Anda di halaman 1dari 27

NURSE STATION

BIDAN

RUANG
MEMANDIKA
N BAYI
LOKER PASIEN

RUANG BAYI
SAKIT

Perawatan Tali Pusar

Membersihkan tali pusar, basahkan kapas atau menyeka di setiap pergantian popok.

Berikan perhatian khusus pada area dasar pada tali pusar, sangat dekat dengan tali pusar.
Seka dengan lembut tetapi dengan rata untuk mengeluarkan kotoran yang mungkin
bertumpuk di sana.

Pastikan untuk tersedianya udara untuk mencapai tali pusar.

Jika Anda memperhatikan tanda kemerahan atau tali pusar lepas, konsultasikan dengan
pelayanan kesehatan anak.

Cara Memandikan Bayi

Memandikan bayi adalah kegiatan penting yang harus dilakukan secara benar oleh orang tua.
Selain ditujukan untuk membersihkan badan bayi, memandikan bayi perlu dilakukan secara hatihati agar tidak melukai bayi mengingingat kondisi bayi yang sangat lemah. Selain itu,
memandikan bayi merupakan bagian penting dari perawatan bayi. Berikut beberapa cara dan tips
yang dapat dilakukan oleh para orang tua dalam memandikan bayi:

Siapkan terlebih dahulu keperluan mandi bayi.

Isi air hangat (36-37 C) ke bak mandi, periksalah suhunya.

Bukalah bajunya, bungkus dengan handuk di pangkuan Anda, usap matanya


dengan kapas yang dibasahi dengan air matang dingin, bersihkan sekitar
wajah dan mulut.

Bersihkan mata dari luar ke dalam, gunakan kapas yang dibasahi.

Basuh kepala, wajah, leher, dada, lengan, punggung dan tungkainya.


Perhatikan daerah lipatan.

Sabunilah kepala dan badan. Gunakan washlap. Pilih sabun bayi dengan
formal PH balance agar tidak pedih di mata.

Keramasi rambutnya, pegang kepalanya di atas bak mandi. Keringkan,


lepaskanlah handuk, letakkan satu tangan di bawah pundaknya, sementara
tangan lainnya diletakkan di pantat. Masukkan bayi secara perlahan ke bak
mandi.

Topang leher dan pundaknya, sabuni dan bilas. Pegang pantatnya dan
angkat. Bungkus dengan handuk. Tepuk-tepuklah agar kering. Biarkan bayi
terbungkus handuk saat memakaikan baju dan popok.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memandikan bayi, terutama di bagian-bagian
tertentu dimana kondisinya begitu sulit untuk dijangkau dan juga mengingat kondisi kulit bayi
yang masih sensitif. Daerah spesifik tersebut adalah:

Membersihkan seputar alat kelamin bayi

Pada bayi laki-laki:

Bersihkan kotoran yang ada pada kulup secara perlahan, dorong lembut kulit penis ke
pakaiannya. Sekalah (seko) kotoran dengan kasa basah.

Pada bayi perempuan:

Bersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang (dari kemaluan ke anus dan dapat diulang
dengan kasa baru), demikian pula dengan selangkangan.

Membersihkan bagian dalam telinga dan hidung

Bersihkan lubang
hidung yang terlihat
dengan kapas
(cotton bud) basah.

Bersihkan bagian terluar telinga


yang bisa dilihat dengan kapas
basah.

Payudara
(Breast
care) Pada
Ibu Nifas

PERAWATAN
PAYUDARA
(BREAST CARE)
PADA IBU NIFAS

Latar Belakang
Pasca melahirkan (masa
nifas) merupakan masa
atau

keadaan

selama

enam minggu atau 40


hari. Pada masa ini, ibu
mengalami
fisik

perubahan

dan

alat-alat

reproduksi
kembali

yang
ke

keadaan

sebelum hamil, masa


laktasi
maupun

(menyusui),
perubahan

psikologis menghadapi

keluarga baru.
Pada
masa
perawatan
merupakan

nifas
payudara
suatu

tindakan yang sangat


penting untuk merawat
payudara

terutama

untuk memperlancarkan
pengeluaran
Perawatan

ASI.
payudara

sangat

penting

dilakukan selama hamil


sampai masa menyusui.
Hal ini karena payudara
merupakan satu-satunya
penghasil

ASI

merupakan

yang

makanan

pokok bayi yang baru


lahir

sehingga

harus

dilakukan

sedini

mungkin.

Dimana

tujuan

perawatan

payudara

setelah

melahirkan,

salah

satunya

untuk

meningkatkan produksi
ASI

dengan

merangsang
kelenjar

kelenjarair

susu

melalui
pemijatan. (Saryono

dan Pramitasari, 2008).


