Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

KIMIA DASAR
SISTEM PERIODIK UNSUR

Disusun Oleh :

Kelompok 2
1. Besse Nafisah (H41114303)
2. Olivia Putri (H41114304)
3. Fauzan Akbar Gusran (H41114305)
4. Ayu Wulandari (H41114306)
5. Abdil Qayyum M (H41114307)

FAKULTAS MIPA JURUSAN BIOLOGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014/2015

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat
dan Karunia-Nya, sehingga makalah ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.
Salawat serta salam tak lupa pula penulis kirimkan kepada baginda Rasulullah SAW. Yang
senantiasa kita tunggu syahadatnya. Rasa syukur senantiasa kita wujudkan atau terapkan
dalam karya-karya yang kita temukan. Dengan cara itu generasi muda sekarang dapat
mengembangkan penemuan-penemuan yang berkualitas.

Penulis berusaha membuat sebuah makalah yang berjudul SISTEM PERIODIK UNSUR,
sehingga dengan karya ini penulis dapat mengetahui bagaimana proses anabolisme terjadi,
yaitu proses fotosintesis dan kemosintesis.
Penulis mengetahui serta sadar bahwa dalam pembuatan makalah yang penulis
lakukan masih terdapat berbagai kesalahan, maka dari itu penulis membuka diri untuk
menerima kritik dan saran dari pembaca sehingga pembuatan makalah berikutnya dapat lebih
baik. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Selamat
Membaca.

Makassar, September 2014

Penulis

2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................................... 1

Daftar Isi................................................................................................................................ 2

Bab I Pendahuluan................................................................................................................. 3

A. Latar Belakang........................................................................................................ 3
B. Rumusan Masalah................................................................................................... 3
C. Tujuan Penulisan..................................................................................................... 3
D. Manfaat Penulisan................................................................................................... 3

Bab II Pembahasan................................................................................................................ 4

A. Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur....................................................... 4


B. Pengertian Sistem Periodik Unsur........................................................................ 10
C. Unsur-Unsur Sistem Periodik................................................................................ 10
D. Hubungan Konfigurasi Elektron Dengan Sistem Periodik................................... 13
E. Keterkaitan Sistem Periodik Dengan Aturan Aufbau; Blok s, p, d, dan f............ 16

F. Kegunaan Sistem Periodik.................................................................................... 17

Bab III Penutup................................................................................................................... 18

A. Simpulan............................................................................................................... 18
B. Saran ..................................................................................................................... 18

Daftar Pustaka..................................................................................................................... 19

BAB I
3
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi
ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-
abad di seluruh dunia. Alkimiawan menemukan banyak proses kimia
yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Kita sering
menemui unsur di sekitar kita. Apabila kita sebutkan satu per satu akan
sangat sulit karena saat ini telah ditemukan kurang lebih 118 unsur.
Sebagian besar merupakan unsur yang ditemukan di alam dan
berjumlah 92, sedangkan unsur lainnya merupakan unsur buatan.
Untuk mempelajari tiap-tiap unsur, pembahasannya sangat kompleks
karena sifat-sifat unsur bervariasi antara satu dengan yang lainnya dan
jika kita mempelajari satu demi satu alangkah sulitnya. Unsur-unsur
tersebut perlu dikelompokkan supaya mudah dalam mempelajarinya..
Hal inilah yang mendorong para ahli dari dulu untuk mengelompokkan
unsur. Bagaimana mengelompokkan unsur-unsur dengan jumlah yang
besar dan sifat yang berbeda-beda?
Pengelompokkan dilakukan dengan membandingkan sifat-sifat
unsur. Dasar pertama yang digunakan untuk mengelompokkan unsur
adalah kemiripan sifat, kemudian kenaikan massa atom, dan sekarang
berdasarkan kenaikan nomor atom. Pengelompokkan unsur mengalami
perkembangan dari pengelompokkan unsur yang paling sederhana
berdasarkan sifat logam dan bukan logam, kemudian disusuli sistem
triad Dobereiner, sistem oktaf Newlands, system periodik Mendeleyev,
dan sistem periodik yang kita gunakan saat ini (Henry G. Moseley).

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana sejarah perkembangan Sistem Periodik Unsur (SPU) ?


2. Apakah pengertian sistem periodik unsur ?
3. Bagaimana aturan unsur-unsur sistem periodik unsur menurut SPU Modern
sekarang ?
4. Bagaimana sifat sifat dari unsur sistem periodik unsur?

