Anda di halaman 1dari 3

JOB DISKRIPSCION

Unit

: Supervisor

1. Meningkatkan efektivitas kerja.


2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bawahan, serta makin terbinanya hubungan dan
suasana kerja yang lebih harmonis antara atasan dengan bawahan.
3. Mencegah berkurangnya kesalahan yang di lakukan oleh bawahan sehingga terciptanya
tujuan asuhan keperawatan.
4. Menberikan pengarahan dan petunjuk yang jelas.
5. Menberi saran, nasehat dan bantuan yang benar benar di butuhkan oleh staf dan pelaksana
keperawatan.
6. Memberikan motivasi.
7. Mempu menberikan latihan dan bimbingan yang di perlukan oleh staf dan pelaksana
keperawatan.
8. Mengatur dan mengorganisasikan proses pemberian pelayanan keperawatan yang
menyangkut pelaksanaan kebijakan pelayana keperawatan tentang standart asuhan yang telah
di sepakati.
9. Menilai dan memperbaiki factor-faktor yang mempengaruhi proses pemberian pelayanan
asuhan keperawatan.
10. Mengkoordinasikan, menstimulasi dan mendorong kearah peningkatan kwalitas asuhan
keperawatan.
11. Memastikan prinsip-prinsip keperawatan berjalan dengan baik sesuai dengan asuhan
keperawatan.
12. Mengarah kegiatan kegiatan keperawatan.
13. Beratanggung jawab atas tindakan keperawatan yang di lakukan.
14. Mewujudkan tercapainya tujuan keperawatan.
15. Memastikan seluruh asuhan keperawatan berjalan dengan baik (Internist, Neonatal, Anak,
Kebidanan, ICU, Kemar Operasi, UGD).
Menilai kinerja setiap ruangan agar berjalan dengan baik sesuai dengan peran keperawatan

SOP Supervisiors
No Dokumen
RSU

No. Revisi

1/2

00

BINA KASIH

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

111/KM/RSUBK/I/16
Tanggal Terbit

03 Oktober 2016

Halaman

Ditetapkan
Direktur,

Dr. Wiyogo

Posisi supervisor adalah posisi yang sangat vital, karena sebagai


manajer lini terdepan banyak sekali tugas dan tanggung jawab yang
diembannya. Semua dimaksudkan agar pekerjaan lapangan berjalan
dengan sebaik-baiknya dengan hasil yang optimal.
untuk mngatur dan mengorganisasi proses pemberian pelayanan
keperawatan menyangkut pelaksanaan standart asuhan keperawatan.
Seorang supervisor harus menyadari fungsinya dalam supervisi antara
lain adalah:

Pengertian

1. Menilai dalam memperbaiki factor-faktor yang mempengaruhi


proses pemberian pelayanan asuhan keperawatan

Tujuan

2. Mengkoordinasikan, menstimulasi, dan mendorong kea rah


peningkatan kualitas asuhan keperawatan.
3. Membantu (asistensing), member support (supporting), dan
mengajak untuk ikut sertakan (sharing)
Kebijakan
Detail Kerja

1.
2.

3.

Sesuai dengan Surat keputusan direktur Rumah sakit Umum Bina


Kasih No.01/007/SK-RSUBK/X/2016
1. Sebelum Pertukaran Shift (15-30 menit)
Mengecek kecukupan fasilitas/peralatan/sarana untuk hari itu
Mengecek jadwal kerja
2. Pada Waktu Mulai Shift (15-30 menit)
Mengecek personil yang ada
Menganalisa keseimbangan personil dan pekerjaan
Mengatur pekerjaan
Mengidentifikasi kendala yang muncul
Mencari jalan supaya pekerjaan dapat diselesaikan.
3. Sepanjang Hari Dinas (6-7 jam)
Mengecek pekerjaan setiap personil, dapat mengarahkan,

instruksi,
mengoreksi atau memberikan latihan sesuai
kebutuhannya.
Mengecek kemajuan pekerjaan dari personil sehingga dapat
segera membantu apabila diperlukan
Mengecek pekerjaan rumah tangga
Mengecek kembali pekerjaan personil dan kenyamanan
kerja,
terutama untuk personil baru.
Berjaga-jaga di tempat apabila ada pertanyaan, permintaan
bantuan atau hal-hal yang terkait.
Mengatur jam istirahat personil

4.

5.

Mendeteksi dan mencatat problem yang muncul pada saat itu


dan mencari cara memudahkannya.
Mengecek kembali kecukupan alat/fasilitas/sarana sesuai
kondisi operasional
Mencatat fasilitas/sarana yang rusak kemudian
melaporkannya
Mengecek adanya kejadian kecelakaan kerja
Menyiapkan dan melaporkan secara rutin mengenai
pekerjaan.
4. Sekali dalam sehari (30-60 menit)
Mengobservasi satu personil atau area kerja secara kontinu
untuk 30 menit. Melihat dengan seksama hal-hal yang mungkin
terjadi seperti : Keterlambatan pekerjaan, lamanya mengambil
barang, kesulitan
pekerjaan dan lain sebagainya.
5. Sebelum Pulang
Membuat daftar masalah yang belum terselesaikan dan
berusaha untuk memecahkan persoalan tersebut
keesokan harinya.
Pikirkan pekerjaan yang telah dilakukan sepanjang hari
dengan mengecek hasilnya, kecukupan material dan
peralatannya.
Lengkapi laporan harian sebelum pulang
Membuat daftar pekerjaan untuk harinya, membawa
pulang memperlajari di rumah sebelum pergi bekerja
kembali.
Materi supervisi atau pengawasan disesuaikan dengan uraian
tugas masing-masing staf perawat yang disupervisi. Untuk kepala
ruangan materi supervisi adalah kemampuan manejerial dan
kemampuan dalam asuhan keperawatan. Ketua Tim disupervisi terkait
dengan kemampuan pengelolaan di timnya dan kemampuan asuhan
keperawatan. Sedangkan perawat pelaksana disupervisi terkait dengan
kemampuan
asuhan
kepeawatan
yang
dilaksanakan.
Agar supervisi dapat menjadi alat pembinaan dan tidak menjadi momok
bagi staf maka perlu disusun standar penampilan yang diharapkan dari
masing-masing staf yang sudah dipahami oleh staf dan jadwal pasti
dalam supervisi.

Unit Terkait

Semua unit Keperawatan