line (MA yang lebih besar) keatas. Bila terjadi golden cross bisa
digunakan sebagai sinyal beli.
Untuk bearish crossover disebut dead cross, yaitu ketika faster line (MA yang lebih
kecil) memotong slower line (MA yang lebih besar) kebawah. Bila terjadi dead cross
bisa digunakan sebagai sinyal jual.
Selain itu garis dari moving average ini dapat digunakan sebagai garis support bila
harga saham ada diatas garis moving average dan sebagai garis resistance bila harga
saham dibawah garis moving average. Sebagai garis support jika tembus ke bawah
maka menjadi sinyal jual, namun bila setelah menyentuh garis support dan memantul
ke atas menjadi sinyal beli. Sebagai garis resistance jika tembus ke atas maka menjadi
Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

sinyal beli, namun bila setelah menyentuh garis resistance dan memantul ke bawah
menjadi sinyal jual.

Dapat dilihat dari chart diatas, ketika faster line (MA20) memotong slower line
(MA50) ke bawah terjadi Dead Cross dan merupakan sinyal jual. Sedangkan ketika
faster line (MA20) memotong slower line (MA50) ke atas terjadi Golden Cross dan
merupakan sinyal beli.

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

10

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Dari chart diatas dapat kita lihat bahwa garis moving average bisa berfungsi sebagai
support maupun resistance, dalam contoh ini khususnya berfungsi sebagai support.
Bearish signal ditandai dengan warna merah, sedangkan bullish signal ditandai
dengan warna hijau.
Pada bearish signal 1 dapat dilihat harga saham menembus kebawah support dari
garis MA20 dan MA50, ini artinya MA20 dan MA50 gagal menjadi support yang artinya
saatnya jual. Bearish signal 2 harga saham menembus kebawah (disebut juga
breakdown) support dari garis MA20 dan MA50, menghasilkan sinyal jual juga. Bearish
signal 3 harga saham breakdown support dari garis MA200 (garis support jangka
panjang), menghasilkan sinyal strong sell, karena MA200 ini merupakan garis support
yang seharusnya kuat menjaga harga supaya tidak terus turun namun dalam contoh ini
ternyata MA200 tembus juga sehingga menjadi strong sell.
Pada bullish signal 1 dapat dilihat begitu harga saham menyentuh garis support
MA200 langsung memantul lagi, ini artinya MA200 berhasil menjadi berhasil menjadi
support yang artinya saatnya beli. Bullish signal 2 dan 3 adalah serupa, begitu harga
saham mendekati garis support MA50 memantul lagi keatas, menghasilkan sinyal beli.
Bullish signal 4 saham sempat breakdown garis support MA200 namun pada
penutupan perdagangan kembali lagi tepat pada garis MA200 (masih berfungsi sebagai
support), dapat dilihat selanjutnya harga saham rally (naik) untuk beberapa waktu
kedepan.
RSI / Stochastic
Penggunaan antara RSI dan Stochastic serupa, yaitu utk melihat tingkat kejenuhan
dari suatu saham atau underlying asset. Namun Anda harus berhati-hati dalam
menggunakan indikator teknikal yg satu ini karena indikator RSI / Stochastic hanya bisa
digunakan ketika saham bergerak sideways...atau saham sedang dalam sebuah trading
range. Bila indiktor ini digunakan pada saham yang sedang trending (baik uptrend
maupun downtrend), maka indikator ini akan sering menjadi false signal.
Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

11

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Cara membaca kedua indikator ini adalah dengan melihat garis RSI / Stochastic
sedang berada diangka tertentu atau tidak. Bila sudah jelas sebuah saham sedang
dalam trading range dan garis > 80, berarti saham tersebut sedang overbought (jenuh
beli). Dalam kondisi overbought diasumsikan bahwa orang yang membeli saham ini
sudah terlalu banyak dan cenderung untuk menjual saham tersebut untuk mengambil
untung.
Bila garis < 20 berarti saham tersebut sedang oversold (jenuh jual). Dalam kondisi
oversold ini diasumsikan bahwa orang yang menjual saham ini sudah terlau banyak dan
cenderung untuk membeli saham karena harganya yang sudah murah.

Diatas adalah salah satu contoh penggunaan Stochastic pada saham LMT. Dapat
dilihat bahwa tiap kali nilai Stochastic menyentuh angka 20, maka akan rebound (harga
naik). Hal ini terjadi karena angka stochastic dibawah 20 mengartikan oversold (jenuh
jual), dan kemudian harga akan naik.

