Anda di halaman 1dari 32

PERKIRAAN ARUS KAS

(TIPE A)

KELOMPOK 10
DANNY RADITYO 0806456442
DESTYA NILAWATI 0806460452
EKO PRASETYA 0806456493
NUR MUCHAMAD ARIFIN
TANIA DESELA 0806316096

Tugas Topik 9 Mata Kuliah


EKONOMI TEKNIK

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
INDONESIA
DEPOK 2010
TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

BAB I
TEORI

1.1 Pendekatan Terintegrasi untuk Mengembangkan Arus Kas


Pendekatan terintegrasi digunakan untuk mengembangkan arus kas netto untuk
alternatif proyek terpilih. Pendekatan terintegrasi ini termasuk 3 komponen dasar, yaitu:
1. Struktur Perincian Kerja (Work Breakdown Structure / WBS)
2. Struktur Biaya dan Penghasilan (klasifikasi)
3. Teknik-teknik Perkiraan (model)
Ketiga komponen dasar tersebut, bersama dengan langkah-langkah prosedural terintegrasi
memberikan pendekatan terorganisasi untuk mengembangkan arus kas untuk alternati-
alternatif (gambar 1.1).
Jelaskan proyek dalam bentuk WBS (komponen dasar 1)

Deliniasikan Tentukan
kategori-kategori & elemen-elemen biaya dan penghasilan Perspektif arus kas
(komponen dasar 2) Dasar perkiraan
Periode studi (analisis)
Jelaskan alternatif yang paling mungkin dengan memakai WBS proyek

Teknik-teknik perkiraan (model) Tentukan tingkat-tingkat WBS untuk pe


(komponen dasar 3)

Jelaskan alternatif yang mungkin berikutnyaMengembangkan arus kas untuk alternatif


dengn WBS proyek Database biaya dan penghasila

Tidak

Alternatif
terakhir
Ya

Stop

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 2


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Gambar 1.1 Pendekatan Terintegrasi untuk Menghasilkan Arus Kas sebagai Alternatif
1.1.1 Struktur Perincian Kerja (Work Breakdown Structure-WBS)
WBS merupakan teknik untuk mendefinisikan secara eksplisit, pada tingkat
kesuksesan yang rinci, elemen-elemen kerja proyek dan hubungan-hubungan antar mereka.
WBS disebut juga struktur elemen kerja. WBS diidentifikasikan sebagai komponen dasar
pertama dalam pendekatan terintegrasi ini.

Teknik ini juga digunakan sebagai alat dasar dalam manajemen proyek dan alat
bantu yang penting dalam studi ekonomi. Dalam manajemen proyek, WBS berlaku sebagai
kerangka kerja untuk:
mendefinisikan seluruh elemen-elemen kerja proyek dan hubungan-
hubungan antar mereka
mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi
mengembangkan data biaya dan penghasilan yang relevan
mengintegrasikan aktivitas-aktivitas manajemen proyek
WBS ini penting dalam:
memastikan inklusi dari seluruh elemen-elemen kerja
mengeliminasi duplikasi dan tumpang tindih antara elemen-elemen kerja
menghindari aktivitas-aktivitas tak berhubungan
melindungi kesalahan-kesalahan lain yang dapat masuk ke dalam kajian
ekonomi

Kamus deskripsi WBS sering kali dipersiapkan untuk proyek-proyek besar untuk
memastikan bahwa tiap elemen kerja dalam hierarki didefinisikan secara unik. Struktur
diagram WBS dikembangkan dari bagian teratas ke bagian bawah dalam tingkatan detil
yang berurutan. Sebagai contoh, gambar 2 menunjukkan diagram WBS 4 tingkat. Proyek
(tingkat 1) dibagi menjadi elemen-elemen kerja utamanya (tingkat 2). Elemen-elemen
utama tersebut dibagi lagi untuk dikembangkan (tingkat 3), dan seterusnya.
Skema penomoran yang berbeda dapat digunakan dalam diagram WBS. Tujuan dari
penomoran ini untuk menunjukkan hubungan antara elemen-elemen kerja dalam hierarki
dan untuk memberikan manipulasi dan integrasi data. Skema yang ditunjukkan dalam

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 3


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

gambar 2 merupakan format alpha numerik. Skema lainnya adalah format numerik
seluruhnya.

Gambar 1.2 Diagram WBS

Karakter lain dari proyek WBS adalah:


a. Kedua elemen-elemen kerja dimasukkan di dalamnya
Elemen-elemen kerja fungsional yang tipikal adalah pendukung bersifat logistik,
manajemen proyek, pemasaran, engineering, dan integrasi sistem.
Elemen-elemen kerja fisik adalah bagian-bagian yang membuat struktur,
produk, bagian peralatan, sistem persenjataan; yang memerlukan tenaga kerja,
material, dan sumber lainnya untuk menghasilkan atau membangun.
b. Persyaratan kandungan dan sumber untuk elemen kerja adalah jumlah dari aktivitas
dan sumber-sumber dari sub-elemen terkait dibawahnya.
c. Proyek WBS biasanya termasuk elemen-elemen kerja berulang (misalnya,
perawatan) dan tidak berulang (misalnya, konstruksi awal)

1.1.2 Struktur Biaya dan Penghasilan

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 4


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Komponen dasar kedua dari pendekatan terintegrasi untuk pengembangan arus kas
adalah struktur biaya dan penghasilan. Struktur ini digunakan untuk mengidentifikasi dan
mengkategorikan biaya dan penghasilan yang diperlukan untuk dimasukkan dalam analisis.
Konsep siklus-umur dan WBS merupakan bantuan penting dalam pengembangan
struktur biaya dan penghasilan untuk suatu proyek. Siklus-umur mendefinisikan periode
waktu maksimum menetapkan batasan elemen biaya dan penghasilan yang diperlukan
untuk dipertimbangkan dalam pengembangan arus kas. Sedangkan WBS memusatkan
usaha analis pada elemen-elemen kerja fungsional dan fisik spesifik, dan juga pada biaya
dan penghasilan yang berhubungan dengannya.

Akurasi perkiraan biaya dan penghasilan menjadi berkurang dengan bertambahnya


jangka waktu dari periode kajian. Horison waktu untuk periode kajian dipilih untuk
menyeimbangkan faktor-faktor tersebut dan menetapkan suatu dasar pernyataan untuk
pembuatan keputusan.

