Anda di halaman 1dari 8

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun | r...

1 of 8

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1429279521

(http://www.rumahfiqih.com

/buku.php?id=8)

(http://www.rumahfiqih.com
Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA
/buku.php?id=9)

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan


Sengaja Puluhan Tahun

(http://www.rumahfiqih.com

Tweet

(whatsapp://send?text=Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan


Dengan Sengaja Puluhan Tahun http://www.rumahfiqih.com
/x.php?id=1429279521)
Fri 17 April 2015 20:00 | Shalat (bidang2.php?id=7) | 52.499 views

/buku.php?id=10)

(http://www.rumahfiqih.com
Pertanyaan :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, semenjak saya tahu website rumahfiqih.com saya
senantiasa belajar dari para asaatid yang istiqomah menyebarkan ilmu
Allah dengan ikhlas ini.
Terima kasih banyak atas ilmu yang diberikan asaatid rumahfiqih.com,
dan InsyaAllah saya adalah santri dari pesantren rumah fiqih ini.
jazaakumullah khairan.

/buku.php?id=11)

(http://www.rumahfiqih.com

/buku.php?id=12)

(http://www.rumahfiqih.com
Ustad, Saya ada beberapa pertanyaan tentang mengqodho sholat,
mohon perkenan ustad untuk menjawabnya :
1. Bagaimana hukum mengganti atau mengqadha shalat menurut
para fuqaha?
2. Bagaimana tata cara mengqadha atau mengganti sholat yang
ditinggalkan baik yang disengaja maupun tidak disengaja?
Mohon penjelasannya secara rinci
3. Selama ini jika saya meninggalkan sholat baik disengaja ataupun
tidak, saya tidak pernah menggantinya, apakah saya harus
mengganti shalat-shalat tersebut yang sudah berlangsung
selama puluhan itu ?
Mohon pencerahannya ustad, karena hal ini adalah kegalauan yang
belum saya temukan jawabannya secara memuaskan. Semoga Allah
membalas segala kebaikan ustad. Amin.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mengqadha' shalat artinya mengganti shalat yang terlewat dari waktunya.

/buku.php?id=13)

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=18)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=19)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=20)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=38)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=75)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=76)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=21)
(http://www.rumahfiqih.com

12/13/2016 14:16

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun | r...

2 of 8

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1429279521

Hukumnya wajib dikerjakan, sebab shalat yang terlewat waktunya tidak


gugur kewajibannya.
/buku.php?id=8)

A. Dalil Shalat Qadha


Ada beberapa hadits yang menjadi dasar wajibnya shalat Qadha, antara
lain

(http://www.rumahfiqih.com

1. Hadits Shahih Bukhari



/buku.php?id=9)

Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW bersabda,Siapa yang terlupa shalat,
maka lakukan shalat ketika ia ingat dan tidak ada tebusan kecuali
melaksanakan shalat tersebut dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.
(HR. Bukhari)

(http://www.rumahfiqih.com

/buku.php?id=10)

2. Praktek Nabi SAW Mengqadha' Empat Waktu Shalat Dalam Perang


Khandaq
(http://www.rumahfiqih.com
apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika meninggalkan 4 waktu
shalat, yaitu Dzhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya ketika berkecamuk perang
Khandaq di tahun kelima hijriyah.

/buku.php?id=11)

: :
( http://www.rumahfiqih.com


/buku.php?id=12)

Dari Nafi dari Abi Ubaidah bin Abdillah, telah berkata


Abdullah,Sesungguhnya orang-orang musyrik telah menyibukkan
Rasulullah SAW sehingga tidak bisa mengerjakan empat shalat ketika
perang Khandaq hingga malam hari telah sangat gelap. Kemudian beliau
SAW memerintahkan Bilal untuk melantunkan adzan diteruskan iqamah.
Maka Rasulullah SAW mengerjakan shalat Dzuhur. Kemudian iqamah lagi
dan beliau mengerjakan shalat Ashar. Kemudian iqamah lagi dan beliau
mengerjakan shalat Maghrib. Dan kemudian iqamah lagi dan beliau
mengerjakan shalat Isya. (HR. At-Tirmizy dan AnNasai)
3. Praktek Nabi SAW Mengqadha Shalat Shubuh Sepulang dari
Perang Khaibar

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=13)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=18)

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=19)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=20)
:
( http://www.rumahfiqih.com

/buku.php?id=38)
.

