Anda di halaman 1dari 18

LBM 4 KGD

Kulitku melepuh dan terasa panas.


STEP 1
Bula : tonjolan kulit berbatas tegas, d=>0,5 cm berisi cairan serous.
STEP 2
1. Apa bahaya diberikan pasta gigi pada luka bakar?
2. Macam-macam luka bakar?
3. Mengapa nadi meningkat?
4. Apa fungsi pemberian povidone iodine dan infuse NaCl?
5. Mengapa diberikan infuse NaCl 30 tetes/menit?
6. Bagaimana bisa terbentuknya bula?
7. Mengapa setelah terpasang infuse selama 5 menit kesadaran menurun?
8. Bagaimana respon tubuh terhadap luka bakar?
9. Dari tanda pasien pada kasus ini ternmasuk derajat luka bakar berapa?
10. Derajat luka bakar?
11. Fase-fase luka bakar?
12. Apa saja penyebab luka bakar?
13. Bagaimana langkah-langkah penanganan pada luka bakar?

STEP 3
1. Apa bahayanya diberikan pasta gigi pada luka bakar?
Luka bakar tidak boleh diberikan zat yang tidak larut dalam air mudah lembab
mudah terjadi infeksi.
Perubahan suhu yang drastic bisa terjadi vasokontriksi pembuluh darah
sekitar edema??
2. Mengapa nadi meningkat?
Luka bakar >30% (dewasa);anak-anak 20% respon kardiovaskuler
vasodilatasi perifer permeabilitas meningkatperpindahan cairan (Na, air,
plasma) dari intravascular ke ekstravaskuler Curah jantung menurun tensi
turun nadi akan meningkat.

3. Apa fungsi pemberian povidone iodine dan infuse NaCl?


Povidone iodine : sebagai antiseptic
NaCl : sebagai pengganti cairan dan vasodilator
4. Mengapa diberikan infuse NaCl 30 tetes/menit?
Untuk mengatasi syok hipovolemik.
IWL Dewasa = 15ml/KgBB/hari
Glukosa 5% sebanyak 2000ml
Jika urin > 1ml (anak2 BB 30kg atau kurang)1ml/KgBb/jam IWL dihentikan
Dewasa sampe 0,5-1 ml/kgbb/jam
5. Cara menghitung luas luka bakar?
Kepala-leher =9%
Dada-perut=18
Perineum=1%
Lengan =9%
Tungkai =18 %
tungkai anak-anak= 13,5% (yang lain sama kayak dewasa)
1 telapak tangan pasien=1% tubuh = rule of nines
6. Bagaimana cara hitung cairan terapi luka bakar?
24 jam pertama: RL 2-4ml/%luka bakar/kgbb 0,5 dosis pada 8 jam pertama,
0,5 nya lagi 16 jam berikutnya. kenapa RL????
Jaga volume urin 30-50ml/jm pada dewasa
NaCL : untuk syok hipovolemik yang berat
7. Bagaimana bisa terbentuknya bula?
Luka bakarvasodilatasi pembuluh darah permeabilitas meningkat Cairan ke
ekstravaskuler terjadi edema
8. Mengapa setelah terpasang infuse selama 5 menit kesadaran menurun?
Karena terjadi syok
karena wajah + leher melepuh akibat banyaknya asap yg terhirup edema jalan
nafas perfusi O2 kurang penurunan kesadaran
tanda2 luka bakar akibat inhalasi :
- Suara nafas tambahan
- Penurunan kesadaran
- Edema mukosa saluran nafas
- Sesak nafas
- Suara serak

- Batuk berdahak, sputum warna hitam


9. Macam-macam luka bakar?
Menurut mekanisme : paparan atau luka bakar termal (benda panas (cairan, uap,
benda padat), api), listrik, luka bakar kimia, radiasi
Menurut etilogi : air (70derajat C termasuk derajat 3), derajat emersi,hisap,
percikan
Menurut keseriusan luka:
Mayor : > 25-30%, anak2 >20%
Moderat : 15-25%, anak2 10-20%
Minor : <15%, anak <10%
Karena kimia :
- Alkali : lebih kuat daripada asam
- Asam
10. Bagaimana respon tubuh terhadap luka bakar?
- Kardivaskuler : vasodilatasi perifer permeabilitas meningkatperpindahan
cairan (Na, air, plasma) dari intravascular ke ekstravaskuler Curah jantung
-

menurun tensi turun nadi akan meningkat.