Berikut ini adalah daftar singkat dari beberapa kategori biaya dan penghasilan yang
secara tipikal diperlukan dalam kajian ekonomi teknik:
1. Investasi modal : investasi modal tetap dan modal kerja
2. Biaya tenaga kerja
3. Biaya material
4. Biaya perawatan
5. Pajak properti dan asuransi
6. Biaya kualitas (dan sisa)
7. Biaya overhead
8. Biaya terbuang
9. Penghasilan
10. Nilai sisa atau pasar

1.2 Teknik-teknik Perkiraan


Komponen dasar ketiga dari pendekatan terintegrasi melibatkan teknik-teknik
perkiraan (model). Teknik-teknik tersebut digunakan bersamaan dengan data biaya dan
penghasilan yang rinci untuk mengembangkan perkiraan arus kas dan arus kas netto untuk

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 5


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

tiap alternatif. Model-model matematika terseleksi dipergunakan untuk memperkirakan


biaya dan penghasilan mendatang selama periode analisis. Dengan kata lain, kegunaan dari
perkiraan adalah untuk mengembangkan proyeksi arus kas, tidak untuk menghasilkan data
eksak tentang hal mendatang.
Perkiraan biaya dan penghasilan dapat diklasifikasikan menurut rincian, akurasi dan
pemakaian yang mereka inginkan sebagai berikut:
a. Orde dari perkiraan besarnya
Perkiraan ini digunakan dalam tingkat evaluasi perencanaan dan awal dari suatu
proyek. Akurasi perkiraan ini kurang lebih 30-50%. Perkiraan ini dikembangkan
melalui hal-hal semi formal seperti konferensi, angket dan pertanyaan-pertanyaan
bersifat umum yang diaplikasikan pada tingkat 1 atau 2 dalam WBS.

b. Perkiraan setengah rinci (rencana anggaran)


Digunakan dalam tingkat desain pendahuluan atau konseptual dari suatu proyek dan
keputusan dibuat selama periode proyeknya. Akurasinya kurang lebih 15%.
Perkiraan ini berbeda dalam kebenaran laporan biaya dan penghasilan. Jumlah
pekerjaan dihabiskan untuk perkiraan. Perkiraan diaplikasikan pada tingkat 2 dan 3
dalam WBS.

c. Perkiraan definitif (terinci)


Digunakan dalam tingkat engineering/konstruksi terinci dari suatu proyek sebagai
dasar untuk penawaran dan membuat keputusan desain secara rinci. Akurasinya
kurang lebih 5%. Perkiraan ini dibentuk dari spesifikasi, gambar, peninjauan lokasi,
penentuan penjual, dan catatan sejarah perusahaan dan biasanya dilakukan pada
tingkat 3 dan tingkat selanjutnya dari WBS.

Tingkat rincian dan akurasi dari perkiraan tergantung pada :


Waktu dan pekerjaan tersedia dan dinilai oleh kepentingan kajian
Kesulitan memperkirakan bagian-bagian dalam pertanyaan
Metode/teknik yang dipakai
Kualifikasi dari penilai

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 6


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Sensitivitas dari hasil-hasil kajian terhadap perkiraan faktor utama

Berikut adalah grafik hubungan dari perkiraan terhadap akurasinya. Selama perkiraan
menjadi lebih rinci, akurasi menjadi labih baik.

Perkiraan Biaya
sebagai
Suatu/Presentasi
Biaya Proyek

Akurasi ( %)

Gambar 1.3 Akurasi dari Perkiraan Biaya dan Penghasilan Biaya Pembuatnya

Empat sumber utama untuk informasi data perkiraan berdasarkan kepentingan yaitu :
1. Catatan akunting
2. Sumber-sumber lain di dalam perusahaan
3. Sumber-sumber lain di luar perusahaan
4. Penelitian dan pengembangan

Perkiraan dapat dipersiapkan atau disempurnakan dengan beberapa cara, sebagai contoh,
dengan:
a) Suatu konferensi dari bermacam orang yang diperkirakan mempunyai informasi
bagus atau berdasarkan perkiraan kuantitas pertanyaan. Versi khususnya adalah
Delphi method yang melibatkan pertanyaan dan alur balik dimana opini dari peserta
secara individual dianggap anonim.
b) Perbandingan dengan situasi serupa atau desain tentang dimana terdapat informasi
lebih dan dari mana perkiraan untuk alternatif sebagai pertimbangan dapat
diekstrapolasikan. Cara ini sering disebut memperkirakan dengan analogi.
c) Menggunakan teknik-teknik kuantitatif yang tidak selalu mempunyai nama yang
distandarkan.

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 7


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

1.3 Teknik-teknik Perkiraan Terpilih


Teknik-teknik perkiraan yang didiskusikan dalam bagian ini dapat dipergunakan
untuk perkiraan orde besar dan untuk beberapa perkiraan setengah rinci atau rencana
anggaran. Teknik-teknik ini sangat berguna dalam seleksi awal dan alternatif-alternatif yang
layak untuk analisis lebih lanjut dan dalam fasa desain konseptual atau pendahuluan dari
suatu proyek. Seringkali teknik-teknik ini dapat dipergunakan dalam fasa desain rinci dan
suatu proyek untuk mengurangi jumlah perkiraan engineering berdasarkan pada ongkos
material, biaya-biaya standar dan informasi rinci lainnya.

1.3.1. Indeks
Biaya dan harga bervariasi terhadap waktu untuk sejumlah alasan, termasuk karena
kemajuan teknologi, tersedianya tenaga kerja dan material, maupun oleh inflasi.

1.3.2. Teknik Satuan


Teknik satuan meliputi pemakaian faktor per satuan yang dapat diperkirakan secara
efektif. Faktor-faktor tersebut jika dikalikan dengan satuan yang tepat akan
memberikan perkiraan total dan biaya, penghematan atau penghasilan. Teknik satuan
akan sangat berguna untuk keperluan perkiraan pendahuluan, beberapa nilai rata-rata
dapat menyesatkan. Secara umum, metode yang lebih dirinci akan menghasilkan
akurasi perkiraan lebih besar.

1.3.3. Teknik Faktor


Teknik faktor merupakan perluasan dan metode satuan, dalam strategi pembagian
dasar, dimana satu penjumlahan produk dan beberapa kwantitas atau komponen dan
menambahkanya untuk tiap komponen yang diperkirakan secara langsung.

1.3.4. Hubungan-Hubungan Perkiraan


Hubungan-hubungan perkiraan biaya dan harga merupakan model matematis yang
menjelaskan biaya atau harga dari suatu barang (misalnya, produk, barang, jasa atau
aktivitas) sebagai fungsi dari satu atau lebih variabel bebas. Bermacam macam teknik
statistik atau matematis lainnya dipergunakan untuk mengembangkan hubungan-

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 8


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

hubungan perkiraan. Sebagai contoh, model-model regresi linear sederhana dan


regresi linear kelipatan, yang merupakan standar metode statistik untuk
memperkirakan nilai variabel tergantung (besaran tak diketahui) sebagai fungsi dari
satu atau lebih variabel bebas seringkali dipergunakan untuk hubungan-hubungan
perkiraan.

