Anda di halaman 1dari 1
Pemanfaatan Tanah Kota Cirebon terbagi habis dalam 2 (dua) peruntukan, yaitu kawasan/lahan terbangun dan kawasan/lahan kosong. Kawasan/lahan terbangun pada prinsipnya terbagi habis untuk jenis penggunzan lahan seperti. perumahan/permukiman, —_perkantoran/pemerintahan, perdagangan/jasa, industri, perbengkelan/pergudangan, permakaman, ruang terbuka hijau (taman) dan lain-lain (prasarana jalan, drainase). Kawasan/lahan non terbangun pada umumnya masih berupa lahan-lahan kosong (sawah, lading, kebun, tanah kosong tanpa pemanfaatan khusus). Berdasarkan identifikasi penggunaan lahan tahun 2010, Iuas Cirebon sekitar 3.913,20 Ha yang terdiri dari penggunaan lahan terbangun seluas 1.965,98 Ha atau sekitar 50,24% dan laham tidak terbangun sekitar 1.947,22 atau sekitar 49,76%. Pada tahun 2011 perubalan penggunaan Iahan terjadi sesuai dati hasil yang didapat yaitu lahan terbangun seluas 2.240,24 Ha atau sekitar 57,25 % dan Iahan tidak terbangun sekitar 1,750.48 atau sekitar 42,75 %. Penggunaan lahan tahun 2012 terdiri dari penggunaan lahan terbangun seluas 2384.1 Ha atau sekitar 60,0% dan Iahan tidak terbangun sekitar 1.047,22 atau sekitar 39.1%. Daerah terbangun di kota Cirebon di dominasi oleh penggunaan lahan permukiman, perumahan, perdagangan dan jasa, pendidikan, perkantoran, pelabuhan, keraton, rumah sakit, mall, kawasan militer, bandara, dan lain-lain. Selain lahan terbangun, i kota Cirebon lahannya juga termanfaatkan untuk Iahan tidak terbangun yang terbagi ‘menjadi pemanfaatan kebun, kolam, mangrove, sawah seluas, semak, TPU seluas, dan tana Kosong, Semakin berkembangnya trangportasi di kota Cirebon juga berpengaruh terhadap perubahan guna lahan, hal ini terlihat dari semakin banyaknya pembangunan hotel, pembangunan mall, dan alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman. Menurut data BPS, hingga Oktober 2013, pertumbuhan sektor perhotelan Kota Cirebon sebesar 22,2 persen dengan tingkat okupansi 60-65 persen. Hingga 2015 akan berdiri 15 hotel baru, termasuk yang saat ini sedang dalam proses konstruksi maupun pengajuan izin dan pertumbuhan ini diprediksi akan terus berlanjut sebagai dampak positif realisasi pembangunan infrastraktur