Anda di halaman 1dari 14

PANDUAN

KOMUNIKASI, INFORMASI DAN


EDUKASI PASIEN
DI RSU UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MALANG

Disusun Oleh :
Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah
Malang
Alamat : Jl. Raya Tlogomas no. 45, Landungsari, Dau, Malang
65144
Telp./Fax. :
0341 56166
Website : http://hospital.umm.ac.id
Email
: hospital@umm.ac.id

DAFTAR ISI

BAB I
DEFINISI
1. Pemberian informasi adalah kegiatan yang dilakukan dalam interaksi
pasien dengan tenaga kesehatan atau yang bukan tenaga kesehatan / non
kesehatan berupa penjelasan tentang rencana / asuhan medis, keperawatan,
non medis, yang akan dilakukan selama pasien dirumah sakit.
2. Edukasi pada pasien dan keluarga adalah usaha atau kegiatan untuk
membantu individu dan keluarga dalam meningkatkan kemampuan untuk
mencapai kesehatan secara optimal dan bersedia berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan dalam proses pelayanan.
3. Assesmen kebutuhan edukasi

pada pasien dan keluarga adalah proses

menentukan kebutuhan pasien dan keluarga akan pembelajaran tentang


kondisi dan atau penyakit yang berhubungan dengan pasien serta
bagaimana pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik.
4. Verifikasi pemahaman pasien dan keluarga terhadap pemberian edukasi
adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menilai ketercapaian
pemberian informasi edukasi yang diberikan kepada pasien dan keluarga.
5. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah
kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan,
baik secara langsung maupun tidak langsung di rumah sakit.
6. Keluarga pasien adalah suami/ istri, orang tua yang sah atau anak kandung
dan saudara kandung.
7. Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan
dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan
untuk melakukan upaya kesehatan.

BAB II
RUANG LINGKUP
2.1

KEGIATAN
Pemberian informasi dan edukasi di RSU Universitas Muhammadiyah
Malang dilaksanakan di dalam gedung dan di luar gedung. Didalam gedung
meliputi instalasi rawat jalan dan rawat inap.Sedangkan diluar gedung
meliputi pemberian informasi diarea parkir dan area sekitar rumah sakit

2.2

RINCIAN KEGIATAN

2.2.1 Kegiatan didalam gedung RSU Universitas Muhammadiyah Malang


Pemberian informasi edukasi dilakukan di rawat jalan dan rawat inap.
1. Bagi pasien rawat jalan :
a. Front office :
- Pemberian informasi tentang jadwal dokter praktek.
- Informasi tentang tarif konsultasi dan tindakan di poliklinik.
- Informasi tentang alur rawat jalan.
- Informasi tentang fasilitas rawat jalan.
b. Poliklinik :
- Dokter :
Edukasi tentang penyakit dan tatalaksana pengobatan.
- Perawat / bidan :
Informasi tentang jadwal control.
Informasi tentang alur rawat jalan.
Khusus poliklinik kebidanan PMO memberikan edukasi
seputar kehamilan.
c. Laboratorium :

- Informasi tentang prosedur pengambilan sampel dan perkiraan


lamanya pemeriksaan.
- Informasi tentang biaya pemeriksaan laboratorium.

d. Radiologi :
- Informasi tentang prosedur pemeriksaan dan perkiraan lamanya
pemeriksaan.
- Informasi tentang biaya pemeriksaan radiologi.
e. Farmasi :
- Informasi tentang obat obatan yang diberikan.
- Informasi tentang aturan pake dan cara penyimpanan.
f. Fisioterapi dan KTK :
- Informasi tentang tindakan yang dilakukan.
- Informasi tentang jadwal control.
- Informasi tentang latihan yang bisa dilakukan dirumah.
2.

Bagi pasien rawat inap


a. Front office :
- Informasi tentang hak pasien.
- Informasi tentang fasilitas dan tarif rumah sakit.
- Informasi tentang tata tertib rumah sakit.
- Informasi tentang pelayanan kerohanian .
- Informasi tentang kerahasiaan medis pasien.
b.

