Anda di halaman 1dari 4

KHAIRUNI AMINI-135130100111043

RESUME
SENYAWA TOKSIK/OBAT DAN MEKANISMENYA YANG MEMPENGARUHI
SISTEM IMUN,REPRODUKSI DAN PERKEMBANGAN.
1.Senyawa Toksik yang Mempengaruhi Sistem Imun
Imunomodulator merupakan substansi atau obat yang dapat memodulasi fungsi dan aktifitas
sistem imun.Imunomodulator dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :
a.imunostimulator berfungsi untuk meningkatkan fungsi dan aktivitas sistem imun
b.imunoregulator,yang dapat meregulasi sistem imun
c.imunosupresor yang dapat menghambat atau menekan aktivitas sistem imun.Zat yang
termasuk imunosupresan dapat digolongkan menjadi 5(lima)kategori :

Antineoplastik,seperti metotreksat
Logam berat,seperti : timbal,merkuri,kromium,arsenat
Pestisida.seperti: DDT,heksaklorobenzen(HCB),dieldrin,karbanil
Hidrokarbon berhalogen,seperti : kloroform,trikloroetilen,pentaklorofenol
Macam-macam
senyawa

seperti

benzo(a)piren,benzen,glukortikoid,dietilstilbenstrol,TCDD
Pada

tanaman

obat

yang

kebanyakan

diteliti

menunjukkan

adanya

kerja

imunostimulator,sedangkan untuk imunosupresor masih jarang dijumpai.Bahan yang dapat


menstimulasi sistem imun disebut biological response modifiers(BRM),dibagi menjadi dua
kelompok yaitu bahan biologis dan sintetik.Contoh yang termasuk bahan biologis yaitu
sitokin(interferon),hormon timus dan antibodi monoklonal,sedangkan bahan sintetik yaitu
senyawa muramil dipeptida(MDP) dan levamisol.
Lidah buaya(Aloe vera) adalah salah satu tanaman obat dari suku Liliaceae,tanaman
ini berasal dari Afrika,masuk Indonesia sekitar abad ke-17.Lidah buaya diperbanyak secara
vegetatif sehingga lebih cepat tumbuh.Ekstrak yang berupa gel mengandung zaat aktif
monosakarida dan polisakarida disebut ancemannan yang berefek terhadap sistem imunitas
tubuh

hewan.Tanaman

ini

juga

diketahui

memiliki

antikanker,antiinflamasi,antidiabetik,antimikroba dan antioksidan.

khasiat

sebagai

Sebagai imunomodulator,Aloe vera dapat meningkatkan aktifitas antikanker paa


pengobatan menggunakan melatonin.Acemannan meningkatkan aktifitas makrofag dari
sistem imun sistemik terutama dalam darah limpa serta meningkatkan produksi NO
makrofag.Zat aktif acemannan yang dikandung lidah buaya dapat berfungsi sebagai
imunomodulator dengan meningkatkan fungsi dan aktifitas sistem imun yang cenderung
berpolarisasi ke arah Th1,respon ditunjukkan dengan meningkatnya aktifitas sel makrofag
dan sel dendritik sebagai antigen presenting cells(APC).Ancemannan mrningkatkan aktivitas
makrofag melalui reseptor manosa yang terdapat pada permukaan selnya,sedangkan terhadap
sel dendritik melalui peningkatan eksptesi molekul MHC kelas II.Respon ini memacu
transkripsi ke dua gen APC tersebut untuk memproduksi IL-12,yang akhirnya memacu
diferensiasi sel ThCD4+ menjadi sel efektor Th1 dan memproduksi IFN- .Kemudian IFN-
berperan dalam fungsi kritis imunitas nonspesifik dan spesifik,yaitu mengaktifkan
makrofag,merangsang ekspresi MHC kelas I dan II APC,merangsang efek sitolitik sel natural
killer(NK) dalam melisis sel-sel yang terinfeksi virus dan bekerja terhadap sel B dalam
switching subkelas IgG yang bekerja mengeliminasi mikroba.Stimulasi acemannan terhadap
makrofag terjadi melalui reseptor mannosa yang terdapat di permukaan sel makrofag.
2.Senyawa Toksik yang Mempengaruhi Reproduksi
Penelitian mengenai efek bahan kimia rokok terhadap sistem reproduksi
menunjukkan

adanya

gangguan

spermatogenesis

.PAH

menyebabkan

atrofi

testis,menghambat spermatogenesis,dan merusak morfologi spermatozoa.Pemberian nikotin


menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron.Nikotin juga menghambat sel Leydig
sehingga menghambat sekresi hormon testosteron.
Asap rokok yang merupakan hasil pembakaran dari rokok telah diketahui
mengandung banyak senyawa berbahaya seperti tar,nikotin,dan nitrosamine.Beberapa bahan
karsinogen

dan

mutagen

lain

polonium,benzo(a)pirene,dimetilnitrosamine,naphthalane,CO2,H20x,
CO,merkuri,tembaga(Pb),dan

kadmium.Asap

rokok

yakni
NOx,

menyebabkan

SOx

dan

terganggunya

spermatogenesis dalam tubulus seminiferus.


