Anda di halaman 1dari 34

I. P E N D A H U L U A N.

1.1. Latar Belakang .


Era Otonomi Daerah sudah beberapa tahun terakhir kita laksanakan sebagai
pelaksanaan UU No.22 Tahun 1999 yang telah menjadi kesepakatan Nasional. Namun
tentunya tidak dapat kita pungkiri masih banyak permasalahan yang terjadi, sehingga
tentunya masih banyak hal yang perlu kita sempurnakan dan pikirkan kembali dalam
koridor mengutamakan kepentingan masyarakat banyak demi meningkatnya derajad
dan kesejahteraan hidup.
Pembangunan bidang kesehatan sebagai bagian pembangunan Nasional memiliki
peran penting dalam menciptakan masyarakat yang berkualitas untuk mendukung
upaya pembangunan di segala bidang yang ada. Meskipun dalam pelaksanaanya
dihadapkan pada berbagai keterbatasan di era Otonomi Daerah ini.
Puskesmas Wonomerto sebagai bagian dari Sistem Kesehatan di atas, selama
tahun 2014 telah berupaya maksimal melaksanakan 18 pokok program yang telah
ditetapkan dengan bersandar pada sarana prasarana yang dimiliki dengan segala
keterbatasannya sebagai bagian upaya meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.
Melalui pemaparan program ini kami ingin memaparkan kembali hasil yang dicapai
sehingga dapat sebagai bahan evaluasi untuk acuan kegiatan yang akan dilaksanakan
di tahun 2014 ini dengan dana yang bersumber dari BOK.
Kami menyadari banyak hal yang perlu dikaji dari apa yang selama ini telah
dikerjakan , baik dari sisi sistem, manajerial maupun sumberdaya yang ada.Untuk itu
dalam upaya perbaikan kinerja di atas kami berupaya menyajikan data dengan realitas
dan validitas yang lebih baik di dalam penyajian laporan ini, sehingga akurasi evaluasi
lebih lanjut dapat tercapai secara optimal .
1.2. Maksud Dan Tujuan
1.2.1. Maksud
Meningkatkan Derajad Kesehatan Masyarakat dengan mengacu pada Visi Dan
Misi Kesehatan 2020.
1.2.2 . Tujuan
1.2.2.1.Tujuan Umum
-

Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan oleh puskesmas Wonomerto.

Meningkatkan keterjangkauan pelayanan kesehatan .

Menurunkan angka kematian ibu melahirkan

Menurunkan angka kematian bayi.

Menurunkan angka kesakitan masyarakat di wilayah Kec. Wonomerto

Melakukan evaluasi kegiatan 18 pokok program puskesmas selama tahun


2014 di Puskesmas Wonomerto.

Menciptakan sistim manajemen yang rialibel dan acountable di Pukesmas


Wonomerto.

1.2.2.2. Tujuan Khusus


-

Pemaparan hasil pencapaian program selama satu tahun 2014 dalam grafik
dan angka.

Mengevaluasi kesenjangan yang ada terhadap standar target yang


ditetapkan.

Mengidentifikasi masalah untuk pemecahan selanjutnya.

Melakukan analisis umum dan sederhana dari program tahun 2014

II. ANALISA SITUASI


2.1. DATA UMUM
2.1.1. Geografis
2.1.1.1. Batas Wilayah :
Utara

: Kec. Sumberasih dan Kec. Wonoasih

Selatan

: Kec. Bantaran

Barat

: Kec. Lumbang

Timur

: Kec. Bantaran

2.1.1.2. Luas Wilayah :


Secara umum wilayah puskesmas wonomerto merupakan dataran rendah,
dengan kondisi daerah bervariasi antara persawahan, ladang dan pekarangan serta
zsebagian kecil hutan.
Adapun secara umum Wonomerto terdiri atas :
1. Sawah

: 1.020,586

Ha

7. Perkebunan :

24,735 Ha

2. Ladang

: 2.339,229

Ha

8. Lain-lain

99,592 Ha

3. Pekarangan

604

Ha

4. Sawah T hujan

461,641

Ha

5. Hutan

374,400

Ha

6.Makam

19,350

Ha

DISTRIBUSI
PENDUDUK
DITRIBUSILUAS
LUAS LAHAN
LAHAN PENDUDUK
PUSKESMAS
PUSKESMAS
WONOMERTO
WONOMERTO-TAHUN TAHUN
2008
2014
2500