(http://www.rumahfiqih.com




/buku.php?id=75)




( http://www.rumahfiqih.com

/buku.php?id=76)

(http://www.rumahfiqih.com

/buku.php?id=21)
Dari Abdullah bin Abi Qatadah dari ayahnya berkata,Kami pernah
berjalan bersama Nabi SAW pada suatu malam. Sebagian kaum lalu
berkata, Wahai Rasulullah, sekiranya anda mau istirahat sebentar
bersama kami? Beliau menjawab: Aku khawatir kalian tertidur sehingga
terlewatkan shalat. Bilal berkata, Aku akan membangunkan kalian.
(http://www.rumahfiqih.com
Maka mereka pun berbaring, sedangkan Bilal bersandar pada hewan
tunggangannya. Namun ternyata rasa kantuk mengalahkannya dan
Selain itu juga apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika tertidur dan
habis waktu Shubuh saat terjaga saat pulang dari perang Khaibar di tahun
ketujuh hijriyah.

12/13/2016 14:16

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun | r...

3 of 8

akhirnya Bilal pun tertidur. Ketika Nabi SAW terbangun ternyata matahari
sudah terbit, maka beliau pun bersabda: Wahai Bilal, mana bukti yang
kau ucapkan! Bilal menjawab: Aku belum pernah sekalipun merasakan
kantuk seperti ini sebelumnya. Beliau lalu bersabda: Sesungguhnya
Allah Azza Wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan
mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula. Wahai Bilal,
berdiri dan adzanlah (umumkan) kepada orang-orang untuk shalat!
kemudian beliau SAW berwudhu, ketika matahari meninggi dan tampak
sinar putihnya, beliau pun berdiri melaksanakan shalat. (HR. Al-Bukhari)

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1429279521

/buku.php?id=15)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=5)

(http://www.rumahfiqih.com

B. Ijma' Ulama Atas Wajibnya Qadha Shalat


/buku.php?id=43)
Seluruh ulama dari semua mazhab fiqih yang ada, baik yang muktamad atau
yang tidak, tanpa terkecuali telah berijjma' atas wajibnya qadha' shalat.
Para ulama empat mazhab tanpa terkecuali satu pun telah bersepakat
bahwa hukum mengqadha' shalat wajib yang terlewat wajib. Tidak ada satu
pun ulama yang punya pendapat yang berbeda. Sebab dasar-dasar
kewajibannya sangat jelas dan nyata, tidak ada satu pun orang Islam yang
bisa menolak kewajiban qadha' shalat.
1. Mazhab Al-Hanafiyah
Al-Marghinani (w. 593 H) salah satu ulama mazhab Al-Hanafiyah
menuliskan di dalam kitabnya Al-Hidayah fi Syarhi Bidayati Al-Mubtadi
sebagai berikut :

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=39)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=36)

(http://www.rumahfiqih.com


/buku.php?id=40)
Orang yang terlewat dari mengerjakan shalat, maka dia wajib
mengqadha'nya begitu dia ingat. Dan harus didahulukan pengerjaanya
dari shalat fardhu pada waktunya. [1]
Ibnu Najim (w. 970 H) salah satu ulama mazhab Al-Hanafiyah menuliskan
dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut
:



Bahwa tiap shalat yang terlewat dari waktunya setelah pasti kewajibannya,
maka wajib untuk diqadha', baik meninggalkannya dengan sengaja,
terlupa atau tertidur. Baik jumlah shalat yang ditinggalkan itu banyak atau
sedikit. [2]

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=41)

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=42)

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=7)

2. Mazhab Al-Malikiyah
Ibnu Abdil Barr (w. 463 H) salah satu diantara ulama mazhab Al-Malikiyah
menuliskan di dalam kitabnya, Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah sebagai berikut
:

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=2)


Orang yang lupa mengerjakan shalat wajib atau tertidur, maka wajib
atasnya untuk mengerjakan shalat begitu dia ingat, dan itulah waktunya
bagi dia. [3]
Al-Qarafi (w. 684 H) salah satu tokoh ulama besar dalam mazhab
Al-Malikiyah menuliskan di dalamnya kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai
berikut :

(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=4)
(http://www.rumahfiqih.com
/buku.php?id=6)

12/13/2016 14:16

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun | r...

