Anda di halaman 1dari 17

PENGATURAN DAN PENGGERAK

MOTOR LISTRIK
MENGENAI:

Pengasutan Motor Dengan Pembalikan Arah


Putaran

OLEH

KELOMPOK 3
ARIEF KURNIAWAN
RAHMAD SALEH
RONI PRATAMA
YOGA TRI WARMEN

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis
dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini pada mata kuliah
Pengaturan dan Penggerak Motor Listrik. Shalawat beriring salam, tak
lupa penulis kirimkan kepada junjungan umat yakni Nabi Muhammad
SAW yang telah membawa umatnya dari alam kebodohan kealam yang
berilmu pengetahuan seperti saat sekarang ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan makalah ini
tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai
pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1

Dosen yang telah memberikan bimbingan serta tambahan


pengetahuan pada

Orang tua dan Keluarga yang telah memberikan dorongan moril dan
spirituil

penulis.

kepada penulis.

Teman-teman yang senasib dan seperjuangan yang telah


memberikan

bantuan dalam menyelesaikan makalah ini.

Akhirnya penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini


masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi
tercapainya kesempurnaan di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita pembaca terutama
bagi penulis sendiri, dan dapat berguna dimasa yang akan datang.
Padang, 20 Maret 2014

Penulis

1. Pendahuluan
Semua mesin listrik dengan daya lebih besar dari 370 W/0.37 Kw harus
disuplai melalui sebuah pengasut motor yang tepat. Hal ini disebabkan
oleh pada motor-motor AC dengan daya besar atau diatas 500 W pada
saat starting awal akan menarik arus yang cukup besar untuk
membangkitkan torsi, (daya putar) awal pada motor, untuk itu
diperlukan sebuah sistem pengasutan yang tepat untuk tujuan
proteksi.
Beberapa jenis pengasutan motor yang digunakan adalah:

Pengasutan
Pengasutan
Pengasutan
Pengasutan
Pengasutan
starting)

Langsung (Direct On Line)


Bintang Delta
dengan Autotransformator
dengan Tahanan Rotor
dengan pembalikan arah putaran (forward reverse

Disini akan dibahas tentang pengasutan motor dengan pembalikan


arah putaran (forward reverse starting motor). Rangkaian forward /
reverse, yaitu rangkaian maju dan mundur yang digunakan untuk
menjalankan sebuah mesin yang menggunakan induction motor
sebagai penggeraknya seperti mesin conveyor, yang digunakan untuk
mengirim material produksi dalam jumlah tertentu, kemudian diolah
dll.

o TEORI PEMBALIKAN ARAH PUTARAN MOTOR INDUKSI


Pada motor induksi, kita dapat membuat kinerja putaran pada motor
tersebut diputar dengan arah yang terbalik (putaran maju dan putaran mundur).
Membalik putaran motor listrik dapat ditemukan dalam sistem lift, pesawat angkat
(crane), belt conveyor, escalator, dan sebagainya.
Timer juga dapat diterapkan dalam system pengendalian arah putaran motor
listrik 3 fasa. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerusakan
pada lilitan motor sebagai akibat dari operasi mendadak dengan putaran dengan
arah yang berlawanan. Hal ini lebih tepat dilakukan terutama jika motor listrik 3
fasa beroperasi dalam kapasitas tegangan dalam beban yang tinggi.
Pembalikan putaran dilakukan dengan menukarkan dua fasa dari suplai,
pertukaran ini akan merubah arah arus yang akan membangkitkan medan putar
yang berlawanan arah dengan putaran medan putar sebelum fasa ditukar. Dengan
demikian putaran stator mengalami pembalikan.

Sebelum dilakukan penukaran dua buah fasa, dapat digambarkan seperti


berikut bentuk dari putaran sebuah motor.

