Anda di halaman 1dari 2

UJI FUNGSI SEDERHANA ALAT / INSTRUMEN BEDAH

No.Dokumen

No.Revisi

RSUD
BLAMBANGAN

1/2
Tanggal terbit

Standard
Prosedur
Operasional

Halaman

Ditetapkan,
Direktur
RSUD BLAMBANGAN

dr. TAUFIQ HIDAYAT, Sp.And.MKes


Pengertian

Suatu tindakan untuk mengetahui fungsi / kelaikan alat / instrumen setelah dipakai
dan dilakukan proses pencucian

Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan uji fungsi sederhana


alat/instrumen bedah

Kebijakan

Prosedur

SK Direktur RSUD Blambangan No : 060/SK/DIRUT/XI/2014, tentang Kebijakan


pelayanan Instalasi Kamar Bedah dan CSSD
SK Direktur RSUD Blambangan No : 047/SK/DIRUT/XI/2014, tentang Kebijakan
Pelayanan Pencegahan Pengendalian Infeksi RSUD Blambangan
Persiapan alat
1. Instrumen yang akan di uji
2. Kertas
3. Benang jahit
Persiapan petugas
Petugas memakai APD : masker , sarung tangan
Petugas melakukan prosedur kebersihan tangan
1. Uji fungsi secara visual
a. Gunting : Petugas melihat ujung gunting, kalau ada yang patah,
bengkok dan jika dipertemukan kedua sisi gunting masih
berongga , maka gunting tidak laik pakai.
b. Arteri klem : petugas melihat ujung klem arteri , jika ada yang
patah, bengkok dan jika dipertemukan kedua sisi masih berongga,
maka arteri klem tidak laik pakai.
c. Pincet :
Pincet cirugis : petugas melihat giginya jika masih utuh, dan
jika dipertemukan kedua giginya bisa bertemu, maka pincet
masih laik pakai
Pincet anatomis : petugas melihat ujung pincet jika
dipertemukan bisa bertemu rapat dan simetris maka pincet
masih laik pakai.
d. Nalvoeder : petugas melihat ujungnya jika ada yang rusak, dan
jika dipertemukan tterlihat ada rongga, maka nalvoeder tidak laik
pakai
-

UJI FUNGSI SEDERHANA ALAT / INSTRUMEN BEDAH


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman
2/2

RSUD
BLAMBANGAN

Prosedur

Unit terkait

2. Uji fungsi fungsional


a. Gunting : petugas memegang pegangan gunting bagian bawah
dengan tangan kiri, tangan kanan memegang pegangan gunting
bagian atas kemudian gunting dibuka, arahkan pada kertas tipis
yang sudah dijepit di pinggir meja, kemudian lepaskanpegangan
gunting bagian atas secara tiba-tiba, jika kertas terpotong, berarti
masih laik pakai. Untuk engsel pada gunting, kita lakukan gerakan
buka tutup, jika terasaberat kita beri minyak parafin.
b. Arteri klem : petugas menjepitkan klem pada kertas lalu dikunci,
kemudian tarik secara berlawanan arah, jika kertas robek dan
masih terjepit sebagian pada klem , maka klem masih laik pakai,
tetapi jika kertas terlepas dari klem dan masih utuh, berarti klem
harus diganti.
c. Pincet : petugas menjepit kertas dengan pincet, kemudian kertas
yang dijepit ditarik, jika pincet masih bisa memegang kertas
berarti pincet masih laik pakai.
d. Nalvoeder : petugas menjepit sehelai benang dengan nalvoeder
dan sedikit diputar 45 dan ditarik berlawanan arah, jika benang
tidak terpegang berarti nalvoeder tidak laik pakai, jika benang
masih terpegang dengan baik maka nalvoeder masih laik pakai.
3. Bila alat masih bagus alat langsung packing dan bila alat jelek/
rusak diberi stiker bertuliskan rusak.
4. Alat yang rusak di kembalikan ke logistik dan minta ganti alat
yang baru.
Kamar operasi,
Rawat Inap,
Rawat Jalan
UGD