UGD / VK / OK

Dokter :
- Edukasi tentang penyakit, tatalaksana pengobatan dan indikasi
rawat.
- Informasi tentang kemungkinan adanya penyulit saat tindakan.
- Informasi tentang perkiraan lama rawat.

- Informasi tentang rencana perawatan.


Perawat / Bidan :
- Informasi tentang alur rawat inap.
- Informasi tentang perlindungan privacy dan nilai nilai
kepercayaaan.
- Informasi tentang adanya pelayanan kerohanian bagi pasien yang
membutuhkan.

c. Rawat Inap
Dokter :
- Edukasi tentang penyakit dan tatalaksana pengobatan.
- Informasi tentang lama perawatan
- Informasi tentang perkembangan penyakit
- Informasi tentang rencana pemulangan.
Perawat / bidan :
- Informasi tentang Perawat / bidan yang merawat pasien / PN
- Informasi tentang fasilitas ruangan, jam berkunjung.
- Informasi tentang hak pasien dan keluarga.
- Informasi perlindungan privacy dan nilai nilai kepercayaan.
- Informasi tentang adanya pelayanan kerohanian bagi pasien yang
membutuhkan.
- Edukasi tentang tindakan keperawatan sesuai dengan kebutuhan
pasien.
d. Laboratorium :
- Informasi tentang prosedur pengambilan sampel dan perkiraan
lamanya pemeriksaan.
- Informasi tentang biaya pemeriksaan laboratorium.
e. Radiologi :

- Informasi tentang prosedur pemeriksaan dan perkiraan lamanya


pemeriksaan.
- Informasi tentang biaya pemeriksaan radiologi.
f. Farmasi :
- Informasi tentang obat obatan yang diberikan.
- Informasi tentang aturan pake dan cara penyimpanan.
g.

Fisioterapi dan KTK :

- Informasi tentang tindakan yang dilakukan.


- Informasi tentang jadwal control.
- Edukasi tentang latihan- latihan yang dapat dilakukan di rumah.

2.2.2 Kegiatan di luar gedung RSU Universitas Muhammadiyah Malang


1.

Pemasangan spanduk di halaman depan rumah sakit.

2.

Pemasangan billboard di jalan jalan strategis sebagai petunjuk

arah rumah sakit.


3.

Pemasangan banner di area area umum : parkir, kantin

BAB III
TATA LAKSANA
Pengelolaan kegiatan pemberian informasi dan edukasi pasien dan keluarga di
RSU Universitas Muhammadiyah Malang dilaksanakan di dalam dan di luar
gedung rumah sakit.
3.1 DALAM GEDUNG
Informasi dan edukasi pada pasien dan keluarga dilakukan sejak pertama kali
pasien datang ke rumah sakit dan bertemu dengan petugas mulai dari petugas
fronf office , perawat, /bidan, dokter/ apoteker, analis, ahli gizi, radiographer
dan terapis. petugas . Ada tiga tahapan dalam memberikan informasi dan
edukasi pada pasien dan keluarga yaitu yang pertama melakukan asessmen/
identifikasi tentang kebutuhan edukasi yang akan dilakukan, yang kedua
pelaksanaan kegiatan pemberian informasi dan edukasi dan yang ketiga
adalah verifikasi pemahaman pasien terhadap materi informasi dan edukasi
yang diberikan.
1. Asessment/ identifikasi kebutuhan promosi kesehatan
-

Semua pasien yang masuk ke rumah sakit dilakukan assesment/


identifikasi

tentang

kebutuhan

informasi

dan

edukasi

yang

dibutuhkan.
-

Assesment/ identifikasi dilakukan pada saat pertama kali pasien


datang ke rumah sakit dan bertemu dengan petugas kesehatan baik di
rawat jalan maupun rawat inap.