Pemberian ASI ekslusif
serta proses menyusui
yang benar merupakan
sarana yang diandalkan
untuk

membangun

SDM yang berkualitas.

Selain itu dalam proses


menyusui yang benar,
bayi akan mendapatkan
perkembangan jasmani,
emosi

dan

yang

baik

spiritual
dalam

kehidupannya (Saleha,

2009).
Air susu yang pertama
kali dikeluarkan adalah
kolostrum mengandung
bahan-bahan

yang

berguna bagi bayi dan


bisa menjaga kekebalan

bayi. (Saleha, 2009).


Agar produksi ASI pada ibu nifas
lancar

maka

perawatan

diperlukan

diantaranya

berbagai

perawatan

payudara. Perawatan payudara adalah


suatu

tindakan

untuk

merawat

payudara terutama pada masa nifas


(masa

menyusui)

memperlancarkan

pengeluaran

(Indah Fedri, 2013).


Oleh karena itu penulis
menyusun makalah ini
dengan

judul

Perawatan

Payudara

(Breast Care) pada Ibu


Nifas.

untuk

asi

A. Tujuan Umum
Setelah
mendapat
penyuluhan
diharapkan

ini,
ibu

dapat

nifas

mengetahui

tentang

perawatan

payudara yang baik dan


dapat dilakukan sendiri
dirumah.

B. Tujuan Khusus
Setelah
dilakukan
penyuluhan
perawatan

payudara,

diharapkan ibu dapat:


1.
Mengetahui
pengertian

Mengetahui
dan

tujuan

perawatan payudara
3. Mengetahui akibat
jika

perawatan

payudara
2.
manfaat

tentang

tidak

dilakukan

perawatan payudara
4. Mengetahui waktu
pelaksanaan perawatan

payudara
5. Mengetahui hal-hal
yang perlu diperhatikan
dalam

melakukan

perawatan payudara

6.

Mengetahui

langkah-langkah

perawatan payudara
7. Mengetahui teknik

perawatan payudara
8.
Mengetahui
perawatan

payudara

dengan masalah
3

payudara ?
2. Jelaskan bagaimana
cara merawat payudara
yang baik pada masa

nifas?
3. Sebutkan akibat jika
tidak dilakukan
perawatan pada
payudara?

MATERI

PENYULUHAN
PERAWATAN
PAYUDARA (Breast

Care)
PADA MASA NIFAS

A. Pengertian
Post natal breast care
pada

ibu

merupakan

nifas
perawatan

payudara

yang

dilakukan

pada

ibu

pasca melahirkan/nifas
untuk

melancarkan

sirkulasi

darah

dan

mencegah tersumbatnya
saluran

payudara

sehingga memperlancar
pengeluaran

ASI.

Pelaksanaan perawatan
payudara dimulai sedini
mungkin, yaitu 1-2 hari
setelah bayi dilahirkan
dan dilakukan 2 kali

sehari. (Saleha, 2009)


Perawatan
payudara
adalah suatu kegiatan
yang dilakukan secara
sadar dan teratur untuk
memeliharan kesehatan
payudara waktu hamil
dengan

tujuan

untuk

mempersiapkan laktasi
pada waktu post partum

(Saryono, 2009).
Perawatan
payudara
adalah perawatan yang
dilakukan

pada

payudara

ibu

setelah

melahirkan

dan

menyusui

yang

merupakan suatu cara


yang

dilakukan

saat

merawat payudara agar


ASI

keluar

dengan

lancar (Suririnah,2007).
Jadi
perawatan
payudara

masa

nifas

adalah kegiatan yang


dilakukan

oleh

pasca

melahirkan

sebagai

upaya

memelihara

ibu
untuk

kesehatan

payudara

dan

membantu
memperlancar produksi
ASI.

B.

Manfaat dan

tujuan perawatan

payudara
Perawatan

payudara

hendaknya

dilakukan

sedini mungkin selama

kehamilan dalam upaya


mempersiapkan bentuk
dan

fungsi

payudara

sebelum

terjadi

laktasi.Jika
kurang

persiapan

dapat

terjadi

gangguan penghisapan
pada bayi akibat ukuran
puting yang kecil atau
mendelep. Akibat lain
bisa terjadi produksi Asi
akan

terlambat

kondisi
payudara

serta

kebersihan
ibu

tidak

terjamin sehingga dapat


membahayakan
kesehatan bayi. Dipihak
ibu, akibat perawatan
yang kurang pada saat
persalinan ibu belum
siap menyusui sehingga
jika bayi disusukan ibu
akan
atau

merasakan
perih

geli
pada

payudaranya.
Tujuan
perawatan

payudara adalah :
1.
Memelihara

kebersihan payudara
2.
Melenturkan dan
menguatkan puting susu

3.