C. TUJUAN PENULISAN

4
Adapun tujuan penulisan adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui sejarah perkembangan sistem Periodik Unsur


2. Mengetahui dan memahami pengertian Sistem Periodik Unsur
3. Mengetahui dan memahami aturan unsur-unsur sistem periodik unsur menurut
SPU Modern sekarang
4. Mengetahui dan memahami sifat sifat dari unsur sistem periodik unsur.

D. MANFAAT PENULISAN
Menambah ilmu pengetahuan akan Sistem Periodik Unsur itu sendiri

BAB II

PEMBAHASAN

A. SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR


Robert Boyle adalah orang pertama yang memberikan tentang definisi bahwa unsur
adalah suatu zat yang tidak dapat lagi dibagi-bagi menjadi dua zat atau lebih dengan cara
kimia. Sejak itu orang dapat menyimpulkan bahwa unsur-unsur mempunyai sifat yang
jelas dan ada kemiripan diantara sifat-sifat unsur itu.
Pengelompokan Unsur Menurut Para Ahli
1. Pengelompokkan Unsur Menurut Antoine Lavoisier

5
Setelah Boyle memberi penjelasan tentang konsep unsur, Lavoiser pada tahun
1769 menerbitkan suatu daftar unsur-unsur. Lavoiser membagi unsur-unsur dalam
unsur logam dan non logam. Pada waktu itu baru dikenal kurang lebih 33 unsur.
Pengelompokan ini merupakan metode paling sederhana yang dilakukan, karena
antara unsur unsur logam sendiri masih banyak perbedaan.
Perbedaan Logam dan Non Logam

Logam Non Logam

Berwujud padat pada suhu kamar Ada yang berupa zat padat, cair,
(250), kecuali raksa (Hg) atau gas pada suhu kamar

Mengkilap jika digosok Tidak mengkilap jika digosok,


kecuali intan (karbon)
Merupakan konduktor yang baik
Bukan konduktor yang baik
Dapat ditempa atau direnggangkan
Umumnya rapuh, terutama
Penghantar panas yang baik yang berwujud padat

Bukan penghantar panas yang


baik

Ternyata, selain unsur logam dan non-logam, masih ditemukan beberapa unsur yang memiliki
sifat logam dan non-logam (unsur metaloid), misalnya unsur silikon, antimon, dan arsen.
Jadi, penggolongan unsur menjadi unsur logam dan non-logam masih memiliki kelemahan.

Kelebihan & Kekurangan Unsur Menurut Antoine Lavoisier

(+) KELEBIHAN :

Sudah Mengelompokkan 33 unsur berdasarkan sifat kima, sehingga bisa


dijadikanreferensi bagi ilmuwan setelahnya

(-) KELEMAHAN :

(-)Pengelompokannya masih terlalu umum

6
2. Pengelompokkan Unsur Menurut Johan Wolfgang Dobereiner

Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner, seorang profesor kimia di Jerman,
mengemukakan bahwa massa atom relatif stronsium sangat dekat dengan massa rata-rata dari
dua unsur lain yang mirip stronsium, yaitu kalsium dan barium. Dobereiner juga menemukan
beberapa kelompok unsur lain mempunyai gejala seperti itu.

Dobereiner adalah orang pertama menemukan hubungan antara sifat unsur dengan massa
atom relatifnya.Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya. Setiap
kelompok terdiri atas tiga unsur, sehingga disebut triade. Di dalam triade, unsur ke-2
mempunyai sifat-sifat yang berada di antara unsur ke-1 dan ke-3 dan memiliki massa atom
sama dengan massa rata-rata unsur ke-1 dan ke-3.

Jenis Triade :

Triade Litium(Li), Natrium(Na), Kalium(k)

Triade Kalsium(Ca), Stronsium(Sr), Barium(Br)

Triade Klor(Cl), Brom(Br), Iodium(I)

Tabel pengelompokan unsur-unsur menurut Triade Dobereiner

7
Kelebihan & Kekurangan Pengelompokkan Unsur Menurut Johann Wolfgang
Dobereiner
(+) KELEBIHAN :
+ Keteraturan setiap unsur yang sifatnya mirip massa atom (Ar) unsur yang kedua
(Tengah) merupakan massa atom rata -rata di massa atom unsur pertama dan ketiga
(-) KEKURANGAN
- Kurang efisien karena ada beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam kelompok
Triade padahal sifatnya sama dengan unsur di dalam kelompok triade tersebut.

3. Pengelompokan Unsur Menurut John Newlands


Triade Debereiner mendorong John Alexander Reina Newlands untuk melanjutkan

upaya pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan


keterkaitannya dengan sifat unsur.