Kulit: kerusakan kulit, jika rusak penguapan berlebih
Renal : GFR turun lamakelamaan Gagal ginjal (biasanya akibat sengatan

listrik nekrosis jaringan mioglobinuria). Dicariii lagiiii!!!!


Imunologi : kerusakan kulit respon iumun pertama tidak ada mudah

terkena infeksi
- GIT??
11. Dari tanda pasien pada kasus ini termasuk derajat luka bakar berapa?
Derajat luka bakar II superfisial
12. Derajat luka bakar?
Derajat I : sampai epidermis, rasa sakit warna kemerahan, waktu sembuh 5-7

hari dapat sembuh sempurna


Derajat II :
a. Superficial : sampai dermis, folikel, kelenjar sebasea; rasa sakit,
terbentuk bula; sembuh 7-14 hari
b. Dalam : tidak terbentuk bula; sembuh 14-21 hari; bisa sembuh normal,
pucat berbintik-bintik

Derajat III : sampai dermis seluruhnya; warna coklat-hitam, kering, tidak

ada bula, sembuh >21 hari; sembuh akan terbentuk sikatrik


Derajat IV : sampai menembus otot
13. Fase-fase luka bakar?
- Fase akut : gangguan ABC, dapat terjadi obstruksi sal.nafas dalam 48-72 jam
-

pasca trauma, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit


Fase sub-akut : terjadi kehilangan/kerusakan jaringan yang menyebabkan

inflamasi dan infeksi


- Fase lanjut : sampai terbentuknya maturasi parut akibat luka bakar
14. Bagaimana langkah-langkah penanganan pada luka bakar?
15. Terapi cairan
16. Penghitungan luas
17. Inhalsi
18. Penanganan luaka bakar ibhalasi
19. Tx.luka bakar (kapan masuk Rs, kapan plg,
20.Cara pencegahan kecacatan luka bakar (penanganan komplikasi)

STEP 7
1. Apa bahayanya diberikan pasta gigi pada luka bakar?

Diolesi pasta gigi: tidak disarankan. Alasannya, pasta gigi memang terasa
dingin di kulit, karena mengandung mentol. Tapi jika dioleskan pada kulit
yang terkena luka bakar, pori-pori kulit akan tertutup pasta gigi itu.
Saat diobati, paramedis di rumah sakit akan kesulitan untuk membersihkan
luka, guna mencegah infeksi.
Dijelaskan Elsya Ovihardini dalam acara Live Saver CPR Competency seperti dilansir detikhealth.com, Minggu (8/4), saat tubuh terkena luka bakar maka
dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya.
Jika diolesi dengan odol atau margarin maka bisa menutupi kulit dan
menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh dan juga bisa
menghambat petugas medis untuk mengobati, urai Elsya yang saat itu
menjabat
sebagai
Asisten
Trainer
Medic
One
di
Jakarta.
Elsya menambahkan saat terjadi luka bakar maka jaringan kulit akan rusak.
Pengobatan yang paling baik adalah cukup dengan memberi air. Dan apabila
luka bakar yang dihasilkan kecil, misalnya terciprat minyak goreng, maka
setelah luka dibersihkan bisa diolesi dengan salep bakar di sekitar kulit yang
terbakar. Tapi jika lukanya besar, setelah dibersihkan harus dibawa ke rumah
sakit. JIBI/SOLOPOS/Tutut Indrawati

Pertolongan Pertama Yang Harus Dilakukan :


1. Jauhkan dari sumber panas.

Bila pakaian terbakar atau menjadi tempat berkumpulnya panas, maka pakaian harus cepat
dilepaskan. Kecepatan langkah ini akan menentukan derajad luka bakar. Semakin cepat
dilepaskan maka diharapkan derajad luka bakarnya semakin minimal.
2. Lakukan pendinginan pada area kulit yang terbakar. Celupkan bagian yang
terluka dalam air dingin atau letakkan di bawah aliran kran air selama kurang
lebih 15 menit atau sampai luka berkurang. Ulangi sesering mungkin.
Tindakan pendinginan ini akan menghentikan proses penghantaran panas
dari kulit yang terkena ke bagian kulit lainnya yang belum terkena sehingga
luka dapat diminimalkan. Di samping itu pendinginan dapat mengurangi rasa
sakit pada penderita. Kadang masyarakat justru punya persepsi yang salah
yang menganggap pemberian air akan menyebabkan luka bakar menjadi
menggelembung.