1.3.5. Teknik Ukuran Pangkat


Teknik ukuran pangkat, yang seringkali dinyatakan sebagai model eksponensial,
seringkali dipergunakan untuk menentukan biaya pabrik dan peralatan industri.
Metode ini menyatakan bahwa biaya bervariasi terhadap jumlah pangkat dan
perubahan kapasitas atau ukuran.

1.3.6. Pembelajaran dan Perbaikan


Suatu kurva pembelajaran merupakan model matematis yang menjelaskan fenomena
dan efisiensi pekerja yang bertambah dan kinerja organisasi yang diperbaiki dengan
produksi repetitif dan barang atau jasa. Kurva pembelajaran kadang-kadang disebut
sebagai kurva pengalaman atau fungsi progres manufaktur; pada pokoknya hal itu
merupakan sebuah hubungan perkiraan. Efek kurva pembelajaran (perbaikan)
pertama kali diamati pada industri pesawat terbang dan ruang angkasa terhadap jam
tenaga kerja per satuan. Akan tetapi kurva ini dapat diaplikasikan pada beberapa
situasi yang berbeda. Sebagai contoh, efek kurva pengetahuan dapat dipergunakan
dalam memperkirakan jam-jam profesional yang dihabiskan oleh staf enginering
untuk menyelesaikan desain rinci berurutan dalam famili produk, sebagaimana
perkiraan jam-jam tenaga kerja diperlukan untuk merakit mobil.

1.4. Paramenter Perkiraan Biaya


Metode ini digunakan untuk teknik data catatan biaya dan statistik untuk
memprediksi biaya pada masa yang alan datang.teknik statistik digunakan untuk
mengembangkan Cost Estimating Relationship (CER) yang akan menghubungkan biaya
atau harga dari sebuah benda (seperti sebuah produk, barang, jasa atau aktivitas) kepada
satu atau lebih variabel bebas, yaitu biaya ongkos.

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 9


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Model-model parameter digunakan pada awal tahapan perancangan untuk


mendapatkan sebuah ide berapa banyak produk atau proyek akan terkena biaya berdasarkan
sedikit atribut fisik, seperti berat, volum dan daya. Hasil dari modelmodel parameter
(sebuah perkiraan biaya) digunakan untuk mengukur akibat dari keputusan rancangan pada
biaya total.

Beberapa teknik matematis dan statistik digunakan untuk mengembangkan


hubungan estimasi biaya. Beberapa prosedur dalam menentukan CER adalah:

1.4.1. Teknik Ukuran-Daya


Teknik ini terkadang lebih mengacu kepada sebuah model eksponensial, yang secara
berkala digunakan untuk pembiayaan pabrik industri dan peralatan. CER pada teknik
ini dikenali bahwa biaya bervariasi sebanding dengan banyaknya daya yang berubah
pad akapasitas atau ukuran. Persamaanya adalah:

(1.1)

(1.2)
dimana
CA = Biaya untuk pabrik A
CB = Biaya untuk pabrik B
SA = Ukuran dari pabrik A
SB = Ukuran dari pabrik B
X = Faktor kapasitas-biaya untuk merefleksikan skala ekonomi

Nilai dari faktor kapasitas-biaya akan bergantung pada jenis dari pabrik atau peralatan
yang diestimasi. Contohnya, X = 0.68 untuk pabrik nuklir secara umum dan 0.79
untuk pabrik pembangkit tenaga fosil.

1.4.2. Pembelajaran dan Pengembangan

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 10


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Sebuah kurva pembelajaran adalah sebuah model matematis yang menjelaskan


fenomena dari efisiensi penambahan pekerja dan pengembangan performa organisasi
dengan produksi yang berulang dari sebuah barang atau jasa. Kurva pembelajaran
kadang-kadang disebut dengan sebuah kurva pengalaman atau sebuah fungsi
kemajuan manufaktur. Pada dasarnya, itu adalah sebuah hubungan estimasi.
Konsep dasar dari kurva pembelajaran adalah beberapa sumber daya inputnya, seperti
biaya energi, waktu kerja, biaya bahan, waktu teknis, yang berkurang, per satuan unit
basis, sebagai jumlah penambahan unit yang diproduksi.
Asumsi dari sebuah persentase pengurangan yang konstan dari sebuah sumber daya
input yang digunakan (per unit output) pada setiap waktu jumlah dari unit
keluarannya digandakan bisa digunakan untuk mengembangkan sebuah model
matematis untuk fungsi pembelajaran (pengembangan).

1.5. Mengembangkan Sebuah Hubungan Estimasi Biaya (CER)


CER adalah sebuah model matematis yang menggambarkan biaya dari sebuah
proyek keteknikan sebagai sebuah fungsi dari satu atau lebih variabel rancangan. Ada
empat tahapan dasar dalam mengembangkan sebuah CER:
1. Definisi masalah
2. Pengumpulan data dan normalisasi
3. Pengembangan percamaan CER
4. Validasi model dan dokumentasi.

1.5.1. Definisi Masalah


Langkah pertama dalam setiap analisis keteknikian adalah mendefinisikan masala
yang dimaksud. Masalah yang bisa didefinisikan dengan baik akan lebih mudah
untuk diselesaikan.

1.5.2. Pengumpulan Data dan Normalisasi


Pengumpulan dan normalisasi data adalah tahapan yang sangat penting dalam
mengembangkan sebuah CER kita semua semua sudah tahu dengan istilah masuk
sampah-keluar sampah, artinya tanpa data yang memedai estimasi biaya dengan
menggunakan CER akan menjadi tidak berarti.

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 11


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

1.5.3. Pengembangan Persamaan CER


Langkah selanjutnya dalam mengembangkan sebuah CER adalah memformulasikan
sebuah persamaan yang akurat mengandung hubungan anatara biaya ongkos yang
dipilih dengan biaya proyek.persamaan yang dibuat menghasilkan sebuah grafi y = ax
+ b, sehingga koefisien a & b bisa diketahui dengan persamaan

(1.3)

(1.4)

1.5.4. Validasi Model dan Dokumentasi


Saat persamaan CER telah dikembangkan, kita perlu memastikan seberapa baik CER
tersebut bisa memprediksi biaya (disebut dengan validasi model) dan
mendokumentasikan perkembangan dan kecendrungan untuk menggunakan CER.
Persamaan yang diguanakan adalah:
Standar Error

(1.5)

Koefisien Korelasi

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 12


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

(1.6)

1.6. Perkiraan Biaya


Dalam perkiraan biaya terdapat dua metode untuk estimasi, yakni metode top down
dan bottom up. Berikut merupakan penjelasan kedua metode tersebut.
1.6.1. Metode Bottom Up
Masalah yang harus dihadapi oleh pabrikan adalah pembuatan produk yang
dapat dijual dengan harga yang kompetitif sehingga mereka dapat meraup
keuntungan. Harga produk didasarkan pada biaya keseluru2han untuk membuat
barang ditambah keuntungan. Perusahaan memerlukan perkiraan harga untuk
membantu sebuah perusahaan membuat keputusan bagaimana menghasilkan dan
berapa harga produk-produk mereka.