Saw ah Tehnis

2000

Pekarangan
Thousands

lUAS LAHAN

Tegalan
1500

Hutan
Saw ah Td Hujan
Perkebunan

1000

Kuburan
Lain-lain

500

Jenis Lahan

Dari

gambaran

grafik

diatas

menunjukan

bahwa

masyarakat

Wonomerto masih sangat mengandalkan dari kehidupan agraris ( bertani atau


berladang ). Namun dari gambaran Tanah tegalan merupakan bagian terbesar dari
wilayah Wonomerto, memberikan asumsi di wilayah ini merupakan wilayah yang
tergolong sulit dalam hal pemenuhan air.
Dengan kondisi kekurangan air tentunya dapat digambarkan bahwa tingkat
keberhasilan dalam hal bercocok tanam tergolong rendah, sehingga tingkat pendapatan
masyarakat tentunya juga secara umum kurang memadai.
2.1.1.3. Pembagian Wilayah :
Kecamatan Wonomerto terbagi atas 11 desa,dengan jarak bervariasi yaitu :
NO.
DESA
JARAK KE PUSK.
KETERANGAN
1.
Sepuh Gembol
2 km
Jarak dari puskesmas ke
2.
Patalan
0,5 km
Balai desa bersangkutan.
3.
Poh sangit ngisor
3 km
4.
Sumber Kare
5 km
5.
Jrebeng
1,5 km
6.
Wonorejo
5 km
7.
Tunggak crme
3 km
8.
Poh Sangit Tengah
4 km
9.
Poh Sangit Lor
6 km
10. Kareng kidul
8 km
11. Kedung Supit
10 km
Antar desa dihubungkan dengan jalan yang bervariasi, lebih kurang 75 % berupa jalan
aspal tapi kondisi jalan aspal banyak yang sudah rusak, 20 % berupa jalan dengan
pengerasan (makadam) dan 5 % berupa jalan tanah biasa. Dengan kondisi jalan seperti
di atas serta sulitnya alat transportasi umum yang dapat menembus Desa kecuali Ojek

(kendaraan roda dua) , hal ini sangat mempengaruhi kesadaran mengobatkan diri
masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, ataupun prosedur rujukan yang seharusnya
dilakukan masyarakat.
Di sisi lain organisasi Desa di 11 Desa Kecamatan Wonomerto kurang begitu
optimal, bahkan hampir 60 % tidak aktif sama sekali, hal ini bila dilihat dari
berfungsinya balai desa baik dari sisi fisik maupun ketenagaan.
Tentunya hal ini sangat menunjang keberhasilan dari program yang dilaksanakan,
tanpa peran serta aktif aparat desa sulit mengharapkan hasil yang optimal.

2.1.2. DEMOGRAFI
2.1.2.1. Distribusi Penduduk Menurut Golongan Tahun 2014.
NO.
DESA
1.
Sepuh Gembol

K.K
1570

Penduduk
6209

Pra Lansi
939

2.

Patalan

1430

4953

1095

3.

Pohs Nghisor

532

1962

4.

Pohs Tengah

849

5.

Jrebeng

6.

Lansia
528

BUMIL
93

BULIN
83

BUFAS
83

614

87

89

89

987

551

22

23

3089

433

231

45

960

3206

741

409

Tunggak Cerme

950

2985

629

7.

Wonorejo

1095

3827

8.

Poh S. Lor

1069

9.

Sumber Kare

10.
11.

0-11 bl
103

1- 4 th
418

5-9 th
576

10-19
1005

92

331

314

776

23

33

130

150

194

44

44

53

206

240

362

46

47

47

55

214

262

402

345

43

43

43

51

199

280

441

607

332

56

48

48

66

257

314

507

3604

648

356

50

49

49

62

250

293

467

1497

5410

735

406

89

88

88

95

364

479

824

Kareng Kidul

643

2149

473

255

36

26

26

36

143

173

242

Kedung Supit

682

2449

532

289

45

36

36

43

171

210

312

PUSKESMAS

11.277

3 9843

3780

4313

600

573

573

689

2683

3289

5524

2.1.2.2. Distribusi Penduduk berdasar Jenis Kelamin. Tahun 2014

Dari hasil grafik jumlah penduduk diatas bahwa jumlah penduduk untuk
Kecamatan Wonomerto komposisinya lebih banyak jumlah Wanita (51,40 % )
daripada Laki-Laki ( 48,60 % )
2.1.2.3. Distribusi Penduduk Berdasar Pendidikan.
Dari hasil pendataan penduduk diperoleh gambaran bahwa 75% masyarakat
Wonomerto tingkat pengetahuannya cukup rendah (tidak sekolah/tidak tamat SD),
dimana hal ini sangat menentukan kualitas sumber daya yang ada baik dalam kaitan
pekerjaan maupun dalam kemampuan untuk menerima informasi-informasi baru
dibidang kesehatan. Dan hanya < 10 % masyarakat yang memiliki pengetahuan yang
memadai.
2.1.2.4. Distribusi Penduduk Berdasar Pekerjaan.