Hal ini mungkin disebabkan karena adanya air di dalam

gelembung luka bakar derajad 2 yang dianggap karena air kompresnya.


Pengertian ini salah karena air dalam gelembung itu berasal dari tubuh
penderita sendiri dan bukan dari kompresnya. Kompres air dingin justru akan
mencegah terjadinya gelembung kalau dilakukan secepatnya.
3. Jangan diolesi dengan segala macam bahan misalnya krem, mentega, odol,
kecap, minyak ular, dll, yang masih sering dilakukan di masyarakat.. Tindakan
ini tidak tepat karena

memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi pada

luka, menambah rasa sakit dan menyulitkan dokter yang akan memberikan
pengobatan, karena harus membersihkan luka tersebut.
4. Jangan pecahkan kulit yang melepuh. Bila lepuh pecah sendiri, biarkan kulit
seperti semula untuk mencegah infeksi. Mungkin perlu balutan ringan
(ditutup dengan kain bersih ).
5. Luka bakar tidak luas derajad 1, rawat kulit agar tetap kering dan bersih.
Periksa dokter bila terjadi tanda-tanda infeksi bakteri (demam, peradangan
dan pembentukan nanah).
6. Segera pergi ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat bila terjadi hal-hal
seperti di bawah ini :

Luka bakar pada muka, tangan , kaki atau alat kelamin.

Luka bakar sedang yang luasnya lebih besar dari telapak tangan
penderita.

Semua jenis luka bakar dalam.

Shock (pucat, keringat dingin, kulit lembab, napas dan nadi cepat,
mengantuk, pingsan).

Menghisap asap panas.

Luka bakar karena senyawa kimia, aliran listrik atau radiasi.

Pertolongan pertama yang cepat dan tepat pada luka bakar akan mengurangi
tingkat kerusakan jaringan yang mengalami luka bakar. Sebaliknya tindakan yang
lambat dan keliru menyebabkan penderita harus mengalami kerusakan yang berat
dan membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Sumber:
Suara Muhammadiyah
Edisi 2 2004

2. Mengapa nadi meningkat?


Luka bakar >30% (dewasa);anak-anak 20% respon kardiovaskuler
vasodilatasi perifer permeabilitas meningkatperpindahan cairan (Na, air,
plasma) dari intravascular ke ekstravaskuler Curah jantung menurun tensi
turun nadi akan meningkat.
3. Apa fungsi pemberian povidone iodine dan infuse NaCl?
Povidon-iodine ialah suatu iodovor dengan polivinil pirolidon berwarna
coklat gelap dan timbul bau yang tidak menguntungkan. Povidone-iodine merupakan agens
antimikroba yang efektif dalam desinfeksi dan pembersihan kulit baik pra- maupun
pascaoperasi, dalam penatalaksanaan luka traumatik yang kotor pada pasien rawat jalan
dan untuk mengurangi sepsis luka pada luka bakar .