Spermatogenesis merupakan proses perkembangan sel-sel spermatogenik yang terdiri
dari 3 tahap yaitu tahap spermatositogenesis atau proliferasi,tahap meiosis dan
spermiogenesis.Pemberian

PAH

dapat

menyebabkan

atrofi

testis,menghambat

spermatogenesis,dan merusak morfologi spermaozoa pada mencit.NO dapat menyebabkan


terhambatnya motilitas spermatozoa dan bersifat toksis pada sperma.Mencit yang terpapar

benzo(a)piren

mengalami

kerusakan

DNA

dan

meningkatnya

apoptosis

sel

spermatogonia.Mencit yang menerima timbal secara gavage menunjukkan adanya gangguan


spermatogenesis dan kerusakan DNA sel sertoli.
Asap rokok menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon testosteron.Nikotin
mempengaruhi kerja sistem saraf pusat dengan cara menghambat kerja GnRH sehingga
pembentukan FSH dan LH terhambat sehingga spermatogenesis berjalan tidak normal.Hal ini
diduga karena terjadi penurunan hormon testosteron.Perkembangan

sel spermatogenik

dipengaruhi hormon testosteron dan FSH.FSH berfungsi menstimulasi terjadinya


spermatogenesis dan kadar testosteron tinggi menjaga proses ini.Sedangkan testosteron
berperan dalam pembelahan profase meiosis pertama tahap diakinesis.
Penurunan jumlah spermatosit menyebabkan jumlah spermatid juga menurun karena
spermatosit juga mengalami meiosis kedua menjadi menurun. Sekresi hormon testosteron
yang menurun karena asap rokok menyebabkan terganggunya spermiogenesis.Hormon
testosteron dan FSH menyebabkan spermatid terikat pada sel sertoli.Hormon testosteron
menjaga semua tahap perkembangan spermatid .penurunan hormon mengakibatkan
terlepasnya spermatid dari sel sertoli ke lumen tubulus.hal ini mengakibatkan gagalnya tahap
spermiogenesis.Sel sertoli mempunyai peranan penting dalam spermiogenesis tetapia asap
rokok bersifat toksik terhadap fungsi sel sertoli.
3.Senyawa Toksik yang Mempengaruhi Perkembangan
Andaliman merupakan suatu tanaman khas yang ditemukan di daerah Sumatera
Utara.Andaliman dimanfaatkan sebagai bumbu masak dan sebagai tuba untuk menangkap
ikan.Penelitian lebih lanjut diketahui ekstrak Andaliman mempengaruhi perkembangan
embrio dengan kejadian meningkatnya kematian intrauterus berupa embrio resorp.
Ekstrak

andaliman

bersifat

teratogen

yang

mempengaruhi

pertumbuhan

fetus.Penurunan berat badan merupakan gambaran terjadinya kelainan perkembangan atau


malformasi.Pada penurunan berat badan ada kemungkinan disebabkan lamanya pemberian
ekstrak andaliman sehingga komponen senyawa-senyawa kimia yang aktif mempengaruhi
proliferasi sel.
Embrio yang berada pada periode praimplantasi lebih rentan terhadap kematian oleh
adanya xenobiotik.Senyawa yang bersifat toksik akan mempengaruhi sel-sel mesenkim
sehingga proliferasi embrio terganggu.Hal ini disebabkan pemberian andaliman mulai tahap
praimplantasi hingga organogenesis,sehingga senyawa aktif yang terdapat dalam andaliman
tidak mampu untuk mendetoksifikasikan ekstrak andaliman,sehingga zat aktif yang terdapat

di dalam ekstrak andaliman tidak dapat dieliminasi dan akan terbawa di dalam pembuluh
darah dan selanjutnya akan mempengaruhi dalam proses embrio yang pada tahap cleavage
tidak mampu mencapai tahap blastokista secara sempurna,sehingga embrio tidak bisa implan.
Pemberian ektrak andaliman pada mencit di tahap praimplantasi,dimana terjadi pada
umur kebuntingan 0 hingga 13 hari menunjukkan turunnya jumlah implantasi,meningkatkan
kehilangan praimplantasi,menurunnya jumlah fetus hidup. .Semakin tinggi konsentrasi
ekstrak andaliman diberikan cenderung bersifat embriotoksik.