4 of 8

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1429279521

Pasal pertama tentang qadha. Mengqadha' hukumnya wajib atas shalat


yang belum dikerjakan.[4]
Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741) salah satu ulama mazhab Al-Malikiyah
menuliskan di dalam kitabnya, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :



Qadha' adalah mengerjakan shalat setelah lewat waktunya dan hukumnya
wajib, baik bagi orang yang tertidur, terlupa atau sengaja. [5]

3. Mazhab As-Syafi'iyah
Asy-Syairazi (w. 476 H) salah satu ulama rujukan dalam mazhab
Asy-Syafi'iyah menuliskan di dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai
berikut :


Orang yang wajib mengerjakan shalat namun belum mengerjakannya
hingga terlewat waktunya, maka wajiblah atasnya untuk mengqadha'nya.
[6]
An-Nawawi (w. 676 H) salah satu muhaqqiq terbesar dalam mazhab
Asy-Syafi'iyah menuliskan di dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah
Al-Muhadzdzab sebagai berikut :



Orang yang wajib atasnya shalat namun melewatkannya, maka wajib
atasnya untuk mengqadha'nya, baik terlewat karena udzur atau tanpa
udzur. Bila terlewatnya karena udzur boleh mengqadha'nya dengan
ditunda namun bila dipercepat hukumnya mustahab.[7]

4. Mazhab Al-Hanabilah
Ibnu Qudamah (w. 620 H) salah satu ulama rujukan di dalam mazhab
Al-Hanabilah menuliskan di dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :


Bila shalat yang ditinggalkan terlalu banyak maka wajib menyibukkan diri
untuk menqadha'nya, selama tidak menjadi masyaqqah pada tubuh atau
hartanya.[8]
Al-Mardawi (w. 885 H) salah satu ulama mazhab Al-Hanabilah menuliskan di
dalam kitabnya Al-Inshaf sebagai berikut :


Orang yang terlewat dari mengerjakan shalat maka wajib atasnya untuk
mengqadha' saat itu juga.[9]
Ibnu Taimiyah (w. 728 H) salah satu tokoh besar dalam mazhab
Al-Hanabilah menegaskan bahwa mengqadha' shalat itu wajib hukumnya,
meskipun jumlahnya banyak.



Bila shalat yang terlewat itu banyak jumlahnya maka wajib atasnya untuk

12/13/2016 14:16

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun | r...

5 of 8

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1429279521

mengqadha'nya, selaam tidak memberatkannya baik bagi dirinya,


keluarganya atau hartanya. [10]
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah (w. 751 ) menuliskan di dalam kitabnya
Ash-Shalatu wa Ahkamu Tarikuha sebagai berikut :



Adapun shalat lima waktu yang telah ditetapkan dengan nash dan ijma'm
bahwa orang yang punya udzur baik tidur, lupa atau ghalabatul 'aqli wajib
mengerjakannya begitu udzurnya sudah hilang.[11]
C. Mengganti Shalat Yang Sengaja Ditinggalkan
Seluruh ulama sepakat bahwa apapun latar belakang yang mendasari
seseorang meninggalkan shalat fardhu, baik karena sengaja atau karena
ada udzur yang syar'i, tetapi kewajiban untuk menggantinya tetap berlaku.
Oleh karena itu tidak ada bedanya dalam urusan tata cara
menggqadha'nya.
Namun ada sedikit catatan yang perlu diketahui, yaitu :
1. Mazhab Asy-Syafi'i Membolehkan Menunda Qadha' Bila Karena
Udzur
Umumnya para ulama sepakat bahwa menggaqadha' shalat itu wajib segera
dikerjakan, begitu seseorang telah terlepas dari udzur yang
menghambatnya. Misalnya, ketika terlewat gara-gara tertidur atau terlupa,
maka wajib segera mengerjakan shalat begitu bangun dari tidur atau
teringat. Dan hal ini juga berlaku buat orang yang secara sengaja
meninggalkan shalat fardhu tanpa udzur.
Namun khusus dalam pandangan mazhab Asy-syafi'iyah, bila seseorang
punya udzur yang amat syar'i ketika meninggalkan shalat, dibolehkan untuk
menunda qadha'nya dan tidak harus segera dilaksanakan saat itu juga.
Dalam hal ini kewajiban qadha' shalat itu bersifat tarakhi ().
Tetapi bila sebab terlewatnya tidak diterima secara syar'i, seperti karena
lalai, malas, dan menunda-nunda waktu, maka diutamakan shalat qadha'
untuk segera dilaksanakan secepatnya.
Bolehnya menunda shalat qadha' yang terlewat dalam mazhab ini
berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari berikut ini :

- -

Rasulullah beliau menjawab,"Tidak mengapa", atau " tidak menjadi soal".
"Lanjutkan perjalanan kalian". Maka beliau SAW pun berjalan hingga
tidak terlalu jauh, beliau turun dan meminta wadah air dan berwudhu.
Kemudian diserukan (adzan) untuk shalat dan beliau SAW mengimami
orang-orang. (HR. Bukhari).
2. Ibnu Hazm Menyendiri Tentang Tidak Ada Qadha' Kalau Sengaja
Meninggalkan Shalat
Ibnu Hazm (w. 456 H) menuliskan di dalam kitabnya, Al-Muhalla bi Atsar,
bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, tidak perlu
mengganti shalat yang ditinggalkannya secara sengaja.

