Anda di halaman 1dari 7

Assalamualaikum Warahmatulloohi Wabarakaatuh

Alhamdulillahirabbil Alamin Wassalatu Wasalamu Ala Asrafil amdiya Iwal


Mursalin. Waala Alihi Waashabihi Azmain. Amma badu

Yang saya hormati Bapak Kepala SD Inpres Rabakodo


Yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru SD Inpres Rabakodo
Teman temanku yang berbahagia

Sangat berbahagia pada hari ini, saya bisa tampil dihadapan Bapak/Ibu dan Teman-
temanku dalam acara JUMAT KHUSU untuk menyampaikan Ceramah Agama berjudul
:

TIGA NASEHAT RASULULLAH

Bapak Ibu Guru Yang saya hormati


Teman-teman yang berbahagia

Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sehabatnya
Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal, beliau bersabda :

Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu
dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan
akhlak terpuji.
(HR.Tirmidzi)

Nasehat Pertama :

BERTAQWALAH KEPADA ALLAH DIMANA SAJA BERADA

Definisi taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Kaab ra.
Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Kaab apakah taqwa itu? Dia
menjawab; Pernahkah kamu melalui jalan berduri? Umar menjawab; Pernah!
Ubay menyambung, Lalu apa yang kamu lakukan? Umar menjawab; Aku berhati-
hati, waspada dan penuh keseriusan. Maka Ubay berkata; Maka demikian pulalah
taqwa!

Bagaimana agar kita senantisa terjaga dalam ketakwaan ?


Ingatlah terus akan janji kita dihadapan Allah SWT yaitu kalimat syahadat yang telah
kita ikrarkan itulah fitrah.
Nasehat yang kedua :

BERBUATLAH KEBAIKAN KARENA KEBAIKAN AKAN MENGHAPUSKAN


KESALAHAN

Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya
adalah dengan bersedekah. Rasulullah SAW bersabda sedekah itu menghapus
kesalahan sebagaimana air memadamkan api.

Maka ada orang yang ketika dia sakit, dianjurkan untuk memberikan sedekah agar
penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita miliki itu
adalah karena kesalahan yang kita pernah lakukan. Sedang dosa yang dilakukan terhadap
orang lain maka yang perlu dilakukan adalah memohon maaf .

Bapak-bapak, ibu-ibu, teman-temanku yang dirahmati Alloh SWT,

Nasehat yang ketiga :

BERAKHLAQLAH DENGAN AKHLAK YANG TERPUJI

Hadits ini mengingatkan kita pentingnya berakhlakuk karimah, bersilaturahim dan saling
memaafkan sesama manusia. Rasulullah SAW bersabda :

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti
tetangganya. (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)

Dalam riwayat yang lain beliau bersabda :

Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Demi Allah seseorang
tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak
beriman. Ada yang bertanya: Siapa itu Ya Rasulullah? Jawab Nabi: Yaitu orang
yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.(HR. Bukhari)

Wallahu alam bish showab.

Hadirin dan Hadirat yang saya hormati,

Demikian yang dapat saya sampaikan atas segala perhatian saya ucapkan terima kasih.

Wabillahittaufiiq wal hidaayah.


Wassalamualaikum Warahmatulloohi Wabarakaatuh,
Assalamualaikum Warahmatulloohi Wabarakaatuh

Alhamdulillahil Awwal qobla kullil awwal, wal aakhir bada kullil aakhir, lahul
mulku walahulhamdu yuhyii wa yumiitu wa hua alaa kulli syai-in qidiir. Asyhadu
allaa ilaaha illallooh, wa asyhadu anna Muhammadar Rosuululloh, almabuutsu
rohmatallil Alamiin. Amma badu

Yang saya hormati _____________________________________________________


Yang saya hormati _____________________________________________________
Yang saya hormati _____________________________________________________
Teman temanku : daI / daiyah yang dirahmati Alloh SWT

Sangat berbahagia pada hari ini, saya bias tampil dihadapan saudara/saudari semua dalam
acara ____________________ untuk menyampaikan sebuah judul :

KUNCI MERAIH KEDUDUKAN YANG TINGGI


Hadirin yang berbahagia,
Mari kita belajar dari kisah Abdurrahman bin Auf . Adurrahman berasal dari Bani
Zuhrah. Salah seorang sahabat Nabi lainnya, Sa'ad bin Abi Waqqash, adalah saudara
sepupunya.

Ia ikut berhijrah ke Habasyah, gelombang pertama dan kedua. Ia juga ikut berhijrah ke
Madinah, mengikuti Perang Badar dan semua peperangan bersama Rasulullah. Ia juga
dikenal sebagai seorang yang dermawan.

Nabi SAW bersabda, ''Aku melihat Abdurrahman masuk surga dengan merayap atau
merangkak.'' Mendengar berita gembira ini, ia langsung mendermakan satu kafilah niaga
tersebut seraya berkata, ''Kalau aku bisa masuk surga dengan berdiri, niscaya akan
kulakukan.''

Dalam sehari, ia memerdekakan 30 orang budak. Ia juga banyak mendermakan hartanya


kepada fakir miskin, istri-istri Nabi, dan untuk keperluan militer kaum Muslimin. Ketika
ia meninggal, ia mewasiatkan 400 dinar bagi setiap orang yang ikut dalam Perang Badar.
Di samping itu, Abdurrahman juga mewasiatkan 1.000 ekor kuda dan 50 ribu dinar untuk
perjuangan di jalan Allah.

