Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PRAKARYA

D
I
S
U
S
U
N
O
L
E
H
Nama : Amalia Nur Fitriani
Kelas : X MIA 1

Cara Membuat Lampion Dari Benang


Lampu hias benang merupakan kerajinan lampu hias yang unik. Banyak diminati oleh
masyarakat umum sehingga dapat kita tekuni sebagai satu usaha yang menguntungkan.
Lampu hias juga dapat digunakan sebagai suatu prakarya yang menarik untuk memenuhi
tugas di sekolah atau dikampus. Atau paling tidak bisa kita buat untuk kita gunakan sendiri.
Sudah sering kita temukan di internet tentang cara membuat lampu hias benang, tapi
kebanyakan tidak menjelaskan dengan lengkap, karena memang bukan ditulis langsung oleh
pembuatnya, melainkan hanya ditulis oleh blogger yang hanya mendengar secara teori saja
tapi belum tentu mengerti dalam hal implementasinya. Kali ini anda akan dapat mengetahui
dengan jelas bagaimana cara membuat lampu hias yang sebenarnya, langsung dari
pengalaman pembuat lampu hias benang, lengkap dengan gambar dari setiap tahap
pembuatannya.
Bahan dasar benang yang biasa digunakan dalam pembuatan lampu hias benang umumnya
ada 3 macam, yaitu: Lampu Hias Benang Woll, Lampu Hias Benang Jahit, dan Lampu Hias
Benang Obras.
Membuat kerajinan lampu hias benang bukanlah pekerjaan yang dapat kita selesaikan dalam
satu hari, melainkan pengerjaannya harus bertahap, dalam panduan ini akan saya bagi
menjadi beberapa tahap pengerjaannya:
1. Menyiapkan bahan dan peralatan
2. Proses gulung, lem dan pengeringan
3. Proses pemberian leher
4. Proses pembuatan pola karakter
5. Proses pembentukan karakter
6. Dudukan lampu dan finishing
Sebagai contoh dalam pembuatan lampu hias benang ini akan kita coba membuat sebuah
lampu hias benang karakter kartun, yaitu karakter Minie Mouse. Baiklan, sekarang kita
mulai tahap demi tahap proses cara membuat lampu hias benang obras yang unik, indah dan
menarik.

1.

Menyiapkan Bahan dan Peralatan

Sebelum memulai proses pembuatan lampu hias benang harus kita persiapkan dulu bahan dan
peralatan yang dibutuhkan seperti yang saya tunjukkan pada gambar diatas:

Benang Obras sesuai dengan warna karakter yang akan dibuat, umumnya benang
obras tersedia dalam gulungan kecil, sedang dan ukuran kiloan.
Kain Flanel sesuai dengan warna yang dibutuhkan.
Ballon Tiup diusahakan beli ballon metalik (ballon party) yang ukuran sedang,
karena balonnya lebih tebal dan bentuknya seimbang setelah ditiup.
Lem Kayu
Lem Power atau biasa disebut dengan lem korea dibutuhkan untuk penempelan
cepat.
Kabel Set kabel yang sudah satu set dengan colokannya.
Fitting Lampu dapat diperoleh di toko-toko listrik.
Bohlam Lampu 5 watt untuk ukuran lampu yang lebih besar dapat digunakan watt
yang lebih besar sesuai dengan cahaya yang kita inginkan.
Potongan Kayu sebagai dudukan fitting.
Bahan PVC bulat diameter 2,5 inch dan lebar 1cm digunakan sebagai leher dan
pembentukan lobang pada bola benang agar mudah memasukkan bohlam lampu.
Double tip dengan lebar 1,2cm.
Potongan kertas tebal/duplex 500gr dipotong memanjang 24cm dan lebar 1,5cm.
Gunting pilih gunting yang tidak terlalu tebal dengan ujung yang agak lancip
karena akan lebih mudah untuk menggunting bagian yang lebih kecil.
Cutter besar jangan cutter kecil karena terlalu lentur dan mudah patah
Obeng dan Tang
Kuas kecil yang biasa digunakan untuk melukis, dan kuas besar yang biasa
digunakan untuk cat tembok.
Benang Jala warna hitam, benang dengan ukuran besar yang nantinya dibutuhkan
untuk menyempurnakan pembentukan karakter. Bila tidak ada benang jala dapat
diganti dengan benang wol.

