Anda di halaman 1dari 4

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

PT. Ajinomoto Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang


memproduksi bumbu masak di Indonesia. PT. Ajinomoto Indonesia
memproduksi berbagai bumbu masak antara lain adalah Ajinomoto, Masako,
Sajiku dan Saori. Selain produk-produk bumbu masak tersebut, PT. Ajinomoto
Indonesia mengolah hasil sampingan dari produksi bumbu masak tersebut
menjadi produk-produk yang berguna seperti pupuk cair Amina. PT. Ajinomoto
Indonesia merupakan anak perusahaan dari Ajinomoto Co., Inc yang berpusat di
Chuo, Tokyo, Jepang. Ajinomoto Co., Inc berdiri sejak tahun 1909 setelah
ditemukannya rasa umami oleh Dr. Kikunae Ikeda. Pabrik induk Ajinomoto
berad di Jepang yaitu Kawasaki Factory.

PT. Ajinomoto Indonesia menempati area seluas 35 Ha di Jalan Raya


Mlirip, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto 61352 PO BOX
110, Jawa Timur. PT. Ajinomoto terletak pada 1120 1130 BT dan 7,00 8,00 LS
serta ketinggian 22 meter dari permukaan laut.

Bahan baku utama pembuatan monosodium glutamate di PT. Ajinomoto


Indonesia adalah cane molasses yang merupakan produk hasil dari industri
pembuatan gula serta bahan pembantu seperti tepung tapioka dan beet molasses.
Bahan pendukung lainnya yang digunakan dalam proses produksi antara lain
adalah asam sulfat,natrium hidroksida, amonia, karbon aktif, koagulan, enzim,
mineral dan vitamin. Tahapn proses produksi MSG di PT. Ajinomoto Indonesia
terbagi dalam beberapa seksi, yaitu: tahapan persiapan bahan baku utama
maupun pendukung, proses fermentasi, proses isolasi, dan pengemasan. Tahapan
persiapan bahan baku meliputi proses dekalsifikasi cane molasses, sakairifikasi
tepung tapioca, dan sterilisasi beet molasses. Proses dekalsifikasi dilakukan
untuk menghilangkan kandungan kalsium yang dapat menyebabkan timbulnya
scane dalam pipa. Proses sakarifikasi untuk mengubah polisakarida dari tepung

1
menjadi glukosa. Proses sterilisasi bertujuan untuk menghilangkan mikroba-
mikroba liar sehingga produk tidak terkontaminasi.

Maintenance merupakan suatu fungsi dalam suatu industri manufaktur yang


sama pentingnya dengan fungsi-fungsi lain seperti produksi. Hal ini karena
apabila kita mempunyai mesin/peralatan, maka biasanya kita selalu berusaha
untuk tetap dapat mempergunakan mesin/peralatan sehingga kegiatan produksi
dapat berjalan lancar. Dalam usaha untuk dapat menggunakan terus
mesin/peralatan agar kontinuitas produksi dapat terjamin, maka dibutuhkan
kegiatan kegiatan pemeliharaan dan perawatan.

Blower adalah mesin atau alat yang digunakan untuk menaikkan atau
memperbesar tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan
tertentu juga sebagai pengisapan atau pemvakuman udara atau gas tertentu. Bila
untuk keperluan khusus, blower kadang kadang diberi nama lain misalnya
untuk keperluan gas dari dalam oven kokas disebut dengan nama exhouter. Di
industri industri kimia alat ini biasanya digunakan untuk mensirkulasikan gas
gas tertentu didalam tahap proses proses secara kimiawi dikenal dengan
nama booster atau circulator.

Boiler/ketel uap merupakan bejana tertutup dimana panas pembakaran


dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam berupa energi kerja. Air
adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses.
Air panas atau steam pada tekanan dan suhu tertentu mempunyai nilai energi
yang kemudian digunakan untuk mengalirkan panas dalam bentuk energi kalor
ke suatu proses. Jika air didihkan sampai menjadi steam, maka volumenya akan
meningkat sekitar 1600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk
mesiu yang mudah meledak, sehingga sistem boiler merupakan peralatan yang
harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.

