Anda di halaman 1dari 1

ISSN 1411 - 8742

Rasional
Media informasi peresepan rasional bagi tenaga kesehatan Indonesia
Volume 10, Nomor 4

Maret 2013

Perkembangan Terbaru
Osteoporosis
Topik edisi ini: Osteoporosis adalah salah satu berhubungan dengan kejadian patah tulang
penyakit kronis tidak menular yang akan dibahas dalam editorial kali ini yang
Editorial 26 dikarakterisasikan dengan adanya berjudul Proton Pump Inhibitors dan
penurunan kepadatan, kekuatan, dan Risiko Osteoporosis.
Artikel 27 - 29 struktur tulang sehingga menyebabkan Selama 10 tahun terakhir patofisiologi
penderitanya lebih rentan mengalami patah osteoporosis telah dijelaskan melalui
Terapi 30 - 32 tulang.1 Berdasarkan data World Health keterkaitan antarberbagai proses di tingkat
Organization, pada tahun 2000 diperkira- jaringan, selular, maupun molekular yang
kan hampir 9 juta pria dan wanita usia 50 mengatur keseimbangan aktivitas osteoblas
tahun di dunia mengalami osteoporosis,2 dan osteoklas selama remodeling tulang.5
atau sekitar 1% dari populasi dunia pada Perkembangan terbaru mengenai patofisiologi
saat itu.3 Dari jumlah itu, sebanyak 17,4% osteoporosis dapat dibaca lebih detail di
penderita osteoporosis berada di Asia artikel yang berjudul Patofisiologi
Tenggara.2 Di Indonesia sendiri, jumlah Osteoporosis. Perkembangan patofisiologi
penderita osteoporosis belum dapat osteoporosis diikuti pula oleh penemuan
dipastikan. Penelitian yang ada melaporkan target-target terapi baru dalam pengobatan
- Proton Pump Inhibitors
bahwa penderita osteoporosis di Indonesia osteoporosis. Beberapa obat baru untuk
dan Risiko Osteoporosis kira-kira 10% pada tahun 2005. Akan tetapi, mencegah pembongkaran tulang seperti
angka ini tidak bisa dijadikan gambaran denosumab, teriparatid, odanacatib, dan
- Patofisiologi prevalensi osteoporosis di Indonesia karena saracatinib memang belum tersedia di
Osteoporosis data tersebut hanya diperoleh dari mereka Indonesia, namun telah banyak diteliti
yang secara sukarela datang dalam uji klinis. Perkembangan terbaru
- Farmakoterapi memeriksakan densitas tulangnya.4 mengenai pengobatan osteoporosis akan
Osteoporosis Diagnosis osteoporosis ditegakkan dibahas lebih lanjut dalam artikel Buletin
berdasarkan hasil pemeriksaan kepadatan Rasional edisi kali ini yang berjudul
mineral tulang (bone mineral density, BMD) Farmakoterapi Osteoporosis. (syl)
menggunakan alat dual x-ray absorptiometry
(DXA). Dengan kata lain, rendahnya Kepustakaan
kepadatan mineral tulang adalah salah satu 1. Rachner TD, Khosla S, Hofbauer LC. Osteoporosis:
faktor risiko osteoporosis dan patah now and the future. Lancet. 2011;377:1276-87.
tulang.2,5 Faktor risiko osteoporosis lainnya 2. World Health Organization. WHO scientific group
on the assessment of osteoporosis at primary
antara lain usia, jenis kelamin, indeks care level. Geneva: WHO Press; 2007.
massa tubuh yang rendah, ras, adanya 3. United Nations. Population in 1999 and 2000:
riwayat patah tulang, adanya riwayat patah all countries [Internet]. Cited 2013 Feb 22.
Available from: http://www.un.org/popin/
tulang dalam anggota keluarga, gangguan popdiv/pop1999-00.pdf.
hormon, anoreksia nervosa, asupan 4. Jahari AB, Prihatini S. Risiko osteoporosis di
kalsium dan vitamin D yang rendah, Indonesia. Gizi Indon. 2007;30(1):1-11.
aktivitas fisik yang kurang, alkohol, rokok, 5. Rachner TD, Khosla S,Hofbauer LC. Osteoporosis:
now and the future. Lancet. 2011;377:1276-87.
dan penggunaan obat-obatan seperti 6. Osteoporosis overview [Internet]. 2012 Jan [cited
kortikosteroid dan beberapa obat 2013 Feb 18]. Available from: http://
antikejang. 5,6 Informasi baru bahwa ww w. ni am s. ni h . gov / He al th _ I nfo/ Bo ne /
golongan penghambat pompa proton Osteoporosis/overview.asp.

Vol. 10 No. 4 Buletin Rasional