DITRIBUSI PENDUDUK
BERDASARKAN
DISTRIBUSI
PENDUDUK
BERDASAR PEKERJAAN
PEKERJAAN
PUSKESMAS
WONOMERTO
TAHUN
2014
PUSKESMAS
WONOMERTO-TAHUN
2008
(14.9%)

Tani

(2.3%)
(1.9%)
(0.9%)
(0.5%)
(0.4%)
(0.3%)
(0.1%)
(0.0%)
(0.1%)

(19.6%)

Buruh Tani
Pedagang
Br Industri
Jasa Angkutan
Br Penggalian
Jasa Bangunan
PNS
Pensiunan
Pengrajin
ABRI
Lain-lain

(58.8%)

Jenis pekerjaan masyarakat sangat bervariatif, namun bagian terbesar dari


masyarakat justru pekerjaannya tidak jelas atau bahkan tidak memiliki pekerjaan
(58,8 %). Hal ini memberikan gambaran umum tingkat pendapatan masyarakat,
dimana tentunya secara tidak langsung akan menentukan kemampuan/daya beli
masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya.
2.1.2.5. Distribusi Penduduk Berdasar Usia.Tahun 2014

2.1.3. SUMBER DAYA


2.1.3.1. Sarana Ketenagaan.
NO. JENIS TENAGA
1.
2.

Dokter Umum
Apoteker

JUMLAH
2013
1
1

KETERANGAN
2014
1
1

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
19.
20.
21
22.

Dokter Gigi
1
Bidan Induk
4
Bidan Desa
7
Bidan Pustu
3
Perawat Gigi
0
Perawat Induk / UGD
9
Perawat Pustu/Poskesdes
7
Sanitarian
1
Bendahara
1
Tata Usaha
1
Juru Imunisasi
1
Pengelola Gudang
1
Pembantu Bidan
1
Pengelola Gizi
1
Pengelola Loket
3
Pengelola Apotik
1
Analis Laborat
1
Sopir
7
Pembantu Pustu/ Perawat
3
Jaga Malam/Kebersihan
2
Total
58
2.1.3.2. Sarana Fisik Kesehatan Tahun 2014
NO. SARANA
GEDUNG
1.
Puskesmas Induk/UGD
2.
Rawat Inap
3.
Puskesmas Pembantu
4
Polindes/Ponkesdes
TRANSPORTASI
1.
Puskesmas Keliling
2.
Kendaran bermotor roda 2
3.
Sepeda Roda dua
4.
SIK (Komputer)
5.
Laptop
6.
LCD

1
9
7
3
0
10
7
1
1
1
1
1
1
2
3
2
2
4
3
2
63
JUMLAH
1
13 TT
3
3/4

3 PNS / 6 Honda
4 Honda/1 PNS
3 ponkesdes

PNS
PNS/ Sukwan
1 PNS
1 PNS
7 Sukwan
1 Sukwan/2 PNS

KETERANGAN
Rawat Jalan
1 Rusak sedang

2
9
7
6
4
1

2.1.3.3. Dukungan DanaTahun 2014


NO. MATA ANGGARAN.

SUMBERDANA

1.
2.
3.
4.
5.
5
7.
8.

Restribusi
Pusat
BOK
APBN
APBN
APBN
Pemkab
Pemkab

Operasional Puskesmas 50 %
Operasional BOK
Operasional Program ( Posyandu )
Opersinal JKN kapitasi Rawat Jalan
Operasional JKN Persalinan
Operasional JKN Rawat Inap
Opersaional Rawat jalan Gratis
Operasional Rawat Jalan Lansia

3 PNS/ 4 PTT
2 PTT/ 1 Honda

JUMLAH
155,552.649,53.920.000,41.080.0000,1.168.985.000
168.050.000 ,70.500.000 ,59.812,720,17.881.435 ,-

T O T AL
2.1.3.4. Peran Serta Masyarakat
NO.

DESA

POSYANDU

KADER
Total
Aktif

DANA
SEHAT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Sp Gembol
Patalan
PS Ngisor
PS Tengah
Jrebeng
Tunggak Cerme
Wonorejo
PS Lor
Sumber Kare
Kareng Kidul
Kedung Supit
PUSKESMAS

4
4
3
3
3
4
4
4
6
3
3
41

20
20
15
15
15
20
20
20
30
15
15
205

20 ( 100 % )
20 ( 100 % )
15 ( 100 % )
15 ( 100 % )
15 ( 100 % )
20 ( 100 % )
20 ( 100 % )
20 (100 % )
30 ( 100 % )
15 ( 100 % )
15 ( 100 % )
205 ( 100 % )

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Dari data diatas menunjukan bahwa sudah baik tentang peran serta
masyarakat dalam bidang kesehatan baik dalam bentuk peran aktif kader tetapi untuk
dana sehat.masaih rendah .setelah dilakukan dengan upaya pembinaan yang telah
dilaksanakan Puskesmas baik dalam bentuk pembekalan, refresing maupun
pembinaan secara langsung.
Namun disadari pula ada sisi lain yang belum optimal mendapatkan perhatian yaitu
masalah reward (imbalan) bagi tenaga kader posyandu, terutama dari pemerintahan
desa setempat.
2.1.3.5. Stratifikasi Posyandu di Wilayah Puskesmas Wonomerto Tahun 2014
NO.