Teman-teman yang berbahagia,

Tentang Abdurrahman, Rasulullah SAW berkata, ''Abdurrahman bin Auf adalah orang
tepercaya di langit dan orang tepercaya di bumi,'' (HR Harits bin Usamah).

Memang kita bukan nabi, tetapi inginkah kita disejajarkan dengan Nabi
SAW ? Memang kita bukan orang yang jujur, tetapi inginkah kedudukan
kita sama dengan Abu Bakar ra?
Memang kita belum tentu mati syahid, tetapi inginkah kita berkedudukan sama seperti
Hamzah ra?
Jawabannya: pasti bisa

untuk mendapatkan derajat yang sama seperti mereka telah disebutkan dalam QS. An-
Nisaa 69:

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama
dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para
shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah
teman yang sebaik-baiknya.

Bapak-bapak, ibu-ibu, teman-teman dai/daiyah yang dirahmati Alloh,


Ternyata peluang yang sama juga diberikan kepada pedagang yang jujur dan dapat
dipercaya seperti pada hadits berikut:

Sahabat Abi Said Al-khudri ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: Pedagang
yang jujur dan dapat dipercaya, kelak pada hari kiamat akan mendapat kedudukan
bersama para nabi, para shiddiqin, dan para syuhada. (HR. Timidzi dan termasuk
hadis hasan).

Hadirin dan Hadirat yang saya hormati,

Semoga kita dapat mencapai derajat yang tinggi baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Wallahu alam bish showab,
Demikian yang dapat saya sampaikan atas segala perhatian saya ucapkan terima kasih.

Wabillahittaufiiq wal hidaayah.

Wassalamualaikum Warahmatulloohi Wabarakaatuh,


Assalamualaikum Warahmatulloohi Wabarakaatuh

Alhamdulillahil Awwal qobla kullil awwal, wal aakhir bada kullil aakhir, lahul
mulku walahulhamdu yuhyii wa yumiitu wa hua alaa kulli syai-in qidiir. Asyhadu
allaa ilaaha illallooh, wa asyhadu anna Muhammadar Rosuululloh, almabuutsu
rohmatallil Alamiin. Amma badu

Yang saya hormati ______________________________________________________


Yang saya hormati ______________________________________________________
Yang saya hormati ______________________________________________________
Teman temanku : daI / daiyah yang dirahmati Alloh SWT

Sangat berbahagia pada hari ini, saya bisa tampil dihadapan saudara/saudari semua dalam
acara ____________________ untuk menyampaikan sebuah judul :

BERDOA DI BULAN RAMADHAN


Hadirin dan Hadirat yang saya mulyakan,
Aturan untuk shoum di bulan Ramadhan telah ditetapkan Allah SWT dalam surat Al
Baqarah dari ayat 183 sampai ayat 187. Hampir seluruh ayat tersebut terdapat kata-kata
shoum . Hanya ayat 186 yang tidak mengandung kata shoum:

()
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada
dalam-kebenaran.

Sahabat daI, daiyah yang saya hormati,

Peletakan ayat ini diantara ayat-ayat tentang shoum Ramadhan bukan tanpa maksud.
Kalau ditilik dari asbabun nuzul ayat ini adalah berkenaan dengan datangnya seorang
Arab Badui kepada Nabi SAW yang bertanya: Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga
kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-
Nya? Nabi SAW terdiam, hingga turunlah ayat ini. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu
Abi Hatim, Ibnu Marduwaih, Abussyaikh dan lain-lain).

Dalam ayat ini terdapat tiga syarat untuk diterimanya doa.

Pertama, doa tersebut harus dipanjatkan kepada-Nya secara langsung.


Kedua dalam berdoa adalah kita harus memenuhi segala perintah Allah SWT.
Ketiga adalah kita harus beriman kepada-Nya agar doa kita diterima.

Bapak-bapak, ibu-ibu, teman temanku yang saya muliakan


Walaupun ayat 186 ini tidak mengandung kata shoum, tapi penempatan ayat ini
menunjukkan pentingnya kita berdoa pada bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan hadits
nabi SAW:

Orang yang berpuasa memiliki doa yang mustajab pada waktu berbuka. (Diriwayatkan
oleh Imam Abu Dawud)

Atau dalam hadits lain, nabi SAW bersabda:

Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya yaitu pemimpin yang adil, orang yang
berpuasa sehingga dia berbuka dan orang yang dianiaya. Doa mereka diangkat oleh
Allah di bawah awan pada hari kiamat dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit dan
Allah berfirman, Demi keagungan-Ku, Aku akan menolongmu walaupun sesudah suatu
waktu (Riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Bapak-bapak, ibu-ibu yang saya muliakan,


Demikianlah, urgensi dari berdoa dalam bulan Ramadhan, semoga Allah senantiasa
mengabulkan seluruh doa kita semua, aamiin ya Robbal alamin.
Demikian yang dapat saya sampaikan atas segala perhatian saya ucapkan terima

Wabillahittaufiiq wal hidaayah.

Wassalamualaikum Warahmatulloohi Wabarakaatuh,