Biaya produk dapat diklasifikasikan menjadi biaya langsung atau tidak


langsung. Biaya langsung ditentukan dan ditetapkan untuk produk yang khusus,
sedangkan biaya tidak langsung tidak mudah dialokasikan untuk produk tertentu.
Misal, tenaga kerja langsung adalah operator mesin; tenaga kerja tidak langsung
adalah supervisi.

Biaya-biaya manufaktur mempunyai hubungan langsung terhadap volume


produksi di mana mereka dapat berupa variabel tetap atau variable langkah. Secara
umum, biaya administratif adalah tetap dengan tanpa memperhatikan volume, dan
biaya peralatan merupakan fungsi langkah dari tingkat produksi.

Biaya primer termasuk engineering dan desain, pengembangan biaya,


perkakas, tenaga kerja pabrik, material, supervisi, control kualitas, keandalan, dan

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 13


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

testing, pengemasan, biaya tambahan pabrik, umum dan administratif, distribusi dan
pemasaran, keuangan, pajak, dan asuransi.

Biaya engineering dan desain terdiri dari desain, analisis, dan gambar,
bersama dengan biaya-biaya lainnya seperti reproduksi. Biaya engineering
dialokasikan terhadap produk dengan dasar berapa banyak jam kerja engineering
yang dilibatkan. Tipe-tipe biaya major lainnya yang harus diperkirakan adalah:

Biaya-biaya perkakas, yang terdiri dari perawatan dan perbaikan ditambah


biaya dari tiap peralatan baru.
Biaya tenaga kerja manufaktur, yang ditentukan dari data standar, catatn
historis, atau departemen akunting.
Biaya-biaya material, yang didapat dari catatn historis, ketetapan penjual dan
tagihan material.
Kelebihan bahan buangan harus dimasukkan
Supervisi, yang merupakan biaya tetap berdasarkan gaji dari karyawan
supervisor.
Biaya tambahan pabrik, yang termasuk utilitas, perawatan dan perbaikan.
Terdapat bermacam-macam metode yang dipergunakan untuk mengalokasikan
biaya tambahan, seperti pembagian terhadap dollar tenaga kerja langsung, atau
jam-jam tenaga kerja langsung, atau jam-jam mesin.
Biaya administratif, yang sering kali dimasukkan dalam biaya tambhan pabrik
(atau pokok)

Prosedur umum untuk membuat perkiraan biaya produk per satuan dan
menggambarkan penggunaan bentuk spreadsheet tipikal dari struktur biaya untuk
mempersiapkan perkiraan.

1.6.2. Pembiayaan Desain dan Sasaran: Pendekatan Top Down


Firma-firma Amerika menentukan perkiraan awal dari harga jual produk baru
menggunakan pendekatan dari bawah ke atas. Harga jual perkiraan didapat dengan
mengakumulasi biaya-biaya tetap dan variabel dan kemudian menambahkan batas

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 14


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

keuntungan yang adalah persentase dari biaya total, diistilahkan sebagai desain untuk
harga. Harga jula yang diperkirakan kemudian dipergunakan departemen pemasaran
untuk menentukan apakah produk baru dapat dijual atau tidak.

Gambar 1.4 Konsep Penentuan Biaya yang Ditargetkan dan Hubungannya dengan Rancang Bangun

Firma-firma Jepang menerapkan konsep pembiayaan sasaran yang


merupakan pendekatan dari atas ke bawah. Fokus dari pembiayaan sasaran adalah
berapa sebaiknya biaya produk selain dari berapa biaya produk. Pada gambar
diatas ditunjukkan pembiayaan sasaran dimulai dengan penyelidikan pasar untuk
menentukan harag jual terbaik dari produk pesaing. Biaya sasaran didapat dengan
deduksi hasil diinginkan pada penjualan (ROS = Return On Sales) dari harga jual
kompetitor yang terbaik. ROS secara tipikal dinyatakan sebagai persentase harga.

Biaya sasaran = Harga kompetitor Profit yang diinginkan


Biaya sasaran = Harga pesaing (1+ profit margin)

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 15


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Biaya sasaran ini didapat untuk perencanaan produk dan diperguanakn sebagai tujuan
untuk desain engineering, perolehan dan produk.
Proses desain engineering pendahuluan diawali secara bersama dengan
penentuan biaya sasaran dan mempergunakan perkakas konvensional seoperti
struktur perincian kerja dan perkiraan biaya untuk mempersiapkan proyeksi biaya
manufaktur total dari bawah ke atas. Biaya manufaktur total menyatakan suatu
penaksiran awal dari berapa biaya firma untuk desain dan pembuatan produk yang
dipertimbangkan kemudian dibandingkan terhadap biaya sasaran dari atas ke bawah.
Jika biaya manufaktur total melebihi biaya sasaran, maka desain harus balik kembali
ke engineering untuk membandingkan nilai dan fungsi desain dan berusaha
mengurangi biaya desai (yaitu, desain untuk biaya). Proses iteratif ini merupakan
kunci yang menunjukkan prosedur desain untuk biaya. Jika biaya manufaktur total
dapat dibuat lebih sedikit dibandingkan biaya sasaran, proses desain berlanjut sampai
desain terinci, berpuncak dalam desain akhir untuk diproduksi. Jika biaya manufaktur
total tidak dapat dikurangi ke biaya sasaran, firma seharusnya mempertimbangkan
secara serius untuk mengabaikan produk.