Gambar a

Gambar b

Kumparan a-a; b-b; c-c dihubungkan tiga fasa, dengan beda fasa masingmasing 120o (Gambar a) dan dialiri arus sinusoid. Distribusi ia, ib, ic sebagai
fungsi waktu adalah seperti Gambar b. pada keadaan t1, t2, t3, dan t4, fluks
resultan yang ditimbulkan oleh kumparan tersebut masing-masing adalah seperti
Gambar c, d, e, f. Notasi yang dipakai untuk menyatakan positif atau negatifnya
arus yang mengalir pada kumparan a-a, b-b, dan c-c yaitu : untuk harga positif,
dinyatakan apabila tanda silang (x) terletak pada pangkal konduktor tersebut (titik
a, b, c), sedangkan negatif apabila ada tanda titik (.) terletak pada pangkal
konduktor tersebut. Sedangkan untuk arah medan adalah sesuai dengan kaidah
tangan kanan antara hubungan arus dengan medan magnet. Maka diagram vektor
untuk fluks total pada keadaan t1, t2, t3, t4, dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2.a

Gambar 2.b

Gambar 2.c

Gambar 2.d

Untuk membalikkan arah putaran motor, tindakan yang dilakukan adalah


dengan mengganti atau menukar dua buah fasa input. Misalnya pada gambar di
bawah, arus input fasa a berganti dengan arus input fasa b, sehingga dapat dilihat
pada gambar di bawah ini.

Gambar a)

Gambar b)

Akibat dari penukaran input arus fasa tersebut dapat diketahui bentuk
diagram vektornya, yaitu :

Kondisi t1

kondisi t2

Kondisi t3

kondisi t4

Dalam membalik putaran motor, operasi dari arah maju (forward) keputaran
mundur (reverse) tidak boleh dilakukan secara langsung atau mendadak tetapi
harus ada selang waktu beberapa detik atau menit. Jika hal itu dilakukan, maka
akan menyebabkan kejutan pada motor sehingga dapat memperpendek life time
dari motor itu sendiri dan juga dapat membuat motor tersebut jadi panas
(menimbulkan arus urutan negatif). Untuk itu, kita harus men-stop putaran motor
terlebih dahulu sebelum membalik arah putarannya.
2. Alat dan Bahan
Adapun Alat dan bahan utama yang digunakan pada Rangakaian
automatic forward reverse motor ini adalah :

Kontaktor Magnet

Kontaktor Magnit atau disebut Kontaktor saja adalah sakelar daya yang
bekerja berdasarkan Kemagnitan. Kemagnitan akan timbul apabila
kumparan magnit (coil) dialirii arus listrik, terjadinya kemagnitan pada
coil
akan mengakibatkan kontak yang bergerak akan
tertarik. Kontaktor sama halnya dengan Tombol
Tekan (Push Button) yang memiliki kontak NO
(Normally Open) dan Kontak NC (Normally
Close).
Kontaktor pada saat terjadi kemagnitan
pada coilnya maka kontak NO akan menjadi
NC dan kontak NC akan menjadi NO, jika
arus
listrik yang mengalir pada coil di putus maka
kontak
pada kontaktor akan kembali seperti semula.
Terminal coil
atau terminal kontak pada kontaktor di beri simbol
untuk mempermudah pemasangan, terminal coil di beri simbol A1 dan
A2 sedangkan terminal kontak di beri simbol angka.

Berdasarkan fungsinya kontak pada kontaktor terdiri dari 2 macam


yaitu :
1. Kontak Utama
Kontak utama dirancang lebih luas
dialiri arus listrik yang relatif besar.
dihubungkan dengan sumber listrik
dan 6 dihubungkan dengan beban
atau beban lainnya.

dan tebal sehingga mampu untuk


Kontak utama 1, 3 dan 5 biasanya
R, S dan T sedangkan Kontak 2, 4
Motor listrik 3 phasa U, V dan W

2. Kontak Bantu
Untuk Kontak Bantu konstruksinya dirancang lebih tipis sehingga hanya
digunakan untuk bagian kontrol saja dengan arus listrik yang relatif
kecil. Gambar berikut ini memperlihatkan simbol huruf dan angka yang
ada pada bodi kontaktor.

PUSH BUTTON

Tombol tekan merupakan komponen control yang sangat berguna, alat


ini dapat kita jumpai pada panel listrik atau di luar panel listrik. Fungsi
tombol tekan adalah untuk mengontrol kondisi on atau off rangkaian
listrik, prinsip kerja tombol tekan adalah kerja sesaat maksudnya jika
tombol kita tekan sesaat maka akan kembali pada posisi semula.
Berdasarkan fungsinya tombol tekan terbagi atas 3 tipe kontak :
1. Kontak NO (Normally Open = Kondisi terbuka)
Tombol jenis ini biasanya digunakan untuk menghubungkan arus pada
suatu rangkaian Kontrol atau sebagai tombol start. Fungsi mengalirkan
arus pada tombol ini terjadi apabila pada bagian knop nya ditekan
sehingga kontaknya saling terhubung dan aliran listrik akan terputus
apabila knopnya dilepas karena terdapat pegas.
2. Kontak NC (Normally Close = Kondisi Tertutup)

