Anda di halaman 1dari 2

Setiap kelompok mendeskripsikan pengaruh gangguan muskuloskletal (sebagai penyabab)

dan gangguan/efek pada sistem tubuh yang lain (sebagai akibat) sesuai pembagian kelompok.
Buatlah hubungan sebab akibat dan proses terjadinya.

Gangguan Muskuloskeletal adalah gangguan pada bagian otot skeletal yang disebabkan oleh
karena otot menerima beban statis secara berulang dan terus menerus dalam jangka waktu
yang lama dan akan menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon.
Salah satu gangguan dari system musculoskeletal yaitu fraktur. Fraktur adalah terputusnya
kontinuitas tulang dan atau tulang rawan yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga
fisik dan biasanya disertai cedera jaringan disekitarnyameng yaitu ligamen, otot, tendon,
pembuluh darah dan persyarafan. Akibat mengalami fraktur, dapat menyebabkan pasien harus
tirah baring yang cukup lama. Karena tirah baring yang lama dapat mengganggu beberapa
system, salah satunya mengganggu system respirasi. Pernapasan (Respirasi) adalah peristiwa
menghirup udara dari luar yang,mengandung (oksigen) serta menghembuskan udara yang
banyak memngandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh.
Pengisapan udara ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi. Berikut adalah
beberapa contoh gangguan pada system respirasi adalah emfisema, asma, kanker paru-paru,
tuberkulosis (TBC), bronchitis, influenza (flu) dan pneumonia (batuk rejan, atau batuk seratus
hari). Radang paru-paru (pneumonia) adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana
alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang dan
terisi oleh cairan. Radang paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk
infeksi oleh bakteria, virus, jamur, atau pasilan (parasite). Radang paru-paru dapat juga
disebabkan oleh kepedihan zat-zat kimia atau cedera jasmani pada paru-paru atau sebagai
akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau berlebihan minum alkohol. Gejala
yang berhubungan dengan radang paru-paru termasuk batuk, sakit dada, demam, dan
kesulitan bernapas. Gejala pneumonia disebabkan oleh invasi paru-paru oleh mikroorganisme
dan respon sistem kekebalan tubuh untuk infeksi. Penyebab paling umum pneumonia adalah
virus dan bakteri. Penyebab kurang umum pneumonia menular adalah jamur dan parasit.
Pneumonia juga banyak diakibatkan oleh tirah baring yang lama. Karena pengobatan utama
pneumonia yang tergantung pada jenis pneumonianya (penyebab) dan tingkat keparahanya,
sehingga ada yang hanya perlu rawat jalan, namun beberapa perlu perawatan inap di rumah
sakit sehingga menyebabkan pasien pneumonia kebanyakan mengalami tirah baring yang
lama. Tirah baring adalah suatu keadaan ketika individu mengalami, atau beresiko mengalami
keterbatasan gerak fisik. Salah satu akibat dari tirah baring lama adalah dekubitus. Dekubitus
adalah kerusakan struktur anatomis dan fungsi kulit normal akibat dari tekanan eksternal yang
berhubungan dengan penonjolan tulang dan tidak sembuh dengan urutan dan waktu yang
biasa. Dekubitus merupakan masalah yang sangat serius, karena pada pasien yang dirawat
dapat mengakibatkan lama rawat, dan resiko infeksi lebih besar. Untuk itu tugas perawat
adalah mencegah terjadinya dekubitus. Salah satu tindakan mandiri perawat untuk mencegah
dekubitus adalah mobilisasi dan massage/perawatan kulit. Idealnya Tirah Baring atau alih
posisi dilakukan setiap 2 jam sekali untuk mencegah terjadinya luka decubitus.
Kasus luka decubitus sering diakibatkan karena kurangnya perhatian pada tirah baring atau
alih posisi. Khususnya pada perawatan pasien di rumah, manajemen tirah baring merupakan
hal yang sangat penting dilakukan.