Desa

Jml. Pos

Pratama

Madya

Purnama

Mandiri

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Sepuh Gembol
Patalan
Poh S Ngisor
Poh S Tengah
Jrebeng
Tunggak Cerme
Wonorejo
Poh S Lor
Sumber kare
Kareng Kidul
Kedung Supit

4
4
3
4
3
3
4
4
6
3
3

0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0

2
3
2
4
3
2
2
4
4
2
0

2
1
1
0
1
1
1
0
1
1
2

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1

Jumlah

41

27

11

Data di atas menunjukan adanya peningkatan stratifikasi apabila di


bandingkan dengan perioda tahun sebelumnya, meskipun belum memuaskan namun
perlu disadari mengingat kendala dari beberapa variabel belum terselesaikan secara
baik antara lain, kader, sumber dana dan peran LSM serta peran pemerintahan desa.
2.2. DATA KHUSUS
2.2.1. GRAFIK DISTRIBUSI PENDERITA RAWAT JALAN SELAMA TH 2014

Dari grafik kunjungan, secara total kunjungan rawat jalan cukup tinggi dengan
rata-rata tiap bulan 2346 penderita( 78 p/hari). Tetapi bila di amati lebih jauh jumlah
penderita Gratis (Pemda ) lebih kurang 77,18 % penderita , sisanya adalah Gakin ,
Askes dan siswa sekolah. Hal ini sangat besar artinya , mengingat puskesmas
terbebani akan restribusi yang harus disetor dan di sisi lain biaya operasional
puskesmas semakin hari membutuhkan dukungan dana yang semakin meningkat pula
demi menunjang kegiatan pelayanan
2.2.2. DISTRIBUSI 10 BESAR PENYAKIT DI PUSKESMAS WONOMERTO
TAHUN 2014.
Kasus yang ditangani Puskesmas Wonomerto sangat beragam dan memiliki
per jalanan penyakit yang berbeda dari tahun ke tahun. Meskipun pada prinsipnya
terakumulasi pada 10 Jenis Penyakit besar yang sering ditemui.
Sebagai kasus terbanyak yang di tangani Puskesmas Wonomerto justru sebenarnya
tidak dapat digolongkan sebagai penyakit , karena hanya gejala Mialgia yang diduga
kerena beban kerja atau pun karena pola kebiasaan untuk senantiasa menjaga
kesehatan dengan mengunjungi Puskesmas.
Di bawah ini adalah gambaran 10 Besar Penyakit yang ada di Puskesmas Wonomerto
yang dilayani dalam kurun waktu tahun 20014

GRAFIK 10 BESAR PENYAKIT TAHUN 2014


PUSKESMAS WONOMERTO

2.2.3. GRAFIK DISTRIBUSI PENDERITA RAWAT JALAN BERDASAR USIA


TAHUN 2014
GRAFIK
KUNJUNGAN
PASIENBERDASARKAN
BERDASARKANUSIA
USIA
GRAFIK
KUNJUNGAN
PASIEN
PUSKESMAS
WONOMERTO
TAHUN
2008
PUSKESMAS WONOMERTO TAHUN 2014

(18.7%)

(8.3%)

8-28 Hr
1 Th

(5.8%)

1 - 4 Th
(5.3%)
(2.4%)
(0.0%)
(0.8%)
(23.4%)
(6.5%)

5-9 Th
10-14 Th
15-19 Th
20-24 Th
45-54 Th

(12.8%)

55-59 Th
60-69 Th

(15.9%)

Ketas 70 Th

Kunjungan pasien terbanyak pada usia produktif dan usia lanjut, sedangkan kasus
pada usia bayi dan balita sangat minimal. Hal ini mungkin dapat terjadi karena faktor
sosial budaya, pengetahuan maupun ekonomi.
2.2.4. GRAFIK DISTRIBUSI KEMATIAN DI PUSKESMAS WONOMERTO
TAHUN 2014

GRAFIK DISTRIBUSI KEMATIAN TAHUN 2014


PUSKESMAS WONOMERTO

Insidens kematian banyak didapatkan pada usia lanjut (> 65 tahun) diikuti
dengan kematian pada usia produktif ( 45 64 th) , dengan penyebab kematian
bervariatif dimana sebagian besar akibat penyakit chronis.
Adanya angka kematian bayi sebanyak

anak perlu

mendapat perhatian serius,

dimana sebagian akibat proses persalinan dan pasca persalinan , serta sisanya diduga
akibat
2.2.5. GRAFIK DISTRIBUSI PASIEN POLI GIGI PUSKESMAS WONOMERTO
TAHUN 2014
Dari gambaran grafik di bawah ini , menunjukan tingkat kunjungan Poli Gigi
cukup signifikan, baik itu rata-rata kunjungan per-bulan ( 73 p) maupun bila diratarata kunjungan perhari (3 P), namun hal ini perlu peningkatan lagi terutama bila
dilihat dari kunjungan ibu hamil yang masih rendah.
Dari grafik pula menunjukan adanya peningkatan kunjungan pada sekitar
bulan Januari Mei , meskipun belum diketahui penyebabnya tentunya fenomena ini
dapat dipergunakan sebagai bahan analisis untuk diantisipasi pada tahun selanjutnya.