Tombol jenis ini adalah jenis kontak tertutup


biasanya di gunakan untuk memutus arus listrik
yaitu dengan cara menekan knopnya sehingga
kontaknya terpisah, namun kalau knop di lepas
maka akan kembali pada posisi semula. Tombol
jenis ini digunakan untuk tombol stop.
3. Kontak NO dan NC
Kontak pada tombol tekan jenis ini merupakan
gabungan antara kontak NO dan kontak NC,
mereka bekerja secara bersamaan dalam satu
poros.
Jika tombol di tekan maka kontak NO yang semula terbuka (open) dan
kontak NC yang terhubung (close) akan berbalik arah yaitu Kontak NO
akan menjadi terhubung (close) dan Kontak NC akan menjadi terbuka
(open). Jika knop pada tombol di lepaskan maka akan kembali ke posisi
semula.

THERMAL OVERLOAD

Fungsi dari Over load relay adalah untuk proteksi motor listrik dari
beban lebih. Seperti halnya sekring (fuse) pengaman beban lebih ada
yang bekerja cepat dan ada yang lambat. Sebab waktu motor start
arus dapat mencapai 6 kali nominal, sehingga apabila digunakan
pengaman yang bekerja cepat, maka pengamannya akan putus setiap
motor dijalankan.

Overload relay yang berdasarkan pemutus bimetal akan bekerja


sesuai dengan arus yang mengalir, semakin tinggi kenaikan
temperatur yang menyebabkan terjadinya pembengkokan , maka akan
terjadi pemutusan arus, sehingga motor akan berhenti. Jenis pemutus
bimetal ada jenis satu phasa dan ada jenis tiga phasa, tiap phasa
terdiri atas bimetal yang terpisah tetapi saling terhubung, berguna
untuk memutuskan semua phasa apabila terjadi kelebihan beban.
Pemutus bimetal satu phasa biasa digunakan untuk pengaman beban
lebih pada motor berdaya kecil.
Kontruksi Overload relay apabila resistance wire dilewati arus lebih
besar dari nominalnya, maka bimetal trip, bagian bawah akan
melengkung ke kiri dan membawa slide ke kiri, gesekan ini akan

membawa lengan kontak pada bagian bawah tertarik ke kiri dan kontak
akan lepas. Selama bimetal trip itu masih panas, maka dibagian bawah
akan tetap terbawa ke kiri, sehingga kontak kontaknya belum dapat
dikembalikan ke kondisi semula walaupun reset buttonnya ditekan,
apabila bimetal sudah dingin barulah kontaknya dapat kembali lurus
dan kontaknya baru dapat di hubungkan kembali dengan menekan
reset button.
Bentuk fisik dan symbol TOR
pada dasarnya relay arus lebih
adalah suatu alat yang dapat
mendeteksi besaran arus yang
melalui suatu jaringan dengan
bantuan trafo arus. Harga atau
besaran yang boleh
melewatinya disebut dengan
setting.

Gambar : Bentuk fisik dan symbol TOR

MOTOR LISTRIK 3 FASA

Motor induksi tiga fasa banyak digunakan oleh dunia


industri karena memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan yang
dapat diperoleh dalam pengendalian motor motor induksi tiga fasa
yaitu, struktur motor induksi tiga fasa lebih ringan (20% hingga
40%) dibandingkan motor arus searah (DC) untuk daya yang sama,
harga satuan relatif lebih murah, dan perawatan motor induksi tiga
fasa lebih hemat.

Cara kerja motor listrik 3 fasa :

Motor 3 fasa akan bekerja atau berputar apabila sudah


dihubungkan dalam hubungan tertentu.

Mendapat tegangan sesuai dengan kapasitas motornya.

Motor bekerja pada hubung bintang / star.

