Anda di halaman 1dari 4

Karakteristik Arus Lalu Lintas

Suatu proses pergerakan dari pengendara dan kendaraan yang melakukan interaksi
satu sama lain pada lingkuangannya merupakan awal terbentuknya arus lalu lintas. Perilaku
kendaraan arus lalu lintas tidak dapat diseragamkan karena setiap pengendara atau
pengemudi mempunyai sifat yang berbeda. Arus lalu lintas mengalami perbedaan
karakteristik akibat perilaku pengemudi yang berbeda, oleh karena itu perilaku pengemudi
berpengaruh terhadap perilaku arus lalu lintas. Ada tiga variable utama yang digunakan untuk
menjelaskan arus lalu lintas, yaitu volume, kecepatan, dan kepadatan. Variable lainna adalah
headway, spacing dan occupany.
Volume Lalu Lintas (q)
Volume merupakan sebuah variable penting pada teknik lalu lintas, dasarnya
merupakan proses perhitungan yang berhubungan dengan jumlah gerakan persatuan waktu
pada lokasi tertentu. Volume adalah banyaknya kendaraan yang melewati suatu titik atau
garis tertentu pada suatu penampang melintang jalan, biasa dinyatakan dalam satuan
kend/jam. volume lalu lintas menunjukan jumlah kendaraan yang melintasi satu titik
pengamatan dalam satu satuan waktu (hari, jam, menit).Sehubungan dengan penentuan
jumlah dan lebar jalur, satuan volume lalu lintas yang umum dipergunakan adalah lalu lintas
harian rata-rata, volume jam perencanaan dan kapasitas.
Data-data volume yang diperlukan yaitu berdasarkan arah arus, jenis kendaraan,
waktu pengamatan survei lalu lintas, volume yang diperolah dari pengamatan yang lebih dari
1 jam yang kemudian dikonversikan menjadi volume 1 jam, perbandingan volume satu jam
penuh dengan puncak dari flow rate pada jam tersebut
Kecepatan (S)
Kecepatan merupakan suatu laju pergerakan yang dinyatakan dalam satuan jarak
persatuan waktu (km/jam). Nilai perubahan kecepatan adalah mendasar tidak hanya untuk
berangkat dan berhenti tetapi untuk seluruh arus lalu lintas yang dilalui. Kecepatan untuk
memperpendak atau memperpanjang waktu dan jarak perjalanan tergantung pada sipemakai
jalan.
Kecepatan dibagi menjadi space mean spead dan time mean spead. Space mean
spead adalah kecepatan rata-rata kendaraam yang melintasi suatu segmen diruas jalan (waktu

tempuh diukur setiap kendaraan yang melintasi segmen jalan dan dihitung secara statistik.
Sedangkan time mean spead merupakan kecepatan rata-rata kendaraan yang melintasu suatu
titii diruas jalan, dimana rata-rata tersebut dihitung secara aritematik.
Kepadatan (k)
Kepadatan (density) adalah jumlah kendaraan yang menempati panjang ruas jalan
tertentu atau lajur, yang umumnya dinyatakan sebagai jumlah kendaraan per kilometer atau
satuan mobil penumpang per kilometer (smp/km). Kepadatan sulit diukur secara langsung
(karena diperlukan titik ketinggian tertentu yang dapat mengamati jumlah kendaraan dalam
panjang ruas jalan tertentu), sehingga besarnya ditentukan dari dua parameter volume dan
kecepatan. Untuk menghitung kepadatan rata-rata adalah volume lalu lintas dibagi kecepatan
rata-rata ruang.
Spacing (s) dan headway (h)
Spacing dan headway merupakan karakteristik tambahan dari arus lalu lintas. Spacing
adalah jarak antara dua kendaraan yang berurutan di dalam suatu aliran diukur dari bemper
depan satu ke bemper depan kendaraan dibelakangnya. Headway adalah waktu antara dua
kenderaan yang berurutan ketika melalui sebuah titik pada suatu jalan. Baik spacing maupun
headway berhubungan erat dengan kecepatan, volume dan kepadatan.
Lane Occupancy (R)
Lane occupancy (tingkat hunian lajur) adalah salah satu ukuran yang digunakan
dalam pengawasan jalan tol. Lane occupancy dapat juga dinyatakan sebagai perbandingan
waktu ketika kenderaan ada di lokasi pengamatan pada lajur lalu lintas terhadap waktu
pengambilan sampel.
Clearance (c) dan Gap (g)
Clearance dan Gap berhubungan dengan spacing dan headway, dimana selisih antara
spacing dan clearance adalah panjang rata-rata kenderaan. Demikian pula, selisih antar
headway dan gap adalah ekivalen waktu dari panjang rata-rata sebuah kenderaan.