Povidon-iodine bersifat bakteriostatik dengan kadar 640 g/ml dan bersifat bakterisid pada
kadar 960 g/ml. Mikobakteria tuberkulosa bersifat resisten terhadap bahan ini. Povidoniodine memiliki toksisitas rendah pada jaringan, tetapi detergen dalam larutan
pembersihnya akan lebih meningkat toksisitasnya.
Dalam 10% povidon iodine mengandung 1% iodiyum yang mampu
membunuh bakteri dalam 1 menit dan membunuh spora dalam waktu
15 menit .
Sumber:
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-sunartog2a-5287-3babii.pdf
4. Mengapa diberikan infuse NaCl 30 tetes/menit?
Untuk mengatasi syok hipovolemik.
IWL Dewasa = 15ml/KgBB/hari
Glukosa 5% sebanyak 2000ml
Jika urin > 1ml (anak2 BB 30kg atau kurang)1ml/KgBb/jam IWL dihentikan
Dewasa sampe 0,5-1 ml/kgbb/jam
5. Cara menghitung luas luka bakar?
Kepala-leher =9%
Dada-perut=18
Perineum=1%
Lengan =9%
Tungkai =18 %
tungkai anak-anak= 13,5% (yang lain sama kayak dewasa)
1 telapak tangan pasien=1% tubuh = rule of nines
6. Bagaimana cara hitung cairan terapi luka bakar?
24 jam pertama: RL 2-4ml/%luka bakar/kgbb 0,5 dosis pada 8 jam pertama,
0,5 nya lagi 16 jam berikutnya. kenapa RL????
Jaga volume urin 30-50ml/jm pada dewasa
NaCL : untuk syok hipovolemik yang berat
7. Bagaimana bisa terbentuknya bula?
Bulae (+) menandakan terjadinya perpindahan cairan dari jaringan interstisial (2nd spacing)
menuju 3rd spacing di atas dermis yang selanjutnya akan membentuk bulae tersebut.
Sumber:
trivoniluplaff.files.wordpress.com/2011/06/luka-bakar.docx

8. Mengapa setelah terpasang infuse selama 5 menit kesadaran menurun?


Karena terjadi syok
karena wajah + leher melepuh akibat banyaknya asap yg terhirup edema jalan
nafas perfusi O2 kurang penurunan kesadaran
tanda2 luka bakar akibat inhalasi :
- Suara nafas tambahan
- Penurunan kesadaran
- Edema mukosa saluran nafas
- Sesak nafas
- Suara serak
- Batuk berdahak, sputum warna hitam
8. Macam-macam luka bakar?
A. Flame Burns
Terjadi bila kulit mengalami kontak langsung dengan api
1. Keparahan tergantung lamanya waktu kulit terpajan dengan api
2. Bentuk lain dari flame burns adalah flash burns
a.
Disebabkan oleh ledakan yang berasal dari gas, atau berupa
partikel- partikel halus suatu benda panas
b.
Menyebabkan luka bakar derajat dua dan tiga pada seluruh daerah
kulit yang terkena, termasuk rambut
B. Contact Burns
Terjadi bila kulit mengalami kontak langsung dengan objek yang panas, misalnya besi
panas, setrika, dll. Jenis luka bakar ini, dapat memberikan gambaran mengenai bentuk
benda panas yang menyebabkan luka bakar tersebut
C. Radiant Burns
Terjadi apabila kulit terpajan dengan gelombang panas
1. Tidak selalu diperlukan kontak langsung dengan benda yang menghasilkan
gelombang panas untuk menimbulkan luka bakar
2. Dapat menimbulkan lepuh dan eritema
3. Bila pajanan terjadi dalam jangka waktu lama dapat meimbulkan karbonisasi
D. Luka terbakar terjadi bila kulit berhubungan dengan cairan panas
( biasanya air ).
1.
Air pada 158F ( 70C ) akan menghasilkan suatu luka derajat tiga pada
kulit orang dewasa, kira-kira dalam satu detik dari kontak ; pada 131F
(55C), hampir 25 detik dibutuhkan untuk menghsilkan luka bakar yangsama.
2.
Pemanas air hampir seluruh rumah di Amerika berasal dari pengaturan
pabrik kira-kira 130-140F, meskipun begitu, unit terbaru sekarang
disesuaikan menjadi sekitar 120F.
3.
Luka terbakar dapat dibagi menjadi 3 tipe :
a.
Luka imersi, yang mana bisa saja karena ketidaksengajaan atau
kecerobohan di rumah. Luka bakar imersi akibat kecerobohan di rumah