DATA JUMLAH KUNJUNGAN PASIEN GIGI TAHUN 2014

2.2.6. GRAFIK
TAHUN 2014

JENIS PENYAKIT BP GIGI PUSKESMAS WONOMERTO

DATA DIAGNOSE GIGI TAHUN 2014

Dari kunjungan penderita pada BP Gigi terbanyak adalah kasus- kasus 1505
dimana sering memerlukan tindakan ekstraksi, sementara kasus kedua terbanyak
adalah ( 1506 ) malposisi dimana persistensi pada anak-anak sering di dapatkan.
2.2.7. GRAFIK PENCAPAIAN ANC TAHUN 2014
DI PUSKESMAS WONOMERTO

Jika dibanding dengan pencapaian tahun 2014 terdapat peningkatan yang


signifikan dari ANC K1 maupun K4, Bulin Nakes maupun pelayanan Bufas sudah
memuaskan untuk cakupannya angka persalinan Nakes makin tahun makin
meningkat karena adany program Persalinan JKN sehingga masyarakat melahirkan
ke tenaga kesehatan.
2.2.8. GRAFIK PENCAPAIAN NEONATAL RESTI DAN KUNJUNGAN KN
TAHUN 2014

Angka penanganan komplikasi kebidanan serta Kunjungan Neonatus dari


tahun ke tahun ada peningkatan yang signifikan tetapi untuk penanganan Neonatal
Resti masih kurang dari tahun 2013 ke tahun 2014 , mengingat situasi dan kondisi
daerah serta masyaraktnya yang belum mendukung
2.2.9. GRAFIK PENCAPAIAN IMUNISASI BAYI TAHUN 2014

Dari Grafik diatas bahwa untuk program imunisasi semua desa telah tercapai sesuai
dengan target yang diberikan bahkan sebagian besar diatas 100 % dan semuan desa
telah UCI.
2.2.10.GRAFIK PENCAPAIAN PENIMBANGAN TAHUN 2014

Meskipun dari tampilan di atas Peran Serta Masyarakat masih sudah baik ,
sehinggan ada peningkatan program di bandingkan tahun 2014 ,namun tetap saja
perlu senantiasa dilakukan pengkajian demi tercapaianya hasil program yang baik
dengan sumber data yang rialibel dan valid.

2.2.11. GRAFIK HASIL PEMETAAK GAKY TAHUN 2014

GRAFIK
HASILPEMETAAN
PENDATAAN GAKY
TAHUN
20142008
GRAFIK
HASIL
GAKY
TAHUN
PUSKESMAS
WONOMERTO
PUSKESMAS
WONOMERTO

50

Cakupan ( % )

40

30

20

10

Desa
TGR

S.gembl Patal P.ngisrP.tengh JrebngtunggakWonorj P. lor S.kare k.kidul K.supit


34
29
24
29
40
22
31
32
33
28
32

Total Goiter Rate dari beberapa kali survey yang dilakukan sudah menunjukan
perubahan kearah perbaikan, meskipun tetap saja Puskesmas Wonomerto pada level
yang masih kurang baik (34 %). Intervensi sudah dilakukan, dan tentunya akan
menunjukan hasil pada kurun waktu yang akan datang.
2.2.12. GRAFIK INCIDENCE DIARHE TAHUN 2014
DI PUSKESMAS WONOMERTO

2.2.13. GRAFIK PENCAPAIAN KEGIATAN PERKESMAS TAHUN 2014


GRAFIK PENCAPAIAN PHN TAHUN 2014
PUSKESMAS WONOMERTO

Perawatan Kesehatan Masyarakat (PHN) merupakan bagian terpenting dari


pelayanan kesehatan paripurna, karena dengan kegiatan ini kita bisa memahami
permasalahan penderita sekaligus mengupayakan intervensi yang memungkinkan.
Dari pencapaian grafik diatas masih jauh dari harapan, diperlukan komitmen dan
manajemen kasus yang baik agar didapatkan pencapaian yg lebih baik.
2.2.14. GRAFIK PENCAPAIAN KESEHATAN LINGKUNGAN TAHUN 2014

GRAFIK PENCAPAIAN KESLING 2014


PUSKESMAS WONOMERTO

2.2.15. GRAFIK PENANGANAN KASUS KUSTA TAHUN 2014

Dari kegiatan LEC yang dilaksanakan dalam tahun 2014 didapatkan


penambahan kasus yang signifikan, dimana terjadi peningkatan insidens rate dari 0,5
% menjadi 0,7 %o. Hal ini suatu pertanda yang baik sebagai motivator untuk
melakukan active case findeng lebih intensif baik melalui penderitarawat jalan,
surveyrate dan contac rate

