Anda di halaman 1dari 2

Apa yang dimaksud dengan

Tuberkulosis?

1.

Tes tuberkulin, dengan menyuntikan


tuberkulin secara intradermal.

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang


disebabkan
oleh
infeksi
bakteri
mycobacterium tuberculosis. Penyakit TBC
merupakan penyakit menular dan dapat
merusak seluruh bagian tubuh terutama paruparu.

2.

Sinar X, ditandai dengan adanya awan


putih pada ronggga dada.

3.

Kultur
bakteri
M.tuberkulosis
didapat dari dahak.

Penyakit ini tersebar diseluruh dunia dengan


jumlah kasus 7 juta kasus/tahun dan
merupakan penyebab kematian kedua
setelah jantung.

Penularan Penyakit

Gejala-gejala yang dapat dilihat


apabila seseorang terkena
Tuberkulosis
Gejala yang paling sering terlihat adalah batuk
menetap biasanya 3 minggu atau lebih, sering
dengan dahak.
Gejala batuk biasanya disertai dengan satu
atau lebih dari gejala seperti :

Penurunan berat badan.


Kelelahan.
Keringat dingin terutama pada malam hari
Demam meriang lebih sebulan
Nyeri dada
Sesak nafas.
Nafsu makan menurun.
Batuk darah atau dahak bercampur darah

Diagnosa penyakit

yang

Penularan penyakit TBC terjadi dari orang ke


orang, terutama melalui saluran pernafasan
dengan menghirup atau secara tidak sengaja
menelan tetesan ludah atau dahak penderita,
serta adanya kontak antara ludah atau dahak
tersebut dengan luka dikulit.

Pengobatan

Total terapi obat selama 6 sampai 9 bulan


dilakukan untuk membunuh seluruh sarang
penyakit, serta bakteri yang berada dalam
keadaan tidur (dormant) sehingga dapat
menghindari
terjadinya
kambuhnya
penyakit kembali. Kombinasi obat dilakukan
untuk mencegah terjadinya efek samping,
resistensi dari bakteri, dan meningkatkan
efek obat yang ditimbulkan.
2. Operasi
Operasi dilakukan apabila pengobatan tidak
efektif lagi. Operasi yang dilakukan terdiri
dari :
-

Pneumothorax

Theracoplasty

Penghilangan paru-paru yang terinfeksi

Pengobatan TBC dapat dilakukan dengan :


1. Terapi obat
Terapi obat dilakukan dengan 2 fase yaitu :
Fase intensif, Pada fase ini dilakukan
kombinasi
obat
INH,
rifampisin,
pyrazinamid dan jika diperlukan dapat
disertai
dengan
etambutol
atau
streptomisin. Fase ini dilakukan selama 2
bulan hingga gejala yang ditimbulkan
sembuh atau tidak terasa lagi.

Bagaimana
berhasil ?

Fase pemeliharaan, pada fase ini diberikan


kombinasi INH dan rifampisin selama 4
sampai 7 bulan.

Pada
umumnya
penyakit
TBC
dapat
disembuhkan dengan terapi obat. Kegagalan
terapi obat biasanya disebabkan oleh faktor

agar

terapi

obat

dapat

individu, untuk itu agar terapi ini berhasil ada


beberapa kiat yang perlu dilakukan oleh
penderita antara lain :
-

Penderita harus patuh untuk secara


teratur dan terus menerus melakukan terapi
obat selama waktu yang ditentukan. Karena
bila pengobatan tidak teratur selama masa
terapi, akan menyebabkan basil TBC menjadi
kebal/resisten.
Penderita sebaiknya diet sehat dan
mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi,.
Karena makanan bergizi dapat meningkatkan
daya tahan tubuh.
Penderita sebaiknya banyak istirahat,
jika memungkinkan dengan istirahat total,
tetapi apabila masih ada aktivitas yang harus
dilakukan, perlu diingat,untuk selalu menjaga
kondisi tubuh agar jangan terlalu capai
karena akan mnurunkan daya tahan tubuh.
Penderita
dukungan dari
sekitarnya.

sebaiknya
keluarga dan

mendapat
lingkungan

Pencegahan Penyakit TBC

- Ketika batuk dan bersin, mulut dan hidung


penderita harus ditutup dengan sapu tangan
atau kertas tisu untuk kemudian didesinfeksi
dengan lysol atau dibakar.
- Jangan terlalu dekat jika sedang ngobrol
dengan penderita.
- Ventilasi udara ruangan diperbaiki sehingga
memprkecil
kontaminan
bakteri
M.Tuberculosa.
- Melakukan vaksin BCG untuk memperkuat
daya tahan tubuh terhada basil TBC.

Sumber :

Obat-Obat Penting. ed. ke-5. 2002.

Sumber lain.

DARMILIS, S.farm
Praktek Kerja Profesi Apoteker ISTN
RS AL Dr Mintohardjo