Payudara

yang

terawat

akan

memproduksi

ASI

cukup untuk kebutuhan

bayi
4. Dengan perawatan
payudara yang baik ibu
tidak

perlu

bentuk
akan

khawatir

payudaranya
cepat

berubah

sehingga

kurang

menarik.
5. Dengan perawatan
payudara

yang

baik

puting susu tidak akan


lecet sewaktu dihisap

oleh bayi.
6. Melancarkan aliran

ASI
7. Mengatasi puting
susu

datar

atau

terbenam supaya dapat


dikeluarkan

sehingga

siap untuk disusukan


kepada bayinya

C. Akibat jika tidak


dilakukan perawatan

payudara
Berbagai
negatif
jika

dampak

dapat

tidak

perawatan

timbul

dilakukan
payudara

sedini

mungkin.

Dampak

tersebut

meliputi :
1.
Puting

susu

mendelep
2.
Anak

susah

menyusui
3. ASI lama keluar
4.
Produksi
ASI

terbatas
5.
Pembengkakan

pada payudara
6. Payudara meradang
7. Payudara kotor
8.
Ibu belum siap

menyusui
9.
Kulit

payudara

terutama puting akan


mudah lecet.

D. Waktu

Pelaksanaan
1.
Pertama

kali

dilakukan

hari

pada

kedua

setelah

melahirkan
2. Dilakukan minimal

2x dalam sehari
E.
Hal-Hal
Perlu
Dalam

Yang

Diperhatikan
Melakukan

Perawatan Payudara
1. Potong kuku tangan
sependek mungkin,serta

kikir agar halus dan

tidak melukai payudara.


2. Cuci bersih tangan
dan

terutama

tangan.
3.
Lakukan

jari
pada

suasana santai,misalnya
pada waktu mandi sore
atau sebelum berangkat
tidur.

F. Langkah-langkah

perawatan payudara
1. Persiapan alat untuk

perawatan payudara
a. Handuk 2 buah
b. Washlap 2 buah
c. Waskom berisi air

dingin 1 buah
d. Waskom berisi air

hangat 1 buah
e.

kelapa/baby oil
f.
Waskom kecil 1

Minyak

buah berisi kapas/kasa

secukupnya
g.
Baki, alas

penutup
2. Pelaksanaan
a.
Memberikan
prosedur

yang

dan

akan

dilaksanakan
b.
Mengatur
lingkungan yang aman
dan nyaman

c.

Mengatur

klien

dan

posisi
alat-alat

peraga supaya mudah

dijangkau
d.
Cuci
sebelum

tangan

dilaksanakan

perawatan payudara
e. Pasang handuk di
pinggang klien satu dan
yang satu dipundak

G. Teknik Perawatan

Payudara
1. Tempelkan kapas
yang

sudah

minyak

kelapa

diberi
atau

baby oil selama 5


menit, kemudian puting

susu dibersihkan
2. Tempelkan kedua
telapak tangan diantara

kedua payudara.
a. Pengurutan dimulai
kearah atas, kesamping,
lalu

kearah

bawah.Dalam
pengurutan

posisi

tangan kiri kearah sisi


kiri,
kanan

telapak
kearah

kanan.
b.
diteruskan

tangan
sisi

Pengurutan

kebawah,kesamping
selanjutnya melintang,
lalu

telapak

tangan

mengurut

kedepan

kemudian kedua tangan


dilepaskan

dari

payudara,ulangi

gerakan 20-30 kali


c.
Gerakan-gerakan
pada

perawatan

payudara
1) Gerakan Pertama
Kedua tangan disimpan
di bagian tengah atau
antara

payudara,

gerakan tangan ke arah


atas pusat ke samping,
ke

bawah

payudara

kemudian
diangkat

sedikit dan dilepaskan,

lakukan 20-30 kali.


2) Gerakan Kedua
Satu tangan menahan
payudara dari bawah,
tangan
mengurut

yang

lain

payudara

dengan pinggir tangan


dari arah pangkal ke
puting susu, dilakukan
20-30 kali dilakukan
pada kedua payudara

secara bergantian.
3) Gerakan Ketiga

Satu tangan menahan


payudara

di

bagian

bawah, tangan yang lain


mengurut dengan bahu,
jari tangan mengepal,
lakukan pengurutan dari
arah pangkal ke puting
susu,