Berarti motor harus di hubungkan baik secara langsung pada


terminal maupun melaluii rangkaian kontrol.Pada hubungan bintang (Y,
wye), ujung-ujung tiap fase dihubungkan menjadi satu dan menjadi
titik netral atau titik bintang. Tegangan antara dua terminal dari tiga
terminal a b c mempunyai besar magnitude dan beda fasa yang
berbeda dengan tegangan tiap terminal terhadapa titik netral.
Tegangan Va, Vb dan Vc disebut tegangan fase atau Vf.Dengan
adanya saluran / titik netral maka besaran tegangan fase dihitung
terhadap saluran / titik netralnya, juga membentuk sistem tegangan 3
fase yang seimbang. Sedangkan untuk arus yang mengalir pada semua
fase mempunyai nilai yang sama,
ILINE =IFASA
Ia =Ib =Ic
Pada praktikum ini untuk merubah putaran motor 3 fasa bisa putar
kiri dan kanan dapat dilakukan dengan jalan salah satu fasa di buat
tetap sedang fasa yang lain di silangkan seperti gambar di atas.
Kabel
Kabel warna merah untuk fasa R (secukupnya)

Kabel Kuning untuk fasa S (secukupnya)

Kabel hitam untuk Fasa T (secukupnya)

Kabel Birung untuk Netral (secukupnya)

Kabel Kuning Strib biru untuk Ground (secukupnya)

3. Tujuan dan manfaat :

Untuk memahami cara kerja magnet kontaktor dan motor listrik


menggunakan sambungan bintang.
Untuk mengerti pemasangan magnet kontaktor untuk
mengendalikan motor 3 fasa.
Untuk memahami prinsip kerja thermal overload dan
pemasangannya dengan menggunakan kontakor.
Dapat mengendalikan motor induksi dengan menggunakan
kontaktor
Dapat mengerti bagaimana prinsip pengendalian membalik
arah putaran motor dengan menggunakan kontaktor.
4. Aplikasi rangkaian

Dari segi bahasa forward-reverse berarti maju-mundur. Sesuai


dengan namanya, kontrol motor ini menawarkan fitur dua arah putaran
motor yaitu searah jarum jam clockwise atau biasa disingkat CW dan
berlawanan arah jarum jam counter-clockwise atau biasa disingkat
CCW. Kontrol forward-reverse (untuk selanjutnya disingkat FR) sering
ditemukan pada aplikasi yang membutuhkan dua arah seperti: Putan
dari mesin cuci.
Pada putaran mesin cuci menggunakan prinsip kerja dari
pembalikkan arah putaran dimana. Mesin cuci mempunyai 2 arah
putaran (forward dan reverse). Masing-masing putaran memiliki durasi
putaran dan durasi pergantian kondisi dari forward ke reverse begitu
juga sebaliknya. Pada durasi putaran mesin cuci, komponen kontrol
yang mengatur nya ialah kontaktor utama dan timer. Dan durasi
pergantian kondisi (forward-reverse) ialah kontaktor bantuan
(kontaktor reverse dan kontaktor forward) dan timer.
5. Prinsip Kerja
a. Putaran Arah Maju (Forward)

Gambar yang di lingkari tersebut merupakan motor listrik yang bekerja


dengan putaran arah maju (forward). Kontaktor yang melayani motor
listrik tersebut merupakan 2 buah kontaktor yaitu Kontaktor Utama
(KU) dan kontaktor arah maju (KF). Coba perhatikan bahwa terminal
motor listrik (U1-V1-W1) masing-masing di hubungkan dengan sumber
listrik (R-S-T) lihat juga warna dari line (garis) tersebut. Pada kondisi ini
kontaktor (KR) harus dalam keadaan tidak boleh aktif.
b. Putaran Arah Mundur (Reverse)
Gambar diatas adalah Rangkaian Utama Pembalik Putaran Motor
Listrik 3 Fasa. Gambar yang ke 2 ini sebenarnya sama saja dengan
yang di atas cuma saya bedakan dengan warna pada line (garis) yang
mensuplay motor listrik tersebut, untuk merubah arah putaran motor
listrik berdasarkan teori kelistrikan dikatakan bahwa dapat dilakukan
dengan merubah arah fluk magnet nah gambar di samping merupakan
aplikasi dari teori tersebut.
Coba perhatikan gambar disamping bahwa terminalmotor listrik (U1V1-W1) masing-masing di hubungkan dengan sumber listrik (T-S-R)
kalau di lihat bedakan dari yang diatas ? Pada kondisi ini motor listrik
dilayani oleh 2 kontaktor yaitu kontaktor utama (KU) dan kontaktor
arah mundur (KR) sedangkan kontaktor (KF) harus dalam keadaan
tidak aktif. Kontaktor KR tersebut berfungsi untuk merubah polaritas
fasa yang masuk pada motor listrik, sehingga motor listrik berputar
dalam keadaan terbalik. Selesai deh pembahasan mengenai Rangkaian
Utama Pembalik Putaran Motor Listrik 3 Fasa mudah mudahan
bermanfaat.