Semua yang disebutkan diatas adalah bahan dan peralatan yang kita butuhkan dalam proses
pembuatan lampu hias benang obras.
2.

Proses Gulung, Lem, dan Pengeringan

Setelah tahap persiapan bahan dan alat maka sekarang akan kita mulai tahap selanjutnya yaitu
proses gulung bola benang hingga siap untuk di keringkan setelah di lem.
Biasanya dalam proses penggulungan benang, diajarkan dengan cara gulung basah,
maksudnya bahwa dalam proses gulung ballon harus di oles dengan lem dahulu, benangnya
harus di cempungin di dalam lem dulu, atau benang ditarik melalui lem, dan juga melakukan
pengeleman berkali-kali sampai selesai. Semuanya itu disebut dengan proses basah, dimana
pada saat menggulung tangan kita pasti lengket dan berlumuran dengan lem.
Tapi proses yang akan kita lakukan adalah penggulungan dengan cara kering sampai selesai
proses penggulungan, jadi bisa kita lakukan penggulungan beberapa atau banyak bola
benang, dan baru kemudian nanti di lakukan pengeleman secara bersamaan sebelum di jemur.
Dalam penggulungan benang tidak mungkin seseorang langsung bisa melakukan dengan
baik, melainkan harus belajar dahulu cara-cara atau tehnik menggulung dan bila belum
berhasil jangan enggan untuk mencoba dan mencoba lagi sampai dihasilkan bola benang
dengan bentuk yang sesuai. Bila belum menguasai tehnik menggulung maka dipastikan
bentuk ballon yang tadinya bulat akan benjol-benjol setelah digulung dengan benang. Tidak
ada satu teori tehnik menggulung yang bisa kita tuangkan kepada seseorang dan langsung
bisa, tapi tehnik gulung tersebut akan dikuasai dan dipelajari saat mulai menggulung, sekali
kita menemukan tehniknya maka kita akan bisa menggulung ballon dengan gaya gulung kita
sendiri yang belum tentu sama dengan gaya gulung orang lain. Menggulung ballon ukuran
besar lebih sulit dibandingkan dengan ballon ukuran kecil, Oleh karena itu kita mulai belajar
dengan ballon kecil terlebih dahulu.
Mari kita langsung praktek sambil belajar beberapa tehnik dasar penggulungan benang,
sebagai
berikut:

1. Tiup ballon kira-kira seukuran bola takraw, atau buah melon, atau diameter 13cm,
kemudian ikatkan ujung ballonnya. warna ballon harus kontras dengan warna benang
yang akan kita gulung supaya nantinya bisa kita tau dengan jelas apakah ballon sudah
benar-benar tertutup dengan benang atu belum.
2. Letakkan benang obras dibawah rak gulung, atau alternatif lain letakkan di bawah
meja atau kursi yang ada lobangnya, atau bila tidak ada boleh letakkan di bawah
gagang pintu, atau apa saja yang penting benang bisa kita cantolkan atau tarik melalui
lobang tadi, sehingga waktu menggulung benang akan selalu tertarik ke atas dengan
mulus. Bila di letakkan begitu saja maka waktu menggulung benang akan tertarik dan
selalu jatuh. Dapat juga diletakkan di wadah yang memungkinkan benang untuk