Pengelasan merupakan penyambungan dua bahan atau lebih yang


didasarkan pada prinsip-prinsip proses difusi, sehingga terjadi penyatuan bagian
bahan yang disambung. Kelebihan sambungan las adalah konstruksi ringan,
dapat menahan kekuatan yang tinggi, mudah pelaksanaannya, serta cukup
ekonomis. Namun kelemahan yang paling utama adalah terjadinya perubahan

2
struktur mikro bahan yang dilas, sehingga terjadi perubahan sifat fisik maupun
mekanis dari bahan yang dilas.

Perkembangan teknologi pengelasan logam memberikan kemudahan umat


manusia dalam menjalankan kehidupannya. Saat ini kemajuan ilmu pengetahuan
di bidang elektronik melalui penelitian yang melihat karakteristik atom,
mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap penemuan material baru dan
sekaligus bagaimanakah menyambungnya.

5.2 Saran

Penelitian mengenai mikroorganisme yang dapat dihasilkan asam glutamate


dapat dilakukan, misalnya dengan melakukan rekayasa genetika agar dapat
menghasilkan mikroorganisme yang dapat dihasilkan yield yang lebih besar.

Penghargaan yero emission yang telah didapatkan PT. Ainomoto Indonesia


dapat terus dipertahankan dan dapat menjadi teladan bagi perusahaan lainnya
sehingga lingkungan tetap terjaga.

Terus meningkatkan dan menjaga hubungan baik antara pihak PT.


Ajinomoto indonesia, pihak Universitas dan Mahasiswa yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas industri di Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur agar
menjadi lebih baik lagi.

Pemeliharaan dan perawatan mesin-mesin di PT. Ajinomoto Indonesia harus


sesuai dengan prosedur yang sudah dibuat dan melakukannya dengan sangat
teliti. Agar mesin tidak mengalami kerusakan dan tidak mengganggu kelancaran
produksi di PT. Ajinomoto Indonesia.

Dalam proses produksi kedisiplinan dalam bekerja lebih ditingkatkan lagi,


terutama dalam hal kesadaran untuk penggunaan safety helmet, cattle pack,
sepatu safety, sarung tangan, kacamata serta masker apabila diperlukan untuk
meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

DAFTAR PUSTAKA
3
Australia, F.S. (2003). MONOSODIUM GLUTAMATE A Safety Assessment. 4.

Dieter, G.E. (1983). Engineering design: A materials and processing approach.


Tokyo: McGraw-Hill International Book Company.

Goshling, I. (2003). Process Simulation and Modeling Strategies for the


Biotechnology Industry. Genetic Engineering News.

Graham E. (1990). Maintenance Welding, Prentice-Hall Inc: New Jersey.

http://maintenance-group.blogspot.co.id/2010/09/preventive-maintenance_27.html
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2014/02/seputar-pengertian-
pemeliharaan.htmlhttp://www.scribd.com/doc/28323850/Pengetahuan-Umum-
Boiler#scribd

http://www.energyefficiencyasia.org/docs/ee_modules/indo/Chapter%20-%20Fans
%20and%20Blowers%20(Bahasa%20Indonesia).

http://www.scribd.com/doc/117513264/Pengertian-Blower-Adalah-Mesin-Atau-Alat-
Yang-Digunakan-Untuk-Menaikkan-Atau-Memperbesar-Tekanan-Udara-Atau-
Gas-Yang-Akan-Dialirkan-Dalam-Suatu-Ruanga#scribd

http://www.scribd.com/doc/179580639/Corrective-Maintenance#scribd
http://www.scribd.com/doc/53194285/CARA-KERJA-BOILER#scribd
http://www.scribd.com/doc/96797518/Total-Productive-Maintenance#scribd

http://www.slideshare.net/restiava/boiler-32432517
Indonesia, B. (2007). Corporate Social Responsibility. Retrieved from Ajinomoto :
http://www.ajinomoto.co.id/page.php?keyLink=CSR&idLang=INA

Indonesia, P. A. (2009). Our Brand. Retrieved from Ajinomoto:


http://www.ajinomoto.co.id/page.php?
keyLink=OUR_BRANDS&idLang=INA

Smith, F.J.M. (1992). Basic fabrication and welding engineering, Hong Kong: Wing Tai
Cheung Printing Co. Ltd.