20-30

kali

dilakukan pada kedua


payudara

secara

bergantian.
d. Selesai pengurutan,
payudara

disiram

dengan air hangat dan


dingin

bergantian

selama

keringkan

menit,
payudara

dengan handuk bersih


kemudian gunakan BH
yang

bersih

dan

menopang.
e. Bersihkan payudara

terutama bekas minyak


f. Pakailah BH yang
terbuka

bagian

depannya (untuk Ibu


menyusui)

dan

yang

menyangga buah dada


atau

langsung

susui

bayi. (Saryono, 2009)

H. Perawatan
Payudara Dengan

Masalah
1.
Cara

Bila Putting Tenggelam


Lakukan
gerakan

Mengatasi

menggunakan
ibu

kedua

jari

menekan
puting

dengan
kedua

dan

sisi

setelah

puting

tampak

menonjol

keluar

lakukan tarikan pada


puting

menggunakan

ibu jari dan telunjuk


lalu lanjutkan dengan
gerakan
puting

memutar
ke

satu

arah.Ulangi
beberapa

sampai
kali

dan

dilakukan secara rutin.


2.
Jika Asi Belum

Keluar
Walaupun

asi

belum

keluar ibu harus tetap


menyusui.

Mulailah

segera menyusui sejak


bayi baru lahir, yakni
dengan

inisiasi

menyusui dini, Dengan


teratur menyusui bayi
maka hisapan bayi pada

saat menyusu ke ibu


akan

merangsang

produksi

hormon

oksitosin dan prolaktin


yang akan membantu
kelancaran ASI.
biarkan

bayi

Jadi
terus

menghisap maka akan


keluar

ASI.

berpikir

Jangan

sebaliknya

yakni menunggu ASI

keluar baru menyusui.


3. Penanganan puting

susu lecet
Bagi
ibu

yang

mengalami lecet pada


puting susu, ibu bisa
mengistirahatkan

24

jam pada payudara yang


lecet dan memerah ASI
secara manual dan di
tampung

pada

botol

steril lalu di suapkan


menggunakan

sendok

kecil

dengan

.Olesi

krim untuk payudara


yang lecet. Bila ada
madu, cukup di olesi
madu pada puting yang

lecet.
4. Penanganan pada
payudara yang terasa

keras sekali dan nyeri,


asi menetes pelan dan

badan terasa demam.


Pada hari ke empat
masa

nifas

kadang

payudara terasa penuh


dan keras, juga sedikit
nyeri.Justru ini pertanda
baik. Berarti kelenjar
air

susu

ibu

mulai

berproduksi. Tak jarang


diikuti

pembesaran

kelenjar

di

ketiak,

jangan cemas ini bukan


penyakit

dan

dalam

masih
batas

wajar.Dengan

adanya

reaksi alamiah tubuh


seorang ibu dalam masa
menyusui

untuk

meningkatkan produksi
ASI,

maka

memerlukan
lebih

tubuh
cairan

banyak.Inilah

pentingnya minum air


putih 8 sampai dengan
10

gelas

(Mellyna, 2009)

sehari.

PENUTUP

Post natal breast care


pada

ibu

merupakan

nifas
perawatan

payudara

yang

dilakukan

pada

ibu

pasca melahirkan/nifas
untuk

melancarkan

sirkulasi

darah

dan

mencegah tersumbatnya
saluran susu sehingga
memperlancar
pengeluaran

ASI.

Pelaksanaan perawatan
payudara dimulai sedini
mungkin, yaitu 1-2 hari
setelah bayi dilahirkan
dan dilakukan 2 kali
sehari.

Perawatan

payudara

untuk

ibu

nifas yang menyusui


merupakan salah satu
upaya

dukungan

terhadap pemberian ASI

bagi buah hati.


Perawatan
payudara
pasca

persalinan

merupakan

kelanjutan

perawatan

payudara

semasa

hamil,

yang

mempunyai

tujuan

perwatan

sebagai

berikut :
1.

kebersihan payudara
2.
Melenturkan dan

menguatkan puting susu


3.
Payudara yang

Memelihara

terawat

akan

memproduksi

ASI

cukup untuk kebutuhan

bayi
4. Dengan perawatan
payudara yang baik ibu
tidak

perlu

bentuk
akan

khawatir

payudaranya
cepat

berubah

sehingga

kurang

menarik.
5. Dengan perawatan
payudara

yang

baik

puting susu tidak akan


lecet sewaktu dihisap

oleh bayi.
6. Melancarkan aliran

ASI
7. Mengatasi puting
susu

datar

atau

terbenam supaya dapat


dikeluarkan

sehingga

siap untuk disusukan


kepada bayinya

Diharapkan

setelah

melakukan penyuluhan
ini ibu bisa menerapkan
perawatan

payudara

dirumah

sehingga

pemberian
lancar.

ASI

akan