berputar saat ditarik. Jika posisi nya sudah tepat kemudian lilitkan ujung benang pada
ujung/ikatan ballon
3. Mulai menggulung secara acak keseluruh bagian ballon, pada awal menggulung
diusahakan dengan lembut, benang jangan terlalu ditahan sehingga memberikan
tekanan lebih ke ballonnya yang dapat mengakibatkan ballon langsung benjol dan
kehilangan bentuknya. Tiap gulungan tidak boleh menumpuk pada satu tempat
melainkan harus selalu berpindah dan merata ke seluruh bagian benang, secara acak
tapi harus selalu seimbang. Intinya ballon harus selalu di putar supaya tidak ada dua
kali gulungan yang menimpa gulungan sebelumnya pada posisi yang sama, karena itu
akan memberikan tekanan lebih pada posisi itu. Ingat, bahwa ballon itu elastis,
didalam ballon itu ada angin, jadi bila kita tekan di satu tempat lebih besar dari pada
tempat lain maka angin yang ada di dalam ballon akan mencari tempat dimana
gulungan benang lebih lemah, yang akan mengakibarkan bentuk ballonnya menjadi
benjol. Jadi gulungan harus selalu seimbang.
4. Sebagai contoh coba perhatikan gambar diatas no.3 dan no.4, dari awal mulai
menggulung dimana benang masih jarang tapi terlihat merata disemua permukaan
ballon, hingga pada gambar no.4 gulungan sudah mulai terlihat rapat tapi
keseimbangan tetap terjaga, benang tetap memenuhi permukaan ballon secara merata,
sehingga bentuk ballon juga tetap terjaga bulat.
5. Lakukan proses yang sama sampai ballon tidak terlihat lagi, yang menandakan
gulungan benang sudah mulai tebal.
6. Rapikan gulungan dengan teliti dan merata. Ingat, posisi gulungan benang jangan di
atur dengan rapi, tapi harus selalu acak sehingga terlihat abstrak, karena disitulah
salah satu letak ke unikan lampu benang yang sedang kita buat.
7. Setelah ketebalan benang kira-kira cukup maka ikatkan ujung benang ke ikatan ballon
dan putuskan. Tidak ada ukuran pasti ketebalan benang yang kita gulung sebagai
ukuran bahwa gulungan sudah selesai. Apabila kita sudah sering gulung maka kita
akan menemukan feeling mengenai ketebalan yang sempurna. Tapi untuk pemula
sebagai patokannya adalah bahwa seluruh permukaan ballon sudah tidak terlihat lagi,
semua sudah tertutup oleh benang. Setelah selesai digulung coba hasil gulungan di
letakkan di tempat datar dengan ikatan ballon berada di atas, bila dapat berdiri dengan
baik dengan ikatan ballon tepat berada di atas dan ditengah, itu menandakan gulungan
kita sempurna.
8. Selanjutnya setelah selesai gulung, maka sudah siap untuk kita lakukan proses
pemberian lem agar nantinya setelah kering benang akan keras dan bentuknya tetap
terjaga setelah ballon di pecahkan. Lem fox harus kita cairkan terlebih dahulu.
Tuangkan lem fox ke dalam wadah, tambahkan air sedikit kemudian aduk hingga
merata, kemudian tambahkan lagi sedikit air dan aduk lagi. Jadi pada awal mengaduk
jangan langsung tambahkan air yang banyak karena itu akan mengakibatkan lem susal
larut dengan airnya, tambahkan air hingga encer seperti susu. Jangan terlalu kental
karena akan sulit untuk dapat meresap ke dalam benang, dan jangan terlalu encer
karena nantinya bola benang yang dihasilkan akan jadi lembek karena kekurangan
lem. Perkiraan kekentalannya adalah seperti susu kental yang biasa kita minum.
Tingkat kekentalan yang tepat akan kita temukan berdasarkan pengalaman.
9. Oleskan lem dengan menggunakan kuas besar ke seluruh permukaan benang secara
merata sampai benar-benar meresap hingga ke cetakan ballon yang ada di dalam
benang.
10. Sebagai tanda bahwa lem sudah benar-benar meresap dan cukup maka permukaan
benang akan kelihatan benar-benar basah oleh lem cair yang berwarna putih.

11. Jemur bola benang di tempat panas secara menggantung dengan mengikat atau
mengaitkan ikatan ballon.
12. Sisa-sisa lem yang kira oleskan secara berlebihan akan menetes dan terbuang pada
saat kita gantung dan jemur.
Setelah proses jemur, kita tinggal menunggu sampai benang benar-benar kering dan
keras, biasanya dibutuhkan waktu kira-kira sehari penuh dalam kondisi panas untuk
menghasilkan tingkat kekeringan yang sempurna. Bahkan bila cuaca kurang panas bisa
butuh waktu sampai 2 hari.
3.

Proses Pemberian Leher

Sesuai dengan namanya Lampu Hias Benang sudah pasti di dalamnya akan kita kasi bohlam
lampu agar dapat menyala, maka harus ada lobang untuk memasukkan bohlam lampu ke
dalam bola benang.
Dalam hal ini ada beberapa pembuat lampu yang hanya memberi lobang dibawah dengan
memotong/menggunting bagian lampu sesuai ukuran yang di inginkan, kemudian
dimasukkan begitu saja ke dudukan lampunya.
Jadi selain berfungsi sebagai lobang untuk tempat memasukkan bohlam lampu, juga sebagai
variasi menambah keindahan, dan juga agar antara bola benang dengan dudukan lampu
menyatu dengan sempurna, tapi juga mudah untuk dilepaskan bila kita akan mengganti
bohlam lampu jika suatu saat nanti mati/putus.
Proses pemberian leher ini kita lakukan setelah benang yang kita jemur sudah benar-benar
kering dan keras, maka ballon yang ada di dalam siap untuk di pecahkan dan dikeluarkan.
Berikut proses pengerjaannya:

1. Potong ujung ballon dengan menggunakan cutter, maka otomatis angin yang ada di
dalam ballon akan keluar dan ballon kempes. Seiring dengan kempesnya ballon
tersebut maka ballon akan menyusut dan terpisah di dalam bola benang.

2. Beri lobang atau sayatan/irisan melalui lobang kecil bekas ikatan ballon yang
dipotong tadi, gunakan cutter agar lebih mudah. Panjang irisan kira-kira 1,25inch
3. Setelah terdapat satu irisan maka ujung gunting sudah bisa masuk mlalui irisan itu,
selanjutnya gunakan gunting untuk member irisan di sekeliling lobang kecil tadi.
4. Potongan yang dibutuhkan sekitar 16 potongan sehingga lobang lobangnya mudah
kita buka, kemudian melalui lobang tersebut masukkan 2 jari untuk mengambil
pecahan ballon yang ada di dalam bola benang.
5. Siapkan bulatan PVC yang akan kita tempelkan pada lobang yang telah kita buat.
6. Sebelum ditempelkan, beri double tip mengelilingi bagian dalam PVC
7. Cabut seal double tip sehingga yang tersisa bagian lemnya aja yang menempel pada
PVC tersebut. Kemudian tempelkan pada lobang yang sudah dibuat, dengan lobang
kecil bekas potongan ujung ballon tadi sebagai poros/titik tengah.
8. Tahan PVC agar tidak bergeser dan rekatkan potongan/irisan kecil-kecil yang sudah
kita buat sebelumnya.
9. Setelah potongan-potongan tadi kita kita tempelkan mengelilingi bagian dalam PVC
yang sudah kita kasi double tip, maka lobang pada bagian bola benang akan terbuka
lebar.
10. Siapkan potongan kertas tebal/duplex yang kita potong kecil dan gulung agar bisa
masuk ke dalam lobang yang sudah terbuka, jadi posisinya berada dibagian dalam,
sehingga potongan-potongan benang berada di antara PVC dan kertas duplex tersebut.
11. Renggangkan gulungan kertas duplex dengan kuat sehingga menekan potonganpotongan benang tadi dan menempel kuat dengan PVC, atur antara kertas duplex
dengan PVC sejajar dan rapi.
12. Kemudian berikan lem power / lem korea ke sekeliling dengan merata sehingga antara
PVC, ujung potongan benang, dan kertas duplex menempel dengan sempurna.
13. Potong ujung-ujung benang yang mengelilingi PVC dengan menggunakan gunting.
14. Setelah digunting maka benang yang ada diantara PVC dan kertas duplex akan rata.
15. Rapikan dengan cutter sehingga ujungnya benar-benar rata dan rapi.
16. Periksa sekali lagi bagian dalam bola benang, dan pastikan sudah rapi dan tidak ada
benang yang menggantung, Karena kerapian sangat diutuhkan dalam setiap proses
yang kita lakukan. Selalu dilakukan kontrol pada akhir setiap tahap pengerjaan.
17. Proses pemberian leher selesai, bola benang sudah dapat berdiri dengan sempurna.
Dengan selesainya proses pemberian leher ini, maka telah siap untuk dilanjutkan ke tahapan
berikutnya yaitu pemberian hiasan atau model.
4.

Proses Membuat Pola Karakter

Dalam tahap ini saya akan member gambaran mengenai proses pembuatan pola karakter yang
akan kita berikan untuk menghiasi bola benang.