sering terjadi karena anak kecil ditempatkan di dalam kolam atau di bak
mandi yang di penuhi dengan air panas membara, dengan tujuan untuk
mendisplinkan atau menghukum si anak. Bentuk khas luka bakar dapat
terlihat, sebagai anak yang terrefleksi tenggelam di dalam air. Disekeliling
area dari kulit yang melingkari tiap-tiap daerah lutut tidak terkena karena
anak tersebut dipaksa berjongkok di dalam air.
Gambar 13.4 Penyiksaan anak dengan luka bakar. Anak biasanya dipegang
diantara tangannya, dan ke bawah pada air membara. Hasil luka bakar
menunjukkan bentuk khas dengan tidak terdapat luka di bagian lututnya,
fossa poplitea, dan daerah inguinal.
b.
Luka bakar karena percikan, atau tumpahan biasanya tidak sengaja,
disebabkan karena memercikkan, menumpahkan cairan panas ke tubuh.
Luka akibat tumpahan dapat terjadi bila seorang anak kecil menuangkan
pot berisi air panas dari kompor, dan cairan tumpah ke seluruh tubuh. Di
beberapa kasus, bentuk dari luka bakar harus berhubungan dengan cerita,
dengan yang paling berat luka bakarnya dari kulit kepala atau kepala.
c.
Luka bakar hangat biasanya karena ketidaksengajaan. Uap yang sangat
panas dapat menyebabkan luka berat pada mukosa saluran napas. Pada
beberapa kasus, edema laring massif dapat terjadi, penyebab asfiksia dan
kematian.
E.
Luka bakar karena microwave.
Microwave adalah gelombang elektromagnetik yang mana frekwensi berkisar antara
30-300.000 MHz dan panjang antara 1mm sampai 30 cm. Radiasi microwave adalah
non-ionisasi, oleh karena itu, efek biologi primernya adalah panas, yang mana
memproduksi melalui agitasi molecular dari molekul polar, seperti air. Pada system
biologi, oleh karena itu, Jaringan dengan komposisi air yang lebih tinggi (seperti otot)
akan menjadi lebih panas daripada jaringan dengan komposisi air yang lebih rendah
(seperti lemak). Standar operasi untuk mikroawave di dapur adalah pada 2,450 MHz.
1.
Tergantung pada panjang gelombang radiasi, dan ketebalan, orientasi, dan
karakter dari target, apabila ada salah satu atau kombinasi dari tiga hal ini :
a.
microwave terrefleksi.
b.
microwave diabsorbsi.
c.
microwave melewati di keseluruhan target.
2.
Surell et al, pada 1987 melaporkan pada suatu studi yang mana piglet
anestesi terekspos pada radiasi microwave dari sebuah 750 watt microwave
rumah tangga, pada energi penuh, dalam waktu berkisar 90-120 detik. Studi
itu menunjukkan :
a.
pada semua kasus, luka bakar memproduksi demarkasi yang sempurna,
luka bakar penuh.
b.
luka bakar yang mana lebih ekstensif di permukaan tubuh mendekati
alat pengeluaran ( biasanya bertempat di atas dari oven ).
c.
secara mikroskopik kasar menunjukkan penemuan yang konsisten dari
perubahan relative lemak subcutaneous, selain luka bakar pada kulit di
atas atau di bawah otot ( perubahan relative lapisan jaringan ). Arus nuklir
tidak ada.

d.