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

12

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Dapat dilihat bahwa tiap kali nilai Stochastic menyentuh angka 80, maka akan
rebound (harga turun). Hal ini terjadi karena angka stochastic dibawah 80 mengartikan
oversbought (jenuh beli), dan kemudian harga akan turun.

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

13

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Dapat dilihat diatas, apa yang terjadi apabila Stochastic digunakan pada underlying
asset yang sedang trending (dalam contoh diatas Dow Jones sedang uptrending).
Banyak sekali muncul false signal (dalam contoh diatas banyak muncul false bearish
signal). Nilai Stochastic diatas 80 sebenarnya menunjukkan bahwa sudah overbought
(jenuh beli dan sudah saatnya untuk turun). Sangat berbahaya apabila Stochastic ini
digunakan pada underlying asset yang sedang trending.
Kseimpulan: overbought memberikan sinyal bearish, oversold memberikan sinyal
bullish. Jangan lupa kedua indikator ini hanya valid untuk digunakan pada pasar yang
sedang dalam trading range atau sideways, jika digunakan pada pasar yang sedang
trending akan muncul banyak false signal bila menggunakan kedua indikator ini.
MACD : Moving Average Convergence Divergence
Sekilas MACD mirip dengan moving average pada umumnya, namun sebenarnya
ada perbedaan dalam cara penggunaan. Dalam MACD ada dua indikator; garis yang
Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

14

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

saling bersilangan yang serupa dengan moving average dan histogram yang berada
tepat pada titik nol. Yang lebih ditekankan disini adalah penggunaan dari histogram.
Histogram yang ada pada MACD berfungsi sebagai penunjuk arah, bagaimana
caranya? Yaitu apabila terjadi konvergensi dan divergensi.
Bila terjadi divergensi, yaitu harga saham naik namun histogram cenderung turun
maka itu adalah signal bearish. Bila terjadi konvergensi, yaitu harga saham turun
namun histogram cenderung naik maka itu adalah signal bullish. Patut diperhatikan
disini bahwa arah dari histogram yang akan menang. Jadi bila harga saham sedang
mengarah keatas namun histogram mengarah kebawah, maka harga saham akan ikut
tertarik kebawah. Inilah yang membuat MACD menarik untuk digunakan sebagai salah
satu indikator teknikal...ketika kita melihat pergerakan underlying asset dan pergerakan
grafik MACD yang bertolak belakang, maka itu adalah kesempatan yang baik untuk
pasang posisi sesuai dengan arah dari grafik MACD.

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

15

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Diatas adalah contoh terjadinya divergensi antara nilai Dow Jones yang naik dan
grafik MACD yang turun.

Diatas adalah contoh terjadinya konvergensi antara nilai INTC yang turun dan grafik
MACD yang naik.
Selain konvergensi dan divergensi, dapat dilihat juga ada histogram dalam indicator
MACD. Fungsi dari histogram ini sebenarnya hanya menyederhanakan cara membaca
garis cepat dan garis lambat yang ada pada indikator MACD. Ketika garis cepat
memotong keatas garis lambat, maka MACD akan bergerak kearah positif (nilai MACD
> 0), sedangkan bila garis cepat memotong kebawah garis lambat, maka ACD akan
bergerak kearah negative (nilai MACD < 0).
Untuk menjadi pengendara mobil yang handal caranya adalah dengan berlatih terus
menerus (jam terbang) dan tentunya harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

16

9WeeksBASICtheartofinvestmentandtrading

Week 09

Demikian juga dalam menguasai teknikal analisis perlu jam terbang yang cukup
banyak. Bila anda merasa tertarik untuk serius mengembangkan investasi anda di
paper aset, maka teruslah berlatih, dan akan lebih baik bila bergabung dalam program
intensif kelas 50 minggu. Anda akan belajar selangkah demi selangkah dalam
kelompok dan mendapat bimbingan dari trainer (real investor) dan mentor club investor.
Salah satu pelajaran yang terpenting adalah latihan membuat analisa teknikal dan
fundamental. Anda akan terus menerus dipantau secara personal. Ditambah lagi latihan
trading bersama selama beberapa minggu, akan menambah ketajaman keahlian anda.
Bila anda tertarik untuk aktif dalam club, tersedia program fast track (training for trainer).
Dan banyak lagi.

Sigma Capital Group | 2007, basicinvestor-club.com

17