Sebelum kita mulai menggunting kain flannel untuk menghiasi bola benang agar tampak
lebih indah, maka terlebih dahulu kita pikirkan bentuk atau karakter yang akan kita buat.
Dalam contoh ini kita akan membuat karakter kartun minie mouse.
1. Langkah awal yang kita lakukan adalah menggambar karakter yang akan kita buat.
Sebagai patokan untuk mengatur skala gambar, kita buatkan lingkaran sebesar bola
benang yang akan kita buatkan karakter, bola benang yang kita punya berukuran kirakira 13cm. Buat gambar sebagus mungkin dengan perbandingan skala yang
proporsional antara setiap bagian yang akan kita gunting nantinya. Masing-masing
bagian kita gambar, seperti wajah, mata, hidung, mulut, lidah, kuping dan pinta.
2. Setelah jadi gambar dari setiap bagian-bagian dari karakter dengan skala yang
proporsional dan terlihat bagus, maka bagian-bagian itu kita extrak/pisahkan,
sehingga kita mempunyai gambar masing masing bagian secara terpisah-pisah. Proses
pembuatan gambar tersebut bisa kita lakukan di computer dengan program yang kita
pahami penggunaannya, kalau saya biasanya menggambar di program corelDRAW.
Tapi bila tidak terbiasa dengan computer boleh juga digambar manual di kertas. Tapi
memang intinya harus bisa menggambar agar pola yang akan dibuat juga bagus.
3. Bila menggunakan computer, gambar dari bagian-bagian tadi bisa di print, dan bila
menggambar dengan manual berarti hasil gambarnya bisa langsung digunakan.
Selanjutnya gambar bagian-bagian yang terpisah tersebut di tempel menggunakan lem
di atas kertas karton yang kaku (duplex 500gr). Kemudian gunting mengikuti garis,
maka kita akan mendapatkan pola/cetakan dari masing-masing bagian tersebut.
Pola yang kita buat akan digunakan sebagai cetakan untuk memberi garis guntingan di kain
flannel yang akan kita gunting, dengan cara ini hasil yang kita dapatkan akan lebih rapi.
Apabila kita menggambar langsung di atas kain flannel tanpa membuat pola/cetakan terlebih
dahulu akan terasa sulit.
5. Proses Pembentukan Karakter
Sekarang kita akan mulai membentuk karekte kartun Minie Mouse dari mulai menggambar
garis guntingan di atas kain flannel sesuai dengan cetakan yang sudah dibuat, menggunting
sampai menempelkan di atas permukaan bola benang.

1.
Ambil salah satu pola/cetakan yang sudah dibentuk dengan kertas karton tebal / duplex
sebelumnya, contohnya pola wajah, kemudian tempelkan di atas kain flannel warna
pink muda, tahan dan beri garis di sekeliling pola tersebut dengan menggunakan
ballpoin.
2. Angkat cetakan pola tersebut dari kaun flannel maka akan terlihat pola tersebut
tercetak di atas kain flannel, selanjutnya gunting kain flannel mengikuti garis yang
sudah ada.
3. Lakukan pencetakan dan pengguntingan pola-pola yang dibutuhkan hingga semua
bagian yang dibutuhkan sudah selesai di gunting, dan jangan lupa warna-warnanya
sesuai gambar yang sudah dibuat.
4. Kita akan mulai menempel satu persatu bagian-bagian tersebut di atas permukaan
bola benang. Yang paling pertama di tempel adalah bagian wajah. Ambil pola wajah
dan beri lem fox yang asli (tanpa di encerkan) dan oleskan di satu sisi dengan
menggunakan kuas kecil (kuas yang biasa digunakan untuk melukis).
5. Setelah diolesi dengan lem secara merata kemudian tempel ke bola benang dengan
bagian bawah pola wajah hampir menempel pada leher. Tempelkan bagian tengah
secara vertical terlebih dahulu baru kemudian bagian pinggir-pinggirnya.
6. Setelah wajah tertempel dengan rapi maka yang selanjutnya kita tempel adalah
hidung. Penempelan hidung harus berada pada posisi yang benar, secara vertical harus
berada tepat di garis tengah wajah, tempelan hidung ini akan menjadi acuan kita untuk
penempelan bagian-bagian wajah lainnya. Setelah hidung lanutkan dengan menempel
kelopak mata, mulut, diikuti dengan lidah di atas tempelan mulut tadi.
7. Setelah selesai di tempel, periksa kembali apakah semua sudah rapi dan posisinya
sudah tepat. Apabila ada yang kurang rapi dan tepat segera betulkan sebelum lemnya
mengering.
8. Ambil bagian kuping dan beri lem pada bagian bawahnya yang akan ditempel ke bola
benang.
9. Tempelkan bagian kuping yang sudah diberi lem pada bola benang sesuai dengan
posisinya sehingga kuping berdiri dengan sempurna. Kemudian diamkan sebentar
hingga lemnya mongering dan kupingnya tidak jatuh lagi.
10. Agar karakternya lebih hidup, jelas dan terlihat bagus, maka akan kita beri garis
wajah dan disekeliling kornea mata. Oleskan lem dengan menggunakan kuas kecil
secara melengkung di bawah kelopak mata dan menyinggung bagian bawah kedua
kelopak mata tersebut. Sekalian oleskan juga lem di sekeliling kedua kelopak mata.