1.7. Value Engineering


Tujuan dari adanya value engineering (VE) ini sama dengan tujuan mendisain
biaya yakni untuk memenuhi permintaan produk fungsional dengan biaya yang minimum.
VE membutuhkan detail dari pengujian fungsi produk dan biaya dari masing-masingnya
dengan tujuan untuk mereview spesifikasi produk. VE dibuat oleh tim spesialis dari
berbagai macam disiplin ilmu (desain, manufaktur, marketing dan lainnya) dan tim tersebut
focus pada penentuan langkah dengan biaya yang paling efektif agar dapat memberikan
nilai yang tinggi terhadap barang dengan biaya yang terjangkau oleh pembeli. VE biasanya
diaplikasikan pada awal perencanaan dimana berpotensi menghemat lebih banyak biaya.
Fungsi VE muncul dengan loop desain biaya dan merupakan bagian penting dari penentuan
biaya total produksi yang lebih sedikit dari target biaya.

Kunci keberhasilan VE adalah dengan mengajukan pertanyaan kritis dan mencari


jawaban yang kretif terhadap pertanyaan tersebut. Kesempatan mengurangi biaya terkadan

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 16


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

sangat sederhana. Solusi yang kreatif dapat diciptakan dengan menggunakan brainstorming
klasik atau dengan Nominal Group Technique. Alternatif yang tampak menjanjikan harus
dianalisa untuk menentukan apakah pengurangan biaya tersebut memungkinkan tanpa
kompromi secara fungsional.

Contoh berikut dapat mengilustrasikan bagaimana VE digunakan untuk


memperbaiki fungsi dan menambah nilai. Pada pembuatan remote control yang baru akan
didesain ulang suatu bentuk remote control yang baru. Pada bentuk remote control yang
lama, banyak bagian-bagian alat yang tidak banyak dibutuhkan oleh pengguna (pembeli.
Dengan mengeliminasi bagian-bagian tersebut, maka akan banyak biaya yang dapat
dikurangi. Pada desain remote control yang baru terlihat tampilannya lebih ramping dan
mudah digunakan. Prroduk tersebut secara tidak langsung dapat menaikkan keguanaan
produk bahkan sebelum biaya produksi dan penghematannya dihitung.

Contoh lainnya adalah pada sat mendesain ulang regulator elektrik. Beberapa
bagian yang kurang berguna dieliminasi. Dengan menggunakan metode VE, ternyata ada
fungsi bagian yang disebut create seal yang tidak terlalu penting. Ternyta dengan
menghilangkan bagian ini, biaya pruksi dapat menurun sebanyak 10% dan lebih
mempersingkat waktu produksi.

1.8. Estimasi Aliran Kas untuk Proyek Kecil


Dalam kenyataan, tidak semua proyek serskla besar dan kompleks. Lalu bagaimana
kita menggunakan pendekatan terintegrasiuntuk membuat aliran kas alternatif? Jawabannya
hal ini tidak tergantung pada ukuran dan kompleksitas dari proyek. Namun demikian ada
beberapa hal yang harus disesuaikan untuk mengurangi level agar sesuai dengan situasi
yang spesifik. Hal-hal tersebut antara lain

WBS
Jumlah dan lingkup dari WBS dapat direduksi secara signifikan untuk proyek kecil.
Terkadang WBS dapat dikombinasikan dengan struktur biaya dan penerimaan ke
dalam worksheet untuk membuat perkiraan. Yang terpenting, hal ini merupakan
komponen yang awal yang dibutuhkan untuk dievaluasi secara eksplisit untuk proyek

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 17


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

tertentu. Sebuah WBS dalam bentuk dan lingkup tersebut akan memfasilitasi analisis
ekonomi untuk proyek apapun.
Struktur biaya dan penerimaan
Jumlah pengelompokan biaya dan penerimaan dan elemen-elemen lain yang
dibutuhkan dapat dikurangi untuk proyek kecil pada umumnya. Komponen ini tetap
digunakan untuk pertimbangan. Sebagai contoh, banyaknya biaya operasi dan
perawatan mungkin harus disertakan bahkan untuk proyek kecil sekalipun dapat
cukup ekstensif

Teknik estimasi (model)


Perkiraan biaya dan penerimaan pada masa depan biasanya tidak begitu kompleks
pada proyek kecil. Teknik-teknik tersebut tetep digunakan.

Berikut merupakan tiga dasar dari aplikasi pendekatan terintegrasidengan pertimbangan


ukuran dari proyek. Aplikasinya dalam proyek yang kecil dapat dikurangi lingkupnya
selama data base informasi dipenuhi. Dalam studi ekonomi teknik, penting untuk
melakukan hal-hal berikut :
1. Mendefinisikan prospektif aliran kas
2. Menentukan baseline dari estimasi
3. Menentukan lamanya periode studi.
Bagian-bagian tersebut akan tetap dibutuhkan meskipun skala proyek berubah-ubah.

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 18


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

BAB II
JAWABAN PERTANYAAN PEMICU

SOAL
Indonesia memiliki potensial kandungan mineral yang sangat besar. Salah satunya
adalah mineral dolomite (Ca(MgCO3)2) yang cadangannya mencapai satu setengah milyar
ton. Dolomite merupakan salah satu sumber magnesium yang banyak dihasilkan untuk
menghasilkan magnesium atau magnesium oksida. Dolomite dapat dimanfaatkan untuk
pupuk, peleburan baja, pabrik kaca dan keramik serta sebagai sumber magnesium.
Penggunaan dolomite secara langsung di antaranya untuk pertanian dan semen mortar.

Selama ini batuan mineral dolomite dijual dalam keadaan mentah (kandungan
magnesium sekitar 13-14%) dalam bentuk serbuk dengan harga hanya Rp 90,00/kg.
Sedangkan nilai jual magnesium oksida dengan kemurnian 96% mencapai enam ribu kali
lipatnya.

Menyadari perbandingan nilai jual yang demikian jauh perbedaannya, Mas Mamat,
seorang pengusaha muda lulusan Teknik Kimia UI, sedang mempertimbangkan untuk
mebuat pabrik magnesium oksida dari mineral dolomite. Pertimbangan lain yang makin
memantapkan niat Mas Mamat adalah belum adanya industri yang menghasilkan
magnesium oksida sebagai produk akhirnya di Indonesia. Selain itu, berdasarkan hasil
analisis pasar yang dilakukannya, permintaan impor terhadap magnesium yang masih
dalam bentuk senyawa magnesit (MgCO3) menunjukkan kecendrungan untuk terus
meningkat.

Anda, sebagai teman satu almamater dengan Mas Mamat diminta oleh beliau untuk
membantu merealisasikan niat untuk membangun pabrik tersebut. Sebelum pabrik
dibangun, perlu dilakukan pengkajian terhadap keekonomian pabrik, di antaranya dengan
memperkirakan arus kas yang akan dialami oleh usaha ini.