mikroskopik electron tidak memperlihatkan kerusakan selular atau


organel yang berarti.
3.
Hampir luka bakar karena microwave adalah karena ketidaksengajaan,
berkaitan dengan memasukkan tangan ke dalam microwane dengan tidak
mematikan benar-benar terlebih dahulu, atau karena ingesti dari cairan panas
yang dipanaskan ke dalam microwave. Pada satu pelaporan, seorang pria yang
menggunakan tambalan nitro transdermal mengalami luka baker derajat dua di
dekat tambalan itu, ketika dia duduk di sebelah oven microwave yang bocor.
Diperkirakan, plastic alumunium yang ada pada tambalan tersebut merupakan
factor yang menyebabkan kebakaran tersebut.
4.
Bentuk tidak biasa dari penyiksaan anak pernah dilaporkan pada tahun 1987
oleh Alexander et el yang mana berhubungan dengan dua kasus terpisah
yang mana seorang bayi perempuan umur 5 minggu, dan seorang anak laki-laki
umur 14 bulan yang terbakar karena diletakkan di oven microwave yang sedang
dinyalakan.
F. Luka bakar kimia adalah diproduksi oleh agent kimia seperti asam kuat dan alkali, sama
seperti agent lain seperti fosfor dan fenol. Luka bakar menghasilkan perubahan yang
lebih lambat daripada luka bakar akibat agent panas.
1.
Ekstensi luka tergantung dari :
a.
Agent kimianya.
b.
Kekuatan atau konsentrasi dari agent kimianya.
c.
Durasi kontak dengan agent tersebut.
2. Agent alkalin :
a.
Cenderung lebih menjadi luka berat disbanding agent asam ;
b.
Yang dapat menyababkan luka baker umumnya memiliki pH > 11.5
c.
Sering menghasilkan luka yang cukup tebal
d.
Menghasilkan luka yang menimbulkan nyeri; dan menusuk kulit dan licin.
3. Agen asam biasanya menghasilkan hanya sebagian dari ketebalan luka, yang mana
diikuti dengan eritema dan erosi yang superficial saja.
Bisono, Pusponegoro AD; Luka, Trauma, Syok dan Bencana. Dalam : Syamsuhidajat R,
Jong WD ed Buku Ajar Ilmu Bedah, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1997
9. Bagaimana respon tubuh terhadap luka bakar?
Luka bakar mengakibatkan peningkatan permebilitas pembuluh darah sehingga air, klorida dan
protein tubuh akan keluar dari dalam sel dan menyebabkan edema yang dapat berlanjut pada
keadaan hipovolemia dan hemokonsentrasi. Burn shock ( shock Hipovolemik ) merupakan
komplikasi yang sering terjadi, manisfestasi sistemik tubuh trhadap kondisi ini adalah :
1. Respon kardiovaskuiler
perpindahan cairan dari intravaskuler ke ekstravaskuler melelui kebocoran kapiler
mengakibatkan kehilangan Na, air dan protein plasma serta edema jaringan yang diikuti
dengan penurunan curah jantung Hemokonsentrasi sel darah merah, penurunan perfusi pada
organ mayor edema menyeluruh.
2. Respon Renalis
Dengan menurunnya volume inravaskuler maka aliran ke ginjal dan GFR menurun
mengakibatkan keluaran urin menurun dan bisa berakibat gagal ginjal

3. Respon Gastro Intestinal


Respon umum pada luka bakar > 20 % adalah penurunan aktivitas gastrointestinal. Hal ini
disebabkan oleh kombinasi efek respon hipovolemik dan neurologik serta respon endokrin
terhadap adanya perlukan luas. Pemasangan NGT mencegah terjadinya distensi abdomen,
muntah dan aspirasi.
4. Respon Imonologi
Sebagian basis mekanik, kulit sebgai mekanisme pertahanan dari organisme yang masuk.
Terjadinya gangguan integritas kulit akan memungkinkan mikroorganisme masuk kedalam
luka.
Bisono, Pusponegoro AD; Luka, Trauma, Syok dan Bencana. Dalam : Syamsuhidajat R, Jong
WD ed Buku Ajar Ilmu Bedah, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1997
10. Dari tanda pasien pada kasus ini termasuk derajat luka bakar berapa?
Derajat luka bakar II superficial
11. Derajat luka bakar?
1. Berdasarkan penyebab
Luka bakar karena api
Luka bakar karena air panas
Luka bakar karena bahan kimia
Laka bakar karena listrik
Luka bakar karena radiasi
Luka bakar karena suhu rendah (frost bite).
2. Berdasarkan kedalaman luka bakar
a. Luka bakar derajat I
- Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis
- Kulit kering, hiperemi berupa eritema
- Tidak dijumpai bulae
- Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi
- Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari
b. Luka bakar derajat II
- Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis, berupa reaksi inflamasi disertai proses
eksudasi.
- Dijumpai bulae.
- Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi.
- Dasar luka berwarna merah atau pucat, sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal.
Luka bakar derajat II ini dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
h Derajat II dangkal (superficial)
Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis.
Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea masih utuh.
Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-14 hari.

h Derajat II dalam (deep)


- Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis.
- Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea sebagian besar
masih utuh.
- Penyembuhan terjadi lebih lama, tergantung epitel yang tersisa. Biasanya
penyembuhanterjadi lebih dari sebulan.
c. Luka bakar derajat III
Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam.
Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea mengalami
kerusakan.
Tidak dijumpai bulae.
Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat. Karena kering letaknya lebih rendah
dibanding kulit sekitar.
Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar.
Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi, oleh karena ujung-ujung saraf sensorik
mengalami kerusakan/kematian.
Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar luka.
3. Berdasarkan tingkat keseriusan luka
American Burn Association menggolongkan luka bakar menjadi tiga kategori,
yaitu:

a. Luka bakar mayor


- Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang dewasa dan lebih dari 20% pada
anakanak.
- Luka bakar fullthickness lebih dari 20%.
- Terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata, telinga, kaki, dan perineum.
- Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa memperhitungkan derajat dan luasnya
luka.
- Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi.
b. Luka bakar moderat
Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang dewasa dan 10-20% pada anak-anak.
Luka bakar fullthickness kurang dari 10%.
Tidak terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata, telinga, kaki, dan perineum.
c. Luka bakar minor
Luka bakar minor seperti yang didefinisikan oleh Trofino (1991) dan Griglak (1992)
adalah :
- Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada orang dewasa dan kurang dari 10 % pada anak
anak.

- Luka bakar fullthickness kurang dari 2%.


- Tidak terdapat luka bakar di daerah wajah, tangan, dan kaki.
- Luka tidak sirkumfer.
- Tidak terdapat trauma inhalasi, elektrik, fraktur.
www.fk.uwks.ac.id/elib/Arsip/.../luka%20bakar%20akut%20text.pdf
Oleh ( Dr. Sunarso Kartohatmodjo Sp.B. MM )

2. Fase-fase luka bakar?


1 Fase akut
Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Secara umum pada fase ini, seorang penderita
akan berada dalam keadaan yang bersifat relatif life thretening. Dalam fase awal
penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas), brething (mekanisme
bernafas), dan circulation (sirkulasi). Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera
atau beberapa saat setelah terbakar, namun masih dapat terjadi obstruksi saluran
pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Cedera inhalasi adalah
penyebab kematian utama penderiat pada fase akut.
Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera
termal yang berdampak sistemik. Problema sirkulasi yang berawal dengan kondisi syok
(terjadinya ketidakseimbangan antara paskan O2 dan tingkat kebutuhan respirasi sel dan
jaringan) yang bersifat hipodinamik dapat berlanjut dengan keadaan hiperdinamik yang
masih ditingkahi denagn problema instabilitas sirkulasi.
2 Fase sub akut
Berlangsung setelah fase syok teratasi. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau
kehilangan jaringan akibat kontak denga sumber panas. Luka yang terjadi menyebabkan:
1. Proses inflamasi dan infeksi.
2. Problempenuutpan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju
epitel luas dan atau pada struktur atau organ organ fungsional.
3 Fase lanjut
Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan
fungsi organ-organ fungsional. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit
berupa parut yang hipertropik, kleoid, gangguan pigmentasi, deformitas dan kontraktur.
Bambang Darwono; F. Sutoko, Protokol Pengelolaan Luka Bakar, Bagian Bedah, FK
Undip/RS dr. Kariadi.
3. Bagaimana langkah-langkah penanganan pada luka bakar?
4. Terapi cairan
Rumus EVANS : dalam 24 jam pertama diberikan elektrolit : saline normal 1 ml/kgBB/
%luka bakar, koloid : 1 ml/kg BB/% luka bakar, glukosa dalam air 2000 ml. dan untuk 24
jam kedua diberikan elektrolit : saline normal setengah dari kebutuhan 24 jam pertama,
koloid : setengah dari kebutuhan 24 jam pertama, glukosa dalam air 2000 ml
Rumus BROOKE : dalam 24 jam pertama diberikan elektrolit : Ringer lactat1,5