2.3. HASIL PENCAPAIAN PROGRAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR (PKD)


NO.
PKD
TARGET
PENCAPAIAN
KESENJANGAN
2013
2014
1.
ANC :
- K1
92 %
98,27%
98,3%
+ 6,3 %
- K4
92 %
110,7 %
81,5 %
- 10,5 %
- Persal.Nakes 94 %
93,99 %
91,9 %
-. 2,1%
- Kn Lengkap
100 %
97,7 %
95,6 %
- 4,4 %
- Bumil Risti
20 %
23.6 %
%
%
2.

3.

IMUNISASI :
- Hb <7 Hr
- BCG
- Polio 4
- Campak
- Dpt-HB-HB3
- Im Dsr Lengp
- TT 2 +
- AFP
- DO Bayi
- DO Bumil
ISPA :
- CFR
-

Incid.Rate

88 %
88 %
88 %
88 %
88 %
80 %
0,03 %o
< 10 %
< 10 %

94
89,40 %
95,8 %
90,9 %
87,7 %
78,4 %0
4,2 %

94%
94 %
83,7 %
93,2 %
77,1%
92 %
4,2 %

4 %o

0 %o

22 %

10 %

10 %

%o

IDENTIFIKASI MASALAH
- Sudah sadarnya ibu hamil untuk memeriksaan Keha
milan dan lahir ke tenaga kesehatan Krn program
JKN .
-Masyarakat mulai sadar khususnya Ibu hamil Resti
Untuk periksa kesarana kesehatan secara rutin 23,6
%.

+ 6. %
+6 %
- 4,3 %
+ 5,2 %
- 10,9 %
+ 12,9 %

- Masyarakat masih menganggap bahwa penyakit itu


Cuma batuk biasa .

4.

5.

DIARHE :
- CFR
- Inc. Rate

3 %o
10 40 %

2 %o
15 %

2%
13 %

TB PARU :
- P.diobati

100 %

100 %

100 %

Sputum px

10.7 %o

8.17 %o

9,47 %

-1,23 %

BTA +
Inc. Rate

10 % px.
2,2 %o

10,26 %
1,8 %o

9,47 %
2 %

+ 0.23 %
- 0,2 %

- 0,6 %o
- 100 %

- 0,5 %o
- 100 %

- 0,5 %o
- 100 %

0.1%o

-Tingginya angka incidens Kusta di wilayah


puskesmas (0,5%o)

89 %

86,7 %

+|9 %

9.6 %

9.6 %

- 5,4 %

- P.S.M dlm posyandu di pusk mulai membaik.


Sebesar 86.7 % .
-Tingginya angka KEP Total di wilayah
pusk.wonomerto 9,7 %

9,7 %
100 %
100 %
89 %
34 %

7%
92,16 %
96,09 %
81,5 %
34 %

+ 4,7 %
+ 10 %
+ 10 %
-1%
+16 % **

6.

7.

Kusta :
- Incid. Rate
- Tx.Rate
GIZI :
-D/S

80

-Gizi Kurang

15 %

-KEP Total
-Distr. Vit A Bayi
-Distr. Vit A Balita
-Distr. Fe 3
-TGR

5
90
90
90
18

%
%
%
%
%

1%

- Masih rendahnya pola hidup secara PHBS dari masyarakat .

-Tingginya angka penderita TB yang diobati sebesar


100%
- masyarakat Kurang sadar untuk memeriksakan spu
tum sehingga mencapai target yaitu : 9.47 %
-Rendahnya angka penemuan penderita TB sebesar
9,47 %o

-Tingginya angka TGR di wil. Puskesmas sebesar 34

% (** data survey tahun 03)

8.

9.
10.

11.
12.

PKM :
-Peny. Kelompok
-Kader Aktif
-Batra dibina
-JKN Mandiri

100 %
100 %
100 %
80 % K.K

100 %
90 %
0%
0%*

-PHBS
-POD

20 %.
100 %

33 %
0%

70 %
70 %

108 %
22,23 %

KB:
-KB Aktif
-Akseptor Baru
UKS :
-Cakupan Pel. UKS
-CakupanPenjaringan
DBD :
-CFR DBD
-Incidence Rate
APOTIK :
-Resep Antibiotik

100 %
100 %

100 %
100 %

2
%
0,07 %o

0
0

100 %

60 %

%
%o

100 %
90 %
0%
0%

0
- 10 %
- 16 %
- 80 %

28,7 %
0%

67,9 %
13,5 %

-Pencapaian tingk.keaktifan kader posyandu sebesar


90 %
-Belum adanya peran serta masyarakat dalam JPKM
(0%)
-Rendahnya pencapaian PHBS sebesar 28,7 %
-Tidak adanya POD di wilayah puskesmas sebesar 0
%

+ 38 %
-47,77 %

100 %
100 %
0,62
0,04
70 %

%
%o
- 31.2%

Tingginya pemakaian antibiotika di puskesmas

13.
14.