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 19


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Pertanyaan:

1. Bagaimana prosedur awal untuk membuat perkiraan arus kas dari proyek
pembangunan pabrik magnesium ini?

2. Untuk proyek pembangunan pabrik ini, gambarkan 3 level pertama dari seluruh
pekerjaan yang harus dilakukan sejak keputusan (untuk membuat pabrik) dibuat
hingga pabrik beroperasi.

3. Perkirakanlah semua jenis arus kas (biaya/pengeluaran dan pendapatan) yang


dibutuhkan untuk proyek ini.

Proses yang akan digunakan adalah proses hidrometalurgi yang dibagi menjadi 4 tahapan,
yaitu:

1. Kontak pelarut dengan padatan (dijesti).

2. Pemisahan magnesium dengan cara pengendapan (presipitasi).

3. Purifikasi hasil ekstraksi dengan cara filtrasi dan pencucian serta,

4. Kalsinasi untuk memperoleh MgO.

Produk akhir yang akan dihasilkan (kemurnian 91%) berupa serbuk yang kemudian
dikemas dalam kantung-kantung dengan satuan kilogram dan siap untuk dipasarkan. Bahan
baku yang digunakan adalah mineral dolomite yang dibeli dari perusahaan yang
menambang mineral ini dengan asumsi kandungan MgO 21%. Sedangkan bahan baku lain
(HCl dan NaOH) dibeli dari pabrik ini dari pabrik bahan kimia yang berdekatan.

Berdasarkan analisis pasar yang telah dilakukan, kapasitas pabrik yang akan
didirikan adalah 15000 ton/tahun.

Peralatan utama yang dibutuhkan terdiri dari: conveyor, reactor, pompa, thickener,
filter dan kalsiner.

Pertanyaan:

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 20


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

4. Untuk memperkirakan biaya-biaya yang dibutuhkan dan pendapatan yang


dihasilkan, sumber-sumber data apa saja yang dapat digunakan?

5. Metode apa sajakah yang dapat digunakan untuk memperkirakan biaya-biaya yang
dibutuhkan (peralatan, bahan baku, tenaga kerja, fasilitasn dll).

6. Bagaimana cara memperkirakan biaya total produksi dan harga jual produk?

JAWABAN
1. Prosedur awal untuk membuat perkiraan arus kas

Untuk membuat perkiraan arus kas dari proyek pembangunan pabrik magnesium,
dapat dilakukan melalui prosedur pendekatan terintegrasi. Pendekatan terintegrasi yang
dilakukan meliputi komponen-komponen dasar berikut:

a) Menentukan Struktur Perincian Kerja (Work Breakdown Structure, WBS)

WBS merupakan teknik untuk mendefinisikan secara eksplisit, pada tingkat


kesuksesan yang rinci, elemen-elemen kerja proyek dan hubungan-hubungan antar mereka.
Penjelasan mengenai WBS terdapat pada bagian TEORI halaman 3. Adanya WBS berguna
untuk menghasilkan perkiran-perkiraan biaya dan penghasilan, yaitu dengan cara:

Mendefinisikan secara eksplisit elemen-elemen kerja proyek ini dan hubungan-


hubungannya.
Mendefinisikan proyek menjadi tingkatan-tingkatan kegiatan secara menyeluruh.

Mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi

Berikut adalah daftar singkat dari beberapa kategori biaya dan penghasilan yang secara
tipikal diperlukan dalam kajian ekonomi teknik, bersama dengan suatu diskusi bagaimana
perkiraan seharusnya dicapai:

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 21


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

1. Investasi modal
Investasi modal tetap, seperti untuk kajian kelayakan, desain dan engineering,
pembelian dan perbaikan tanah, bangunan, peralatan, instalasi, pengeluaran-
pengeluaran untuk promosi dan hukum, dan biaya-biaya permulaan.
Modal kerja, seperti untuk inventori, rekening diterima, tunai untuk upah,
material, dan rekening lain yang terbayar. Modal kerja adalah dana berputar
yang diperlukan untuk mendapatkan proyek yang dimulai dan mempertemukan
obligasi berikutnya. Secara normal, dianggap bahwa sebagian atau seluruh
modal kerja dapat dikembalikan pada akhir umur proyek.

2. Biaya tenaga kerja


Biaya tenaga kerja merupakan fungsi dari tingkat ketrampilan, pasokan tenaga kerja
dan waktu diperlukan. Standar untuk jumlah normal dari output per jam tenaga
kerja telah dikembangkan untuk beberapa kelas kerja. Waktu standar yang
dikombinasikan dengan rata-rata upah diharapkan memberikan perkiraan biaya
tenaga kerja yang masuk akal untuk pekerjaan-pekerjaan berulang.

3. Biaya material
Biaya ini tergantung pada situasi proyek atau operasi; sebagai contoh suatu output
dari operasi A dapat merupakan input untuk operasi B. Biaya material adalah biaya
yang dihubungkan dengan substansi-substansi fisik yang akan dikerjakan atau
ditransformasikan.

4. Biaya perawatan
Biaya perawatan adalah biaya rutin yang diperlukan untuk pemeliharaan properti
dan perubahan-perubahan kecil yang diperlukan untuk pemakaiannya yang lebih
efisien. Biaya perawatan cenderung bertambah seiring umur dari aset.

5. Pajak properti dan asuransi


Biasanya dinyatakan sebagai persentase tahunan dari investasi modal dalam
perbandingan ekonomis.

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 22


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

6. Biaya kualitas (dan sisa)


Biaya ini tergantung dari tipe produk dan hubungannya dengan standar kualitas,
sama halnya terhadap kemampuan dari tenaga kerja, waktu belajar dan
kemungkinan kerja ulang.

7. Biaya overhead
Biaya overhead adalah biaya-biaya yang tidak dapat dikenakan secara tepat dan
praktis terhadap produk atau jasa utama, dan sehingga secara normal dibagi rata
antara pusat-pusat produk atau biaya terhadap beberapa dasar yang berubah-ubah.

8. Biaya terbuang
Biaya terbuang adalah biaya tidak kembali yang berhubungan dengan penghentian
operasi dan pemberhentian, pembuangan atau penjualan aset untuk menyediakan
bunga terbaik dari pemilik.

9. Penghasilan
Didefinisikan sebagai kas masuk (penerimaan) dari seluruh sumber-sumber
potensial. Perbedaan-perbedaan penghasilan antara altematif-alternatif perlu untuk
dipertimbangkan secara teliti. Mereka diproyeksikan berdasar pada kondisi pasar
mutahir, perubahan-perubahan akan datang yang diharapkan dalam pasar untuk
produk dan jasa yang dilibatkan, saham pasar diharapkan perusahaan dan harga
yang didasatkan pada kompetisi.