Pasien dilakukan assment tentang keyakinan dan nilai nilai


kepercayaan, kemampuan membaca, tingkat pendidikan, bahasa yang
digunakan, hambatan emosional dan motivasi, keterbatasan fisik dan

koognitif, kesediaan untuk menerima informasi dan kebutuhan


informasi/ edukasinya.
-

Hasil assesment/ identifikasi tentang kebutuhan edukasi pasien dicatat


dalam berkas rekam medis(lembar identifikasi kebutuhan pendidikan
kesehatan), untuk hasil assessment tentang kebutuhan informasi
tentang pelayanan kesehatan tidak perlu dicatat.

2. Pelaksanaan
- Peralatan yang dibutuhkan: materi edukasi, formulir assessment,
formulir informasi dan edukasi, alat tulis, leptop, LCD dan banner.
- Petugas pemberi informasi edukasi petugas front office, dokter
spesialis, dokter umum, perawat, bidan, therapis, apoteker, ahli gizi,
radiographer dan analis.
- Pemberian informasi/edukasi promosi sesuai dengan materi yang
butuhkan

dengan menggunakan bahasa yang mudah di mengerti

oleh pasien.
- Informasi /edukasi yang diberikan mencakup: informasi/edukasi
tentang kondisi kesehatan dan diagnosa pasti, tentang pemenuhan
kebutuhan kesehatan berkelanjutan, penggunaan obat-obatan yang
aman dan pencegahan terhadap potensi interaksi obat, keamanan dan
efektivitas penggunaan alat medis, diet dan nutrisi, manajemen nyeri
serta tehnik rehabilitasi
- Bila ada materi edukasi berupa prosedur tindakan (seperti perawatan
payudara, perawatan luka sederhana, dll) pemberian edukasi
dilakukan dengan metode demonstrasi.
3.

Verifikasi tentang pemahaman pasien terhadap materi

informasi dan edukasi yang diberikan


- Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa informasi atau
edukasi yang diberikan dimengerti oleh pasien dan keluarga
- Verifikasi dilakukan setelah pasien diberikan informasi atau
edukasi, jika saat dilakukan verifikasi pasien belum mengerti tentang

informasi atau edukasi yang diberikan maka berikan ulang


informasi /edukasi tersebut sampai pasien dan keluarga mengerti
- Setelah pasien/keluarga pasien mengerti tentang informasi/edukasi
yang diberikan dokumentasikan di dalam formulir informasi edukasi
dan minta pasien untuk menandatangani formulir tersebut
Pemberian informasi edukasi yang dilakukan didalam gedung rumah
sakit adalah sebagai berikut :
a.i.1.a.i.1.a.

Pemberian

informasi edukasi

Bagi Pasien

Rawat jalan
Pemberian informasi edukasi bagi pasien rawat jalan berpegang
kepada strategi dasar promosi kesehatan, yaitu pemberdayaan
yang didukung oleh bina suasana dan advokasi
1.

Pemberdayaan
Pemberdayaan dilakukan terhadap seluruh pasien, yaitu di
mana setiap petugas rumah sakit yang melayani pasien
meluangkan

waktunya

untuk

menjawab

pertanyaan-

pertanyaan pasien berkenaan dengan penyakitnya atau obat


yang harus ditelannya, maka dapat disediakan satu ruang
khusus bagi para pasien rawat jalan yang memerlukan
konsultasi atau ingin mendapatkan informasi.
2.