Design Rancangan
Rangkaian daya
Rangkaian daya yaitu rangkaian yang merupakan jalur tegangan
utama motor bisa 220V, 380V, 660V, bahkan 6.6 kV, dan sebagainya.
Aliran arus ke motor ditentukan oleh kondisi anak kontak dari kontaktor
utama.

Komponen
yang digunakan dalam
diagram antara lain :

Rangkaian daya atau wiring

Pengaman arus beban : sekering / MCB 3 fasa 1 buah

Kontak-kontak utama kontaktor magnit. 2 buah

Kontak-kontak pengaman arus lebih (THOR). 1 buah

Motor 3 Fasa Lengkap dengan terminalnya 1 buah

Gabungan rangkaian kontrol dan rangkaian daya forward reverse

Rangkaian kontrol
Rangkaian
kontrol
yaitu
rangkaian
yang
digunakan
untuk
memutus atau menyambung aliran arus ke motor melalui anak kontak
kontaktor utama. Kontaktor utama harus energize atau mendapatkan
tegangan suplai agar anak kontaknya berubah kondisi. Hal ini dicapai
dengan menekan tombol START atau tertutupnya anak kontak NO dari
relai kontrol jarak jauh di rangkaian kontrol.

Ladder diagram

5. Prinsip Kerja Rangkaian Forward Reverse


Sistem pengoperasian

Putaran searah jarum jam (forward)


Ketika Push Button forward di tekan (normally close), arus
mengalir melalui push button forward menuju contactor m2 normally
closed menuju koil 1 (M1). Koil 1 (M1) menjadi energized. Ketika koil 1
energized maka kontaktor m1 juga dialiri arus sehingga kontaktor m1
menjadi normally closed dan koil 2 energized. Motor pun berputar
forward atau searah dengan arah jarum jam.

Putaran berlawanan dengan arah jarum jam (reverse)


Untuk mengubah putaran motor, push button reverse di tekan.
Akibatnya secara otomotis push button forward menjadi normally open.
Ini disebabkan oleh mechanical interlock yang bekerja pada kontaktor.
Interlock ini berfungsi untuk mencegah terjadinya hubung singkat pada
saat kondisi push button reverse normally closed dan push button
forward berubah kondisi dari normally clossed ke normally open atau
pada perubahan kondisi putaran motor dari forward ke reverse.
Dengan adanya interlock kontaktor m1 (line forward) berubah
kembali menjadi normally open dan koil m1 menjadi de energized.
Sedangkan arus dari sumber mengalir ke push button reverse dan
membuat koil m2 menjadi energized dan kontaktor m2 (line reverse)
menjadi normally closed. Sehingga putaran motor berubah arah dari
forward menjadi reverse atau berlawanan dengan arfah jarum jam.

Daftar Pustaka

http://taufiqsabirin.wordpress.com/2010/07/30/forward-reverse-starter/
http://en.wikipedia.org/wiki/AC_motor
http://affrins.blogspot.com/2012_05_01_archive.html
http://maintenace.wordpress.com/2009/10/21/motor-ac/.
http://taufiqsabirin.wordpress.com/2009/12/27/kontrol-direct-onlineaka-dol/)
https://www.google.com/search?
q=motor+3+fasa&hl=id&client=firefoxbeta&hs=Acb&tbo=d&rls=org.mozilla:enhttp://www.google.com/imgres?
imgurl=http://plctutor.files.wordpress.com/2012/03/image18.png&imgr
efurl=http://plctutor.wordpress.com/2012/03/11/starter-motorforwardreverse/&h=768&w=562&sz=235&tbnid=WzAvrpSFNkPXWM:&
tbnh=90&tbnw=66&zoom=1&usg=__AJfxQHqTQVtq2CtxnenijKwmWs=&docid=ndwbpt0D5EOOM&sa=X&ei=Tz0qUenCHMuGrAeaooHYBw&ved=0CDoQ9QEwAw&dur
=471

http://www.google.com/search?
q=indicator+lamp&rlz=1C1CHFX_enID524ID524&aq=f&oq=indicator+l
amp&sourceid=chrome&ie=UTF-8