10. Nlai sisa atau pasar


Secara tipikal merupakan fungsi dari umur pemakaian aset dan dalam kasus umur
yang panjang adalah secara relatif tidak penting untuk hasil studi.

b) Membuat struktur biaya dan penghasilan (klasifikasi)

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 23


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Pada tahap ini dilakukan penggambaran kategori dan elemen biaya dan penghasilan
yang akan diperkirakan dalam mengembangan arus kas. Struktur ini dipergunakan untuk
mengindentifikasi dan mengkategorikan biaya dan penghasilan diperlukan untuk
dimasukkan dalam analisis. Kemudian mengorganisasikan informasi biaya dan pendapatan
dari sumber-sumber internal dan eksternal dengan data yang relevan hingga akhirnya data-
data tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan perkiraan arus kas di masa depan
dengan teknik-teknik model terpilih.

Perkiraan biaya dan penghasilan ini tidak untuk menghasilan data eksak tapi hanya
perkiraan secara virtual untuk menyesuaikan biaya yang masuk akal. Perkiraan biaya dan
penghasilan dapat diklasifikasikan menurut rincian, akurasi dan pemakaian yang mereka
inginkan sebagai berikut:

Orde dari perkiraan besarnya tingkat evaluasi perencanaan dan awal dari suatu proyek

Orde perkiraan digunakan dalam menyeleksi altematif-altematif yang layak untuk


kajian. Mereka secara tipikal memberikan akurasi dalam batas kurang lebih 30 sampai
50% dan dikembangkan melalui hal-hal semi formal seperti konferensi, angket dan
pertanyaan-pertanyaan bersifat umum.

Perkiraan setengah rinci dari rencana anggaran

Perkiraan rencana anggaran (setengah rinci) disusun untuk mendukung pekerjaan


desain pendahuluan dan keputusan dibuat. Akurasi perkiraan biasanya terletak dalam
batas kurang lebih 15 %. Perkiraan ini berbeda dalam kebenaran laporan biaya dan
penghasilan dan jumlah pekerjaan dihabiskan untuk perkiraan.

Perkiraan definitif (terinci)

Perkiraan ini digunakan dalam tingkat engineering/konstruksi terinci dari suatu proyek.
Perkiraan secara rinci dipergunakan sebagai dasar untuk penawaran dan untuk
membuat keputusan desain secara rinci. Akurasinya kurang lebih 5%. Perkiraan ini
dibentuk dari spesifikasi, gambar, peninjauan lokasi, penentuan penjual, dan catatan

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 24


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

sejarah perusahaan dan biasanya dilakukan pada tingkat 3 dan tingkat selanjutnya
dalam WBS.

2. Tiga level pertama dari seluruh pekerjaan yang harus dilakukan sejak keputusan
untuk membuat pabrik hingga pabrik beroperasi.

Pembagian pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan dapat dibuat dalam suatu


diagram hierarki yang disebut dengan Work Breakdown Structure (WBS). Tujuan
pembuatan WBS adalah menunjukkan hubungan antara elemen-elemen kerja dalam
hierarki serta memberikan manipulasi dan integrasi data. WBS yang dibuat untuk proyek
pembangunan pabrik magnesium ini memiliki tiga tingkatan dengan tahapan-tahapan
sebagai berikut (pada halaman 26).

3. Arus kas yang dibutuhkan untuk proyek pembangunan pabrik magnesium oksida

Semua jenis arus kas yang dibutuhkan untuk proyek ini adalah sebagai berikut:

A. Investasi

Biaya investasi yang dimaksud pada bagian ini merupakan semua biaya yang
dikeluarkan guna keperluan menjalani tahap-tahap yang dijelaskan pada nomor 2, yaitu
pada tahap pra-konstruksi, konstruksi pabrik, pasca-konstruksi dan persiapan operasi.

1) Biaya pra-investasi, meliputi:

Biaya pembebasan dan pembelian tanah (lahan), serta pengurusan hak guna
lahan.
Pengerukan tanah dan persiapan keadaan tempat pra-operasional.
Studi kelayakan
Supervisi
Biaya-biaya perijinan lainnya
2) Biaya investasi, meliputi:

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 25


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Biaya untuk bangunan pabrik (kantor, pemrosesan, gudang, laboratorium,


bengkel, pos keamanan, lapangan, pagar)
Biaya untuk sarana dan prasarana pabrik atau utilitas untuk fasilitas pengadaan
pelayanan umum dalam mengoperasikan pabrik (instalasi air, instalasi listrik,
dan lain-lain)
Biaya untuk sarana transportasi

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 26


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS
Proyek
Pembangunan
Pabrik Magnesium
Oksida
(1)

Tahap
Tahap Pra- Tahap Pasca-
Tahap Tahap Persiapan
Tahap
Tahap Konstruksi
Konstruksi Konstruksi Operasi
(1.2)
(1.1) (1.3) (1.4)

Pencarian supplier
Perancangan pabrik Persiapan lahan Pembersihan lahan
dan bahan baku
(1.1.1) (1.2.1) (1.3.1)
(1.4.1)

Penyusunan Pembangunan Mobilisasi alat berat Pengadaan bahan


anggaran fondasi baku
(1.3.2)
(1.1.2) (1.2.2) (1.4.2)

Serah terima proyek


Survey lokasi dan pembangunan Pengaturan kondisi
dari kontraktor ke
pemetaan tanah perpipaan operasi
pemilik
(1.1.3) (1.2.3) (1.4.3)
(1.3.3)

Pembangunan fisik
Perizinan proyek Simulasi operasi
pabrik
(1.1.5) (1.2.4) (1.4.4)

Sosialisasi ke Pengadaan alat


penduduk sekitar operasi
(1.1.6) (1.2.5)

Instalasi listrik dan


Pembebasan lahan
pengolahan limbah
(1.1.4) (1.2.6)

Pembuatan akses
jalan, listrik dan
komunikasi
(1.1.7)

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 27


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

(lanjutan nomor 3, dari halaman 25)


Biaya peralatan utama, seperti

No. Nama Unit


1 Conveyor
2 Reactor
3 Thickener
4 Pump
5 Filter
6 Kalsiner
7 Dryer
8 Crusher
9 Heat exchanger
10 Storage tank
11 Dolomite feed storage
12 Solid dryer
13 H2 storage
14 Sedimentator
15 Reactor liquefaction
16 Hydrotreating reactor
17 Mixing tank
18 Separator
19 Compressor
20 Ekstraktor
21 Generator
22 Cooling tower
23 Reboiler

Fasilitas penunjang lainnya, misalnya jalan, parkir, mushola, unit kesehatan,


dan sebagainya.