J.W. Newlands merupakan orang yang mengelompokkan unsur berdasarkan kenaikan


massa atom relatif. Pada tahun 1863, ia menyatakan bahwa sifat sifat unsur berubah
secara teratur. Menurut Newlands, jika unsur-unsur diurutkan letaknya sesuai dengan
kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat unsur akan terulang pada tiap unsur

8
kedelapan. Keteraturan ini sesuai dengan pengulangan not lagu (oktaf) sehingga
disebut Hukum Oktaf (law of octaves). Tabel berikut menunjukkan pengelompokan
unsur berdasarkan hukum Oktaf Newlands.

(-)Kelemahan :
- dalam kenyataanya mesih di ketemukan beberapa oktaf yang isinya lebih dari delapan
unsur. Dan penggolonganya ini tidak cocok untuk unsur yang massa atomnya sangat besar.

4. Pengelompokan Unsur Menurut Dmitri Mendeleev

9
Diantara para ahli yang dianggap paling berhasil dalam mengelompokkan unsur-unsur dan
berani menduga adanya unsur-unsur yang pada saat itu belum ditemukan adalah Dmitry

Mendeleev. Dmitri Ivanovich Mendeleev pada tahun 1869 melakukan pengamatan 63 unsur
yang sudah dikenal dan mendapatkan hasil bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodik dari
massa atom relatifnya. Sifat tertentu akan berulang secara periodik apabila unsur-unsur
disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Mendeleev selanjutnya menempatkan
unsur-unsur dengan kemiripan sifat pada satu lajur vertikal yang disebut golongan. Unsur-
unsur juga disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan ditempatkan dalam satu
lajur yang disebut periode.

Tabel pengelompokan menurut Mendeleev

Kelebihan Dan Kelemahan Unsur Menurut Antoine Lavoisier


(+) KELEBIHAN :

10
+ Sistem Periodik Mendeleev menyediakan beberapa tempat kosong untuk unsur-
unsur yang belum ditemukan.
+ meramalkan sifat-sifat unsur yang belum diketahui. Pada perkembangan
selanjutnya, beberapa unsur yang ditemukan ternyata cocok
dengan prediksi Mendeleev.

(-) KELEMAHAN :
- Masih terdapat unsur unsur yang massanya lebih besar letaknya di depan unsur
yang massanya lebih kecil.
- Adanya unsur-unsur yang tidak mempunyai kesamaan sifat dimasukkan dalam satu
golongan, misalnya Cu dan Ag ditempatkan dengan unsur Li, Na, K, Rb dan Cs.
- Adanya penempatan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom.

5. Sistem Periodik Modern dari Hhenry G. Moseley


Pada awal abad 20, setelah penemuan nomor atom, Henry Moseley menunjukkan
bahwa urut-urutan unsur dalam sistem periodik Mendeleev sesuai dengan kenaikan
nomor atomnya. Penempatan telurium (A r = 128) dan iodin (Ar = 127) yang tidak
sesuai dengan keniakan massa atom relatif, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor
atomnya (nomor atom Te = 52; I = 53).

B. PENGERTIAN SISTEM PERIODIK

Sistem periodik unsur adalah suatu daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan
tertentu. Semua unsur yang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut.

C. UNSUR-UNSUR SISTEM PERIODIK


a) Sistem Periodik Modern
Sistem periodik modern disusun berdasarkan hukum periodik modern yang
menyatakan bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomya.
Artinya, jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya, maka
sifat-sifat tertentu akan berulang secara periodik. Itu sebabnya tabel unsur-unsur
tersebut dinamai Tabel Periodik atau Sistem Periodik.

11
b) Periode
Lajur-lajur horizontal dalam sistem periodik disebut periode. Sistem periodik
modern terdiri atas 7 periode. Jumlah unsur pada setiap periode sebagai berikut.

Periode Jumlah Unsur Nomor Atom

1 2 1-2

2 8 3-10

3 8 11-18

4 18 19-36

5 18 37-54

12
6 32 55-86

7 32 87-118

Periode 1, 2,3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit unsur, sedangkan periode 4
dan seterusnya disebut periode panjang.

Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka:

Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur.

Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur.

Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur.

Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur.

Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur.

Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur, pada periode
ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71.

Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah
lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode
ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai
nomor 103.

c) Golongan
Kolom-kolom vertikal dalam sistem periodik disebut golongan. Penempatan unsur
dalam golongan berdasarkan kemiripan sifat. Sistem periodik modern terdiri atas 18
kolom vertikal. Ada dua cara penamaan golongan, yaitu:
Sistem 8 golongan. Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 8 golongan
yang masing-masing terdiri atas golongan utama (golongan A) dan golongan
tambahan (golongan B). Unsur-unsur golongan B disebut juga unsur transisi.