15.

16.

16.

-Tindakan injeksi
LABORAT. :
-Px.sederhana

50 %

50 %

40 %

6%

90 %

90 %

+ 44.4 %

Telah optimalnya pelayanan laboratorium Sederhana


di puskesmas.

SANITASI :
-SAB

69%

83,3 %

83,3 %

+|3,3 %

-Jamban

60%

40 %

40 %

-3,8 %

-SPAL
-TTU

60%
100%

23 %
100 %

44,5 %
100 %

-15,5%

USILA :
-Jml.Kel.Usila dibina

100

40 %

50 %

72.6 %

72.15 %

100 %
50 %
100 %

100 %
100 %
100 %

19 %
1 %

19 %
1%

-Jml.Usila Dilayani
60 %
BP GIGI /UKGS:
-Peny. Gigi di TK
25 %
-Demo Sikat Gigi
100 %
-Pelayanan Pripurna
20 %
siswa SD/MI
-Kunjungan BP Gigi
9%
-RatioExtractieRawat
1 %
Gitap
QA (Kepatuhan pada
standart)
- ANC
100 %

85 %

sebesar 60 % .
Tindakan agak tinggi injeksi penderita sebesar 40 %

Tingkat pencapaian SAB di Pusk.sebesar 83,3 %


Rendahnya tingkat pencapaian Jaga di Pusk sebesar
40 %
Rendahnya tintgkat pencapaian SPAL di pusk.
Sebesar 44 %

pencapian pembinaan kelomp. Usila dibina sebesar


50 %

+ 10 %
0

Imunisasi
ISPA
Diare

100 %
100 %
100 %

94 %
85 %
83 %

III. PERUMUSAN MASALAH


3.1. Identifikasi masalah
Dari pemaparan hasil pencapaian program terpilih selama tahun 2013 kami
mengidentifikasikan beberapa masalah yang dapat diangkat untuk di perbaiki pada
tahun 2014, adapun permasalahan tersebut adalah sebagai berikut :
NO.
1.
2.
3.

PKD
KIA
IMUNISASI
TB PARU

IDENTIFIKASI MASALAH
-Rendahnya deteksi risti oleh nakes sebesar 23,6 %
- Tidak adanya Angka DO bayi sebesar 0 %
-Rendahnya pencapaian px.sputum tersangka sebesar 9,47 %
-Rendahnya penemuan penderita TB+| sebesar 9.47 %o

4.

GIZI

-Tingginya angka penderita TB di obati sebesar 100 %


-Rendahnya PSM (D/S) di posyandu sebesar 86,7 %
-Tingginya angka KEP Total di wil.pusk. sebesar 9,7 %

5.
6.

KUSTA
PKM

-Tingginya angka TGR di wil. Puskesmas sebesar 34 %


-Tingginya tingkat incidence Kusta di pusk. sebesar 0,5 %o
-Rendahnya pencapaian PHBS sebesar 28.7 %
-Rendahnya tingk. keaktifan kader posyandu sebesar 90 %
-Rendahnya POD di wil. Puskesmas sebesar 0 %
-Belum adanya Peran Serta Masyarakat dalam JKN Mnadiri

7.

OBAT

(0%)
-Tingkat pemakaian antibiotika di pusk. Sebesar 70 %

8.
9.

LABORAT
SANITASI

-Tingginya tindakan injeksi penderita sebesar 40 %


-Tidak optimalnya pelayanan laboratorium puskesmas
-Rendahnya tingk. pencapaian SAB dipusk.sebesar 83,7 %
-Rendahnya tingk. pencapaian Jaga di pusk. sebesar 40 %

10.

USILA

-Rendahnya tingk.pencapaian SPAL dipusk. sebesar 44,5 %


-Rendahnya pencapaian Kelomp. Usila dibina sebesar 72.15
%

3.2. ANALISIS MASALAH

Apa yang telah

ditampilkan di atas baik berupa grafik maupun angka,

memberikan gambaran hasil yang sangat bervariatif dari program satu ke program
lainnya. Data kesenjangan yang kami ambil dengan memperbandingkan antara
standar dan hasil pencapaian memberikan fenomena yang beragam , ada yang bernila
angka negatif yang artinya kurang dari target yang ditetapkan namun pula ada yang
bernilai positif atau melebihi dari standar target yang ada. Namun demikian kedua
bentuk kesenjangan ini tetap merupakan hal yang harus dicermati untuk sama-sama
di carikan penyebab yang rasional. Karena melebihi target bukan berarti kami harus
berbangga dengan apa yang dicapai, justru sebaliknya bila kelebihan jauh diatas
toleransi target akan tetap menimbulkan asumsi pada diri kami untuk segera
mendapat jawaban yang rasional dan valid.
Pada Laporan Tahunan 2013 kali ini kami juga mencoba menampilkan data tahun
2014, dengan maksud untuk melihat tingkat perkembangan puskesmas secara umum.
Dan dapat kami simpulkan secara umum bahwa upaya yang telah kami lakukan
menunjukan perbaikan yang cukup signifikan.
Dari hasil pencapaian program yang di paparkan pada prinsipnya kami
menyadari hampir semua program yang ada masih memiliki masalah baik dalam
sistem manajemen, sumbertenaga dan prasarana, dan tentunya memerlukan
pemecahan secara komprehensif , agar nantinya