B. Biaya produksi
Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terkait dalam suatu proses operasi biaya
produksi ini dihitung dengan basis 1 tahun produksi, yang terdiri dari tiga biaya
produksi langsung (biaya tidak tetap), biaya produksi tidak langsung (biaya tetap) dan
pengeluaran umum. Biaya produksi terdiri dari:
a) Biaya pembelian bahan baku (VC). Bahan baku yang diperlukan:

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 28


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Batuan Mineral Dolomit (CaMg(CO3)2)


HCl
NaOH
pelarut
b) Gaji karyawan (FC).
c) Biaya utilitas (FC).
d) Operating supplies (VC).
e) Biaya laboratorium (FC).
f) Waste treatment (FC).
g) Royalti lisensi (FC).

Sedangkan biaya produksi tidak langsung merupakan biaya yang jumlahnya tetap
setiap tahun, terdiri dari:
a) Asuransi (FC).
b) Overhead (FC).

Pengeluaran umum terdiri dari:


a) Biaya administrasi (FC).
b) Biaya distribusi dan penjualan (FC).
c) Biaya penelitian dan pengembangan (FC).
d) Biaya perawatan dan perbaikan (FC).

C. Penghasilan tahunan

Merupakan pendapatan dari hasil penjualan produk akhir yang dihasilkan (magnesium
oksida).

D. Penghasilan penjualan aset dan biaya pembuangan

Penghasilan penjualan aset dapat berasal dari hasil penjualan bangunan kantor atau
properti oleh perusahaan pada akhir tahun suatu proyek atau dapat dikatakan nilai
sisa dari properti proyek tersebut pada akhir tahun.
Biaya pembuangan adalah biaya yang harus dikeluarkan dari hasil penjualan aset
properti total.
Dengan perkiraan arus kas :

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 29


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

4. Sumber-sumber data yang dapat digunakan untuk memperkirakan biaya yang


dibutuhkan dan pendapatan yang dihasilkan.
a) Catatan Akunting
Meskipun belum memiliki perusahaan atau pabrik yang memiliki catatan akunting
tersendiri, tetapi kita bisa meminta / mendapatkannya dari perusahaan lain atau dari pasar.
Catatan akunting sangat diperlukan dalam hal menentukan sumber pendapatan atau
pengeluaran karena di sini data keuangan yang digunakan dalam proses menjadi bahan jadi
oleh suatu pabrik di simpan. Sumber pasar ini berbicara mengenai hal-hal non fisik
mengenai bagaimana keadaan pasar, bagaimana peredaran uang, kurs mata uang,
bagaimana permintaan pasar terhadap produk jadi atau produk mentah, atau jumlah bahan
yang tersedia, pemeliharaan atau penggunaan alat dan kesejahteraan karyawan dll.
Data yang dihasilkan oleh fungsi akunting seringkali menyesatkan untuk analisis
ekonomi teknik, penyebabnya bukan hanya karena data tersebut berdasarkan pada hasil-
hasil sebelumnya melainkan karena keterbatasan-keterbatasan berikut:
Sistem akunting dikategorikan secara kaku. Pengkategorian tersebut dapat
digunakan secara tepat untuk keputusan operasi dan kesimpulan keuangan, tetapi
sangat jarang digunakan keperluan analisis ekonomi dan pembuatan keputusan
dengan melibatkan desain enginering dan altematif-alternatif proyek.
Konvensi akunting standar menyebabkan pernyataan salah dari beberapa macam
tipe informasi keuangan untuk dibangun ke dalam sistem. Pernyataan-pernyataan
salah tersebut cenderung menjadi dasar filosofi bahwa manajemen seharusnya
menghindari penekanan berlebih nilai aset-asetnya atau penekanan yang kurang
nilai jaminannya sehingga menaksir mereka secara sangat konservatif.

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 30


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

Data akunting seringkali mempunyai ketelitian pura-pura dan kewenangan penuh.


Walaupun wajar memberikan data terhadap pembulatan nilai terdekat, catatan secara
umum tidak mendekati tepat.
Meskipun catatan akunting ini memiliki interpretasi yang berbeda-beda karena
disesuaikan untuk keperluan setiap perusahaan/individu, tetapi ini bisa dijadikan bahan
pertimbangan untuk menentukan pengeluaran atau pendapatan seperti jumlah produksi,
jumlah kualitas, gaji dan jumlah pegawai, harga alat, harga produk, harga bahan, pajak
bangunan atau pajak produksi, pemeliharaan lingkungan, dll.

b) Sumber Perorangan
Jika sumber akunting terbatas dalam memberikan data, sumber data lain bisa
didapatkan dari perorangan. Secara tipikal perusahaan mempunyai sejumlah orang dan
catatan yang dapat merupakan sumber terbaik dari informasi perkiraan. Kontak perorangan
ini diperlukan untuk memberikan data mengenai pengalaman orang tersebut dalam hal
engineering/keteknikan, biaya produksi bahan, biaya modal, dan personalia/hubungan
dengan orang lain.
Terdapat banyak sumber diluar perusahaan yang dapat menyediakan informasi yang
sangat membantu. Masalah utama adalah dalam menentukan yang mana diantara sumber-
sumber tersebut yang sangat menguntungkan untuk kebutuhan khusus. Beberapa sumber di
luar yang seringkali dipergunakan antara lain informasi yang diterbitkan dan kontak
perorangan.

c) Sumber Pustaka
Untuk memilih bahan, kondisi lingkungan pabrik secara kimia, kita harus
menyesuaikannya dengan data-data kimia yang digunakan untuk reaksi hidrometalurgi.
Datadata ini bisa kita dapatkan dari sumber-sumber pustaka (internet atau buku).
Sumber pustaka juga diperlukan untuk mengetahui data-data peralatan yang
digunakan, data-data reaksi, dll.

d) Penelitian dan Pengembangan

Jika beberapa informasi tidak bisa didapatkan baik itu melalui pustaka atau secara
konsultasi, maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan penelitian dan

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 31


TOPIK 9 TIPE A: PERKIRAAN ARUS KAS

pengembangan, baik itu dalam segi ilmiah, ataupun sosial. Dalam bidang sosial seperti
sumber tenaga kerja, hubungan pasar dengan masyarakat dan perusahaan seperti program
uji pasar. Atau dalam hal imiah seperti pencarian data-data untuk proses metalurgi yang
didapatkan dari penelitian. Aktivitas tersebut biasanya mahal dan tidak selalu berhasil
dengan sukses, jadi langkah ini adalah langkah terakhir yang diambil jika keputusan yang
diambil sangat penting dan ketika sumber-sumber yang telah disebutkan lebih awal
diketahui tidak cukup.

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA | 2010 32