13
Nomor golongan ditulis dengan angka Romawi. Golongan-golongan B terletak
antara golongan IIA dan IIIA. Golongan VIIIB terdiri atas 3 kolom vertikal.
Sistem 18 Golongan. Menurut cara ini, sistem periodik dibagi kedalam 18
golongan, yaitu golongan 1 sampai dengan 18, dimulai dari kolom paling kiri.
Unsur-unsur transisi terletak pada golongan 3-12

Beberapa golongan unsur dalam sistem periodik mempunyai nama khusus, diantaranya:

o Golongan IA : logam alkali (kecuali hidrogen)

o Golongan IIA : logam alkali tanah

o Golongan VIIA : halogen

o Golongan VIIIA : gas mulia

d) Unsur Transisi dan Transisi Dalam


Unsur Transisi
Unsur-unsur yang terletak pada golongan-golongan B disebut unsur transisi atau
unsur peralihan. Unsur-unsur tersebut merupakan peralihan dari golongan IIA ke
golongan IIIA, yaitu unsur-unsur yang dialihkan hingga ditemukan unsur yang
mempunyai kemiripan sifat dengan golongan IIIA
Unsur transisi dalam
Dua baris unsur yang ditempatkan dibagian bawah Tabel Periodik disebut unsur
transisi dalam, yaitu terdiri dari:
Lantanida, yang beranggotakan nomor atom 57-70 (14 unsur). Ke-14 unsur ini
mempunyai sifat yang mirip dengan lantanium (La), sehingga disebut
lantanoid atau lantanida
Aktinida, yang beranggotakan nomor atom 89-102 (14 unsur). Ke-14 unsur ini
sangat mirip dengan aktinium, sehingga disebut aktinoida atau aktinida

Semua unsur transisi dalam sebenarnya menempati golongan IIIB, yaitu lantanida pada
periode keenam dan aktinida pada periode ketujuh. Jadi, golongan IIIB periode keenam dan
periode ke tujuh, masing-masing berisi 15 unsur.

D. HUBUNGAN KONFIGURASI ELEKTRON DENGAN SISTEM PERIODIK

14
Hubungan antara letak unsur dalam sistem periodik dengan konfigurasi elektronnya dapat
disimpulkan sebagai berikut.

Nomor periode sama dengan jumlah kulit

Nomor golongan sama dengan elektron valensi

Berdasarkan hubungan tersebut, maka letak unsur dalam sistem periodik dapat ditentukan
berdasarkan konfigurasi elektron.

Sifat-sifat Periodik Unsur

Sifat periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor
atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode, atau dari atas ke bawah dalam satu
golongan.

a) Jari-jari Atom
Jari-jari atom adalah jarak dari inti hingga kulit elektron terluar. Besar kecilnya jari-
jari atom terutama ditentukan oleh dua faktor, yaitu jumlah kulit dan muatan inti.
Untuk unsur-unsur segolongan, semakin banyak kulit atom, semakin besar jari-
jarinya.
Untuk unsur-unsur seperiode, semakin besar muatan inti, maka semakin kuat gaya
tarik inti terhadap elektron, sehingga semakin kecil jari-jarinya
b) Energi Ionisasi

Energi Ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang terikat
paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas.
Hubungan energi ionisasi dengan nomor atom.

15
dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi semakin kecil
dalam satu periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi cenderung bertambah

Besar kecilnya energi ionisasi bergantung pada besar gaya tarik inti terhadap elektron
kulit terluar, yaitu elektron yang akan dilepaskan. Semakin kuat gaya tarik inti, semakin
besar energi ionisasi

dalam satu golongan, dari atas ke bawah, jari-jari atom bertambah besar,
sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin lemah. Oleh karena
itu, energi ionisasi berkurang
dalam satu periode, dari kiri ke kanan, jari-jari atom berkurang, sehingga gaya
tarik inti terhadap elektron semakin kuat. Oleh karena itu energi ionisasi
bertambah

c) Afinitas Elektron
Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan apabila suatu

atom menarik sebuah elektron

Dalam satu golongan dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung berkurang