Bina Suasana
Sebagaimana disebutkan di muka, pihak yang paling
berpengaruh terhadap pasien rawat jalan adalah orang yang
mengantarkannya ke rumah sakit. Mereka ini tidak dalam
keadaan sakit, sehingga memungkinkan untuk mendapatkan
informasi dari berbagai media komunikasi yang tersedia
dipoiklinik, khususnya diruang tunggu, perlu dipasang
poster-poster dan disediakan selebaran(leaflet). Dengan
mendapatkan informasi yang benar mengenai penyakit yang
diderita pasien yang diantarannya, si pengantar diharapkan
dapat membantu rumah sakit memberikan juga penyuluhan

kepada pasien. Bahkan jika pasien yang bersangkutan juga


dapat ikut memperhatikan leaflet dan poster, maka seolaholah ia berada dalam suatu lingkungan yang mendorongnya
untuk berprilaku sesuai yang dikehendaki agar penyakit
atau masalah kesehatan yang dideritanya dapat segera
diatasi.
3.

Advokasi
Advokasi bagi kepentingan pasien rawat jalan umumnya
diperlukan juka pasien tersebut miskin. Biaya pengobatan
dengan rawat jalan bagi pasien miskin memang sudah
dibayar melalui program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN).

a.i.1.a.i.1.b.

Pemberian informasi edukasi

Kesehatan Bagi

Pasien Rawat Inap


Dimulai saat pasien dinyatakan akan dirawat di UGD dokter
memberikan edukasi tentang penyakit dan indikasi rawat,
kemudian ke Front office untuk registrasi dan pasien / keluarga
pasien diberikan informasi mengenai fasilitas dan tarif rawat
inap, tata tertib dan penjelasan tentang hak pasien.
Pada saat pasien sudah memasuki masa penyembuhan,
umumnya pasein sangat ingin mengetahui seluk-beluk tentang
penyakitnya. Walaupun ada juga pasien yang acuh tak acuh.
Terhadap mereka yang antusias, pemberian informasi dapat
segera dilakukan. Tetapi bagi mereka yang acuh tak acuh, proses
pemberdayaan harus dimulai dari awal, yaitu dari fase
meyakinkan adanya masalah. Sementara itu, pasien yang dengan
penyakit kronis dapat menunjukan reaksi yang berbeda-beda,
seperti misalnya apatis, agresif, atau menarik diri. Hal ini
dikarenakan penyakit kronis umumnya memberikan pengaruh
fisik dan kejiwaan serta dampak social kepada penderitanya.
Kepada pasien yang seperti ini kesabaran dari petugas rumah

sakit sungguh sangat diharapkan, khususnya dalam pelaksanaan


pemberdayaan.
1.1.1.

Pemberdayaan

Sebagaimana disebutkan di atas, pemberdayaan dilakukan


terhadap pasien rawat inap pada saat mereka sudah dalam
fase penyembuhan dan terhadap pasien rawat inap penyakit
kronis (kanker, tuberkolusis, dan lain-lain). Terdapat
beberapa cara pemberdayaan atau konseling yang dapat
dilakukan dalam hal ini.
a. Konseling di Tempat Tidur
Konseling di tempat tidur(bedside conseling) dilakukan
terhadap pasien rawat inap yang belum dapat atau masih
sulit meninggalkan tempat tidurnya dan harus terus
berbaring. Dalam hal ini perawat mahir yang menjadi
konselor harus mendatangi pasien demi pasien, duduk di
samping tempat tidur pasien tersebut, melakukan
pelayanan konseling.
2.

Bina suasana

Lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap pasien rawat


inap adalah para penjenguk(pembesuk). Biasanya para
pembesuk ini sudah berdatangan beberapa saat sebelum jam
besuk di mulai.
a.i.1.a. Pemanfaatan Ruang Tunggu
Agar para penjenguk tertib saat menunggu jam bezuk,
sebaiknya rumah sakit menyediakan ruang tunggu bagi
mereka. Jika demikian, maka ruang tunggu ini dapat
digunakan sebagai sarana untuk bina suasana. Pada
dinding ruang tunggu dapat dipasang berbagai poster,
juga dapat disediakan selebaran/leaflet.

