Anda di halaman 1dari 3

Sebuah multi-kriteria mendekati ke arah menemukan pembunuh IOT

aplikasi di Korea

Pendahuluan
Perkembangan era pemasaran setiap tahunnya mengalami peningkatan pada setiap negara.
Perubahan dan perkembangan pemasaran tergantung pada jumlah masyarakat

dan

penghasilan warga negara secara keseluruhan. Namun disisi lain hasil pemasaran negara juga
dilihat dari faktor penggunaan perkembangan teknologi yang sedang berkembang pada jaman
ini. Karena semakin bagus SDM negara tersebut maka akan sangat mudah membantu nilai
pasar yang terdapat pada negara tersebut. Inovasai terbaru saat ini yang sedang berkembang
saat ini adalah IOT.
IOT (Internet Of Things) adalah rancangan jaringan internet yang memiliki tujuan untuk
menambah fungsi dari penyambungan dan kegunaan internet yang sedang aktif secara
berkelajutan baik secara lokal maupun global. Hal ini bisa diperkuat oleh argumen dari
Dotton,2014 : IOT (Internet of Things) teknologi telah menjadi penting agenda di industri
ICT dan media. Ia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu batu pondasi Industri 4.0, karena
potensinya untuk mengubah proses industri dan bisnis yang ada. Dari pernyataan diatas
dibuktikan pada jurnal sebelumnya yaitu :
1. Cisco (Bradley et al., 2013) melaporkan bahwa IOT akan menciptakan US $ 14,4
triliun dari nilai perusahaan dan industri di duniapasar dari 2013 ke 2022.
2. Gartner (Middleton et al., 2013), peneliti pasar lain, meramalkan ekonomi nilai-add
dari IOT,di pasar global, menjadi US $ 1,9 triliun pada 2020
3. sementara McKinsey (Manyika et al., 2013) memperkirakan potensi dampak ekonomi
dari 6 aplikasi IOT utama menjadi US $ 2700000000000 untuk AS $ 6,2 triliun per
tahun pada tahun 2025.
Dari kelebihan akan kecanggihan IOT dalam bidang ICT disisi lain juga memiliki
kekurangan yang harusnya bisa diatasi tanpa adanya kesulitan lain yang akan mengganggu
jalannya IOT. Telah diketahui cara kerja IOT berhubungan dengan jaringan internet,
sedangkan jika semua negara menggunakan konsep IOT maka kualitas jaringan antar negara
harus bagus agar tidak menjadi penghambat cara kerja dari IOT tersebut. Selain itu jika ingin
semakin berkembang maka setiap negara harus memiliki nilai SDM yang tinggi ini

dikarenakan menyangkut privasi akan cara kerja IOT. Cara kerja IOT setiap negara tentunya
berbeda-beda karena menyesuaikan kebutuhan negara negara tersebut, hal ini tidak menutup
kemungkinan kelebihan teknologi ini bisa tersadap cara kerja pemasaran oleh negara lain atau
bahkan warga masyarakat negara itu sendiri yang ingin mengambil keuntungan lebih tapi
malah merusak sistem nilai pemasaran negara.
Hal lain yang menjadi kendala IOT adalah kemungkinan fasilitas IOT jika diterapkan oleh
negara negara, karena setiap negara tentunya berbeda-beda fasilitas yang dimiliki selain itu
juga aturan kesepakatan pemerintah untuk menggunakan IOT dalam bidang pemasaran
negara. Seperti yang tertulis pada Bailey,2012; Balamuralidhar et al, 2013.; Cha et al, 2009.;
Darmois dan Elloumi, 2012 : Teknis tantangan, seperti keandalan, keamanan, privasi,
kepercayaan, standardisasi, jaringan keselarasan, kemampuan, dan masalah biaya, belum
ditangani secara memadai.
Salah satu negara Korea, pada pengembangan IOT ini belum sepenuhnya dijalankan. Konsep
IOT belum tersebar luar di pemasaran ini dikarenakan belum semua bidang menerapkan IOT
dalam pengerjaannya. Mengingat semakin pesatnya daya saing antar pemasaran negara
seharusnya pemerintah harus memulai memberikann kebijakan akan penerapan IOT dalam
segala bidang yang nantinya akan memberikan hasil bagus bagi perkembangan industri dan
politik negara. Untuk mendukung jalannya IOT dalam meningkatkan nilai pemasaran pada
suatu negara dan sebagai aplikasi yang menaklukkan investasi dan pegembangan negara.
Metode yang digunakan untuk IOT ini adalah metode AHP untuk penelitian dalam bidang
IOT korea.

Metode AHP