ml/kgBB/%luka bakar, koloid : 0,5 ml/kg BB/% luka bakar, glukosa dalam air 2000 ml.
dan untuk 24 jam kedua diberikan elektrolit : setengah sampai tiga perempat dari
kebutuhan 24 jam pertama, koloid : setengah sampai tiga perempat dari kebutuhan 24 jam
pertama, glukosa dalam air 2000 ml
Rumus PARKLAND : Dalam 24 jam pertama diberikan elektrolit berupa Ringer lacktat 4
ml/Kg BB/% luas Luka Bakar Dan 24 jam kedua diberikan koloid sebanyak 20-60 % dari
volume plasma yang dihitung
(Hudak & Gallo : Keperawatan Kiritis: Pendekatan Holistik, ed. 6. EGC, 1996)
Rumus BAXTER.
Dewasa : Baxter.
RL 4 cc x BB x % LB/24 jam.
Anak: jumlah resusitasi + kebutuhan faal:
RL : Dextran = 17 : 3
2 cc x BB x % LB.
Kebutuhan faal:
1 3 tahun : BB x 75 cc
3 5 tahun : BB x 50 cc
diberikan 8 jam pertama
diberikan 16 jam berikutnya.
Hari kedua:
Dewasa : Dextran 500 2000 + D5% / albumin.
( 3-x) x 80 x BB gr/hr
100
(Albumin 25% = gram x 4 cc) 1 cc/mnt.
Anak: Diberi sesuai kebutuhan faal.
Bambang Darwono; F. Sutoko, Protokol Pengelolaan Luka Bakar, Bagian Bedah, FK
Undip/RS dr. Kariadi.
5. Penghitungan luas
Rule of nine :

Lund and Browder chart

www.fk.uwks.ac.id/elib/Arsip/.../luka%20bakar%20akut%20text.pdf
Oleh ( Dr. Sunarso Kartohatmodjo Sp.B. MM )
6. Inhalsi
Trauma luka bakar yang disebabkan oleh udara
panas yang mengenai mukosa saluran nafas.
Terjadi pada kebakaran dalam ruang tertutup
atau akibat ledakan bom.
Gejala : bulu rambut hidung terbakar, terdapat
jelaga, dahak mengandung jelaga, bila berat
dapat muncul gangguan pernafasan akibat
oedem mukosa saluran nafas.
Sumber:

http://dokteryudabedah.com/wp-

content/uploads/2011/03/Lengkap-Tentang-Luka-Bakar.pdf
7. Penanganan luaka bakar inhalasi
8. Tx.luka bakar (kapan masuk Rs, kapan plg,
Pertolongan Pertama (di tempat kejadian):

Matikan api dengan memutuskan hubungan (suplay) Oksigen dengan


menutup tubuh penderita dengan selimut, handuk, seprai, karung, dll

Perhatikan Keadaan Umum penderita

Pendinginan:
1. Buka pakaian penderita
2. Rendam dalam air atau air mengalir 20 - 30 menit, derah wajah
dikompres air
3. Yang disebabkan zat kimia: selain air dapat dapat digunakan NaCI
(untuk zat korosif) atau gliserin (untuk fenol)

Mencegah infeksi:
1. Luka ditutup dengan perban/ kain kering bersih yang tidak dapat
melekat pada luka

2. Penderita ditutup kain bersih


3. Jangan beri zat yang tidak larut dalam air seperti: mentega, menyak,
kecap, pasta gigi,telor, dll
4. Rujuk ke Puskesmas

Menurut derajat Luka Bakar

Derajat 1: cuci dengan larutan antiseptik dan beri analgesik. Bila mengenai
daerah muka, genital rawat inap

Derajat 2: inj. TAS 1500 IU im atau inj. Tetanus Toksoid (TT) 1 ml im

Derajat 2 tidak luas tetapi terbuka : dicuci dengan larutan antiseptik, ditutup
kasa steril, beri zalf levertran. Bila tidak ada tanda infeksi, kasa diganti tiap 2
minggu

Derajat 3: rujuk ke RSUD dengan infus terpasang

Menurut Beratnya Luka Bakar

Ringan tanpa komplikasi: berobat jalan

Sedang: sebaiknya rawat inap untuk observasi

Berat : rujuk ke RSUD dengan infus terpasang

Indikasi Rawat Inap

Luka bakar didaerah wajah dan leher

Luka bakar di daerah tangan

Luka bakar di daerah mata

Inhalasi

9. Cara pencegahan kecacatan luka bakar (penanganan komplikasi)