Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

IHYAULMAWAT CERTIFICATE:KONSEPSHARIAFARMING
REVITALIZATIONMENUJU PEMBANGUNANPERTANIAN BERKELANJUTAN
Ali Muhasan
Ahmad Rafif Raya

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan revitalisasi sektor pertanian di Indonesia.
Berdasarkan hasil studi literatur, disimpulkan bahwa upaya revitalisasi sektor pertanian salah
satunya adalah melalui political will (kemauan politik) pemerintah serta inovasi dan
pengayaan program berkelanjutan yang berbasis kerakyatan. Dalam hal ini maka political
will pemerintah secara totalitas sangat diperlukan untuk meningkatkan volume aktivitas
pertanian di Indonesia, misalnya adalah kemudahan dalam mengakses faktor-faktor produksi.
Salah satu faktor produksi yang sangat mempengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian di
Indonesia adalah luas Lahan Garapan. Dalam karya ilmiah ini metode penulisan yang
digunakan adalah Meta Analisis. Pada tahap pertama Penulis menggunakan Deskriptif
Kualitatif untuk menguraikan model dan mendeskripsikan program yang diusulkan.
Selanjutnya, untuk melakukan uji aktualisasi program metode yang digunakan adalah
Kuantitatif melalui model Analisis Regresi Sederhana, dengan variabel eksogenous (variabel
independen) adalah luas lahan dan variabel endogenous (variabel dependen) adalah total
produksi. Hasil analisis data tiga jenis komoditi tanaman palawija yang mayoritas di
konsumsi masyarakat Indonesia, yaitu Padi, Jagung dan Kedelai menunjukkan bahwa luas
lahan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap total produksi. Masing-masing
komoditi memiliki angka koefisien pengaruh sebesar 96,1% untuk Padi, 66,6% untuk Jagung,
dan 97,1% untuk Kedelai. Adapun jenis program yangpenulisusulkan dalam penelitian ini
adalah melakukan penerbitan Ihyaul Mawat Certificate oleh pemerintah.Sertifikat ini
merupakan suatu inovasi untuk diversifikasi model sukuk negarayang khusus digunakan
untuk mengembangkan sektorpertanian. Sertifikat ini dapat menjadi salah satu instrumen
revitalisasi sektor pertanianyang berbasis syariah (sharia farming revitalization) melalui
peningkatan akses lahan garapan oleh petani secara adil dan seimbang dengan media
pendistribusian Tanah Mati (Al-Mawat). Berdasarkan uji regresi sederhana tersebut maka
sertifikat ini sangat potensial dalam menciptakan peningkatan kontribusi sektor pertanian
terhadap pendapatan nasional dan diproyeksikan mampu membantu menurunkan angka
kemiskinan rumah tangga tani melalui peningkatan volume hasil pertanian. Dengan hadirnya
program tersebut maka pembangunan pertanian yang berkelanjutan lebih potensial untuk
dicapai.

KataKunci: Ihyaul Mawat Certificate, Lahan Garapan, Pembangunan Pertanian


Berkelanjutan, Political Will, Sharia Farming Revitalization