Anda di halaman 1dari 3

Kami tiba pukul 11.30 wib.

Pemandangan yang terlihat begitu menakjubkan sebanding dengan


usaha kami melewati trek menuju air terjun tanggamus. Cuaca yang gerimis tidak menjadi
hambatan. Kami begitu terkesima air terjun yang tingginya kira-kira 20 meter itu mengalirkan air
dengan debit cukup besar dan sejuk. Dari jarak 10 meter dari air terjn kami sudah dapat
merasakan percikan air terjun Tanggamus. Air terasa begitu dingin dan jernih bahkan ada
beberapa angota kelompok kami yang meminum air langsung karena berasal dari pegunungan.
Air terjun itu tersusun dari batuan batuan beku yang ukurannya lumayan besar namun sangat
licin. Air terjun ini memiliki cabang air terjun kecil dibagian sebelah barat air terju utama.

FOTO AIR TERJUN UTAMA

Air terjun ini posisinya dikelilingi gunung tanggamus. Jadi letaknya agak melingkar (setengah
lingkaran) dan letaknya dibagian sisi. Air terjun percabangannya memiliki debit air yang kecil
dan berupa percikan percikan. Namun, tidak kalah menakjubkannya seperti air terjun utama. Air
terjun ini juga tersusun atas bebatuan yang indah. Tinggi air terjun ini hanya 1/3 tinggi air terjun
utama.

FOTO AIR TERJUN KECIL

Karena ini merupakan tugas geowisata kelompok kami. Kami tidak hanya melihatnnya dalam
bentuk wisata alam melainkan bentuk geologi dari objek wisata ini. Kami meneliti bentuk batuan
beku tersebut , dan asal usul dari air terjun Tanggamus ini.

VIDEO ASAL USUL AIR TERJUN

VIDEO PENJELASAN BATUAN

Setelah mengamati dan meneliti, kami melanjutkan tugas kami yang lain yaitu mewawancarai
warga mengenai objek wisata alam ini. Beberapa pengunjung terlihat sedang memfoto air terjun
Tanggamus ini dengan kamera berkualitas tinggi. Deny (21) , Pengunjung yang berasal dari
daerah Bandar Lampung. Ia mengetahui objek wisata ini atas info yang berasal dari temantemannya. Katanya wisata air terjun disini cukup menarik dan sangat indah. Ia datang
berkunjung untuk memfoto air terjun untuk menyalurkan hobinya dalam suatu komunitas
fotography yang nantinya akan dishare pada komunitas tersebut dan disebarluaskan, selain itu

tujuan yang lain adalah untuk menikmati keindahan objek wisata ini bersama temannya yang
lain. Ia datang menggunakan motor melewati trek sulit menuju air terjun. Hal yang ia sayangkan
adalah kurang diperbaiki akses perjalanan menuju air terjun namun, ia tak merasa kecewa karena
ia beranggapan bahwa menuju ke wisata ini merupakan suatu petualangan yang menarik. Tak
lama dari kedatangan kami datanglah pengunjung lain yaitu Anto (23), Pengunjung yang berasal
dari bandar lampung juga. Ia berkata bahwa ini merupakan hal yang baru karena ia baru
mendapatkan info ini dari temannya. Perjalanan menuju air terjun ia lewati dengan berjalan kaki.
Jika berjalan kaki trek tidak terasa sulit hanya berasa jauh saja perjalananya karena tidak ada
resiko seperti halnya menggunakan kendaraan bermotor. Tujuan ia datang kewisata ini adalah
untuk berwisata akhir pekan menghabiskan waktu bersama teman-teman. Menurutnya air terjun
ini begitu indah dan tidak kalah dsengan air terjun lainnya yang sebelumnya ia kunjungi.

FOTO BERSAMA PENGUNJUNG

Selanjutnyaa..
Saatnya kami menikmati kesejukan air terjun. Kami berendam di air terjun yang begitu sejuk dan
dingin, jernih dan deras. Beberapa anggota kami mendekati batuan dibawah air terjun disana
terasa sangat segar karena terkena air langsung dari sumbernya dan mereka berfoto diatas batuan
dekat sumber air terjun. Namun , hati hati terhadap batuan disana karena begitu licin , maklum
saja air terjun ini tidak banyak yang mengetahuinya sehingga tidak ada pengelolaan apapun
terhadap wisata ini. Kami tidak dikenakan tarif masuk objek wisata jika difikir lagi seharusnya
ini dapat dimanfaatkan warga sekitar sebagai mata pencaharian tambahan selain sebagian besar
bekerja sebagai petani. Kami banyak berselfie disini mengunakan tongsis itu merupakan hal
yang sudah lumrah dizaman sekarang. Setelah perut terasa agak lapar kami membuka beberapa
makanan yang telah kami bawa dan memakannya bersama anggota kelompok Tidak ada fasilitas
apapun ,baik itu mck ataupun gubuk kecil menjual makanan. Oleh karena itu disarankan untuk
membawa makanan yang berasal dari rumah dan apabila ingin berganti pakaian harus mencari
tempat agak jauh dari tempat wisata. Tak terasa hampir 2 jam kami berada dikawasan ini setelah
terasa begitu lelah kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Air terjun ini sangat
indah bila dikelola akan sangat baik sebagai tempat wisata baru di daerah Tanggamus.

FOTO FOTO

Ketika perjalanan pulang kami bertemu dengan seorang warga yang berjalan bersama anaknya.
Mulyani (40) ,yang bekerja sebagai petani didaerah sekitar gunung Tanggamus. Ia Berpendapat
bahwa wisata alam ini cukup bagus dan indah. Namun, kurangnya pemanfaatan oleh warga
sekitar. Menurutnya pemerintah (lurah) sudah memiliki wacanauntuk memperbaiki akses menuju
air terjun , namun hingga kini berita tersebut hanyalah menjadi wacana.

VIDEO