11. Tempelkan benang jala atau bisa juga menggunakan benang wol mengikuti lem yang
suda di oleskan tadi, tempelkan dengan rapi dan kemudian gunting ujung-ujung
benangnya.
12. Tempelkan kornea mata yang berwarna hitam kecil pada kelopak mata. Sehingga
sampai pada tahapan ini sudah bisa terlihat karakter minie mouse dengan jelas.
13. Yang terakhir kita tempelkan adalah Pita, oleskan lem fox pada bagian bawah
belakang pita.
14. Kemudian tempelkan di atas wajah dan tepat didepan kuping. Posisinya harus berada
tepat ditengah. Bayangkan garis vertical di tengah wajah, dan tempelkan pita tepat
ditengah garis vertical tersebut.
Setelah selesai pembentukan karakter tersebut kemudian diamkan hingga semua lem
mengering dengan sempurna. Untuk mempercepat pengeringan boleh menyalakan lampu di
dalam bola benangnya, karena panas yang timbul akan mempercepat proses pengeringan.

6. Dudukan Lampu dan Finishing


Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses panjang pembuatan lampu hias benang yang kita
lakukan:

1. Siapkan kabel set, fitting dan potongan kayu sebagai tatakan dan sebagai pondasi bagi
lampu hias agar berdiri lebih kokoh karena bertumpu pada tatakan kayu yang berat.
Beberapa pembuat lampu menggunakan dudukan lampu yang sudah jadi yang
bahannya terbuat dari bahan plastik yang ringan. Tapi saya lebih suka menggunakan
kayu limbah pallet karena motif kayunya yang unik sehingga terlihat lebih kokoh,
indah dan alami. Bentuknya boleh disesuaikan dengan selera, mau persegi, bulat atau
bentuk lain.
2. Rangkaikan kabel dengan fitting, prosesnya sangat mudah hanya dengan
nyambungkan kedua ujung kabel pada mur yang sudah tersedia pada fitting,
tempelkan dengan rapi agar tidak ada serat dari kedua ujung kabel tersebut yang
menyatu sehingga menyebabkan short circuit/korsleting. Setelah tersambung,
tempelkan fitting berada tepat di tengah potongan kayu pallet yang sudah dibentuk,
penempelan dapat menggunakan mur atau bisa juga menggunakan lem power/lem
korea, karena lem ini juga akan menempelkan fitting denga kayu secara kuat.

3.

4.

5.
6.

Pasangkan bohlam lampu, coba kabel di colokkan ke arus listrik, bila menyala berarti
proses pembuatan dudukan lampu selesai.
Selanjutnua kita berikan sentuhan akhir pada bulatan lampu hias yang sudah kita buat.
pastikan bahwa semua bagian-bagian dalam pembentukan karakter dari guntingan
kain flannel sudah kering dan menempel. Ambil lampunya dan balik, sekarang kita
berikan lobang atau sobekan pada leher dibagian belakang, fungsinya sebagai jalur
untuk kabel yang melintang di atas tatakan kayu. Sehingga nantinya lampu dapat
berdiri sempurna diatas dudukan/tatakan kayu yang sudah kita buat.
Leher yang kita buat dari bahan PVC warnanya putih, agar sesuai dengan karakter
yang kita buat maka PVC tersebut kita tutup dengan menggunakan kertas yang
berwarna merah. Boleh menggunakan kerts scrap atau kertas lain, yang penting
terlihat bagus dan berwarna merah, gunakan double tip / lem untuk menempel.
Dudukkan lampu pada tatakan, leher benar-benar menempel pada tatakan kayu
dengan rapat, sehingga fitting lampu yang ada di dalam tidak terlihat.
Periksa bagian belakang, bahwa lobang atau sobekan pada leher pas buat jalur
kabelnya. Bila sobekan kurang dalam boleh disesuaikan lagi sampai leher benar-benar
menempel dengan tatakan kayu secara sempurna.