Anda di halaman 1dari 1

TERAPI HIPERTIROIDISME

Hipertiroidisme sering ditandai oleh fase sikliseksaserbasidan remisi yang tidak dapat
iduga awitan dan lamanya.

Terapi yang paling utama ditujukan untuk membatasi jumlah

hormone tiroid yang diproduksi oleh kelenjar. Bahan anti tiroid memberikan blockade kimiawi
terhadap sintesis hormone, efek yang diperoleh hanya selama obat diberikan. Sehingga bahna
tersebut dapat mengkontrolsecara aktif tirotoksisitas tetapi kemungkinan tidak mencegah
eksaserbasi pada beberapa periode selanjutnya pendekatan utama kedua ablasi jaringan tiroid,
sehingga membatasi produksi tiroid. Hal ini dapat dicapai dengan cara pembedahan atau dengan
ydium radioaktif. Karena prosedur ini menginduksi perubahan anatomic yang menetap pada
tiroid, pendekatan ini dapat mengkontrol fase aktif dan lebih mungkin untuk mencegah ekserbasi
atau rekurensi yang kemudian.
Indikasi prosedur ablasi termasuk relaps atau rekurensi setelah terapi obat, struma yang
besar, toksisitas obat, kegagalan untuk mengikuti regimen obat, atau kegagalan untuk kembali
pada pemeriksaan yang periodic. Tiredoktomi subtotal data dipilih untuk pasien yang berumur
dibawah 30 tahun yang memerlukan terapi ablasi. Namun ada beberapa pendapat yang
memutuskan untuk memberikan yodium radioaktif untuk pengobatan pasien dalam decade kedua
dan ketiga. Pembedahan juga dipilih untuk pasien yang struma yang sangat besar atau dengan
ndul yang kebetulan berfungsi, terutama jika ada riwayat radiasi pada leher dan kepala. Yodium
radioaktif merupakan prosedur ablatifpilihan pada pasien yang lebih tua, pada pasien yang
sebelumnya menjalani pembedahan tiroid, dan pada pasien yang menderita penyakit sistemik
yang merupakan kontraindikasi pembedahan selektif.
Pada pasien yang terseleksi untuk terapi antitiroid janga panajng,control yang
memuaskan hampir selalu dicapai jika obat yang cukup diberikan. Sebagian besar pasien dapat
ditatalaksana dengan propiltiourasil 100-150mg setiap 6- 8 jam. Atau 2 tab/3kali minum setiap
hari dengan sediaan 100mg. propiltiourasil memiliki keuntungan menghambat konversi perifer
T4 menjadi T3 sehingga membawa perbaikan simtomatik yang lebih cepat.1

1 Harrison, Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, (Jakarta: EGC, 2000) Ed 13


hal 2159