Dalam satu periode dari kiri ke kanan, afinitas elektron cenderung bertambah

Kecuali unsur alkali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama mempunyai
afinitas elektronn bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan
halogen

d) Keelektronegatifan

16
Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron
yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan. Unsur yang mempunyai energi
ionisasi dan afinitas elektron yang besar tentu akan mempunyai keelektronegatifan
yang besar pula.
e) Sifat Logam dan Nonlogam
Sifat logam bergantung pada energi ionisasi. Semakin besar energi ionisasi, semakin
sukar bagi atom untuk melepas elektron, dan semakin berkurang sifat logamnya.

f) Kereaktifan
Kereaktifan suatu unsur begantung pada kecenderungannya melepas atau menarik
elektron. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun
kemudian bertambah hingga golongan VIIA.
E. KETERKAITAN SISTEM PERIODIK DENGAN ATURAN AUFBAU; Blok s, p, d,
dan f

Kaitan antara sistem periodik dengan konfigurasi elektron (asas Aufbau) dapat dilihat
seperti pada gambar di bawah.

Dapat kita lihat bahwa asas Aufbau bergerak dari kiri ke kanan sepanjang periode, kemudian
meningkat ke periode berikutnya. Setiap periode dimulai dengan subkulit ns dan ditutup
dengan subkulit np (n = nomor periode).

1s 2s, 3s, 4s, 3d, 5s, 4d, 6s, 4f, 7s, 5f,
2p 3p 4p 5p 5d, 6p 6d
Periode 1 2 3 4 5 6 7

17
Berdasarkan jenis orbital yang ditempati oleh elektron terakhir, unsur-unsur dalam sistem
periodik dibagi atas blok s, blok p, blok d, dan blok f.

a. Blok s: golongan IA dan IIA


Blok s tergolong logam aktif, kecuali H dan He. H tergolong nonlogam, sedangkan
He tergolong gas mulia.
b. Blok p: golongan IIIA sampai dengan VIIIA
Blok p disebut juga unsur-unsur representatif karena di situ terdapat semua jenis
unsur logam, nonlogam, dan metaloid.
c. Blok d: golongan IIIB sampai dengan IIB
Blok d disebut juga unsur transisi, semuanya tergolong logam.
d. Blok f lantanida dan aktinida
Blok f disebut juga unsur transisidalam, semuanya tergolong logam. Semua unsur
transisidalam periode 7, yaitu unsur-unsur aktinida, bersifat radioaktif

F. KEGUNAAN SISTEM PERIODIK

Sistem periodik dapat digunakan untuk memprediksi harga bilangan oksidasi, yaitu:

1. Nomor golongan suatu unsur, baik unsur utama maupun unsur transisi, menyatakan
bilangan oksidasi tertinggi yang dapat dicapai oleh unsur tersebut. Hal ini berlaku
bagi unsur logam dan unsur non logam.

2. Bilangan oksidasi terendah yang dapat dicapai oleh suatu unsur bukan logam adalah
nomor golongan dikurangi delapan. Adapun bilangan oksidasi terendah bagi unsur
logam adalah nol. Hal ini disebabkan karena unsur logam tidak mungkin mempunyai
bilangan oksidasi negatif.

18
BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN
1. Sistem periodik unsur adalah suatu daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan
tertentu. Semua unsur yang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut.
2. Sistem periodik modern disusun berdasarkan hukum periodik modern yang menyatakan
bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomya. Artinya, jika
unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya, maka sifat-sifat tertentu
akan berulang secara periodik. Itu sebabnya tabel unsur-unsur tersebut dinamai Tabel
Periodik atau Sistem Periodik.
3. Lajur-lajur horizontal dalam sistem periodik disebut periode. Sedangkan, kolom-kolom
vertikal dalam sistem periodik disebut golongan
4. Hubungan antara letak unsur dalam sistem periodik dengan konfigurasi elektronnya
dapat disimpulkan sebagai berikut: Nomor periode sama dengan jumlah kulitdan
Nomor golongan sama dengan elektron valensi
5. Sifat periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan
nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode, atau dari atas ke bawah dalam
satu golongan.
6. Asas Aufbau bergerak dari kiri ke kanan sepanjang periode, kemudian meningkat ke
periode berikutnya. Setiap periode dimulai dengan subkulit ns dan ditutup dengan
subkulit np (n = nomor periode).

B. SARAN
Demikianlah dari pembuatan makalah ini, apabila terdapat kekurangan, maka kiranya
kritik dan saran dari pembaca sekalian, sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya
dapat lebih baik, dan semoga makalah ini menambah pengetahuan pembaca sekalian.
Amin.

19
DAFTAR PUSTAKA

Http://kinmlemoet.wordpress.com/2013/08/15/sistem-periodik-
unsur-spu.html
Http://Chemistry08fun.wordpress.com
Http://Bisakimia.com

20