12/13/2016 14:16

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun | r...

6 of 8

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1429279521

Orang yang sengaja meninggalkan shalat hingga keluar dari waktunya,


maka tidak dihitung qadha'nya selamanya. Maka dia memperbanyak amal
kebaikan dan shalat sunnah untuk meringankan timbangan amal
buruknya di hari kiamat, lalu dia bertaubat dan meminta ampun kepada
Allah SWT. [12]
D. Terlalu Banyak Meninggalkan Shalat, Apakah Tetap Wajib Diganti?
Tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa bila shalat yang terlewat
itu terlalu banyak jumlahnya, lantas kewajiban qadha'nya menjadi gugur.
Bahkan Ibnu Hazm yang selama ini berbeda dengan semua ulama yang
ada, juga tidak memandang gugurnya kewajiban qadha apabila alasannya
hanya karena jumlahnya terlalu banyak. Buat beliau, bila sengaja
meninggalkan shalat, gugurlah kewajiban qadha'.
Oleh karena itulah maka umumnya para ulama sepakat bahwa mau banyak
atau sedikit shalat yang ditinggalkan, tetap saja wajib untuk dikerjakan.
Bahkan Ibnu Qudamah dari mazhab Al-Hanabilah menyebutkan tentang
kewajiban menyibukkan diri dalam rangka mengqadha' shalat yang terlalu
banyak ditinggalkan.


Bila shalat yang ditinggalkan terlalu banyak maka wajib menyibukkan diri
untuk menqadha'nya, selama tidak menjadi masyaqqah pada tubuh atau
hartanya.[13]
Bahkan Ibnu Taimiyah sekalipun juga tetap mewajibkan qadha' shalat meski
sudah terlalu banyak. Dalam fatwanya beliau tegas menyebutkan hal itu :



Bila shalat yang terlewat itu banyak jumlahnya maka wajib atasnya untuk
mengqadha'nya, selaam tidak memberatkannya baik bagi dirinya,
keluarganya atau hartanya. [14]
Apa yang disebutkan oleh Ibnu Qudamah dan Ibnu Taimiyah itu juga
didukung oleh semua ulama lainnya. Bahwa meskipun hutang shalat itu
banyak, bukan berarti kewajiban untuk mengqadha'nya menjadi gugur.
Sebab logikanya, kalau untuk satu shalat yang ditinggalkan itu wajib diganti,
bagaimana mungkin ketika jumlah hutangnya lebih banyak malah tidak perlu
diganti? Kalau hutang duit seratus ribu wajib diganti, masak hutang seratus
juta tidak perlu diganti? Kalau begitu mendingan kita berhutang yang banyak
saja sekalian, biar gugur kewajiban membayar hutangnya.
Tentu argumentasi seperti itu agak menyalahi logika nalar dan akal sehat
setiap orang.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA
[1] Al-Marghinani, Al-Hidayah fi Syarhi Bidayati Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 73
[2] Ibnu Najim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal. 86
[3] Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah, jilid 1 hal. 223
[4] Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 2 hal. 380

12/13/2016 14:16

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun | r...

7 of 8

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1429279521

[5] Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 50


[6] Asy-Syairazi, Al-Muhadzdzab, jilid 1 hal. 106
[7] An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 68
[8] Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 435
[9] Al-Mardawi, Al-Inshaf, jilid 1 hal. 442
[10] Ibnu Taimiyah, Syarah Umdatu Al-Fiqhi, jilid 1 hal. 240
[11] Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Ash-Shalatu wa Ahkamu Tarikuha , jilid 1
hal. 68
[12] Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar , jilid 2 hal. 9
[13] Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 435
[14] Ibnu Taimiyah, Syarah Umdatu Al-Fiqhi, jilid 1 hal. 240

Baca Lainnya :
Memasukan Jari ke Kemaluan Pacar, Haruskah Kami Dicambuk
atau Dirajam? (x.php?id=1428656302&memasukan-jari-kekemaluan-pacar-haruskah-kami-dicambuk-100-kali.htm)
16 April 2015, 07:28 | jinayat (bidang.php?k=jinayat) | 37.598 views

Mencium Bau Gosong Saat Shalat, Diteruskan Shalatnya Atau


Batalkan? (x.php?id=1428942679&mencium-bau-gosongsaat-shalat-diteruskan-shalatnya-atau-batalkan.htm)
15 April 2015, 20:00 | shalat (bidang.php?k=shalat) | 4.849 views