a.i.1.b. Pendekatan Keagamanaan


Suasana yang mendukung terciptanya perilaku untuk
mempercepat

penyembuhan

penyakit

juga dapat

dilakukan dengan pendekatan keagamaan. Dalam hal


ini

para petugas rumah sakit, baik dengan upaya

sendiri atau pun dengan dibantu pemuka agama,


mengajak pasien untuk melakukan pembacaan doa-doa
yang

disambung

dengan

tausiah/nasihat

tentang

pentingnya melaksanakan perilaku tertentu.


a.i.1.b.i.1. Advokasi
Untuk

promosi

kesehatan

pasien

rawat

inap

advokasi juga diperlukan, khususnya dalam rangka


menciptakan kebijakan atau peraturan perundangundangan

sebagai

rambu-rambu

perilaku

dan

menghimpun dukungan sumber daya, khususnya


untuk membantu pasien miskin.

a.i.2.

Promosi Kesehatan di Tempat Pembayaran

Sebelum pulang pasien rawat inap yang sudah


sembuh atau kerabatnya singgah dulu di tempat
pembayaran. Di ruang inipasien/keluarga tidak
berada dalam waktu yang lama namun hendaknya
promosi kesehatan tetap harus dilakukan seperti
pemasangan poster-poster atau leaflet-leaflet.
3.2

KEGIATAN DI LUAR GEDUNG

Sebelum dilaksanakan

pemberian informasi dan edukasi diluar gedung

rumah sakit terlebih dahulu diidentifikasi akan kebutuhan informasi dan

edukasi pasien/masyarakat sesuai populasi pendukuk yang ada di wilayah


Tangerang. Setelah

didapatkan data tentang kebutuhan informasi dan

edukasinya maka dilakukan pemberian informasi dan edukasi sesuai


kebutuhan.
Kegiatan pemberian informasi dan edukasi diluar gedung Rumah sakit adalah
sebagai berikut :
a.i.2.a.i.1.

Pemberian informasi dan edukasi

di tempat parkir dan

dinding luar Rumah Sakit. Pemanfaatan ruang yang ada, dengan


melakukan pemasangan spanduk dan billboard yang berisikan :
Spanduk untuk menginformasikan pelayanan, fasilitas, dan edukasi
serta cara mengakses pelayanan
Bilboard sebagai petunjuk arah dan menginformasikan lokasi rumah
sakit.
2. Pemberian informasi dan edukasi di populasi/masyarakat

Bekerjasama dengan perusahaan untuk penyuluhan oleh dokter


Umum/spesialis.

Siaran Radio oleh dokter spesialis

Pembahasan topik kesehatan dimedia cetak dengan dokter spesialis


sebagai narasumber.

Website

RSU

Universitas

Muhammadiyah

Malang

menginformasikan fasilitas pelayanan, foto fasilitas rawat jalan, rawat


inap, penunjang, nama dokter, keahlian atau spesialisasi, jam praktek
dokter, lokasi rumah sakit dan cara menghubungi rumah sakit.

BAB IV
DOKUMENTASI
Kegiatan pemberian informasi dan edukasi dilakukan pendokumentasian sebagai
bahan laporan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan dokumentasi yang
dibuat adalah :
a.i.1. Dokumentasi terhadap pelaksanaan assessment kebutuhan informasi dan
edukasi pasien yang dicatat dalam berkas rekam medis pasien
a.i.2. Dokumentasi terhadap pelaksanaan dan verifikasi terhadap pemberian
informasi dan edukasi pada pasien dan keluarga yang dicatat dalam berkas
rekam medis pasien
a.i.3. Dilakukan pencatatan dan pelaporan dari setiap kegiatan pemberian
informasi atau edukasi, baik kegiatan didalam gedung (dialam Rumah Sakit)
maupun kegiatan di luar gedung (diluar Rumah Sakit)
a.i.4. Setiap tiga bulan dibuat rekapitulasi terhadap keberhasilan pelaksanaan
pemberian informasi atau edukasi
a.i.5. Hasil

rekapitulasi

dilaporkan

Muhammadiyah Malang

kepada

Direktur

RSU

Universitas