semakin hari kualitas data dan

kualitas pelayanan yang diberikan semakin optimal.


Namun untuk efisiensi dan agar kegiatan semakin terarah maka kami perlu
melakukan pemilihan program prioritas dengan permasalahan yang signifikan, hal ini
telah

dilakukan

dengan

memaparkan

beberapa

program

( 11 )

beserta

permasalahannya dimana pada fase manajemen berikutnya akan kita coba untuk
mencari alternatif pemecahan dengan kegiatan yang terencana, terarah, terukur dan
terkontrol.
Ada yang perlu kami garis bawahi dari pemaparan hasil kegiatan selama
tahun 2014 , yaitu masih belum optimalnya sistim data basic di Puskesmas
Wonomerto hal ini dikarenakan system pencatatan (recording-reporting) yang tidak
efisien dan konsisten. Oleh karena itu Puskesmas Wonomerto sangat berambisi untuk
memperbaiki hal di atas , diantaranya optimalisasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK)
baik melalui pembenahan hard ware, soft ware maupun sumberdaya serta sistim
monitoring.

PENUTUP
Demikian Laporan Tahunan Puskesmas Wonomerto Tahun 2014 kami buat
dengan segala kekurangannya. Kami menyadari masih banyak masalah yang perlu
segera dipecahkan dengan terlebih dahulu menyusun skala prioritas, sumber dana,
tenaga dan pembenahan system manajemen, dengan harapan ditahun 2015 ada
peningkatan secara signifikan khusunya dalam hal kualitas pelayanan yang diberikan
kepada masyarakat.
Kami menyadari keberhasilan maupun kegagalan kami tidak terlepas dari
dukungan sitim manajemen yang lebih tinggi dalam hal ini Dinas Kesehatan
Kabupaten.Probolinggo dimana kami senantiasa berharap dukungan dari Dinas
Kesehatan baik berupa policy, system manajemen (control dan supervisi) sehingga di
Puskesmas senantiasa termotivasi dan terkontrol dalam koridor prosedur yang telah
ditetapkan.
Akhirnya semoga Laporan Tahunan Puskesmas Wonomerto kami buat dengan
sebenarnya atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

LAPORAN TAHUNAN

PUSKESMAS WONOMERTO
TAHUN 2014

Di Susun Oleh

GATOT SOSIKI. ST

DINAS KESEHATAN
KABUPATEN PROBOLINGGO

PROBOLINGGO

WUJUDKAN PELAYANAN :

PRIMA
PROFESIONAL
RESPONSIF
IKHLAS
MUTU
ACCEPTABLE

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami penjatkan kehadirat SWT atas terselesainya


Laporan Tahunan Puskesmas Tahun 2014 ini yang merupakan paparan hasil kegiatan
pelayanan kesehatan dalam kurun waktu satu tahun serta keadaan sarana dan
prasarana di Puskesmas Wonomerto dan Sebagai hasil dari kegiatan program pokok
Puskesmas Wonomerto.
Tak Lupa pula kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi
tingginya bagi segala pihak yang telah membantu terselesainya Laporan Tahunan
Puskesmas ini khususnya rekan rekan Karyawan / Karyawati Puskesmas
Wonomerto dimana dengan dedikasinya yang tinggi dan bahu membahu ikut
menyelesaikannya laporan kegiatan ini .
Kami menyadari sepenuhnya bahwa Laporan Tahunan ini masih terdapat banyak
kekurangan ,namun melalui saran serta kritik pembaca akan bermanfaat bagi
perbaikan laporan tahunan untuk tahun depan .
Akhirnya semoga laporan Tahunan Puskesmas Wonomerto Tahun 2014
ini dapat diterima oleh semua pihak baik karyawan/karyawati Puskesmas Wonomerto
serta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

KEPALA PUSKESMAS WONOMERTO


KABUPATEN PROBOLINGGO

GATOT SOSIKI. ST
NIP.19591118 198111 1 001

DAFTAR ISI

Daftar Judul
Daftar Isi
I. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Maksud dan Tujuan
II. Analisa Situasi
2.1. Data Umum
2.2. Data Khusus
2.3. Tabel Hasil Program
IV. Penutup
Lampiran - Lampiran