Isteri Saya Nasrani, Islamkah Anak Saya? (x.php?id=1188511307&


isteri-saya-nasrani-islamkah-anak-saya.htm)
14 April 2015, 17:37 | aqidah (bidang.php?k=aqidah) | 10.462 views

Berbicara Dalam Shalat, Mana Yang Membatalkan Mana Yang


Tidak? (x.php?id=1428272715&berbicara-dalam-shalat-mana-yangmembatalkan-mana-yang-tidak.htm)
13 April 2015, 11:10 | shalat (bidang.php?k=shalat) | 5.591 views

Bisakah Hari Ini Kita Memiliki Budak Dan Menyetubuhinya Tanpa


Dinikahi? (x.php?id=1420891240&bisakah-hari-ini-kita-memilikibudak-dan-menyetubuhinya-tanpa-dinikahi.htm)
10 April 2015, 08:25 | muamalat (bidang.php?k=muamalat) | 38.167 views

Pernah Khilaf Berzina Dengan Pacar, Apakah Jadi Haram


Menikahinya? (x.php?id=1428111432&pernah-khilaf-berzinadengan-pacar-apakah-jadi-haram-menikahinya.htm)
9 April 2015, 18:30 | nikah (bidang.php?k=nikah) | 44.759 views

Haruskah Meniatkan Puasa Secara Khsusus Untuk Tiap Hari Puasa


Ramadhan? (x.php?id=1428111567&haruskah-meniatkan-puasasecara-khsusus-untuk-tiap-hari-puasa-ramadhan.htm)
8 April 2015, 06:20 | puasa (bidang.php?k=puasa) | 4.725 views

12/13/2016 14:16

Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun | r...

8 of 8

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1429279521

Mengapa Rumah Fiqih Selalu Menampilkan Perbedaan Pendapat?


(x.php?id=1428272774&mengapa-rumah-fiqih-selalu-menampilkanperbedaan-pendapat.htm)
7 April 2015, 05:05 | fiqih (bidang.php?k=fiqih) | 8.133 views

Hukum Membaca Ushalli Dalam Shalat, Bid'ahkah?


(x.php?id=1428272804&hukum-membaca-ushalli-dalam-shalatbid'ahkah.htm)
6 April 2015, 11:33 | shalat (bidang.php?k=shalat) | 11.325 views

Delapan Perkara Yang Harus Dilakukan Ketika Bertaubat


(x.php?id=1428134189&delapan-perkara-yang-harus-dilakukanketika-bertaubat.htm)
5 April 2015, 05:15 | umum (bidang.php?k=umum) | 7.610 views

Tata Cara Shalat Gerhana dan Ketentuannya


(x.php?id=1412419253&tata-cara-shalat-gerhanadan-ketentuannya.htm)
4 April 2015, 15:20 | shalat (bidang.php?k=shalat) | 264.588 views

Bersalaman Seusai Shalat : Antara Boleh Dan Haram, Mana Yang


Benar? (x.php?id=1427274403&bersalaman-seusai-shalat--antaraboleh-dan-haram-mana-yang-benar.htm)
3 April 2015, 05:38 | shalat (bidang.php?k=shalat) | 15.628 views

Kenapa Imam As-Sudais Membaca Basmalah Dengan Keras?


(x.php?id=1427827113&kenapa-imam-as-sudais-membacabasmalah-dengan-keras.htm)
2 April 2015, 05:45 | shalat (bidang.php?k=shalat) | 21.076 views

Berdosakah Seorang Ibu Yang Tidak Membagi Harta Waris Suami


Kepada Anak-anaknya? (x.php?id=1427274407&berdosakahseorang-ibu-yang-tidak-membagi-harta-waris-suami-kepadaanak-anaknya.htm)
31 March 2015, 10:53 | mawaris (bidang.php?k=mawaris) | 21.376 views

Kapan Laki-laki Boleh Memakai Sutera? (x.php?id=1427274453&


kapan-laki-laki-boleh-memakai-sutera.htm)
30 March 2015, 09:49 | umum (bidang.php?k=umum) | 4.594 views

TOTAL : 2267 artikel 17544815 views


www.rumahfiqih.com | Rumah Fiqih Indonesia
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi (visi.php) | Karakter (karakter.php) | Konsultasi (konsultasi.php) | Pelatihan (pelatihan.php)
Link Terkait : kampus syariah (http://www.kampussyariah.com) | sekolah fiqih (http://www.sekolahfiqih.com) | fiqih muslimah
(http://www.fiqihmuslimah.com) | fiqih kehidupan (http://www.fiqihkehidupan.com)

12/13/2016 14:16